Title : Wolf

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : M

Pairing : All Couple EXO *Only Official couple, not Crack pair*

Genre : Romance, mystery, Supranatural, Fantasy

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : 4 sekawan yang pergi ke sebuah kota kecil di dekat pegunungan yang ada di Amerika dengan tujuan untuk berlibur di vila dekat pegunungan milik Xi Luhan. Kejadian aneh mereka temukan di kota kecil yang berada dekat dengan villa milik Luhan. 'Berhati-hatilah, bila melihat bulan Purnama dan mendengar lolongan Serigala.' IT'S YAOI! TAORIS, KAISOO, BAEKYEOL AND HUNHAN IS HERE!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

Okelah, langsung saja baca XDD

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

Sekali lagi, fict ini hanya fiksi. Asli karangan. Kalau mau flame karena khayalan Rai, I don't care. I've warned you ^^

.

.

RAICHI

.

.

Kris menatap sosok tubuh yang ada disampingnya. Matanya terpejam damai.

Debaran aneh apa ini? Kenapa Kris merasa berdebar ketika melihat anak itu damai tertidur manis?

Mata panda yang terpejam manis itu begitu sempurna. Ditambah dengan bulu mata yang rapi dan lentik membuatnya terlihat begitu lembut. Alis mata yang menaungi mata itu membuatnya terlihat begitu indah. Layaknya dibentuk oleh para malaikat disurga. Begitu indah dan sempurna.

Hidungnya mancung dan terlihat ramping. Wajah oval yang bersinar layaknya pualam itu membuat setiap orang yang menatapinya akan jatuh pada pesona tersebut. Layaknya sebuah mimpi indah yang akan memelukmu dimalam musim semi.

Bibir kucing yang begitu memikat. Dilihat sekilaspun, Kris tahu kalau tak ada seorangpun yang mencium bibir itu. Merenggut kepolosan dari bibir kucing merah muda itu. Lehernya yang jenjang dan bersih. Menjadi keindahan tersendiri laksana kecantikan Aprhodite sang Dewi Cinta Yunani.

Cantik? Tidak, dia sangat indah. Cantik tak akan bisa menggambarkan keindahannya. Indahpun kadang tak bisa membantu untuk menjelaskan sebuah kecantikan yang dipahat Tuhan.

Tubuh Kris perlahan mendekatinya dan memeluk tubuh itu. Tubuh yang mungil. Begitu pas dalam pelukannya. Layaknya sebuah kepingan yang menyatu dan menjadi erat. Hangatnya begitu membuat Kris tenang. Aroma tubuhnya pun begitu memabukkan. Kris begitu ingin menumpahkan perasaan nyamannya pada tubuh itu.

Tubuh dalam pelukkannya menggeliat pelan. Kris membenamkan wajahnya pada rambut pria bernama Tao itu. Aromanya begitu menyenangkan.

"Le..lepaskan aku…lepaskan…" bisiknya pelan dengan nada takut. Kris maklum kalau pria bernama Tao ini takut padanya. Kris mengendurkan pelukannya perlahan dan keduanya tak bisa menghindar dari kontak mata.

"Jangan bunuh aku..aku mohon.."

Kris tahu kalau dia adalah Wolf dari Neraka. Matanya juga sangat mengerikan. Merah dan Ungu. Tapi mata ini adalah kekuatannya. Kekuatan untuk melindungi apa yang ia sayangi. Xiumin dan Chen yang memanggilnya dulu, serta saudara-saudaranya.

Apa ia salah memiliki kekuatan begitu besar untuk melindungi apa yang ia ingin lindungi?

Kenapa mata yang bergejolak takut itu tak menampakkan ekspresi kesendirian? Apa dia mendapatkan begitu banyak kasih sayang semasa ia hidup? Apa yang ia lakukan sampai Tuhan menumpahkan kasih sayang padanya?

Kris haus akan kasih sayang, ia tahu itu.

"Berikan….berikan aku sedikit saja cinta yang ada didalam matamu..berikan aku kehangatan itu..biarkan aku merasakannya…" bisik Kris. Tao memandang tak mengerti. Tangan Kris membingkai wajah cantik secantik Aprodhite itu. Wajah itu bersemu manis. Menambah kesan manis pada mata siapapun yang melihatnya.

"Apa maksudmu…?" bisik Tao. Kris memandang mata itu. Mata polos yang memabukkan. Keindahannya bagaikan butiran embun yang menyatu dengan aroma tanah yang disiram air dari langit.

Mahakarya dari Surga, menurut Kris.

"Biarkan aku merasakan cinta itu..bisakah..?" bisik Kris. Tao gemetar. Tidak, ia tidak takut. Meski memang dia akui mata itu sedikit menyeramkan. Namun, kalau kau lihat seksama, mata itu mengandung kekuatan. Mata yang polos layaknya anak kecil yang ingin dicintai.

Kris mendekati wajah itu. Wajah itu hanya bersemu lembut bagaikan cuaca sore yang menyenangkan. Hangat dan nyaman.

Dan tanpa bicara apapun, bibir itu menyatu dalam kesempurnaan. Segalanya terasa lembut dan nyaman. Membuat Tao mabuk olehnya.

Harusnya Tao merasa jijik. Harusnya Tao merasa dia hina karena menikmati sebuah ciuman dari sesamanya yang bergender sama. Apalagi ia tak melawan. Kemana semua kemampuan Wushunya selama 11 tahun? Harusnya ia bisa melawan.

Tapi anehnya…ia tak ingin melawan. Tubuhnya terasa nyaman, dan pikirannya melayang jauh menembus langit ketujuh karena ia merasakan sebuah perasaan cinta.

Ia jatuh cinta hanya sekejap dalam sebuah kehangatan dan kelembutan Wolf didepannya.

Ciuman itu terlepas. Debarannya terasa manis dan menyenangkan. Kris terkekeh sejenak dan kembali mengecup bibir itu.

Bibir yang manisnya semanis madu terbaik. Bibir yang kepolosannya sepolos bayi dari Surga.

Keduanya kembali dalam sebuah ciuman yang didasari oleh cinta dan nafsu yang bergejolak. Mata keduanya terpejam menikmati keindahan duniawi. Kenikmatan gejolak listrik kecil membuat tubuh mereka semakin bergejolak.

Lidah sang Wolf menyapu langit-langit mulut pria polos yang ada dibawahnya. Kulit keduanya menyatu dan bergesekkan.

"Eungh…."desahan pelan keluar dari bibir kucing itu. Tangannya yang lembut menjambak pelan rambut sang Wolf. Sebuah tanda kalau ia begitu menikmati semua yang dilakukannya.

Tao sudah pasrah kalau tubuhnya menginginkan cinta dan perlakuan 'spesial' dari pria diatasnya ini. Kedua kaki Tao yang ramping dan panjang memeluk pinggang pria yang lebih besar dari dirinya ini.

Kris meminum nectar dari mulut Tao. Saliva murni dari manusia yang dimandikan oleh kasih sayang dari Tuhan.

Dahaganya hilang, pikirannya semakin mabuk oleh kenyamanan, keindahan dan cinta.

Kalau memang Anak dari Dewi Aprhodite memang ada, maka artinya mereka sudah jatuh cinta.

Kenapa semuanya bisa seperti ini? Apa yang kau inginkan, Tuhan?

Kedua tangan Kris memainkan tonjolan didada Tao. Memilinnya perlahan, mencubitinya sesekali hingga benda mungil didada Tao itu mengeras. Tao tak tahu apa yang harus ia lakukan.

"A…ahh…mmm~" desahan Tao keluar lembut darinya. Matanya terpejam menikmati nada desahan yang ia keluarkan, sekaligus menikmati apa yang tangan besar itu lakukan pada dirinya.

Ia begitu menyukai segalanya, tapi ia juga begitu takut. Dan ketakutan itu bisa dirasakan oleh sang Wolf. Wolf itu tahu, Tao hanyalah anak polos yang berusaha mencari jati dirinya.

"Aku akan lembut…aku akan mencintaimu selamanya.."

Hanya dengan kata-kata itu, Tao kembali rileks. Layaknya sebuah mantra paling manis yang pernah diucapkan. Bukan mantra mengerikan yang Tao dengar selama ini.

Kris menciumi setiap inchi dari tubuhnya yang berkesan ramping. Dan meninggalkan jejak ciumannya pada tubuh itu. Sebuah kissmark milik Kris.

Kris menjilati tubuh itu. Merasakan manis yang ada ditubuh itu. banyak kissmark yang ada ditubuh Tao, dan semuanya karena Kris.

"Ahhhh….~! Gegege…..~!" Tao mendesah kembali tatkala tangan Kris yang besar menggenggam miliknya. Mengocoknya perlahan dan teratur, lalu berubah menjadi sedikit cepat hingga akhirnya Tao merasakan pandangannya memutih karena telah mencapai puncak kenikmatan.

Desahan itu memenuhi kamar yang ditempati Kris. Ciuman yang selalu menjadi tanda cinta sekaligus ketenangan keduanya.

Kesejatian yang berdiri tegak seolah menantang lawannya. Kesejatian milik Kris yang bergesekkan dengan bagian tersensitif milik Tao. Pandangan lapar milik Kris tatkala menatap lubang kenikmatan Tao yang mengerut dengan warna pink kecoklatan.

Rintihan kesakitan yang berusaha ditenangkan oleh Kris, erangan nikmat yang perlahan tercipta setelah sakit yang luar biasa dan gesekkan kenikmatan antara daging dengan daging.

"Ah….~! Kris-ge..Kris-ge..Kris-ge..~!" hanya dengan menyebut namanya, Kris sudah merasakan dia menjadi makhluk yang beruntung. Nada suara manja yang mengerang nikmat dibawah tubuhnya.

"Shhh….ahh…ya Baby..? sshh ahhh….~" Kris bertanya disela desahan nikmatnya. Miliknya yang dijepit kuat oleh hole sempit milik Tao. Semuanya terasa penuh kenikmatan.

"A..aku…ngghhh….A..aaaahhh…o..ohh..~" Tao tak dapat melanjutkan kalimatnya. Dan dengan sekejap, keduanya sudah sampai disurga kenikmatan. Pandangan Tao memutih tatkala merasakan kenikmatan tersebut.

Keduanya menikmati sisa kenikmatan tersebut. Masih begitu terasa. Kris menyelimuti tubuh polos yang kini sudah ia nodai. Selimut itu menambah kehangatan. Tao tersenyum dalam tidurnya yang nyaman. nafasnya yang teratur menandakan betapa nyanyak dan lelahnya ia dalam tidurnya.

Sudah ia tunggu saat ini. Saat dimana ia akan merasakan cinta yang membuat dirinya nyaman. lama sekali ia menunggu didalam kegelapan Neraka.

Kris memejamkan matanya. Mencoba mengingat kenangannya ketika di Neraka sana. Ketika masih menjadi seonggok sosok mengerikan yang masih menjadi Wolf Neraka. Tidak memiliki wujud manusia sama sekali.

.

FLASHBACK

.

Neraka begitu mengerikan seperti biasanya. Tak akan kau bisa katakan seperti apa mengerikannya Neraka. Terlihat Kris yang berjalan sedikit membungkuk.

Tubuhnya tinggi besar. Setinggi 2.5 meter. Dengan bulu berwarna hitam legam yang memenuhi tubuhnya. Taringnya yang 100x lebih tajam dibandingkan belati di Dunia. Cakar yang ada ditangan dan kakinya juga demikian.

Matanya yang beriris merah dan ungu membuatnya menjadi disegani di Neraka sana.

Pemandangan Neraka tak akan selalu indah. Tempatnya gersang, dipenuhi api-api paling panas, manusia jahat yang melakukan kejahatan disiksa disana.

Suara jerit pilu para manusia itu memenuhi indera pendengaran Kris, dan Kris sudah biasa mendengarnya. Disana, Kris melihat saudara-saudaranya yang membantu para petugas Neraka menyiksa mereka yang jahat. Melelehkan timah, mencambuk, serta turut menyaksikan ketika tubuh manusia yang jahat akan hancur dengan cambuk dari Malaikat Neraka.

Kris tak pernah merasakan cinta. Dirinya dan saudara-saudaranya layaknya anak polos yang gampang dikotori. Dan mereka sebenarnya sudah sedikit dikotori dengan kejahatan.

Kris memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak.

"Kris…" panggil sebuah suara. Kris membuka matanya dan mendapatkan seluruh saudaranya ini sedang berkumpul. "Chanyeol merasakan sesuatu." Ucap Suho. Kris menajamkan telinganya. Mereka semua menutup mata dan menajamkan telinga mereka.

namquid sunt in deserto….~?

Semuanya membelak kaget. Suara yang begitu indah. Penuh dengan cinta dan keindahan. Kemurniannya bagaikan tetes embun dari bumi. Meski nadanya sedih, tapi suara itu mengandung cinta.

"A..aku tidak pernah mendengar suara sedemikian indah.." bisik Suho. Tubuhnya bergetar. Ini bisa jadi kesempatan mereka untuk bebas dari Neraka. Muak menjadi abdi Neraka yang setiap hari hanya membantu Malaikat Neraka menyiksa. Muak melihat penderitaan. Mereka ingin merasakan cinta..meski itu dari Setan maupun Iblis sekalipun. Sudah 10.000 tahun mereka disini, dan selama itu, mereka tak merasakannya. Takdir Tuhan memang tak bisa ditebak.

Et sicut luna, At ruber factus est sanguis..~
Oculi inferno amet lupis…
namquid sunt in deserto…~?
solom ex amore quocumpue, etiam a diabolo..~

Tubuh serigala berbulu putih dengan Nama Sehun mulai bercahaya. Mereka semua mulai bercahaya.

"Kita akan ke Dunia..ada yang memanggil kita..!" ucap Kai yang sebenarnya begitu merasa bersemangat.

Et sicut luna, At ruber factus est sanguis..~
Oculi inferno amet lupis…
namquid sunt in deserto…~?
solom ex amore quocumpue, etiam a diabolo..~

Dan dengan lirik yang diulang kembali, tubuh mereka hilang dari Neraka.

.

.

Mereka semua berubah menjadi manusia setengah serigala yang hidup bersama pria yang bernama Chen atau Jongdae dan Xiumin. Mereka adalah pasangan yang manis dan penuh cinta. Paras mereka di atas rata-rata.

Kris yang bermata Ungu dan Merah, berambut hitam, bertubuh tinggi atletis dan ketampanan miliknya begitu menarik siapapun.

Chanyeol yang berwajah tampan, bermata abu-abu, dan berambut cokelat gelap juga begitu memukau.

Kai yang bertubuh proporsional, rambut cokelat gelap, kulit tan dan mata biru yang eksotis.

Suho yang berwajah dewasa, dengan matanya yang berwarna merah memukau.

Dan ada Sehun yang berambut putih perak, bermata emas, dan berwajah sempurna.

Untuk pertama kalinya, Kris merasakan cinta dan kasih sayang yang ia dapatkan dari 'orang tua'nya. Dia dan saudara-saudaranya diajari membaca tulisan manusia yang dengan cepat mereka serap. Diajar menyanyi, di ajari untuk melindungi apa yang harus dilindungi, dan diajarkan bagaimana rasanya perasaan sayang.

Sehun yang paling manja di antara mereka semua. Xiumin selalu memanjakan Sehun. Apapun yang ingin Sehun coba makan, Xiumin akan membuatkannya. Ketika Sehun terluka akibat berlatih bersama Kris, Xiumin merawat lukanya. Meski luka itu akan langsung menutup, tapi dengan sentuhan obat dan perhatian Xiumin, Sehun semakin menyayangi sosok 'ibu'nya itu.

"Mom..izinkan aku tidur denganmu..~" rayu Sehun. Xiumin terkekeh menatap sosok Wolf didepannya yang bermata emas kecoklatan.

"Sehunnie, kalau kau tidur dengan Mom, bagaimana dengan Daddy? Dia pasti ingin menyentuh Mom~" kali ini, kai menggoda pasangan itu. Terima kasih sekali untuk film Biru milik Chen yang ditonton oleh Kai. Membuatnya menjadi sosok yang sedikit mesum. Ditambah dengan wajahnya yang menggoda siapapun, kulit tan miliknya, otot tubuhnya yang mulai terbentuk. Ditambah dengan eksotisnya mata Kai yang biru laut indah.

"Kau harus tidur dengan saudara-saudaramu, Sehunnie." Ucap Xiumin yang mengelus rambut Sehun. Sehun mengangguk mengerti. Chen merasakan kebahagiaan kini menyelimutinya. Rasanya begitu menyenangkan. Dan gelak tawa kini menyelimuti sebuah 'keluarga' unik itu.

.

END OF FLASHBACK

.

Kris dan saudara-saudaranya ke Dunia berubah menjadi manusia setengah Serigala yang akan berubah menjadi Serigala ketika melihat bulan Penuh yang sebenarnya adalah cahaya dari dewi Luna Reina de la Paz. Sebenarnya, Luna adalah kakak dari seorang Pendeta Himalaya bernama Chris.

Kematiannya yang menjadi Ratu Kedamaian membuatnya menjadi Dewi yang akhirnya semakin memperindah cahaya bulan. Terkadang, ia membantu pada Bidadari membentangkan selendang cahaya mereka agar menjadi Aurora yang sangat indah. Arti dari Reina de la Paz sendiri adalah Ratu Kedamaian.

Kematiannya disebabkan karena mati tertusuk belati oleh King. Ia tak mampu mengalahkan kegelapan dari hati King Jaejoong.

Kris merasakan ada panggilan di pikirannya.

"Kris..aku ingin berbicara..keluarlah sebentar.." Kris menghela nafas. Kris mengecup bibir kucing itu cepat lalu mengenakan pakaiannya asal. Hanya celana, dan jubah hitam yang tak ditutup. Membuat dadanya yang bidang dan otot tubuhnya yang tak berlebih terlihat jelas.

Kris keluar menuju ruangan tempat mereka berlatih. Saat naluri Neraka mereka tak terkendali, Xiumin dan Chen yang takut meninggalkan mereka. Dan saat itulah, King merawat serta memberikan kekuatan jahat, dan melatih mereka.

Diruangan besar itu, ditengah ruangannya terdapat sebuah lantai berbentuk bulat. Ada lambang gagak yang berarti King. Diatas lantai itu, sekitar 25 meter di atasnya, ada sebuah bola besar mirip bulan yang bercahaya terang.

Dibawahnya, ada Chanyeol yang menatapi dan meresapi kekuatan Bulan ciptaan King untuk mereka agar kekuatan mereka selalu ganas.

Kris merasakan tubuhnya semakin kuat karena diisi oleh kekuatan sang Bulan. Meski bukanlah Bulan asli ciptaan Tuhan yang Maha Esa yang mengandung keindahan, bulan ini tetap memberikannya kekuatan.

"Kau ingat ketika kita masih dengan wujud Serigala yang berjalan layaknya manusia di Neraka sana?" tanya Chanyeol yang tersenyum sedih. Sosok Chanyeol yang bermata abu-abu kini bersinar terang. Dia yang awalnya membelakangi Kris mulai menatap Kris. Kris yang matanya ungu dan merah menatapnya balik. Matanya juga bersinar terang.

"Tentu aku ingat semua..bahkan ketika kita iktu membantu menyiksa yang jahatpun masih aku ingat jelas.." ucapnya. Chanyeol tersenyum getir.

"Ingatkah kau pertama kali kita diperlakukan lembut oleh Mom dan Dad? Mommy Xiumin begitu baik..Daddy Jongdae juga begitu baik…saat itulah pertama kalinya aku merasa beruntung dipanggil ke Dunia…dengan suara indah mereka..aku begitu mengagumi suara Dad.." ucap Chanyeol. Kris diam. Dia menunduk dan mengingatnya. Tak mungkin ia lupakan bagaimana ketika mereka diajari makan layaknya manusia. Diajarkan membaca, diajarkan bernyanyi. Tak akan pernah Kris lupakan bagaimana Xiumin mengajarkan untuk saling melindungi apa yang disayanginya. Dan tak mungkin Kris melupakan suara indah milik Jongdae. Suara itulah yang memperkuat agar mereka dipanggil ke dunia.

"Aku ingat semuanya dengan jelas…" Chanyeol terkekeh mendengar jawaban Kris. Kekehan sedih.

"Kau ingat ketika tanpa sadar, naluri membunuh kita meningkat secara tiba-tiba? Kau ingat bagaimana takutnya Mom dan Dad yang melihat kita ketika membunuh pertama kali hingga takut dan pergi dari kita?! APA KAU INGAT KETIKA KITA MEMBUNUH ORANGTUA ASHLEY AKIBAT PERINTAH KING?!" Chanyeol begitu marah pada semuanya. Marah pada mereka yang terjebak ucapan Kris, marah pada dosa yang mereka ciptakan di Bumi, dan marah pada dirinya yang tak sempurna.

Kris tahu, semuanya sudah menjadi seperti ini. Ini semua sudah terlanjur.

"Aku mengingatnya..Chanyeol..semua aku ingat dengan jelas.." ucap Kris. Chanyeol mengusap airmata yang jatuh perlahan. Tangisan kedua setelah ia menangisi Chen dan Xiumin yang entah kemana. Ia merindukan kasih mereka berdua.

"Aku sudah merasakan cinta yang membuatku hangat kembali, Kris. Baekhyun adalah alasanku memanggilmu kesini sekarang." Kris menatap saudaranya ini. Kris bisa rasakan, ia sudah memiliki perasaan manusia. Mata abu-abu Chanyeol bersinar mempesona siapapun manusia yang melihatnya.

"Jadi, apa intinya kau memanggilku kesini?"

"Aku mencintainya..sangat..bagaimana caranya aku mencintainya sementara ia adalah manusia? Tak mungkin aku bawa ia ke Eil.." bisik Chanyeol. Kris menatapnya.

"Aku tak tahu lagi…" Kris juga sama sepertinya. Dia begitu mencintai sosok lelaki berwajah manis yang sudah menghangatkan dirinya.

"Apa yang King inginkan adalah jantung dari rumah Ashley..tapi kenapa King Yunho tak bangun?" tanya Chanyeol. Kris mulai berpikir.

Benar, kenapa Yunho tak bangun?

"Kau benar…"

"Kris.."

"Ya?"

"Aku merindukan Mom dan Dad…apa mereka merindukan kita?" tanya Chanyeol. Matanya menerawang menatap bulan yang tak jauh dari mereka.

"Aku harap mereka merindukan kita…" bisik Kris.

Tap…Tap..Tap..

"Aku juga merindukan Mom…" Kris trsenyum mendengar suara yang paling muda di antara mereka.

"Kau merindukan masakan Mom, kan?" kali ini, suara Kai yang menanyai Sehun.

"Sepertinya memang begitu." Kali ini Suho yang berbicara. Mereka semua berkumpul. Mata mereka semakin bersinar. Beruntung King tak bisa melihat ataupun mendengar mereka disini. Pelayan mereka tak akan mungkin masuk kesini.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Kai. Mereka semua berdiri dengan membentuk lingkaran.

Kris memejamkan matanya dan berpikir sejenak. Semua saudaranya langsung menyadari apa yang Kris rencanakan. Semuanya tergambar dipikiran mereka. Mereka menyeringai.

"Kau gila, Kris.." bisik Kai yang mata birunya masih bersinar. Seringainya terbentuk sempurna.

"Kita akan berlatih sekarang. Bersiaplah, semuanya." Dan tanpa aba-aba, Kris merubah dirinya menjadi seekor Wolf yang besar. Saudara-saudaranya juga langsung berubah.

"AWOOOOOOOOOOOOOOOOOOO…!"

.

.

TBC

.

.

RAICHI CUAP CUAP TIME XP

HYAAAAAAA~ Banzai~ sudah di chapter 15. Fict terpanjang karyaku! XD

Sumpah, jiwa keibuan Xiumin bikin silau *.* mana Thehun manjanya pula :3

Sebenarnya, alasan Rai membuat NC tak terlalu di jabarkan secara frontal adalah, Rai pernah membaca sebuah artikel buruknya membuat cerita dengan unsur Dewasa (Rate M). dengan maksud Sex. Membaca, menonton, dan membuat itu bisa bikin saraf otak agak lemah. Maka dari itu, Rai berprinsip, saat membuat adegan NC, jangan dijabarkan.

Mohon maaf bagi readers Rai. Bukan bermaksud apapun, sumpah! Tapi karena Rai juga ngerasa Rai terlalu memaksakan. Rai gak bisa bikin NC, tapi maksa bikin NC. Inilah Rai sebenarnya… Rai harap, kalian gak kecewa sama Rai :"

Maaf ya.. :"

Well, mind to review? Please no flame and please no silent readers ^^ memberi saran boleh, hanya saja kalau kasar, Rai sedikit tidak terima ^^