Bakaloid Games Chapter 4
Warning : OOC, abal, typo, de el el
Vocaloid bukan milik Mia dan Mato
Tapi ff ini milik Mia dan Mato 'w')9
mulaii~
"Tu-tunggu! Ini wahana macam apa?!"
Gakupo yang ada didalam wahana itu sendirian, ntah kenapa tak ada orang yang mau memasuki wahana itu.
"Aku ga bakalan takut, aku gabakalan takut.." Ucapnya berulang kali sambil menyusuri lorong tak jelas ini sambil berkeringat dingin.
Didinding dinding lorong terdapat banyak lukisan yang tak jelas artinya. Sekarang ia memang tidak bisa melihat gambar gambar itu dengan jelas.
Karena terlalu gelap, ia menghidupkan orek api yang ada di kantongnya.
"Ah.."
Oke, sepertinya didepan ada pertigaan.
"Mana yang harus aku pilihh?"
Dengan menggunakan katananya, gakupo menggunakan cara 'cap cip cup' #ha
Akhirnya katananya itu menunjuk ke arah kanan.
"Semoga pilihan ini benar.." Ucapnya.
Dia berjalan perlahan di lorong yang ia pilih tadi.
Tanpa ia sadari, ia seperti menginjak tombol yang tak jelas untuk apa.
Tiba tiba..
"KYA!"
Tiba tiba didepan hadapannya ada 5 buah jarum raksasa yang datang dari bawah lantai.
"Fiuh..untung gak kena...tapi, gimana mau lewat" Gumannya.
Tiba tiba datang seorang anak laki laki berambut biru dengan mimik muka kebingungan.
Gakupo yang melihat anak sebayanya itu hanya bingung
"Kamu siapa?" Tanya Gakupo ke anak itu
"Aku Kaito" jawab anak itu yang bernama Kaito.
"Kau tersesat?" Tanya Gakupo
"Iyaa..aku masuk ke wahana ini..dan aku bingung ini apa.." Jawab kaito dengan 'lugunya'
"Berarti kita sama! Ayo kita temukan jalan keluarnya!" Ucap Gakupo bersemangat sambil menarik tangan Kaito
"E-eh! Kau siapa? Aku belum tau namamu.." Tanya Kaito sambil melepaskan tangannya dari tangan Gakupo
"Oh..aku Gakupo, gakupo Kamui..." Jawab Gakupo tenang..
"Salam kenal gakupo..ayo kita temukan jalan keluar.."
"Ha'I"
Selama di lorong, mereka mengobrol layangnya sudah menjadi teman dekat.
"Uh...aku kehilangan keluargaku.." Ucap Gakupo
"Keluarga? Kalian memasuki wahana yang beda ya?" Tanya kaito
"Iyaa...Luka masuk wahana lain lagi...semoga ia tidak apa apa.."
"Memangnya keluargamu siap saja?" Tanya kaito
"Luka, Len, Rin , Miku..."
Kaito sedikit tersentak mendengar nama 'Miku' dan mukanya mulai memerah.
"Kau kenapa?" Tanya Gakupo heran
"Ti-tidak apa...hanya saja...Miku itu adikmu atau kakakmu?" Tanya Kaito lagi
"Dia adikku...memangnya kenapa?"
"Di-dia...orang yang aku sukai disekolah.."
Seketika Gakupo kaget, sedangkan Kaito mukanya mulai memerah.
"SUDAH! LUPAKAN YANG TADI!" Ucap Kaito dengan sedikit teriak.
Gakupo yang masih cengo hanya menggangguk.
"Eh! Itu ada cahaya!" Ucap Gakupo tiba tiba sambil menunjuk ke depan lorong.
"Iya! Ayo kita kesana!"
Mereka berdua lari ke arah sumber cahaya itu. Dan sampai disana...
"Ini apa?!"
"Ini ruangan putih yang tak ada apa apanya.."
"Selain pintu pintu tak jelas ini.."
"Argh! Kita pilih yang mana?"
"Pilih pintu ke 3?"
"Boleh! Ayuk"
Dan ternyata...pintu yang mereka masuki itu adalah pintu yang salah.
Ya, salah total.
Mereka bukan memasuki pintu keluar, melainnya pintu mengarah wahana lainnya lagi.
Wahana uji nyali.
(Author : apakah mereka bisa melewatinya? Jeng jeng~ #heh)
"Gakupo..." Panggil kaito
"ha?"
"Sepertinya kita memasuki pintu yang salah.."
"Iya..."
"Mengapa kita malah disini.."
Di mata kaito mulai terkumpul air mata. Ya, dia mulai takut disini.
Thee Endd~
.
.
.
#ditabok reader#
.
.
(Author : Okeh..kami lanjutkan ;_; kami tadi cuma bercandaa...maaf...)
"Hey hey, kau ini laki laki atau perempuan perempuan sih?! Masa begini aja mau nangis" Ucap Gakupo ke Kaito
"Tapi kau tidak liat?! Disini kuburan semua!" Bentak Kaito
"Gampang lah~ ayo kita balik ke ruangan putih tadi..."
Mereka mencoba bali ke ruangan putih tadi, tapi sayangnya usaha mereka sia sia. Pintu itu sudah terkunci.
"Bagaimana ini?! Kita tidak bisa keluar!"
"Mau tidak mau kita harus menelusuri kuburan ini~" jawab Gakupo santai
Seketika tubuh Kaito menjadi putih pucat
"BAKA! APA KAU TIDAK TAKUT?!"
"Tidak~ karena setiap hari aku selalu dikerjain sama Luka-Chan~ rambutnyakan kayak kuntil anak tuh~ jadi aku udah terbiasa~ begitu juga dengan Miku-chan~"
Kaito hanya terdiam
"Kenapa? Masih takut? Ada aku kok~"
(Mia : lama lama ini jadi mirip yaoi (?_?") #heh)
Kaito hanya mengangguk. Akhirnya ia mau menyusuri kuburan tersebut.
"Kapan selesainya ini...dari tadi kita cuma berputar putar.." Ucap Kaito dengan nada takut
"Tenanglah.. Kita duduk saja dulu di lantai ini.." Ucap Gakupo
Saat mereka duduk dilantai itu, lantainya jebol(?) Dan mereka jatuh entah kemana(?).
"GAKUPOO! INI KITA NGAPAINN?!" Teriak Kaito yang masih melayang(?)
"UDAH TAU KITA JATOH MASIH NANYA AJA" jawab Gakupo berteriak.
"HUEEE! APAKAH KITA AKAN SELAMATT?"
"Entahlah..." Jawab Gakupo yang sepertinya mulai pasrah.
Dengan mata puppy eyesnya(?), Gakupo memegang tangan Kaito dengan erat.
"KAU TAU! AKU JUGA TAKUT DARI TADI!" Teriap Gakupo yang mulai mau menangis.
"Kita lebih baik berdoa..semoga kita selamat.." Ucap Kaito juga dengan saaangaattt pasrahnya(?)
Mereka mulai memejamkan mata mereka...
Mungkin pendaratan(?) Akan terjadi sekitar 10 detik lagi kata Author(?).
.
.
.
.
.
"DUAK!"
Entahlah, mereka merasa kesakitan atau tidak, tapi mereka masih meram, badannya lemas, JANGAN JANGAN... /capsjebol
"Uhhk! Bangun Gakupo-nii!" Bentak seseorang.
"Argh! Badanmu berat sekali"
"Siapa anak berambut biru ini?!"
"Dia Kaito!"
Perlahan lahan mata mereka berdua terbuka.
"Miku?! Rin,Len?!" Gakupo yang baru bangun menyadari bahwa adik adiknya itu berada tepat di bawah badannya dan Kaito.
"A-ah! Go-gomen!" Muka Kaito langsung memerah ketika menyadari bahwa ia menghimpit Miku.
Miku, Rin dan Len segera berdiri.
"Eh, anak berambut biru ini siapa?" Tanya Rin berbisik
"Dia Kaito, teman sekelasku, Tapi kenapa kau ada disini? Dan kenapa kau bisa bertemu dengan Gakupo-nii" Tanya Miku heran.
"Ituu...aku tadi sedang bermain laptopku dikamar sendirian, aku meliaht sepertinya ada permainan bagus, "Bakaloid Games" saat aku mainkan permainan itu, aku meram, tiba tiba aku sudah ada di sebuah festifal, dan aku memasuki salah satu wahananya, saat aku masuk, aku bertemu Gakupo.." Jelas Kaito panjang lebar.
"Ngg...bisakah lain kali, err...kau tidak ceramah seperti itu?"
Kali ini Len mulai berbicara.
Oke, kita lihat, sekarang yang lain sudah tergeletak ketiduran di lantai kecuali Gakupo.
Sedangkan Gakupo yang dari tadi celingak celinguk mulai berbicara pula (?)
"Luka mana?" Tanyanya singkat.
"Ohh, dia belum ketemu sama kita, semoga dia baik baik saja ya..." Jawab Len..
Tiba tiba Miku dan Rin bangun.
Kaito yang tadi ceramah selama 3 hari(? /gagitu) mulutnya sudah berbusa(?).
"Sudah! Daripada kita begini terus, kita nyari jalan keluar dan mencari Luka saja dulu!" Ucap Gakupo.
"Ha'i!"
Akhirnya mereka berjalan tanpa arah kemana yang akan mereka tuju.
"Uh..apa ga ada yang bawa minum?" Tanya Rin mulai mengelap keringatnya, padahal disana tidak terlihat matahari, tapi disana memang benar benar panas.
"Ga ada lah.. Kita aja masuknya mendadak dari komputer " Jawab Miku
"Aku butuh minumm..." Ucap Rin sekali lagi.
Len hanya melihat Rin kasihan.
"Rin, apa kau kuat?" Tanya Len.
Rin hanya terdiam.
"Apa kau mau aku gendong?" Tanya Len.
Rin sedikit tersentak..
"Ti-tidak! Terima kasih..."
Akhirnya mereka terus berjalan.
"Kenapa disini panas banget ya.." Ucap kaito.
"Iya..padahal ga ada matahari sama sekali.."
Sebenarnya dari tadi mereka hanya berputar putar membentuk lingkaran(?), kasihan sekali mereka.
"Uh!"
2 anak perempuan itu sudah tepar sekarang.
"Kau aku gendong aja ya Rin?" Tawar Len sekali lagi.
Rin hanya diam. Jadi langsung saya Len gendong Rin dipundaknya (Mato : eaakkk /?)
Sedangkan Miku...
"Mikuu, kau kecapean?" Tanya Kaito
Miku hanya mengangguk.
"Aku gendong mau? Biar kyk si Rin.."
"Gak ah! Aku ga enak sama kamu...kamu hanya temanku..." Tolak Miku malu.
"Tidak apa kok..." Jawab Kaito sedikit malu.
"Ng..okelah..arigatou Kaito...kun"
Degh
'KAITO KUN?!'
.
.
.
Gakupo hanya pundung karena Luka belum ketemu juga.
"Luka mana sihh..." Ucap Gakupo dengan sedikit berteriak
"Stt! Rin tidur!" Bisik Len.
"Ha? Bisa bisanya dia tidur dipunggungmu.."
"Hehehehe"
"Tu-tunggu! Itu siapa?!" Ucap Miku yang sambil digendong Kaito sambil menunjuk seseorang yang jauh didepannya.
"Ayuk kita samperin!"
.
.
.
.
"LUKA?!"
"SEMUANYA?! HUAAA! AKU TAKUTTT!" Teriak orang itu yang ternyata Luka.
Rin langsung terbangun karena teriakan Luka
"Ehh? Ada apa?...LUKA-NEE?!"
"Cup cup cupp...sini sini..ada aku kok.." Ucap Gakupo sambil mengacak ngacak rambut adiknya yang lebih muda 1 tahun itu.
"Ih! Jangan acak acak rambutkuu! Berantakan tauk!"
"Luka-nee! Aku kangenn!" Ucap Miku yang langsung turun dari gendongan Kaito. Begitu juga dengan Rin.
.
.
"Sudah, kita lebih baik mencari jalan keluar dari sini aja.." Ucap Gakupo yang sudah tak sabaran.
"Iyaa...ayuk.."
Akhirnya mereka berusaha mencari jalan keluarnya...
-TBC-
Ayo tebakk..nanti mereka ketemu ga sama jalan keluarnya? Tetap baca fanfic Mia mato ya minaa w)/ arigatou gozaimasu~! Review please~!
