Maybe You Feel Like What I Feel
Salam readers 12154kaisoo comeback, berapa lama gk update, gk terlalu lama kan, pasti kalian pada nunggu *plak
Langsung aja, semoga readers gak kecewa, maaf juga gak bisa bales reviewnya.
****HAPPY READING***
.
.
SORRY FOR TYPOS
.
.
REVIEW, FAVORITES AND FOLLOW PLEASE
.
.
.
.
BACA NOTE PALING BAWAH
CHAP SEBELUMNYA
CHU~~
Mencium bibir Kyungsoo lembut, Kyungsoo yang merasakan adanya benda kenyal dan basah tengah menempel di bibirnya hanya bisa menutup mata, tak lama kemudian dia mengalungkan kedua tangannya di leher Jongin, lelaki tan itu menekan tengkuk istrinya lebih dalam dan lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi lumatan-lumatan yang saling membalas, tidak munafik keduanya ingin merasakan bibir mereka bertautan seperti ini, sudah sejak lama.
Chap 18
Semua orang yang melihat kejadian di hadapan mereka hanya bisa membelalakan matanya lebar-lebar seolah tak percaya dengan tontonan di depan mereka, Kyungsoo dan Jongin berciuman panas di depan mereka dengan cukup lama? Ohh siapa di antara mereka yang akan percaya, mungkin yang percaya hanya lah Sehun dan Yuri. Bahkan dengan kedua orang yang tengah memagut bibir itu seolah tak percaya dengan apa yang mereka lakukan sekarang.
Jongin melepaskan tautan bibirnya dari bibir merah Kyungsoo setelah tangan Kyungsoo mendorong bahunya pelan. Mendapat perlakuan Kyungsoo yang bereaksi seperti itu, Jongin tidak terima.
"aku hanya berakting" bisik Jongin berbohong di depan bibir Kyungsoo. Kyungsoo yang masih terengah-engah, seketika jantung nya serasa di cekat. 'aku hanya berakting' Kyungsoo masih mencerna perkataan Jongin. Seketika itu hati Kyungsoo seperti di porak- porandakan, hancur berkeping-keping.
"eomma, Kyungsoo malu mengatakan kalau dia sudah hamil sekarang" ucap Jongin berbohong sambil memegang pinggang ramping Kyungsoo menghadap kesemuanya,
Deg
Bagaimana Jongin bicara seperti itu pikir Kyungsoo, Kyungsoo hanya bisa menunduk tak ingin menunjukan bola matanya yang kini sudah terlihat merah dan berkaca-kaca menahan tangisnya agar tak pecah, dan dia tak tahu harus berbuat apa.
Tidak hanya Kyungsoo yang terkejut, semua orang yang mendengar perkataan Jongin hanya bisa membulatkan matanya, terkecuali Sehun namja berkulit putih itu kini menampilkan ekpresi yang sulit di artikan.
"be..benarkah Kyungie?" gagap Yuri bertanya pada Kyungsoo yang masih menunduk
''nde eomma, iya kan sayang?" ucap Jongin lagi sambil tersenyum, kemudian bertanya pada Kyungsoo sambil mengeratkan kembali rangkulannya. Sebenarnya Jongin merasa bersalah saat ini.
"nde~" lirih Kyungsoo mengikuti kebohongan Jongin.
"syukurlah... Oh ya Tuhan, eomma benar-benar menyayangi mu Kyungie. terimkasih..terimakasih..." Yuri memeluk Kyungsoo, sementara itu Kyungsoo tak bisa menahan tangisnya lagi saat ini, dia menangis di bahu Yuri.
"Uljima... kenapa menangis, seharusnya kau bahagia Kyungie, sebentar lagi kau akan menjadi ibu...sudah..." Yuri mengusap punggung Kyungsoo menenangkan.
.
.
.
Suara dentingan piring dan sendok terdengar mendominasi keheningan yang terjadi setelah beberapa menit pesta barbeque di mansion keluarga Kim selesai. Kini terlihat dua orang yang tengah membereskan peralatan yang di pakai selama acara pesta kecil tadi, keduanya terlihat diam satu sama lain enggan bicara dengan ekspressi dingin tak lepas dari wajah keduanya, tak tahan dengan keheningan yang sudah terjadi sedari tadi akhirnya Kyungsoo membuka suara, dia sudah tidak tahan membendungnya lagi dia ingin meluapkan segala amarah yang dia tahan saat ini.
"Jongin" panggilnya
"..." namun Jongin masih diam tak menjawab
"JONGIN?" Kini Kyungsoo mulai menaikan nada bicaranya,karena tersulut emosi.
"apa?" jawab Jongin santai dengan wajah dingin nya.
"cih APA katamu?" decak Kyungsoo kesal dengan menekan kata yang di ucapkan Jongin tadi.
"apa maksudnya dengan kau yang berbicara omong kosong di hadapan mereka semua tadi eoh?" Kyungsoo bicara dengan wajah memerah karena marah.
"kau tidak lihat tatapan eomma yang—"
"persetan dengan semua itu, kau selalu saja memikirkan perasaan eomma mu sementara dengan ku, kau mengambil keputusan dengan begitu egoisnya, kau sama sekali tidak memiliki perasaan...hiks..hiks...aku membenci mu..." ucap Kyungsoo terdengar kasar dan berteriak, dia tidak dapat membendung tangisnya lagi saat ini
Dia berlari memasuki rumah, meninggalkan Jongin yang kini terpaku di tempatnya mata Jongin terlihat berkaca-kaca saat ini, dia merasa sesak saat melihat Kyungsoo menangis dan marah padanya. Satu hal yang ditakutkan olehnya lagi saat ini dia takut kalau Kyungsoo benar-benar membencinya.
'jangan membenci ku soo ku mohon, aku mencintai mu, aku tak ingin kau lepas dari ku' ucap Jongin sambil menangis tanpa suara dan memukuli dadanya yang terasa sesak.
.
.
.
.
***Jongin-pov***
Aku berjalan mendekati pintu kamarku, kepala ku terasa pusing saat ini yang aku butuhkan hanyalah berbaring di ranjang dan tidur, tapi tunggu didalam kamar ku sekarang sudah ada istriku yang mungkin sudah tertidur, ya ini sudah jam sebelas malam pasti dia sudah tidur pikir ku, kemudian aku mulai membuka pintu kamarku dan saat itu aku melihat dia yang tengah duduk di tepi ranjang sambil menatap layar ponselnya, ternyata dia belum tidur. Kulihat matanya yang sembab kali ini, dia menangis karena ulahku, sungguh aku tak bermaksud membuatnya menangis aku lebih menyukai dia yang selalu mengomeli ku jika dia marah, dan aku rindu tatapan dan senyum lembutnya yang akhir-akhir ini tidak di tunjukan nya lagi padaku.
Aku lihat dia membaringkan tubuhnya menyamping tak melihat ke arah ku saat aku mulai mendekati ranjang, oke malam ini kami akan kembali tidur dalam posisi memunggungi lagi.
.
.
.
"hiks...hiks..." ku dengar dia terisak tertahan, sepertinya tak ingin diketahui olehku saat ini, mungkin dia takut membangunkan ku padahal aku pun belum tidur saat ini, aku tak bisa tidur karena perasaan bersalah ini.
'mianhe soo' batin ku, ingin sekali aku merengkuh tubuhnya saat ini juga,
"appa eomma aku ingin pulang..." ucapnya pelan sambil terisak, dada ku semakin sesak saat mendengar ucapannya, aku dapat merasakan ranjang yang sedikit tergoncang, karena dia menagis dengan tubuhnya yang bergetar..
'tidak kau tidak boleh pulang?' batin ku lagi, baru saja aku akan menggerakan posisiku untuk menghadap nya namun aku tidak jadi melakukannya karena...
****Normal-Pov***
Kyungsoo berbalik menghadap punggung Jongin
"Jongin, Suho dia...meminta ku untuk kembali dengannya...hiks..." ucap Kyungsoo pelan di belakang Jongin, dia mengira Jongin sudah terlelap sekarang, ya karena ini sudah larut jadi Kyungsoo berpikir seperti itu.
Jongin hanya bisa membelalkan matanya saat ini, dia takut jika...
"apa aku harus menerimanya kembali?'' tanya nya lagi walaupun tak mendapat jawaban
Deg,
Jongin semakin kaget namun dia masih bisa mengontrol tubuhnya, istrinya meminta pendapatnya tentu saja dia akan menjawab 'tidak, jangan'.
"ah untuk apa aku bertanya pada mu, tentu kau tidak akan peduli dengan ku bukan?' tanya nya lagi, kali ini Jongin benar-benar menentang ucapan itu. Masih dengan posisinya saat ini, Jongin ingin mendengar semua ucapan Kyungsoo.
"selama ini aku berusaha untuk membuka hati mu Jongin tapi rasanya sulit sekali, kau tahu Jongin sepertinya Suho menaruh harapan besar padaku karena sikap ku yang seolah kembali mencintainya, kau tahu karena apa aku bersikap seperti itu, itu semua karena mu Jongin, aku juga merasa bersalah pada Suho karena telah memanfaatkannya, dan dia sekarang meminta ku untuk kembali padanya, aku tidak mau Jongin..., tolonglah cegah aku, agar aku tidak menerimanya setidaknya aku memiliki alasan yang kuat untuk bisa menolaknya, selama ini dia tidak tahu jika aku sudah menikah dan aku bingung bagaimana cara agar aku bisa menolaknya, aku tak punya alasan..." monolog Kyungsoo seperti orang gila yang bicara sendiri tanpa ada lawan bicara.
Hening bebebrapa saat
"haha, menyedihkan sekali hidup ku ini, untuk apa kau berbicara pada nya Kyungsoo dia sedang tidur saat ini, yahh walaupun kau mengatakannya di depannya sekalipun pasti dia tidak akan mendengar" Kyungsoo tertawa hambar, dan merutuki dirinya sendiri yang sudah bersikap bodoh seperi ini.
"ahhh" kyungsoo mendesah membuang nafasnya kasar, tidak di sangka dengan ungkapan-ungakapan yang di luapkannya tadi membuat hatinya sedikit tenang dan membuat tangis nya mereda.
tangan mungilnya menarik selimut hingga batas dada, masih dengan posisinya menghadap punggung suaminya,
"saranghe Jongin jaljayo" ucapnya kemudian memejamkan matanya yang terasa lelah karena sedari tadi menangis.
Deg
'saranghe Jongin?' batin Jongin kaget. Lama berkecamuk dengan pikirannya, Jongin masih tak percaya dengan ucapan Kyungsoo tadi. Tak lama kemudian, dia membalik posisinya mengahadap Kyungsoo. "nado nado saranghe'' ucap Jongin lirih, sampai tak di dengar Kyungsoo yang sudah tidur menyelami mimpinya, tak lama kemudian dia pun menyusul Kyungsoo untuk mengukir mimpinya dengan tangan memeluk punggung Kyungsoo, perasaan nya lega saat ini.
Jongin terbangun pagi hari, namun dia tak mendapati Kyungsoo di sebelahnya pagi ini. Sesaat sudut bibirnya tertarik ke atas membentuk senyum yang sangat manis, Jongin mengingat ucapan Kyungsoo semalam. Hatinya merasa hangat setelah mengetahui pengakuan Kyungsoo, ya walaupun dia belum memberitahu secara langsung pada Kyungsoo akan perasaan nya, tapi dia sangat senang hari ini hatinya begitu berbunga-bunga.
"pagi Eomma,..." sapa Jongin terdengar di ruang dapur yang kini sudah ada dua wanita di dalam nya.
"ahh pagi Jongin, kau ceria sekali"
"nde, eomma~"
"pagi yeobbo..." ucap Jongin sambil mencium kening Kyungsoo, Kyungsoo hanya bisa diam dia tidak mengerti akan sikap Jongin pagi ini, padahal mereka sedang bertengkar, ah 'akting' pikir Kyungsoo tersadar karena ada eomma Jongin saat ini, tapi kenapa Jongin mencium keningnya lama, dan jika dia berakting seharusnya dia juga menyapa 'bayi?' yang ada di perut Kyungsoo. Baru saja perasaannya menghangat namun dia kembali sakit, ya ini hanya akting final Kyungsoo.
"pagi aegi~" sapa Jongin sambil mengelus perut datar Kyungsoo. Ingin sekali rasanya Kyungsoo memukul kepala suaminya dengan sodet yang tengah dia pegang saat ini, biar mati saja mahluk hitam di hadapannya ini, benar-benar tak peka pikir Kyungsoo.
Padahal Jongin melakukannya dengan tulus saat mencium kening Kyungsoo tadi, namun saat menyadari bahwa kini Kyungsoo sedang mengandung tidak lebih tepatnya pura-pura, mau tak mau dia harus melakukan aktingnya lagi, dia tidak mau jika eomma nya mengetahui kebohongan semua ini, dan Jongin sudah merencanakan untuk memperbaiki semua masalah ini, dia akan menyatakan cintanya pada Kyungsoo.
Kyungsoo dan Jongin malam ini sedang mempacking barang-barang yang akan mereka bawa untuk pergi ke luar negri, ya rencana bulan madu ke paris yang sudah di rencanakan oleh eommanya. Karena semua persiapan sudah siap, mau tak mau Kyungsoo dan Jongin harus menuruti kemauan yeoja paruh baya itu, karena sudah menyiapkan dari jauh-jauh hari Kyungsoo dan Jongin hanya tinggal mengemasi barang-barang mereka, terlihat kini Kyungsoo tengah kesal menatap kopernya, bagaiman tidak kesal, pakaian yang di belikan oleh eomma Jongin sangat-sangat 'ugh' menurut Kyungsoo, ini benar-benar di rencanakan untuk bulan madu, ya memang nya untuk apa lagi?. Pergi keparis di musim panas ini membuat Kyungsoo sedikit bahagia awalnya, kenapa sedikit senang? ya sesekali dia bisa menenangkan pikirannya, tapi saat melihat pakaian-pakaian yang harus dia bawa benar-benar membuatnya ingin membatalkan rencana bulan madu yang sudah di siapkan Kim Yuri. Pakaian itu di dominasi dengan lingerie sexy berbahan tipis dan pakaian sexy lainnya. Walaupun ada sedikit baju yang bisa menutupi tubuhnya ya itupun hanya dress dan celana jeans mana mungkin dia tidur mengenakan itu. Sikap Jongin dengan Kyungsoo? Kyungsoo sedikit heran terhadap sikap Jongin selama satu hari penuh ini, namja tan itu memperlakukannya begitu lembut dan perhatian. Namun dia hanya menanggapinya dengan sikap datar.
.
.
.
Setelah beberapa jam Jongin dan Kyungsoo melakukan perjalanan udara akhirnya mereka tiba di tempat tujuan mereka, yaitu Paris. kota yang begitu di dambakan untuk setiap pasangan yang ingin merasakan bagaimana nuansa kota yang identik dengan kesan keromantisan, Kyungsoo sangat senang akhirnya dia bisa berlibur keluar negeri. Dulu mantan kekasihnya -Suho berjanji akan menikahinya dan pergi membawanya berbulan madu ke kota paris ini, namun sepertinya itu hanyalah kata-kata manis yang di ucapkan oleh suho tanpa ada makna di baliknya, hanya omong kosong. Terasa miris memang, namun Kyungsoo senang saat ini karena dia bisa pergi bersama suaminya –Jongin, yang sangat dia cintai sekarang, hanya saja untuk perasaan Jongin, Kyungsoo belum tahu tentangnya.
"OMO" Kyungsoo terlonjak kaget saat bahunya tersenggol dari arah belakang oleh seseorang hampir saja ia jatuh tersungkur jika tidak ditahan oleh tangan kekar yang melingkar di perutnya.
"yyak..." Jongin menatap kesal pria yang kini sudah tak terlihat keberadaanya karena terlalu banyak orang yang menghalangi. Jongin yang baru saja membuka mulut ingin mengumpati pria tersebut tidak jadi karena Kyungsoo yang beralih menatapnya saat ini.
"gumawo Jongin" ucap Kyungsoo
"nde" Jongin pun mengambil tas yang di pegang tangan Kyungsoo dan memakainya di bahu kiri kokohnya, menautkan kelima jarinya di sela-sela jemari kiri Kyungsoo dan kembali berjalan bersama. Sementara Kyungsoo dia hanya bisa diam menerima perlakuan Jongin, hatinya sungguh amat senang kali ini.
"aku tidak mau jika kau tersesat nanti, pasti aku susah mencari mu karena badan mu yang mungil ini tidak terlihat di tengah kerumunan orang sebanyak ini" Jongin mengeratkan genggamannya, sementara itu Kyungsoo yang mendengar perkataan Jongin kembali menghentikan langkahnya dan mendelik tajam pada wajah Jongin.
"yak, kau pikir aku anak kecil yang akan menangis di tengah kerumunan orang sebanyak ini jika tersesat eoh, walaupun aku pendek aku bisa mengurus diriku sendiri'' Kyungsoo melepaskan genggaman Jongin dan berjalan menarik kembali koper yang berada di tangan kanannya, Jongin yang melihatnya hanya bisa tertawa tanpa suara saat melihat Kyungsoo yang berjalan begitu saja dengan kaki yang terlihat menyentak lantai sebelum melangkah, Kyungsoo begitu lucu menurutnya apalagi kini terlihat bibir Kyungsoo mengerucut lucu dan tambah membuatnya gemas.
"ya Kyungsoo-ya, tunggu aku"
''menjauh lah, aku sebal melihat wajah mu" Kyungsoo mempoutkan bibirnya lucu
"Kyungsoo" Jongin menarik tangan Kyungsoo dan kembali menyelipkan jari-jari nya di jemari lentik Kyungsoo dengan lembut,
"kau sensitive sekali, aku minta maaf... baiklah, kajja..." ucap Jongin di balas tatapan bingung Kyungsoo.
Sepertinya mereka sudah kembali ke sikap asli mereka masing-masing.
Kyungsoo dan Jongin sudah sampai di sala satu hotel mewah pukul 08.00 am waktu setempat, hotel yang sudah di pesan oleh eomma Jongin ini merupakan sala satu hotel terdekat dengan icon kota paris yaitu menara eiffel. Kyungsoo menyingkab gorden yang menutupi jendela berukuran besar dihadapannya, matanya berbinar saat melihat menara eiffel yang sangat jelas di depan matanya, Kyungsoo menghela nafas sesaat Jongin yang melihat nya pun hanya bisa tersenyum simpul.
'Jongin, jaga calon bayi didalam perut Kyungsoo, kalau bisa kau buatlah bayi di dalam perut Kyungsoo menjadi dua' perkataan terakhir dari Yuri terdengar kembali di telinga Jongin, membuat Jongin tersenyum-senyum sendiri memikirkannya. #ayolohhh mikirin apaan *abaikan
"hahh..." desah Jongin sambil menghempaskan badanya pada ranjang empuk berukuran king size.
"Kyungsoo"
"hmm..."
"kau tidak lelah?''
"tidak, entah kenapa aku merasa sangat semangat pagi ini"
"benarkah? Apa kau mau melihat langsung menara eiffel dari dekat?'' Kyungsoo mengalihkan pandangannya menghadap Jongin yang tengah tersenyum.
"kau serius? Apa kau tidak lelah?" katakanlah Kyungsoo perhatian saat ini.
"tidak, segeralah bersiap-siap" ucap Jongin sambil tersenyum
"eumm..." jawab Kyungsoo sambil mengangguk semangat.
.
.
.
.
.
Jongin sampai di kawasan menara eiffel tidak terlalu banyak orang kali ini, Jongin dan Kyungsoo belum memutuskan untuk masuk dan melihat lebih dekat lagi, Kyungsoo merasa pegal di kakinya dan merasakan sakit di perutnya saat ini.
"Kyungsoo-ya gwenchana?" Jongin menghentikan langkahnya saat melihat Kyungsoo yang berhenti berjalan dengan tangan memegang perutnya.
"tidak apa-apa Jongin, perutku hanya sakit"
"sakit? Kyungsoo...kau tidak benar-benar hamil kan?" pertanyaan tak masuk akal Jongin langsung berbuah injakan dari kaki mungil Kyungsoo.
''aww..appoyo..." ringis Jongin mengelus kakinya.
"yyak,kau sendiri yang bilang aku hamil kenapa malah bertanya?"
"jadi...kau benar-benar?"
Puk
Satu jitakan berhasil mendarat di kepala jenius Jongin
"isshh...tentu saja tidak...kau ini..." geram Kyungsoo kemudian berjalan meninggalkan Jongin yang masih mengelus kepalanya.
'kenapa perutku sakit sekali?' batin Kyungsoo, ''aishh tanggal berapa ini? Aku belum mendapat 'tamu ku' bulan ini?'' Kyungsoo tersadar, pasti dia sakit perut karena dia datang bulan hari ini.
"Kyungsoo, tunggu aku..." ucap Jongin menyusul Kyungsoo yang sudah berjalan jauh di depannya.
"hah..hah..jalan mu cepat sekali?" ucap Jongin terengah-engah.
"Kyungsoo kenapa kau sensitive sekali hari ini?" ucap Jongin mensejajari langkahnya dengan langkah Kyungsoo. Jongin tersentak kaget saat Kyungsoo tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"perutmu sakit? Ucap Jongin kini dengan wajah cemasnya.
"eum...kau tidak usah khawatir, ini biasa"
"biasa?"
"sudahlah lelaki tidak akan mengerti" ucapan Kyungsoo membuat Jongin semakin bingung. Perasaan nya yang khawatir membuat otak jeniusnya tak berjalan sekarang.
"ya sudah... jika kau sakit lagi sebaiknya kita ke hotel saja ne" ucap Jongin
"eum..." jawab Kyungsoo dengan malas.
Keduanya pun kembali berjalan menyusuri jalan dengan langkah perlahan,
Kyungsoo tertegun saat melihat sepasang kekasih tengah berciuman mesra tak jauh dari posisinya saat ini, Kyungsoo menatap kosong ke arah dua orang yang tengah bertautan bibir itu, Kyungsoo mengingat semua ciuman nya dengan Jongin ya ciuman pertama di saat hari pernikahan sampai terakhir kalinya mereka berciuman begitu panasnya di depan sahabat-sahabatnya dan mertuanya, wajah Kyungsoo memerah saat mengingat kejadian ciuman terakhirnya itu, membuatnya salah tingkah saat ini apalagi saat ini dia tertangkap basah oleh Jongin, lelaki itu hanya bisa ber-smirk saat melihat arah pandangan Kyungsoo.
"kau melihat apa?'' tanya Jongin dengan wajah sok polosnya.
"t..tidak, aku tidak melihat apa-apa" jawab Kyungsoo dengan wajah di hiasi semburat merah.
"kau melihat itu?" goda Jongin sambil menggerakan dagunya mengarah ke arah orang yang tengah berciuman mesra.
"t..tidak" Kyungsoo gelagapan.
"ah disini panas sekali, sebaiknya kita beli minuman segar" ucap Jongin mengalihkan perhatian kemudian menggenggam tangan Kyungsoo.
"Jongin-ah" panggil Kyungsoo, mereka kini tengah berjalan beriringan
"apa?"
"bisakah kita membeli minumnya di supermarket saja?"
"baiklah ayo..."
.
.
.
.
Jongin dan Kyungsoo sampai di salah satu Supermarket terdekat Hotelnya,
"Jongin, kau tidak usah mengikuti ku...!" rengek Kyungsoo yang sedang mendorong trolli di depannya, sementara Jongin kini tengah sibuk mengedarkan pandangannya ke rak-rak yang menyajikan barang-barang.
"memangnya kenapa lagi pula trolli nya di pegang oleh mu, aku masih ingin membeli camilan lagi"
"yakk Jongin memangnya apa lagi yang mau kau beli ini sudah terlalu banyak" omel Kyungsoo kembali, Jongin benar-benar menguras kesabarannya kali ini.
"oke-oke baiklah, ayo kita ke kasir saja"
"tunggu dulu aku belum mengambil barang yang aku butuhkan''
"lalu kenapa kau belum mengambil nya? memangnya kau ingin membeli apa?" Jongin benar-benar cerewet kali ini, tidak tahu apa Kyungsoo saat ini sedang sensitive karena datang bulannya belum lagi dia harus membeli barang yang dia butuhkan sekarang-'pembalut' Kyungsoo malu jika harus mengambil barang itu di hadapan Jongin.
"kau tidak perlu tahu'' ujar Kyungsoo kemudian mendorong trollinya meninggalkan Jongin.
"yakk Kyungsoo –ya, tunggu aku"
.
.
.
.
Kyungsoo dan Jongin sudah sampai di Hotel, Kyungsoo menaruh dua bingkisan barang-barang yang tadi di belinya di atas konter dapur yang menghalangi dapur hotel dengan ruang utama dalam kamar hotel itu, Kyungsoo tidak langsung mengeluarkan barang-barang yang di belinya tadi dia menyuruh Jongin untuk membereskan nya, sementara dia dengan gerakan tergesa-gesa dia langsung melesat ke kamar, dia ingin segera membersihkan tubuhnya saat ini, sekalian menyergarkan badanya yang terasa gerah karena cuaca di siang hari ini yang benar-benar terik.
Jongin yang melihat tingkah Kyungsoo hanya bisa menatap heran,
'bawa apa dia' batin Jongin, ketika melihat kepergian Kyungsoo yang membawa satu barang yang di belinya tadi.
Jongin hanya menggedikan bahunya tak peduli kemudian mulai memasukan barang-barang yang di belinya kedalam kulkas.
Hampir lima belas menit Kyungsoo belum keluar dari kamar, sementara Jongin dia masih tiduran di sofa. Karena rasa lapar yang mulai terasa, Jongin memutuskan untuk mengambil snack yang di belinya tadi, baru saja Jongin akan meraih gagang pintu kulkas namun gerakannya terhenti ketika melihat Kyungsoo datang dengan penampilannya yang sangat sexy siang ini, kaki mungil Kyungsoo hanya menggunakan hotpants yang hanya menutupi setengah pahanya membuat kulit putih mulusnya terlihat sangat jelas di siang hari begini, belum lagi lihatlah atasan yang dia pakai, berbahan tipis berwarna putih dengan tanktop berwarna putih didalamya membuat tubuh bagian atas Kyungsoo terlihat hampir jelas, pundak dan leher putihnya kini terekspos jelas, #salahkan Kim Yuri. Kyungsoo mengikat rambutnya asal membuat leher jenjangnya itu kini terlihat sempurna, Jongin yang melihatnya pun sulit untuk menelan ludah, fantasi liarnya mulai menjalar di otaknya saat ini.
"Jongin-ah, apa kau lapar?"
"eoh, nde baru saja aku akan mengambil camilan" Jongin berusaha bersikap santai.
"sebaiknya kau makan saja, aku akan membuat pasta kita makan bersama bagaimana?."
"ahh baiklah~" Jongin pun tidak jadi mengambil camilan didalam kulkas.
Kyungsoo pun mulai mendekati kulkas bermaksud untuk mengambil bahan-bahan yang akan di masaknya, baru saja dia menaruh barang-barang itu di atas kulkas gerakannya terhenti saat Jongin memanggilnya
"Kyungsoo"
"nde?" jawab Kyungsoo sambil membalikan badannya.
"bisa tolong ambilkan minuman soda ku?"
"ah, tentu.."
"ini..." Kyungsoo memeberikan satu botol minuman soda yang tadi di beli oleh Jongin.
"gumawo..." ucap Jongin kemudian mulai membuka minuman soda berwarna merah 'coccacolla' berukuran cukup besar itu dan meneguk sampai seperempatnya habis. #haus kah kau Jongin?
"Jongin, apa kau haus sekali?" tanya Kyungsoo dengan wajah polosnya saat melihat Jongin yang tengah meminum minuman nya.
"eum..kau mau, di kulkas masih ada satu lagi" ucap Jongin sambil menunjukan dengan botol minuman bersoda itu pada kulkas.
"apa boleh aku meminumnya?"
"eum, boleh" jawab Jongin lembut.
"gumawo..." Kyungsoo pun kembali mendekati kulkas dan mengambil satu botol minuman soda yang masih tersisa di dalam kulkas dan menghampiri Jongin bermaksud minum bersama.
Baru saja Kyungsoo akan memutar penutup botol minuman soda itu namun gerakannya terhenti saat terdengar bunyi bip lembut pada ponsel yang berada di atas kulkas. Kyungsoo pun menaruh minuman nya yang masih utuh dan belum terbuka tersebut di atas konter, dan berjalan meghampiri ponselnya, melihat pesan yang masuk .
Pikiran jahil melintas di kepala Jongin saat melihat satu botol colla yang masih tertutup dan utuh, kemudian dia melirik Kyungsoo sejenak dan setelah itu dia mengambil minuman Kyungsoo mengocoknya hingga air didalamnya memunculkan gelembung-gelembung busa yang berkumpul di atas permukaanya, Jongin terus mengocoknya dengan wajah yang sangat terlihat menyebalkan saat ini, saat melihat Kyungsoo yang mulai membalikan badannya dia segera menaruh minuman bersoda itu di tempatnya, dia hanya bisa menahan tawanya saat Kyungsoo mulai membuka tutup botol itu, dia sudah membayangkan bagaimana wajah Kyungsoo yang terkejut dengan air soda yang menyembur ke wajahnya, dan...
Zusssstttttt...
Byuuurrrrrrrrrrr...
Air soda berwarna merah itu seketika menyembur wajah cantik Kyungsoo, membuat Kyungsoo memekik karena kaget.
"Kyaaaaa..." Kyungsoo mengarahkan botol yang masih menyemprot itu ke segala arah, hingga Jongin pun terkena sedikit karena ulahnya.
Jongin tertawa puas saat melihat reaksi Kyungsoo yang terlihat begitu kaget. Mata Kyungsoo kini masih terlihat terpejam dengan mulut membulat, wajah dan tubuh bagian atasnya kini terlihat basah karena minuman nya tadi, lihat lah rambutnya yang juga basah karena air soda itu, membuat anak rambut Kyungsoo yang terjuntai kini terlihat basah meneteskan air soda itu mengalir ke lehernya. Air soda itu juga sedikit masuk kedalam mulut Kyungsoo dengan cepat, membuat Kyungsoo mau tidak mau harus menelannya tadi. Jongin yang merasa berhasil menjahili istrinya ini hanya bisa tertawa sambil memegangi perutnya, Kyungsoo benar-benar lucu saat ini, namun aksi mentertawakannya seketika menghilang saat melihat Kyungsoo yang kini sudah menatapnya tajam.
"haha...maaf Kyungsoo" Jongin meminta maaf masih dengan tawa nya.
"maaf, katamu...yakkk terima lah ini..." Kyungsoo segera mengambil minuman milik Jongin lalu mengguncangnya dengan keras dan membukanya dengan cepat mengarahkannya ke wajah Jongin hingga namja tan itu tak bisa menghindar karena gerakan Kyungsoo yang kesit.
"yakk Kyungsoo, sudah hentikan..." Jongin berlari lari kecil sambil menutup wajahnya menghindari Kyungsoo.
"tidak akan, Jongin haha.." Kyungsoo kegirangan saat melihat wajah Jongin yang sama seperti dirinya saat ini dia terus mengguyur Jongin dengan air soda yang masih tersisa.
"haha, Kyungsoo-ya ampuni aku, sudah hentikan...''
Grep
Kedua tangan Kyungsoo di pegang oleh tangan Jongin, masih dengan nafas keduanya yang terengah-engah, senyum di wajah Kyungsoo menghilang saat melihat melihat tatapan Jongin yang menatap tepat pada matanya, mata keduanya kini turun menatap bibir satu sama lain yang terlihat basah dan merah karena 'colla'.
Kyungsoo menutup matanya saat Jongin mulai memiringkan kepalanya mengeleminasi jarak di antara keduanya hinga saat baru saja bibir itu akan saling menempel, Kyungsoo mengalihkan wajahnya kesamping, jongin yang merasa Kyungsoo menghindar, kembali membuka kedua matanya,
"tidak Jongin, aku tidak mau jika ini akting" ucap Kyungsoo di depan wajah Jongin.
"aku tidak sedang berakting Soo, aku mencintai mu" ucap Jongin tulus dan cepat, kemudian menarik dagu Kyungsoo
Chu~~
Bibir mereka bertemu, Kyungsoo yang merasa tersadar akan pengakuan Jongin dia hanya bisa terpaku, botol yang berada di genggaman nya tadi pun terjatuh kelantai seolah baru tersadar dengan ucapan Jongin, Kyungsoo tersenyum di sela ciuman mereka, tidak lama kemudian Kyungsoo dapat merasakan Jongin yang mulai merubah ciumannya menjadi lumatan-lumatan yang lembut namun cepat membuat Kyungsoo terbuai mengalungkan tangannya di leher Jongin sementara tangan Jongin beralih menekan tengkuk Kyungsoo lebih dalam lagi, jongin tahu bahwa rasa bibir Kyungsoo manis, namun untuk satu ini, sensasi bibir Kyungsoo benar-benar memabukan dia dapat merasakan manis nya colla yang menempel di bibir penuh Kyungsoo, membuat Jongin semakin gencar menyesap bibir atas dan bawah Kyungsoo bergantian. Dia lega sudah menyatakan perasaan nya pada Kyungsoo, dia dapat merasakan bibir Kyungsoo yang membalas lumatan-lumatannya dengan ragu, Jongin tersenyum dalam hatinya, istrinya ini masih malu-malu.
Tautan itu terlepas, mata keduanya saling memandangi satu sama lain dengan dahi menempel, nafas keduanya pun terengah-engah. Kyungsoo memejamkan matanya malu, wajah nya kini sudah merah padam, dia tidak mau di tatap intens oleh suaminya itu.
"buka mata mu Soo, tatap aku" ucap Jongin masih dengan kening menempel di kening Kyungsoo.
Perlahan Kyungsoo membuka matanya, Kyungsoo dapat melihat mata Jongin yang sedang menatapnya dengan begitu lembut. Melihat mata itu membuat jantung Kyungsoo terpompa lebih liar dan membuat darahnya berdesir.
"kau merasakannya?" tanya Jongin sambil mengarahkan telapak tangan Kyungsoo ke dada kiri Jongin.
"ini selalu berdebar jika di dekat mu Soo" ucap Jongin lagi sementara itu Kyungsoo hanya bisa diam.
"nado Saranghe" ucap jongin sambil tersenyum.
Deg
'nado saranghe' kaget Kyungsoo, 'apa malam itu dia mendengar ku?' batin Kyungsoo bertanya 'pantas saja kemarin dia...', merasa tertangkap basah, Kyungsoo berusaha melepaskan keningnya di kening Jongin, namun Jongin menahan kepalanya saat ini.
"aku mendengar mu malam itu"
"me..mendengar apa?" ucap Kyungsoo pura-pura tidak tahu dan menghindari tatapan Jongin.
"aku mendengar kau mengatakan cinta pada ku'' ucap Jongin lagi.
"..." Kyungsoo masih terdiam dengan badan menegang.
"sudah lah Soo, aku tidak tahan dengan semua ini, aku mencintai mu sangat, istri ku~"
Kyungsoo rasanya ingin menangis saat ini juga, dia mendengar penuturan Jongin yang terdengar sangat serius dan tulus 'apakah ini mimpi' pikir Kyungsoo. Menghilangkan semua rasa gengsi dan ragunya akhirnya dia mengakui akan perasaannya pada Jongin.
"eum... saranghe Jongin~" Kyungsoo berjinjit dan mencium bibir Jongin.
Jongin kaget akan reaksi Kyungsoo yang tiba-tiba mencium nya terlebih dulu, tidak menyia-nyiakan kesempatan, Jongin menekan lebih dalam tengkuk Kyungsoo, dia memegang pinggang ramping Kyungsoo dengan tangan kirinya, Kyungsoo pun mengalungkan tangan nya di leher kokoh Jongin, keduanya menikmati ciuman itu dalam rasa yang begitu menyenangkan bagi keduanya, lumatan-lumatan itu berubah menjadi panas saat Jongin mulai menggigit kecil bibir bawah Kyungsoo, Kyungsoo yang merasa kaget akhirnya membuka mulutnya refleks, merasa ada celah akhirnya Jongin menelusupkan lidahnya masuk kedalam gua hangat Kyungsoo dan saat ini dia dapat merasakan rasa colla yang masih menempel di rongga mulut Kyungsoo bercampur dengan lidahnya yang masih terasa manis pula. Kecipak saliva mulai terdengar menandakan betapa panasnya pagutan bibir di tengah hari itu, Kyungsoo pun sampai melenguh ketika Jongin mendorong kuat lidahnya.
"eunghh..." lenguhan Kyungsoo berhasil membuat Jongin semakin gencar.
"hmpppthh..." jongin kembali melumat bibir Kyungsoo, melumat atas dan bawah bibir Kyungsoo bergantian kemudian melepaskannya setelah memberikan kecupan-kecupan ringan.
.
.
.
.
.
?
Note:
Mau di apain nih fanfic, end apa jangan? Lanjutanya ada lohhhh!
End aja yah!
Terus pindah deh ke judul yang baru! Hehe, kalau gak mau juga gak apa-apa!.
Ada yang bilang fanfic ini ngebosenin, duhhh maafkan author yah!
Dadah!
