Maybe You Feel Like What I Feel
Haloooooo readers, author kembali membawa chap 13, semoga tidak bosan rencananya sih tadi jam tujuh udah mau update tapi tadi keburu ada seminar jadinya ke pending deh.
***HAPPY READING***
**ENJOY**
.
.
.
****SORRY FOR TYPOS****
.
.
...NO SILENT READERS...
.
.
CHAP SEBELUMNYA
"baiklah kita makan di luar!"
"tidak, makan disini saja"
"baiklah kita pesan makanan"
"tidak. aku akan memasak, satu minggu terakhir ini aku belajar masak dengan umma, aku ingin menjadi calon istri yang baik untuk mu" Krystal berucap masih denan posisi memeluk Jongin dari belakang.
CHAP 13 START
Jongin terdiam dengan ucapan Krystal bagaimana dia bisa menikahi yeoja cantik dihadapannya ini, pada kenyataanya Jongin kini sudah memiliki istri yang sangat di sayangi umma dan appa nya. lidah nya terasa kelu saat akan membalas perkataan Krystal dia teringat Kyungsoo yang sekarang mungkin sedang menunggunya dirumah dia teringat Kyungsoo yang selalu tersenyum di pagi hari saat menyiapkan sarapan untuknya dan dia teringat dimana dia yang selalu berdebat dengan Kyungsoo. Dan dia teringat terakhir kali dia berpisah dengan Kyungsoo di rumah orangtua nya dia masih ingat ekspresi lucu Kyungsoo saat dia mencium pipinya. Jongin melepaskan pelukan Krystal kemudian beralih menghadap dan memegang kedua bahu Krystal lembut.
"baiklah aku juga sudah lapar"
Krystal dan Jongin pun berjalan ke arah dapur yang biasanya di gunakan oleh Kyungsoo untuk menyiapkan makanan untuknya dan Jongin namun kali ini dapur aprtemen Jongin akan di gunakan oleh yeoja lain betapa teganya Jongin membiarkan Krystal masuk ke apartemnya entah lupa akan kesepakatan yang telah dibuat nya bersama Kyungsoo atau dengan sengaja dia mebiarkan Krystal masuk ke aprtemenya.
Krystal asik dengan masakan yang sedang di olahnya sementara Jongin sedari tadi hanya duduk manis di kursi dengan tangan yang terlihat menupang dagu menempel di meja memperhatikan Krystal dengan tatapan kosong.
Keduanya sudah terduduk dikursi dengan posisi berhadapan , Krystal menatap Jongin dengan tatapan yang terlihat tegang dia menunggu bagaimana reaksi Jongin saat memakan masakan hasil buatannya. Jongin mulai menyuapkan satu sendok sup setelah meniupnya terlebih dulu, wajah Jongin terlihat aneh saat ia merasakan sup buatan Krystal ingin sekali Jongin mengeluarkan makanan didalam mulutnya, dengan susah payah ahirnya namja tan ini menelan dengan paksa tak mungkin dia memuntahkan masakan buatan Krystal karena dia masih menghargai yeoja yang berstatus yeojachingunya ini.
"waeyo? Apa tidak enak?"
"ehmmm..." Jongin hanya bergumam bersikap tenang sambil menganguk dan meraih gelas berisi air putih di hadapannya dan meminum air putih itu sampai setengahnya habis.
Krystal yang penasaran akan maskannya akhirnya yeoja cantik ini mencicipi hasil masakanya, wajahnya terlihat aneh saat merasakan masakan yang berada dalam mulutnya dengan cepat-cepat pula ia menyambar air minum di hadapannya.
"ya ini tidak enak Jongin" Krystal mengerucutkan bibirnya lucu dan terlihat kecewa akan masakan yang tidak membuat Jongin puas.
"tidak apa, sebaiknya kita pesan saja othe?"
"baiklah"
Sementara itu di mansion keluarga kim terlihat Kyungsoo dan Yuri yang sedang sibuk menyiapkan makan malam di dapur. Kyungsoo terlihat asik dengan aktivitasnya, tangannya terlihat telaten mencampurkan setiap bahan yang akan dimasaknya.
"makanlah dulu Kyungsoo tidak apa-apa jika Jongin nanti makan sendiri" Kyungsoo enggan memakan makanan di hadapannya sebelum Jongin pulang. Sementara Yuri terlihat membereskan piring kotor bekasnya.
"tidak umma aku akan menunggunya" Kim Yuri menghela nafasnya dia sudah kehabisan kata-kata untuk membujuk menantunya agar makan terlebih dulu.
'kenapa Jongin belum pulang, sesibuk apa dia sebenarnya?' batin Yuri
Hening bebreapa menit berlalu Kyungsoo hanya memandangi makanan di hadapannya dengan tatapan kosong sementara Yuri kini terlihat menguap kecil sepertinya yeoja paruh baya itu mulai mengantuk
"kenapa tidak menghubunginya saja Kyungsoo?"
"eoh, aku takut menganggunya umma" Kyungsoo sedikit terhentak karena kaget namun dia masih bisa mendengar apa yang dikatakan mertuanya
"mana mungkin dia akan terganggu, kau cobalah hubungi dia terlebih dulu"
"nde, umma sebaiknya umma beristirahat uma terlihat lelah"
"baiklah, selamat malam Kyungie" yuri pun meninggalkan Kyungsoo seorang diri.
Lama Kyungsoo menunggu Jongin sama seperti malam kemarin yeoja bermata bulat ini benar-benar menunggu Jongin dengan sabar, makanan yang terhidang pun kini sudah tak panas lagi membuktkan sudah berapa lama Kyungsoo menunggu, entah sudah berapa kali Jongin melewatkan makan malam dengannya, seharusnya Kyungsoo tidak usah membuat makanan terlalu banyak jika pada akhirnya akan berakhir di tong sampah.
"makanlah chagi, kenapa kau makan sedikit sekali!" ucap Krystal sambil mencoba menyuapkan makanan kedalam mulut Jongin.
Keduanya duduk dilantai menyender pada sofa di ruang tv, makanan yang tadi di pesan kini terlihat hampir habis namun sepertinya tidak untuk Jongin, namja tan ini hanya memakan makanan nya sedikit karena tidak berselera.
"aku sudah kenyang Krys, seharusnya kau yang makan banyak agar kau tak terlihat kurus seperti ini"
"yak, aku tidak kurus badan ku ini langsing tahu~" ucap Krystal kemudian menaruh sendok di piring karena dia tidak berhasil menyuapkan makanan kedalam mulut Jongin
"sudah selesai, apa kau tidak akan pulang?"
"jadi kau mengusirku?"
"anniyo, bukan begitu lihat lah ini sudah malam" dagu Jongin mengarahkan Krystal agar menatap Jam dinding
"belum terlalu malam aku masih ingin berdua dengan mu"
"..." Jongin hanya bisa diam entah harus dengan cara apa agar Krystal cepat pulang dari apartemenya.
Hening keduanya terlarut pada sebuah tontonan acara televisi yang cukup menarik, Krystal menyandarkan kepalanya di bahu Jongin sementara Jongin kini dia tengah memikirkan yeoja cantik bermata bulat dirumahnya
"aku ingin menginap!" ucap Krystal masih dengan posisi menyender pada bahu Jongin
"mwo?'' Jongin refleks menegakan badannya
"waeyo apa tidak boleh?''
"sebaiknya kau pulang saja aku akan mengantarmu" ucap Jongin kemudian berdiri dan mengambil kunci mobil yang tadi di letakan di kamar tidurnya.
"kajja" Jongin berdiri di hadapan Krystal yang sedari tadi duduk di sofa menunggunya
"..." Krystal hanya bisa diam dan beranjak dari sofa kemudian berjalan di belakang mengikuti Jongin yang berjalan mendahuluinya. Krystal menghentikan langkahnya saat ia melihat ke arah sudut yang terdapat rak dengan high heals dan sandal berbulu berwarna biru, dia sempat berpikir mana mungkin itu milik Jongin pasti itu milik wanita
"jongin"
"hmm" jongin berhenti dan membalikan badanya melihat ke arah Krystal
"itu milik siapa?" tunjuk Krystal pada beberapa high heals
Jongin gelagapan bagaimana dia harus menjelaskannya pada Krystal
"oh itu milik taemin noona" ucap Jongin dusta
"benarkah?"
"nde,apa kau tak percaya padaku?" Jongin meraih tangan Krystal dan menggegam tangannya kemudian berjalan beriringan menghampiri pintu, Krystal masih dengan tatapan berpikirnya ia segera menepis hal buruk dalam pikirannya tidak mungkin Jongin memiliki yeoja lain selain dirinya.
Jongin tiba di rumah orangtuanya tengah malam, mansion besar milik orangtua nya kini terlihat sepi hanya ada beberapa maid yang masih tejaga. Jongin mulai menaiki anak tangga perlahan sekarang dia hanya ingin masuk ke kamar dan mengistirahatkan badan nya, perjalanan dari seoul ke rumah orang tuanya benar-benar membuat dia lelah.
Jongin sampai di kamarnya, dia sedikit terheran kenapa di kamarnya tidak ada Kyungsoo, Jongin menghamipiri ranjang dan tidur dengan posisi terlentang namun kepalanya terlihat mengarah ke pintu kamar mandi yang kini tertutup 'apa dia sedang dikamar mandi' batinnya, kemudian Jongin beranjak dari ranjangnya melangkah kekamar mandi untuk mencari keberadaan Kyungsoo namun hasilnya nihil yeoja bermata bulat itu tidak ada.
''kemana dia" Jongin bertanya entah pada siapa, tiba-tiba terdengar suara aneh yang berasal dari perut Jongin ya Jongin kini dia kelaparan karena dia hanya makan satu kali hari ini saat makan malam dengan Krystal tadi pun dia hanya memakan sedikit. Jongin memutuskan untuk pergi ke dapur sembari mencari makan untuknya sesampainya di dapur dia melihat Kyungsoo yang sedang tertidur tangan kanannya lurus dijadikan bantalan kepalanya sedangkan tangan kirinya terlipat menahan pipi gembilnya di meja makan, Jongin mendekati Kyungsoo dan duduk di kursi sebelah Kyungsoo namja tan ini menatap sebentar ke arah jari telunjuk Kyungsoo yang terdapat plester berwarana coklat mungkin jarinya terluka entah oleh apa, Jongin menatap wajah damai istrinya, Kyungsoo terlihat sangat lelah bahkan wajah yang biasanya terlihat ceria kini terlihat begitu pucat.
'apa dia sakit?' batin Jongin, tangan nya terulur menyentuh kening Kyungsoo, dapat dirasakannya suhu tubuh Kyungsoo benar-benar panas kali ini, Kyungsoo yang merasa terusik akhirnya dia mebuka matanya, samar-samar Kyungsoo melihat wajah seseorang dia mengerjapkan matanya berulang-ulang untuk melihat dengan jelas siapa orang dihadapannya kini. Kepalanya pusing di tambah lagi leher nya yang terasa sakit, Kyungsoo menegakan badannya dan ia kini dapat melihat wajah Jongin yang sedang menatapnya cemas
"kau sudah pulang" Kyungsoo berucap sedikit serak
"nde, kenapa kau tidur disini?"
"..." Kyungsoo hanya diam, dia tidak mau jika dia ketahuan menunggu Jongin sampai dia tertidur disini.
Jongin tahu sebenarnya kenapa Kyungsoo tertidur di meja makan, pasti istrinya ini menunggunya semalaman.
"kau demam Kyung, sebaiknya kau ke kamar!" titah Jongin, mata Kyungsoo kini mengalih pada makanan di meja
"kau sudah makan" bahkan saat seperti ini saja Kyungsoo masih perhatian pada Jongin.
"..." Jongin hanya diam sambil memegangi perutnya yang tengah keroncongan
"aku akan memanaskan nya sebentar kau tunggu disini" Kyungsoo berdiri dari kursinya dan memanaskan kembali makanan yang sudah dingin tadi.
"tidak perlu, biar aku saja" Jongin menahan tangan Kyungsoo
"biar aku saja kau pasti lelah" Kyungsoo tersenyum manis pada Jongin.
Jongin terlihat memakan masakan Kyungsoo dengan lahap, Kyungsoo yang melihatnya pun sesekali mengulas senyum, dalam hatinya dia merasa puas walaupun dia menunggu Jongin hingga tengah malam akhirnya masakanya tak terbuang sia-sia kali ini.
Jongin menatap ke arah Kyungsoo yang sedang tersenyum, senyuman di bibir Kyungsoo menghilang saat Jongin beralih menatapnya
'Kenapa dia tersenyum, apa dia menaruh sesuatu di makanan ini?' pikiran buruk terbesit di otak Jongin
"kau tidak makan?"
"tidak, kau tenang saja aku tak mencampurkan sesuatu pada makananmu, makanlah" ucap Kyungsoo selembut mungkin, Kyungsoo kini benar-benar bersikap manis di depan Jongin.
'kenapa dia bisa tahu kalau... akh sudahlah' batin Jongin tak percaya dengan Kyungsoo yang dapat membaca pikirannya.
Jongin pun kembali memakan makanan di piring nya yang kini terlihat hampir habis.
Jongin sudah kembali kekamarnya, namja tan ini baru saja keluar dari kamar mandi setelah sikat gigi dan mengganti bajunya dengan piama. Sementara itu Kyungsoo masih didapur untuk membersihkan piring kotor bekas Jongin tadi. sebenarnya Jongin sudah menyuruh Kyungsoo agar langsung istirahat dan membiarkan saja piring kotor itu, lagi pula masih ada maid yang akan memebersekanya namun Kyungsoo menolaknya dengan halus, Jongin hanya bisa diam menanggapi sikap lembut Kyungsoo, tidak ada Jongin yang akan berdebat dengan Kyungsoo yang manis dan lembut, Jongin pun merasa aneh kenapa Kyungsoo tak bersikap menjengkelkan seperti biasanya.
Jongin terduduk di tepi ranjang menunggu Kyungsoo yang masih berada di luar kamar, Jongin menatap pintu berwarna putih itu cukup lama 'kenapa dia lama sekali' batin Jongin. Jongin memainkan ponselnya sambil menunggu Kyungsoo masuk.
Cklek
terdengar pintu terbuka Jongin pun mendongak dan melihat ke arah Kyungsoo yang berjalan mendekati ranjang
"kau belum tidur?" tanya Kyungsoo lembut pada Jongin
"belum" ujar Jongin kemudian kembali memainkan ponsel di tangannya
"sudah larut, sebaiknya kau tidur, selamat malam Jongin" Kyungsoo menaiki ranjang. Berbaring menarik selimut hingga sebatas dada dan tidur dengan posisi membelakangi Jongin.
Jongin pun membaringkan badanya sama dengan posisi Kyungsoo, Jongin hanya dapat melihat punggung sempit Kyungsoo yang memebelakanginya, malam semakin larut Jongin kini sudah tertidur pulas sementara itu Kyungsoo, dia tidak bisa tidur mata bulatnya masih terlihat besar terjaga enggan menutup, dia membalikan posisinya menghadap ke arah Jongin, Kyungsoo menatap sendu wajah damai Jongin ''saranghae Jongin'' ucapnya lirih, kemudian terlelap menyusul Jongin yang kini sedang mengukir mimpi dalam tidurnya.
Sinar matahari masuk melewati celah gorden kamar dengan cat pink pastel membuat sala satu penghuni kamar itu bangun dari mimpinya, jam di meja nakas menunjukan pukul 08.25 am bisa dikatakan sudah siang bagi seorang Kim Jongin, tak biasanya dia bangun setelat ini mungkin karena terlalu lelah sampai-sampai dia tertidur nyenyak di ranjang tepat di sebelah istrinya yang terlihat masih enggan membuka kelopak matanya.
"oh sudah turun" ujar Jongin dengan tangan menyentuh kening Kyungsoo.
"eungh..." Kyungsoo terusik dari tidurnya, refleks tangan Jongin menjauh dari Kyungsoo.
Drtdrtdrttttt...drtdrtdrttttttt
Ponsel Jongin yang berada di meja nakas bergetar menandakan adanya panggilan masuk, bukan hanya sekali panggilan itu masuk ke ponselnya, sudah berkali-kali ponselnya bergetar namun sang pemilik masih tertidur nyenyak tadi dan saat inilah Jongin menatap layar ponselnya memperlihatkan empat panggilan tak terjawab dari nama kontak yang sama 'sehun'
"sehun?" ujar Jongin kemudian dia mengangkatnya
"yeobosseyo?"
"kenapa kau lama sekali mengangkatnya eoh?"
"aku baru saja bangun"
"mwo, jam segini kau baru bangun? Apa aku tak salah dengar?"
"ada apa?"
"kau dan Kyungsoo masih di rumah orangtua mu?"
"nde, waaeyo?"
"ada apa dengan Kyungsoo kenapa dia tidak membalas pesan ku?"
"mollayo"
"lalu sekarang Kyungsoo sedang apa?"
"dia sedang tertidur disamping ku mungkin dia kelelahan karena semalam kami tidur larut malam"
Sehun terdiam beberapa detik mencerna perkataan dari sahabatnya, 'lelah, kami tidur larut malam' mendengar perkataan dari Jongin, Sehun hanya dapat berkesimpulan kalau sahabatnya ini pasti sudah melakukan itu dengan Kyungsoo, namun otaknya masih belum percaya tidak mungkin Jongin dan Kyungsoo...
''sehun, hallo apa kau disana?"
"eoh nde..., ya sudah sampaikan pada Kyungsoo agar dia membalas pesanku"
"kenapa tidak menelpon saja?"
"dia juga tidak mengangkatnya"
"benarkah?" Jongin melirik Kyungsoo yang masih tertidur
"ya sudah bye" ucap Sehun tak bersemangat
"bye"
"ada apa dengannya?" "aneh sekali" ucap Jongin sambil menatap bingung ponselnya,
"siapa yang aneh?" kyungsoo membuka suaranya dan kini dia sudah duduk di sebelah jongin dengan wajah khas orang baru bangun tidur.
"omo, kau mengagetkanku saja"
"jam berapa ini?"
"kau lihat saja sendiri" titah Jongin sembari menunjukan jam dinding dengan dagunya
"yak kenapa kau tida membangunkan ku?"
"aku saja baru bangun"
"apa kau tidak berangkat kerja? Kau bisa terlambat nanti"
"aku berangkat siang hari ini"
"kau mau kemana?" ucapan Kyungsoo menghentikan Jongin yang baru saja akan berdiri dari ranjang
"ke kamar mandi, waeyo? Apa kau mau ikut, kita mandi bersama" goda Jongin berhasil membuat semburat merah muncul di pipi gembil Kyungsoo
"ish..." satu bantal meluncur dari tangan Kyungsoo ke arah Jongin namun tidak mengenainya karena namja tan ini sudah melesat masuk kamar mandi.
~***|MYFLWIF|***~
Satu minggu berakhir Jongin dan Kyungsoo sudah berada diperjalanan unntuk kembali ke apartemen mereka, pekerjaan Jongin pun kini dilanjutkan oleh appanya yang sudah kembali dari jepang, Kim Yuri sempat menangis tersedu-sedu saat akan berpisah dengan Kyungsoo wanita paruh baya itu sepertinya tidak rela jika harus berpisah dengan Kyungsoo-menantunya, sementara itu Kyungsoo dan Jongin hubungan mereka sepertinya mulai 'meningkat', Kyungsoo yang mulai bersikap lebih manis pada Jongin dan Jongin pun hanya bisa bersikap seperti biasa, di mata Jongin Kyungsoo benar-benar menyeramkan jika bersifat seperti itu padanya benar-benar membuatnya tak bisa melawan Kyungsoo, walau terkadang ada saja pertengkaran kecil yang membuat mereka berdebat seperti biasanya ya walaupun hal yang diperdebatkan tidak serius namun mereka terlihat sangat lucu jika bertengkar. Untuk Sehun namja berkulit albino ini sepertinya memutuskan kontak dengan Kyungsoo beberapa hari yang lalu, Kyungsoo mencoba menghubungi sehun lewat telpon namun tidak ada jawaban dari nya, Kyungsoo tak mengerti kenapa Sehun bersikap seperti ini padanya, entahlah hanya Sehun dan Tuhan lah yang tahu akan perasaanya sekarang, Kyungsoo tak mau ambil pusing dengan namja yang sudah di anggap sebagi adiknya ini.
Kyungsoo dan Jongin tiba di apartemen mereka setelah menempuh jarak yang lumayan jauh, terlihat Kyungsoo yang berlari-lari kecil mendahului namja tan yang masih di belakangnya, Jongin hanya bisa tersenyum melihat tingkah Kyungsoo yang menggemaskan ini,
"hey kenapa terburu-buru?" pekik Jongin ketika Kyungsoo mulai membuka pintu dengan tergesa-gesa
"ada apa dengannya?"
Asal kau tahu saja Jongin 'istri'mu itu hanya tak tahan ingin segera buang air kecil.
Kyungsoo keluar dari kamar mandi dan dia pun sudah mengganti bajunya dengan piama kesayanganya, Kyungsoo melihat ke arah Jongin yang sedang terbaring di ranjang sepertinya Jongin benar-benar lelah.
"kau tidak mengganti baju mu dulu?" ujar Kyungsoo sambil menghampiri Jongin
Jongin hanya diam tak menanggapi Kyungsoo, dia pun langsung masuk ke kamar mandi tanpa sepatah kata pun.
Kyungsoo duduk di ranjang, matanya beralih pada ponsel Jongin yang tengah berkelap kelip di nakas, sepertinya ada panggilan masuk, Kyungsoo pun meraih ponsel Jongin sedikit ragu.
Grep
Ponsel yang baru saja di genggam oleh Kyungsoo kini beralih ketangan Jongin yang mengambilnya dengan kasar. Jongin menatap Kyungsoo tajam, Kyungsoo yang mendapat tatapan tajam pun hanya bisa menunduk takut akan ekspresi Jongin sekarang.
"mian" ujar Kyungsoo masih dengan kepala tertunduk
Jongin mendiamkan Kyungsoo, namja tan ini lebih memilih mengangkat ponselnya dan berjalan menuju balkon aprtemen untuk bicara dengan orang di sebrang telpone sana.
Jongin kembali kekamarnya setelah berbicara dengan orang yang menelfonnya bebrapa menit yang lalu,
***JONGIN-POV***
Aku kembali dari balkon aprtemen, saat kaki ku berjalan mendekati ranjang aku melihatnya-Kyungsoo sudah tertidur dengan posisi memebelakangiku sekarang, entah kenapa aku seolah merasa bersalah padanya, ya mungkin aku keterlaluan sudah bersikap seperti tadi padanya, situasi ini benar-benar membuatku serba salah didekatnya, lagi pula kenapa dia harus melihat ponsel ku tadi?, aishh biarkan sajalah.
Aku pun mulai menaiki ranjang dan berbaring di sebelahnya terlihat posisinya yang sedikit menjauhiku entah dia sengaja melakukannya atau tidak, aku tidak tahu. Teringat ekspresinya saat tadi aku yang mengambil ponsel di tangannya benar-benar wajah polos itu sungguh membuatku tak tahan menatap kedua bola mata bulat beningnya yang sedikit berkaca-kaca karena ulah ku, entah kenapa lidah ku terasa kelu dihadapannya tak seperti biasanya, mungkin aku akan mudah mengeluarkan kata-kata yang menusuk jika Kyungsoo bersikap seperti biasanya yang selalu membuatku jengkel.
Aku terusik dari tidurku saat merasakan cahaya matahari menerobos masuk lewat jendela yang kini terlihat sudah tak tertutupi gorden lagi, sepertinya Kyungsoo bangun lebih awal dan pasti dia lah yang membuka gordennya dan benar saja yeoja itu sudah tidak ada di samping ku saat ini, jam di meja nakas baru saja menunjukan pukul 5.45 masih pagi untuk ku yang terbiasa bangun siang, di hari minggu ini. Ya walaupun aku selalu bangun pagi setiap hari namun untuk hari-hari libur seperti hari ini, biasanya aku akan bangun lebih siang. Baru saja aku akan melangkahkan kakiku ke kamar mandi namun entah kenapa kaki ini lebih memilih untuk melangkah ke arah dapur, ya hidung ku mencium aroma lezat seperti aroma makanan, tanpa sadar aku sudah berada di dapur dan terduduk di kursi memperhatikan yeoja mungil dengan tubuh yang di balut apron berwarna biru muda, badannya sibuk kesana kemari sibuk dengan bahan-bahan yang tengah diolahnya menjadi makanan, spertinya dia belum menyadari keberadaan ku sekarang, dia terlihat terkejut saat membalikan badannya menghadap ke arah ku, hampir saja sup panas dalam mangkuk yang cukup besar itu tumpah, untung saja tangan mungilnya yang kini terlihat memakai sarung tangan, cukup cekatan memegang mangkuk besar itu, posisiku sedikit berdiri refleks ingin membantunya namu aku kembali terduduk di kursi setelah dia medekat dan menaruh sup panas itu di meja, wajah yang tadinya panik kini terlihat datar dan dingin eksprsinya menunjukan bahwa dia sepertinya masih enggan berbicara denganku. Dimana sikap Kyungsoo yang selalu memaki ku saat aku mengejutkannya oh aku benar-benar merindukan itu, tunggu rindu? Tidak-tidak, tidak mungkin. Tapi kenapa dia bersikap dingin seperti ini tak manis seperti biasanya apa tidak ada sapaan untuku pagi ini? Tunggu dulu ada apa dengan mu Jongin, apa kau mengharapkannya? Ada apa dengan ku hari ini, aku benar-benar tak mengerti akan perasaan ku sekarang, dia masih terlihat datar dengan ekspresinya apa dia marah akan sikap ku tadi malam, oh sungguh aku tak tahu harus berbuat apa sekarang, kenapa wanita serumit ini menurutku.
Tangannya terlihat telaten saat menyajikan makanan namun kepalanya masih menunduk enggan menatap ku, 'oke, pagi ini dia marah' pikirku,
"makanlah" suara nya terdengar datar di telingaku, dia duduk tepat didepanku setelah melepas apron nya , kemudian tanganku terulur untuk mengmbil sendok yang di berikannya tadi, kami menikmati sarapan tanpa mebuka suara, ingin sekali aku memuji masakanya yang terasa enak di mulutku ini sungguh berbeda dengan hasil masakan Krystal, tunggu apa sekarang aku mulai membanding-bandingkannya dengan kekasih ku, oh tidak. Sesekali aku menatap nya yang masih menikmati makannya dengan kepala menunduk apa dia semarah ini padaku?
Makanan di piringnya terlihat hampir habis, dan kini dia berdiri dari kursi, tangannya kembali membereskan piring-piring yang kini sudah kotor membawanya ke bak cuci, tak ada suara yang keluar dari mulutnya, selain suara dari piring yang berdentingan nyaring di pagi hari, sepertinya dia benar-benar akan mengabaikan ku hari ini. Aku hanya menikmati makanan yang belum habis dipiringku sambil menatap Kyungsoo yang sedang mencuci piring kotor di washtafel.
***JONGIN-POV END***
Jongin hanya dapat menggigit sendoknya seperti orang idiot saat melihat kepergian Kyungsoo yang pergi tanpa sepatah katapun. ''kenapa dia ? seharusnya aku lah yang bersikap seperti itu'' dengus Jongin.
Kyungsoo saat ini sedang terduduk di ranjang sambil menatap layar ponselnya, wajah nya benar-benar terlihat kusut, mungkin suasana hatinya kini benar-benar tak bisa di deskripsikan lagi. Kyungsoo memutuskan untuk kembali masuk ke kamar setelah mencuci piring tadi, dia mengabaikan Jongin yang masih duduk di meja makan menghabiskan makanannya, seharusnya Kyungsoo tidak usah bersikap seperti ini pada Jongin mungkin dia berlebihan namun sikap Jongin tadi malam benar-benar membuat suasana hatinya rusak, bahkan permohonan maaf dari nya pun di abaikan Jongin, ingin sekali rasanya Kyungsoo menangis keras saat ini, dia butuh orang yang dapat menghiburnya saat ini ya menghiburnya tapi siapa yang akan menghiburnya, bahkan sahabat-sahabat yang selama ini menjadi teman curhat Kyungsoo entah kemana, tidak ada satupun dari mereka yang menghubunginya. Mungkin mereka sudah punya rencana di akhir pekan ini, tak seperti Kyungsoo yang selalu diam di rumah jika hari minggu tidak ada yang mengajak nya keluar selain namja berkulit putih yang biasanya mengajak dia ntuk bermain keluar dan menghilangkan rasa bosannya. Tapi untuk kali ini di mana Sehun saat Kyungsoo kini membutuhkannya, sudah berapa kali Kyungsoo menghubungi sehun namun tak di angkatnya dan beberapa pesan yang dikirimnya pun sama sekali tidak mendapat balasan, apa mungkin Sehun marah padanya, marah untuk apa bahkan Kyungsoo pun merasa tak ada masalah dengannya.
"kemana kalian semua? Saat aku membutuhkan kalian kenapa kalian tidak ada?" dengus Kyungsoo kemudian menghempaskan badannya ke ranjang. Beberapa jam berlalu Kyungsoo pun terlelap di kamarnya, mata sembabnya terlihat menutup sekarang ya benar Kyungsoo tadi menangis sesekali isakakan kecil keluar dari mulutnya, setegar apapun Kyungsoo dia hanya lah wanita biasa yang akan melampiaskan perasaannya pada sebuah tangisan, siapa tahu dengan tangisannya ini akan membuat suasana hatinya sedikit lebih tenang.
.
.
.
.
.
.
.
~to be continue~
Gimana tanggapan kalian sama chap 13 ini, membosankan sama hubungan kaisoo yang gitu-gitu aja? Atau greget sama kaistal?. Huhu kasihan juga yah Kyungsoo nya, tapi jangan salahkan author yah!, Udahlah author gak hisa ucapin yang lain lagi, sampai ketemu di chap selanjutnya
MIND TO REVIEW ^^
.
.
.
****xoxo***
Kiss hug
Bye-bye
