Title : Wolf

Author : Raichi KrisTaoKaiSoo Fujoshi

Rated : M

Pairing : All Couple EXO *Only Official couple, not Crack pair*

Genre : Romance, mystery, Supranatural, Fantasy

DISC : para cast hanyalah milik tuhan YME, orang tua, dan SM Ent. Saya hanya pinjam mereka untuk membuat fantasy saya menjadi terwujud di FF ini.

Summary : 4 sekawan yang pergi ke sebuah kota kecil di dekat pegunungan yang ada di Amerika dengan tujuan untuk berlibur di vila dekat pegunungan milik Xi Luhan. Kejadian aneh mereka temukan di kota kecil yang berada dekat dengan villa milik Luhan. 'Berhati-hatilah, bila melihat bulan Purnama dan mendengar lolongan Serigala.' IT'S YAOI! TAORIS, KAISOO, BAEKYEOL AND HUNHAN IS HERE!

Let's check it out, Chingudeul and Yeorebeun~!

Warning : BL/ BoysLove/Shonen Ai. Miss typo(s), alur terlalu dipaksakan, gaje, bikin mual, EYD yang ngasal. I told you before, if you hate YAOI or IF You HATE me, better if you don't read my fanfic, okay?

NO FLAME, NO BASH CHARA, NO PLAGIAT, NO SILENT READERS XD

Nah, mari kita langsung saja mulai FFnya ^^

tolong tetap beri saya review anda *bow*

.

.

Oke, tanpa banyak bacot, mari kita langsung saja.

.

.

.

.

DON'T LIKE, DON'T READ!

.

.

I TOLD YOU BEFORE!

.

.

IF YOU HATE YAOI, BETTER IF U NOT READ MY FIC!

Sekali lagi, fict ini hanya fiksi. Asli karangan. Kalau mau flame karena khayalan Rai, I don't care. I've warned you ^^

"Bersiaplah, Kris."

"Selalu, King..!"

Kris diam, lalu tiba-tiba berubah menjadi sosok manusianya. Perbedaannya, ia memiliki sepasang sayap naga. Tangan kanan Kris mengepal dan kumpulan cahaya kecil berwarna merah gelap membentuk suatu bentuk mirip pedang. King menatap tajam menunggu bentuk itu sempurna. Cahaya putih bersinar dari tangan Kris dan kumpulan cahaya itu membentuk pedang besar.

King menyeringai. Astaga, dia tidak pernah menyangka Kris benar-benar sudah merencanakan segalanya sampai sematang ini. Tidak pernah ia akan menyangka kalau Kris mengambil pedang milik tentara Malaikat tertinggi.

"Aku benar-benar kagum padamu, Kris. Kau sangat hebat. Kau sudah merencanakan pemberontakan ini sejak lama pastinya. Buktinya kau sudah mendapatkan pedang milik salah satu dari 3 Tentara Malaikat tertinggi."

"Tutup mulutmu, King! Aku tidak mengeluarkan pedang ini untuk mendapatkan penjelasanmu. Aku mendapatkan pedang ini untuk melawanmu!"

King diam sebentar, wajahnya nampak gelap dan seringainya semakin menguat.

"Well… baiklah kalau kau memang ingin benar-benar melawanku…hahahaha.." tawa kecil yang sudah sangat Kris kenal. Tidak ada yang tahu batas kekuatan King Jaejoong. Tapi menurut apa yang Kris pelajari..

Jaejoong lah yang terkuat diantara sejarah para raja Neraka.

Mata Jaejoong memutih seluruhnya, mulutnya terbuka dan tangan kanannya mengarah ke mulutnya. Jemarinya masuk ke mulutnya. Bunyi retakan tulang terdengar jelas sekali. Kris terdiam.

Tangan King masuk ke dalam mulutnya. Kris terus menatapi, menunggu dan kaget ketika tangan Jaejoong seolah menarik sesuatu. Mata Kris menyipit dan melebar antara percaya atau tidak.

Jaejoong mengeluarkan sebuah pedang berwarna merah. Pedang panjang yang sangat Kris kenal.

Pedang milik Lucifer yang digunakan untuk memusnahkan 1000 musuhnya dengan sekali tebas. Pedang yang menyukseskannya ketika membantu Lucifer mendapatkan airmata milik 1000 malaikat untuk kepentingannya sendiri. Dan pedang itu, sudah disimpan dengan Sang Bijak selama-lamanya.

Dan sekarang, pedang itu ada pada dirinya. Jaejoong menyeringai.

"Kau kaget aku bisa memilikinya? Kau tak akan mau tahu jawabanku, Kris." ujar Jaejoong. Jaejoong menajamkan matanya. "Matilah kau..!" Jaejoong mengangkat pedangnya dan menebas ke arah Kris. Kris menghindar dan sebisa mungkin menghalau serangan pedang itu.

Suho menatap keduanya dari jauh. Sial, Jaejoong benar-benar tidak bisa diperkirakan! Dan sialnya, prajurit milik King selalu bertambah banyak ketika satu mereka sudah bunuh.

Tidak bisa begini lagi, dia harus mencari cara.

"Suho awas! Dibelakangmu!" Suho kaget dan menangkis serangan dari musuh dibelakangnya. Sialan, dia lengah akibat terlalu fokus melihat Kris yang bertarung di udara dengan Jaejoong. Suho mengubah tangannya mencadi tangan serigala dan menghancurkan tubuh lawannya.

Dia melirik istana milik Jaejoong. Matanya penuh harap.

"Lay…tunggulah..aku harap kau melarikan diri sekarang…aku mungkin akan lama.." bisiknya pelan dengan nada menyesal. Suho memejamkan matanya sejenak lalu berubah menjadi seekor serigala kembali dan menghancurkan lebih banyak tentara King.

.

.

.

Lay tengah menatap dari jauh peperangan besar antara King dan Kris. Meski jaraknya jauh, tapi Lay bisa melihat dengan jelas dari jendela kamar Suho. Lay mulai gelisah.

Dia mondar-mandir di kamar Suho dan sesekali menatapi jendela dan origami burung kecil yang dibuat Suho.

"Ah sial! Aku tidak bisa berdiam diri lagi..!" Lay mengacak-acak rambutnya kesal.

"Lay…"

"Hah?" Lay diam sejenak. Telepati? Chris kah?

"Chris?"

"Ya! Kau dimana?! Kau harus kesini! Keadaan istana Jaejoong pasti sepi dan tidak banyak penjaga! Kau harus kabur! Kalau bisa, temukan Luhan dan yang lainnya!"

"Baiklah! Dimana tempat agar mereka semua aman?!"

"Ada sebuah gua, disitu ada Chen dan Xiumin! Mereka akan aman, kau harus membantuku! Aku harus menyudahi, aku kewalahan!"

Lay mulai panik. Ia segera mencari pakaiannya dan perlengkapannya. Setelah selesai, ia mengambil origami dari Suho. Ia menarik nafas dan membuangnya.

"Bantu aku menemukan kamar-kamar milik Wolf.. dan bantu aku kabur dari istana celaka ini.." ujar Lay pada origami burung yang ada ditangannya. Origami burung itu terbang pelan dan mulai terbang menuju keluar kamar lay. Lay mulai berlari mengikuti origami burung itu.

Lay secara hati-hati keluar dari kamar Suho. Lay mulai berlari kecil agar tak ketahuan dan mengikuti arah burung buatan tersebut. Burung itu berhenti dan melayang didepan sebuah kamar. Suho dengan hati-hati membuka pintu kamar tersebut dan menemukan Luhan yang tengah menatapi peperangan di jendela.

"Luhan..!" panggil Lay dengan nada pelan. Luhan berbalik dan menemukan Lay. Mata Luhan melebar karena kaget.

"Lay..?! bagaimana bisa kau..-"

"Aku akan jelaskan nanti! kita semua harus kabur, cepat keluar!" Lay lebih terlihat memerintahkan Luhan ketimbang mengajak Luhan kabur. Luhan menatap ragu.

"Tapi..Sehun..?"

"Dia akan menyusul kita nanti, percayalah!" Luhan mengangguk mantab oleh ucapan Lay. Dia segera mengambil sepatu ketsnya yang terletak tidak jauh dan mengenakannya cepat. Ia berlari mengikuti Lay.

Keduanya menutup pintu kamar Sehun, dan segera berlari lagi untuk menyusul yang lainnya. Lay berhenti ketika burung kecil itu berhenti disebuah kamar. Lay membuka kamar itu dan menemukan Baekhyun yang tengah duduk di atas tempat tidur sambil bersenandung. Ia terlihat seperti menggambar sesuatu di atas kertas, Baekhyun menoleh dan terkejut. Ia menatap kaget dan tidak percaya pada apa yang ia lihat kali ini.

"Luhan!"

"Sssstt!" Luhan memberikan isyarat agar Baekhyun diam. Baekhyun mengangguk dan segera berlari mengambil sepatunya. Ia tahu maksudnya tanpa diberitahu. Luhan mengajaknya kabur dari istana ini.

Ia segera keluar kamarnya sambil membawa pakaian hangat milik Chanyeol. Setelah menutup pintu kamarnya, Baekhyun mengikuti Luhan dan Lay. Lay bersiap dengan pedang kecil ditangan kanannya.

Origami kecil itu melayang dan kali ini berhenti disebuah kamar dengan lambang seperti segitiga. Lay mendekati pintu itu dan membukanya pelan-pelan. Disana, ia menemukan Kyungsoo dan..sial! ada pelayannya yang membawakan makanan.

Kyungsoo menatap kaget pada Lay namun ia tak bersuara. Sementara pelayan berbadan kerdil dengan jubah yang menutupi seluruh tubuhnya sibuk meletakkan makanan yang terlihat sangat manusiawi di hadapan Kyungsoo. Sepertinya pelayan ini akan mengantarkan makanan yang sama dengan Luhan dan Baekhyun serta Lay. Kemungkinan Tao sudah diberikan.

Lay memberi isyarat untuk diam. Lay pelan-pelan masuk, pedang kecil sepanjang 30 cm itu sudah bersiap ditangan Lay dan dengan sekali tikaman dibagian punggung, pelayan itu limbung. Lay membacakan sedikit mantra dan menyentuh kepala pelayan tersebut.

Tiba-tiba, akar tumbuhan keluar dari bumi tempat pelayan itu jatuh. Akar itu membelit tubuh sang pelayan dan pelayan itu hilang dimakan bumi.

"Kita harus bergegas! Kita akan kabur. Kita akan menjemput Tao dan kabur dengan bimbingan origami milik Suho. Bersiaplah! Pakai sepatu ketsmu!" desak Lay. Kyungsoo segera melakukan perintah Lay. Lay mengambil sobekan kain dari selimut yang ada di kamar Kyungsoo dan mengelap pedangnya. Untuk menutup bukti, potongan kain itu disimpan didalam sarung pedangnya.

Kyungsoo yang telah siap langsung keluar kamar. Lay menutup pintu kamar Kai dan Kyungsoo dan segera berlari kembali mengikuti origami itu membawa mereka.

Mereka mulai berlari pelan namun pasti mengikuti origami tersebut. dan tanpa disadari, sepasang mata menatap mereka. Seringainya tercetak dibibir merah gelap anggur miliknya dan dia menghilang kembali.

Origami itu berhenti disebuah pintu hitam dengan ukiran rumis naga disetiap inchi pintu.

Lay menatap pintu tersebut dan mulai mengambil pedangnya. Lay menghela nafas.

"Sial, pintu ini akan susah dibuka. Ia menggunakan sihir..tapi..aku bisa mengatasinya…"

Lay memasukkan kembali pedang kecilnya pada kantung pedangnya. Ia memejamkan matanya dan mulai bergumam kecil.

Luhan menatap sekitar. Keringat dingin mulai membanjiri dirinya. "Astaga, cepat sedikit Lay…" bisik Luhan.

Lay membuka matanya. Matanya memancarkan cahaya putih. Tangannya terarah ke arah pintu itu. Cahaya putih sedikit kebiruan yang redup keluar dari tangan Lay. Akar rambat keluar dari tangannya dan akar itu membentuk ukiran naga pada pintu itu. Ukiran naga itu mendesis kecil dan pintu itu terbuka. Lay segera menggenggam tangannya dan Luhan serta Baekhyun masuk ke kamar itu.

"Tao..!" Baekhyun memanggil Tao dengan suara pelan. Tao kaget dan tidak percaya pada apa yang ada dihadapannya. Teman-temannya serta Lay menjemput dirinya!

"Hyung..!"

"Ssstt! Jangan banyak bersuara Tao! kita harus kabur! Ambil sepatumu sekarang!" desak Baekhyun. Tao mengangguk mantab dan segera mengambil sepatunya dan memasangnya secepat yang ia bisa. Ia segera berlari keluar kamar mengikuti teman-temannya. Lay segera menutup pintu tersebut dan akar rambat yang tadi mengikuti ukiran naga tersebut menghilang.

Origami burung itu berputar sebentar dan mulai terbang menuju sebuah arah yang Lay sangat yakini arah yang sudah diberitahu Suho. Mereka semua berbaris agar tidak ketahuan. Tao sedikit kewalahan karena sepatunya seperti ada yang mengganjal. Entah mengapa kakinya terasa berat.

"Ugh…"

"Itu jalannya! Cepat..!" Lay bicara dengan nada pelan. Tao sedikit tertinggal.

"Hey manis…ingin kabur dari istana, hm?"

Tao terdiam ketika mendengar sebuah suara wanita yang berbisik ditelinganya. Ia menoleh dan ke samping kirinya dan seketika gelap.

Lay mulai merasa ada yang aneh. Suara langkah kaki mereka seperti ada yang kurang. Siapa yang tidak mengikuti? Lay berhenti sebentar dan semuanya berhenti. Lay mulai was-was.

"Hey, mana Tao?" tanya Lay dengan nada panik. Mereka semua mulai kaget. Lay mulai berfirasat tidak beres. Ah sial.. mereka sudah ketahuan dan ini bencana. Apa yang harus dia lakukan? Mencari Tao? atau kabur?

"Kita harus kembali!"

"Tidak!" Lay mulai membuat keputusan. Semua mata menatapnya tidak percaya.

"Apa kau gila?! Tao tertinggal dan kemungkinan ditangkap oleh penjaga! Kita harus kembali!" Baekhyun mulai emosi akibat khawatir dengan kondisi Tao.

"Kita semua tidak bisa kembali! Aku akan mencari Tao, kalian kabur ikuti origami burung itu!" Baekhyun gemetar tidak percaya mendengar penuturan Lay. Lay segera berbalik arah dan berlari mencari Tao. Luhan, Kyungsoo dan Baekhyun segera berlari mengikuti tuntunan origami burung kecil itu.

Lay mulai berlari ke arah kamar Kris. Tapi ia tak bisa merasakan tanda-tanda kehidupan.

"Hahaha.." sebuah tawa milik suara wanita terdengar olehnya. Lay segera mengeluarkan pedang panjang yang ada dipunggungnya. Ia mulai menatap awas dan mulai lebih waspada daripada sebelumnya.

"Jangan terlalu ganas pada wanita, tampan. Kau mungkin akan disangka pria jahat." Lay menatap tajam.

"Keluarlah dan kembalikan Tao." kali ini, suara langkah kaki yag terdengar. Tidak jauh dari Lay, dari balik tiang berwarna silver gelap keluar seorang wanita cantik dengan riasan gothic dan pakaian serba hitam. Bibir semerah anggurnya tersenyum miring.

"Aih, ternyata kau lebih tampan. Wajahmu sangat lembut. Sayang sekali aku lebih dulu jatuh hati pada King daripada kau, sayang."

"King…Jaejoong? Apa kau..Angelica?" tanya Lay tidak percaya. Wajahnya tersenyum misterius.

"Ah, kau mengenalku rupanya."

"Siapa yang tak mengenal anak seorang darah campuran antara manusia dan malaikat? Siapa yang tak akan mengenalmu, anak dari malaikat yang dihukum sang bijak hingga kehilangan sayap-"

"Berhenti..! brengsek! Jangan dilanjutkan! Dasar mulut terkutuk sialan!" mata wanita itu berwarna merah. Lay mulai menyeringai kecil. Angelica mulai meredakan emosinya hingga matanya senada dengan Jade.

"Aku akan memberikan Tao kembali padamu…asalkan kau mengatakan pada Kris untuk datang sendiri mengambilnya ke istana King. Ah! Kalau kau melawanku..nyawa Tao yang akan aku jadikan tumbal untuk membangunkan Yunho…katakan pada Kris untuk membawa Chen dan Xiumin..serta bawakan guci milik Aquarius.." ujar Angelica dengan nada dingin. Seringainya terukir jelas dibibir anggur miliknya.

Mata Lay membelak tidak percaya.

"Hey apa maksud-"

BLAARR! Kepulan asap menutupi pandangan Lay. Sial, wanita itu melarikan diri. Ingin mengejar wanita itu juga tidak mungkin. Ia tidak bisa buang-buang waktu. Ia akan mengatur strategi untuk menyelamatkan Tao dengan Chris nanti.

Lay berbalik dan segera berlari untuk kabur.

.

.

.

Luhan, Baekhyun dan Kyungsoo sudah keluar. Origami burung itu jatuh pada tangan Luhan. Mereka semua terengah-engah.

"Hah…sekarang apa..? kaburkemana? Ini tidak aman…" tanya Kyungsoo pada kedua sahabatnya. Luhan menggeleng antara kelelahan dan tidak tahu harus menjawab apa.

"Mana Lay…?" tanya Baekhyun yang masih menahan lelahnya.

"OOOYYY…!"

Tak lama setelah ucapan Baekhyun, dikejauhan Lay mulai mendekat. Tanpa Tao… Baekhyun menatap tidak percaya. Lay tak berhasil membawa Tao?!

"Mana Tao?!" Baekhyun mulai mendesak. Lay yang masih terengah-engah diam sejenak.

"Aku tak berhasil mendapatkannya. Aku akan jelaskan nanti, kita masih bisa menyelamatkannya. Sekarang kita harus kabur ke tempat persembunyian Ashley!" Burung origami itu mulai terangkat dan terbang kembali. Luhan, Lay, Baekhyun dan Kyungsoo mulai berlari kecil mengikuti burung origami itu terbang. Tebalnya salju membuat mereka agak kesusahan dalam bergerak. Tak begitu lama, Lay melihat seperti ada gua. Lay mulai memfokuskan pikirannya untuk memulai telepati dengan Chris.

"Chris…"

Belum? Apa Chris sedang sibuk? Dimana dia?

"Chris..?!"

"Lay! Kau dimana sekarang?!"

"Aku sedang mengikuti origami dari Suho, dia menuju ke sebuah gua. Dimana kau?"

"Aku sedang bertarung! Sial! Pasukan King semakin banyak. Aku butuh bantuanmu! Gua itu dilindungi oleh pelindung dari Leo! Katakan eyé! Nanti kau akan menemukan Ashley bersama Xiumin dan Chen! Kau tahu kan dimana tempat kami bertempur?! Kesini dan bantu aku! Aku butuh permainan biolamu! Aku harus menyudahi!"

Belum sempat Lay menjawab ucapan Chris, Chris sudah memtuskan telepati keduanya. Lay berdecak kesal.

Mereka sudah sampai dimulut gua yang nampak gelap itu. burung dari origami itu jatuh ke bahu Lay. Lay menatapi mulut gua ini.

"Eyé!"

Setelah ucapan Lay, gua itu bersinar redup, dan tak jauh, terlihat seperti ruangan putih bersih yang ada didalam gua itu. Terlihat Ashley bersama 2 pria yang diyakini dengan Lay adalah Chen dan Xiumin. Lay juga melihat sosok seorang perempuan bertubuh ramping dengan balutan gaun biru yang membentuk tubuhnya. Rambutnya indah dan memegang sebuah guci berwarna biru sedikit putih.

Aquarius?

"Luhan oppa!" Ashley berteriak senang dan langsung berlari lalu memeluk Luhan. Luhan nyaris menangis karena begitu merindukan salah satu keluarganya ini.

"Kalian semua! berlindunglah disini! Aku akan membantu pertempuran! Jangan keluar bila tak ada satupun dari kami ataupun aku menyuruh! Paham?!" desak Lay. Semuanya mengangguk mengerti. Lay berbalik dan berlari sekuat tenaga menuju tempat Chris bertarung.

Ashley melihat mereka semua, ada yang kurang…?

"Mana Tao Oppa?" tanya Ashley. Luhan murung mendengarnya. Itu sudah menjadi jawaban yang jelas. Sesuatu terjadi pada Tao.

.

.

.

Chris berusaha melawan sebisanya. Sial sekali, semakin banyak ia membunuh, maka akan semakin banyak pula pasukan King bangkit. Chris mulai melirik ke arah yang lainnya. Dewa Ares juga bertarung. Dewi Athena juga berusaha melawan. Sial sekali, rencana dirinya dan Sagitarius tak berarti.

Sagitarius tak akan menyangka kalau King melakukan taruhan besar dengan mengambil airmata 1000 malaikat untuk membangkitkan pasukan terlarang di Neraka dan membangkitkan para Petarung yang disegel di neraka.

Para Wolf yang meskipun memihak tetap saja kewalahan. Seandainya Lay ada disini, Lay bisa memainkan musik untuk membuat kacau tentara ini…

Tiba-tiba, hembusan angin lembut menerpa dirinya. Chris membelak dan matanya mencari liar di antara pepohonan, dan menemukan sesosok tubuh pria yang berdiri di puncak pohon.

Matanya menatap tenang. Sebuah biola ada ditangannya dan dirinya siap untuk memainkannya.

Chris tersenyum senang penuh harap.

"LAAAYYY….!"

Suho yang mendengar teriakan nama orang yang dicintainya mencari sosok tubuh Lay dan kini ia terperangah.

Lay mulai memainkan melodi-melodi lembut yang tajam bila didengar oleh pasukan Neraka milik King. Beberapa pasukan King mulai membatu dan retak hingga hancur menjadi debu. Chris tersenyum senang. Matanya kini menatap langit dan menemukan Gerhana yang mulai akan berakhir. Sepertinya permainan biola Lay membuat perubahan yang cukup besar.

Tapi..itu artinya..Lay akan sangat kelelahan karena kekuatan yang dipikulnya untuk memainkan biola itu sangat besar. Dia bisa saja pingsan karena kelelahan. Atau yang terburuk, akan mati.

Chris terus menerus melawan pasukan yang belum berubah menjadi batu. Tak lama, ia mendengar seperti dentingan musik yang lain. Seperti musik Harpa yang lembut. Ia menoleh ke langit dan melihat langit berubah warna menjadi biru, hijau tosca dan sedikit percikan warna putih dan merah terang. Seolah seperti tirai yang jatuh ke arahnya. Aurora!

Percikan Aurora itu turun dan memeluk dirinya. Chris merasa tubuhnya hangat dan dia bisa mendengar bisikan kakaknya. Dewi Athena tersenyum senang. Cahaya putih yang menutupi tubuh Chris akhirnya memudar. Tubuh Chris kini dilindungi oleh baju zirah dengan warna silver yang mengkilap. Ditangan kanannya, ia menggenggam panah. Baju zirah milik Luna!

"Luna mewariskannya untukmu, anakku.." bisik Dewi Athena. Chris mengambil satu panah dan mulai menembakkannya ke langit. Dan yang terjadi adalah hujan ratusan panah api yang langsung menghancurkan banyak pasukan King.

King yang melihat dari jauh menatap tidak percaya pada apa yang ia lihat. Sial, ia tidak akan pernah menyangka kalau ini akan terjadi. Tenaganya juga mulai terkuras karena melawan Kris yang tidak dia sangka akan sekuat ini. King menatap murka pada Kris.

"King…!"

Telepati? Angelica?

"Ya?!"

"Kembali ke Istana, aku punya rencana bagus untukmu! Kau akan menang!"

"Ck, baiklah!" meskipun ia tak bisa mempercayai Angelica…

"Aku akui kau hebat, Kris…. Tapi..aku akan melawanmu dengan cara lain..tunggulah!" King segera berbalik dan menghilang dari hadapan Kris.

Seperginya King, pasukan-pasukan King menghilang bagai debu. Apa ini artinya…ia menang?

"Kris..!"

Kris menoleh karena Chanyeol memanggil dirinya. Kris menghilangkan sayapnya dan melompat.

"Apa?"

"Ini darurat!"

.

.

.

Semuanya sudah berkumpul didalam gua tempat mereka berkumpul. Luka ditubuh mereka disembuhkan oleh air yang ada di Guci milik Aquarius.

Para Wolf juga sudah berkumpul. Kris terlihat menahan amarah.

Lay menatap Kris.

"Intinya, Angelica menangkap dan menahan Tao. Ia mengatakan kalau kau ingin mendapatkan Tao…bawa Xiumin dan Chen… ke istana King.." Lay mulai was-was. Mata ungu dan merah milik Kris berpendar. Sial!

Chanyeol menepuk bahu Kris. Kris menoleh.

"Tenanglah, kita akan mendapatkannya. Kita akan atur rencana."

Semuanya mulai tersenyum.

"Sekarang, lebih baik kalian istirahat. Kris dan aku akan membahasnya." Ujar Lay. Suho menahan lengan Lay.

"Dengan kondisimu yang kelelahan begini?" Lay tersenyum kecil. Suho masih menatap tidak percaya pada Lay.

"Suho…ini juga masih salahku. Kalau saja aku menjaganya lebih baik lagi, Tao tidak akan ditangkap oleh Angelica…"

Semuanya masih terdiam. Leo yang awalnya memejamkan matanya kini membuka matanya.

"Tidak ada yang salah disini, tertangkapnya Tao pasti bagian dari rencana Angelica. Angelica memiliki ilmu sihir dan pengecoh yang kuat, tapi sebenarnya ia sangat baik hati. Hatinya dibutakan oleh perasaannya untuk Jaejoong." Ujar Leo pada seluruh pasang mata yang ada dihadapannya kali ini.

Kris masih menatap geram. Seandainya ia lebih kuat… apa yang harus dia lakukan? Matanya menatap istana Kris.

"Aku akan menyelamatkanmu sebentar lagi, tunggulah Peach.." bisik Kris yakin dan matanya yang berwarna merah dan ungu bersinar redup menandakan kekuatannya akan lebih kuat daripada sebelumnya.

.

.

.

TBC

.

.

Aloohaaaaa~!

Akhirnya fict ini akan segera tamat. Terima kasih bagi para pembaca setia Raichi. Baik yang me-review di kolom review atau bahkan di Inbox. Dan maaf ngaret, rai lagi sakit dan disuruh istirahat total. Selain itu, Koibito Rai juga mrah kalau Rai sibuk bkin fict :3 #ceritanyaudahgakjoneslagi :v #plakk #koibitokhayalanoy :"V

Ho-ho-ho~

Sekali lagi terima kasih sekali! Tanpa dukungan kalian, tanpa semangat kalian, tanpa saran dari kalian fict ini gak akan sampai chapter 21 dan akan tamat di chapter 22~

I LOVE YOU…!

Sign,

Raichi