Title : Wolf

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : M

Pairing : All Couple EXO *Only Official couple, not Crack pair*

Genre : Romance, mystery, Supranatural, Fantasy

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : 4 sekawan yang pergi ke sebuah kota kecil di dekat pegunungan yang ada di Amerika dengan tujuan untuk berlibur di vila dekat pegunungan milik Xi Luhan. Kejadian aneh mereka temukan di kota kecil yang berada dekat dengan villa milik Luhan. 'Berhati-hatilah, bila melihat bulan Purnama dan mendengar lolongan Serigala.' IT'S YAOI! TAORIS, KAISOO, BAEKYEOL AND HUNHAN IS HERE!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

Okelah, langsung saja baca XDD

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

Sekali lagi, fict ini hanya fiksi. Asli karangan. Kalau mau flame karena khayalan Rai, I don't care. I've warned you ^^

.

.

RAICHI

.

.

Terlihat sosok Xiumin yang sedang membaca sebuah buku yang sudah membuat semua kekacauan ini terjadi. Ia berusaha memahami setiap bait kata dan berusaa mentransletkannya, tapi percuma. Bahasa ini sulit dipahami. Ia bahkan tak memahami bahasa apa yang digunakan oleh buku ini untuk halaman berikutnya.

Chen terlihat sedang membantu Xiumin agar mendapatkan jawaban dari semua masalah ini. Bagaimanapun juga, sebagian dari seluruh masalah ini juga dari mereka berdua.

Sedangkan itu, Ashley memandangi pemandangan luar Forks.

Tanah yang dulunya ditutupi oleh rumput segar,kini ditutupi oleh salju tebal yang nampak sangat dingin. Pohon-pohon juga banyak sekali yang sudah mati dan mengering.

Awan dipenuhi oleh kegelapan. Langit juga begitu hitam sehitam bulu gagak. Tak ada bintang. Ada satu bulan besar yang berwarna merah darah. Puluhan ekor gagak berkoak kuat hingga membuatmu ketakutan. Mata kuning para burung hantu menatap lebih awas dibanding sebelumnya.

Meski dituruni oleh salju, namun petir menyambar dengan ganas.

"Ini Neraka.." bisik Ashley yang memandangi langit itu. Petir menyambar berwarna merah darah. Ini sungguh menyeramkan.

"Ashley, sebaiknya kau masuk dan tak melihat di luar.." saran Chen yang menatap Ashley lalu kembali menatap buku yang ada dipangkuannya. Ashley memandang sedih.

Meski mereka tak akan terlihat karena sudah dilindungi, tetapi mereka harus tetap berjaga.

"Bagaimana nasib mereka semua..semua ini salahku..seandainya aku tak mengajak Luhan-gege kesini..seandainya..hiks…salahku.. mereka tertangkap karena aku..hiks..salahku semua.."

Puk..

Ashley menoleh dan mendapati Xiumin yang menepuk bahunya. Xiumin tersenyum ramah. Mata Ashley menatap dalam mata doe yang begitu anggun dan dipenuhi kasih sayang itu.

"Ini bukan salahmu." Ucapnya dengan nada tenang. Ashley menatap heran.

"Eh?"

"Tidak ada satupun di antara kita ingin hal ini terjadi. Tak ada satupun. Kau pastinya tak ingin hal ini terjadi. Kamipun pasti tak ingin hal ini terjadi. Kalau saja rasa penasaran kami sebagai peneliti bisa kami tahan, mungkin ini tak akan terjadi." ucap Xiumin yang matanya menatap Ashley. Senyumnya yang lembut tersenyum membagikan kehangatan pada siapapun.

"Xiumin hyung…" ucap Chen pelan. Wajahnya berubah murung. Ia menatap punggung pria mungil yang dicintainya itu. benar, seandainya saja hari itu ia tak nekat menyanyikan lagu itu..mungkin..

"Tapi.." semuanya menatap Xiumin. Mata Xiumin berubah menjadi mata yang dipenuhi ketegaran. "Tuhan akan menguji siapapun yang memiliki peran paling baik di dunianya. Artinya, Tuhan sedang menguji kita yang memiliki peran baik didunia. Jangan pernah menyerah, semua pasti ada jalannya. Jangan jatuh hanya sebuah permasalahan. Segala yang kuat, pasti memiliki kelemahan! Termasuk yang dari Neraka sekalipun!" ucap Xiumin dengan nada yakin. Matanya dipenuhi keyakinan yang kuat. Wajahnya berubah serius dan sangat yakin pada apa yang ia ucapkan. Chen tersenyum kecil menatap semangat dari pria manis itu. Ashley mulai tersenyum yakin.

"Yosh! Harus semangat! Xiumin hyung, ayo kita lanjutkan membaca!" ajak Chen. Xiumin tersenyum ringan.

"OKE! Ayo kita cari bagaimana membereskan semua ini, Chen-ah!" ajak Xiumin yang berlari mendekati Chen dan mulai membuka buku kembali. Ashley tersenyum.

Xiumin benar. Segala yang kuat, pasti akan memiliki kelemahan. Seperti api yang membakar hutan, meski kuat karena dapat menghancurkan hutan belantara, tapi dapat dipadamkan dengan hujan.

Seperti besi yang kuat, pasti dapat meleleh.

Dan yang dari Nerakapun, pasti memiliki kelemahan!

"Ano…." Panggil Ashley. Keduanya menoleh. Xiumin memperbaiki letak kacamatanya. Wajahnya berubah ramah nan lembut. Memang seperti itulah Xiumin. Lemah lembut, ramah, dan dia layaknya bintang yang cahayanya paling cemerlang.

"Ya?"

"Aku…aku tidak pandai seperti kalian berdua, tapi aku bisa memasak! Aku akan memasak makanan yang enak agar kalian semangat!" ujar Ashley semangat. Chen tertawa kecil.

"Bukan ide yang buruk. Aku sedikit lapar." Ucap Chen yang terkekeh. Xiumin mulai mengangguk riang.

"Ya, aku juga lumayan lapar..bisakah kau masak untuk kami sedikit, Ashley?" tanya Xiumin. Ashley tersenyum cerah. Sudah lama ia tak tersenyum secerah ini.

"Ya! Aku akan melakukan semua yang aku bisa." Ucap Ashley yakin dan langsung berlari untuk segera memasak.

Sementara itu, Chen dan Xiumin dengan semangat mulai membuka segala bukunya. Segalanya mereka catat dan pertimbangkan. Entah mengapa, meski suasana Forks layaknya Neraka, namun disini mereka bagaikan didunia paling tentram layaknya di Neverland dan merundingkan segalanya.

Xiumin dengan teliti terus menerjemahkan setiap baris kata dan sandi yang mereka temukan di buku ini.

Chen terus berusaha mencari semua maksud symbol-simbol ini. Sesekali Chen mengeluh karena aroma masakan Ashley begitu enak sehingga membuatnya semakin lapar. Dan dengan 'cubitan sayang super lembut' milik Xiumin membuat Chen kembali bersemangat menyelesaikan semuanya. Setelah beberapa kali ia mengaduh bahwa 'cubitan lembut' milik Xiumin sangat menyakitkan pinggangnya.

"Hyung, maksud symbol ini apa? Aku baru pertama kali melihat symbol ini." Ucap Chen. Tangannya menggaruk tengkukny yang tak apa-apa.

"Simbol apa? Coba aku lihat." Ucap Xiumin yang sedang memperbaiki letak kacamatanya. Chen memberikan buku itu dan menunjukkan symbol yang ia temukan.

Mata Xiumin melebar menatap semua symbol ini. Di kertas ini, terlihat sebuah symbol naga yang sangat besar. Di dadanya, ada symbol Water drop, Phoenix, Wind dan symbol Teleportation. Matanya menatap kaget sekali. Tiba-tiba, ingatan yang sempat ia lupakan, kembali teringat.

"Na..naga…" bisiknya. Dan ingatan percakapan yang dulu kembali teringat.

"Kadang, ada kalanya satu adalah untuk semua, Mom.."

"Apa maksudmu?"

.

"Aku akan jadi yang terkuat..!"

"Baguslah kalau kau akan jadi yang terkuat. Kau akan melindungi yang kau cintai dengan yang terkuat, kan?"

"Aku akan melindungi segala yang akan kulindungi.."

.

"Kris, symbol apa ini yang ada di dadamu? Kenapa tiba-tiba muncul, tiba-tiba menghilang?"

"Ini? Tanda ini berarti akulah yang terkuat..aku adalah kekuatan mereka."

"Maksudmu? Symbol ini berarti apa? Kekuatan seperti apa?"

"Mom, kau tak akan bisa memikirkannya dengan akal sehat."

"Hyung…? Xiumin hyung?" Xiumin terlonjak kaget karena Chen mengagetkannya. Chen menatap khawatir.

"Makanannya sudah jad- eh? Chen oppa, ada apa dengan Xiumin oppa?" tanya Ashley. Ashley meletakkan makanan untuk ketiganya. Xiumin menggeleng pelan. Ia mengambil semangkuk cream soup buatan Ashley dan sepotong sedang orti tanpa rasa.

"Hyung, kau harus jujur dengan kami. Ada apa? Kenapa kaget sekali waktu melihat symbol ini?" tanya Chen begitu penasaran. Xiumin menatap kedua mata Chen dan Ashley.

"Dulu, sewaktu Kris masih bersama kita..aku selalu memperhatikannya. Chen-ah, apa kau sering memperhatikan mereka? Ceritakan padaku satu per-satu dari mereka semua padaku!"

Chen nampak berpikir sejenak. Cream soup miliknya sudah habis setengah. Setelah kunyahan pada rotinya habis, ia menatap mata Xiumin.

"Dimulai dari Suho. Ia tenang, dewasa dan pemikirannya sangat hebat. Ia sangat ahli dalam membuat perhitungan strategi yang ia buat. Sesekali, aku melihat tanda seperti tetesan air di dahinya..tapi hanya sesekali, dia juga bisa menyembuhkan luka separah apapun ketika tangannya menyentuh luka itu..bukan hanya itu..seperti ada air ditangannya ketika tangannya akan mengusap luka..aku pernah melihatnya menyembuhkan seorang pendaki gunung..ketika temannya pergi mencari bantuan, dia langsung menyembuhkannya meski pendaki itu pingsan sih... sinar dari tandanya itu berwarna biru dengan satu titik kecil berwarna merah didalamnya." Ucap Chen yang mengingat-ingat sang Wolf bernama Suho. Xiumin mengangguk paham.

"Selanjutnya."

"Ada Chanyeol yang beberapa kali menarik perhatianku. Sesekali, kulihat dia mengendalikan percikan api ditangannya, padahal api tak ada disekitarnya. Sesekali, kuperhatikan kekuatannya bisa melelehkan batu sekalipun. Dan pernah, aku beberapa kali melihat ada symbol burung Phoenix di leher bagian belakangnya.." Chen menceritakannya dengan akurat.

"A..ada apa ini?" tanya Ashley. Xiumin mengangkat satu tangannya. Tanda agar Ashley diam sejenak.

"Aku juga memperhatikan Kai. Dia bisa berpindah dengan kecepatan yang sangat cepat. Dia bahkan menghilang..terkadang…hawa keberadaannya tak dapat dirasakan..sesekali, aku perhatikan dia dapat mematahkan sebuah pohon hanya dengan memandangnya… dan, aku memperhatikan, seperti ada tanda segitga yang terukir di punggung tangan sebelah kanannya." Ucap Chen. Chen menatap mata Xiumin.

"Dan ada Sehun. Aku pernah beberapa kali melihatnya dapat memecah sebuah batu raksasa hanya dengan dia menghembuskan hembusan kecil angin dari mulutnya. Aku juga pernah tak sengaja mendapatinya membuat sebuah pusaran angin di telapak tangannya, dan ketika telapak angin itu dilempar dengannya…apapun yang ada didepannya akan hancur. Aku pernah memperhatikan lengan sebelah kirinya. Seperti ada tato di ukir di tubuhnya…seperti pusaran angin… dan yang menakutkan, kadang kita tak bisa merasakan hawa keberadaannya, padahal ia ada didepan mata kita." ucap Chen. Xiumin menatap symbol di buku itu.

"Lalu, ada Kris, bukan?" tanya Xiumin. Chen mengangguk.

"Jujur saja..aku tak melihat seperti apa kekuatannya..tapi, aku pernah melihat sebuah symbol naga di dadanya. Dan, ada beberapa symbol lagi di dalam naga itu. tapi, aku yakin dia sangat kuat. Aku pernah melihatnya membentuk awan dilangit menjadi bentuk kepala serigala… itu tak bisa dilakukan dengan saudara-saudaranya yang lain." ucap Chen. Xiumin menatap symbol itu.

"Di dalam buku ini, pada symbol ini…didalam symbol naga, ada symbol Water drop..ini mirip dengan milik Suho, benar?" tanya Xiumin. Chen mengangguk. Ia hanya bisa menganalisis dengan baik sekarang.

"Ada lambang Phoenix dan api didalamnya, ada lambang Wind dan Teleportation…symbol naga ini adalah milik Kris." Ucap Xiumin serius. Chen membelak kaget. Ia baru menyadari sesuatu.

"Apa itu berarti…dari symbol ini, menceritakan seperti apa kekuatan Kris?" tanya Chen. Xiumin mengangguk.

"Dan…apakah itu artinya, seluruh symbol ini membentuk naga Kris?" tanya Ashley. Xiumin mengangkat bahunya. Ya, ia tak dapat pastikan.

"Pertanyaannya…sebesar apa kekuatan Kris?" tanya Chen. Dan semuanya hanya bisa diam.

BRAAKK!

Ketiganya menoleh dan mendapatkan dua sososok gadis yang Chen dan Xiumin kenal sekali.

"Flau! Sangjin-ah!" pekik keduanya. Keduanya langsung berlari.

"Ya Tuhan Ashley, kami bersyukur kalau kau selamat!" ucap Flau yang langsung memeluk Ashley. Ashley tersenyum.

"Dia berada tak jauh dari mulut goa ini, jadi kami menolongnya." Ucap Chen yang terlihat sedang menyiapkan teh. Xiumin tersenyum lembut.

"Ada apa, Flau?" tanya Xiumin. Sangjin menunduk.

"Kami….kami berusaha mencari Chris dari kemarin, tapi kami tak menemukannya…dugaan kami, mungkin dia kembali ke Himalaya.." ucap Flau. Dia menghela nafas.

"Bagaimana keadaan Forks?" tanya Ashley. Sangjin tersenyum.

"Semua warganya tertidur pulas…tapi tak mati..katakanlah mereka seperti mati suri." Ucapnya. Semuanya saling berpandangan.

"Ulah King semakin menjadi.." ucap Flau. Chen mengangguk.

"Kami akan berusaha semampu kami..dan dari yang kami analisis, di buku ini, ada symbol ini…" ucap Chen. Flau dan Sangjin berpandangan.

"Aku pernah melihatnya..simbol Water Drop ini…ini milik Suho, kan?" tanya Flau. Sangjin mengangguk.

"Ini semakin tumit…kita butuh Chris.." ucap Sangjin.

"Ya, kita butuh Chris..dia adalah ratu kedamaian sekarang…setidaknya pasti punya sesuatu untuk ini semua." ucap Ashley. Semuanya hanya bisa diam pada pemikiran masing-masing.

.

.

Sementara itu, disebuah ruangan gelap dengan cahaya dari sebuah benda yang mirip dengan bulan, menerangi tempat itu.

Tempat besar yang awalnya hanya ruangan kosong dengan bulan buatan King untuk mereka, kini seolah dipenuhi tumpukan salju dan terlihat banyak sekali pohon besar yang mati dan kering. Batu-batu besar terlihat berwarna hitam. Bukan hanya itu, suara guntur juga terdengar kuat diruangan itu.

Dan diantara pepohonan itu, para Wolf bersembunyi untuk saling menyerang. Tidak, mereka tak berkelahi, tapi sedang berlatih.

Sehun menajamkan matanya menatap sekelilingnya. Ia menarik nafas dan membuat matanya yang berwarna emas semakin terang. Sehun keluar dari batu tempatnya bersembunyi dan langsung menghembuskan angin dari mulutnya ke arah sebuah pohon oak besar dan seketika pohon itu hancur.

Disana, ada sosok Suho yang terlihat olehnya. Tanpa basa-basi, ia langsung berubah menjadi seekor serigala yang sangat besar dan langsung menggeram kuat.

"Awwwoooooooooo…!" dan dengan lolongannya, Suho langsung menghentak sebuah batu besar yang ada didekatnya ke arah Sehun. Sehun dengan cekatan berubah menjadi seekor serigala dan langsung menghancurkan batu besar itu.

Suho menggeram dan langsung berubah menjadi sosok manusia kembali dan langsung menyiapkan butiran air ditangannya dan butiran air itu berubah menjadi ribuan jarum es dan langsung bergerak cepat untuk menusuk Sehun. Sehun menyeringai.

Ia mengumpulkan nafas dan langsung meniupkannya dengan kuat hingga ribuan butiran jarum es itu langsung pecah dan hancur. Sehun tiba-tiba menghilang. Suho memandang waspada.

"Kau harus memperkuat instingmu, hyung." Suho kaget karena tiba-tiba Sehun ada dihadapannya tanpa hawa keberadaannya.

DUAAKK!

Suho jatuh tersungkur karena hantaman tangan Sehun yang langsung membuatnya terpental dan menghantam sebuah batu besar yang besar. Setelah memukul Suho, ia langsung menghilang dan bersembunyi, begitupula Suho yang harus menyembuhkan segera punggungnya yang tergores dan lecet akibat terhantam batu yang permukaannya kasar.

Disisi lain, mata abu-abu terlihat bersinar lembut. Seringai milik Chanyeol terkembang menatap perkembangan adik paling kecil di antara mereka sudah berkembang pesat. Padahal sebelumnya, Sehun tak dapat melihat ribuan jarum es tajam yang dapat melemahkan saraf itu.

"Kau harus selalu fokus, jangan hanya menonton." Ucap sebuah suara. Chanyeol yang kaget karena mendengar sebuah suara dibelakangnya. Ia menoleh namun terlambat, wajahnya terkena pukulan dari sosok pria berkulit tan.

Ia yang awalnya bersembunyi di atas pohon dan membuat dirinya menyatu akhirnya jatuh tersungkur di atas tumpukan salju. Chanyeol langsung bangun dengan segera.

"Sial, hawa keberadaannya selalu sulit ditebak.." bisiknya. Chanyeol langsung merubah dirinya menjadi seekor serigala. Ia menatap sekelilingnya. Dan mata abu-abunya langsung berhadapan dengan mata biru eksotis milik Kai yang sudah berubah menjadi seekor serigala pula.

Keduanya saling menggeram. Mata keduanya bersinar. Keduanya berubah menjadi manusia kembali. Chanyeol langsung mengeluarkan cambuk api dari tangannya dan mulai mencambuk Kai.

Kai tak bisa diam saja, ia langsung berpindah ke tempat lain dan langsung membuat geraman Chanyeol semakin menjadi.

Mereka terlihat serius berlatih tanpa menahan kekuatan mereka. Namun, meski tak menahannya, mereka tak melepaskan segel mereka yang sudah sempurna.

Mereka akan menjalankan rencana Kris, dan semua itu harus tersusun rapi. Tidak boleh hancur.

.

.

Disebuah ruangan, terlihat sosok Lay yang tubuhnya sudah terlepas dari ikatan dan segala hal berbau yang dapat mengikat tubuhnya.

Lay memandangi tubuhnya pada cermin yang ada didekatnya. Tubuhnya sudah bercampur dengan Wolf bernama Suho. Perasaan kesal begitu kentara didadanya. Ia merasa ingin menangis.

"Lay…."

Lay kaget. Ada sebuah suara yang dikenalnya dipikirannya. Telepati! Ini pasti suara Chris!

"Lay…"

"Ya Chris? Aku disini!" Lay berusaha memfokuskan kekuatannya pada pikirannya.

"Kau dimana? Kau sudah hilang selama beberapa hari ini. Aku mencarimu." Lay sedikit kaget. Beberapa hari? bukannya…

"Beberapa hari? apa maksudmu? Aku ada di istana King..aku tak bisa pergi. tubuhku sakit semua…tolong aku. Kau ada dimana?"

"Ya, King sedikit mempercepat hari. Besok adalah waktunya jantung King Yunho berdetak dan membangunkannya. Saat mendapatkan jantung itu, pasti King langsung memasukkannya pada Yunho, kan? Kalau perkiraanku tepat, besok adalah saatnya Yunho bangun. Aku ada bersama pemimpin Kuil sekarang ini. Dia sedang berpikir."

"Kalian harus menolong kami.."

"Aku tahu…Sepertinya akan perang. Kau bersabarlah sedikit, Lay." Ucapnya dan dengan itu, telepati keduanya berakhir. Lay memandang cermin.

Perang? Sepertinya memang akan perang… bagaimana ia akan perang kalau tubuhnya begitu sakit seperti ini?

.

.

TBC

.

Please review ^^

Please no flame, no bash and no silent readers ^^

Raichi.