Gun And Love

Disclaimers : Masashi Kishimoto

Pairing : Naruto X Sakura, Sasuke X Hinata serta pairing lainnya

Rated : T

Adventure, Romance,Humor

Warning : AU,Eyd Berantakkan, OOC, Abal, Garing

Summary : "Kau kenapa Naruto-kun...?" "Aku tidak kenapa-kenapa."|| "Naruto, aku ingin kalian berdua mau masuk ke organisasi ini, karena kami kekurangan orang..|| "Kenapa harus kami berdua tou-san?" R&R

Author Note : Dari chap 1 sampai 4 nanti full romance aja dulu, untuk actionnya mungkin di chap 4 atau 5 dan seterusnya di selingin romance.

Balasan Review

1 : makasih, iya ini sudah lanjut

Raiderkids : pas dimananya ya? makasih ^_^

Name NM : iya ini NS and SH

mungkin di chap depan SH muncul ^_^

iya ini sudah update

Joker : ini sudah lanjut.

Line_chan : iya ini sudah lanjut juga kok..

kameren lupa ngasih umurnya di chap ini sudah ada umurnya.

Namikaze Naruto : 17 tahun

Haruno Sakura : 17 tahun

Sasuke Uchiha : 17 tahun

Hyuga Hinata : 19 tahun

Chapter sebelumnya

Di halaman parkiran yang sudah di sediakan oleh pihak sekolah, mereka berdua masuk kedalam mobil sportnya Naruto dan menuju kantor ayahnya, Namikaze Corp.

Kurang lebih satu jam mereka berdua pun sampai di Namikaze Corp. Mereka berdua pun bergegas turun dan menuju ruang Minato. Setelah sampai mereka memasuki ruang rahasia ANBU, dan langsung menuju ruang pelatihan.

"Sekarang kalian akan di beri pengarahan sedikit tentang Organisasi ini." Kata minato terhadap kedua remaja tersebut.

.

.

.

"~Calvicko Ryu~"

.

.

.

Chapter 2

Setelah di beri pengarahan dan di lanjutkan pelatihan pertahanan, Naruto dan Sasuke duduk di pinggir tempat mereka berlatih sambil meminum air mineral yang sudah disediakan.

"huuh.. ternyata tidak semudah yang ku bayangkan teme." Kata Naruto sesekali meneguk air mineral yang di pegangnya.

"Hn. itu karena kau malas dobe." Sasuke pun menyeringai.

"Huuh... terserah apa kata kau saja lah."

"Teme, Itachi-nii kapan pulang dari London.?"

"Dua bulan lagi kata kaa -san, bagaimana dengan Naruko-nee." Tanya Sasuke masih dengan intonasi datar.

"Sama dua bulan lagi, Ayo teme kita lanjut lagi kita latihan." Naruto kemudian berdiri dan melanjutkan latihan beladiri, dan disusul dengan Sasuke di belakangnya.

Selama mereka berdua berlatih dari jauh dua orang berumur kurang lebih tiga puluh tahunan. Dua orang tersebut melihat Naruto dan Sasuke yang latihan duel.

"Mereka berkembang dengan pesat Minato." Kata seorang lelaki berambut raven hitam panjang.

"Sangat, apalagi Sasuke yang merupakan anak dari dirimu." Minato tersenyum dan lelaki yang berada di sampingnya bernama Uchiha Fugaku merupakan ayah dari Sasuke pun tersenyum walau tipis.

"Lebih baik kita ke ruanganku membahas kasus yang terjadi beberapa minggu ini."

"Hn." Minato yang mendengar jawaban khas Uchiha itu menghela nafas pelan, dan berjalan menuju ruangannya.

Tokyo Mall

Di mall center dua orang remaja perempuan sedang asik tertawa dan bergosip di cafe sambil menikmati jus yang berada di hadapan mereka.

"Forehead, lulus nanti kau lanjut kemana?"

"Belum aku pikirkan pig, kau kemana?" Sakura pun balik bertanya.

"Aku di Universitas Tokyo Internasional, aku ingin masuk perawat forehead hehe." Jawab Ino sambil terkikik.

Sakura yang melihat Ino terkikik hanya memutar mata bosan, lalu ia mengambil handphone dari dalam tasnya dan mengetik pesan.

To : Naru-Baka

Kamu masih di tempat paman naru? Nanti temui aku di cafe Tokyo mall ^_^V hehe.

Setelah mengirim pesan Sakura hanya terkikik sendiri. Ino yang melihat itu menaikan sebelah alisnya. Tak lama kemudian masuk pesan di Handphone Sakura.

From : Naru-Baka

Oke HIME, sebentar lagi selesai dan langsung kesana

To : Naru-Baka

Oke aku tunggu Naru-kun

Setelah mengirim pesan singkat tersebut Sakura memasukkan Handponenya kedalam tasnya dan melanjutkan obrolan ringan bersama sahabatnya.

.

.

.

"~Calvicko Ryu~"

.

.

.

Setelah mendapat pesan dari Sakura, Naruto tersenyum dan bergegas mengambil barang menuju ruang ganti pakaian. Sasuke yang melihat tingkah Naruto hanya menaikan sebelah alisnya. Di ruang ganti Naruto dan Sasuke memasuki ruang mandi yang sudah di sediakan di tempat itu. Sepuluh menit akhirnya mereka berdua selesai mandi, Naruto memakai baju orange dan celana hitam panjang, sedangkan Sasuke menggunakan baju hitam di lapisi jaket hitam di kancing seperempatnya, dan celana panjang hitam (Sasuke mau ngelayat orang mati #plak).

"Kau sibuk setelah ini teme?"

"Hn, tidak." Balas Sasuke dengan datar. Naruto yang mendengar itu hanya memajukan bibirnya.

Setelah mereka keluar dari ruang ganti mereka pun meminta ijin pulang, tetapi ayahnya Naruto sedang melakukan rapat. Lalu meninggalkan begitu saja langsung menuju basement, di perjalanan menuju basement Naruto selalu berkicau?. Sasuke melihat seorang wanita mengenakan jas hitam dan celana hitam panjang, rambut indigo yang tergerai dan mata amethyis bertemu onyx selama beberapa menit. Selama tatap mata tersebut muncul perasaan hangat dari keduanya. Lalu Hinata tersenyum simpul dan merona kepada sasuke.

Sasuke POV

Hari ini memang melelahkan, pulang sekolah langsung ke tempat paman Minato, dan di tambah lagi dobe yang berisik sepanjang perlajanan. Hampir sampai di basement aku melihat wanita yang dikatakan dobe tadi siang. Aku terus berjalan di belakang sahabatku sambil meneliti wanita yang berada lima meter di depanku. Kami berdua pun saling menatap. Terasa nyaman saat aku menatap matanya dan kenapa jantungku berdetak kencang saat melihatnya tersenyum. Hanya satu kata yang bisa aku sebutkan saat ini yaitu "cantik". Lalu aku tersentak walau tidak aku tunjukan saat dobe berteriak memanggilku.

"Teme!, cepat jalanmu seperti orang yang kurang makan."

Ku lihat dirinya sudah berada di samping mobilnya, cepat sekali jalannya dobe pikirku.

Sasuke POV end

Saat Sasuke mendengar teriakan tersebut ia berjalan cepat dan masuk kedalam mobilnya Naruto. Mereka berdua lalu meninggalkan basement tersebut.

Other Place

Di sebuah gudang bekas pengolahan minyak yang sudah tidak terpakai tepatnya berada di pinggir kota, terlihat lima orang yang sedang berkumpul merencanakan sesuatu.

"Dua bulan kedepan kita akan melakukan rencana kita di Hutan Oto, selama itu kita harus mempersiapkan semua hal yang di perlukan." Kata seorang lelaki yang memiliki perching di wajah dan telinganya.

"Memangnya di sana ada apa senpai?." Kata seorang berambut spike hitam dan memakai topeng orange seperti lollipop dengan nada polosnya. Semua orang disana sweatdroop mendengar pertanyaan polos tersebut.

"Disana ada bekas laboratorium pada masa perang dunia kedua." Jawab wanita yang memiliki rambut berwarna ungu dan terdapat origami bunga di rambutnya. Ia adalah wanita satu-satunya yang berada di ruangan tersebut.

"Kita sudahi dulu membahas masalah ini, cepat kalian kerjakan tugas yang sudah diberikan dan jangan sampai ketahuan oleh mereka ANBU." Kata wanita tersebut.

Ketiga orang tersebut mengangguk paham akan printah dari wakil ketua mereka dan berlalu meninggalkan tempat tersebut.

"Pein, kapan mereka berempat kembali?." Kata perempuan tersebut kepada lelaki yang memiliki perching, atau lebih tepatnya Pein.

"Empat bulan lagi mereka akan datang. Iya Konan bisa kau hubungi Zetsu sekarang?." Balas Pein ke wanita tersebut, atau lebih tepatnya Konan.

"Baik." Jawabnya.

.

.

.

"~Calvicko Ryu~"

.

.

.

Di cafe tepatnya di dalam Mall Tokyo, mereka berempat sedang asik bercerita tentang acara ulang tahun sekolah mereka yang tepat dua bulan lagi.

"Pig, aku dengar dari anak XII-1 kita mengadakan lomba antar kelas untuk ulang tahun sekolah nanti."

"iya forehead, semua lomba dan acaranya di adakan selama dua minggu." Jawab Ino sambil meminum jusnya yang hampir habis. Sakura hanya ber'oh' ria.

"Dimana Shikamaru ino?." Kata Naruto menggoda Ino.

Ino yang mendengar pertanyaan Naruto wajahnya lalu merah, dan segera ia mengalihkan pandangannya kesamping.

"Me-memangnya aku selalu tau dirinya ada dimana." Jawab Ino dengan ketus.

"Tidak usah mengelak pig." Balas Sakura

Naruto dan Sakura tertawa melihat tingkah Ino yang salah tingkah kalau berhubungan dengan Shikamaru. Sedangkan Sasuke jangan di tanya, dari tadi hanya diam sambil melirik ketiga temannya yang berada di depannya.

Tak terasa jam sudah menunjukkan jam tujuh malam, keempat remaja itu pun bergegas pulang kerumahnya masing-masing. Naruto akhirnya sampai dirumah Sasuke yang bersebelahan dengan rumahnya.

"Oke teme kita sudah sampai."

"Hn." Balas Sasuk, dan keluar dari mobil kemudian masuk kerumahnya.

Naruto pun langsung memasukkan mobil di halaman rumahnya sendiri, dan masuk kerumahnya.

"Tadaima.."

"Okaeri Naru-kun.." jawab wanita yang memeiliki rambut merah tersbut, yaitu Khusina Namikaze

"Dari mana saja sampai pulang jam segini.?" Tanya Khusina.

"Dari cafe Kaa-san, aku capek dan aku sudah makan." Jawab Naruto, dan langsung ingin pergi ke dalam kamarnya

Khusina menganggukkan kepalanya dan membiarkan Naruto pergi ke dalam kamarnya.

.

.

.

"~Calvicko Ryu~"

.

.

.

Keesokkan harinya hujan deras mengguyur kota Tokyo. Biarpun cuaca yang buruk tetap saja di jalanan kota selalu ramai. Lain halnya dengan pemuda berambut kuning satu ini (sudah tau kan pemirsa), ia masih bergelut dengan selimutnya sedangkan jam sudah menunjukkan jam delapan, mungkin karena hari libur dan hujan ia enggan untuk bangun (sama kaya Author haha #Dilempar sendal). Sedang asik tidur terdengar suara ketukan dari pintu kamar yang membangunkan dirinya, dengan berat hati pemuda itu berjalan menuju pintu tersebut.

"Ada apa Teme pagi-pagi?."

"Pagi matamu, jam delapan ini sudah Dobe." Terlihat siku-siku di dahi Sasuke.

"Cepat kau mandi, apa kau tidak baca pesan masuk dariku dobe?." Tanya Sasuke.

Naruto mengambil Handphonenya dan memeriksa pesan masuk, ternyata Sasuke minta Ditemani ke Bandara untuk menjemput Itachi. Naruto langsung masuk kamar mandi yang berada di dalam kamarnya. Sasuke yang melihat Naruto masuk delama kamar mandi pun segera turun untuk menunggunya di ruang tamu. Lima belas menit berlalu Naruto turun keruang tamu, ia mengenakan celana jeans biru dan jaket hitam bergambar Rubah.

"Kami berangkat dulu Kaa-san." Kata Naruto.

"Hati-hati jalan sayang.." Balas Khusina.

Tokyo Airport

Mereka berdua lalu memarkirkan mobil Sasuke dan langsung keluar menuju ruang tunggu kedatangan para penumpang.

"Teme, kau bilang Itachi-nii dua bulan lagi akan pulang kenapa hari ini?" Tanya Naruto

"Mungkin kasus yang ditanganinya sudah selesai." Jawab Sasuke.

Naruto mengangguk paham akan penjelasan Sasuke dan mengambil Handphonenya mengirim pesan ke Sakura. Setelah beberapa menit berjalan mereka sampai di ruang penjemputan penumpang, dan mereka pun mengambil tempat duduk yang sudah ada di tempat tersebut.

"Mana Itachi-nii teme?"

"Belum datang, beberapa jam lagi mungkin."

Naruto yang mendengar jawban Sasuke mengenai beberapa jam lagi Itachi akan datang, hanya mencak-mencak tidak jelas.

"Teme sialan, kalau begitu kenapa kau suruh aku bangun pagi." Kata Naruto marah tepat di samping telinga Sasuke.

Sasuke lalu menutup telinganya dan tidak peduli akan tingkah Naruto yang marah di sampingnya.

.

.

.

"~Calvicko Ryu~"

.

.

.

Setelah menunggu beberapa jam akhirnya muncul seseorang (macam hantu saja #plak), Sasuke yang melihat lelaki yang mengenakan baju hitam dan celana seperempat dibawah lutut, dengam model rambut raven panjang sepunggung dan di ikat di ujungnya,yaitu Uchiha Itachi, ia pun tersenyum melihat Sasuke dan menghampirinya.

"Sudah lama Menungguku imotou." Tanya Itachi.

"Sangat baka-aniki." Jawab Sasuke sambil tersenyum dan melihat Naruto yang asik memainkan Handphonenya tidak menyadari akan datangnya Itachi.

"Hai Naru-chan." Bisik Itachi tepat di belakang telinganya.

Naruto yang mendengar suara bisikan tepat di belakang telinganya pun menoleh ke asal suara itu, dan ia pun terkejut siapa yang berada di belakangnya.

"Haaaa...Hanntuuu Keriippuutt..!" Teriak Naruto di depan wajah Itachi, dan langsung mendapat sebuah hadiah jitakan di kepalanya.

"Apaa kau bilang Naru-chan." Tanya Itachi sambil tersenyum ala pyscopath.

Naruto yang melihat senyum Itachi hanya pucat pasi. Sasuke yang dari tadi menahan ketawanya. Setelah acara reuni kecil tersebut terjadi sasuke lalu membuka suara.

"Ayo kita pulang." Kata Sasuke dengan nada datarnya. Keduanya pun mengangguk.

Merka bertiga pun menuju tempat parkir dan masuk kedalam mobilnya Sasuke dan menuju kediaman Uchiha. Selama perjalanan yang memakan waktu satu jam hujan pun berhenti.

Setelah sampai di kediaman Uchiha mereka memarkirkan mobil di depan rumah tersebut dan turun dari mobil kemudian masuk kedalam rumah tersebut. Itachi yang berjalan duluan dan membuka pintu rumah.

"Tadaima, aku kembali Kaa-san, Tou-san." Kata Itachi

"Okaeri Itachi-kun/Hn." jawab Mikoto dan Fugaku.

TBC (again)