~Maybe You Feel Like What I Feel~

Kentan VJ 151 : haaha iya author terlalu tega yah, bikin Kyungsoo nya sedih mulu. nama nya juga hurt comfort jadinya gitu deh!

ayuriska7: ini udah di lanjutt

1004baekie : makasih udah mau nungguin!

chocohazelnut07: ya sehun nya menghindar dari Kyungsoo, nemuin luha? gimana yah?

guest: maaf kalau bosen, emang author sengaja bikinnya biar para readers emosi dulu hehe piss!

reshaelli11: iya makasih atas supportnya! gak bisa update cepat, paling author bisanya slow update author harus bagi-bagi waktu buat kegiatan lain.

kim khamjong: kaisoo bersatu? oke chap selanjutnya bakalan bersatu #bocor deh

kyungchu: pokoknya di tunggu aja, makasih

overdokai: iyaa maafin ini chap sebelumnya baru konflik-konflik kecil ini sebenernya belum masuk konflik. maaf kalau ngebosenin.

meimei: iya yah, padahal kan kai juga pernah baca sms dari sehun untuk Kyungsoo,

ocha: hehe gak usah emosi dulu... ya udah makasih udah mau jadi readers setia,

dhyamanta1214: aduh author gak kepikiran adanya adegan yang readers usulin,

west: makasih, iya author rasa emang lambat bgt ini alurnya,

kyungie love: amin

MbemXiumin: sebenernya sih Jongin itu udah gak betah lagi sama Krystal cuma dia bingung buat mutusinnya.

sehunpou: makasih atas masukannya, maaf iya ini alur kok lambat bgt yah... sejauh ceritanya emang ini ff belum masuk konflik...

JonginDO: oke

cici fu: berkembang? nanti author kembangin lagi deh...

Kim YeHyun: oke makasih

NopwillineKaiSoo: ya udah nanti di majuin, kayaknya perlu di dorong deh

humaira9394: sabar nanti juga akan indah pada waktunya hahaha

ayusafitri35: makasih atas komentnya membangun bgt.

ruixi1: monoton yah, maafin author emang gak berpengalaman sih...

ya udah itu balasan review chap 13, kalau untuk chap sebelum-sebelumya maafin gk bisa balas satu persatu tapi tetep author baca kok, reviewnya bener-bener membangun bgt, sekali lagi author ucapin banyak terimakasih...

***HAPPY READING***

**ENJOY**

.

.

.

****SORRY FOR TYPOS****

.

.

...NO SILENT READERS...

.

.

.

CHAP SEBELUMNYA

"kemana kalian semua? Saat aku membutuhkan kalian kenapa kalian tidak ada?" dengus Kyungsoo kemudian menghempaskan badannya ke ranjang. Beberapa jam berlalu Kyungsoo pun terlelap di kamarnya, mata sembabnya terlihat menutup sekarang ya benar Kyungsoo tadi menangis sesekali isakakan kecil keluar dari mulutnya, setegar apapun Kyungsoo dia hanya lah wanita biasa yang akan melampiaskan perasaannya pada sebuah tangisan, siapa tahu dengan tangisannya ini akan membuat suasana hatinya sedikit lebih tenang.

Chap 14 start

.

.

.

Pagi yang sejuk di kota seoul terasa begitu menenangkan bagi seorang wanita yang tengah berjalan di trotoar menuju halte bus, kaki mungilnya perlahan melangkah menyusuri jalan yang nampak belum kering karena hujan semalam. Sesekali pandangannya mengarah pada orang-orang di sekitarnya, wajahnya berubah menjadi sendu saat melihat sepasang pemuda-pemudi yang tengah berjalan dengan tangan bertautan, kedua anak remaja itu bahkan tak henti-hentinya melepas senyum di wajah mereka, sungguh hal itu membuat hati nya iri sekarang, andai saja dia dapat melakukannya dengan orang yang dia cintai. Tanpa terasa langkahnya kini sudah sampai di halte, senyum nya mengembang manis saat melihat kedatangan bus yang akan membawanya dia tak perlu duduk dan menunggu terlebih dulu untuk sampai di kampusnya.

kaki mungilnya mulai menaiki bus, matanya melihat kesana kemari mencari bangku yang masih kosong, dan saat itulah dia melihat kursi penumpang yang masih belum diduduki oleh siapapun , dia terduduk di kursi dekat jendela, berselang beberapa detik setelah ia duduk, dia merasakan ada seseorang yang duduk di sampingnya namun karena moodnya yang sedikit tidak baik dia tidak berniat untuk menengok dan melihat siapa orang di sampingnya, matanya lebih tertarik melihat pemandangan jalanan kota seoul yang masih lenggang, tanpa dia ketahui seseorang di sebelahnya kini tengah menatap wajah nya dengan tatapan yang sulit di artikan,

"kyung..." panggil sesorang pemuda tersebut dengan ragu, ya wanita yang di panggil seseorang tersebut ialah Kyungsoo. Kyungsoo tersentak dia mengenali suara ini seketika itu pula kedua mata bulatnya melebar sempurna saat melihat siapa orang yang kini dihadapannya

"..." kyungsoo masih terdiam dia tak tahu harus bereaksi seperti apa

"kyungsoo!" panggilnya lagi. Suara ini, suara yang tak didengarnya selama berbulan-bulan

"..." kyungsoo masih terdiam, dia tak percaya ternyata orang di sebelahnya kini ialah seseorang yang telah mencuri hatinya dulu. Dia merasakan kedua bahunya di pegang seperti di goncang dan saat itulah kesadarannya kembali, Kyungsoo menatap lama wajah tampan dengan senyuman angelic di depannya, tanpa dia sadar kini terlihat kristal bening meluncur di pipi putihnya perlahan, beberapa detik kemudian dia di tarik kedalam pelukan hangat seorang pemuda tersebut, dia dapat kembali merasakan hangatnya pelukan pemuda ini sungguh erat pemuda itu merengkuh tubuhnya namun Kyungsoo tak membalas dia masih menangis hingga membuat baju yang dikenakan si pria itu basah.

"lepas..." satu kata meluncur dari bibir heartshapes Kyungsoo, kemudian si pemuda itupun melepaskan pelukannya.

''aku minta maaf Kyung, aku tidak bermaksud men—"

"tidak perlu di jelaskan lagi, itu sudah berlalu dan kitapun sudah tak ada hubungan apapun lagi, Junmyeon-sshi" kyungsoo memotong ucapan pria bernama Junmyeon tadi dengan bahasa formal, tidak mungkin Kyungsoo kembali memanggil Junmyeon dengan sebutan 'oppa' sudah lama mereka tak bertemu.

Kim Junmyeon atau yang lebih akrab di panggil Suho namja dengan senyuman malaikat yang begitu menawan satu lagi yang membuatnya begitu sempurna dia adalah pria kaya raya dengan aset kekayaan dimana-mana, namja dengan wajah malaikat ini sudah lulus satu setengah tahun yang lalu kemudian dia memegang perusahaan yang diwariskan oleh sang appa kepadanya, dia adalah mantan kekasih Kyungsoo anni sebenarnya tidak bisa di bilang mantan kekasih karena tidak ada kata putus dari keduanya, hanya saja namja tampan ini begitu tega meninggalkan Kyungsoo hanya demi perempuan lain, berpisah tanpa kata putus bahkan tidak ada kabar darinya. Benar-benar membuat Kyungsoo kecewa dan dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti perjodohan yang di rencanakan orangtua nya dulu. Tentang perjodohan Kyungsoo, Suho sama sekali tidak mengetahuinya karena dua minggu sebelum Kyungsoo di jodohkan dia sudah putus kontak dengan Kyungsoo.

Suho merasa bersalah saat melihat Kyungsoo yang menangis dihadapannya kini, terlihat sekali mata Kyungsoo yang memancarkan kekecewaan yang begitu dalam padanya membuatnya begitu merasa menyesal kenapa dia harus meniggalkan Kyungsoo nya yang begitu polos dan lugu.

"Kyung, tolong maafkan aku"

"tidak ada yang perlu di maafkan, seharusnya aku lah yang meminta maaf kau pasti bosan berhubungan dengan yeoja seperti ku" Kyungsoo mengusap pipinya yang terasa basah

"tidak Kyung, aku yang bodoh seharusnya aku tidak tergoda dengannya Kyung, tolong maafkan aku, aku ingin hubungan kita kembali"

"itu tidak mungkin" kyungsoo kembali mengusap airmatanya dengan telapak tangan kanannya kemudian menggeleng pelan

''waeyo? Apa kau sudah memiliki kekasih?" ucap Junmyeon dengan wajah cemas, takut yeoja di hadapannya ini sudah memiliki namja lain. Kyungsoo menggeleng dia tak berkata apapun pada namja di hadapannya tangis nya semakin pecah. Suho kembali merengkuh yeoja dihadapannya jika sudah begini dia benar-benar tek tega melihat Kyungsoo menangis.

"uljima, maaf kan aku"

"kau jahat, kau jahat.. hiks..." Kyungsoo menangis di pundak Suho sembari memukul-mukul punggung suho.

"nde, aku jahat kau pantas menghukum ku tapi tolong maafkan aku" kyungsoo mengangguk kecil di pundak Suho, Suho yang merasakannya pun kemudian melepaskan pelukan Kyungsoo dan menatap kedua mata bulat Kyungsoo

"kau memaafkan ku, jadi apa kita...?''

"untuk itu tidak, aku tidak bisa"

"jadi.. begitu? Aku memang tak pantas kembali lagi dengan mu Kyung" ucap Suho lirih, raut wajah suho berubah menjadi kecewa saat ini. "tapi aku akan membuat kau kembali yakin dan menerima ku Kyung" ucapnya kembali menatap Kyungsoo setelah menunduk beberapa saat, tak lama kemudian wajahnya menunjukan senyuman yang dulu terasa hangat bagi Kyungsoo.

'tidak mungkin kau mendapatkan aku kembali, karena aku sudah milik orang lain, aku sudah bersuami' batin Kyungsoo

Sebenarnya ingin sekali Kyungsoo memberitahukan statusnya saat ini, namun mengingat hubungannya dengan Jongin, Kyungsoo memilih bungkam dia sendiri bingung akan hubungannya dengan Jongin, dia mencintai suaminya namun kenapa di saat dia mulai membuka hatinya untuk Jongin kenapa Suho kini datang di tengah hubungan Kyungsoo dan Jongin yang sedang seperti ini, apa Kyungsoo harus menyerah, bercerai dari Jongin yang kini dicintainya atau kembali menerima suho yang kini sudah tak dicintainya lagi, kyungsoo benar-benar bingung saat ini kenapa hidupnya begitu rumit pikirnya.

Bus berhenti tak terasa bagi Kyungsoo dan Suho yang sedari tadi mengobrol selama perjalanan, Suho yang antusias menceritakan kehidupanya selama beberapa bulan terakhir pada Kyungsoo di mulai dari dia putus dengan wanita yang di pilihnya dulu dan perjalan bisnis di luar negeri yang membuatnya menjadi pengusaha sukses di negeri nya sendiri, sesekali Kyungsoo menganggapinya dengan gumaman, sepertinya yeoja bermata bulat ini masih canggung dengan mantan kekasihnya ini. Perusahaan Suho bisa dibilang sebanding dengan perusahaan Jongin karena perusahaan mereka bergerak di bidang yang sama pasti keduanya bersaing untuk menjadi yang terbaik.

Tidak di sangka Suho dan Kyungsoo bisa bertemu di dalam bus, mungkin karena takdir lah mereka di pertemukan. Kyungsoo yang tidak tahu harus pergi dengan siapa saat dia akan pergi ke kampus, bahkan sehun yang selalu menemaninya kini entah kemana sepertinya namja satu ini sedang menghindar adri Kyungsoo, untuk Jongin Kyungsoo tidak mungkin berangkat bersama nya ke kampus ya karena satu hari penuh ini dia sama sekali tidak bicara dengan Jongin, keegoisan yang besar dari mereka sepertinya tidak bisa membuat hubungan mereka membaik. Mungkin Suho dan Kyungsoo tidak akan bertemu jika sala satu dari mereka tidak ada masalah seperti ini, ya mobil yang di pakai Suho tiba-tiba mogok dan tengah di perbaiki sekarang alhasil namja berwajah malaikat itu harus naik bus karena dia tak ingin ketinggalan meeting yang di adakan pagi-pagi sekali.

Saat ini Kyungsoo sedang membaca buku di perpustakaan kampusnya beberapa tumpukan buku terlihat menjulang cukup tinggi di depannya sepertinya Kyungsoo membutuhkan sumber untuk tugas yang baru di berikan oleh dosennya beberapa jam yang lalu, terlihat sekali wajahnya yang kebingungan saat memahami kalimat dari buku itu, dia membuang nafasnya kasar sudah berkali-kali dia membaca buku namun tidak ada yang cocok untuk tugasnya sungguh kali ini dia frustasi. Suasana perpustakaan kini mulai sepi mungkin semua mahasiswa sudah pulang ke rumahnya masing-masing, tak seperti Kyungsoo sekarang dia benar-benar kesulitan saat ini andai saja di tidak cuti satu minggu yang lalu pasti dia tidak akan kebingungan sekarang.

Kyungsoo melihat jam di layar ponselnya ternyata sudah sore, tak terasa ternyata Kyungsoo sudah duduk selama tiga jam di perpustakaan namun dia belum dapat menyelesaikan tugasnya. Oh hari ini benar-benar hari yang berat untuk Kyungsoo bahkan saat Baekhyun,Luhan,Xiumin,dan tao mengajaknya untuk makan siang di kantin dia harus menolaknya dia harus segera mengejar nilai-nilainya yang tertinggal, dan disinilah Kyungsoo berakhir di perpustakaan tanpa teman. Sungguh kasihan sekali Kyungsoo saat ini.

"hufthh... ya tuhan kenapa hidupku berat sekali" Keluh Kyungsoo kemudian dia beranjak dari kursi dan dia menaruh kembali buku-buku yang tadi dia baca ke rak. Dia memutuskan untuk pulang, ini sudah terlalu sore untuknya, belum lagi dia harus berjalan ke halte bus yang lumayan jauh dari kampusnya oh sungguh dia lelah sekarang.

Kyungsoo berjalan perlahan di trotoar suasana di sekitarnya sedikit mencekam penerangan jalan yang tak terlalu terang membuatnya sedikit bergidig dia tidak suka gelap, hembusan angin membuat daun berjatuhan dari pohon pinggir jalan membuat suasana begitu seram jalanan terlihat sepi padahal jam kini baru menunjukan pukul tengah tujuh, dia merasakan ada seseorang di belakangnya,langkahnya terdengar mengikutinya di belakang semakin dia cepat melangkahkan kakinya semakin cepat pula derap langkah orang di belakangnya, dia tidak berani menoleh ke belakangnya dia takut hal-hal yang dia pikirkan sekarang menjadi nyata, dia terus melangkahkan kakinya lebih cepat ingin sekali dia lari namun entah kenapa langkahnya begitu berat, terlihat keningnya basah karena keringat yang mulai keluar, dan saat itu pula ketika dia akan berlari dia merasakan bahunya di tarik oleh orang yang dia belum ketahui hampir saja Kyungsoo jatuh jika dia tak menjaga keseimbangannya, Kyungsoo menolehkan kepalanya melihat siapa orang yang tengah memegang pundaknya sekarang. Betapa terkejutnya Kyungsoo saat ini dia tengah berhadapan dengan seorang laki-laki bertubuh tambun terlihat seram sepertinya orang ini sedang mabuk, Kyungsoo tak tahu harus berbuat apa dia merasakan pergelangan tangannya di cengkram erat oleh si pria , tiba tiba si pria menarik paksa tangannya mendorongnya ke tembok sisi jalan membuat punggungnya terbentur cukup keras.

"hey cantik, sepertinya kau kesepian" pipi halus Kyungsoo di belai oleh si pria membuat Kyungsoo bergetar ketakutan dia hanya bisa menutup matanya dan menoleh kesamping menghindari wajah laki-laki itu.

"t..tidak jangan" Kyungsoo berucap begitu lirih membuat si pria menyunggingkan senyum jahil dihadapannya, laki –laki itu kemudian mencengkram kuat dagu Kyungsoo mulai mendekatkan bibirnya ke bibir Kyungsoo, tinggal beberapa centi lagi wajah mereka akan menempel namun dengan sekuat tenaga Kyungsoo mendorong dada laki-laki itu hingga posisi so pria menjau beberapa centi, Kyungsoo berusaha melarikan diri dan berteriak sekuat mungkin.

"TOLONG TOmphhhthh" seketika Kyungsoo di bekap dari belakang membuatnya harus kembali ke cengkraman pria.

"jangan berteriak, aku akan menghangat kan mu disini, sayang sekali jika wanita cantik berjalan-jalan sendiri "

''tidhafthttt" mulut Kyungsoo kembali di bekap, kini Kyungsoo tak dapat berbuat apa-apa tangannya begitu perih dengan cengkraman si pria, 'siapapun tolong aku' batin Kyungso.

SRAK

Laki-laki itu merebok paksa baju Kyungsoo, membuat bahu putih kanannya kini terlihat jelas, Kyungsoo menangis sejadinya dia tak habis pikir kenapa dia bisa mengalami hal seperti ini. Sambil menutup bahunya dengan tangan kiri dia berusaha memberontak pada laki-laki di hadapannya, dia tidak ingin kesuciannya di ambil oleh laki-laki bejat di hadapannya kini.

BUGH

Tiba-tiba si laki-laki yang tadi berusaha memperkosa Kyungsoo tersungkur karena sebuah pukulan yang dilayangkan dari seorang pemuda, Kyungsoo tak dapat melihat jelas wajah pemuda tersebut karena matanya yang kini berair.

Beberapa detik akhirnya aksi saling baku hantam itu selesai, Kyungsoo masih menangis menyebunyikan kepalanya di lutut sambil berjongkok, kedua tangannya terlihat menyilang memegang kedua bahunya, kakinya tak sanggup berdiri lagi sekarang, dia teramat takut dan lemas.

Kyungsoo masih menangis dia tak berani menolehkan kepalanya, bahunya terasa di pegang oleh seseorang dengan refleks dia menepis tangan si pria tersebut.

"JANGAN kumohon... hiks" ucap Kyungsoo terisak masih dengan posisi yang sama

"tenanglah, sekarang kau aman" ucap pria itu, suara ini suara yang Kyungsoo kenal

"J...jongin" Kyungsoo mendongak menatap wajah pria yang tengah berjongkok di hadapannya. Ya laki-laki itu adalah Jongin, suami dari Kyungsoo. Jongin pun berdiri dan mengulurkan tangannya membantu Kyungsoo untuk berdiri, Kyungsoo pun menerima uluran tangan Jongin dan berdiri, tak lama kemudian dia merasakan hangatnya pelukan Jongin yang terasa begitu nyaman bagi Kyungsoo.

"Uljima tenanglah, ada aku sekarang" Jongin mengelus punggung Kyungsoo

"hiks...hiks..." Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya.

"gwenchana?" Jongin melepaskan pelukannya dan beralih memegang kedua bahu Kyungsoo, Kyungsoo hanya diam sambil menunduk dia tak ingin memperlihatkan wajahnya yang terlihat begitu kacau sekarang. Jongin melihat bahu kanan Kyungsoo yang terekspos, kausnya terlihat robek. Tanpa berkata apapun dia langsung melepaskan jacket yang di pakainya kemudian memakaikan nya di bahu Kyungsoo. Jongin meraih dagu Kyungsoo berusaha mengarahkan wajah yeoja di hadapannya agar menatapnya kali ini, dia dapat melihat jelas kedua mata bulat besar Kyungsoo yang terlihat merah karena menangis, pipinya pun kini terlihat basah karena air mata yang terus meluncur menganak sungai. Jongin menghapus air mata Kyungsoo lembut dan kembali memeluk menenangkannya.

"kau tidak apa-apa?" Kyungsoo mengangguk di bahu Jongin

"syukurlah, kita pulang sekarang" jongin melepaskan pelukannya dan menatap wajah Kyungsoo sebentar kemudian menggenggam telapak tangan Kyungsoo, baru saja Jongin melangkahkan kakinya namun langkahnya terhenti karena Kyungsoo yang tak beranjak dari posisnya.

"waeyo?" Jongin menoleh ke arah Kyungsoo

"Jongin, bibirmu berdarah" Kyungsoo menunjuk bibir Jongin dengan telunjuk kirinya.

"gwenchana, ini tidak sakit. Ayo ini sudah malam" Jongin kembali menarik Kyungsoo dan berjalan bersama menuju mobil yang terparkir tak jauh dari posisi mereka sekarang.

"sshhh pelan-pelan"

"ini sudah pelan"

"shhh sudah..."

"tunggu sebentar, tadi kau bilang ini tidak sakit tapi sekarang kau malah merengek seperti ini!"

Jongin dan Kyungsoo sudah sampai di aprtemen dan keduanya kini sudah duduk berhadapan di sofa Ruang utama, Kyungsoo pun sudah mengganti bajunya dengan piama, sementara itu Jongin dia belum mengganti pakaiannya karena Kyungsoo lah yang memerintahkannya untuk duduk dan tak beranjak sedikitpun, kemudian disinilah mereka dengan Jongin yang tengah di obati lukanya oleh Kyungsoo.

"Gumawo Jongin, jika kau tidak datang mungkin lelaki itu sudah menytubuhi ku tadi dan aku akan mati saja jika hal itu terjadi, dan aku minta maaf karena aku kau jadi seperti ini"

"..." Jongin hanya diam, sebenarnya dia hanya mendengar sayup-sayup suara Kyungsoo, pandangannya kini tengah fokus pada bibir merah Kyungsoo yang terus bergerak membuatnya ingin menyentuh bibir itu dengan bibirnya.

"emh...dan aku minta maaf juga untuk aku yang lancang mengambil ponselmu, sungguh aku tak berniat menjawab panggilan itu"

"..." Jongin tak tahan lagi Bibir Kyungsoo kini benar-benar membuat pertahannya runtuh.

"Jongin kenapa kau diam saja, Apa kau tidak mendengarkan ku eoh?'' Kyungsoo mulai kesal karena tak mendengar jawaban dari Jongin

"..." sepertinya Jongin belum tersadar, Kyungsoo beralih dari luka Jongin dia dapat melihat Jongin yang sedang memandanginya intens, merasa risih di tatap seperti itu akhirnya Kyungsoo menekan luka Jongin dengan Kompres yang tengah di pegangnya.

"AWW, appo... shhh..." pekik Jongin

"aishh... bersihkan luka mu sendiri" desis Kyungsoo kemudian beringsut dari kursi pergi melesat masuk ke kamarnya.

#Wah uri Kyungsoo merusak suasana aja deh.

Jongin kini tinggal seorang diri duduk di sofa dengan tangan memegang kompres yang diberikan Kyungsoo, Kyungsoo pergi meninggalkan Jongin karena dia sangat gugup dia baru menyadari wajah antara dia dan Jongin sangat dekat tadi, bahkan pipinya pun merona hebat saat tahu dirinya tengah di tatap intens Jongin, oh dia sungguh malu sekarang, jantungnya belingsatan Kyungsoo pun merasakan udara di sekitarnya berubah menjadi panas jika di dekat Jongin membuatnya sungguh tak nyaman. Sebenarnya Kyungsoo tak tega meninggalkan Jongin yang masih terluka namun tingkah Jongin tadi benar-benar membuatnya salah tingkah sekarang.

.

.

.

.

.

~To Be Continue~

konfliknya bakalan belibet nih kayaknya,

.

.

.

Xoxo

Kiss-hug

Bye-bye^^