Maybe You Feel Like What I Feel
halooo hai semuanya! author kembali update sebelumnya author mau ucapin banyak terimakasih untuk readers yang udah reviews, follow and favorite ini ff, maaf pos agak lama soalnya authotr lagi sakit n banyak tugas doain yah supaya author cepet sembuh
.
.
.
.
.
HAPPY READINGS
.
.
.
SORRY FOR TYPOS
.
.
.
Chap sebelumnya
"aigooo..." ucap Kyungsoo kaget, masih dalam posisi berdiri di atas kursi
"apa yang sedang kau lakukan?" tanya Jongin
"eoh?, apa sekarang kau mulai buta?" tanya kyungsoo balik dengan wajah kesal
Chap 8
Jongin pun mulai mendekati Kyungsoo, Kyungsoo hanya bisa berdiam diri di atas kursi sambil menatap bingung ke arah Jongin.
"apa yang mau kau lakukan?" tanya Kyungsoo sedikit takut
"..." Jongin hanya diam dan terus mendekati Kyungsoo dengan tatapan matanya yang tajam
Grep
Jongin mengambil sekotak sereal di tangan Kyungsoo,karena Jongin yang mengambil cepat hanya dapat menatap tangan kirinya yang tak sudah memegang apapun
"ya, kenapa kau mengambilnya Eoh?" ucap Kyungsoo kesal
"Apa kau yakin akan memakannya?" tanya Jongin dengan mata menatap Kyungsoo
''nde, wae?" balas Kyungsoo masih dengan wajah kesal
"apa kau ingin sakit perut?" tanya Jongin lagi
"ya, apa maksudmu Kim Jongin, sekarang aku lapar dan aku ingin makan kembalikan" ucap Kyungsoo sambil mencoba meraih kotak sereal itu dari tangan Jongin
"makanlah jika kau ingin makan sereal kadaluarsa ini" ucap Jongin kemudian memberikan sereal itu pada Kyungsoo, Jongin meninggalkan Kyungsoo tanpa bicara apapun lagi kyungsoo hanya bisa diam setelah apa yang diucapkan Jongin tadi.
''apa-apaan, tidak mungkin" ucap Kyungsoo dengan tatapan kosong kemudian turun dari kursi
"aish... aku sudah mengambilnya dengan susah payah" ucap Kyungsoo kesal ketika melihat tanggal yang tertera di kotak sereal itu dan memang benar apa yang dikatakan Jongin tadi sereal itu sudah expire, Kyungsoo hanya bisa kesal dan melempar kotak sereal itu kedalam tempat sampah. Kekesalan Kyungsoo masih berlanjut saat ia akan menuju kamar ia melihat bantal dan selimut yang masih tergeletak di atas sofa bekas Jongin semalam
''tsk.. dasar si hitam itu" ucap Kyungsoo kemudian melangkah mendekati sofa dan mengambil selimut serta bantal itu
Kyungsoo hanya dapat berjalan pelan menuju kamarnya, tangan kirinya memegang bantal dan selimut diatasnya yang sudah di lipat rapih.
Cklek
Kyungsoo masuk kedalam kamar dan meletakan selimut dan bantal di ranjang, tangan kirinya lihai membenarkan kembali sprei yang sedikit kusut. Tak lama Kemudian terdengar pintu yang tengah terbuka ternyata Jongin yang membuka pintu kamar mandi dan memperlihatkan sosok jongin yang keluar hanya mengenakan handuk sebatas pinggang dan abs yang terlihat jelas tak lupa kulit tan sebagai ciri khas seorang Kim Jongin yang memebedakan dengan namja lain. Kyungsoo memutar balikan badannya yang sebelumya menghadap ranjang kini menatap ke arah Kim Jongin. Keduanya tampak kaget satu sama lain tidak ada yang memulai untuk berbicara keduanya terlihat terpaku diam ditempat dengan mata terbelalak, tanpa sepatah katapun akhirnya Kyungsoo meninggalkan kamar meninggalkan Jongin yang masih diam ditempat.
"asihh... huh..huh..huh, seharusnya kau tidak masuk dulu Kyungsoo" ucap Kyungsoo ketika sudah meninggalkan kamar, tangan kirinya mengipasi wajah Kyungsoo yang memanas
Kyungsoo kini tengah duduk bersila di sofa, yeoja bermata bulat itu kini tengah menonton acara kesukaannya di televisi apa lagi kalau bukan sebuah animasi dari seekor penguin bermata besar,bebrapa menit yang lalu Kyungsoo memutuskan untuk menunggu Jongin kembali dari kamar, jika kalian bertanya kenapa Kyungsoo belum berangkat kuliah jawabannya ialah Kyungsoo memutuskan untuk tidak pergi kuliah hari ini, dan untuk sehun pun namja albino itu pergi kuliah sendiri tanpa di temani oleh Kyungsoo. Entah kenapa sehun belum menghubungi Kyungsoo pagi ini tidak seperti semalam namja albino itu menelpon Kyungsoo belasan kali namun yeoja bermata bulat besar itu tidak mengangkatnya, sepertinya Kyungsoo masih kesal pada Sehun seperti saat dikampus kemarin bahkan dari beberapa pesan yang masuk Kyungsoo hanya membalas sekali dengan isi pesannya yang mengatakan bahwa Sehun tidak perlu menjemputnya untuk pagi ini.
"apa aku keterlaluan?" tanya Kyungsoo entah siapa yang akan menjawab,Kyungsoo teringat akan sikapnya pada Sehun
"apa aku harus menghubunginya?" tanya Kyungsoo lagi
"menghubungi siapa?" tanya Jongin yang sudah berdiri di pinggir sofa sambil menatap Kyungsoo dengan wajah penasaran
"aigoo... kau mengagetkan ku" ucap Kyungsoo kaget
"apa kau sekarang berniat membuatku serangan jantung eoh?" omel Kyungsoo pada Jongin
"kau berisik sekali, ini masih pagi"
"siapa yang bilang malam eoh, aku tahu ini pagi" dengus Kyungsoo
"kenapa kau selalu ingin berdebat denganku?"
"..." kyungsoo hanya bisa diam
"kau bilang tadi kau lapar, bersiaplah kita akan makan di luar" titah Jongin
"aku tidak mau" balas Kyungsoo
"kau ini keras kepala, ya sudah jika tak ingin ikut aku akan pergi sendiri" ucap Jongin kemudian hendak meninggalkan Kyungsoo namun tangan Jongin di tahan oleh Kyungsoo
"tunggu sebentar" ucap Kyungsoo kemudian berlari kecil meninggalkan Jongin masuk kedalam kamar
Skip
'lama sekali' batin Jongin ketika menunggu Kyungsoo sambil duduk di sofa
"maaf membuatmu menunggu lama" ucap Kyungsoo ketika sudah tepat didepan Jongin
"tsk ... maaf?, waktuku jadi terbuang hanya untuk menunggu mu" ucap Jongin tanpa menoleh ke arah Kyungsoo
"aku kan sudah meminta maaf" ucap Kyungsoo sambil menundukan kepalanya
"sudahlah ayo" ucap Jongin tanpa sadar menarik tangan kanan Kyungsoo yang masih sakit
"sshh..." ucap Kyungsoo menahan sakit
Jongin yang merasa Kyungsoo menahan tak berjalan mengikuti Jongin akhirnya namja tan itu menolehkan pandangannya pada lengan kanan Kyungsoo, dengan gerakan pelan Jongin melepaskan tangan kanan Kyungsoo
"maaf..." ucap Jongin
"..." kyungsoo hanya bisa diam
"kenapa kau membuka perbanya, mungkin luka di tanganmu ini bukan sekedar lebam, bisa saja tulang tangan mu retak" ucap Jongin dengan nada sedikit meninggi memberitahu Kyungsoo
"...'' kyungsoo hanya bisa diam, wajahnya tengah ditundukan kyungsoo tak ingin memperlihatkan mata bulat besar yang kini sedang menahan air mata agar tidak menetes akibat dari perkataan jongin tadi.
"kenapa diam?" tanya Jongin menatap Kyungsoo dalam
"hiks.." satu isakan lolos dari mulut Kyungsoo
"y..ya kenapa kau menangis?" tanya jongin pelan dan wajah yang biasanya datar kini berubah cemas
"tangan ku sakit" ucap Kyungsoo sambil menatap tepat kemata Jongin
Sebenarnya hati Kyungsoo lah yang lebih sakit
"maafkan aku, aku tak sengaja" ucap jongin
"..." tidak ada jawaban dari Kyungsoo
"duduklah, aku akan mengobati tanganmu dulu" ucap jongin kemudian meninggalkan Kyungsoo untuk mengambil perban dan bahan lainnya.
"tahanlah senbentar" ucap Jongin lembut,
"pelan" ucap Kyungsoo ketika melihat Jongin yang bersiap-siap akan melilitkan perban di tangan Kyungsoo
"baiklah" ucap Jongin dan mulai membalut tangan Kyungsoo perlahan
Kyungsoo hanya bisa diam dan memperhatikan wajah serius Jongin yang membuatnya terpesona, bahkan jantung Kyungsoo saat ini berdetak tak normal.
"selesai" ucap Jongin kemudian menatap mata Kuyngsoo yang kini tengah menghadapnya, sepertinya yeoja bermata bulat itu belum sadar, jongin yang melihat wajah Kyungsoo yang terlihat seperti orang bodoh hanya dapat menatap dengan ekspresi kebingungan, Jongin mulai menggerakan tangan kanannya kekanan dan kekiri untuk menyadarkan Kyungsoo namun Kyungsoo masih belum tersadar, Jongin dapat melihat dengan Jelas wajah Kyungsoo yang cantik, sepasang mata besar, hidung mancung, pipi gembil putih yang kini terlihat meninggalkan jejak air bekas tangis kyungsoo serta tatapan Jongin kini tepat mengarah pada bibir heartshapes milik Kyungsoo yang sudah dua kali dicium olehnya. Namun Jongin masih dengan pikkiran sehatnya tanpa basa basi ia langsung mencubit gemas pipi Kyungsoo, Kyungsoo yang kembali sadar akhirnya hanya meringis karena sakit di bagian pipi kirinya.
''apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Jongin
"eoh?...i..itu.. eopso" balas Kyungsoo gugup
"tidak mungkin, pasti kau sedang melamunkanku kan?" ucap Jongin menggoda kyungsoo
"apa yang kau bicarakan?" ucap Kyungsoo
Hening
"Yakk... kau melanggar kesepakatan" ucap Kyungsoo ketika mengingat akan kesepakatan mereka
"sudahlah, apa kau mau aku tinggal?" Tanya Jongin kembali dingin pada Kyungsoo
"aishhh..." kesal Kyungsoo kemudian menyusul Jongin keluar dari apartemen
Kini Kyungsoo dan Jongin sudah berada di sebuah cafetaria, keduanya menikmati hidangan yang mereka pesan dengan tenang.
"mmhh... Jongin" ucap Kyungsoo memulai pembicaraan mereka
"apa?"
"aku ingin pulang ke rumah appa ku" ucap Kyungsoo langsung sambil menatap Jongin
"..." jongin hanya diam sambil menatap piring yang hampir habis isinya, kemudian namja tan itu langsung merespon ucapan dari Kyungsoo tadi
"jika kau ingin pulang, pulang saja. Aku tidak melarangmu" jawab Jongin tanpa melihat Kyungsoo
"baiklah, kau sudah mengizinkannya, aku akan berangkat besok. Dan untuk soal aku kembali ke apartemenmu aku tidak tahu" ucap Kyungsoo datar
Jongin yang mendengar ucapan Kyungsoo tadi langsung mendongakan wajahnya menatap tajam ke wajah Kyungsoo, bukan ini maksud dari Jongin, namja tan ini hanya mepmperbolehkan Kyungsoo untuk pulang sementara ke rumah mertuanya, namja tan ini tidak ingin di anggap sebagai menantu yang kurang baik dimata mertua nya,
"ya, Kyungsoo-ah ada apa dengan mu?" tanya Jongin
"ada apa? Apa maksudmu?" tanya Kyungsooo bingung pada Jongin
"..." Jongin hanya diam
"ah.. kau tidak usah menghawatirkan bagaimana reaksi dari orangtua ku nanti, aku akan menjelaskannya dengan perlahan, bahwa kita tidak cocok satu samalain dan bukankah kita lebih bebas menjalani kehidupan kita sendiri nanti." Ucap Kyungsoo meyakinkan Jongin namun di hati Kyungsoo, yeoja bermata bulat ini tak rela jika ia berpisah dengan Jongin
"kau benar, tapi apa tidak terlalu cepat?" tanya Jongin
"bukanlah lebih cepat lebih baik?,Aku selesai " ujar Kyungsoo kemudian menaruh sendok di piring dan berdiri dari kusri
"aku ke aprtemen lebih dulu" pamit Kyungsoo kemudian meninggalkan Jongin seorang diri di cafe
Jongin hanya dapat melihat Punggung Kyungsoo yang mulai menghilang dari pandangannya meninggalkan cafe
***Kyungsoo-pov***
Brugh
Aku menghempaskan badanku seketika tak menghiraukan tangan kiriku yang masih sakit, setelah datang kekamarku ya lebih tepatnya di kamar Jongin, aku tak tahan lagi dengan perasaan seperti ini aku tak dapat membendungnya lagi bahkan dia-Jongin tak menahanku agar aku tak pergi, 'ya memangnya apa yang kau harapkan kan darinya Kyungsoo?' batinku bertanya aku hanyalah yeoja yang terlalu gampang untuk mencintai orang yang baru ku kenal selama tiga bulan ini, di sini aku sekarang menangis dengan keras tak terlihat seperti dimana tadi aku dihadapan Jongin yang terlihat tegar dan seperti tak terjadi apa-apa dengan diriku.
"huwaa... umma Aku merindukan mu... hiks.. hikss'' tangis ku kencang dan terisak tak menghiraukan jika ada orang yang akan mendengar bahkan jika itu Jongin sekalipun
***Kyungsoo-pov end***
"kenapa dia tiba-tiba ingin pulang?" tanya Jongin
"siapa yang akan pulang?" tanya seorang yeoja dihadapan Jongin
"ah... itu bukan apa-apa" balas Jongin pada sang kekasih
"Kau melamun?" tanya Krystal
Ya setelah kepergian Kyungsoo tadi, Jongin memanggil Krystal untuk menemaninya sarapan di cafe tadi dan saat inilah Krystal sudah duduk cantik sdihadapan Jongin sambil memakan pesanannya tadi, keduanya belum memulai pembicaraan setelah Krystal duduk tadi.
"apa ada yang mengganggu pikiran mu sekarang Kai?" tanya Krystal dengan wajah terlihat lembut menatap Jongin
"eopso.. aku baik-baik saja" jawab Jongin menenangkan Krystal
"ya sudah, jika ada masalah kau harus menceritakannya pada pacarmu yang cantik ini ne?" ucap Krystal dengan tangan sambil menunjukan aegyo yang menurut Jongin imut
"nde" jawab jongin sambil mengulas senyum manis pada Krystal
"untuk hari ini, aku tidak ingin jalan-jalan aku bosan" ucap Krystal pada Jongin
"lalu kau ingin pergi kemana hmmm?" tanya Jongin
''aku ingin ke apartemenmu"
Uhuk
Jongin yang mendengar permintaan Krystal tadi ia tersedak karena kaget, namja tan ini bingung harus memberi alasan apa agar Krystal mengurungkan niatnya agar tak pergi ke apartemen Jongin, jika saja tidak ada yeoja bermata bulat di aprtemennya saat ini mungkin Jongin sudah mengabulkan keinginan Krystal
"untuk itu, aku tak bisa lain kali saja hmmm?" Bujuk Jongin dengan wajah menatap Krystal lembut
"waeyo?"
"Bukankah hari ini kau harus mengurus pendaftaranmu di kampus?" tanya Jongin
"huftth... kau benar, baiklah" ucap Krystal lesu
"kenapa kau jadi tak bersemangat seperti ini?" tanya Jongin sambil memegang dagu Krystal Serta tatapan Jongin yang lembut
.
.
.
.
.
~TBC~
Huwaaa... apaan ini fanfic makin gak jelas yah?. maaf untuk moment sweet kaisoonya belum muncul juga, di tunggu aja yah! sebentar lagi kok, kependekan yah? sampai ketemu di chap selanjutnya
