.
Kejadian Nista Sebelum UN
Sengoku Basara © CAPCOM
#Kalau kemarin Trusu ketiban sial, sekarang Motochika yang kejatuhan sial (eh?)
.
.
.
Bagian 2 : Alasan Motochika.
"Um… Tsuru, maafkan aku…." kata Motochika di depan pintu kamar Tsuruhime.
"Kau minta maafnya terlambat! Sekarang aku harus ujian susulan sendirian! Menyebalkan!" omel Tsuru dari dalam kamar.
"Tapi setidaknya biarkan aku-"
BLETAK!
"Ahh! Sudah sana! Jangan ganggu aku! Biarkan aku belajar! Aku ujian matematika besok!" kata Tsuruhime dari dalam kamarnya, setelah melempar sesuatu kearah pintunya. Mendegar itu Motochika menghela napas panjang.
"Aku tidak akan makan malam sepertinya…." gumamnya.
'Kalau saja bukan karena kemarin, pasti tidak akan berahkir seperti ini….' pikirnya sambil mengingat kejadian kemarin.
.
Kemarin sore di toko Maeda.
Saat itu Motochika yang sedang berkerja di rumah makan milik Matsu tengah memperbaiki jendela rusak yang terkena terpaan badai kemarin malam.
"Keiji! Motochika! Jika sudah selesai, sebaiknya kalian istirahat sebentar!" kata Matsu.
"Baiklah, Matsu-NeeChan!" teriak Keiji, yang tengah memegangi tangga kayu yang digunakan Motochika.
"Hei, Motochika… sebaiknya kita istirahat sebentar." saran Keiji.
"Tunggu sebentar, sedikit lagi… berikan aku paku lagi…." pinta Motochika.
"Ini…"
Selesai memperbaiki jendela itu Motochika turun dari tangganya.
"Nah! Selesai! Setelah ini tinggal pintu belakang saja…" kata Motochika.
"Baiklah! Ayo kita makan! Aku lapar…."
"Heh! Dasar kau itu… bisa-bisa dagangan kakakmu habis kau makan…" cibir Motochika yang hanya ditanggapi dengan cengiran oleh Keiji.
Selesai mereka istirahat, Motochika dan Keiji kembali melanjutkan pekerjaanya, yaitu memperbaiki pintu belakang.
"Huff! Ini benar-benar melelahkan." keluh Keiji.
"Itu karena kau selalu tidur dan tidak pernah berkerja…" sela Matsu.
"Ehk? Matsu-NeeChan."
"Sekali-kali, bantulah toko kakakmu ini, Keiji…" kata Matsu.
"Hee~ merepotkan…. Lagi pula lebih menyenangkan pergi jalan-jalan, tidur, atau menggo-AW! Apa yang kau lakukan, Motochika!" kata Keiji melihat kesal pada Motochika yang sebelumnya menusukan paku ke tangannya secara sengaja.
"Hanya menyadarkanmu saja… kau ini, sampai kapan akan bersantai terus. Hidupmu itu terus berjalan dan jangan menyia-nyiakannya begitu saja…" tegur Motochika.
"Justru karena masih hidup, kau harus menikmatinya selagi bisa." kata Keiji tak mau kalah. Mendengar itu Motochika dan Matsu bertukar pandang sesaat kemudian mereka melihat Keiji.
'Benar juga sih….' pikir keduanya.
"…Oh iya, Matsu-san. Pintu ini akan kau cat atau tidak?" tanya Motochika.
"Um… boleh saja, tapi…. Sepertinya sudah tidak ada cat lagi…." kata Matsu.
"Tidak masalah, biar aku belikan besok."
"Tapi, jika kau ingin mengecatnya bukankah akan lebih baik jika menghaluskannya dengan amplas terlebih dahulu…" saran Keiji.
"Um, baiklah. Besok akan ku belikan… kuas, cat, dan amplas ya…" ulang Motochika.
.
Malam harinya. Ketika Motochika dalam perjalanan pulang, ia mendapat sebuah pesan singkat.
Subjek : Tolong
From : Tsuru
Time : 21: 37
Text
Motochika, jika kau pulang nanti bisakah tolong belikan aku alat tulis untuk ujian besok. Aku lupa membelinya.
Membaca pesan itu sesaat membuatnya mencoba mengingat sesuatu.
"Eh, tunggu… tadi titipannya apa ya?" gumamnya bingung ketika melihat pesan itu. Dan untuk mengingat pesanan Matsu membutuhkan waktu sepuluh menit.
"Oh iya!" katanya kemudian membalas pesan itu.
Subjek :re: Tolong
To : Tsuru
Time : 21:48
Text
Baiklah akan aku belikan… kuas, cat, dan amplas ya…
Setelah membalas pesan itu, tanpa merasa bersalah atau sadar sedikit pun ia pergi ke salah satu toko material dan membeli kuas, cat, dan amplas sesuai yang diminta Matsu bukannya permintaan Tsuruhime. Dan kemudian ia pulang membawa barang-barang itu.
.
Keesokan paginya.
Tsuruhime masuk ke kamarnya dan mencoba membangunkannya.
"Motochika! Motochika… oi!"
"Nghh! Ada apa…?" tanyanya.
"Apa kau membelikan pesananku?" tanya Tsuruhime.
"Ah~ ada dimeja…." jawabnya setengah sadar. Kemudian Tsuruhime mengambil bungkusan kantong plastik itu dan membawanya keluar.
"Baiklah, aku berangkat dulu… oh iya! Sarapanmu ada di meja makan ya…" kata Tsuruhime kemudian pergi.
"Nggg~ Itterasai…." kata Motochika yang masih setengah sadar tentunya.
Ia memilih untuk kembali tidur, dan baru bangun jam sepuluh dipagi itu. Kemudian seperti biasa, ia pergi ke tempat Matsu untuk bekerja. Dan sesampainya disana pertanyaan Matsu menyadarkannya.
"Loh? Motochika, kau tidak jadi membeli cat?" tanya Matsu.
"Eh?"
.
Motochika's start loading.
.
.
15%
.
.
.
35%
.
.
50%
.
"Bukannya aku sudah…."
.
70%
.
.
85%
.
.
98%
.
.
Loading is complete.
Motochika mepuk dahinya dan baru sadar akan semuanya.
"…Astaga…. Tsuruuuu…. Habis sudah aku…." katanya yang baru menyadari kalau Tsuruhime baru saja mengambil kuas, cat, dan amplas yang seharusnya untuk Matsu dan lupa membelikan titipan alat tulis yang diminta Tsuruhime. Karena semalam ia tidak terlalu memperhatikan pesan yang di dapatkanya. Dan Motochika yakin setelah ini, ia akan diacuhkan Tsuruhime lebih dari seminggu karena kejadian ini.
.
#Pesan : ingatlah baik-baik apa yang telah dipesanan orang lain padamu, jauh lebih baik jika dicatat agar tidak lupa.
.
#Catatan : Baca dengan teliti dari siapa pesan singkat yang kau dapat, sebelum membalasnya.
(Takutnya salah orang *pengalaman*)
.
#Tambahan 'lagi' : JANGAN PERNAH sekali-kali mengajak bicara orang yang tengah sadar ataupun setengah tidur. (Bakalan salah paham nanti *pengalaman juga*)
End
A/N: Hohoho... yang harusnya jadi OneShoot malah jadi Double(Ok, lupakan...)
nah sekarang balas Reviewnya ~
Io-aruka : Hehehe, iya aku SMA tapi salah masuk SEKOLAH (eh?)
Dissa Chavalliana : OK, thanks koreksinya... (Berarti Kuro bener-bener harus beli KBBI ya... *tolong abaikan*)
cerita ini lucu toh? oh syukurlah... *lega* padahal kalo aku yang baca sendiri malah aneh menurutku(beneran). But thaks buat Reviewnya X3
*Bow*
