Maybe You Feel Like What I Feel
Halooo readers ketemu lagi dengan author serta kelanjutan ff yang readers tunggu pastinya #pede bgt. sebelumnya author gak bosen-bosen untuk bilang maaf soal ini ff mungkin author bikin ff ini belum rapih, gak jelas dan banyak typo, dan author juga mau ucapin terimaksih untuk readers yang udah follow,favorite and reviews ini fanfic.
.
.
.
****HAPPY READING****
.
.
.
.
.
***ENJOY***
.
.
.
Chap sebelumnya
"untuk hari ini, aku tidak ingin jalan-jalan aku bosan" ucap Krystal pada Jongin
"lalu kau ingin pergi kemana hmmm?" tanya Jongin
''aku ingin ke apartemenmu"
Uhuk
Jongin yang mendengar permintaan Krystal tadi ia tersedak karena kaget, namja tan ini bingung harus memberi alasan apa agar Krystal mengurungkan niatnya agar tak ke apartemen Jongin, jika saja tidak ada yeoja bermata bulat di aprtemnnya saat ini mungkin Jongin sudah mengabulkan keinginan Krystal
"untuk itu, aku tak bisa lain kali saja hmmm?" Bujuk Jongin dengan wajah menatap Krystal lembut
"waeyo?"
"Bukankah hari ini kau harus mengurus ulang pendaftaranmu di kampus?" tanya Jongin
"kau benar, huftth... baiklah"
Chap 9 is here
"hei- kenapa kau terlihat tak bersemangat begini eoh?" tanya Jongin sambil mengangkat dagu Krystal agar menatapnya
Krystal hanya dapat mengeleng-gelengkan kepalanya dengan bibir yang melengkung ke bawah, dengan posisi yang masih sama, memegang dagu Krystal, Jongin yang merasakan perubahan mood Krystal langsung mngembalikan mood sang yeoja agar kembali ceria seperti tadi
"kau jelek jika cemberut seperti ini" ucap Jongin menggoda Krystal sambil tangannya mulai menekan kedua pipi Krystal sehingga membuat bibir Krystal maju beberapa senti, Krystal yang mendapat perlakuan dari Jongin ia hanya dapat memegang tangan kanan Jongin berusaha melepaskan.
"ya..kai lepaskan" ucap Krystal sedikit tak terdengar jelas
Kemudian Jongin mulai menurunkan tangannya
"appo~" ucap Krystal manja
"ah mianhe chagi" sesal Jongin
"apa kau marah?" tanya Jongin
"tidak" jawab Krystal datar
"apa kau tidak ingin segera kuliah dan bertemu denganku?" tanya Jongin
Krystal yang mendengar ucapan Jongin tadi seketika wajah Yeoja cantik ini berubah menjadi sumringah, jongin yang melihat perubahan mood Krystal yang kembali menjadi baik akhirnya namja tan ini kembali tenang karena dapat memberi alasan yang masuk akal pada Krystal.
Jongin kini sudah kembali ke aprtemen setelah namja tan ini mengantar sang kekasih yaitu Krystal mengurus kembali pendaftaran kuliah di Universitas yang sama dengan Jongin, Krystal sebelumnya pernah kuliah sebentar di universitas yang sama dengan Jongin sebelum ia pergi ke luar negeri karena kedua orangtua nya yang entah ada urusan apa, namun setelah kedatangan Krystal kembali ke Korea entah kenapa Jongin masih menjalani hubungannya dengan Krystal padahal namja tan ini sudah menikah dengan wanita lain,
Cklek
Jongin membuka pintu aprtemennya dan mulai berjalan menuju kamar
"apa dia sudah tidur?" tanya Jongin entah siapa yang akan menjawab
"eh?, kau sudah pulang! duduklah aku sudak memasak untukmu!" titah Kyungsoo yang sedang menyajikan makanan di meja makan serta apron yang menempel di badan rampingnya serta tak lupa nada lembut Kyungsoo yang tak sperti biasanya
Jongin yang menerima perlakuan lembut dari Kyungsoo akhirnya Jongin hanya diam dan menuruti semua perkataan dari Kyungsoo
"makanlah, aku tahu kau belum makan dan kau pasti lapar" ucap Kyungsoo sambil mengambilkan nasi ke piring kosong di hadapan Jongin,
'dari mana dia tahu bahwa aku belum makan' batin Jongin bertanya
Wah sepertinya Kyungsoo mulai perhatian pada Jongin,
"apa kau benar-benar akan pergi besok?"
"ya, dan aku akan meminta sehun untuk mengantarkanku" ucap Kyungsoo kemudian mulai menyuapkan sesendok nasi kedalam mulutnya
"aku tak bertanya kau akan diantar oleh siapa, tapi tadi siang umma menelponku dan dia meminta kau dan aku untuk ke rumah!"
"..." Kyungsoo yang mendengar ucapan Jongin yeoja bermata bulat ini hanya bisa diam dengan tatapan kosong yang mengarah pada piring dihadapannya
"apa kau akan tetap pergi?" tanya Jongin kembali
"apa kita akan menginap?" tanya Kyungsoo balik tak menjawab pertanyaan dari Jongin
"mollayo, tapi jika kau tak ingin pergi tidak masalah, aku akan bicara pada umma bahwa kau tidak bisa ikut karena ada urusan lain"
"tidak, aku akan ikut"
" baiklah kita akan berangkat malam ini"
"yak..kenapa harus malam ini? Kau pikir dari seoul ke rumah orangtua mua dekat apa? " pekik Kyungsoo ketika mendengar ucapan Jongin, sepertiya sikap Kyungsoo yang lembut telah hilang dan kembali menjadi yeoja yang cerewet
"kau cerewet sekali, sudahlah cepat habiskan makanan mu dan cepatlah berkemas" ucap Jongin kemudian beranjak dari kursi dan meninggalkan Kyungsoo pergi ke kamar
Sudah lebih dari tiga bulan Jongin menjalani pernikahan dengan Kyungsoo tidak ada perkembangan dari hubungan mereka, dan selama itu pula mereka juga belum pernah kembali bertemu dengan orangtua mereka masing-masing kesibukan Kyungsoo dan Jongin yang kuliah mengerjakan tugas mereka karena mereka berada di akhir semster dan tahun inilah mereka akan menikmati saat-saat terakhir mereka di kampus karena beberapa bulan lagi mereka akan lulus, Jongin namja jenius yang mungkin akan lulus dengan prestasi yang memuaskan dan akan menjadi kepala di perusahaan yang diwariskan oleh sang appa pada nya, betapa sempurnanya hidup seorang Kim Jongin dan untuk Kyungsoo entah apa yang akan terjadi pada kehidupan Kyungsoo selanjutnya.
Jongin dan Kyungsoo kini sudah berada di dalam kamar, terlihat dimana kini Kyungsoo sedang membuka lemari dan Jongin yang tengah duduk sambil memainkan hanponde nya di Ranjang
"Jongin, apa aku harus membawa pakaian lebih?" tanya Kyungsoo ketika ia mulai menyiapkan barang-barang yang akan dibawanya
"terserah kau saja kita hanya menginap untuk malam ini saja" ucap Jongin tanpa megalihkan pandangannya dari handpone nya
Kyungsoo hanya bisa menganguk-angguk kepalanya dan yeoja bermata bulat ini mulai mengambil sebuah piama, serta celana jeans dan kaos biasa untuk dipakainya besok,
"ap kau bisa keluar sebentar?" tanya Kyungsoo
"eoh? Waeyo?" tanya Jongin bingung
"aku akan ganti baju" ucap Kyungsoo sambil menunjukan dress yang akan ia kenakan
'dia akan mengenakan dress' tanya Jongin dalam hati ketika ia melihat dress pink pastel tanpa lengan di tangan kiri Kyungsoo
"baiklah" ucap Jongin kemudian melenggang pergi keluar kamar meninggalkan Kyungsoo
Kyungsoo kini sudah terlihat cantik badan mungilnya yang sudah mengenakan dress pink pastel tanpa lengan serta rambut yang tergerai bergelombang tertata dengan rapih membuat yeoja cantik ini terlihat lebih cantik malam ini,untuk wajah Kyungsoo ia me hanya menggunakan sedikit bedak serta lip balm yang ia gunakan untuk membuat bibirnya terlihat lebih fress, Kyungsoo ia tak ingin membuat namja tan yang tengah menunggunya menunggu lebih lama hanya karena Kyungsoo yang lama berdandan, ya walaupun terlihat seperti yeoja yang cuek dan tak memperhatikan penampilannya sebenarnya yeoja satu ini sangat pandai merias diri dan fashioneble namun karena sifat Kyungsoo yang lebih menyukai dirinya yang simple dan tak ingin terlihat berlebihan, Kyungsoo tak ingin repot-repot seperti kebanyakan yeoja lainnya.
''selesai, ternyata kau cantik juga Do Kyungsoo" ucap Kyungsoo sambil memuji diri sendiri di depan cermin
"aigoo...berapa menit waktu yang aku habiskan?" tanya Kyungsoo sambil menatap Jam dinding dikamarnya
"huftth... baru sepeuluh menit kok"
Kyungsoo mulai melangkahkan kakinya keluar dari kamar serta tangan kirinya yang kini terlihat sedang menenteng handbag yang tak terlalu besar,
"Jongin aku sudah siap" ucap Kyungsoo pada Jongin yang tengah duduk sambil memainkan ponsel ditangannya
"eoh, tunggu sebentar" balas Jongin tanpa melihat ke arah Kyungsoo
"bukankah kau tadi menyuruhku cepat-cepat berkemas?" tanya Kyungsoo dengan nada kesal
"iya...i..ya" ucap Jongin kemudian menatap kearah Kyungsoo dan sedikit menggantungkan ucapannya ketika melihat penampilan Kyungsoo yang berbeda malam ini
'cantik' batin Jongin
"kau berdandan?" tanya Jongin beberapa detik kemudian
"..." Kyungsoo hanya bisa diam tak merespon ucapan Jongin
"eh? Kenapa diam ahh.. kau benar-benar seperti wanita sesungguhnya" ucap Jongin
Bukannya pujian yang didapat Kyungsoo tapi malah sebaliknya, seharusnya Kyungsoo berpenampilan seperti biasanya saja
"yak, kau pikir aku namja? aku berpenampilan seperti ini aku melakukannya hanya demi umma, setidaknya aku harus berpenampilan baik di depannya nanti" balas Kyungsoo sambil mempoutkan bibirnya lucu
Jongin yang melihat ekspresi Kyungsoo namja tan ini hanya dapat terkekeh geli karena ekspresi Kyungsoo yang belum pernah di lihat Jongin sebelumnya
"sudahlah, kajja perjalanan dari sini kerumah jauh aku tak ingin sampai ke rumah terlalu larut"
''nde"
Kemudian Kyungsoo dan Jongin pun mulai keluar dari aprtemen mereka ,selama di perjalan menuju lift Kyungsoo hanya mengikuti Jongin dari arah belakang
"kau bisa lebih cepat sedikit?" tanya Jongin masih dengan tatapan luru menghadap arah jalannya
"eoh?" Kyungsoo yang mendengar ucapan Jongin akhirnya mulai melangkahkan kakinya lebih cepat berusaha mensejajarkan kakinya dengan kaki Jongin.
" Jongin" Panggil Kyungsoo ketika sudah berada tepat di sebelah Jongin
"hn..." balas Jongin tanpa memalingkan pandangannya
"kau kenapa tidak mebawa barang-barang mu?" tanya Kyungsoo
"tidak perlu, semua keperluan ku sudah ada di rumah"
"oh..." Kyugsoo hanya ber oh ria mendengar respon Jongin
'aigoo ada apa dengan Jantungku?' batin Kyungsoo sambil tangan kananya yang mulai membaik memegang dada bagian kirinya yang tengah berdebar kencang
Kyungsoo dan Jongin kini sudah sampai di basement saat beberapa langkah sampai di depan mobil, Jongin menekan tombol pada remote mobilnya yang membuat mobil itu berbunyi cukup nyaring
"naiklah" ucap Jongin pada Kyungsoo tanpa membuka kan pintu mobil bagian depan dan melenggang seorang diri masuk kedalam mobil
"nde" balas Kyungsoo kemudian tangan kanannya meraih gagang pintu mobil dan masuk menyusul Jongin
"pakailah sabuk mu" ucap Jongin sambil memakai selfbelt
''oh.. nde" ucap Kyungsoo kemudian meraih selftbelt dengan gerakan perlahan tak ingin membuat tangan kanan nya kembali sakit
"kau membuka perbannya?"
"eoh?" tanya Kyungsoo sambil menatap ke arah Jongin
"kau, kenapa membuka perbannya?"
"oh... itu aku tidak ingin jika umma melihat kondisi tangan ku, aku tidak ingin membuatnya khawatir dan repot nanti" ucap Kyungsoo
"..." Jongin yang mendengar perkataan Kyungsoo hanya bisa diam dan mulai menginjak pedal gas melajukan mobil mewahnya meninggalkan kawasan aprtemen.
"aku melupakan sesuatu" ucap Kyungsoo dengan mata melotot menghadap ke arah jalan
"mwoya?" tanya Jongin dengan wajah bingung
Tanapa membalas perkataan dari Jongin Kyungsoo langsung mngambil ponselnya didalam tas dan langsung mencari nama seseorang si dalam kontak untuk ia panggil
"hunie" ucap Kyungsoo memulai pembicaraan via telpon
'hunie? Siapa, apa mungkin Oh Sehun?' batin Jongin Bertanya
''oh Kyungsoo nonna, waeyo?"
"aku sekarang sedang di perjalan, besok aku tak jadi berangkat pagi mungkin aku akan berangkat sore setelah aku pulang dari rumah orang tua Jongin"
"pergi ke rumah Jongin?"
''nde, waeyo?"
"anniyo, ya baiklah jika nonna jadi berangkat ke rumah orangtua nonna kau tinggal menghubungi ku saja"
"gumawo, sehunie dan maaf aku telah membuat mu repot"
"nonna tidak usah meminta maaf, aku rela berbuat apa saja untuk nonna dan jangan lupa sampaikan salam ku pada umma dan apppa Jongin, dan nonna ingat kau harus menjaga kesehatanmu"
"baiklah, kau juga"
"bye" ucap Sehun mengakhiri pembicaraan
"bye" balas Kyungsoo kemudian menaruh kembali ponselnya kedalam tas
Kyungsoo dan Jongin kini sudah melewati setengah perjalanan dari aprtemen menuju rumah orangtua Jongin, keduanya tidak saling bicara setelah Kyungsoo mengakhiri pembicaraan nya dengan Sehun tadi, tidak ada suara selain suara hirup pikuk jalanan serta radio yang tengah di putar didalam mobil untuk memecah keheningan diantara mereka, Kyungsoo mulanya menikmati perjalanannya menikmati hembusan angin melewati kaca van yang ia buka namun sepertinya untuk saat ini Kyungsoo terlihat seperti sedang menjaga kesadarannya agar tak tertidur didalam mobil, kepala gadis mungil itu beberapa kali terlihat terkantuk dengan kaca karena Kyungsoo yang hampir tertidur dan kembali sadar dan berusaha menjaga kedua bola mata besar itu agar tetap terjaga.
"jika kau mengantuk tidur lah" ucap Jongin tanpa melihat ke arah Kyungsoo
Sepertinya Jongin masih kesal dengan apa yang telah ia saksikan pembicaraan Kyungsoo dengan Sehun tadi,
"eoh?, aku tidak mengantuk" ucap Kyungsoo berbohong pada Jongin
"aku tahu kau mengantuk, tidurlah perjalanan masih jauh"
"apakah terlihat jelas?" tanya Kyungsoo pada Jongin, ketika kebohongannya tidak berhasil
"..." Jongin tidak membalas pertanyaan dari Kyungsoo
Ada apa dengan sikap Kyungsoo malam ini, kenapa dia berubah menjadi lembut pada Jongin? Dan sedikit lebih jinak? What jinak emangnya apaan? hewan kali pake istilah jinak segala haha, apakah mungkin ia mulai menunjukan sikap manisnya pada Jongin agar Jogin mulai tersadar?, #entahlah Author juga bingung *abaikan*
Jongin mulai memasuki gerbang rumah milik orangtua nya, namja berkulit tan ini menghentikan mobil di depan Rumah megah itu, sudah tiga bulan Jongin tidak menginjakan kakinya lagi di rumah ini dan mungkin namja tan ini rindu akan suasana kamar dan rumahnya tak lupa juga kedua orangtua nya yang sangat menyayangi nya dan tengah ia rindukan. Saat Jongin akan membuka selft belt nya ia baru tersadar bahwa ia tak pergi seorang diri melainkan sudah ada yeoja cantik yang tengah tertidur dengan kepala menempel pada kaca van serta rambut panjang bergelombang yang sedikit menutupi wajah polosnya, Jongin kemudian mulai mendekatkan badannya ke arah Kyungsoo berusaha membangunkannya tanpa sadar Jongin mulai mengulurkan tangannya menyibak rambut halus Kyungsoo agar ia bisa melihat wajah Kyungsoo dengan jelas
"aishh... apa aku harus menggendongnya?" ucap Jongin
"tidak-tidak" ucap Jongin sambil mengeleng-gelengkan kepalanya
" kyungsoo-ya" pangil Jongin sekali dengan nada lembut
"kyungsoo-ya ieorna" panggil Jongin masih dengan nada lembut kemudian mulai mengguncang bahu Kyungsoo namun belum membuahkan hasil
"Kyungsoo-ya" ucap Jongin dangan nada mulai sedikit naik
"eungh..." lenguh Kyungsoo kemudian mengerjapakan matanya
"aish..." ujar Jongin kemudian menjauhkan badannya dan kembali keposisi semula posisi seperti saat mengemudi
"sudah sampai, cepatlah turun" titah Jongin kemudian turun dari Mobil mendahului Kyungsoo
.
.
.
"selamat datang tuan muda, ah ini pasti istri tuan muda selamat datang Nyonya Kyungsoo" sapa seorang maid laki-laki dengan senyum mengembang ketika melihat kedatangan Jongin dan Kyungsoo, Jongin hanya memasang wajah datarnya sedangkan Kyungsoo karena ia merupakan gadis dengan sifat ramah ia membalas senyum dari maid itu dengan senyuman yang terlihat manis pula, senyum manis Kyungsoo yang belum pudar dari wajahnya pun kini semakin terlihat mengembang ketika melihat seorang wanita paruh baya yaitu umma Jongin yang melangkah mendekatinya serta kedua tangan yang siap akan memeluk Kyungsoo dari kejauhan,
"KYUNGSOO-YA" Teriak umma Jongin memanggil Kyungsoo masih dalam jarak beberapa meter
"akhirnya kalian sampai, oh... umma sangat merindukan mu Kyungie" ucap Kim Yuri pada Kyungsoo ketika sudah di hadapan Kyungsoo dan Jongin dan mulai memeluk erat Kyungsoo
"pengap umma" ucap Kyungsoo
"mian, Kyungsoo, bagai mana kabarmu?"
"baik-baik saja umma''
"Jongin, kau bisa bawakan tas Kyungsoo" Ucap Kim Yuri pada Jongin dan tas yang berada di tangan kiri Kyungsoo kini pun sudah beralih pada tangan kekar Jongin
'aish... sebenarnya siapa yang sebagai anak disini?' batin Jongin menggerutu
"kajja Kyungsoo umma antar ke kamar mu, ini sudah larut kau harus istirahat dan kita mulai mengobrol besok saja" ucap Kim Yuri kemudian menarik tangan kanan Kyungsoo yang sedang sakit, Kyungsoo hanya bisa membungkam mulutnya tak bereaksi apa-apa namun di wajahnya saat ini yeoja bermata bulat ini terlihat sedang menahan sakit, Jongin yang mengerti akhirnya ia
"tunggu umma" ucap Jongin membuat Kim Yuri dan Kyungsoo yang baru saja beranjak beberapa langkah terhenti karena Jongin
"ada apa Jongin?" tanya Kim Yuri dengan alis terlihat bertautan
"biar Kyungsoo bersama ku saja" ucap Jongin sambil melangkah mendekati Kim Yuri dan meraih pinggang ramping Kyungsoo dengan tangan kirinya, Kyungsoo yang mendapat perlakuan tiba-tiba dari Jongin, seketika badan Kyungsoo menjadi tegang akibat posisi mereka yang terlihat sangat intim dan Kyungsoo hanya bisa menatap Jongin bingung. Kim Yuri yang melihat dimana adegan Kyungsoo dan Jongin yang terlihat mesra akhirnya hanya bisa melepas tangan kanan Kyungsoo dengan perasaan sedikit kecewa karena tidak dapat mengantar Kyungsoo, namun beberapa detik kemudian Kim Yuri dapat mengulas senyum kembali dalam hatinya ia sempat berpikir ternyata dia berhasil membuat Jongin dan Kyungsoo bersatu karena rencana perjodohannya. Jika saja Kim yuri tahu apa yang telah terjadi antara Jongin dan Kyungsoo.
Jongin dan Kyungsoo mulai menaiki anak tangga menuju kamar milik jongin yang pernah mereka tempati sebelumnya, masih dengan posisi yang sama dimana pinggang Kyungsoo yang masih di pegang oleh Jongin setelah kyungsoo memastikan tidak di perhatikan lagi oleh Kim Yuri akhirnya Kyungsoo mulai menyikut perut Jongin dengan siku tangan kananya dengan menahan sedikit sakit,
"aww...yak" pekik Jongin
"apa yang kau lakukan?"
"apa maksudmu?, seharusnya kau berterima kasih padaku, jika saja umma tidak menarik tangan mu tadi aku tak akan melakukan hal seperti tadi padamu" Ucap jongin dengan satu tarikan nafas dan mulai masuk kedalam kamar miliknya yang kini telah dimiliki pula oleh Kyungsoo istrinya, Kyungsoo hanya bisa berdiam diri setelah kepergian Jongin yang mendahuluinya, hati Kyungsoo merasa bersalah sekarang pada Jongin dan hal apa yang harus di lakukan Kyungsoo sekarang pun dia tidak tahu. Apakah Kyungsoo harus meminta maaf atau berbuat hal lain sebagai permohonan maaf, beberapa saat kemudian Kyungsoo mulai melangkah menyusul jongin yang sudah terlebih dulu masuk kedala kamar, mata yeoja bermata bulat ini seketika berubah berbinar ketika melihat susana kamar Jongin yang sudah di sulap menjadi sebuah kamar yang terlihat feminin dengan warna pink melekat di dinding kamar Jongin, pernak-pernik yang berada didalamya pun kini terlihat lebih khusus untuk anak perempuan , meja rias yang sudah lengkap dengan segala peralatan dan make up yang lengkap serta kamar Jongin yang sebelumnya tidak terdapat sofa atau apapun kini kamar itu sudah terlihat dua buah sofa berukuran kecil untuk di duduki satu orang berwarna blue soft yang sangat lucu. Dan mata bulat besar itu kini tengah mentatap sebuah pigura berukuran besar dengan foto yang memperlihatkan sepasang pengantin yang tengah tersenyum manis, ya foto siapa lagi jika bukan foto Kyungsoo dan Jongin yang di ambil bebrapa bulan yang lalu saat pesta pernikahannya, Kyungsoo bahkan lupa bagaimana bisa ia mengulas senyum didepan kamera saat akan di foto dengan menggunakan gaun pengantin berwarna putih gading yang membuatnya terlihat cantik dan anggun. Saat melihat foto inilah Kyungsoo tersadar bahwa ia merupakan istri dari seorang Kim Jongin, saat mengingat Jongin , Kyungsoo baru tersadar bahwa yeoja mungil ini belum melihat keberadaan Jongin di dalam kamar
'kemana dia, apa dia sedang di kamar mandi?' batin Kyungsoo
"kau sudah melihatnya, benar-benar berubah 180 derajat umma ku merombaknya bahkan ia tak meinta izinku terlebih dulu " ucap Jongin di belakang Kyungsoo
"benarkah, kau pasti tidak menyukainya lagi pula kenapa umma melakukan ini semua untuk ku, kenapa ia harus merubah kamarmu, aku minta maaf" ucap Kyungsoo menatap Jongin kemudian menundukan keplanya karena merasa bersalah pada Jongin
"kau pikir dengan minta maaf kamar ku akan kembali seperti emula?" tanya Jongin dingin pada Kyungsoo
"..." Kyungsoo hanya bisa diam mendengar pertanyaan dari jongin
Memang benar apa yang dikatakan Jongin ddengan Kyungsoo yang meminta maaf pun itu tidak akan merubah hal semua ini kembali seperti semula,
"kau harus membayar semuanya" ucap Jongin
"baiklah aku akan membayarnya Jongin asal kau memaafkanku"
"kau pikir, aku meyuruhmu untuk mebayar dengan uang"
Kemana otak Kyungsoo sebenarnya untuk apa ia memberikan uang pada Jongin yang kenyataanya Jongin merupakan namja kaya, Jongin pasti akan meminta hal lain bukan sekedar uang yang diinginkannya
"la..lalu aku harus membayar dengan apa?" ucap Kyungsoo sedikit gagap menanggapi jongin
"apa kau tidak mengerti?" Jongin mulai melangkah mendekatkan badannya ke badan Kyungsoo membuat Kyungsoo memundurkan posisinya menhindar dari Jongin
"a..apa maksudmu J..jongin?" ucap Kyungsoo masih gugup serta tak mengerti dengan apa yang di ucapkan Jongin
"apa kau tidak mengerti, seorang wanita yang tengah berdua dengan seorang pria dalam satu ruangan dan kau masih belum mengerti?" ucap Jongin masih menatap tajam dan melangkahkan kakinya membuat Kyungsoo semakin mudur
"J.. Jongin apa yang akan kau lakukan" ucap Kyungsoo tak bisa menghidar dari jongin lagi karena punggunya kini sudah menempel dengan dinding di belakangnya
"kau terlihat berbeda malam ini" ucap Jongin sambil menatap keseluru tubuh Kyungsoo membuat Kyungsoo mulai bergetar dan takut akan sikap Jongin
''J..Jongin" panggi Kyungsoo agar Jongin tersadar
"waeyo, kenapa kau terlihat takut kau kan istriku dan kau hanya miliku" ucap Jongin sambil mengunci posisi Kyungsoo agar tak lepas, dengan tangan kanan kekar jongin yang sudah sejajar dengan telinga kyungsoo telapak tangan kanan Jongin kini ia tempelkan pada dinding serta tangan Kirinya yang tengah memegang pinggang Kyungsoo membuat Kyungsoo semakin bergerak gelisah tak nyaman akibat perlakuan dari Jongin,
"tidak Jongin" ucap Kyungsoo sambil berusaha mendorong dada bidang Jongin dengan tangan kirinya agar menjauh namun seberapa kuat Kyungsoo melawan Jongin sepertinya tenaga Kyungsoo kalah dengan tenaga Jongin, dengan gerakan cepat Jongin menahan pergelangan Kyungsoo dan menempelkannya dinding berusaha mengunci Kyungsoo agar tak lepas dari kurungannya.
.
.
.
.
.
.
~TBC~
Gimana-gimana seru gak?, aduh pas author mau pos ini ff banyak bgt kendala maaf kalau buat nunggu lama, di tunggu saran atau masukan and kritikannya tapi jangan pedes-pedes yah, takutnya malah bikin kondisi author makin drop.
Pay-pay sampai ketemu di chap selanjutnya
:*
