INGAT! Vocaloid bukan milik author mia dan mato.
Fic ini karya Mia Mato!
Warning TYPO
!
50%typo30%seru20%enak(?)
Selamat membaca!
yey! mulai!
.
.
.
Chapter 2 : Labirin
"Len, apa kau yakin kita masuk wahana ini?" tanya Rin dengan ragu.
"Yakin lah, Rin takut yaaa?" Jawab Len.
"Ti-tidak kok, hanya saja..."
"sudah lah Rin, kan ada aku disini.." Ucap Len menenangkan Rin.
'blushh...'
"eng..."
"Umm, Rin kalau lagi nge-blush mukanya imut deh.." goda Len sambil tertawa kecil
"Si-siapa yang nge-blushh?!" bantah Rin.
"Itu, orang imut dan cantik pakai pita kelinci putih..." Jawab Len sambil menggoda Rin.
Rin pun memalingkan mukanya.
"Su-sudah! Kita masuk saja ke labirin ini!" Ajak Rin yang langsung masuk ke labirin itu.
"Tunggu aku, Rin!"
Di dalam Wahana.
"Len, kita keluar aja yuk.." ajak Rin ketakutan sambil melihat kanan kirinya.
"Sudah, kita sebentar lagi nyampe kok.." Jawab Len santai.
"Tapi kok labirinnya aneh begini?"
"Maksudmu?"
"yaa, gelap gitu, trus kayak goa.."
"Sudah lah, aku bawa BB kok, ada light nya.." jawab Len
[Author : Vocaloid punya BB toh../plak]
Len pun menghidupkan light Bbnya.
"Nahh, udah terang kann?"
"I-Iya.."
hening..
.
.
"Ihh Len, jangan nglitikin punggungku dongg!" Ucap Rin kesal
"Idih, apaan! aku aja di depanmu!" Jawab Len kesal
"Ja-jadi? yang ngelitikin punggungku siapa?" Tanya Rin takut
"aku tak tau~" jawab Len santai.
Rin pun menoleh ke belakang..
.
.
"HUAA!ULAR!" teriak Rin.
"mana mana?!"
"i-itu tadii.." jawab Rin sambil menunjuk dinding labirin.
"ga ada tuhh.."
"tadi ada!" jawab Rin yang masih melihat ke dinding labirin itu.
Rin pun menoleh ke arah Len. Rin langsung mundur 10 langkah (?)
"Rin kau kenapa?" tanya Len heran.
"i-itu..di rambutmuu..." Jawab Rin dengan taku takut sambil menunjuk Len.
"hah?"
Len pun menunduk.
tiba tiba jatuh ular dari kepalanya.
"ULARR!" teriak Len.
sedangkan Rin menjauh dari Len.
"Woi Rin, tolongin aku dongg..." Bisik Len
"Eh, kan aku perempuan, aku ga bisa bantuin apa apa.."
"kumohonnn..."
Len pun langsung berlari ke arah Rin.
"WAW"
"Kenapa?"
"kau sudah membunuh ular itu Len"
Len menoleh melihat ular tadi.
yang ia lihat yaitu, kepala ular yang udah gepeng (?)
"kok bisa yak?"
"tadi kamu injek"
"ohh, berarti ular ini terlalu lemahh~ dan aku kuatt~" Ucap Len dengan bangganya.
Rin seketika sweatdrop.
"oke, masalah terselesaikan~ ayok jalan lagii.." ucap Len.
Mereka pun berjalan mengikuti jalur labirin itu, sampai mereka menemukan 2 jalur.
"Rin, kita mau ke jalur mana?" Tanya Len.
"Aku ga tau, terserah kamu aja" Jawab Rin.
"Gimana ya? Kalau tanya kulit kerang ajaib aja gimana?" Usul Len.
[Author : BakaLen! Disaat ini kau memakai caranya spongebob untuk menentukan jalan?!]
"Boleh tuh! Ide yang cemerlang Len!" Jawab Rin
[Author : Arghh! Rin juga Baka! Ku yakin sebentar lagi kalian menjadi seperti 2 anak gila itu! Spongebob and Patrick /hah]
Len pun mengeluarkan Kulit kerang ajaibnya Spongebob ga tau dari mana(?)
Mata Rin menjadi blink blink melihat kulit kerang ajaib itu.
"ehem, Nyonya Kulit kerang ajaib, aku mau bertanya, jalur yang mana yang harus kita tempuh?kanan atau kiri?" tanya Len kepada kulit kerang ajaib itu(?)
"Lurus.." Jawab Kulit kerang ajaib itu.
"Yey! PUJA KULIT KERANG AJAIB!" teriak Rin dan Len
Mereka pun berjalan seperti paskibra ke arah lurus(?)
Tiba tiba..
'Brukk!'
"Awww.."
Mereka menabrak dinding jalur.
Rin pun melihat ke depannya.
"Apa apaan ini! Kita telah di hipnotis oleh kulit kerang busuk itu! Masa kita berjalan lurus, padahal jalurnya cuma ke arah kanan dan kiri!" omel Rin
"Su-sudah Rin, kita tanya lagi aja.." Ucap Len menenangkan Rin.
[Author : Lu ga kapok kapok juga yak? Kalau gua sih ga bakalan ngerjain itu lagi. Membuat kita menjadi baka saja.]
"O-okay Len." jawab Rin sambil memegangi kepalanya.
"Kulit kerang ajaib, lebih baik kita ke arah mana? Kanan atau kiri?" Tanya Len memegang kulit kerang ajaib.
"Ke bawah."
"tuh kan! Kulit kerang baka itu bener bener BAKA!" Omel Rin lagi.
[Author : Kalian yang Baka, dari tadi ga kapok kapok!]
"Okay, gimana kalau kita berpencar?" Usul Len.
"Jangan! Aku takut sendirian.." Tolak Rin
"hhmm, oke kalau begitu, cara terakhir adalah..."
"apa?"
"CAP CIP CUP!"
Seketika Rin sweatdrop
"itu kan biasa hanya dilakukan dalam permainan Len."
"sudah, tak apa."
"CAP, CIP, CUP, KAMBANG PASIR!(?)PILIH MANA YANG MAU DI CUP!" TERIAK LEN SAMBIL MENUNJUK-NUNJUK ARAH (?)
[reader : Author! Capsnya noh, jeboll *sweatdrop*.]
[Author : okeh, maaf reader, Author bawa laptop Author ke bengkel dulu yakk /hah]
"Nah, kita ke arah kanan aja!" Ucap Len.
"okay kalau itu keputusanmu." Jawab Rin sambil menghela napas dalam-dalam.
Mereka pun berjalan ke arah kanan.
Sampai di pertengahan jalan..Mereka menemuka sebuah papan bertuliskan.
"Apa kamu yakin akan memasuki lorong ini?"
Rin dan Len pun memiringkan kepalanya.
"Apa maksudnya? Kenapa papan ini bertuliskan pertanyaan seperti ini?" Ucap Rin.
"hmm, aku tak tau, kita lanjutin saja jalan ini" Jawab Len
Mereka pun melanjuti perjalanannya.
Lagi-lagi mereka menemuka papan yang ada tulisannya.
"Lebih baik kalian balik lagi."
"Len, apa maksudnya ini? Aku sungguh tak mengerti! Apa kita harus balik lagi?" Tanya Rin yang mulai cemas
"Tidak! Ku yakin sebentar lagi labirin ini ada ujungnya, ini hanya papan yang menakuti kita!" Jawab Len dengan tegas.
"Tapi.."
"Sudah, ayok.." Ucap Len yang langsung menarik tangan Rin dan berlari.
Sedangkan disisi lain.
"Hehehe, liat apa yang kalian dapatkan nanti.."
Disisi Rin dan Len
Len yang sedang memegang tangan Rin merasakan tangan Rin mendingin.
"Rin?"
"ya?"
"kenapa tanganmu mendingin seperti ini?"
"aku memang begitu, kalau sudah ketakutan, aku keringat dingin..hehehe"
"ooo, begitu..baiklah.."
Tiba tiba seketika semuanya menjadi putih.
"R-rin..."
"Lenn, kita dimanaa?" tanya Rin dengan nada cemas
"A-aku ga tauu.." jawab Len ketakutan
.
.
.
"KYAAAA!"
"Huh?!"
Rin dan Len menghadap ke atas.
'Brukk!'
"Uhh.." keluh Rin
"Siapa sih yang nibanin punggungku?!" Tanya Len kesal
Len pun langsung berdiri.
'Bruk!'
Rin pun juga berdiri..
Mereka berdua melihat kebelakang mereka
Seketika mereka kaget.
"Mi-miku?"
Ternyata yang jatuh itu Miku
[Author : layaknya malaikat yang jatuh dari langitt~(?)]
"Uhhh...sakit taukk" Keluh Miku.
"elo kali yang salah, ngapain niban kita berdua!" omel Rin.
"hiks hikss, gua kan ga tau apa apa, tiba tiba ada disini..." Ucap Miku dengan nada yang hampir nangis.
"Cup cup cup, sudahhh..." Ucap Len.
Len langsung membuka HPnya dan membuka Twitter(?). ia menuliskan hastag "#FreePukPukForMiku" (?)
[Author : Lenn, twittermu apa? Kalau aku follow, follback aku donggg...*puppyeyes*]
Sedangkan Rin pun pundung dipojokan. Entah pojokan mana, author ga tau~(?)
Len dan Miku pun mendatangi Rin.
"Yin cembuyu yaakkk?" Goda Miku dengan bahasaa...balitanya!
"Enggak!"
"biyang ajaa~" goda Miku lagi
"SUDAH KU BILANG! ENGGAKK!" teriak Rin.
Seketika Miku dan Len membeku mendengar suara menyeramkan Rin.
Hening sejenak..
.
.
.
"Kenapa kalian diam? hah? takut ya? WHAHAHA" Rin tertawa sekencang kencangnya.
"Gak kok, aku heran aja anak kecil seperti kamu bisa berteriak dengan suara seseram itu" jawab Miku yang masih cengo.
"woi, kalian masih inget ga sih kita ada dimana?" Ucap Len.
Tiba tiba Rin berdiri dan berlari menjauhi Miku dan Len.
"Hey Rin! kau mau kemana?!" Teriak Len
"Aku mau cari jalan keluarr!" Jawab Rin yang masih berlari sambil berteriak.
"Hey Rin! Jangan jauh jauh dari kami! nanti kamu tersesat!" Teriak Miku
Rin tak mendengar perkataan Miku. Lama kelamaan ia menjauh dan tak terlihat lagi.
"Hey Len, gimana kita mau cari Rin kalau dia kesesat?" Tanya Miku tanpa menengok ke arah Len
"Kita tanya sama kulit kerang ajaib aja..." jawab Len dengan muka polosnya.
"HE! yang benar saja kau!" Miku terheran dengan berkataan Len
"Spongebob aja bisa tuh pake kulit kerang ajaib..."
"umm, Len?"
"ya?"
"apakah kau sudah gila?" tanya Miku dengan tatapan anehnya
"umm, Tidak~ aku tidak gilaa~" Jawab Len santai
"KALAU BEGITU, KENAPA USULMU ITU TERLALU GILA!" teriak Miku
"dicoba aja, mana tau bisaa..." Jawab Len lagi.
"Terserah kau lah.." ucap Miku yang mulai menyerah menyadarkan Len dari kegilaannya(?)
Len pun mencoba menggunakan kulit kerang ajaib itu.
[Author: benar benaar ya kau Len -_-]
"Kulit kerang ajaib, dimana kah sekarang Rin berada?" Tanya Len kepada kulit kerang ajaib itu.
"Disampingmu~"
"hah?"
Tiba tiba terdengar suara.
"Len! ngapain kau menggunakan kulit kerang baka itu lagi?!" Teriak orang itu yang ternyata Rin.
Seketika Miku cengo.
"L-lah, kok bi-bisa muncul tiba tibaa?" Tanya Miku yang cengo sambil menunjuk Rin
"tadi aku lari lari tapi malah nyampenya kesini lagi" Ucap Rin polos.
"Tuh kann, kulit kerang ini berguna jugaa~" Ucap Len senang
"i-iya aja deh.." jawab Miku yang masih cengo
[Author : itu hanya KEBETULAN! /capsnak]
"Jadi? kita mau kemana sekarang?" Tanya Rin
"Kita tanya kulit ker.."
'PAKKK!'
Rin langsung menjitak kepala Len
"AWWWW!SAKIT TAUKK!" Omel Len sambil memengangi kepalanya.
"BAKALEN!Masih aja mengandalkan kulit kerang itu!" Omel Rin
"Tapikan.."
"Kalau kau masih menggunakan cara itu...awas saja kau! gua lindes pake road roller!" Omel Rin.
"JANGAN! O-oke deh, aku ga pake kulit kerang ini lagi.." Ucap Len pundung.
Hening sejenak
.
.
.
Len masih saja memengang kulit kerang itu.
"BUANG KULIT KERANG BAKA ITU LEN!" teriak Rin dengan muka menyeramkannya.
"I-iyaa..." Ucap Len yang langsung melempar kulit kerang itu.
"nahh, gitu dongg.."
Tapi mereka semua kaget setelah melihat kulit kerang tadi menjadi sebuah lobang besar.
"apa kalian semua melihat itu?" Tanya Miku cengo
"Iya.." Jawab Rin dan Len bersamaan dengan cengo.
"Ayo.. tunggu apa lagii... kita harus kesana!" ucap Miku sambil berlari ke arah lobang itu.
"tapi, kau yakin kita harus kesana? aku takut nanti kita salah jalan lagii..." Ucap Rin ketakutan
"Sudahlah Rin, tak apa.. dari pada kita disini terus mau ngapain? mana tau itu jalan keluarnya.." Ucap Len
"Okay, baiklah..."
Rin dan Len pun berlari menyusul Miku..
"Ayo kita berpengangan..." Ucap Miku yang langsung menggenggam tangan Rin dan Len.
"Siap ya semua?"
"siap"
"satuu..duaa...tiga!"
Mereka pun masuk bersamaan, seketika lobang itu tertutup...Sedangkan disisi Miku Rin Len.
"Huaaa!lobang macam apa ini!" Teriak Rin
"I-iya...kenapa kita kayak jatoh gini? padahal tadi lobangnya bukan di lantaii!" Ucap Miku.
"Sudahh...kita jalani saja!" Ucap Len menenanggkan 2 anak perempuan disampingnya.
"Ucapan mu selalu begitu Len!" Omel Rin.
"Ya mau gimana lagi? kita harus jalani kan?"
Tiba tiba jauh di depan mereka terlihat cahaya yang sangat terang..
"Cahaya apa tuhh?" tanya Miku sambil menunjuk cahaya itu
"SUDAHH!TUTUP MATA KALIAN!" teriak Len.
"hah?"
"iyaa! cepat tutup mata kalian!" Ucap Len lagi..
Mereka semuanya pun menutup mata mereka masing masing...
-TBC-
Dahhh...chapter 2nya selesai dehh~
terlalu cepet ya? maaf ya reader..soalnya ide authornya lagi kesumbat heheheh /plak
terima kasih yaaa sudah membaca ficnya author miamato~
fic ini masih berlanjut kok~
Mau tau gimana nasibnya Luka sama Kaito? gimana jadinya Miku, Rin dan Len? tetap baca fic ini yaa~
Author boleh minta Review gaa?
oh ya, makasih ya telah me review bakaloid chap 1.
maaf banget, miamato itu typo ((jd kurang titik,kurang huruf,ga jelas bin ajaib gitulah!))
makasih makasih makasih!
R
E
V
I
E
W
Please!
