Maybe You Feel Like What I Feel
Haloooooo readers, satu minggu author hiatus, kini kembali bawa chapter baru, maaf sebelumnya author post notice di chap 12 emang gak tahu itu kenapa tulisannya, ya udah mending langsung aja
***HAPPY READING***
**ENJOY**
.
.
.
****SORRY FOR TYPOS****
.
.
...NO SILENT READERS...
.
.
CHAP SEBELUMNYA
"apa?'' ucap Kyungsoo ketus , kemudian naik ke ranjang berbaring dan menarik selimut sampai dada dengan posisi memunggungi Jongin
CHAP 12 DISINI
"..." Jongin hanya bisa diam melihat Kyungsoo tak percaya dan melanjutkan membaca bukunya.
Jam di dinding kini menunjukan pukul 7.37 pm KST. Kyungsoo memutuskan untuk tidur lebih awal dan sepertinya Kyungsoo melewati makan malamnya.
"kyungsoo" panggil Jongin
"hnn..." balas Kyungsoo tanpa berbalik dengan mata terpejam berusaha untuk tidur
"apa kau tidak akan makan malam?''
"tidak aku akan tidur saja"
"sebaiknya kau makan dulu"
"tidak" Kyunsoo menjawab dengan matanya yang masih terpejam
"baiklah aku akan makan malam di luar dulu"
"di luar? Dimana?" ucap Kyungsoo seketika membalikan badan menghadap Jongin
"OMO...ya di luar, sekalian aku akan membelikan mu pakaian"
''eoh... arraso" Kyungsoo semakin merapatkan selimut dibadannya
"yakin tidak ingin ikut?"
"nde kau pergilah" dagu Kyungsoo digerakan ke arah pintu memberi kode agar Jongin keluar
"baiklah" Jongin beranjak dari ranjang dan mengganti bajunya dengan pakaian hangat.
'
Jongin sudah siap untuk keluar rumah menuju restauran yang akan ditujunya namun saat ia baru saja menuruni anak tangga Jongin berpapasan dengan appa nya
"appa" seru Jongin ketika berpapasan dengan ayahnya
"baru saja appa akan menemui mu"
"eoh, benarkah?"
"sebentar, apa kau akan pergi?" Kim Jungsoo bertanya ketika melihat tangan Jongin yang sekarang sedang mengenggam kunci mobil.
"nde, aku akan makan malam di luar"
"sendiri, kau tidak mengajak Kyungsoo?"
"dia tidak ingin ikut"
"ada apa appa ingin menemui ku, apa ada hal yang harus di bicarakan?"
"ya, besok kau harus ikut appa ke kantor, selagi kau cuti appa minta bantuan mu untuk menangani investor yang ada di perusahaan kita, kau harus membuat mereka yakin untuk tetap menanamkan modal di perusahaan, jangan sampai mereka menanamkan modalnya ke perusahaan lain"
"kenapa tidak appa saja?"
"appa akan pergi kejepang untuk menangani perusahaan disana, mungkin minggu depan appa akan baru pulang, sebenarnya appa ingin membawa umma mu ikut tapi kau tahu sendiri umma mu benar-benar tidak suka perjalanan jauh.
"baiklah, Jongin berangkat dulu"
"nde hati-hati dijalan jangan pulang terlalu larut, kasihan Kyungsoo"
"nde"
Other side
Krystal yeoja cantik itu kini sedang menatap Ponsel di tangan kanannya, terlihat sekali sekarang wajah cantiknya itu kini menampilkan raut kesal, beberapa jam yeoja cantik ini menunggu panggilan dari seseorang yang telah membuatnya sebal ya siapa lagi kalau bukan namjachingunya- Kim Jongin.
"baiklah jadi kau tidak akan menghubungiku?" gerutu Krystal sambil menatap ponsel
"apa yang sedang kau lakukan sekarang, sampai kau membuatku seperti ini?"
Habis sudah kesabaran Krystal menunggu telphone dari Jongin, yeoja cantik itu kini sudah benar-benar tak tahan akan sikap Jongin, kenapa namjachingunya ini tidak menghubunginya lagi setelah Krystal mengakhiri sambungan secara sepihak tadi pagi. Ya seharian ini Jongin tidak menghubungi Krystal entah karena alasan apa namun sedari pagi hingga malam Jongin lebih memilih membaca buku dibandingakan berhubungan dengan yeojachingunya.
Akhirnya Krystal memutuskan untuk menelpon Jongin, dia tahu ini benar-benar memalukan namun karena rasa penasaran ia merelakan harga dirinya tergores sedikit, Krystal juga tidak ingin membuat hubungannya menjadi rusak gara-gara sikap yang menurutnya kekanak-kanakan. Belasan kali sudah Krystal mencoba menghubungi Jongin namun yang didengarnya bukanlah suara orang yang tengah dirindukannya melainkan dari seorang wanita dengan kalimat yang berulang-ulang kali di ucapkan –ya operator membuat kupingnya benar-benar panas dan tak kalah panas dengan hatinya sekarang. Krystal sekarang benar-benar ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh namjachingunya.
***kyungsoo_pov***
Sudah hampir tigapuluh menit aku mencoba tertidur namun entah kenapa mata ini sulit sekali untuk terpejam ditambah lagi saat kantuk yang muali datang, aku terganggu dengan suara dering ponsel milik Jongin yang tergeletak di ranjang, tak jauh dari posisiku sekarang. Aku pun baru tersadar kalau namja tan itu lupa membawa ponselnya, sudah dua kali ponsel Jongin berdering namun aku memutuskan untuk tidak mengangkatnya untuk rasa sedikit sopan walau bagaimanapun itu tetap privasinya, deringan yang tak kunjung berhenti membuatku jengah dan akhirnya aku memutuskan melihat siapa yang menelpon berkali-kali di malam-malam begini membuatku benar-benar kesal, bukan orangnya saja yang selau membuatku kesal bahkan sekarang saja, disaat orangnya pun tidak ada masih saja membuatku kesal, aku mulai melihat ponsel Jongin, menyesal rasanya saat melihat nama yang terpampang di ponsel dengan tulisan ~mylove~ ya aku tahu siapa orang dibalik nama kontak ini siapa lagi jika bukan yeoja cantik yang pernah aku lihat sebelumnya. Tidak mungkin Jongin memberikan nama Kontak seperti ini jika bukan untuk orang yang ia cintai. Sembilan, spuluh sebelas, duabelas ponsel itu masih berdering ingin sekali mematikan ponsel Jongin benar-benar membuatku pusing bahkan jika saja aku tidak bisa mengontrol emosiku sekarang mungkin saja ponsel itu sudah tak berbentuk sekarang, masih dengan posisiku yang menatap ponsel Jongin dengan wajah jengahku. Poneslnya berhenti berdering dan sekarang aku hanya berharap semoga si penelpon menyerah sungguh ini membuatku benar-benar terganggu. Tak cukup dengan sebuah panggilan sepertinya kini ponsel si hitam itu kembali terdengar beberapa kali bunyi pip lembut menandakan adanya pesan masuk, 'ya tuhan ada apa lagi ini?' batin ku menjerit sungguh tak tahan.
"Ish... kenapa kau tidak membawa ponselmu hitam" aku kesal entah kesal akan ponsel yang tadi berdering berkali-kali atau...
***kyungsoo-pov*** end
***athor_pov***
Kyungsoo tidak bisa tidur setelah mendengar dering ponsel Jongin tambah lagi sekarang rasa kantuknya kini hilang akibat nama seseorang di layar ponsel Jongin, berasil membuat seorang Kyungsoo yang tadinya mengantuk menjadi tidak bisa tidur sekarang.
Kyungsoo memutuskan untuk kembali membaca bukunya yang pernah ia baca sebelumnya karena yeoja manis itu sekarang tidak bisa tidur ia hanya bisa menghabiskan malamnya dengan membaca buku milik Jongin, Kyungsoo hanya berharap semoga saja dengan membaca buku rasa kantuknya kembali datang namun sudah beberapa jam berlalu tak terasa Kyungsoo hampir selesai membaca buku namun rasa kantuk tak kunjung datang, mata bulat Kyungsoo kini berpaling dari buku berpindah pada Pintu yang kini tengah terbuka memperlihatkan suaminya yang baru saja pulang
"kau sudah pulang!" Kyungsoo menarik selimut hingga dada dengan posisi masih duduk
"kau belum tidur?"
"hampir, jika saja ponselmu tidak mengganggu ku" Kyungsoo berucap dan kini bibirnya terlihat mengrucut lucu
"..." jongin pun menaruh beberapa papperbag yang tadi dibawanya di sofa kemudian berjalan menghampiri ranjang untuk mengambil ponsel.
'krystal' batin Jongin saat melihat jumlah pangilan yang tak terangkat, namun beberapa pesan yang masuk ia belum membukanya. Jongin kembali menaruh ponselnya
"maaf aku lupa membwa ponselku, kenapa kau tidak mematikannya saja?"
"..." Kyungsoo hanya diam
"kau membaca buku?"
"nde, waeyo apa tidak boleh?" ucap Kyungsoo dengan wajah yang terlihat menyebalkan
Jongin sedikit terheran ketika melihat Kyungsoo yang berusaha menutupi badannya, akhirnya namja tan ini teringat dengan belanjaan pakaian yang dijanjikan nya untuk Kyungsoo.
"kalau kau tidak nyaman gantilah bajumu, aku membelikan beberapa baju dan piama tadi"
"jeongmal?"
"nde, kau lihat saja aku tidak tahu kau suka atau tidak"
"tidak masalah, gumawo yo" ujar Kyungsoo kemudian dengan cepat mengambil papper bag dan melesat masuk ke kamar mandi. Jongin hanya dapat melihat punggung sempit Kyungsoo yang mulai masuk kedalam kamar mandi. Terlihat senyuman manis di wajah Jongin, ketika melihat kelakuan lucu istrinya, Jongin megetahui sisi lain dari sifat Kyungsoo ternyata istrinya ini benar-benar pemalu. Bukan hanya pemalu Jongin pun tahu bahwa Kyungsoo merupakan yeoja yang baik dan sopan, terbukti ketika Kyungsoo tidak mencoba mengangkat panggilan atau mematikan panggilan yang masuk di ponselnya.
Jongin dan Kyungsoo kini masih terjaga keduanya tidak bisa tidur padahal waktu kini sudah hampir larut, tidak ada pembicaraan dari keduanya, Kyungsoo kini berbaring menyamping menghadap Jongin setelah ia mengganti bajunya dengan piama yang di belikan Jongin tadi sementara itu Jongin kini terlihat sedang membaca kembali bukunya, wajah serius Kim Jongin kini benar-benar membuat Kyungsoo terpesona betapa tampannya 'suaminya' ini.
"jongin, apa kau tidak lelah, dari pagi kau tak lepas dengan buku mu itu"
"kau sendiri kenapa belum tidur?"
"aku tidak bisa tidur"
"waeyo, apa karena ada aku?"
"tidak-tidak" Kyungsoo pun duduk dan menyenderkan punggungnya pada kepala ranjang sama dengan posisi Jongin sekarang.
"sebenarnya kau membaca buku apa?" Kyungsoo bertanya sambil mencoba melihat judul dari cover buku yang di pegang Jongin
"oh..." Kyungsoo hanya ber oh ria saat ia melihat tulisan judul di buku itu.
"jongin kapan kita akan pulang?"
"mungkin minggu depan" jawab Jongin santai
"mwo?" pekik Kyungsoo
"appa akan pergi ke jepang, dan kau harus menemani umma di rumah, dan besok aku akan mulai kerja menggantikan appa di kantor" Kyungsoo terdiam sejenak
"baiklah" terlihat Kyungsoo mengerucutkan bibirnya lucu dan mengubah posisinya menjadi berbaring terlentang memandangi langit-langit kamar.
Jongin yang melihat Kyungsoo hanya terdiam dan kembali fokus pada bukunya
Pagi menjelang terlihat sekarang Kyungsoo yang menyamankan kembali posisinya memeluk namja di sampingnya masih dengan mata tertutup tak lama kemudian betapa terekjutnya Kyungsoo saat ia terbangun dan tangannya kini terlihat memeluk Jongin begitupun sebaliknya ya Jongin dan Kyungsoo tertidur dalam posisi berpelukan.
Pipi Kyungsoo memerah saat ini, jantungnya kini berdebar kencang Kyungsoo gugup berada sedekat ini dengan 'suami'nya, benar-benar dekat bahkan Kyungsoo dapat merasakan hembusan nafas teratur Jongin yang menerpa wajahnya, Kyungsoo bingung bagaimana ia harus melepaskan pelukan Jongin sekarang, Kyungsoo tidak ingin membuat namja tan ini terbangun. Akhirnya Kyungsoo hanya dapat pasrah tak bisa berbuat apa-apa, ia hanya dapat menunggu sampai pelukan Jongin ini terlepas, atensi Kyungsoo kini tertuju pada wajah damai suaminya, Jongin sangat terlihat polos dimatanya, mata hazel nya kini tertutup terlihat masih enggan membuka mungkin Jongin terlalu lelah, Kyungsoo sampai tak tega membangunkannya karena Kyungsoo tahu kalau Jongin semalam membaca buku sampai larut malam.
Jongin menggeliat di pelukan Kyungsoo namja tan ini semakin mengeratkan pelukannya pada Kyungsoo seolah tak ingin terlepas dari badan mungil yang tengah ia peluk. Kyungsoo tak dapat berkutik dia tak tahu harus berbuat apa, bahkan kepala yeoja bermata bulat ini sudah melesak menempel didada bidang Jongin yang topless.
'aku harus bagaimana?' Batin Kyungsoo
Sementara itu di sebuah ruang makan terlihat sepasang suami istri yang baru saja akan mulai sarapan namun saat sang suami menanyakan keberadaan anaknya sang istri hanya menjawab dengan ekspressi yang terlihat murung.
"yeobo, apa Jongin dan Kyungsoo belum bangun?"
"mollayo" balas Kim Yuri pada suaminya seadanya
Kim Yuri terlihat menekukan wajahnya di pagi hari ini, berbeda dengan hari-hari sebelumnya . sang suami hanya bisa diam , ia mengerti akan perasaan Kim Yuri, yeoja paruh baya itu sebenarnya tidak ingin di tinggal pergi oleh suaminya, Yuri benar-benar merasa kesepian di saat suaminya tidak ada dirumah. Walaupun saat ini sudah ada Kyungsoo dan Jongin yang akan menemaninya itu tetap saja, ia akan merasa rindu pada suaminya, berbicara tentang Kyungsoo Ia baru teringat tentang ulahnya yang memberikan pakaian pada menantunya semalam.
"apa mungkin..." ucap Kim Yuri dengan tatapan kosong dan berpikir
"apa mungkin apa?" tanya Kim Jungsoo bingung
"aku akan ke kamar mereka dulu" dengan semangat Yuri meninggalkan meja dan melangkahkan kakinya pergi ke kamar Jongin. Jongsoo hanya menatap bingung pada istrinya yang kini mulai mengilang dari penglihatannya.
Kim Yuri kini sudah sampai di depan pintu kamar Jongin terlihat tangan kanannya yang terulur ragu untuk membuka kenop pintu kamar Jongin, Yuri benar-benar penasaran dengan rencananya yang memberikan gaun malam pada Kyungsoo tadi malam, dan sekarang disini lah yeoja paruh baya itu ingin mengetahui apa yang sudah terjadi antara Kyungsoo dan Jongin.
'apa aku harus membukanya?' batin Yuri
"baiklah"
krietttt, pintu terbuka perlahan ,dengan mudah yuri membuka pintu karena tidak terkunci
"eoh..." Kim Yuri sedikit terheran kenapa Jongin tidak mengunci kamarnya
Matanya membulat sempurna melihat Kyungsoo yang kini di peluk erat oleh Jongin, dengan posisi Kyungsoo yang menyamping tidak menghadap pintu otomatis Kyungsoo tidak melihat kehadiran mertuanya yang kini sudah ada di ambang pintu melihat dengan ekspresi tidak percaya, namun tak lama kemudian terlihat senyuman mengembang di wajah Yuri hampir saja Yuri tertawa jika dia tak menahan dengan kedua tangan nya, yeoja paruh baya itu kini benar-benar puas dengan rencana yang dianggapnya berhasil, andai saja dia tahu apa yang sebenarnya telah terjadi dengan kedua manusia berbeda gender di hadapannya.
Kim Yuri telah kembali dari kamar anaknya dia kembali duduk di kursi untuk menemani suami yang sedang sarapan, wajah yang tadinya terlihat murung kini terlihat begitu senang, sedari tadi sang suami hanya dapat menatap heran pada Kim Yuri, ya Kim Jungsoo benar-benar bingung terhadap istrinya ini, Yuri terlihat begitu bahagia dan semangat pagi ini.
'kenapa dia?' batin Kim Jungsoo
Keduanya kembali sarapan dalam keheningan setelah Kim Yuri memberitahu bahwa Jongin sebentar lagi akan turun, beberapa menit berlalu namun Jongin dan Kyungsoo belum menunjukan batang hidungnya bahkan makanan yang ada di piring Kim Jungsoo saja kini hampir habis.
"kenapa anak itu lama sekali?" tanya Kim Jungsoo pada istrinya
"bersabarlah, mungkin sebentar lagi" balas Kim Yuri
"aku bisa terlambat"
"nah itu dia!" ucap Kim Yuri girang ketika melihat Jongin menghampiri meja makan dengan terburu-buru dengan kedua tangan yang terlihat masih berusaha mengenakan dasi yang belum terpasang
"pagi Appa Umma maaf aku terlambat bangun" sapa Jongin menatap sekilas pada kedua orangtau nya dan kembali berusaha memakaikan dasi dilehernya.
"pagi Jongin, duduklah sebelum kekantor kau harus sarapan dulu, umma membuatkan nasi goreng kimchi untukmu"
"tunggu sebentar umma" ucap Jongin masih berdiri dan masih memakai dasinya sepertinya Jongin benar-benar kesulitan. Tiba-tiba terlihat tangan mungil putih terulur mencoba membantu Jongin dan siapa lagi jika bukan 'istri'nya,
"menunduklah" titah Kyungsoo pada Jongin, tidak mungkin kan Kyungsoo memasang dasi di leher Jongin dengan kaki yang terus berjinjit untuk mensejajarkan tingginya dengan Jongin, dan Jongin pun hanya diam dan menuruti perintah Kyungsoo, melihat mereka sekarang, Jongin dan Kyungsoo benar-benar terlihat seperti pasangan suami istri yang sangat serasi.
"aku melakukan nya hanya untuk umma" ucap Kyungsoo berbisik pada Jongin
"jadi kau hanya berpura-pura" balas Jongin dengan nada berbisik tak ingin di dengar oleh orangtua nya
"sepertinya kau sudah paham" ujar Kyungsoo dengan nada dingin
"baiklah..."
CHU~
Jongin mencium pipi Kyungsoo kilat, pemilik pipi pun kini hanya bisa diam tak bergerak, karena kaget . mata Kyungsoo membulat sempurna, tangannya masih memegang dasi Jongin dengan lemas. Yuri dan Kim Jungsoo yang melihatnya pun seakan tak percaya dengan tonotonan didepannya.
Jongin memandangi wajah cengo Kyungsoo, namja tan ini terkekeh melihat ekspresi Kyungsoo yang terlihat lucu sekarang.
"gumawo" ujar Jongin kemudian meraih pinggang Kyungsoo dan berjalan bersama menghampiri meja makan.
'omo, Kyungsoo dan Jongin...' batin Kim Yuri senang
Jongin tengah berkutat dengan berkas-berkasnya, baru saja Jongin memulai kembali bekerja di perusahaan appanya setelah beberapa bulan berhenti namun belum sampai 24 jam Jongin sudah lelah, bagaimana tidak lelah perjalanan dari rumah orangtuanya ke perusahaan begitu jauh belum lagi tadi dia harus mengantarkan appa nya ke bandara terlebih dulu, saat tiba di kantor Jongin pun harus memimpin presentasi di kantor dengan persiapan seala kadar nya, walau pun persiapannya belum matang namja jenius ini berhasil membuat para investor yakin dan puas akan presentasinya.
Drtdrtttttttt...drtdrtttt...
Ponsel di saku Jongin bergetar, Jongin sempat mendesah sesaat, namja tan ini baru saja menyenderkan punggunya di kursi ingin sedikit rileks namun aktivitasnya terganggu oleh orang yang tengah memanggil Jongin via telpon sekarang.
"yeoboseyo.." ucap Jongin tak bersemangat
"yak Jongin, kenapa kau tidak menghubungi ku eoh?"
'Aigoo Krystal' batin Jongin, salah Jongin sendiri dia tidak melihat nama di balik ponsel dan langsung menggeser tanda berwarana hijau, kini Jongin benar-benar terkejut bukan main, sebenarnya untuk sekarang Jongin tidak ingin bicara terlebih dulu dengan kekasih cantiknya ini
"maaf" satu kata keluar dari mulut Jongin
"maaf saja tak cukup, bahkan di hari pertama kuliah ku pun kau tidak menjemputku, kemana kau seharian ini kenapa tidak kuliah? Aku benar-benar merindukanmu~"
Jongin sedikit menjauhkan ponsel dari telinga nya, Jongin sudah biasa dengan Krystal yang akan memakinya seperti ini, Jongin sedikit terkekeh ketika mendengar diakhir kalimat Krystal yang terdengar manja.
"aku cuti untuk satu minggu maaf tak bisa menemani mu" ucap Jongin lembut
"kau cuti? Untuk apa?"
"aku sedang menggantikan appa di perusahaan selama dia bertugas di jepang"
"apakah aku boleh ke kantor?" ucap Krystal
"untuk apa?"
"aku sangat merindukanmu~"
"biar aku saja yang menemui mu besok malam"
"benarkah? yaksok?"
"nde"
"nde, bye saranghae~" ucap Krystal manja
"hnn..." tidak seperti biasanya Jongin membalas dengan ucapan berbeda saat mengakhiri percakapannya dengan Krystal.
Jongin terlihat memijat pelipisnya dia benar-benar pusing dan lelah yang dia inginkan sekarang hanyalah istirahat dan tidur.
***|myflwif|***
"neomu Kyeopta..." Kyungsoo berujar girang saat melihat foto pada album yang tengah di pegangnya
"nde, Jongin sangat lucu saat itu dia baru saja berumur tiga tahun, umma benar-benar kewalahan saat itu, Jongie kecil sangat aktive tapi sekarang dia sudah tumbuh dewasa dan tampan. " ucap Kim Yuri kemudian tersenyum manis, mengenang masa lalu.
"apa ini taemin unnie? Mirip dengan Jongin" ujar Kyungsoo sambil menunjuk sala satu foto
"nde kau benar Kyungie, mereka mirip hanya saja sikap dari keduanya benar-benar bertolak belakang"
Beberapa menit berlalu Kim Yuri dan Kyungsoo terhanyut dalam obrolan mereka, terlihat Kyungsoo tertawa bahagia mendengar Yuri yang menceritakan bagaimana tingkah lucu Jongin saat kecil, tak lupa juga mereka membicarakan tentang Kakak wanita Jongin ya Taemin, Kyungsoo belum pernah bertatap muka dengan kakak iparnya ini, dia hanya mendengar bagaimana sikap dan ciri-ciri fisiknya saja, taemin yeoja cantik kakak dari Jongin, yeoja berusia 27 tahun kini sudah menikah dan memiliki dua putra, sudah satu tahun kakak Jongin ini tidak kembali dari beijing, bahkan saat pernikahan Kyungsoo dan Jongin, yeoja cantik itu tidak hadir karena kondisi perutnya yang tengah hamil besar.
Beberapa jam berlalu Kyungsoo tengah duduk di sofa kamarnya, yeoja cantik ini sedari tadi menunggu kedatangan Jongin, Kyungsoo Benar-benar khawatir dengan Jongin yeoja bermata bulat ini benar-benar resah bagaimana tidak resah jam kini sudah menunjukan pukul tengah satu malam namun 'suami'nya belum pulang, sedari tadi dia ingin menghubungi Jongin namun niatnya dia urungkan. Kyungsoo yakin Jongin pasti saat ini sedang kelelahan bagaimana tidak, pasalnya namja tan itu kemarin malam saja membaca buku sampai larut dan besoknya dia harus pergi ke kantor dengan jarak yang cukup jauh.
'apa dia masih sibuk?' batin Kyungsoo bertanya entah pada siapa.
Sudah lama Kyungsoo menunggu, yeoja cantik itu tak tahan lagi menahan kantuknya dan sekarang Kyungsoo terlelap di sofa dengan posisi yang sangat tidak nyaman.
***|myflwif|***
Kyungsoo terlihat terusik dari tidurnya mata doe yang tertutup kini terbuka perlahan, Kyungsoo mengerjap-ngerjapkan matanya karena sinar matahari yang menerobos celah gorden yang masih tetutup, pandanganya mengarah ke ranjang king size yang kini terlihat masih rapih, sempat berpikir sejenak apakah Jongin bangun lebih awal atau namja itu tidak pulang. Kyungsoo beranjak dari sofa berjalan ke arah kamar mandi bermaksud memeriksa apakah Jongin sedang di kamar mandi sekarang, namun saat ia membuka kamar mandi Kyungsoo melihat keadaan kamar mandi itu masih kering belum terpakai oleh siapapun. Bahkan handuk Jongin yang di lipat oleh Kyungsoo pun kini terlihat masih terlipat rapih didalam lemari. Akhirnya Kyungsoo tahu bahwa Jongin tidak pulang semalaman ini.
Kyungsoo keluar dari kamarnya setelah mandi dan berganti pakaiannya dengan pakaian santai yang di belikan oleh Jongin kemarin malalm, kyungsoo menuruni anak tangga dengan lesu, tangan kanannya terlihat memegangi lehernya yang terasa sakit akibat tidur di sofa semalaman. Kyungsoo berjalan menghampiri meja makan yang kini sudah terlihat Kim yuri yang sedang tersenyum manis kearahnya Kyungsoo pun membalas senyuman Yuri tak kalah manis.
"selamat pagi Kyungie! Dimana Jongin?"
"pagi umma, emm Jongin... dia tidak pulang mungkin dia lembur"
"baru kali ini umma mendengar pemimpin perusahaan lembur, ah ya sudah Kyungsoo-ya duduklah kita sarapan bersama"
"nde" Kyungsoo pun duduk berhadapan dengan Kim Yuri.
Jongin memutuskan untuk tidak pulang ke rumah orangtuanya karena dia lelah akhirnya namja tan itu memutuskan untuk pulang ke apartemennya yang lebih dekat. Jongin harus menahan rasa laparnya di pagi hari karena tidak ada sarapan yang biasanya di buatkan oleh Kyungsoo, Jongin baru tersadar dia tak memberitahu pada Kyungsoo bahwa dia tidak akan pulang, namun pikirannya langsung dia tepis , 'untuk apa aku memberitahu nya, lagi pula dia tidak akan peduli' pikirnya.
Sudah dua hari Jongin memulai kembali pekerjaan untuk menggantikan appa nya, para Karyawan di perusaan itu pun kini terlihat semakin giat dengan pekerjaanya masing-masing, jongin tidak akan membiarkan para staf dan karyawannya utuk berhela-hela selama di kantornya, bahkan Jongin tidak akan segan-segan memecat langsung karyawannya yang bermalas-malasan dan hasil kerjanya yang tidak becus. Sikap dingin dan tegas Jongin benar-benar membuat para karyawan takut dengannya. jangan mengharapkan wajah tampan itu akan menunjukan senyuman manis bahkan untuk membalas sapaan dari karyawan pun itu merupakan hal langka.
Jongin melirik jam tangan di lengan kirinya dia harus segera bergegas untuk menemui Krystal pasalnya dia sudah janji dengan kekasihnya ini, dia tidak ingin jika Krystal akan marah padanya. Pekerjaan Jongin sudah selesai beberapa menit yang lalu, dia memutuskan untuk pulang ke apartemenya terlebih dulu untuk membersihkan badan dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih santai.
Jongin sudah siap dengan kencannya malam ini dengan Krystal namun saat ia baru saja akan membuka pintu aprtemennya dia melihat yeoja cantik dengan rambut lurus tergerai memakai jepit berbentuk pita di sisi kanan dan memakai pakaian berkelas berdiri didepan pintu yang baru saja akan dibukanya, tangan nya terlihat akan menekan bel aprtemen Jongin namun Yeoja itu menurunkan perlahan tangan nya saat ia melihat sang pemilik ruangan kini berada di hadapannya dengan ekspresi terkejut.
"krys..." Jongin melotot kaget
"waeyo, kau melihat ku seperti melihat hantu saja!''
'' tidak, aku kan sudah bilang kalau aku yang menemui mu"
"aku tak sabar menunggu mu kau terlalu lama, apa kau akan tetap membiarkan ku berdiri disini?"
"masuklah" Jongin pun masuk kedalam disusul Krystal yang berjalan ddi belakangnya.
''bogoshipo~" ucap Krystal sambil memeluk Jongin dari arah belakang
''duduklah, aku akan membuatkan minum untukmu"
"aku tidak haus Jongin, tapi aku lapar"
"baiklah kita makan di luar!"
"tidak, makan disini saja"
"baiklah kita pesan makanan"
"tidak. aku akan memasak, satu minggu terakhir ini aku belajar masak dengan umma, aku ingin menjadi calon istri yang baik untuk mu" Krystal berucap masih denan posisi memeluk Jongin dari belakang.
.
.
.
.
.
~to be countinue~
AW AW AW APA INI?Ff nya ngebosenin yah?, menurut author sih gitu, author juga bingun bikin konflik kaisoostal nya gimana nanti dan maaf juga sweet moment kaisoo nya belum ada nanti ditunggu aja sekitar dua chap lagi pasti bakalan ada, jongin nya belum ngerelain buat lepasin? Krystal, cah lepasin kaya apa aja! Sedikit bocoran nanti kaisoo nya bakalan honeymoon ke paris, jadi jangan bosen buat nunggu kelanjutan ini fanfic oke? Makasih juga buat kalian yang udah baca, review, follow anf favorite 'myflwif' ini. maaf juga gak keburu balas reveiw dari kalian.
Oke hargain sedikit karya author setidaknya jangan NO SIDERS,
Mind to review?
Sampai jumpa di chap selanjutnya.
****xoxo***
Kiss hug
Bye-bye
