Maybe You Feel Like What I Feel
Haloooooo readers, 12154kasioo datang kembali membawa chap 17, semoga menghibur dan tidak membosankan, oh iya maaf gak bisa bales review nya lagi sungguh author males untuk ngetiknya maaf yah... EXO NEXT DOOR udah ada duhhh senengnya lihat D.O akting lagi apalagi bareng semua member kali ini, ah dari pada banyak omong mending langsung aja...
...[DI BACA NOTE DI BAWAH]...
***HAPPY READING***
**ENJOY**
.
.
.
****SORRY FOR TYPOS****
.
.
...NO SILENT READERS...
.
.
.
Follow,favorite,and review please
.
.
CHAP SEBELUMNYA
Chu~
mencium bibir plum milik Kyungsoo lembut.
"aku mencitaimu istriku" ucap Jongin dekat di bibir Kyungsoo namun sayang ungkapan cintanya tak bisa di dengar Kyungsoo.
Chap 17 started
Kyungsoo terbangun saat mendengar dering ponsel nya yang terus berbunyi menandakan bahwa ada panggilan masuk saat ini, Kyungsoo tidak langsung menyambar ponselnya hal yang dia lakukan pertama kali adalah mencari keberadaan suaminya—Jongin. Jongin, namja tan itu kini tidak ada di sebelah nya. Kyungsoo memandang ke seluruh penjuru kamarnya mencari keberadaan Jongin, namun suaminya itu tidak ada di kamar saat ini, Kyungsoo baru saja akan meraih ponselnya untuk mengangkat pannggilan yang masuk namun panggilan itu terputus mungkin orang yang menghubunginya sudah menunggu lama, betapa kagetnya saat Kyungsoo mendapati dua puluh dua missed call dari nama kontak yang sama yaitu 'Suho'.
"OMO sudah jam sepuluh" ucap Kyungsoo, dia segera beringsut dari ranjang dan pergi melesat ke kamar mandi, tanpa dia ketahui jika di kamar mandi kini sudah ada orang di dalamnya
"KYAAAAAA..." Pekik keduanya bersamaan mengalahkan suara rintik hujan yang mulai mereda.
Brak
Kyungsoo kembali menutup pintu kamar mandi dengan cukup keras karena refleks, Wajah Kyungsoo merah padam sampai telinga, 'kenapa dia tidak menguncinya' dengus Kyungsoo.
"yyak Kyungsoo apa kau melihatnya..." teriak Jongin didalam kamar mandi
"t..tidak" ucap Kyungsoo gagap dengan kedua tangan memegang kedua pipinya yang terasa panas. Tak lama kemudian dia melesat pergi kedapur untuk menghilangkan rasa gugupnya dia mulai menyibukan diri untuk membuat sarapan dan membersihkan Apartemen.
Kota Seoul masih dengan cuaca mendungnya, rintik hujan turun perlahan tak henti-hentinya membuat air semakin menggenang di jalanan, pohon-pohon rindang di pinggir jalan bergerak halus karena hembusan Angin membuat suasana pagi di kota Seoul terasa begitu sejuk, namun suasana sejuk di kota Seoul ini tidak dapat menenangkan hati seorang wanita cantik yang sedari tadi menangis di kamar Apartemennya, tangis nya kembali pecah setelah beberapa jam tadi dia terbangun, seakan tangisnya semalam belum cukup menenangkan hatinya yang masih terasa sakit dia kembali menangis pagi ini, dia mengusap air matanya saat mendengar bel apartemenya berbunyi, dengan sedikit malas dia mencuci wajahnya terlebih dulu kemudian berjalan keluar kamar menghampiri intercom melihat siapa orang yang bertamu pagi ini. Badan nya menegang saat melihat seseorang berdiri di depan pintu Apartemennya.
Setelah berpikir lama akhirnya tangan mungilnya terulur untuk membuka pintu apartemen nya.
"untuk apa kau kesini?'' tanya yeoja itu dingin
"Luhan..." panggil lelaki jangkung itu, ya wanita yang membuka pintu itu ialah Luhan, dan lelaki yang bertamu pagi ini tak lain adalah Sehun.
"aku sudah bilang pada mu, untuk tak menemui ku tapi kenapa kau..."
Grep
"maafkan aku~" lirih Sehun sambil memeluk Luhan erat.
"dengan kau meminta maaf kau tidak akan merubah semua ini" ucap Luhan dingin masih menahan tangis nya.
"aku..aku akan bertanggung jawab... aku akan menikahi mu"
Deg
Hening sejenak
"hiks..hiks..." Luhan tak dapat menahan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya saat ini.
"kau... tahu kalau aku..." ucap luhan terputus-putus
"ne, aku selalu memikirkan mu, aku mengkhawatirkan mu yang terlihat murung akhir-akhir ini, aku mengikuti mu kemarin saat kau pergi ke Apotek pikiran ku semakin menjadi-jadi kemarin, aku...aku bersalah Hiks..." Sehun tak dapat membendung tangis nya, dia menghilangkan semua harga dirinya sebagi namja dia menangis di hadapan Luhan dan semakin memeluk nya erat.
"aku akan mencoba mencintai mu dan calon bayi kita begitupun dengan kau~" ucap Sehun menatap mata sembab Luhan
Chu~
Sehun mencium bibir Luhan lembut menyalurkan rasa ketulusan yang dalam, dia bersungguh-sungguh dengan perkataan nya dia akan menjaga Luhan dan calon bayinya mulai saat ini.
Luhan tersentak kaget saat bibir Sehun berhasil menempel di bibirnya, tak lama kemudian dia memejamkan mata sama seperti Sehun, keduanya menangis dalam ciuman lembut itu, entah kenapa Sehun merasakan sesuatu yang berbeda, tekstur bibir Luhan yang lembut dan manis memberikan sensasi yang berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya yang dia rasakan ,jantungnya berdebar tak karuan dia merasakan perutnya yang seperti tengah di gelitiki berjuta-juta kupu-kupu didalam perutnya, sementara Luhan dia terus menitikan air matanya, perasaan yang tadinya takut kini mulai berubah setelah kedatangan Sehun. Jantung Luhan terpompa liar saat didekap oleh Sehun, dia meraskan kenyamanan yang tersalur di tubuh Sehun, tengkuk nya terasa di tarik oleh Sehun semakin dalam menikmati ciuman mereka yang kini berubah menjadi panas. Merasakan nafas yang mulai sesak keduanya melepaskan tautan bibir itu, Luhan terlihat terengah-engah karena ciuman panas yang dilakukannya dengan Sehun, sementara Sehun hanya bisa terkekeh melihat wajah merah Luhan sangat cantik pikirnya, jika dia melihat wajah memerah seperti ini bayangan-bayangan Kyungsoo yang selalu tersenyum padanya datang begitu saja membuatnya ingat kembali pada gadis bermata bulat itu, Sehun tersadar dia harus melupakan Kyungsoo dan dia harus mencintai Luhan dan calon bayi yang ada di perut Luhan saat ini.
Luhan hanya bisa menunduk, ada rasa benci di hatinya kenapa dia menikmati ciuman Sehun dan kenapa pula dia harus membalas lumatan-lumatan Sehun di bibirnya, Luhan merasakan bahwa dirinya hanya di jadikan pelampiasan seorang Oh Sehun dan wajah Kyungsoo sahabatnya selama ini terbayang di otaknya kembali mengingatkan akan Sehun yang menyetubuhinya dengan Brutal, merasa ada yang aneh Sehun langsung menarik dagu Luhan menciumnya kembali namun singkat matanya menatap tajam pada mata rusa Luhan.
"jangan kau berpikir bahwa kau menjadi pelampiasan ku, aku sungguh merasa sesak jika kau tak tersenyum seperti biasanya lagi, kau boleh tidak percaya padaku tapi aku rasa aku mulai mencintai mu Lu~"
Luhan mencoba mencari nilai kebohongan yang terdapat di mata Sehun namun yang dia lihat kini hanyalah pancaran ketulusan dan kesungguhan,tidak ada kebohongan di kedua mata itu, dengan perasaan lega Luhan pun memeluk Sehun kembali.
"eumm... aku akan mencoba mencintai mu Sehun, tapi kau jangan sampai berpaling pada Kyungsoo lagi ku mohon~" ucap Luhan kemudian kembali terisak
"nde, aku janji~ jangan menangis..." Sehun menciumi pucuk kepala Luhan berkali-kali, entah kenapa dia merasakan rasa sayang yang teramat dalam pada yeoja cantik satu ini.
Kaisoo's room
Keduanya tidak saling bicara sampai malam menjelang, mungkin karena kejaidan tadi pagilah keduanya merasa canggung, Kyungsoo berusaha tak bertemu dengan Jongin ya walaupun sesekali dia akan bertemu dengannya, bagaimana tidak ketemu jika mereka masih berdiam diri di satu atap yang sama.
"Kyungsoo-ya, bisakah kau tidak memainkan ponsel mu untuk sebentar saja?" ucap Jongin dengan mata tajam nya.
"eh? Memangnya kenapa?" tanya Kyungsoo polos
"kau membuat ku risih" dengus Jongin tak suka
"yaa... Kim Jongin lagi pula aku tidak mengganggu belajar mu!" Kyungsoo tak kalah sengit kali ini.
"ish... kau ini, kau pikir tawa kecil mu itu tak dapat aku dengar apa?" Jongin mulai kesal, karena ucapannya selalu di lawan Kyungsoo
"yakk lagi pula aku hanya tertawa kecil, tak sampai terbahak-bahak" Kyungsoo membela diri.
"itu sama saja, kau tersenyum dan tertawa seperti orang gila hanya karena ponsel" dengan santainya Jongin mengucapkan hal yang membuat Kyungsoo tersulut emosi.
"heol... Kim Jongin kau mulai berani mengatai ku orang gila begitu?"
"bukan itu maksudku, seharusnya kau luangkan waktu mu untuk belajar bukannya untuk terus berhubungan dengan mantan kekasih mu itu" oke, Jongin cemburu kali ini.
"terserah aku dong, mau belajar atau tidak itu bukan urusan mu. Lagi pula percuma jika aku lulus kuliah toh aku hanya jadi ibu rumah tangga biasa"
"yakkk Do Kyungsoo" Jongin mulai tersulut emosi, melihat ekspresi ketakutan Kyungsoo dia merubah raut wajahnya selembut mungkin dan kembali bicara lembut pada istrinya.
"kata siapa kau akan jadi ibu rumah tangga biasa, kau akan aku berikan pekerjaan di perusahaan ku'' perkataan itu meluncur begitu saja dari mulut Jongin tanpa berpikir lebih dulu, 'aishhh Jongin kenapa kau berkata seperti itu?' rutuk Jongin dalam hati.
"be..benarkah?" ucap Kyungsoo tak percaya.
"n..ne iya kau akan bekerja di perushaan ku nanti" ucap Jongin sedikit ragu di awal kalimat.
"gumawo Jongin" Kyungsoo beringsut dari ranjang dan berhambur memeluk Jongin yang sedang duduk di karpet dengan meja kecil di depannya.
"ne cheomna" jawab Jongin sambil tersenyum.
"baiklah, aku akan belajar tidak ada kata terlambat bukan?''
"hmmm..." Jongin hanya bisa bergumam menanggapi sikap Kyungsoo yang terkadang seperti anak kecil membuatnya begitu gemas akan tingkah Kyungsoo.
"kemarikan ponsel mu..." titah Jongin tiba-tiba
"eoh, kenapa aku harus memberikannya pada mu?"
"agar kau fokus selama belajar"
"yakk Jongin, aku masih bisa fokus kok selama belajar lagi pula otak ku ini lumayan tidak terlalu buruk, seremeh itu kah kau menilai diri ku?''
"tetap saja,kemarikan..."
''aishh...jinja..." dengan sedikit tak rela dia memberikan ponsel di tangan Jongin.
"kalau begitu aku juga pegang ponsel mu" Kyungsoo menyambar ponsel milik Jongin yang sedari tadi tergeletak di meja.
"yyak Kyungsoo, kembalikan" ucap Jongin mulai panik
"tidak" geming Kyungsoo
"Kyungsoo kemarikan" Jongin mulai mencoba menraih ponsel ditangan Kyungsoo
"memangnya kenapa? Aku tak akan membuka ponsel mu" ucap Kyungsoo menyembunyikan ponsel di balik punggung nya.
''tidak-tidak sini kembalikan" Jongin sudah merubah posisinya mulai mendekati Kyungsoo.
"apa kau memasang gambar yang tidak-tidak di ponsel mu ini eoh" Kyungsoo berdiri mengacungkan ponsel Jongin tinggi-tinggi
"aishh...kau ini kembalikan..." sebenarnya sangat mudah meraih ponsel di tangan mungil istrinya, sudah jelas tubuhnya lebih tinggi dibandingkan Kyungsoo, tapi pergerakan Kyungsoo yang lincah membuatnya kesulitan.
"tidak sebelum kau memberikan ponsel ku juga" dengus Kyungsoo
"TIDAK" Jongin menaikan nada bicaranya.
"ya sudah, aku akan membukanya...'' Kyungsoo mulai membuka plip cover ponsel Jongin
"Kyungsoo.."
"haha setakut itu kah kau Kim Jongin, memangnya ada apa dengan ponsel mu ini..."
#wallpaper ponsel Jongin ada foto Kyungsoo nya, cie cieee *abaikan tapi ini benar.
"Kyungsoo..." Jongin meraih telapak tangan kanan Kyungsoo mengambil ponselnya paksa namun...
Grep
Bruk
Chu~~~~
Berhasilah kau Kim Jongin mencicipi bibir istri mu lagi, berapa kali kau sudah menahannya dan sekarang kau mendapatkannya *abaikan.
Keduanya terdiam tak bergerak dengan bibir bertautan dalam posisi badan yang bertindihan di ranjang, Jongin berada di atasnya. Kyungsoo mengerjapkan matanya saat kembali tersadar dia segera mendorong bahu Jongin dengan sigap dan memposisikan badan nya berdiri sementara Jongin dia hanya bisa terduduk di lantai karena Kyungsoo mendorong nya kuat.
Setelah kejadian yang tak di duga tadi, Kyungsoo dan Jongin semakin canggung satu sama lain, tidak ada lagi pembicaraan dari keduanya sama seperti tadi siang.
"arghh..mhh..sudah..lupakan Kyungsoo" dengus Kyungsoo dengan mulut yang penuh busa karena sedang gosok gigi. Dia terus memandangi bibirnya yang tadi sempat di cium tak sengaja oleh Jongin benar-benar membuatnya resah saat ini, ciuman tadi memberikan efek yang besar utuk Kyungsoo, dia tak bisa membayangkan jika dia bertemu dengan Jongin lagi pasti dia akan salah tingkah untuk malam ini.
"aishhh..." Kyungsoo mempercepat gosokan sikat di giginya.
Dan Kyungsoo pun naik keranjang yang sudah terdapat Jongin di atasnya, syukurlah namja itu sudah tidur saat ini.
Splas splash
Ckrek (sound efek gagal)
Kilatan cahaya blitsh kamera terlihat menyilaukan mata di acara kelulusan Universitas ternama Seoul yang baru saja selesai beberapa menit yang lalu, terlihat banyak mahasiswa yang sedang berfoto-foto bersama teman-teman maupun keluarga nya yang datang, tak jauh beda dengan Kyungsoo yeoja bermata bulat itu kini tengah berada di antara Kim Yuri mertuanya, dan juga Luhan, Sehun yang tengah asik berselca ria, benar-benar membuat Kyungsoo iri, Kyungsoo sempat terkejut saat mengetahui Sehun dan Luhan yang ternyata sudah pacaran, dia mengetahui nya dua hari sebelum ujian benar-benar mengejutkan, tapi Kyungsoo belum mengetahui bahwa di perut Luhan kini sudah ada janin yang hidup di dalamnya. Sedari tadi Kyungsoo melihat ke arah kerumunan orang-orang yang terus meneriaki satu nama yaitu—KAI. Ya suaminya Kyungsoo, sedari tadi Jongin harus melayani orang-orang yang ingin berfoto dengannya, ya siapa yang tidak mau berfoto dengannya pastilah dosen-dosen dan mahasiswa ingin mengabadikan moment kelulusan ini dengan berfoto bersama Jongin, mahasiswa peraih juara pertama dengan IP hampir sempurna. Walaupun begitu Kyungsoo, dia juga merasa bangga akan dirinya yang lulus dengan Cumlaude begitupun dengan para sahabatnya.
Semenjak kejadian Jongin yang menindih dan mencium Kyungsoo secara tak sengaja, Jongin menjaga jarak dengan Kyungsoo, keduanya menyibukan diri dengan belajar masing-masing untuk menghadapi Ujian sudah bersikap biasa kembali, bersikap perhatian pada Jongin dan berusaha mendekati Jongin, namun sikap Kyungsoo hanya mendapat balasan yang berkebalikan, Jongin berubah menjadi Jongin dulu, Jongin yang dingin. Bahkan untuk tiga minggu ini Kyungsoo tidak lagi menemukan senyum manis di wajah Jongin tidak ada lagi sapaan-sapaan untuk nya. bagaimana tidak berubah, Jongin merasa bahwa yeoja bermata bulat itu tak memiliki perasaan yang sama untuknya, ingat kejadian saat Jongin tak sengaja mencium Kyungsoo, yeoja bermata bulat itu langsung mendorong tubuh Jongin hingga terhempas ke lantai bahkan tidak meminta maaf padanya, dari kejadian itu Jongin tahu bahwa Kyungsoo mungkin tak mencintainya di tambah lagi Kyungsoo yang semakin dekat dengan Suho akhir-akhir ini, membuat hati Jongin begitu sakit di buatnya.
Jongin sudah keluar dari kerumunan banyak orang yang memintanya untuk berfoto, saat ini Jongin sudah berdiri di sebelah ibunya namun kali ini sudah tak terlihat Kyungsoo disamping nya, Kyungsoo terlihat sedang mengobrol bersama Suho, 'ternyata namja itu menghadiri acara kelulusan Kyungso' pikir Jongin dengan dahi berkerut samar.
"Jongin~"
"ne, eomma?" Jongin beralih melihat eommanya
"kau dan Kyungsoo langsung pulang ke rumah eomma ne?"
"eh?"
"iya, eomma ingin merayakan kelulusan kalian di rumah, kau tenang saja hanya minum dengan appa mu"
"baiklah, tapi pakaian Kyungsoo"
"tenanglah kau dan Kyungsoo tidak perlu lagi ke Apartemen karena eomma sudah menyiapkan pakain Kyungsoo"
"mwo?"
"nde, eomma membelikannya jauh-jauh hari, sekalian membelikannya untuk acara bulan madu kalian!" ucap Yuri dengan wajah cerianya. Jongin hanya bisa diam ternganga mendengar ucapan eommanya.
"lama sekali dia~" desah Jongin
"tunggulah sebentar lagi, pasti dia sangat sedih karena dia harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya biarkan dia menikmati waktunya saat ini"
"ahh eomma selalu saja memanjakannya"
"..." Yuri hanya bisa diam sambil tersenyum tak menyadari bahwa anaknya ini sedang kesal.
"ya Kyungsoo Jongin lebih dekat lagi, kenapa kalian kaku sekali" omel Yuri pada dua sejoli yang tengah berdiri berdampingan dengan jubah dan toga yang masih melekat di tubuh keduanya.
Kyungsoo dan Jongin sudah sampai di mansion besar keluarga Kim dan saat ini Jongin dan Kyungsoo tengah di foto oleh Kim Yuri, yeoja paruh baya yang sangat cerewet menurut Jongin.
"aku tidak akan memfoto kalian jika kalian sudah berfoto sebelumnya, aku pikir kalian sudah berfoto" dengus Yuri benar-benar kesal pada anak dan menantunya
"eomma~" rengek Jongin
"tidak-tidak ayo sekali lagi, kali ini harus lebih dekat lagi"
Sudah dengan berbagai fose Kim Jongin dan Kyungsoo melakukan foto bersama, namun sedari tadi foto yang dihasilkan oleh Yuri tidak memberikan kepuasan untuknya, hasil jepretan yuri benar-benar jelek, tidak bukan hasil jepretan nya lah yang jelak melainkan dua orang yang menjadi objek foto terlihat begitu canggung dan datar.
Dengan kesal Jongin meraih pinggang ramping Kyungsoo hingga tak ada jarak di antara keduanya, Jongin dan Kyungsoo berdiri sebelahan dengan badan menempel, Kyungsoo dengan wajah kagetnya karena di perlakukan tiba-tiba sementara Jongin dengan ekspressi datarnya.
"beraktinglah jika ingin segera mengakhiri semua ini..." bisik Jongin sambil mencengkram pelan pinggang Kyungsoo hingga membuat Kyungsoo tersenyum canggung pada Yuri yang tengah memegang kamera.
"bisakah kalian lebih mesra lagi" Jongin dan Kyungsoo pun mulai menunjukan kemesraan yang terlihat sedikit aneh keduanya sama-sama tersenyum kaku pada kamera.
"yakk, lebih mesra lagi ayolah, setidak nya Kyungie cium pipi Jongin" yuri benar-benar seperti fotografer yang tengah mengarahkan model di depannnya dengan begitu santainya.
"mwo?" Kyungsoo terkesiap sambil menatap wajah Jongin yang sama terkejutnya.
Perlahan kyungsoo mendekatkan wajahnya ke pipi Jongin, Kyungsoo melakukannya dengan ragu dan malu, Yuri yang merasa pegal saat membidik mereka kini berteriak frustasi.
"yyyak kalian...'' teriak Yuri tak sabar
Chu~
Bibir heratshapes Kyungsoo berhasil mendarat di bibir Jongin, Jongin dan Kyungsoo yang merasa kaget akan pekikan Yuri membuat Jongin mengalihkan wajahnya menjadi kesamping dan otomatis bibirnya bertabrakan dengan Kyungsoo yang sedang mengarahkan bibirnya ke pipi Jongin dengan kaki sedikit berjinjit untuk mencapai tinggi Jongin.
'omo' batin Kyungsoo kaget, dan setelah beberapa detik tautan itu terlepas.
"kyaaaa Jonginie Kyungie..." teriak Yuri kemudian tersenyum puas melihat tiga hasil jepretan barunya di kamera. Padahal di foto itu, wajah Kyungsoo dan Jongin keduanya terlihat begitu lucu. Fose yang sangat unik, mata membulat sempurna saling menatap satu sama lain dengan bibir bertautan benar-benar aneh.
Malam menjelang, Kyungsoo dan Jongin sudah berada di dalam kamar mereka, kamar yang terakhir kali membuat keduanya berdebat, Jongin dan Kyungsoo sudah berbaring dalam posisi saling memunggungi, sepertinya kejaidan tadi membuat keduanya semakin jauh.
Drtdrttdrtttt...
Ponsel milik Kyungsoo bergetar di nakas, dengan sedikit malas akhirnya Kyungsoo mengangkat panggilan tersebut. 'Baekhyun' batin Kyungsoo, kemudian menggeser tanda hijau.
"yeoboseyoo?"
"eum... Kyungie besok jadi kan kita pesta barbeque di rumah mertua mu?"
"em...aku harus bertanya pada Jongin dulu sebentar"
"Jongin" panggil Kyungsoo
"apa?" jawab Jongin tapa melihat Kyungsoo
"tentang pesta itu, apa jadi" tanya Kyungsoo ragu
"terserah kau saja!" ucap Jongin dingin tanpa membalikan posisinya.
"em...iya Baek jadi" jawab Kyungsoo pada Baekhyun kemudian mengakhiri pembicaraan itu.
"amm...enak" ucap Baekhyun ketika menerima suapan dari Chanyeol.
"enak? Lagi aaaa..." ucap Chanyeol lagi sambil menyodorkan satu sendok makanan pada Baekhyun
"yaa... kalian bukannya membantu malah asik bermesra-mesraan!" dengus Jongdae menatap kesal ke arah Chanbaek.
"untuk apa membantu, jika sudah ada empat orang yang masak!" dengus Chanyeol.
"eumm..." Baekhyun mengangguk menyetujui Chanyeol
"cihh..kalian ini" dengus Jongdae tak terima.
"sudahlah chagi biarkan saja mereka, namanya juga pasangan baru~" xiumin mengelus bahu Jongdae—kekasihnya, berusaha menenangkan.
Sementara itu Jongin dan Kyungsoo yang sedang memanggang daging di pemanggangan lainnya, ada dua pemanggangan. sedari tadi Jongin dan Kyungsoo membungkam mulut, Jongin yang fokus dengan daging yang tengah di bakarnya sementara Kyungsoo sesekali dia akan melirik kesetiap pasangan yang sedang bermesraan, sebenarnya Kyungsoo juga kesal dengan Baekhyun yang ber lovey dovey di depannya benar-benar tak tahu tempat dan situasi, oke katakanlah Kyungsoo iri saat ini.
"ta..tapi..." Jongdae masih tak terima
"sudahlah..." ucap Xiumin sambil tersenyum dan senyumannya itu membuat Jongdae terdiam meleleh.
Sementara itu, Tao dan Kriss terlihat sedang membuat minuman bersama, keduanya terlihat begitu bahagia, sesekali Tao akan tertawa ringan karena candaan Kriss.
Membuat Kyungsoo kembali memutar bola matanya malas, oh tidak dia merasa dirinya tidak bahagia saat ini hanya dia seorang diri.
****Kyungsoo-pov****
'aishhh.. apa-apaan ini' aku mendengus sebal dalam hati, aku benar-benar menyesal sudah menyetujui Baekhyun untuk mengadakan pesta di sini, benar-benar membuatku tak nyaman, bagaimana tidak? Disini semua pasangan terlihat bahagia sementara aku? Oh jangan harap, bahkan sudah berapa hari aku dan Jongin saling diam satu sama lain, sebenarnya dia yang bersikap seperti itu membuatku bingung harus berbuat apa. Lihatlah suami ku saat ini, dengan wajah datarnya dia mendiamkan ku, dia tidak melihat wajah ku yang tengah kesal karena melihat ke tiga pasangan yang mengikuti pesta barbeque di taman rumah Jongin ini, terlihat begitu mesra mereka saat ini, tapi tunggu kenapa sedari tadi Luhan dan Sehun belum datang, sudah berapa lama mereka tak kunjung datang,
"hai... semuanya, maaf kami datang terlambat" tiba-tiba terdengar suara Luhan yang baru datang sambil digandeng Sehun di sebelahnya, aku mendongakan kepala melihat ke arah suara yang terdengar begitupun dengan lainnya tapi tidak untuk Jongin,dia masih bergeming pada daging yang tengah di bakarnya.
"ah tidak apa-apa" jawab Xiumin
"ah Luhan bisakah kau bantu aku untuk menyiapkan piring dan lainnya, sepertinya sebentar lagi daging nya akan matang" kudengar Baekhyun yang sekarang sudah berdiri dengan Chanyeol di depan meja berukuran cukup besar sedang menyiapkan peralatan makan.
"ah nde~" jawab Luhan kemudian menghampiri Chanyeol dan Baekhyun, sementara itu aku melihat Sehun yang tengah berdiri memandangi ku intens, entahlah tatapannya sulit untuk aku deskripsikan, aku menghindar dari tatapan tajam Sehun tapi kenapa saat aku beralih kenapa aku melihat Jongin yang sedang menatap ku juga, merasa canggung akhirnya aku menyuruh Sehun untuk menggantikan ku.
"Ah Sehun bisa kah kau menggantikan ku?" pintaku pada Sehun yang masih berdiri. Tanpa dia jawab dia mulai melangkah mendekat ke arah ku.
"aku akan membantu Luhan dan yang lainnya, kau bantu Jongin ne?'' pinta ku sungguh kikuk kali ini.
Aku segera melangkah kan kaki ku mendekat ke arah Baekhyun, chanyeol dan Luhan.
"Luhan-ah bisakah kau tolong ambilkan buah semangka itu, aku akan memotongnya"
"ahh baiklah" jawab Luhan
"TIDAK, tidak..." tiba-tiba terdengar pekikan dari Sehun yang sedari tadi diam, aku menautkan alisku bingung akan kepanikan Sehun 'ada apa' begitulah batin ku.
"aku tidak mau Luhan keguguran"
"MWO?" pekik ku serta yang lain terkeceuali Luhan dan Sehun, Jongin yang mendengarnya pun ikut terlonjak kaget saat mendengar perkataan Sehun.
"apa maksud mu?" kini Chanyeol bertanya, sebenarnya aku lah yang ingin bertanya lebih dulu namun karena kekagetan ku yang masih belum mereda Chanyeol lebih mengawali ku.
"ya Luhan mengandung anaku, usia kandungannya sudah tiga minggu lebih"
"APA?" Kini Baekhyun berteriak karena semakin terkejut dengan perkataan Sehun.
Aku sendiri masih dengan mata melototku tak percaya dengan semua ini, Sehun dan Luhan sudah berbuat, padahal hubungan mereka? arghhh aku pusing sendiri, pantas saja aku melihat gelagat Luhan yang mencurigakan jauh-jauh hari sebelumnya.
Aku melihat Sehun melangkah mendekat ke arah Luhan di peluknya dari belakang tubuh yeoja cantik itu kemudian mengelus perut yang belum buncit itu, aku melihat Luhan yang menatap ku dengan tatapan anehnya kali ini, aku bingung kenapa dia menatap ku seperti itu?
"chagi sebaiknya kau duduk saja, kau dengar apa kata dokter tadi? Kandungan mu ini sedang lemah" ucap Sehun pada Luhan terdengar sangat perhatian, kemudian mereka terduduk di kursi panjang.
'Pantas saja Luhan dan Sehun datang terlamabat' batin ku.
"yakkk Sehun-ah setelah acara makan ini selesai kau harus menceritakan apa yang terjadi, berani-beraninya kau menghamili Luhan sebelum kalian menikah eoh" omel Baekhyun pada Sehun.
''kau lagi Kyungsoo"
"eoh..aku, memangnya aku kenapa?" ucap ku bingung akan sikap Baekhyun yang tiba-tiba
"bantulah suami mu itu"
"ah..i..itu..." aku gugup 'aishhh Baekhyun benar-benar tak memahami situasi ku sekarang ini benar-benar menyebalkan'
"baiklah..." ucap ku lesu kemudian kembali membantu Jongin yang sedang memanggang.
****normal-pov****
Lama Kyungsoo memandangi daging yang sedang di panggangnya, namun pandangan nya kosong kali ini, pikirannya terus berkecamuk akan perasaan nya, perkataan Suho yang menyatakan ingin kembali kepadanya , kini terngiang di telinga Kyungsoo. Dia bingung harus menjawab apa pada Suho, tapi hampir tiga minggu ini dia seolah memberi harapan yang besar pada namja berwajah malaikat itu dia takut bahwa Suho akan sakit hati karenanya jika dia menolak, dan di sisi lain dia tidak ingin melepaskan Jongin begitu saja, dia mencintai Jongin tapi untuk perasaan Jongin dia tidak tahu, sulit rasanya menebak perasaan Jongin. Kyungsoo mendongakan wajahnya saat menyadari satu tetes air matanya mulai meluncur dari pelupuk matanya, dia tidak ingin di ketahui bahwa dia tengah menangis saat ini, tanpa dia ketahui Jongin melihat apa yang Kyungsoo lakukan saat ini,
"Kyungsoo, kau kenapa?'' tanya Xiumin
"ah, gwenchana mataku sepertinya kemasukan sesuatu" ucap Kyungsoo berbohong pada Xiumin.
''sini biar aku lihat...ohh Hufhthhhhh..." Xiumin meniup mata merah Kyungsoo yang sebenarnya tidak sakit.
"gumawo..." ucap Kyungsoo di balas senyuman Xiumin,
"ahh kekasih ku ini baik hati sekali" tiba-tiba Jongdae mencubit gemas pipi Xiumin membuat pemilik pipi kini meringis kesakitan, sementara Kyungsoo hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Jongdae dan Xiumin lagi-lagi hatinya merasa iri. 'kapan aku akan seperti itu?' batin Kyungsoo.
Acara makan Barbeque di mansion besar Kim sudah berlalu beberapa menit tadi dan saat inilah, semua yang mengikuti pesta sederhana itu tengah berkumpul sesuai kesepakatan tadi bahwa Sehun harus menceritakan tentang dia dengan Luhan, selain mereka saat ini, kini terlihat Yuri datang mendekat dan bergabung di meja.
"eomma kenapa eomma datang saat kami sudah selesai makan?" Ucap Kyungsoo kali ini
"hehe eomma sengaja, eoma tidak ingin melihat kemesraan-kemesraan kalian, lihatlah kalian semua berpasangan sementara eomma, andai saja suami ku ada di sini pasti aku akan ikut bergabung sedari tadi" ucap Yuri panjang lebar, membuat Jongin harus menatapnya malas, ada apa dengan eomma nya ini benar-benar tak ingat umur itulah pikir Jongin.
"eoh Luhan wajah mu pucat sekali" cemas Yuri saat melihat wajah pucat Luhan.
Yuri sudah mengetahui Luhan sejak Sehun dan Luhan datang ke Rumah tadi,
"eh, gwenchana bibi"
"sepertinya Luhan kelelahan bibi" kini Sehun membuka mulut.
"ah.. kau harus istirahat Luhan, dan jaga kesehatan mu" ucap Yuri tersenyum simpul.
"AH..Sehun ini saat nya kau menceritakannya pada kami semua" tiba-tiba Baekhyun berucap dengan begitu semangat di tengah-tengah keheningan yang terjadi beberapa saat.
Semua orang yang mendengar penjelasan Sehun hanya bisa menatapnya dengan tatapan tak percaya, Sehun sedikit mengubah kejadian sebenarnya karena dia tidak ingin masalah ini berlarut-larut,wajah Yuri yang tadinya kaget berubah menjadi sendu saat melihat Luhan.
"ah tidak apa Luhan, ahjuma mengerti. Dan kau Sehun kau harus segera menikahi nya ne?"
"mwo?" semua terpekik terkecuali hunhan, yuri dan Jongin
"iya, memangnya kalian semua ingin melihat Luhan menderita?" dengus Yuri
"ahjumma aku sudah berencana akan menikahinya dua minggu lagi" Sehun berbicara dengan wajah seriusnya kali ini.
"benarkah, itu bagus lebih cepat lebih baik" ucap yuri dengan seyum tak pernah luntur.
"ahh, jadi tinggal tiga pasangan lagi disini yang belum merencanakan pernikahan, eomma tunggu kabar baiknya. Dan kau Juga Jongin kapan kau memberikan eomma cucu?" kini tatapan Yuri berubah menjadi garang.
Semua orang disana hanya bisa melotot melihat ke arah Jongin dan Kyungsoo bergantian, ya terkecuali Yuri dan Sehun. Pasalnya selain mereka berdua, semua tahu bahwa Jongin dan Kyungsoo selama ini..., ya kalian tahu bukan.
Kyungsoo hanya bisa menundukan kepalanya tak ingin membahas semua ini, hatinya terlalu perih jika sudah menyangkut ini.
Jongin menyadari perubahan raut wajah Kyungsoo, istrinya kini terlihat sedih Jongin yang melihatnya pun sampai tak sanggup dan hanya bisa mengalihkan pandangannya.
"apakah Kyungsoo belum—" Sehun yang baru saja akan menanyakan sesuatu tiba-tiba terpotong oleh Kyungsoo
"aku permisi dulu" ucap Kyungsoo kemudian mulai berdiri.
"kau mau kemana?" kini Jongin menahan tangan kanan Kyungsoo.
Yuri dan yang lainnya hanya bisa bingung dengan Jongin dan Kyungsoo saat ini, Yuri mulai curiga, apakah Jongin dan Kyungsoo selama ini belum bersatu, tapi Yuri selama ini sudah mengira bahwa Jongin dan Kyungsoo baik-baik saja, melihat pancaran aneh dari mata eomma nya, Jongin segera berdiri menahan Kyungsoo yang akan pergi, mata gadis mungil yang ditahan nya kini terlihat berkaca-kaca sepertinya istrinya ini akan menangis, ditariknya Kyungsoo dengan gerakan cepat dia menarik tengkuk Kyungsoo memegang pinggang ramping istrinya itu dan...
CHU~~
Mencium bibir Kyungsoo lembut, Kyungsoo yang merasakan adanya benda kenyal dan basah tengah menempel di bibirnya hanya bisa menutup mata, tak lama kemudian dia mengalungkan kedua tangannya di leher Jongin, lelaki tan itu menekan tengkuk istrinya lebih dalam dan lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi lumatan-lumatan yang saling membalas, tidak munafik keduanya ingin merasakan bibir mereka bertautan seperti ini, sudah sejak lama.
Semua orang yang melihat kejadian di hadapan mereka hanya bisa membelalakan matanya lebar-lebar seolah tak percaya dengan tontonan di depan mereka, Kyungsoo dan Jongin berciuman panas di depan mereka dengan cukup lama? Ohh siapa di antara mereka yang akan percaya, mungkin yang percaya hanya lah Sehun dan Yuri. Bahkan dengan kedua orang yang tengah memagut bibir itu seolah tak percaya dengan apa yang mereka lakukan sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
~to be continue~
Note : author kasih clue untuk chap selanjutnya, author bakal masukin adegan yang ada hubungganya dengan drakor Lie To Me, itu tuh yang ada botol colla jatuh ke lantai, entah kenapa author pengen masukin adegan itu.
Gimana Gimana chap 17 ini membosankan gak? Duhhhh cahp ini word lumayan banyak , satu chap lagi end readers mau nya end apa enggak? Dan kayanya endingnya bakalan gantung deh...
.
.
.
MIND TO REVIEW ^^
.
.
.
****xoxo***
Kiss hug
Bye-bye
