Maybe You Feel Like What I Feel
Haloooooo readers, 12154kaisoo kembali membawa chap baru, langsung aja...
***HAPPY READING***
**ENJOY**
.
.
.
****SORRY FOR TYPOS****
.
.
...NO SILENT READERS...
.
.
.
Follow,favorite,and review please
.
.
.
CHAP SEBELUMNYA
"Jongin-ssi kami permisi"
"..." Jongin, dia hanya terdiam melihat kepergian kami setelah mengucapkan salam.
***Kyungsoo-pov-end***
Chap 16 started
"Kyung kenapa kau sedari tadi diam saja, apa kau sakit?" ucap Suho sambil menoleh ke arah samping kemudi yang sudah terdapat Kyungsoo yang sedang melamun.
"eoh? Ak..aku hanya sedang memikirkan sesuatu" ucap Kyungsoo gelagapan
"apa itu?"
"tidak, hanya masalah tentang tugas kuliah ku" dusta Kyungsoo, padahal yang ada di isi kepala yeoja bermata bulat itu sekarang sedang memikirkan suaminya yang tadi dia abaikan.
"Kyung, sebenarnya aku memiliki sepupu yang satu kampus dengan mu namanya Krystal apa kau mengenalnya?"
Deg
'apa?' batin Kyungsoo tak percaya, bagaimana dia tidak tahu jika yeoja itu adalah kekasihnya Jongin, tidak lebih tepatnya mantan kekasihnya namun Kyungsoo saat ini dia belum mengetahui fakta baru itu.
"ah.. Krystal siapa yang tidak tahu yeoja secantik dia, walaupun dia mahasiswa baru dia cukup populer dikampus kami" ucap Kyungsoo dengan tersenyum kaku.
"ah benarkah, tapi menurutku kau lah yang tercantik kyung..." semburat merah berhasil muncul di pipi chabi Kyungsoo, 'apa-apaan Suho apa dia sekarang sedang menggodaku?" batin Kyungsoo.
Kyungsoo dan Suho kini sudah berada di perjalanan untuk pulang, Suho yang melihat raut wajah Kyungsoo yang tidak antusias saat mengajaknya ke cafe tadi dia memutuskan untuk mengajaknya pulang, mungkin Kyungsoo masih canggung untuk berbicara dengannya, tapi Suho tetap bertekad dia akan kembali merebut hati Kyungsoo dengan apapun caranya.
"aku pulang..." ucap Kyungsoo ketika sudah masuk ke apartemennya dan sudah menganti sepatunya dengan sandal rumah
"kau dari mana saja?" ucap Jongin terdengar tidak suka
"aku, aku hanya pergi ke cafe dengan Suho"
"setelah itu?"
"ya setelah itu aku pulang begitupun dengan dia"
"apa kau berhubungan dengan nya?" nada Jongin terdengar dingin saat ini
"memangnya kenapa kalau aku berhubungan dengan nya, lagi pula itu sah-sah saja"
"yakk Do Kyungsoo ku istri ku, apa semudah itu kau berhubungan dengan namja-namja lain di luar sana?"
"lalu bagaimana dengan mu sendiri? Kau berkata seolah kau yang paling benar disini, lagi pula aku bukan siapa-siapa mu, sah—sah saja aku berhunugan dengan namja lain bukan? ingat kita hanya berpura-pura Jongin" ucap Kyungsoo tersulut emosi kemudian masuk kedalam kamar Jongin
Sebenarnya hati Kyungsoo merasa hangat saat Jongin mengakuinya sebagai istrinya tadi, tapi saat Jongin mengatakan dirinya yang mudah berhubungan dengan namja-namja lain terdengar seperti kalimat bahwa Kyungsoo adalah yeoja gampangan dan menggoda namja-namja di luar sana. Kyungsoo tak dapat menerimanya bagaimana Jongin dapat berkata seperti itu sementara selama ini dirinyalah yang selalu di sakiti oleh Jongin.
Kyungsoo keluar dari kamar mandi setelah mengganti piayamanya, dia dapat melihat Jongin yang sudah berbaring dan terlelap di ranjang.
'apa dia sudah makan?' gumam Kyungsoo dalam hati
Mood Kyungsoo yang ceria saat pulang ke apartemenya berubah begitu saja saat Jongin membrondonginya dengan pertanyaan yang lebih terdengar seperti interogasi yang dilayangkan polisi pada tersangka kejahatan, Kyungsoo masih ingat tatapan Jongin yang menatapnya dengan tajam tadi, Kyungsoo yang awalnya ingin cepat-cepat pulang dan bertemu dengan Jongin dan makan malam bersama dengannya namun niat baiknya hancur begitu saja karena Jongin.
Karena rasa sayang nya pada Jongin, dia mencoba mengalah pada perasaanya dia mencoba untuk bersikap sabar dan tak menyerah untuk mendapatkan hati Jongin.
"Jongin-ah apa kau sudah tidur?" ucap Kyungsoo sambil menaiki ranjang dan mengguncang bahu Jongin
"aku tahu kau belum makan, aku akan memasak kita makan malam bersama ne~" ajak Kyungsoo pada Jongin yang masih enggan membuka matanya.
"Jongin~" ucap Kyungsoo terdengar lembut dan seperti menggoda di telinga Jongin.
"ya Kyungsoo aku ingin tidur, dan aku tidak lapar" ucap Jongin membalikan badannya. Kyungsoo yang merasakan wajahnya dekat dengan wajah Jongin seketika dia refleks dan sedikit memundurkan posisi badannya. Sebenarnya Jongin belum tidur saat ini jantung Jongin terpompa liar saat Kyungsoo memanggil namanya tepat di telinga tadi.
"ahh begitu yahh kau tidak lapar... tapi ini masih sore untuk tidur Jongin"
"ne? waeyo apa tidak boleh?'' ucap Jongin masih dengan wajah menyebalkannya
"anni, hanya saja... yaa...Jongin setidaknya temani aku makan malam dulu" ucapan Kyungsoo terdengar manja di telinga Jongin kali ini.
''aish...ya sudah ayo..."
Hanya beberapa menit Kyungsoo menyiapkan makanan untuk makan malamnya, dia hanya memasak ramen untuknya sendiri ya salahkan saja Jongin yang tadi bilang dia tidak mau makan dengan alasan dia tidak lapar.
Kyungsoo menaruh semangkuk berisikan ramen yang terlihat masih mengepulkan asap bertandakan betapa panasnya ramen itu di meja, terasa sulit untuk Jongin saat akan menelan ludahnya melihat Kyungsoo yang sedang menikmati ramen saat ini benar-benar membuatnya tergoda, bukanlah ramen itu yang menggodanya melainkan 'Bibir'. Bibir merah Kyungsoo yang terlihat mengerucut meniup ramen panas itu agar tidak manyakiti lidahnya saat masuk kedalam mulutnya, dan Jongin sangat tergannggu akan suara Kyungsoo yang menyeruput ramen dengan begitu lahapnya. Membuat fantasi liarnya berseliweran dalam otaknya saat ini.
"Jongin..apa kau benar-benar tidak mau?''
"t..tidak kau makan saja sendiri" Jongin terdengar gugup
"sayang sekali padahal ini sungguh nikmat Jongin, yakin kau tidak mau slurrpp..." ucap Kyungsoo kemudian mencoba menggoda Jongin dengan menyeruput mie yang tadinya terjuntai panjang kini terlihat pendek karena sebagiannya sudah masuk kedalam mulut Kyungsoo.
'ugh hentikan itu Kyungsoo' batin Jongin ketika melihat kelakuan Kyungsoo, Jongin semakin tak tahan saat Kyungsoo mencoba membersihkan sudut bibirnya yang sedikit kotor dengan lidahnya akibat acara makannya tadi, tanpa dia sengaja atau tidak melakukan itu, perbuatannya itulah yang berhasil membuat Jongin tak tahan dan meninggalkan Kyungsoo duduk sendiri di meja makan, kelakuan Kyungsoo terlihat begitu sensual di mata Jongin. Kyungsoo hanya bisa menatap bingung kepergian Jongin yang tiba-tiba dan tanpa mengucapkan kata apapun ''kenapa dia'' ucap Kyungsoo begitu polos.
Dua minggu berlalu setelah kejadian Kyungsoo,Jongin dan Suho yang bertemu saat di depan gerbang kampus hubungan Jongin dan Kyungsoo, walaupun keduanya kini terlihat mulai memperhatikan satu sama lain tapi ada saja hal kecil yang selalu membuat mereka berdebat bahkan bertengkar kecil dan membuat sala satu di antara mereka merajuk dan satunya lagi harus mengalah, namun waktu untuk saling berduaan di antara mereka kini mulai terganggu akan waktu yang mereka harus gunakan untuk megerjakan tugas kuliah mereka masing-masing walaupun Kyungsoo selalu perhatian pada Jongin namun untuk Jongin dia akan merasa terganggu jika Kyungsoo sudah berduaan dengan Suho dan dia sebal jika melihat Kyungsoo yang tersenyum-senyum akibat pesan yang dikirimkan Suho atau Kyungsoo yang tertawa selama berbincang lewat telpon bersama Suho seperti malam ini.
"Kyungsoo-ya bisakah kau tidak berisik sebentar, aku tidak bisa berkonsentrasi saat ini..." ucap Jongin sambil menaikan kacamata bacanya.
"eh, mian... kalau begitu aku pindah saja" Kyungsoo melenggang pergi keluar kamar meninggalkan Jongin yang kini menggerutu tak jelas
"aishhhh..." dengus Jongin mengacak rambutnya kesal melihat tingkah istrinya yang membuatnya resah akhir-akhir ini.
Kyungsoo tertawa puas saat melihat wajah Jongin yang terlihat di tekuk tadi, dia pikir bahwa Jongin tengah cemburu padanya saat ini, ya memang benar dengan pikirannya Kyungsoo saat ini. Kyungsoo sengaja melakukannya agar Jongin merasakan yang Kyungsoo rasakan saat namja itu bercengkrama dengan kekasihnya lewat telfon dulu, walaupun Kyungsoo sedikit tak tega, niat yang tadinya hanya ingin menjawab dan menanggapi pembicaraan Suho dengan biasa tapi entah kenapa saat melihat pandangan tak suka Jongin saat akan mengangkat telfonnya, terlintas pikiran jahil untuk membuat Jongin jengkel.
Kyungsoo sudah mengetahui perihal Jongin yang sudah putus dengan Krystal beberapa malam yang lalu Jongin sedikit terbuka padanya dan menceritakan hubungannya dengan Krystal yang kini sudah putus dan Kyungsoo pun menjelaskan siapa Suho sebenarnya Jongin sangat lega ketika Kyungsoo memberitahunya bahwa Suho hanyalah mantan kekasihnya, namun saat melihat gelagat Suho yang mulai mendekati Kyungsoo kembali Jongin benar-benar tak terima dan tak menginginkah Kyungsoo jatuh hati pada namja berwajah angelic itu.
sementara itu Kyungsoo belum memberitahu status pernikahannya pada Suho dan Suho pun tidak mengetahui bahwa Kyungsoo sebenarnya sudah menikah, salah Kyungsoo sendiri yang tidak memakai cincin pernikahannya Sehingga Suho menganggapnya bahwa dia belum terikat dengan siapa-siapa.
Other place
Sehun tengah menatap layar ponselnya, beberapa menit yang lalu dia sudah mengirim pesan pada seseorang, sudah berpuluh-puluh pesan dia kirimkan pada orang yang sama namun dari kesekian pesan yang sudah dikirimya tidak dapat balasan satupun, raut wajahnya sedikit berubah saat melihat layar ponselnya berkedip dia mendapat balasan seseorang itu
From: Luhan
Kau tidak usah mengkhawatirkanku, aku memaafkan mu, ini semua hanya kecelakaan aku tidak menyalahkan mu atas kejadian semua ini dan sebaiknya kau tidak usah menghubungi dan menemuiku lagi kita anggap saja semua ini tidak pernah terjadi.
Sehun hanya bisa menatap nanar pada ponselnya, dia merasa bersalah pada Luhan, yeoja cantik yang menjadi korban kebejatannya, saat itu...
Flashback...
Ketika kepergian Kyungsoo dan Jongin yang menginap satu minggu di rumah orang tua Jongin, Sehun sering berkumpul dengan sahabat-sahabat Kyungsoo yaitu Luhan, baekhyun, tao dan Xiumin. Diantara semua sahabat Kyungsoo Sehun lebih dekat dengan Luhan, entah kenapa sikap Luhan yang dewasa sama seperti Kyungsoo membuatnya begitu nyaman jika mereka sedang mengobrol, sampai satu hari ketika Sehun menelpon Jongin karena dia tak kunjung dapat balasan pesan dan panggilan yang tak di terima Kyungsoo, Sehun kecewa ketika mendengar perkataan Jongin saat terakhir kalinya mereka bicara via telpon waktu itu, saat itu Sehun benar-benar kecewa pada Kyungsoo dia pikir yeoja bermata bulat itu tidak mencintai Jongin tapi pada kenyataanya mereka tidur bersama, #sehun salah paham. Karena kekecewaan Sehun yang amat besar dia hanya bisa menenangkan pikirannya dengan kebiasaanya yang tak pernah berubah yaitu dia selalu pergi ke bar dan mabuk disana, disanalah permasalahan mulai terjadi, Sehun saat itu benar-benar mabuk berat dia terus memanggil-manggil nama Kyungsoo, dan terus menggumamkan kata cinta pada Kyungsoo, hampir saja Sehun waktu itu membuat keonaran di bar karena memukuli orang-orang tak bersalah disana, petugas di bar yang melerai perkelahian itu pun kemudian mengambil ponsel milik Sehun di carinya panggilan terakhir yang di panggil Sehun waktu itu dan tak lain orang yang terakhir kali melakukan telfon bersama Sehun ialah Luhan. Luhan sempat menolak untuk pergi ke bar dan dia tidak mau menangani Sehun yang sedang mabuk berat, Luhan tak habis pikir kenapa dia bisa sampai berurusan dengan namja putih itu, padahal dia baru dekat dengannya bebrapa hari yang lalau, tentang Sehun yang menelfon nya pun namja albino ini hanya menanyakan tentang Kyungsoo pada Luhan dan tidak ada pembicaraan lain lagi selain itu, setelah berpikir keras akhirnya Luhan bersedia menolong Sehun namun naas, niat baiknya malah membuatnya berakhir di ranjang dengan tubuh telanjangnya bersama Sehun, Luhan tak dapat meronta malam itu Luhan mendapat perlakuan kasar dari Sehun bahkan dia sampai di perkosa oleh Sehun, benar-benar namja berengsek pikir Luhan. Sempat terbersit rasa benci pada Kyungsoo namun ini semua salah Luhan sendiri, jika saja dia tidak membawa Sehun ke apartemen nya pastilah semua ini tidak akan terjadi, Luhan menangis sejadi-jadinya saat Sehun menikmati tubuhnya, namja albino itu terus memanggil-manggil Kyungsoo saat dia bercinta, dan saat keesokan harinya Sehun mendapati Luhan yang terisak disampingnya, Sehun tidak mengingat kejadian tadi malam, terakhir kalinya dia ingat saat dia memasuki bar dan memesan minuman pada bartender.
Baru saja Sehun akan membuka mulutnya namun ucapan nya terhenti saat sebuah tangan melayang ke pipinya terlebih dulu, pagi itu Sehun benar-benar seperti orang bodoh dia tidak tahu apa yang telah terjadi dan dia juga bingung kenapa dia bisa tertidur di kamar dengan nuansa berbau perempuan. Raut wajah Sehun berubah menjadi sedih ketika melihat Luhan yang menangis pipinya terlihat memar, apa itu karena perbuatannya pikir Sehun saat itu.
Flashback end
"maafkan aku Luhan" lirih Sehun kemudian menghempaskan badanya ke ranjang.
"Kyungsoo, cepatlah..." teriak Jongin di pagi hari, namja tan ini sudah siap untuk pergi kuliah sementara itu Kyungsoo...
"sebentar..." balas Kyungsoo yang masih didalam kamar
"kau lama sekali" gerutu Jongin
"tunggu, kalau kau tidak mau menunggu biar aku naik bus saja" ucap Kyungsoo dengan santai nya hingga membuat Jongin mendengus sebal
"aishh jinja... kau pikir aku akan membiarkan mu naik bus dan hampir di perkosa oleh orang jahat lagi di luar sana eoh?"
Kyungsoo yang masih berada didalam kamar hanya bisa tersenyum saat mendengar perkataan dari Jongin, ternyata Jongin mulai melindunginya saat ini, begitulah pikirnya.
"..." Kyungsoo hanya diam
"ya..Kyungsoo cepatlah" panggilnya lagi
"oke, oke dasar tidak sabaran" ucap Kyungsoo kemudian menghampiri Jongin yang sedari tadi duduk di sofa untuk menunggunya.
"kau berdandan?" selidik Jongin melihat Kyungsoo tak suka
"sedikit" ucap Kyungsoo mengerlingkan sebelah mata bulatnya
"untuk Suho?" tanya Jongin lagi
"ya kenapa kau selalu membawa-bawa namanya, aku bosan mendengarnya"
"jadi benar untuk dia?"
"kalau iya kenapa? Kau cemburu?" Jongin gelagapan untuk satu pertanyaan ini
"tidak, siapa yang cemburu" Jongin kembali menunjukan sikap biasanya
"buktinya kau..." tunjuk Kyungsoo pada wajah Jongin
"aishhh sudahlah apa kau mau terlambat karena perdebatan kecil ini eoh?" Jongin menurunkan jari telunjuk Kyungsoo pada wajahnya
"kau sendiri yang memulainya?" Kyungsoo mempoutkan bibinya lucu.
"aishhh..." Jongin pun meraih tangan kiri Kyungsoo dan menariknya keluar apartemen.
"y..yakk pelan-pelan" omel Kyungsoo pada Jongin yang saat ini menariknya paksa.
"memangnya aku tidak boleh dandan apa?" ucap Kyungsoo berbisik namun masih bisa di tangkap pendengaran Jongin.
Saat ini Kyungsoo dan ke empat sahabatnya sedang duduk di kantin kampus mereka, terlihat Baekhyun sangat ceria kali ini bagaimana tidak ceria jika disebelahnya kini sudah ada Chanyeol yang terus menempelinya saat ini, sementara Luhan ekspresinya kali ini terlihat begitu mengkhawatirkan,
"Luhan, kau baik-baik saja wajah mu pucat... apa kau sakit?" ucap Kyungsoo dengan wajah cemasnya
"aku baik baik saja Kyung, kau tidak usah khwatir" Luhan memaksakan senyum
"bagaimana aku tidak khawatir jika kau seperti ini?" ucap Kyungsoo kembali dengan wajah cemas nya.
Badan Luhan seketika tegang saat melihat kedatangan Jongin dan seorang namja putih di sampingnya
"haiii semuanya..." sapa Jongin tak seperti biasanya
"Jongin, Sehun kalian..." ucap Kyungsoo tak percaya melihat pemandangan di depannya
Sehun dan Jongin pun ikut bergabung di meja yang sama dengan Kyungsoo dan yang lainnya.
"Jongin tumben sekali kau..." ucap Kyungsoo masih dengan wajah tak percaya nya
"waeyo lagi pula ini tempat umum, apa aku tidak boleh duduk disini?'' ucap Jongin dengan wajah datarnya membuat Kyungsoo ingin memukul kepalanya saat itu juga, tatapan Baekhyun menjadi bingung saat melihat wajah Luhan, kenapa Luhan sedari tadi memalingkan mukanya saat Sehun menatapanya pikir Bekhyun, Baekhyun yang merasa ada tepukan di bahunya kembali tersadar dan berhenti memperhatikan gelagat Luhan yang berubah tadi.
"bagaimana setelah kelulusan nanti kita adakan pesta di rumah Kai?" suara berat Chanyeol memecahkan keheningan yang terjadi beberapa menit tadi,
"ide bagus?" susul Baekhyun kemudian. Chanyeol yang mendengar keantusiasan Baekhyun hanya bisa tersenyum lebar.
"iya Kyungsoo kapan lagi kita akan berkumpul seperti ini?" kali ini suara Xiumin yang terdengar
"iya, aku akan mengajak Kriss ah iya menseok unnie kau juga harus mengajak Jongdae" ucap Tao girang
"tunggu...apakah boleh Jongin?" Kyungsoo menatap Jongin yang sedang memakan makanannya dengan tenang.
"hmm...boleh!" ucap Jongin sambil menatap Kyungsoo
"yeay..." pekik semuanya terkecuali pasangan kaisoo dan hunhan.
"kau yakin akan mengajak mereka berpesta di rumah?" ucap Kyungsoo pada Jongin ketika mereka baru saja masuk kamar.
"ya aku serius, memang nya kenapa?"
"tidak..."
"Aku mandi dulu" ucap Jongin kemudian masuk kedalam kamar mandi.
''eum..." Kyungsoo bergumam sambil mengangguk.
'ada apa dengan Luhan dan Sehun' batin Kyungsoo mencemaskan kedua sahabatnya saat ini, beberapa menit yang lalu Kyungsoo mendapat pesan dari Baekhyun bahwa ada gelagat aneh antara Luhan dan Sehun, lamunan Kyungsoo buyar begitu saja saat mendengar dirinya di panggil
"Kyungsoo-ya"
"ah nde?" Kyungsoo menolehkan ke arah pintu kamar mandi yang masih menutup
"bisakah kau mengambilkan handuk ku?" titah Jongin sambil menyembulkan kepalanya di balik pintu
"y..ya bukankah ada di dalam?" Kyungsoo tergugup masih dengan posisi nya yang terduduk di ujung ranjang.
"tidak, tidak ada..." ucap Jongin
"ish..kau ini merepotkan sekali"
"kalau kau tak ingin repot biar aku mengambilnya sendiri" ucap Jongin dan mulai membuka lebar pintu kamar mandi namun dia tidak jadi melakukan nya ketika mendengar pekikan Kyungsoo.
"TIDAK-TIDAK" pekik Kyungsoo kemudian mengambil handuk yang berada didalam lemari dan memberikan handuk yang terlipat itu ke tangan Jongin, wajah Kyungsoo kini merah padam akibat Jongin.
"gomawo Kyungie" ucap Jongin manis tak lupa dengan senyum simpulnya, kemudian kembali menutup pintunya
'aigoooo' ucap Kyungsoo sambil memegang kedua pipinya yang terasa panas.
"kau sedang apa?"
"Omo" Kyungsoo terlonjak kaget karena Jongin datang tiba-tiba dengan suara berat dan datarnya.
"sedang mandi!" ujar Kyungsoo santai membuat Jongin terkekeh
"biar aku bantu!" ucap Jongin menawarkan diri untuk membantu Kyungsoo masak, ya Kyungsoo sedang memasak untuk makan malam mereka.
"tidak, tidak perlu lebih baik kau duduk manis saja"
"tidak aku akan membantu mu"
"memangnya bisa?" tanya Kyungsoo meremehkan
"setidaknya aku handal dalam memotong-motong bahan masakan"
"yaa aku pikir kau bisa yang lain, baiklah kau kupas bawang ini dan setelah itu potong sayuran-sayuran itu" ucap Kyungsoo sambil menunjuk sayuran yang masih belum di cuci.
"apa aku harus mencucinya terlebih dulu?"
"nde, memangnya kau mau nanti perutmu sakit?"
"aku hanya bertanya?"
"untuk apa orang sejenius mu bertanya seperti itu?"
"aishh...kau ini" Jongin pun mulai mengupas dua siung bawang.
"hiks..hiks..." Jongin terisak
"kau kenapa Jongin?"
"mata ku perih sekali Kyungsoo"
"haha...yaaa Jongin kau menangis hanya gara-gara bawang?" Kyungsoo mencibir
"ini tidak bercanda, aduh mataku..." Jongin masih mengucek matanya yang terasa perih
"perih yah... sudah ku bilang tadi biar aku yang melakukannya, sudahlah kau duduk saja ne?"
"tidak-tidak aku akan tetap membantu sampai masakannya matang"
"ya sudah kalau begitu"
Jongin selesai mengupas dua siung bawang tadi dan sekarang diaa tengah memotong sayuran.
"Kyungsoo-ya"
"hmm..."
"kau masih berhubungan dengan Suho?"
"maksud mu?''
"maksudku, apa kau masih bertemu dan mengobrol dengannya?''
"oh...itu, aku dan Suho untuk dua hari ini dia tidak menemui ku dan dia hanya menelfon ku saat pagi dan malam, ahh ya sebentar lagi dia pasti menghubungi ku"
'jadi dia masih berusaha mendekati istri ku?' batin Jongin tak suka mendengar perkataan Kyungsoo.
"Jongin-ah"
"apa?" Jawab Jongin datar, suasana hatinya mendadak berubah karena Suho.
"besok apa kau sibuk?" tanya Kyungsoo sambil melihat Jongin
"tidak, memangnya kenapa?"
''aku ingin mengunjungi eomma dan appa ku, aku merindukan mereka"
"jadi kau ingin pulang?" tanya Jongin lembut
"nde, apakah boleh?" Kyungsoo menatap Jongin dengan puppy eyes nya.
"tentu saja untuk apa aku melarang mu, aku akan mengantarkan mu besok"
"gumawoo..." ucap Kyungsoo tersenyum hingga
Trak
"awww..."
.
.
.
Tangan Luhan bergetar saat melihat benda kecil yang berada di tangannya benda yang hanya berukuran kecil memperlihatkan dua garis merah itu muncul, berhasil membuat hati Luhan hancur berkeping-keping, dia sudah mencemaskan ini, inilah yang dia takutkan. Luhan benci saat melihat du garis merah itu muncul pada tespack yang sedang dia pegang, wajah Sehun yang sedang menikmati tubuhnya dengan memanggil-manggil nama Kyungsoo kini berputar-putar di kepalanya hingga membuat dia histeris.
"t..ti..tidak..tidak mungkin..ini tidak mungkin, TIDAK'' Luhan berteriak begitu nyaring di apartemennya yang kedap suara.
"a..aku harus bagaimana?" lirihnya sambil terisak.
Sementara itu tanpa dia ketahui kini sudah terdapat beberapa panggilan yang masuk yang terlewat pada ponsel nya, orang yang menghubungi nya yaitu Sehun, sedari tadi pagi, tidak sebenarnya saat kejadian itu Sehun mencoba mendekati Luhan dan akan bertanggung jawab atas semuanya, Sehun semakin khawatir saat melihat perubahan sikap Luhan yang semakin dingin, wajahnya terlihat begitu murung dan saat tadi siang ketika Sehun bergabung bersama Kyungsoo dan yang lainnya, Sehun menatap Luhan intens, entah kenapa melihat wajah tak biasa Luhan membuat hatinya tergores merasakan sakit yang baru kali ini dia rasakan. Jantung Sehun terpompa liar saat melihat Luhan yang pergi ke Apotek, ya Sehun mencoba mengikutinya setelah pulang kuliah tadi, sebenarnya Sehun sudah bicara baik-baik pada Luhan dan meminta waktu pada Luhan agar mereka bisa bicara berdua saja, namun Luhan dengan keras kepalanya tak menuruti perkataan Sehun.
Kembali ke kaisoo
Jari Jongin sukses teriris pisau yang ia gunakan untuk memotong sayuran.
"shh..." desis Jongin
"Jongin, tangan mu..." dengan refleks Kyungsoo mengemut jari telunjuk kiri Jongin yang teriris.
Keduanya terdiam masih dengan posisi yang sama, Kyungsoo dengan matanya yang melotot tajam dan begitupun dengan Jongin. Mata mereka menatap mata satu sama lain, Kyungsoo tidak tahu harus berbuat apa, dia sendiri merutuki akan perbuatannya yang seperti ini, sementara Jongin dia sama sekali tidak merasakan kesakitan di jarinya padahal luka di jarinya berhasil mengeluarkan darah segar. Mungkin karena Kyungsoo lah dia melupakan sejenak rasa sakitnya.
Dengan cepat Kyungsoo melepaskan jari telunjuk Jongin yang berada di dalam mulutnya saat mendengar ponselnya yang berdering tak jauh dari posisinya saat ini, Jongin masih terdiam dengan mata menatap jari telunjuk nya yang tadi sempat di 'emut' Kyungsoo, 'aishhhh pasti namja sialan itu' batin Jongin mendengus sebal karena acaranya terganggu, kemudian dia kembali mengemut jarinya 'aigooo bekas Kyungsoo' Batin Jongin dengan mata terlihat membulat 'ya sudah lah tak apa' batin Jongin kemudian menggelengkan kepalanya santai dan mengemutnya kemabali sambil tersenyum.
Kyungsoo datang kembali setelah mengangkat telfon nya tadi.
"maaf'' ucap Kyungsoo
''gwenchana, aku tahu kau refleks''
"nde, baiklah kalau begitu kau duduk saja lagi pula masakannya akan matang sebentar lagi''
"sayurnya?"
"apa boleh buat, tidak ada sayur untuk malam ini"
"ahhh baiklah, lagi pula aku tidak suka sayur~" desah Jongin membuat Kyungsoo mendelik tajam, Jongin menghampiri meja dan duduk sambil memperhatikan Kyungsoo yang kembali memasak.
"Kyungsoo, apakah tadi itu Suho?" tanya Jongin penasaran
"iya, dia menelfon ku untuk mengajak ku jalan-jalan besok"
"lalu...?"
"lalu...aku menolaknya, kau tahu sendiri besok aku sudah memutuskan untuk pergi ke rumah orangtua ku"
"oh iya..." ujar Jongin 'baguslah' batin Jongin melanjutkan.
Hujan yang cukup lebat mengguyur kota Seoul dengan langitnya yang di gelayuti gumpalan awan-awan tebal berwarna hitam kelabu, membuat semua orang enggan membuka matanya di hari libur seperti ini,seperti dua manusia berbeda gender yang masih terlelap dalam tidurnya di salah satu kamar apartemen mewah kawasan Gangnam, cuaca dingin di pagi hari membuat sepasang suami istri itu masih bergelut dengan selimut yang membalut tubuh keduanya, lama semakin lama keduanya mencari kehangatan lain, tanpa mereka sadari keduanya saling mendekap tubuh disebelahnya, merasakan kehangatan dari tubuh yang mereka dekap, sang yeoja terlihat semakin menelusupkan kepalanya ke dada topless sang namja, begitupun dengan sang namja dia merengkuh gadis di sebelahnya dengan begitu erat mencari kehangatan lebih dalam lagi, sang namja membukakan matanya saat merasakan sesuatu yang berat kini menidih pinggang nya, sesuatu yang berat itu tak lain adalah kaki mungil yeoja di sebelahnya—Kyungsoo. 'Kyungsoo-ya ternyata kau nakal...' batin Jongin, Jongin tersenyum akan perbuatan tak sadar Kyungsoo, karena rasa kantuknya yang masih melanda, dia kembali menutup matanya dan merengkuh Kyungsoo lebih erat lagi, tak beda dengan Kyungsoo beberapa menit selanjutnya dia merasakan sesuatu yang melingkar di pinggangnya, dia tersenyum saat menyadari Jongin yang tengah memeluknya saat ini dia semakin mengeratkan pelukannya, beberapa detik matanya terbelalak sempurna saat menyadari posisi tidurnya yang sedikit ekhem 'intim' dan posisi intim ini tercipta karena dia yang lebih mendominasi, tak ingin mengusik tidur Jongin akhirnya dia kembali tidur dengan posisi yang sama, dia kembali melesakan wajahnya ke dada bidang topless Jongin mencium aroma maskulin suaminya yang begitu memabukan dan menenangkan, 'aku anggap ini mimpi' batin Kyungsoo, dan dia pun kembali terlelap. Bibirnya yang menampilkan senyuman manis perlahan berubah menunjukan wajah polosnya dalam tidur yang damai.
Jam di meja nakas kini menunjukan pukul 07.25 KST, namun Kyungsoo dan Jongin kini masih belum terbangun, mungkin karena cuaca pagi ini membuat keduanya begitu nyaman dengan tidur di hari liburnya, langit di kota Seoul masih berhiaskan gumpalan-gumpalan awan hitam pekat yang mulai menciptakan cahya seperti blitsh kamera terus berulang-ulang memunculkan cahaya hingga disusul suara gemuruh yang sangat memekakan telinga, Jongin yang merasa kekagetan Kyungsoo dia kembali memeluk Kyungsoo erat dan menenangakan nya ''tenang lah ada aku disini'' ucap Jongin parau sambil mengelus punggung Kyungsoo.
"eumm..." gumam Kyungsoo sambil mengangguk masih dengan wajah menempel di dada Jongin.
Jongin hanya bisa tersenyum samar-samar saat merasakan tubuh Kyungsoo yang tersentak kaget dan kembali memeluk nya dengan erat membuat hati Jongin bersorak sorai, 'sepertinya aku harus bersyukur pagi ini karena sudah turun hujan' batin Jongin. 'ughh...aku malu' ini batin Kyungsoo. Jongin menggeram merasakan sesuatu dalam dirinya terbangun karena Kyungsoo, namun dia masih bisa menahanya kali ini. Dia tidak akan melakukannya, jika dia belum menyatakan perasaanya pada Kyungsoo begitupun dengan perasaan Kyungsoo, dia harap istrinya ini mencintainya juga. Tapi kenapa dia belum juga menyatakan cintanya pada Kyungsoo, Jongin sebenarnya ingin menyatakan akan perasaannya pada Kyungsoo namun karena waktu yang sedikit dengan Kyungsoo, membuatnya harus mengulur-ngulur waktu. Walaupun ada saja waktu dengan Kyungsoo, itupun hanya waktu yang diisi dengan perdebatan-perdebatan kecil yang membuat keduanya menjauh beberapa jam dan kembali akur setelahnya.
"kyung?'' panggil jongin
"ne?''
"apa posisi kita akan seperti ini terus jika hujan dan petirnya tak kunjung reda?''
"ah.." Kyungsoo tergugup kemudian melepaskan dekapannya dari tubuh Jongin dan memposisikan badannya untuk duduk.
Jongin mendesah kecewa dalam hati, kenapa dia mengucapkan hal seperti tadi rutuk nya dalam hati menyesal, untuk beberapa saat suara petir tak kembali terdengar namun kilatan-kilatan cahaya masih menembus kamar temaram Jongin, membuat benda-benda didalam kamar nya terlihat jelas karena cahaya yang masuk melalui celah gorden ,hanyalah lampu meja yang menerangi kamar dengan perpaduan dua aroma khas itu, namun aroma kamar ini lebih di dominasi dengan aroma maskulin ciri khas seorang Kim Jongin.
"Kyung..." Jongin menatap Kyungsoo intens dengan posisi duduk tegapnya.
"n..ne?" Kyungsoo masih dengan suara gugupnya saat menjawab panggilan Jongin dia hanya bisa menunduk saat ini. Apakah ini waktu yang pas untuk menyatakan perasaanya pada Kyungsoo pikir Jongin. #aishhh pabboya Jongin ngapain nembak cewek pas cuaca lagi gelap geledeg gini aduhhh dimana otak jenius mu... *abaikan
"aku..aku men—" Jongin terbata, "KYAAA..."
Ucapan Jongin terpotong pekikan Kyungsoo yang menjerit di sertai suara gemuruh petir bersambaran.
'aishh...jinja' rutuk Jongin dalam hati dia tidak melanjutkan ucapannya karena suara petir yang menurutnya sialan. Kyungsoo terisak di bahunya saat ini.
"Uljima...tenanglah..." ucap Jongin sambil mengelus surai Kyungsoo
"Jongin..hiks... sepertinya kita tidak jadi ke rumah eomma" Kyungsoo bicara masih dengan memeluk Jongin.
"eumm...kita di rumah saja"
Kyungsoo terbuai dan kembali merasakan kantuk akibat setuhan lembut Jongin dikepalanya, beberapa menit posisi keduanya masih dalam posisi duduk dan saling berpelukan, Jongin yang merasakan tak ada pergerakan dari Kyungsoo kemudian memegang bahu sempit istrinya Jongin terkekeh saat melihat wajah polos Kyungsoo yang kini terlelap kembali, di baringkan nya tubuh Kyungsoo perlahan di ranjang, dia menangkup wajah cantik istrinya menatapnya lama dan perlahan...
Chu~
mencium bibir plum milik Kyungsoo lembut.
"aku mencitaimu istriku" ucap Jongin dekat di bibir Kyungsoo namun sayang ungkapan cintanya tak bisa di dengar Kyungsoo.
.
.
.
.
~TBC~
MIND TO REVIEW PLEASE, yeayyy bentar lagi ff ini selelsai... dan maaf kalau lama updatenya, maaf gak bisa bales review kemarin...
Pay pay ^^
