Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pair : Hinata x Kiba
Rated : T
"Must I?"
Chapter 2
Keesokan harinya, setelah jam pelajaran usai, kami memulai program kami. Ino membawa selusin benih tanaman. Terlihat penuh warna, sepertinya itu bunga-bunga hias. Aku merasa kurang bersemangat karena semalaman aku membuat poster-poster itu. Aku merasa sangat lelah, bahkan aku tak membuka Let's Talk!ku. Tunggu, Let's Talk!? Oh, tidak! Aku melupakan janjiku bersama Tenten. Aku segera berlari mencari tasku. Aku tergesa-gesa mencarinya.
"Ini dia!" seruku. Kulihat notificationnya dan ...
You have new message (10)
10 pesan? Oh tidak.
Tenten (7)
Inuzuka Kiba (1)
Uzumaki Naruto (1)
Haruno Sakura (1)
Kubuka pesan itu satu per satu.
..ooOOoo..
Let's Talk! Chat Room
Haruno Sakura
July, 02
Sakura : Hinata, jangan lupa untuk membuat poster
Read by Hinata
..ooOOoo..
Aku yakin pesan Naruto akan sama seperti Sakura, maka langsung kuhapus pesannya. Lagipula hari ini kami telah bertemu dan hal yang ia tanyakan adalah poster.
..ooOOoo..
Let's Talk! Chat Room
Inuzuka Kiba
July, 02
Kiba : Konnichiwa, Hinata-san.
Read by Hinata
..ooOOoo..
Dan terakhir, aku sangat takut membuka pesan dari Tenten, ia pasti sangat marah padaku. Aku sempat berpikir untuk langsung menghapus pesan darinya dan jika ia marah aku bisa berkata bahwa ia tak mengirimku pesan. Tapi kuurungkan niatku, itu sama saja aku berlari dari masalah dan mengecewakan sahabatku.
..ooOOoo..
Let's Talk! Chat Room
Tenten
July, 02
Tenten : Hinata, gomenasai~
Tenten : Aku tidak bisa menemuimu hari ini. Ada suatu hal yang harus kuselesaikan di akademi.
Tenten : Sekali lagi, aku minta maaf.
Tenten : Hinata? Kuharap kau belum pergi ke Konohagakure's Sweet.
Tenten : Hinata, maaf jika aku mengecewakanmu. Gomenasai.. Gomenasai.. Gomenasai..
Tenten : ='(
Tenten : Hinata?
July, 03
Hinata : Tenten, maafkan aku. Aku tidak membuka pesanmu kemarin bukan aku marah. Kemarin aku benar-benar sibuk bahkan melupakan janji kita. Seharusnya bukan kau yang meminta maaf, tetapi aku. Maafkan aku. Kita bisa bertemu di lain hari.
..ooOOoo..
Aku bernapas lega, kukira pesan Tenten menyatakan bahwa ia kecewa dan marah padaku. Syukurlah.
"Hinata? Kau baik-baik saja?" tanya Kiba yang sedang beristirahat bercocok tanam.
"Aku baik-baik saja. Maaf tidak menjawab pesanmu kemarin." ucapku menunduk.
"Tidak apa. Kapan-kapan ajari aku Bahasa Inggris, ya? Kudengar kau mahir."
"Kau ingin belajar kepadaku? Baiklah."
Selesai beristirahat, kami melanjutkan kegiatan kami. Naruto memanggil Kakashi-sensei dan memperlihatkan hasil dari kegiatan kami.
"Bagus. Ini baru murid-murid teladan. Lanjutkan! Tapi alangkah baiknya jika kalian memberi nama organisasi kalian sebagai tanda peresmian." ucap Kakashi-sensei.
"Kita beri nama apa, ya?" tanya Naruto sedikit kebingungan.
"The Nature Lovers!" seru Ino. Kami semua setuju atas usul Ino karena kami tak bisa memikirkan yang lainnya. Mulai hari ini, pada tanggal 3 Juli, organisasi kami diresmikan dan kejadian tak disangka pun terjadi ketika kami sedang bersiap pulang.
"Ino." panggil Choji.
"Ya?" jawabnya menoleh ke arah Choji.
"Sebenarnya sejak awal aku ..."
"Apa? Shikamaru menjawab Let's Talk!ku! Ah senangnya. Hari ini aku tak bertemu dengannya." Ino kegirangan ketika ia membuka Let's Talk!nya yang berwarna ungu bergetar sehingga perkataan Choji terpotong.
"Ino, aku tahu sejak awal kita dekat kau selalu membicarakan Shikamaru. Aku tahu kau sudah sangat menyukainya, tapi kau harus mengetahui ini bahwa ia tak menyukaimu, Ino. Kau tak perlu mengejar yang tak pasti. Ia berkata padaku bahwa ia tak akan menyukai siapapun. Jadi?" jelas Choji.
Mata indah Ino terlihat berkaca-kaca, ia terlihat susah payah menahan desakan air mata yang mamaksa keluar. Tak sanggup membendung tangisannya, ia memeluk Choji dan menangis dalam dekapannya.
"Kau benar, ia tak menyukaiku. Aku tak mungkin mengejarnya terus. Jujur saja, aku lelah. Ia selalu memberiku harapan tetapi itu semua tak pasti. Aku ingin marah, tapi apa hakku?"
"Sudahlah, Ino. Masih ada yang jauh lebh menyukaimu."
"Siapa? Dan tadi kau ingin bilang apa padaku?"
"Sebenarnya aku menyukaimu. Kau bukanlah tipe wanita yang mudah menyerah, aku menyukaimu."
Kami semua terkejut, Choji memberanikan diri menyatakan perasaannya secepat ini. Kami hanya terpaku melihat mereka berdua. Sebenarnya aku sama sekali tidak tahu bahwa Choji menyukai Ino, aku hanya tahu kedekatan mereka saja.
"Choji?" Ino terlihat keheranan. "Jadi selama aku menceritakan tentang Shikamaru kau sebenarnya sudah menyukaiku?" lanjutnya.
"Ya, Ino. Bagaimana? Kau mau?"
"Tentu, Choji."
Akhirnya, di hari yang melelahkan ini, kami masih bisa merasakan kebahagiaan. Walau sebenarnya aku berharap bahwa aku yang berada di posisi Ino dan Kiba yang mendekapku. Hey? Apa yang kupikirkan ini? Ah, sudahlah.
..
..
Hari demi hari telah dilewati. Hingga kenaikan tingkat pun tiba waktunya. Hubunganku dengan Kiba masih sama. Tetapi pada suatu hari, ketika kami sedang berkumpul organisasi, aku tak melihatnya dan Ino datang lalu langsung mengatakan "Kiba dan Shino keluar dari organisasi ini." aku benar-benar sedih. Sepulang sekolah aku berusaha menghubungi Kiba, tetapi ia tak mengaktifkan Let's Talk!nya. Apa? Apa kiba sudah tak menyukaiku? Setiap kami bertemu, ia justru memalingkan wajahnya dariku. Ada apa? Apa aku salah? Kehidupanku terasa sepi, tapi aku harus membiasakan diri. Let's Talk!ku bergetar, kuperiksa siapa yang menghubungiku.
You have new message (1)
Lalu kubuka dan ..
..ooOOoo..
Let's Talk! Chat Room
Aburame Shino
Shino : Hai, bagaimana hubunganmu dengan Kiba?
Hinata : Baik-baik saja.
Shino : Manis sekali, kalian teman lama yang masih menjalin hubungan.
Hinata : Ya. Darimana kau mempunyai nomor kontak Let's Talk!ku?
Shino : Aku memintanya dari Kiba.
Hinata : Untuk apa?
Shino : Boleh aku berkata jujur?
Hinata : Ya.
Shino : Sebenarnya saat Kiba menyukaimu, aku juga menyukaimu.
Hinata : Apa? Bagaimana bisa?
Shino : Pada saat awal aku memang menyukaimu, tapi setelah tahu Kiba menyukaimu maka aku mengalihkannya kepada Ino. Saat awal itu sebenarnya aku pernah menjalin hubungan dengan Ino tapi tak lama. Kebodohan menghampiriku. Lagipula ia sudah bersama Choji sekarang. :'(
Hinata : Aku memang pernah melihat kalian jalan berdua, tapi aku belum mengenal Ino bahkan aku tak tahu dirimu. Kebodohan?
Shino : Aku tahu pada saat itu niat Ino baik, mengingatkanku untuk mengerjakan tugas dengan cara memaksa. Tapi aku malas, hingga aku membentaknya dan hubungan kami berakhir. Padahal sebenarnya itu untuk kebaikanku, hingga akhirnya Kurenai-sensei memarahiku.
Hinata : Jadi begitu.
Shino : Ya.
Read by Hinata
..ooOOoo..
Mengapa Shino mengatakan ini padaku disaat Kiba sudah menjauh dariku? Apa Kiba memberikan aku pada Shino? Aku tidak mau Shino, aku ingin Kiba. Bodohnya, Shino malah menyebarkan kepada orang-orang tentang perasaannya padaku. Tentu akan banyak rumor yang beredar.
Kejadian di tingkat akademi sekarang sungguh hampa. Tidak ada yang menarik. Jika waktu bisa mundur, maka aku memilih mundur. Hidupku begini terus. Shino medekatiku, tapi aku tidak tertarik. Terlebih aku mendapat masalah, teman-teman yang iri terhadapku justru malah menjauhiku. Aku tak terlalu memikirkan. Aku masih bisa bersama Sakura, walau terkadang ia memilih bergabung dengan yang lainnya. Pada saat itu juga, Naruto justru mendekatiku hingga dirumorkan bahwa kami menjalin hubungan dan teman yang menyukai Naruto justru semakin membenciku. Padahal aku dan Naruto hanya sahabat dekat. Waktu terus berjalan hingga hari dimana menuju tingkatan berikutnya pun tiba.
..
..
Di tingkat 1 aku menjalani hubungan dengan Kiba, di tingkat 2 Kiba menghilang begitu saja, dan di tingkat 3 aku ingin mengembalikan hubunganku dengan Kiba. Aku ingin menghubunginya lewat Let's Talk!, tapi tak bisa dihubungi. Aku tak ingin meminta bantuan Shino. Terbesit dalam pikiranku untuk menemui Ino. Lagipula, aku dan Ino sudah dekat sejak tingkat 2.
Aku berkeliling akademi mencari Ino. Aku tahu Ino tidak akan langsung pulang jika jam pelajaran telah selesai berhubung Ino adalah anak seorang sensei di akademi ini. Akhirnya aku bertemu dengan Ino di taman.
"Ino!" panggilku.
"Hai, Hinata. Ada apa?" tanyanya.
"Apa kau sedang sibuk? Aku ingin bicara."
"Tidak, silakan saja. Sebenarnya aku juga mencarimu."
"Um, kau tahu siapa orang yang Kiba sukai?"
"Hahaha, kau masih menyukai Kiba rupanya."
"Ah. Tidak." aku tersipu malu.
"Mengaku saja. Tapi selama ini aku belum pernah mendengarnya menyukai seseorang selain dirimu."
"Benarkah? Apa kau punya kontaknya?"
"Tidak, tapi aku akan memintakan untukmu."
"Arigatou, Ino-chan."
"Dou itashimashite."
..
..
Aku pun akhirnya pulang dan menunggu hari esok. Aku sangat ingin menghubungi Tenten untuk mengajaknya bertemu, tapi kontaknya pun hilang dariku. Kami belum pernah berjumpa lagi sejak dua tahun lalu. Sesampainya di rumah, aku melempar tubuhku ke tempat tidur. Sungguh hari yang melelahkan. Tiba-tiba Let's Talk!ku bergetar.
You have new message (1)
Lalu kubuka, dan ternyata itu adalah Ino.
..ooOOoo..
Let's Talk! Chat Room
Yamanaka Ino
Ino : Hinata..
Hinata : Hai, Ino.
Ino : Boleh aku bercerita? Aku sungguh bingung harus menceritakan kepada siapa lagi.
Hinata : Boleh. Apa itu?
Ino : Ini tentang Choji. Saat awal, hubunganku dengan Choji baik-baik saja. Tetapi setiap hari selalu ada perkataan yang tidak mengenakan darinya melalui chat Let's Talk! ini. Menurut penjelasan Choji, sebenarnya itu adalah kakaknya. Kakaknya sepertinya sangat membenci aku. Padahal aku saja tak mengenal kakaknya. Ingin kuakhiri semua hubungan ini, tapi Choji selalu berkata bahwa kita harus bertahan. Aku bingung, di sisi lain aku memilih setia, tapi jika begini aku harus bagaimana?
Hinata : Apa kau selalu mengganggunya sehingga kakaknya berbicara seperti itu?
Ino : Kau ini, aku sudah menceritakan panjang lebar dan kau hanya menjawab 9 kata? Tidak. Setiap percakapan Choji selalu memulai lebih dahulu, tapi akhir-akhir ini terkadang aku yang menyapanya pertama.
Hinata : Gomenasai, Ino-chan. Apa saja yang pernah dikatakan oleh kakak Choji? Boleh kutahu?
Ino : Sudah kuhapus. Tetapi kata-katanya itu mengatakan bahwa aku pengganggu hidup orang. Bahkan kakanya sampai menjelek-jelekan orang tuaku. Tentu aku tak terima.
Hinata : Begitu, ya? Lalu jika kau bertemu Choji bagaimana?
Ino : Biasa saja, terkadang ia menyapaku.
Hinata : Baiklah, aku ada satu pertanyaan untukmu.
Ino : Apa?
Hinata : Kau pernah menjalin hubungan dengan Shino?
Ino : Ah! Kau tahu darimana?
Hinata : Shino bilang padaku.
Ino : Ya, 2 tahun lalu. Apa ia menceritakannya kepadamu?
Hinata : Tentu.
Read by Ino
..ooOOoo..
..
..
Keesokan harinya, aku bertemu Ino. Ia berlari menghampiriku. Bahkan terlihat terburu-buru.
"Hinata!" panggilnya.
"Ino?"
"Aku dapat kontak Kiba. Ini nomornya 0079811."
"Ah, arigatou gozaimasu! Terimakasih banyak." aku sangat senang sekali.
"Dou itashimashite. Oh, ya, Hinata. Hubunganku dengan Choji sudah berakhir."
"Sungguh?"
"Aku sudah tak percaya omong kosong Choji."
"Ya sudah, masih banyak yang lebih baik darinya."
KRIIIING!
Bel masuk pun berbunyi. Kami masuk ke kelas masing-masing.
..
..
Waktu pulang pun tiba. Aku ingin bergegas pulang. Tapi Naruto, Sakura, Choji, dan Sai memanggilku.
"Hinata, kau langsung pulang?" tanya Sakura.
"Ya, aku harus pulang sekarang."
"Mengapa?" tanya Naruto.
"Aku ada pelajaran tambahan. Maafkan aku." lalu aku pergi meninggalkan mereka.
..
..
Sampailah aku di rumah. Aku sangat tak sabar untuk menghubungi Kiba. Kumasukkan nomornya. Aku mencari kontaknya dari huruf 'I' tapi tak kutemukan. Aku menemukan kontak dengan nama 'Akamaru'. Akamaru? Nama anjing Kiba, berarti ini adalah kontak Kiba. Rasa bingung menghampiriku. Aku harus mengawali apa? Terbesit dalam pikiranku bahwa dulu Kiba pernah meminta diajarkan Bahasa Inggris. Maka ...
..ooOOoo..
Let's Talk! Chat Room
Akamaru
Hinata : Sumimasen, boleh aku bertanya?
Akamaru : Boleh saja.
Hinata : Tunggu, sebelumnya kau tak lupa dengan nomor dan nama kontak ini?
Akamaru : Nomor ini? Hinata.
Hinata : Baiklah. Aku ingat perkataanmu bahwa kau ingin kuajarkan Bahasa Inggris. Kau bersedia kapan?
Akamaru : Hahaha, tidak perlu. Bahasa Jepang saja sudah cukup. Tapi sedikit aku tahu Bahasa Inggris.
Hinata : Begitu, ya? Aku tak keberatan jika kau ingin kuberi catatannya saja. Kau mengganti nama kontakmu? Aku hampir kesulitan mencarinya.
Akamaru : Tidak perlu, Hinata-chan. Ya, aku ingin berbeda sampai aku berhasil memblokir kontak lamaku.
Hinata : Um, Kiba, kau tahu beberapa gossip tentangku?
Akamaru : Ya, kau kekasih Shino?
Hinata : Itu tidak benar. Aku sama sekali tidak menyukai Shino.
Akamaru : Kau sedang apa?
Hinata : Tidak, aku hanya menjawab pesan darimu. Kau mengalihkan pembicaraan.
Akamaru : Ya, gossip tentangmu beredar dimana-mana. Aku hanya bisa diam. Um, Hinata, Akamaru menggangguku. Sampai besok. Konbanwa.
Hinata : Konbanwa.
Read by Akamaru
..ooOOoo..
Aku merasa senang bisa kembali berkomunikasi dengan Kiba. Aku harap ini berlangsung selamanya. Pukul 9 malam, saatnya tidur. Aku melihat keluar jendela dan kulihat ada satu bintang berkedip padaku.
"Arigatou. Oyasuminasai, bintang berkedip." lalu kutenggelam dalam mimpi.
..
..
Pagi hari kuterbangun. Aku bersiap-siap seperti biasa. Kuikat rambutku. Selama 3 tingkatan akademi ini, aku belum pernah membuka ikatan rambutku jika pergi ke akademi. Dan aku berangkat. Aku berangkat sendiri karena Neji sedang menginap di rumah ayahnya.
Tibalah aku di akademi. Ingin rasanya aku melihat bagaimana reaksi Kiba jika bertemu aku hari ini. Tepat di lorong aku berpapasan dengan Kiba. Ia sedikit tersipu malu ketika melihatku, aku hanya tertunduk. Sampailah aku di kelas. Ternyata belum ada seorang pun yang datang. Ya sudah, aku memilih untuk duduk di bangku paling depan.
TOK! TOK! TOK!
Seseorang mengetuk pintu kelasku. Aku menghampiri pintu dan aku sungguh terkejut. Kiba? Ia menghampiriku?
"Ki-Kiba?" ucapku.
"Hinata, boleh aku meminjam buku pelajaran Kurenai-sensei? Aku ingin memeriksa tugas dan menyamakannya dengan jawabanmu." pintanya.
Tentu aku tak bisa menolak. Aku mengambil buku itu dari tasku dan memberikannya.
"Ini."
"Aku pinjam sebentar." ucapnya sambil berjalan menuju kelasnya dan langsung menepuk pundak Shino yang baru datang.
Aku sangat senang sekali. Walau Kiba terlihat sedikit malu, tapi aku senang. Akhirnya beberapa temanku datang. Naruto memintaku membantunya mengerjakan tugas. Ya, apa boleh buat. Aku datang ke bangkunya. Tak lama, Sai datang dan memberikan buku miliku yang dipinjam Kiba.
"Hinata, ini bukumu. Ia menitipkannya padaku." ucapnya.
"Arigatou." ucapku.
Saat kubuka buku itu, aku menemukan secarik kertas bertuliskan ..
"Arigatou. Maaf aku tak mengembalikan buku ini langsung, tapi ku titipkan pada temanmu. Sekali lagi, terimakasih. Sangat membantu. Tapi maaf juga, sedikit kukoreksi jawabanmu. Sepertinya kau lelah hingga salah menghitung jumlah. Sudah kuisikan jawaban yang benar. Maaf jika tulisanku tak sebagus tulisanmu."
Setelah kulihat lagi ternyata ada 4 soal yang kusalah mengisinya. Terimakasih, Kiba. Aku merasa tak bosan-bosan membaca surat itu. Hingga Naruto mulai ingin tahu apa isi surat itu.
"Hmm, tampaknya ada yang sedang jatuh cinta." ucap pria berkumis kucing itu.
"Tidak, Naruto. Ini bukan apa-apa. Sudah, kembali kerjakan!" ucapku.
Rona merah di wajahku tak bisa kuhilangkan begitu saja. Bahkan orang-orang sampai bertanya-tanya dan menyangka bahwa aku sedang jatuh cinta kepada Naruto karena aku sedang bersamanya. Tentu tidak! Memang, kabarnya aku sempat mendengar Naruto menyukaiku, tapi aku tak mempedulikannya.
Jika aku ingat-ingat lagi, tadi Kiba meminjam bukuku dan ia langsung menyapa Shino. Itu artinya saat Kiba mendatangi kelasku, Shino melihat. Juga saat Kiba membuka buku milikku, Shino juga melihat. Baguslah, agar Shino sadar bahwa Kiba tetaplah orang yang kusuka. Semoga dengan itu, Shino tidak menyebarkan gossip tentang aku dengannya lagi. Hanya ada Kiba dalam hatiku!
To be continue..
What do you think?
Review? Fav? Follow?
Wait for the next chapter.
Arigatou gozaimasu!
