Maybe You Feel Like What I Feel

Haloooooo readers, author kembali update, maaf agak lama update fanfic myflwif ini. Pasti pada nungguin ini fanfic *pede bgt. Dari pada banyak omong mending langsung aja

***HAPPY READING***

**ENJOY**

.

.

.

****SORRY FOR TYPOS****

.

.

...NO SILENT READERS...

.

.

CHAP SEBELUMNYA

"bagaimana kondisi mu Kyungsoo apa masih terasa pusing, sebaiknya kau perlu ke rumah sakit" ucap Kim Yuri saat melihat Kyungsoo yang menghampiri sofa ruang tempat berkumpul keluarga

"sedikit membaik umma, tidak usah khawatir aku baik-baik saja"

CHAP 11

"umma, dimana Jongin?"

"eoh, umma lihat tadi dia sedang membaca di ruang tv"

"kalau begitu aku akan kesana dulu"

"nde"

'apa kau mencintai anak ku Kyungsoo?' Batin Kim Yuri

Kyungsoo memutuskan untuk menemui Jongin di ruang tv, Kyungsoo sampai di ruang tv dan dapat melihat wajah Jongin yang terlihat sedang membaca buku namun ketika Kyungsoo lebih memperhatikannya lagi Kyungsoo merasakan hal lain, Kyungsoo melihat Jongin yang memandang kosong buku yang tengah di pegangnya, ya memang benar Jongin tidak benar-benar membaca buku.

"ekhem.." dehem Kyungsoo membuat Jongin tersadar, kemudian Kyungsoo duduk di sebelah Jongin

"kau sudah bangun? Apa masih sakit?"

"sedikit" Kyungsoo duduk di sebelah Jongin

"apa kau benar-benar akan pulang?"

"mollayo, jika kau mengantar ku ke aprtemen dulu baru aku akan pulang, barang-barangku masih di sana"

"..."

"ya Jongin-ah kenapa kau diam?"

"apa kau tidak bisa untuk tinggal sebentar di sini?" Tanya Jongin menatap Kyungsoo mengabaikan pertanyaan Kyungsoo

" eoh?" Kyungsoo tidak percaya dengan apa yang dikatakan jongin

"baiklah, segera berkemas aku akan mengantar mu!"

"tunggu sebentar aku akan menemui umma terlebih dulu"

"tidak perlu"

"waeyo?" Kyungsoo menatap Jongin heran

"..."

"aku tidak mengerti akan sikap mu Jongin, aku akan tetap menemui umma mu dulu" Kyungsoo beranjak dari kursi dan meninggalkan Jongin

"kenapa kau terlihat murung seperti ini hmm?" Kim Jongsoo bertanya pada istrinya yang sedang duduk di sebelahnya sambil kepalanya menyender di bahu Kim Jongsoo

" Jongin dan Kyungsoo" ucap Kim Yuri

"memangnya ada apa dengan mereka?"

"aku takut jika hubungan Jongin dan Kyungsoo tidak akan seperti yang kita inginkan yeobo"

"tidak seperti yang kita inginkan? Sepertinya Jongin dan Kyungsoo mereka baik-baik saja"

"ya, kau tidak mengerti, sepertinya Jongin dan Kyungsoo hanya bersandiwara di depan kita dan aku yakin Jongin belum pernah melakukan itu dengan Kyungsoo" Kim Yuri mulai kesal dengan suaminya

"itu? Apa maksudnya?" Kim Jongsoo bingung akan sikap Kim Yuri

'ishhh dasar appa dan anak sama-sama tidak peka' batin Kim Yuri

"apa aku harus menjelaskannya, Jongin dan Kyungsoo bagaimana mereka bisa memberi kita Cucu jika mereka belum pernah berhubungan" ucap Kim Yuri dengan satu tarikan nafas menjelaskan pada suaminya.

"oh... mwo?" Kim Jongsoo hanya ber oh ria dan ia memekik setelah mencerna perkataan dari istrinya

"jadi apa yang harus kita lakukan?"

"mollayo, aku benar-benar sayang pada Kyungsoo dan aku tak ingin kehilangannya"

"sudahlah kau tenang saja, aku yakin mereka pasti akan saling menyadari perasaan satu sama lain, kau tidak usah khawatir aku yakin itu" Kim Jongsoo menenangkan istrinya

"Jongin dan Kyungsoo kapan mereka akan pulang?''

"mollayo, aku masih ingin bersama mereka, di rumah sebesar ini aku merasa kesepian"

''kenapa tidak meminta Jongin dan Kyungso untuk menginap di sini untuk beberapa hari"

"ah ya benar, aku akan menemui anak itu dulu"

"o umma, baru saja Kyungsoo akan menemui umma" baru saja Kyungsoo akan meninggalkan Ruang tv namun langkahnya terhenti ketika melihat mertua perempuannya datang menghampirinya

"duduklah sebentar, umma ingin bicara dengan mu Kyungsoo"

"ah nde" Kim Yuri dan Kyungsoo kembali duduk di sofa dengan posisi Kim Yuri berada di tengah antara Jongin dan Kyungsoo.

"Jongine, umma tahu kalian sibuk dengan tugas kuliah kalian, tapi apakah kalian bisa menginap beberapa malam lagi disini, umma benar-benar kesepian jika terus tinggal sendiri di rumah ini, jika saja appa mu tidak pergi kekantor pasti umma tidak akan merasa kesepian" Kim Yuri membujuk Jongin sambil memegang tangan Jongin manja.

Kyungsoo terlihat sedih ketika melihat mertuanya seperti ini, Kyungsoo merasa tak tega jika harus menolak permintaan mertua yang sangat menyayanginya itu.

"umma, aku akan menginap di sini, tapi untuk Kyungsoo aku tidak tahu Kyungsoo akan-"

"eoh,itu itu baiklah aku juga akan menginap" Kyungsoo memotong pembicaraan Jongin

"terimakasih Kyungsoo, umma benar-benar sayang padamu"

"nado umma'' Kim Yuri memeluk Kyungsoo erat,

Sebuah senyuman terlihat diwajah Kim Yuri, yeoja paruh baya itu sepertinya sedang menyusun rencana untuk anakknya ya walau bagaimanapun Kim Yuri tetap akan berusaha keras membuat Jongin dan Kyungsoo bersatu dengan cara apapun.

Jongin dan Kyungsoo kini sedang berada di taman belakang rumah, keduanya tengah duduk bersebelahan di sebuah kursi panjang yang menghadap Kolam. Suasana taman yang sejuk membuat keduanya menikmati dalam diam tanpa adanya perbincangan, Jongin namja tan ini sekarang sedang membaca bukunya namun sesekali Jongin akan menoleh ke samping kanannya yang sudah ada Kyungsoo yang sedang mendengarkan musik lewat earpon yang menempel pada kedua telinganya,yeoja bermata bulat ini kini sedang memejamkan matanya menikmati musik yang tengah mengalun lembut, Jongin dapat melihat wajah polos Kyungsoo yang tengah terpejam menikmati lagu, rambut hitam panjangnya tergerai serta terlihat beberapa helai rambutnya tertiup angin membuat Kyungsoo saat ini terlihat anggun di mata Jongin.

"kyungsoo-ya" panggil Jongin

"kyung" panggil Jongin kembali

"eoh? Kau memanggilku?" Kyungsoo melepas headset yang dipakainya

"hm, kau kenapa menerima permintaan umma, bukankah kau akan pulang?"

"aku merasa tidak enak pada umma jika aku menolak, tunggu bukankah kau meminta ku agar aku tidak pergi?"

"kau percaya diri sekali"

"ya Jongin aku tak ingin berdebat dulu dengan mu"

"ya baiklah, dan aku ingin bertanya kenapa kau menyetujui rencana bulan madu itu?"

"eh? Bulan madu? Apa yang kau katakan Jongin, aku tidak mengerti"

"saat sarapan tadi pagi kau menyetujui rencana umma, dan apa maksudnya dengan kau yang tidak mengerti? Daya ingat mu memang payah"

"sungguh Jongin aku tidak mendengarnya mungkin aku... "

"ya Aku tahu ke melamun tadi pagi, apa yang kau lamunkan?''

"itu tidak penting"

"tidak penting sehingga membuatmu masuk kedalam rencana umma begitu?"

"mian~ Jongin, Eoh eothokae Jongin~?"

"mollayo kau sediri yang membuatnya seperti ini,lagi pula tidak masalah hanya bulan madu saja kan dan kita tidak akan melakukan apapun"

"walau bagaimanapun aku tidak ingin pergi dengan mu"

"Yak, kau mulai cari rubut denganku? Lagi pula siapa yang ingin pergi denganmu yang benar saja!"

"ishh..." Kyungsoo hanya dapat mendecak sebal pada Jongin jika sudah begini Kyungsoo benar-benar tak tahan ingin sekali Kyungsoo melayangkan tinjunya tepat di wajah Jongin.

Keduanya kembali teridiam Kyungsoo dan Jongin belum memutuskan untuk kembali kedalam rumah, keduanya masih ingin menikmati suasana taman yang begitu nyaman, terlihat kini langit mulai berubah perlahan menampilkan langit sore yang begitu indah.

Handphone Kyungsoo berdering

"yeoboseyo, sehunie"

"nonna kenapa nonna tidak menghubungi ku eoh?" terdengar suara sehun yang seperti marah dibalik telpon

"mian Sehunie, aku benar-benar lupa"

"lupa, memangnya sesibuk apa nonna sampai lupa denganku?"

"eh? Ya sehun kau berharap aku terus mengingatmu setiap hari begitu?"

"iya memangnya kenapa?"

"lupakan saja, oh Ya aku tidak jadi pulang ke rumah orangtua ku!" Kyungsoo memberitahu

"tidak jadi. Kenapa?"

"umma Jongin meminta agar kami tinggal beberapa hari lagi"

"hah... aku akan merindukan mu Nonna, lalu kuliah mu?'' sehun membuang nafas panjang ekspresinya terlihat murung sekarang

"aku saja tidak merindukanmu, untuk kuliah ku sepertinya aku akan menghubungi dosen ku aku akan cuti untuk beberapa hari"

"nonna jahat sekali, ya baiklah aku akan mencari penggangti nonna saja"

"YAK, memangnya aku ini barang apa? Seenaknya cari pengganti"

"Kau berisik sekali, menggangu konsentrasiku saja!" Ucap jongin yang sedari tadi membaca buku namun dengan konsentrasinya tertuju jelas mendengarkan Kyungsoo yang tengah bicara dengan Sehun, namun entah Jongin yang memang terganggu atau cemburu Jongin mulai megomeli Kyungsoo.

"maaf Jongin" ucap Kyungsoo pelan, sambil menutup ponselnya dengan tangan berusaha menyebunyikan suara agar Sehun tak mendengar.

"hallo Nonna, aku mendengar suara si hitam, apa dia sekarang sedang bersamamu?"

"oh iya dia sedang membaca buku sekarang"
"apa aku menggangu kalian?"

"tidak-tidak sama sekali"

"..."

"Sehunie, sudah sore aku mau mandi dulu"

''nde, mandi dan dandanlah yang cantik"

"tanpa dandan pun aku sudah cantik"

Jongin sudah tak tahan dengan Kyungsoo, Kuping Jongin terasa panas mendengar percakapan Kyungsoo dengan Sehun tanpa ba-bi-bu dia langsung menutup buku dengan cukup keras dan beranjak dari kursi meninggalkan Kyungsoo seorang diri di taman.

''jongin" panggil Kyungsoo

"nonna, ada apa?"

"eoh, tidak ada apa-apa Sehun sudah dulu sampai ketemu di seoul"

"nde bye"

"bye" Kyungsoo memutuskan sambungan dan mulai menyusul Jongin masuk kedalam.

Jongin kini namja memutuskan untuk mandi membersihkan badannya dan menenangkan pikirannya setelah mendengar anatara percakapan Kyungsoo dan Sehun via telpon tadi namun di kepala Jongin kini namja tan itu masih terngiang dan terbayang ekspresi Kyungsoo saat bertelpon dengan Sehun beberapa menit yang lalu.

"mian Sehunie, aku benar-benar lupa"

"eh? Ya sehunie kau berharap aku terus mengingatmu setiap hari begitu?"

"lupakan saja, oh Ya aku tidak jadi pulang ke rumah orangtua ku!" Kyungsoo memberitahu

"umma Jongin meminta agar kami tinggal beberapa hari lagi"

"aku saja tidak merindukanmu, untuk kuliah ku seperti aku akan menghubungi dosen ku aku akan cuti untuk beberapa hari"

"YAK, memangnya aku ini barang apa? Seenaknya cari pengganti"

"tanpa dandan pun aku sudah cantik"

Perkataan Kyungsoo terputar di kepala Jongin membuat namja tan ini sekarang mengacak rambutnya frustasi. Jongin namja Jenius itu dengan mudah mengetahui apa yang di katakan Sehun walaupun Jongin tidak mendengarnya, dengan mendengar jawaban dari Kyungsoo saja Jongin pasti sudah dapat mengira apa yang dikatakan Sehun.

''menghilanglah dari kepalaku"

"arghh... apa aku cemburu?''

Kyungsoo sekarang sedang duduk di ranjang, terlihat kaki Kyungsoo yang di gerak-gerakan serta bibir bagian bawahnya yang tengah digigit, ya Kyungsoo sekarang tengah menunggu Jongin yang belum keluar dari kamar mandi. Kyungsoo memutuskan untuk menunggu Jongin di kamar, karena kyungsoo tidak mebawa pakaian lebih ia berencana akan meminjam baju Jongin yang siapa tahu ada yang pantas dikenakannya, Kyungsoo sudah menguatkan mentalnya jika melihat keadaan Jongin yang topless seperti sebelum-sebelumnya namun seberapa lama Kyungsoo menunggu, Kyungsoo mulai gelisah Kyungsoo benar-benar tak tenang sekarang jantungnya berdebar tak normal membuat tubuhnya terasa tegang dan panas, tanpa terasa peluh di keningnya mulai terlihat, segugup itu kah Kyungsoo melihat keadaan suaminya?.

Cklek , terdengar pintu terbuka

Ya sepertinya Kyungsoo memang harus mempersiapkan dirinya Jongin sudah keluar dari kamar mandi dengan keadaan topless namja tan itu kini menatap heran ke arah Kyungsoo, Kyungsoo yang merasa diperhatikan oleh Jongin, yeoja bermata bulat ini sekarang semakin gugup memalingkan matanya ke arah lain asalkan tidak melihat kearah Jongin, Jongin yang melihat tingkah istrinya ia hanya dapat mengulas senyum manis dibibirnya namun sayang Kyungsoo tidak melihat kejadian langka? Itu. Semburat merah terlihat di pipi chuby Kyungsoo, Jongin yang melihat keadaan Kyungsoo sekarang ia hanya dapat menahan senyumnya.

"kyungsoo-ya"

"e..oh?" Kyungsoo yang merasa di panggil dengan refleks ia berdiri dan menjawab jongin tergagap

'asihh...' rutuk kyungsoo dalam hati

"kau kenapa? Apa kau sakit?" jongin mendekati Kyungsoo dan menempelkan punggung tangannya di kening Kyungsoo

"t..ti..tidak" kyungsoo semakin gugup jantungnya kini terpompa liar.

"kau berkeringat padahal disini dingin" Kyungsoo mulai memejamkan matanya dan menarik nafas panjang

"jongin, aku ingin meminjam baju mu"

"mwo?"

"ya, aku tidak mau memakai baju ini lagi, lagi pula piayama ku belum aku cuci, jika saja aku tahu kalau aku akan menginap beberapa malam aku akan membawa pakaian lebih. Ini semua salah mu"

"meminjam baju saja setakut itu, baiklah tapi aku tidak tahu apakah ada atau tidak pakaianku yang cocok dengan badan mungilmu itu''

"siapa yang takut?, terserah kau saja yang penting malam ini aku tidur dengan pakaian bersih"

"oke, oke kau cerewet sekali"

Jongin sudah memberikan pakaian pada Kyungsoo dan beberapa menit telah berlalu tapi Kyungsoo belum keluar dari kamar mandi,

'kenapa dia sering berlama-lama di kamar mandi' heran Jongin

"Kyungsoo-ya" panggil Jongin sambil mengetuk pintu

"nde"

"kau lama sekali"

"memangnya kenapa?, apa kau akan menggunakan nya?-kamar mandi."

"tidak, apa yang sedang kau lakukan?''

'kenapa dia secerewet ini sekarang' heran Kyungsoo kemudian membuka pintu dengan gerakan ragu

Cklek

Kyungsoo keluar dari kamar mandi dengan kepala yang ditundukan, badan mungilnya itu sekarang terlihat mengenakan baju Jongin yang terlihat kedodoran di badan Kyungsoo. Jongin yang melihatnya pun sekarang namja tan ini tak kuasa menahan tawanya.

"bwahaha...ha..ha..ha. ya Kyungsoo-ya kau lucu sekali"

"tsk... sebaiknya aku tetap didalam tadi ,aku sudah yakin jika kau akan mentertawakanku seperti ini" gerutu Kyungsoo

"tapi kau cocok mengenakan baju ku, kau sudah seperti namja sesungguhnya tinggal meotong rambutmu saja kau pasti tampan"

Duk

"AWW, YAK kenapa kau selalu menginjak ku eoh?"

"biarkan saja, kau sudah mebuatku kesal" Kyungsoo berkacak pinggang di depan Jongin yang sedang berjongkok

"shh..." jongin merintih sakit di bagian kaki kirinya

Kyungsoo yang melihat Jongin akhirnya Kyungsoo pun merasa bersalah dan ikut berjongkok melihat keadaan Jongin

"apa sesakit itu? Mian " ucap Kyungsoo lembut

Kyungsoo mengaitkan rambutnya kebelakang telinga bermaksud agar tak mengganggu pergerakannya, Kyungsoo sekarang tengah memeriksa kaki Jongin dengan serius wajah Kyungsoo yang tadinya marah kini berubah menjadi cemas. Jongin hanya diam dan menatap wajah Kyungsoo intens.

'' tidak parah, kau berlebihan Jongin" ucap Kyungsoo kemudian berdiri

"JONGIN-AH, KYUNGIE?" panggil Kim Yuri diluar kamar menginterupsi Jongin dan Kyungsoo.

"nde umma" balas Kyungsoo kemudian menghampiri pintu

Kyungsoo membuka pintu dan Jongin mengikuti di belakangnya

"Kyungs- ya ampun Kyungsoo apa umma tak salah lihat?"

"..." kyungsoo hanya diam

"umma, ada apa?" ucap Jongin di belakang Kyungsoo

"Jongin kenapa Kyungsoo memakai bajumu?"

"oh itu, Kyungsoo tidak membawa pakaian lebih jadi dia memakai bajuku dulu, lihat lah umma dia sangat lucu haha..ha..ha"

Jonggin kembali tertawa ketika melihat ekspresi kyungsoo yang tengah kesal dan tambah lagi sekarang ummnya terlihat menahan tawa ketika melihat Kyungsoo

'aish... memalukan' batin Kyungsoo

"yak Kim Jongin kau jangan seperti itu. Kyungie kenapa tidak bicara pada umma jika kau tidak ada pakaian?"

"ah itu aku tidak ingin membuat umma repot"

"ah ya sudahlah umma akan mengambilkan pakaian untukmu"

"eoh? Tidak perlu umma"
"jadi kau akan terus memakai pakaian suami mu dan di tertwakan terus olehnya?"

"umma akan mengambilnya kau kembali saja kedalam, biar maid yang mengantarkan pakaiannya nanti"

Kim Yuri meninggalkan Kyungsoo dan Jongin, saat ini Kyungsoo terlihat semakin geram pada Jongin bagaimana tidak geram ternyata seorang Kim Jongin yang dingin, bisa menjadi orang yang sangat menyebalkan di mata Kyungsoo, dan Kyungsoo pun tak percaya bagaimana Jongin seseorang yang ia kenal saat pertama kali, begitu dingin dan tak pandai berekspresi namun sekarang Kyungsoo dapat melihat sisi lain dari suaminya ini.

"apa? Masih ingin tertawa?"

"tidak" ujar Jongin singkat dan masuk kembali kedalam kamar. Sementara Kyungsoo berjalan meninggalkan ruang kamarnya.

Jongin berjalan menuju rak buku dikamarnya dan ia mengambil sebuah buku tidak terlau tebal, Jongin menaiki ranjang dan duduk menyenderkan punggungnya di kepala ranjang. Baru saja Jongin akan membuka bukunya tiba-tiba terlihat handphone Kyungsoo yang terletak di meja nakas memunculkan cahaya menandakan adanya pesan masuk, Jongin berniat akan memberikan ponsel itu ke Kyungsoo namun rasa penasarannya mengurungkan niat baiknya dengan cepat Jongin membuka ponsel Kyungsoo,Jongin mulai mengusap layar ponsel Kyungsoo dengan mudah handpone Kyungsoo terbuka menampilkan foto yang terpampang dilayar memperlihatkan wajah cantik Kyungsoo yang tengah tersenyum manis seorang diri,selca. salahkan Kyungsoo sendiri dia tidak memberi pola atau kode di ponselnya. Ekspresi Jongin kini terlihat berubah setelah membaca pesan yang masuk yang ditujukan pada istrinya ini,

'Nonna sedang apa? Apa kau sudah makan?"

Itulah isi pesan yang dibaca Jongin, terlihat sekali Jongin yang menggenggam erat ponsel Kyungsoo melampiaskan kemarahan yang sudah tak dapat ditahan lagi. Pesan yang dikirim oleh Sehun kini membuat Jongin benar-benar marah tak dapat membendung rasa cemburu yang sudah membuncah, Jongin meletakan ponsel Kyungsoo kembali kemeja nakas setelah melihat Kyungsoo yang kembali masuk ke kamar dengan tangannya yang kini terlihat menggengam segelas air minum.

''kau sedang apa?" tanya Kyungsoo kemudian menaruh gelas di nakas

''kau tidak lihat?" Jongin balik bertanya dan kembali berpura-pura membaca

"ish.. aku hanya bertanya kau sama sekali tidak bisa di ajak berbasa-basi" dengus Kyungsoo kemudian berhendak mengambil ponselnya

'bagaimana ini, aku lupa menghapusnya' batin Jongin, Jongin terlihat semakin salah tingkah namja tan ini tak ingin di ketahui jika ia telah lancang membuka pesan milik Kyungsoo.

'kenapa kau bertingkah bodoh Jongin' gerutu Jongin dalam hati

"kyungsoo" panggil Jongin membuat Kyungsoo mengurungkan niatnya untuk membuka ponselnya

"nde?"

"itu..." Jongin bingung apa yang harus ia katakan

"itu apa?"

Tok-tok-tok

"ada yang mengetuk pintu, sepertinya maid" ucap Jongin lantang membuat Kyungsoo menatap bingung

Tok-tok-tok ketukan terdengar kembali.

"ah ya benar, CHAKAMAN" ucap Kyungsoo kemudian meletakan kembali handpone nya dan berjalan menghampiri pintu

"hufthhh... untung saja"

Dengan tergesa-gesa Jongin meraih ponsel Kyungsoo dan menghapus pesan yang telah dibacanya tadi, terlihat Jongin sekarang duduk kembali dan mendesah lega karena akhirnya dia bisa menghapus pesan tanpa di ketahui oleh Kyungsoo.

Kyungsoo kembali masuk kedalam kamar tangan kirinya kini terlihat menjinjing papperbag yang cukup besar, apa lagi jika bukan pakaian yang di berikan oleh umma Jongin tadi. Kyungsoo meghamipri meja nakas alis nya terlihat bertautan menatap heran ke ponselnya yang kini sudah berada di posisi yang berbeda, Kyungsoo merasa yakin Kyungsoo meletakannya tepat di tengah namun apa yang dilihatnya sekarang ponselnya kini sudah berada di pinggiran meja, Kyungsoo melirik sekilas ke arah Jongin menatap tidak percaya, tidak mungkin Jongin mengotak-atik ponselnya.

'kenapa bisa disini?' batin Kyungsoo

Kyungsoo menggeleng-gelengkan kepalanya ia tak ingin mempunya prasangka buruk terhadap suaminya

'mungkin hanya perassanku saja' kemudian Kyungsoo melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya tak menghiraukan letak ponselnya yang sempat membuatnya bingung. Jongin yang melihat Kyungsoo pergi ke kamar mandi akhirnya namja tan ini dapat kembali tenang dan bisa berkonsentrasi pada buku yang belum dibacanya.

"ya apa ini?'' Kyungsoo bertanya ketika ia mulai mengeluarkan baju dari dalam papperbag, di tangan Kyungsoo kini terlihat baju lebih tepatnya gaun malam berbahan tipis transparan berwarna putih dengan renda bunga dibagian dada terlihat lucu namun Kyungsoo berpikir dua kali jika ia ingin mengenakan baju itu, bagaimana Kyungsoo dapat mengenakan baju itu di depan Jongin saat ia memakai dress kemarin malam saja membuatnya ingat kejadian dimana Jongin yang mengerjainya.

Kyungsoo kembali dari kamar mandi dan memutuskan untuk tidak mengganti bajunya dengan pakaian didalam papperbag yang tengah di jinjingnya sekarang, kyungsoo barjalan dengan langkah gontai ia mendekati ranjang menghampiri Jongin yang sekarang sedang mentapnya heran.

"bukankah umma memberi mu pakaian?" tanya Jongin

"nde" Kyungsoo menjawab lesu

"dan sekarang kau tidak menggantinya?" tanya Jongin lagi

"tidak mau, dan tidak akan pernah"

"apa maksudmu?" Jongin bingung dengan ucapan Kyungsoo

"..."

"coba aku lihat" jongin mencoba meraih papperbag di tangan Kyungsoo

"tidak, jangan" Kyungsoo berusaha menyembunyikan papperbagnya di balik punggung

Grep

Jongin menarik papperbag dari tangan Kyungsoo

"aigoo umma, memberikan pakaian semacam ini untuk mu? Mana berani kau memakainya?" ucap Jongin ketika melihat isi papperbag

"kau pikir aku tidak berani? Baiklah aku akan memakainya dan Kau jangan berani berbuat macam-macam padaku"

"silahkan saja, aku tidak akan berbuat macam-macam padamu dan tidak akan pernah" ucap Jongin dengan menekan tiga kata terakhir yang ia ucapkan

Grep

Kyungsoo mengambil kembali papperbag ditangan Jongin dan bergegas masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.

Di kamar mandi

'apa aku harus benar-benar menggantinya?'

'ya Kyungsoo-ya seharusnya kau tidak usah terbawa emosi'

'eomma eothokae?'

''baiklah, Jongin pasti memegang ucapannya"

'tapi aku malu'

Jongin tidak bisa berkonsentrasi dengan bukunya sekarang namja tan ini sedang membayangkan Kyungsoo yang mengenakan baju yang diberikan ummanya tadi, otak Jongin kini sudah dipenuhi dengan bayangan-bayangan Kyungsoo yang membuatnya mengeleng-gelengkan kepalanya berusaha untuk menghilangkan bayangan Kyungsoo di kepalanya.

'aisshh... jongin, dia tidak mungkin berani memakainya, lagi pula kau kenapa memancing emosinya kau tahu sendiri bahwa dia keras kepala' batin Jongin

"kenapa dia lama sekali" Jongin terheran saat Kyungsoo lama tidak menampakan batang hidungnya, tak lama kemudian Jongin berusaha keras agar ia bisa berkonsentrasi pada bukunya

Cklek

Kyungsoo membuka pintu dan berjalan perlahan mengendap-endap menghampiri ranjang agar Jongin tak merasakan kehadirannya saat ini Kyungsoo ingin segera naik ke ranjang dan menutup badan nya dengan selimut. Namun saat tinggal satu langkah lagi Kyungsoo sampai di ranjang Jongin memalingkan wajahnya dari buku, mata namja tan ini tepat bertatapan dengan mata bulat Kyungsoo yang kini terlihat semakin bulat sempurna. Kyungsoo menegakan kembali badannya berusha bersikap seprti biasa, namun sesekali Kyungsoo menarik-narik ujung gaun agar menutupi pahanya yang kini terekspos hampir setengahnya terlihat. Kyungsoo terlihat cantik mengenakan gaun malam yang terlihat pas di tubuh mungilnya itu. Jongin dapat melihat dengan jelas bentuk tubuh Kyungsoo yang tercetak menampilkan bentuk s line sempurna dengan kulit putih susu tanpa cacat membuat pertahanan Jongin hampir runtuh.

"apa?'' ucap Kyungsoo ketus , kemudian naik ke ranjang berbaring dan menarik selimut sampai dada dengan posisi memunggungi Jongin

"..." Jongin hanya bisa diam melihat Kyungsoo tak percaya dan melanjutkan membaca bukunya.

.

.

.

.

.

~to be countinue~

Hahaha... (tawa evil) jangan pikir yang macem-macem yah readers, maaf kalau kependekan dan maaf juga kalau kurang? Pokoknya maaf aja. Nanggung gak sih tbc nya?. Makasih sebelumnya untuk yang udah follow, favorite dan reviews fanfic myflwif ini semoga gak bosen and terus tunggu kelanjutannya. Jangan sungkan untuk koment dan boleh juga kalau ada yang mau request untuk sweet moment kaisoo nya. Jangan lupa reviews yah!

****xoxo***

Kiss hug

Bye-bye