Title : Wolf

Author : Raichi Lee SangJin ELF

Rated : M

Pairing : All Couple EXO *Only Official couple, not Crack pair*

Genre : Romance, mystery, Supranatural, Fantasy

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : 4 sekawan yang pergi ke sebuah kota kecil di dekat pegunungan yang ada di Amerika dengan tujuan untuk berlibur di vila dekat pegunungan milik Xi Luhan. Kejadian aneh mereka temukan di kota kecil yang berada dekat dengan villa milik Luhan. 'Berhati-hatilah, bila melihat bulan Purnama dan mendengar lolongan Serigala.' IT'S YAOI! TAORIS, KAISOO, BAEKYEOL AND HUNHAN IS HERE!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

Author's note : annyeong ^^. Kembali lagi dengan saya, Rai.

Okelah, langsung saja baca XDD

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

Sekali lagi, fict ini hanya fiksi. Asli karangan. Kalau mau flame karena khayalan Rai, I don't care. I've warned you ^^

.

.

RAICHI

.

.

Chris menatap buku yang ada ditangannya. Buku yang membawa harapan untuk keselamatan dunia ini. Badai salju di Himalaya menjadi berlipat lebih buruk. Dia harus menunggu beberapa saat sebelum diizinkan pergi menuju Forks oleh kepala Pendeta.

Di pikiran Chris, berpikir apakah cara yang sudah disusun olehnya dan kepala Pendeta akan berhasil.

"Tidak ada salahnya mencoba…tapi…aku bukan kakakku…apa aku bisa..?" bisiknya.

"Grrrhhh….." Chris menoleh dan melihat salah satu raksasa yang menjadi legenda diseluruh dunia secara misterius. Yeti.

Chris mendekati Yeti itu dan menyentuh tangannya. Chris memejamkan mata, bersamaan dengan itu pula, Yeti itu memejamkan matanya. Tangan Chris bersinar lembut dan tak lama, sinar itu hilang bersamaan dengan mata Chris yang terbuka.

"Chrisly…" panggil sebuah suara. Chris menoleh dan matanya terpukau pada apa yang dibawa oleh sang pendeta. Seekor Pegasus berwarna putih lembut dengan sayap yang begitu indah.

"Pergilah ke Forks sekarang. Ia akan mengantarmu. Bergegaslah, tidak ada waktu lagi. Pulihkan kekuatan Lay, dan lakukan rencana kita." Ucap sang Pendeta. Chris mengangguk. Ia segera mendekati Pegasus itu dan menaikinya.

"Aku pergi sekarang…" ucap Chrisly. Dan setelah ucapan Chris, Pegasus itu langsung berlari kuat dan terbang menuju angkasa.

Tidak ada waktu lagi, ia harus segera ke Forks untuk menolong Lay. Ia memutuskan untuk melakukan Telepati dan hanya berharap Telepatinya tidak disadari salah satu Wolf ataupun King sendiri.

"Lay…"

Diam dan hening. Mana Lay?!

"Lay….jawab aku..! Lay…!"

Tidak ada jawaban lagi. Chris mulai panik.

"Lay…! Kau harus menjawabku atau aku akan menghajarmu ketika sampai disana..!"

"Chris…kaukah..?"

"Ya…ini aku, kawan. Syukurlah kau menjawab, aku sudah panik tadi...! Bagaimana kondisimu?"

"Tidak menyenangkan…kau dimana…?"

"Aku ada diperjalanan menuju Forks..tenanglah, aku akan segera sampai. Pegasus ini begitu cepat!" Ujar Chrisly. Ia begitu bersemangat sekarang, juga lega karena pria lembut dan ramah itu sepertinya baik-baik saja meskipun dikurung di kerajaan King. Meskipun badai salju begitu dingin, namun rambut Pegasus ini begitu hangat dan membuatnya tidak kedinginan sama sekali.

"Kau menaiki Pegasus milik kepala Pendeta? Aku terkesan…aku akan menyudahi, aku merasakan ada yang mau masuk keruangan ini."

Dan setelah itu, telepati keduanya berakhir. Chris berbisik pada Pegasus itu.

"Kawan, cepatlah…banyak yang harus kita tolong saat ini.." bisik Chris pada Pegasus itu. Dan karena ucapan Chris, Pegasus itu terasa semakin cepat dan Chris harus berpegang erat agar ia tidak terpental. Bisa repot kalau ia terpental dilangit dan jatuh lalu mati. Ia tak mau mati dalam kondisi dunia seperti ini!

.

.

"Kau melakukan telepati dengan temanmu, kan?" tanya sosok Wolf bermata merah darah berwajah lembut dan..berkesan baik hati. Lay diam.

"Bodoh, mana bisa kalau kondisiku seperti ini." Balas Lay singkat lalu membuang wajahnya. sepertinya, menatapi kondisi luar yang mengerikan lebih baik daripada melihat wajah tampan Wolf didepannya ini. Wolf bernama Suho itu mendekati Lay. Lay langsung waspada. Ia sedikit takut dengan Wolf ini. Ia tidak mau hal 'menyebalkan' itu terjadi kembali padanya. Sudah cukup ia diperlakukan kasar.

"Setakut itukah….?" Bisik Suho dengan nada sendu miliknya. Lay menatap Suho heran.

"Hah?"

"Setakut itukah manusia pada Wolf?" tanya Suho dengan nadanya yang tidak bisa ditebak oleh Lay. Lay diam. Mata keduanya bertemu. Apa itu? kenapa emosi kesedihan yang ada dimata Wolf itu?

"Aku..-"

"Padahal, kami tidak membunuh kalian…padahal, kami hanya ingin bahagia…kami hanya ingin kasih sayang…"

"Apa yang kau bicara-"

"Kami tidak membunuh orangtua Ashley dengan kehendak kami sendiri…" ucap Suho pada akhirnya yang membuat Lay terdiam. Matanya dipenuhi emosi amarah, kesal, kecewa, sedih dan…seolah meminta tolong. Ada apa ini?! Kenapa bisa seperti ini?!

.

.

.

Ashley terlihat sedang duduk menatapi langit yang mengerikan. Selalu seperti ini dan tak berubah. Ia merindukan langit sejuk Forks, bukan langit mengerikan seperti sekarang ini.

"Kita tidak punya banyak waktu…sudah habis….Apa Chris akan sampai? Kita harus menyusun rencana kalau mau menang" SangJin nampak tidak sabar menunggu. Semuanya menunduk.

"Rencana apa? Apa kau punya rencana?" tanya Vlau. SangJin menunduk.

Chen tengah membaca buku, saat ini. Ia sedang berusaha mengalihkan pikirannya dan berusaha mencari jalan lain. Apapun, agar bisa dilakukan.

"Seandainya saja kalau Dewa dalam Mitologi Yunani itu nyata…mungkin kita bisa meminta tolong, kan? Hahaha…" Chen bersuara spontan. Semuanya menatap Chen.

"Chen-ah, menurutku mereka tidak ada dan tidak nyata. Tidak ada bukti dan rekam nyata mereka. Bilang saja kau ingin bertemu dengan Dewi Aphrodite itu, kan?" Xiumin sepertinya cemburu. Terbukti dengan nada tajamnya. Dan itu membuat beberapa orang yang menontonnya seperti menonton drama romantis picisan dimana si karakter cemburu dengan pasangannya.

Dulu, saat mereka diundang untuk meneliti cerita para Dewa Yunani, disana diceritakan bahwa Dewi Aphrodite itu begitu cantik. Itu sebuah hal wajar mengingat dia adalah Dewi Cinta.

"Ayolah Hyung, jangan cemburu seperti itu…aku hanya mengatakan kalau mereka memiliki kekuatan yang sangat hebat~ Lihat, bahkan legenda Zodiac juga sangat hebat, kan? Aqarius, contohnya! Ia bisa menyembuhkan luka separah apapun dan memberikan kesejukan hati bagi yang meminum air dari guci kecil yang ia bawa~!" ucap Chen yang sedang membujuk Xiumin.

"Zodiac?" tanya Ashley heran. Xiumin mengangguk.

"Kami juga pernah meneliti sejarahnya. Menurut kepercayaan Yunani kuno, Zodiac adalah para dewa yang membentuk rasi bintang. Contohnya Aquarius. Menurut legenda, dia memiliki kekuatan penyembuh untuk menyembuhkan luka separah apapun, dia juga dapat memberikan keindahan, kesuburan dan kebahagiaan meski tak lama ketika meminum air dari guci yang ia bawa." Jelas Xiumin. Chen mengangguk semangat.

"Dan, ada Sagitarius. Sagitarius adalah makhluk Yunani kuno yang menurut kepercayaan adalah seorang penembak jitu yang akan membunuh siapapun ketika perang. Suara hentakan kaki kudanya dapat menggetarkan bumi ketika ia marah." Jelas Chen panjang lebar. Semuanya terpukau.

"Jelasnya, kalian sudah sangat memahami setiap Zodiac rasi bintang?" tanya Ashley. Xiumin mengangguk.

"Lalu, apa bedanya dengan Chinese Zodiac? Seperti Naga, Babi, Kerbau, Ular dan semacamnya?" tanya Vlau heran.

"Kami belum memperlajarinya.." jawab Xiumin seadanya.

Tak lama, mereka dikejutkan dengan suara kepakan sayap yang cukup jelas. Vlau langsung berwajah cerah ketika mengetahui siapa yang datang.

"Well, lihat siapa yang datang~!" Vlau langsung keluar dari goa itu dan memeluk Chris.

"Glad to meet you, Vlau." Ucap Chris riang. Chris langsung menuntun Pegasusnya untuk masuk ke goa yang ditunjukkan dengan Vlau.

Ketika masuk, Chen dan Xiumin terkejut melihat sosok anggun Pegasus putih dengan sayap yang sangat besar dan indah. Mata Pegasus itu berwarna biru muda yang jernih.

"Xi….Xiumin hyung..Pe…Pegasus…" Chen tidak bisa berkata-kata lagi. Sudah dari kecil dia ingin melihat Pegasus, dan kini ia melihatnya. Xiumin sudah tak bisa bicara lagi.

"Kita sudah tak punya begitu banyak waktu. Kita harus bergegas, sekarang." Chris tidak langsung basa-basi. Ia menatap semuanya secara bergantian.

Ia mengeluarkan sebuah buku dengan sampul terbuat dari kayu. Chris meniup buku itu sejenak dan mengetuk 3 kali pada sampul buku itu. Dan, buku itu terbuka dengan sendirinya.

Semua orang mengerumuni Chris. Layaknya anak kecil yang mendapatkan harta karun dan mereka tertarik dengannya.

"A..apa yang kau lakukan?" tanya Sangjin keheranan. Chris tersenyum. Chris memakai sebuah cincin putih dengan berlian biru muda yang indah.

"Dengarlah….aku sang Ratu kedamaian..meminta pertolongan dengan kalian para seniman Langit..datanglah…bantulah kami.." Bisiknya pelan. Ketika ia berbicara, matanya berubah. Dipenuhi cahaya putih kebiruan dan mulutnya juga mengeluarkan cahaya yang sama. Menyilaukan mata. Membuat semuanya menjauhi gadis itu.

Buku itu bersinar sejenak. Dan tak lama, sebuah cahaya putih kebiruan masuk ke dalam Goa itu. Cahaya yang sangat terang hingga membuat mereka menutup mata. 2 menit, mereka membuka mata mereka dan mereka dikejutkan dengan hal yang paling menakjubkan yang pernah mereka liat.

Disana, mereka melihat para makhluk luarbiasa yang ada dalam Legenda. Chen dan Xiumin bergetar membuka buku mereka.

"I…ini tidak mungkin…Me..mereka-"

"Aku perkenalkan dengan kalian, Para Rasi Bintang." Ucap Chris dengan bangga. Vlau dan Sangjin membungkuk kecil. Ashley mematung, begitupula Xiumin dan Chen.

"H..hyung…aku tidak sedang bermimpi, kan?" tanya Chen pada Xiumin yang berusaha menyembunyikan kegugupannya. Xiumin tidak merespon. Masih terdiam melihat apa yang mereka lihat kali ini.

"Chris, apa yang kau inginkan dari kami? Kenapa kau tidak meminta bantuan Luna?" tanya seekor Singa besar dengan nada suara yang sangat bijaksana, dan Chen sangat akui itu. Menurut buku ini, dia adalah Leo. Dia dilambangkan sebagai singa besar yang bijaksana.

Mungkin, akan lebih ketika kalian mengenal para Rasi Bintang ini.

Leo adalah pemimpin dari semua Rasi bintang. Ia adalah Singa jantan besar yang bijaksana. Dia memiliki kekuatan yang cukup kuat. Ia adalah Kepercayaan Dewa Zeus.

Ada Sagitarius. Dia memiliki kemampuan perang kuat. Dengan kecepatan dan kemahirannya dalam memanah. Ia disebut ahli perang.

Ada 2 orang kembar berbeda gender. Mereka disebut Gemini. Mereka memiliki taktik dan kecerdasan yang baik, namun egois dan sedikit keras kepala. Mereka pandai dalam Bahasa. Dan masih banyak lagi.

"Aku tidak enak meminta pertolongan dengannya….Kepala Pendeta juga menyuruhku untuk meminta pertolongan dengan kalian…" ucap Chris mengucapkan alasan.

Seorang wanita anggun dengan gaun yang membentuk tubuh langsingnya yang berwarna biru gelap, dengan rambut biru kehitaman dan wajah yang cantik sekali mendekatinya. Dia membawa guci berwarna putih kebiruan yang indah.

"Chris, apa yang kau ingin katakan, dear?" tanya wanita yang ditebak pastilah Aquarius. Dia sangat cantik. Wajah yang teduh, nada bicara lembut yang nyaman.

"Aku ingin kekacauan ini selesai…" ucap Chris pada wanita anggun itu. Seorang pria tampan dengan tato kalajengking ditangannya mendekati Chris.

"Chris, kami paham kalau kau butuh kekuatan kami, tapi kami juga tak bisa melakukan ini sendiri.." ucap pria tampan bernama Scorpio itu. Chris menunduk dalam.

"Aku akan berbicara dengan para Dewa Yunani…mungkin, Zeus bisa menolong kita." Ucap Leo yang memberikan usulannya. Semuanya menatap Leo. Chris tersenyum senang.

"Aku sangat berharap dengan bantuan mereka juga.." ujar Chris. Harus dia akui, usul dari Leo sangat diinginkan olehnya, karena Leo yang paling mengenal para Dewa Yunani. Leo mengangguk lembut.

"Tanpa mereka, kekuatan kami juga tidak ada apa-apanya." Kali ini, Arieslah yang berkomentar. Xiumin sedang berusaha menjangkau buku yang pernah ia baca. Mungkin ada informasi mereka semua disini.

"Siapa lagi yang bisa kita bisa mintai tolong? King sudah keterlaluan..kenapa Sang Bijak tidak menariknya kembali ke Neraka?" tanya Sagitarius pada Leo. Semuanya diam.

"Kita tak pernah bisa tahu apa rencana Sang Bijak. Tapi yang jelas, kita harus menyelesaikan semua ini. King pasti memanggil para tentaranya di Neraka. Perang akan segera terjadi." Leo berujar pada para rasi bintang. Dia mendekati buku Chris dan menyentuh buku itu. Cahaya biru menerpanya dan dia menghilang.

"Ke…kemana ia pergi?!" tanya Chen kaget. Matanya membola dan wajahnya dopenuhi keterkejutan. Ia bertanya dan nadanya nyaris cempreng.

"Dia pergi menemui Para Dewa…ah! Kau pastilah pria yang memanggil para WOLF, kan?" tanya seorang gadis kecil dengan nama Virgo. Chen mengangguk. "Ada yang harus kukatakan. Jadi begini, King sangat tertarik dengan nyawa kalian berdua. Suara kalian yang sangat bagus hingga bisa memanggil Wolf Neraka membuatnya ingin mengambil nyawa kalian untuk Yunho." Ucapnya terang-terangan.

"Virgo, jaga bicaramu." Tegur seorang anak muda dengan rambut merah yang memiliki tato Kepiting dipergelangan tangannya. Dia bernama Cancer.

"Aku hanya bicara jujur, Cancer." Gadis itu memberenggut dan kembali menatap Aquarius. Aquarius menggeleng tanda ia sangat tidak setuju dengan ucapan Virgo. Aquarius menatap 2 orang gadis bernama Sangjin dan Vlau lalu ia tersenyum.

Aquarius menuangkan airnya pada 2 buah gelas dan disodorkan untuk Sangjin dan Vlau. Keduanya kaget dan sedikit canggung.

"Minumlah, kalian memiliki banyak luka dalam akibat bertempur dengan Wolf dari Neraka, kan? Minumlah.." Ucapnya ramah dengan nada lembut yang menyenangkan. Vlau dan Sangjin meminum minuman itu, dan seketika mereka merasakan tubuh mereka begitu sehat. Tidak ada lebam, sakit bagian dalam bahkan luka mereka menutup dengan sangat cepat!

Sagitarius menatap cuaca mengerikan yang ada diluar Goa sekarang ini.

"Aku punya ide untuk perang nanti." ucapnya. Mereka berkumpul dan mulai mendengarkan saran dari Sagitarius.

.

.

.

Ditempat lain, Suho sedang duduk bersama dengan Lay. Mereka mulai diam karena tak ada yang mau memulai bicara.

"Kami…." Suho membuka suara. "Awalnya hanyalah Wolf yang berjalan di Neraka dan membantu tugas malaikat Neraka untuk menghukum yang jahat. Aku masih ingat salah satu tugasku, yaitu membantu menyiram timah panas pada mereka yang jahat…" Suho terkekeh kecil.

"Kami tidak melakukan kejahatan-kejahatan yang diucapkan oleh Vlau dan Sangjin atas kehendak kami. Kami melakukan itu karena kami berterima kasih dengan King." Cerita Suho pada Lay. Lay menatapnya.

"Berterima kasih?"

"Ya…ketika orangtua angkat kami…Chen dan Xiumin takut dengan hasrat membunuh kami yang bisa jadi liar seketika, mereka mulai takut dan meninggalkan kami. Kekuatan kami melemah, tapi tak bisa kembali ke Neraka…Lalu, King menemukan kami..memberikan kami kekuatan lebih besar dan terlepas dari Chen dan Xiumin. Tapi, kami masih merindukan kasih sayang mereka.." Suho menceritakan semuanya. Lay mulai mengerti sekarang ini.

"Jadi…-"

"Kami tidak bermaksud berbuat jahat. Kadang, King yang tahu kelemahan kami mengendalikan kami agar berbuat jahat. Contohnya saja, Sehun yang menakuti Luhan agar Luhan trauma. Tapi..berkat pengorbanan Kris, kami terlepas secara diam-diam dari kendali King." Ucap Suho. Lay tersentak.

"Tunggu! Aku ingat sesuatu, bagaimana Yunho?!"

Suho menunduk.

"Tidak ada reaksi dia akan bangun. Kalau tidak bisa bangun, King akan memburu Chen dan Xiumin…karena, suara mereka yang sangat bagus pasti memiliki jiwa yang baik…mereka akan dibunuh untuk melengkapi Yunho, bila Yunho tak bangun." Suho menjelaskan semuanya. Lay terdiam.

..

Lama mereka menunggu Leo. Semuanya sedang duduk nyaman sambil menunggu Leo. Chris dan Sagitarius sepertinya sibuk dengan taktik perang mereka nanti. semuanya berdebar.

Xiumin sibuk membaca buku, Chen sibuk dengan menyamakan lukisan penggambaran Zodiac yang ada dibukunya dengan apa yang ia lihat kali ini.

"Benar-benar berbeda…" bisik Chen. Ia menggeleng pelan. Ia tidak pernah menyangka kalau penggambaran dibuku akan berbeda dengan kenyataan yang mereka lihat sekarang ini.

Capricorn contohnya. Dibuku ini, digambarkan seorang pria berumur sekitar 40-an yang gagah dengan kendaraan benteng yang besar dengan mata berwarna emas.

"Memang berbeda." Ucap sebuah suara yang mengagetkan Chen. Chen menoleh dan mendapati gadis yang tadi disebut Virgo.

Virgo duduk disamping Chen dan memberenggut.

"Lihat itu, aku tak pernah punya rambut bergelombang cokelat. Rambutku lurus dan hitam sebahu. Apa-apaan ini?! Mataku tidak berwarna cokelat, tapi biru!" Virgo berceloteh, dan akhirnya ia ditangani oleh pria tampan yang bernama Cancer.

"Kau sudah tahu manusia tidak pernah melihat kita, bodoh. Ini kan hanya penggambaran dari imajinasi manusia, dasar anak kecil." Ucap Cencer tajam yang membuat Virgo diam. Virgo kali ini memberenggut.

"Apa? Tidak pernah melihat kalian?" tanya Xiumin kaget. Cancer menoleh dan mengangguk.

"Ya, hanya para pendeta Himalaya, itupun kami harus memilih. Chris, dan kalian ini." Ucap Cancer jujur. Ia duduk disamping Xiumin dan menatapi Xiumin. Senyum diwajah tampan nan manlynya terukir ketika menatapi mata doe milik Xiumin. "Kau manis, ya?" ucap Cancer yang memuji wajah Xiumin yang manis dan sebenarnya sangat awet muda.

Itu, sukses membuat pada Zodiack menggelengkan kepalanya. Cancer adalah pria tampan, pesonanya juga kuat. Ia tidak begitu peduli soal gender, asal sesuai seleranya, ia akan mendekati orang itu.

Dan ucapan Cancer sukses membuat Chen cemburu berat. Buktinya ia memberenggut dan mengeluarkan aura gelap. Membuat para Rasi Bintang terkekeh melihat drama picisan didepan mereka.

"Semuanya, kami sudah menyelesaikan tak-tik untuk perang kita." Ucap Sagitarius dengan nada bangganya. Chris disampingnya sepertinya senang sekali. Wajahnya terlihat lebih cerah.

"Aku tebak, perang kali ini rumit sekali rencananya, Sagitarius." Ucap salah satu Zodiack bernama Pisces yang menebak-nebak. Zodiack bernama Sagitarius itu hanya menghela nafas dan mengangguk pelan.

"Tapi, kalau ini berhasil, King akan kalah." Ucap Sagitarius dengan serius. Chris mengangguk.

"Dan lagi, kalau ini dibantu oleh para Dewa Yunani, kita bisa menyelamatkan semuanya." Ucap Chrisly yang berusaha membangkitkan semangat semua yang ada disana. Sangjin dan Vlau terlihat bersemangat.

"Kita pasti akan menang kalau Zeus membawa Trisula miliknya, kan?" tanya Virgo pada yang lainnya. Lain halnya dengan Aquarius, kali ini ia diam. Sagitarius menyadari diamnya Aquarius.

"Ada apa, Aquarius?" tanya Sagitarius.

"Entah mengapa, kalau memang kita akan berperang, bukankah harusnya seluruh Zodiack tidak akan setenang ini? Bukankah, kalian akan merasakan hawa tajam? Kenapa Hawa diluar meski terlihat seram tapi tenang, adakah yang bisa menjawabku? Kalau memang King ingin menang, harusnya ia membuat rencana mengerikan yang hawanya pasti bisa terasa dengan kita, meskipun kita ada dilangit. Adakah yang bisa menjawabku?" tanya Aquarius.

Kali ini, semua diam.

Waktu terus bergulir dan tak akan ada yang bisa menghentikannya kecuali Tuhan bila ia berkehendak. Bergulir layaknya putaran roda kematian yang lebih dekat darimu. Sedekat jantung dan jiwamu.

Lama sekali mereka menunggu Leo, hingga akhiranya, Chris merasakan sesuatu.

"Ah…dia akan kembali…sepertinya kali ini ia membawa para Dewa." Ucap Zodiack bernama Virgo. Semua Zodiack mulai membentuk barisan panjang. Mereka saling bergenggaman tangan sambil memejamkan mata. Dan, sebuah cahaya putih terang menimpa tempat persembunyian itu.

.

.

.

.

TBC

.

.

Maaf telat lanjut. FFn baru bisa kebuka.. mau nyoba buka FFn malah kebuka Internet positif -_-

Dan maaf sekali lagi karena sangat terlambat untuk update. Baru bisa megang laptop. :'D

Maklumlah, sibuk dengan kelas tugas, les di sekolah dan bimbel di tempat bimbingan belajar -_- UN, please be kind to me -_-

Sekali lagi, saya ucapkan maaf yang sebesar-besarnya ^^

Well, mind to review? ^^