Maybe You Feel Like What I Feel

Haloooooo readers, 12154kaisoo comeback membawa chap 15, haha postingan aku kemari ternyata utu tih Cuma april fools, ya udahlah malas bahas itu mending langsung aja...

maaf nih sebelumnya author cuma bales chap 14 doang kalau ngebales chap 15 tentang yang gak jelas itu kayanya bakalan panjang urusannya

mimiiPark61 : iya makasih udah support...

Kris'sWife: gereget yanh, maaf nih di chap ini kaisoo nya belum bersatu

Guest: ini udah update, happy reading

dhyamanta1214: konfliknya akan muncul setelah chap ini.

Kentan VJ 151: makasih udah mau review, selamat membaca

kim khamjong: haha iya, Kai nya aja belum nyentuh yah... tapi tenang aja dia bakalan dapet jatah? kok nantinya

cute: iya ini konfliknya baru mulai

NopwillineKaiSoo: haha maafkan author lain kali sweet momentnya gak bakalan gagal.

MbemXiumin: iya chap 15 update, sama-sama

reshaelli11: iya makasih

1004baekie: makasih udah setia nunggu

Song Haru: makasih atas pujiannya

Kim YeHyun : haha iya Kyungsoo terlalu gugup kalau deket Jongin.

ruixi1: di maafkan, gpp kok justru author bisa koreksi lagi, kalau dikasoh bocorannya gak seru dong..

Rahel KaiSoo shipper: sudah di lanjut, sebenarnya suho bukan orang ke tiga sih

yixingcom: belum, belum ada kemajuan dua-duanya terlalu gengsi buat ungkapin perasaannya masing-masing.

Kaisoo32: karma, karma kaya gimana?

humaira9394: haha sabar, kalau tbc nya mati berati end dong!

.

.

.

.

.

***HAPPY READING***

**ENJOY**

.

.

.

****SORRY FOR TYPOS****

.

.

...NO SILENT READERS...

.

.

.

~Follow,favorite,and review please~

.

.

CHAP SEBELUMNYA

"AWW, appo... shhh..." pekik Jongin

"aishh... bersihkan luka mu sendiri" desis Kyungsoo kemudian beringsut dari kursi pergi melesat masuk ke kamarnya.

Chap 15

Jongin kini tinggal seorang diri duduk di sofa dengan tangan memegang kompres yang diberikan Kyungsoo, Kyungsoo pergi meninggalkan Jongin karena dia sangat gugup dia baru menyadari wajah antara dia dan Jongin sangat dekat tadi, bahkan pipinya pun merona hebat saat tahu dirinya tengah di tatap intens Jongin, oh dia sungguh malu sekarang, jantungnya belingsatan Kyungsoo pun merasakan udara di sekitarnya berubah menjadi panas jika di dekat Jongin membuatnya sungguh tak nyaman. Sebenarnya Kyungsoo tak tega meninggalkan Jongin yang masih terluka namun tingkah Jongin tadi benar-benar membuatnya salah tingkah sekarang.

Kyungsoo sedang menyiapkan sarapan untuk nya dan Jongin, sesekali dia bersenandung kecil menyanyikan lagu kesukaannya. Sepertinya, mood Kyungsoo pagi ini terlihat baik,

"selamat pagi Jongin" sapa Kyungsoo ketika melihat Jongin yang tengah berjalan menghampiri meja makan

"pagi" jawab Jongin
"duduklah, sebentar lagi sarapannya siap" ucap Kyungsoo dengan senyuman tak lepas dari bibirnya

"nde" Jongin duduk dan memeperhatikan Kyungsoo yang tengah memasak

"kau akan pergi kuliah hari ini?'' tanya Jongin,

"hmm, tugas ku sangat banyak dan aku harus mengejar nilai-nilai ku yang tertinggal belum lagi satu bulan ini kita akan ujian" ucap Kyungsoo tanpa membalikan badannya.

"hmm...kau benar"

"ini dia, selamat menikmati" ucap Kyungsoo riang sambil menaruh nasi goreng di meja kemudian duduk berhadapan dengan Jongin.

"luka mu apa masih terasa sakit?'' terlihat ekspresi Kyungsoo yang kentara cemas melihat wajah Jongin.

"masih, bahkan semalam pun aku tak bisa tidur" sebenarnya Jongin berpura-pura dia hanya ingin mendapat simpati dari Kyungsoo.

"benarkah, maafkan aku..., karena kau menolong ku akhirnya kau jadi seperti ini" Kyungsoo merasa bersalah sekarang, sungguh polosnya yeoja bermata bulat ini, tidak tahu apa dia sekarang tengah dikerjai oleh suaminya sendiri.

"shhh...aww..." baru saja Jongin menyuapkan satu sendok nasi goreng buatan Kyungsoo namun sepertinya luka di sudut bibirnya membuat dia kembali merasakan sakit.

Kyungsoo reflek berdiri dan memegang dagu Jongin bermaksud untuk melihat luka di sudut bibir Jongin. Jongin mengerjapkan matanya berkali-kali saat dia merasakan wajahnya yang begitu dekat dengan Kyungsoo. Bibir Kyungsoo, bibir ini yang semalam membuatnya seperti orang bodoh saat di hadapan Kyungsoo, bibir yang ingin dia sentuh dengan bibirnya dan saat ini dia melihat jelas bibir Kyungsoo yang terlihat mengerucut menghembuskan angin meniup luka di sudut bibirnya.

Glup

Jongin menelan ludah kasar, Jantungnya berdebar kencang saat ini, Kyungsoo tepat berada di depan wajahnya oh tidak mata Jongin kini beralih ke leher putih Kyungsoo kemudian tulang dada nya, Jongin sempat menatap lama pada sesuatu yang melingkar di leher Kyungsoo tidak bukan kalungnya melainkan sebuah cincin yang menggantung di kalung berwarna putih itu. Lama dia menatap cincin di dada Kyungsoo dan matanya kini beralih pada... jangan di teruskan lagi pikirannya kini sudah melayang kemana-mana padahal ini masih pagi, walau bagaimanapun Jongin hanyalah namja normal satu kamar dengan Kyungsoo tidak hanya sekali bahkan sudah berkali-kali namun selama ini dia masih bisa menjaga 'keperjakaan' nya itu adalah hal yang luar biasa untuk Jongin ya walaupun dia tahu jika ada saja malam-malam Kyungsoo yang membuatnya bergairah, dengan refleks dia menjauhkan wajahnya dari Kyungsoo dan bersikap seperti biasa, namun sebenarnya Jongin kini berusaha setengah mati menyembunyikan kegugupan nya sekarang.

"eoh... mianhe..." Kyungsoo kembali duduk setelah merasakan posisi Jongin yang menjauh darinya. Sungguh Kyungsoo merasa canggung kali ini.

''tidak apa-apa, Gumawo" Jongin menyenderkan punggunya pada kursi.

"nde? Eoh... cheonma" sungguh kini Kyungsoo ingin melompat dan memekik girang saat mendengar suaminya berterimakasih padanya, #aigooo padahal Cuma bilang terimakasih.

Kyungsoo mengulum senyum manis di wajahnya sambil menatap Jongin, Jongin pun membalas senyum Kyungsoo tak kalah manisnya, oh tidak bahkan saat ini Kyungsoo dapat melihat senyuman Jongin, tatapannya begitu lembut menatapnya ,namun saat Kyungsoo mengingat akan Jongin yang tiba-tiba menolongnya, akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada Jongin

"Jongin, kenapa kau tiba-tiba bisa datang dan menolong ku semalam?" Kyungsoo memiringkan kepalanya dan menatap Jongin penuh selidik.

"eoh.. itu...kebetulan saat itu aku lewat sana" ucap jongin sedikit gugup.

Flashback.

Jongin memutuskan untuk pergi ke supermarket tak jauh dari letak kampusnya, dia ingin membeli sesuatu untuk mengganjal perutnya yang tengah kelaparan ya bayangkan saja, seharian dia di diamkan oleh Kyungso alhasil dia tak mendapatkan jatah makan siang dan malam karena Kyungsoo tak membuatkannya, bahkan saat dia terbangun pagi dia tak mendapati Kyungsoo di apartemennya Kyungsoo masih marah, dan sepertinya yeoja bermata bulat itu sama sekali tidak menyiapkan sarapan untuknya.

Mata elang Jongin tak sengaja melihat sesosok yeoja berperawakan mungil tengah mengambil minuman mineral tak jauh dari posisi nya sekarang. Setelah memastikan, ternyata benar wanita itu adalah Kyungsoo—'istrinya', Kyungsoo terlihat begitu lelah wajahnya kini tak terlihat ceria seperti biasanya, beberapa menit Jongin memeperhatikan Kyungsoo dalam diam, kesadarannya kembali saat melihat Kyungsoo yang sudah berada di luar supermarket, dengan gerakan cepat akhirnya dia menghampiri kasir untuk membayar barang yang dia beli, dengan tergesa-gesa Jongin berlari keluar dari supermarket dan dia mendapati Kyungsoo yang tengah berjalan gontai beberapa meter di depannya,

Jongin pun teringat akan mobilnya yang dia bawa akhirnya dia pun memutuskan untuk membawanya sambil mengikuti Kyungsoo dari jarak beberapa meter di belakangnya, Jongin menghentikan mobilnya saat dia melihat Kyungsoo yang tengah di ikuti seseorang di belakangnya, Jongin hanya mengamatinya di dalam mobil namun saat melihat Kyungsoo yang di perlakukan kasar oleh lelaki tambun itu akhirnya Jongin keluar dari mobil dan menghajar lelaki yang mencoba memperkosa Kyungsoo 'aku saja yang suaminya belum menyentuh nya, kau yang bukan siapa-siapa beraninya menyentuh istriku' batin Jongin saat itu.

Flash back Off

"oh..., untung kau lewat sana jika tidak...entah akan bagaimana nasibku" ucap Kyungsoo sambil menatap makanan di piringnya.

"..." Jongin hanya diam, namun wajahnya kini memperlihatkan senyuman yang begitu manis.

"Kyungsoo-ah" panggil Jongin

"nde?" Kyungsoo beralih menatap Jongin

"kita pergi ke kampus bersama"

"y..ya?" Kyungsoo masih tak percaya dengan ucapan Jongin

"kau dan aku pergi ke kampus bersama" ucap Jongin penuh penekanan di setiap kata.

"... nde" ucap Kyungsoo kemudian.

Keduanya kembali menikmati sarapan mereka, sesekali Jongin akan melihat Kyungsoo yang sedang makan dengan tenang, begitu anggun pikirnya.

Kyungsoo dan Jongin sduah siap akan berangkat ke kampus mereka namun baru saja Jongin dan Kyungsoo sampai basement Kyungsoo merogoh tas kecilnya kemudian menerima sebuah panggilan yang masuk pada ponselnya.

"Jongin tunggu sebentar"

"baiklah, aku duluan" Jongin masuk terlebih dulu kedalam mobil.

"yeoboseyo~"

"ah Kyungsoo kau ada dimana?"

"aku masih berada di Apartemen, aku baru saja akan berangkat kuliah"

"oh begitu, berangkat naik bus?"

"anni, aku menggunakan mobil"

"dengan siapa?"

"..." Kyungsoo bingung harus menjawab apa sekarang

"aku akan menjemput mu" ucap seseorang dibalik itu kemudian

"tidak-tidak, tidak usah terimakasih"

"baiklah kalau begitu setelah pulang kuliah kau akan aku jemput"

"..." Kyungsoo bingung harus mengiya kan atau tidak namun setelah berpikir-pikir akhirnya dia menyetujui permintaan mantan kekasihnya ini.

"ne, baiklah"

"oke, sampai ketemu nanti siang bye"

"bye"

Pip

Kalian tahu bukan siapa yang menelpon Kyungsoo? Ya dia Suho, mantan kekasih Kyungsoo, sebelum meka berpisah di dalam bus kemarin ternyata Kyungsoo dan Suho sudah saling bertukar nomer handpone.

Sementara itu Jongin yang melihat Kyungsoo sedari tadi hanya bisa mengerutkan dahinya, dia tak bisa mendengar percakapan Kyungsoo 'apa itu Sehun' pikirnya.

"siapa? Apakah Sehun" Jongin bertanya tanpa menoleh ke arah Kyungsoo yang sudah duduk di kursi penumpang sebelahnya. Sepertinya Jongin sedikqit cemburu

''bukan, ah aku baru ingat anak itu, Jongin apa dia tak menghubungi mu?" jawab Kyungsoo sambil memakai seatbelt nya.

"tidak, waeyo?" sebenarnya Jongin sedikit kesal karena Kyungsoo yang menanyakan Sehun , '' sudah satu minggu lebih dia tak menghubungi ku?'' ucap Kyungsoo dengan tatapan yang terlihat cemas.

"kau sudah coba menghubunginya?" tanya Jongin kembali.

"sudah, dia sama sekali tak mengangkat telfon ku"

"mungkin dia sedang sibuk. kita berangkat... siapa tahu Sehun ada di kampus nanti, kau jangan sedih hmm?" Jongin berucap begitu lembut pada Kyungsoo.

"nde, aku tidak sedih hanya saja aku mengkhawatirkannya~"

Jongin sebenarnya tahu kenapa alasan Sehun tak menghubungi Kyungsoo, Sehun menjaga jarak dengan Kyungsoo karena, ya kalian tahu bukan saat terakhir kali Jongin dan Sehun bicara lewat telpon? Sehun di buat tak percaya akan perkataan Jongin, namun pikir namja albino itu pastilah keduanya telah melakukan hal yang dilakukan pada pasangan suami-istri umum lainnya, seharusnya Sehun tidak berharap lebih pada Kyungsoo yang sudah di miliki oleh Jongin yang tak lain adalah sahabatnya sendiri, dan saat itu dia memutuskan untuk tak bicara dengan Kyungsoo dan mulai melupakan secara perlahan yeoja bermata bulat itu walau terasa sulit untuknya.

' aku harap kau selalu bersikap seperti ini pada ku Jongin' batin Kyungsoo, matanya terlihat memandangi Jongin yang tengah mengemudi.

'tapi kenapa terasa aneh jika aku dan Jongin bersikap seperti ini~' batin Kyungsoo lagi. Kepala Kyungsoo menggeleng-geleng, bukannya seperti inilah yang dia inginkan, selalu berada di dekat Jongin dan di perlakukan lembut seperti tadi. Jongin yang merasa di pandangi oleh Kyungsoo akhirnya namja tan ini menoleh pada Kyungsoo.

"jangan menatap ku seperti itu, kau tahu tatapan mu membuatku tak bisa konsentrasi''

"ya, ya siapa yang menatap mu, kau percaya diri sekali" Kyungsoo menjawab gugup

"kau pikir aku tidak melihatnya eoh?'' goda Jongin berhasil membuat Kyungsoo merona hebat, karena tertangkap basah sedang menatap intens wajah Jongin.

"ishh... fokuslah pada jalan mu..., kau menyebalkan'' dengus Kyungsoo sambil menunjuk arah jalan di depan mereka.

Jongin pun hanya bisa tersenyum dan kembali fokus menyetir, dia senang karena berhasil membuat semburat merah muncul di pipi putih Kyungsoo, terlihat cantik menurutnya. Sementara itu Kyungsoo hanya bisa memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil, 'aisshhh memalukan' batin Kyungsoo menjerit.

.

.

.

.

.

Kyungsoo sangat senang hari ini, walaupun tugasnya yang kian membanyak namun dia masih bisa mengerjakan dan meluangkan waktu ntuk sahabat-sahabatnya, Kyungsoo ternyata ketinggalan informasi selama ini, dia baru mengetahui kalau Baekyun ternyata sudah jadian dengan Chanyeol namun di balik canda tawa mereka saat jam istirahat siang tadi Luhan nampak begitu murung dan sedih, yeoja cantik yang selalu menenangkan Kyungsoo di setiap dia memiliki masalah, saat ini entah kenapa terlihat begitu menyedihkan, setelah di bujuk beberapa kali untuk menceritakan masalahnya Luhan hanya menggeleng dan tersenyum palsu megatakannya kalau dia baik-baik saja. Kyungsoo dengan Sehun? mereka bertemu saat di perpustakaan tadi dan keduanya pun sempat berbicara sebentar kali ini Sehun tak lihat seceria biasanya, tidak ada Sehun yang selalu menggoda Kyungsoo dan rela berbuat apapun hanya untuknya, Kyungsoo sempat berpikir apa ada sangkut pautnya Luhan yang bersikap tak biasanya dengan Sehun yang juga seperti ini dia tidak tahu, dia tidak ingin mengetahui masalah orang lain sementara masalahnya sendiri belum selesai.

"oppa kau ada dimana apa kau bisa menjemputku sekarang?" tanya Krystal pada seseorang di balik telfon.

"oppa masih dikantor, oppa berencana akan ke kampus mu hanya saja oppa akan menjemput teman oppa"

"nugu?"

"wanita yang sangat cantik tentunya''

"benarkah setahuku yang paling cantik di kampus ku hanyalah aku" ucap Krystal penuh percaya diri

"kau percaya diri sekali, kenapa tidak pulang bersama kekasih mu saja?"

"Ahh iya baiklah, aku tahu oppa tidak ingin di ganggu, ya sudah bye"

"bye"

Setelah mengakhiri percakapan via telpon akhirnya Krystal memutuskan untuk menemui kekasihnya,

"Krys..." panggil Jongin pada Krystal yang sedang bercumbu dengan begitu panas di hadapannya

"Kai...aku bisa jelaskan" ucap Krystal sambil menahan Jongin agar tidak pergi.

Krystal menemui kekasihnya, ya lebih tepatnya kekasih barunya namja yang diketahui bernama Minhyuk, namja yang ternyata satu kelas dengan Kyungsoo, Jongin tak habis pikir pada Krystal bagaimana dia bisa di khianati oleh yeoja satu ini, namun saat melihat Krystal bercumbu dengan namja lain tidak ada rasa sakit hati yang di rasakan Jongin tidak bahkan sedikit pun tidak entahlah dia tidak tahu akan perasaan nya saat ini, andai saja Jongin tidak berusaha mencari Kyungsoo mungkin saja Jongin tidak akan mengetahui perbuatan Krystal. Jongin yang berniat untuk mencari Kyungsoo untuk pulang bersamanya dia menghentikan langkah di anak tangga saat melihat Krystal yang sedang memagut bibir begitu panasnya,

"KAI tunggu..." Ucap Krystal kemudian menarik tangan Jongin

"lepaskan tangan kotor mu itu!" ucap jongin terdengar dingin di telinga Krystal

"Kotor katamu, kau tidak tahu kenapa aku sampai berpaling ke laki-laki lain itu semua karena kau yang akhir-akhir ini mulai berubah, kau tidak sama seperti kai dulu lagi kai...kau berubah..hiks.." Krystal menangis karena tak dapat menahan kata-kata yang ingin dia ucapkan selama ini. Jongin hanya diam, dia terlalu muak untuk berbicara dengan Krystal dan hanya membuang-buang waktu baginya untuk mendengar penjelasn Krystal saat ini, dia menghempaskan tangan Krystal dan pergi meninggalkannya setelah mengucapkan kata putus untuk hubungan mereka, setelah mengatakan kata putus pada Krystal entah kenapa hati nya terasa begitu bebas dan pikirannya saat ini hanya memikirkan yeoja bermata bulat yang entah ada dimana sedari tadi dia mencarinya, dia pun sudah bertanya pada teman-teman dan orang-orang yang kenal Kyungsoo di kampus ini.

'apa dia sudah pulang?' batin Jongin, kemudian langkahnya menuntunya untuk kembali ke tempat parkir mobilnya dia memutuskan untuk pulang dan ingin segera bertemu dengan Kyungsoo.

***kyungsoo-pov***

"hufhh..." aku menghela nafasku, sudah sepuluh menit aku menunggu Suho untuk menjemputku namun sampai sekarang dia belum sampai juga.

'apa dia tidak jadi menjemputku?' aku bertanya dalam hati. Oh sungguh kali ini aku ingin langsung pulang dan bertemu dengan Jongin, aku tahu dia belum pulang namja tan itu pasti masih didalam dan dan entah melakukan apa dengan yeoja chingunya, jika mengingat Jongin yang sedang berduaan dengan Krystal sungguh membuat mood ku rusak saat ini, ingin rasanya aku menarik suami ku dari yeoja itu tapi aku juga tak bisa berbuat seperti itu karena aku dan Jongin sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing-masing. Lamunan ku tersadar saat suara Klakson mobil terdengar nyaring di telinga ku, ku tolehkan kepala ku ke arah samping, mobil itu mobil yang aku tumpangi dengan Jongin, kaca jendela bagian kemudinya terlihat turun memperlihat kah wajah tampan nya yang sedang tersyum manis padaku, oh tuhan aku harap waktu berhenti saat ini juga aku ingin melihatnya seperti ini terus tersenyum lembut padaku seperti ini.

"naiklah..." Ucapnya

"mhh...Jongin..a..aku sedang menunggu seseorang" jawab ku pada Jongin alisnya terlihat terangkat, jangan sampai dia bertanya siapa orang yang tengah aku tunggu saat ini.

"siapa?" nadanya terdengar seperti tak suka atau itu hanya perasaan ku saja

Baru saja aku akan membuka mulut ku namun mulutku kembali mengatup saat mendengar seseorang yang memanggilku.

"Kyungsoo..." panggilnya dan mulai berjalan menghampiriku senyum angelicnya tak lepas dari wajah yang kini terlihat berkeringat.

"kau sudah menunggu lama ya, maafkan aku" ucapnya padaku sambil tersenyum dan aku pun hanya bisa membalasnya dengan senyum canggung, sungguh aku bingung dengan situai saat ini

"Junmyeon-ssi" ucap Jongin kemudian keluar dari mobil, sontak tubuh ku menegang apa Jongin mengenali Suho. 'Tidak bagaimana ini' batin ku gusar.

"ah Jongin-ssi tidak di sangka kita bertemu disini senang berjuma dengan anda lagi"

"ah ne" jongin menjabat tangan Suho, apa yang akan terjadi aku hanya bisa pasrah saat ini.

"berapa lama kita tidak bertemu, aku dengar anda sibuk akhir-akhir ini dengan tugas kuliah anda dan anda tidak ada waktu untuk bertemu dengan saya sampai-sampai hanya assisten amda yand dapat menemui saya"

"ahh ya benar saya sibuk akhir-akhir ini"

Dan untuk saat ini oke mereka melupakan ku untuk sesaat, aku mendengar Suho yang sedikit tertawa akibat perbincangan nya dengan Jongin sementara Jongin tawa dia terdengar seperti di buat-buat dan sumbang di telinga ku, ada apa dengan nya? sesekali pandanngannya mengarah ke arah mataku, matanya terlihat menakutkan saat ini.

"ah Kyungsoo ayo aku antar kau pulang, tapi aku akan mengajak mu ke suatu tempat dulu" tangan ku ditarik oleh tangan Suho, aku dapat melihat wajah Jongin dengan tatapan anehnya, sepertinya namja itu membutuhkan penjelasan saat itu juga, aku tak bisa menolak ajakan Suho aku sudah menyetujinya tadi pagi dan aku hanya bisa mengikuti langkahnya yang berjalan menghampiri mobil berwarna putih.

"Jongin-ssi kami permisi" ucap Suho ,kemudian menggenggam tangan ku sebelum membungkuk pada Jongin.

"..." Jongin, dia hanya terdiam melihat kepergian kami setelah mengucapkan salam.

.

.

.

.

.

~TBC~

Aduh kok jadi gini yah ceritanya maksa gak sih... author sendiri bingung ama ini cerita, maaf kaisoo nya masih belum berkembang, di chap selanjutnya bakal aku satuin tuh kaisoo nya... dan aku juga bikin konflik antara Hunhan. Author tahu kalau fanfic ini berantakan bgt. Aduh author gak bisa ngeluapin kata-kata author pokoknya mood author sedikit turun karena review di chap 13.

Maaf yah kalau chap ini membosankan, author nya lagi pusing dan gak jelas...

Di tunggu masukannya, sok kalau mau pada 'ngeluh?'

Sampai ketemu di chap selanjutnya, oh iya favorite and follow yah masalahnya ini yang views udah banyak tapi kok yang follow sama favorite kok dikit bgt!

Pay-pay^^