Cerita Sebelumnya :
Tak Lama kirara pun sampai pada sumur tua tersebut.
"Kirara.. terima kasih yaa kau sudah mengantarku pulang" seru Kagome.
Kirara hanya mengangguk dan Kagome segera masuk ke dalam sumur dengan muka masam.
Happy Reading~
"Tadaima !"
"Kagome.. kenapa kau cepat pulang ?" Tanya Ibu Kagome heran.
"Aku capek bu.. aku mau istirahat"
Kagome segera menaiki tangga menuju ke kamar nya.
"Hmmm.. Aneh sekali.." gumam Ibu Kagome.
Kagome masuk ke kamar dan membanting tubuhnya di kasur.
"Huh.. apa yang dipikirkan anjing bodoh itu.." gerutu Kagome kesal sambil menutup muka nya dengan bantal.
Cklek
Pintu kamar Kagome terbuka.
"Buyouu.. kau dimana?" Souta mencari kucing peliharaan nya tersebut di dalam kamar Kagome.
Kagome masih menutup muka nya dengan bantal.
"Oneechan.. Apa kau melihat Buyou?" Tanya Souta pada Kagome.
"Keluar ! Sedang apa kau disini" Teriak Kagome memarahi Souta.
"Hiiiiyyy.."
Sontak Souta ketakutan dan berlari keluar kamar tanpa mendapatkan Buyou yang di cari nya.
"Huh.. Menyebalkan !" Dengus Kagome sambil melipat kedua tangan nya di dada.
Kagome berjalan ke arah jendela kamar nya, Ia mengambil kursi lalu menaruhnya di pinggir jendela. Segera ia duduk dan memandang langit sore yang berwarna oranye cerah.
Kagome menopang dagu nya.
"Biar bagaimana pun aku tak akan pernah bisa bersaing dengan nya.. Huffth" gumam Kagome mendesah pelan.
Tak terasa langit sudah mulai gelap. Kagome segera pergi untuk mandi.
"Kagome.. ibu sudah menyiapkan air hangat untukmu"
"Terima kasih bu.."
Kagome segera masuk ke kamar mandi dan menanggalkan semua pakaian nya lalu masuk ke dalam bathub yang sudah di isi dengan air hangat tersebut.
"Kikyo.. Hmm Kikyo.. apa yang spesial dari nya.." gumam Kagome.
Nama Kikyo terus berputar di kepala nya. Sesekali ia menenggelamkan muka nya ke dalam air.
Blup Blup Blup gelembung udara dari berasal dari nafas Kagome yang ia keluarkan di dalam air.
Gelembung yang tadi nya berisi udara dan tiba-tiba pecah ketika sampai di permukaan. Begitu juga dengan cinta Inuyasha yang langsung hilang begitu saja.
Tak lama Kagome menyelesaikan mandi nya dan segera mengenakan handuk.
"Hmm malam ini aku akan tidur di kasur yang empuk.." Batin Kagome menghibur hati nya.
Malam yang cerah,rembulan bersinar terang. Beda lagi dengan hati Inuyasha yang sekarang sedang muram.
"Inuyasha.. apa kau tidak akan menjemput Kagome ke rumahnya?" Tanya Sango pada Inuyasha yang sedang termenung menatap langit kosong.
"Cih ! untuk apa aku menjemput wanita bodoh itu !" ketus Inuyasha.
Yang lain hanya menghela nafas karena Inuyasha sangat keras kepala.
"Terserah kau saja Inuyasha.." timpal Sango.
"Hmm.. seperti nya pecahan Shikon no tama akan segera di kumpulkan Naraku dengan cepat"
"Kau benar sekali Miroku... Hanya karena ada seseorang yang sangat keras kepala.." celetuk Shippo.
"Apa kau bilang?" Inuyasha mendelik ke arah Shippo.
Sontak bulu-bulu Shippo langsung bergidik.
Miroku berdiri dari duduknya dan duduk di sebelah Inuyasha. Miroku menepuk pelan pundak Inuyasha.
"Inuyasha.."
"Ng? Ada apa ?" jawab Inuyasha tanpa menatap lawan bicara nya.
"Apa kau tidak mencemaskan Kagome?" Tanya Miroku.
"Cih ! untuk apa aku mencemaskan wanita bodoh itu.."
"Sebaiknya kau meminta maaf pada nya,Inuyasha.."
"Kau pikir aku ini apa? serendah itukah aku meminta maaf duluan.."
Inuyasha langsung berdiri dari duduknya karena merasa geram dengan nasihat dari teman-teman nya ia memutuskan pergi ke hutan untuk menenangkan dirinya.
"Hmm kurasa disini cukup nyaman" gumam Inuyasha yang tidak menyadari sedang duduk di samping sumur tua yang tak lain sumur penghubung dunia nya dan dunia Kagome.
"Eh? tempat ini..?" gumam nya pelan.
"Ck ! apa yang akan ku lakukan sekarang?" Inuyasha melihat ke dalam sumur yang gelap tersebut.
"Masuk.. Tidak.. Masuk.. Tidak ya?" gumam Inuyasha menggaruk kepala nya.
"Inuyasha.. kau sedang apa disitu?"
"Ahhh.. Miroku.. Kenapa kalian kesini?"
"Aku tanya duluan.. sedang apa kau disitu?"
"Ng.. Anu.. aku.. aku.. pipis.. ya aku mau pipis.."
"Hmm benarkah?"
"Eh..? te-tentu saja.."
"Kau bohong Inuyasha.. tak mungkin sejauh itu kalau mau pipis,kan?" Tambah Miroku yang makin membuat Inuyasha tersudut.
"Hey Shippo.. bukankah kau bilang kau merindukan Kagome, ya kan?" Inuyasha menarik ekor Shippo dan mengangkatnya.
"Aku tidak bilang begitu.. kau hanya membuat-buat"
"Sudah lah Inuyasha.. jemput Kagome dan bawa dia bersamamu.." seru Sango.
"Ta-tapi.."
"Sudah.. Ayo jemput lah Kagome"
"Uhmm baiklah.. aku akan membawa nya kesini"
Secepat kilat Inuyasha masuk ke dalam sumur menuju dunia Kagome. Ketika sampai ia segera mengintip ke jendela kamar Kagome.
"Tidak ada siapa pun di kamar nya" gumam batin Inuyasha.
Tiba-tiba pintu kamar Kagome terbuka dan masuk Souta dengan membawa Buyou di gendongan nya. Sontak Inuyasha langsung sembunyi di bawah jendela.
"Fyuuhh.. ternyata anak kecil itu.." gumam nya.
Kreett
pintu jendela di buka Inuyasha.
"Inuyasha-niichan.. sedang apa ka... umm umm" Inuyasha menutup mulut Souta.
"Ssttt.. diam.."
"Kagome dimana? Tanya Inuyasha sembari melepaskan tangan nya dari mulut souta.
"Dia sedang makan malam di bawah.. Uhmm apa kalian bertengkar lagi?"
Inuyasha diam tak menjawab.
"Hari ini muka Kagome-neechan sangat mengerikan.. seperti nya dia sangat marah" Souta mengelus dagu nya seraya berfikir.
"Uhhmm tapi aku tidak tau kenapa dia jadi begitu" tambah nya.
Inuyasha yang mendengar cerita Souta sontak langsung bergidik.
"Be-benarkah yang kau bilang?" tanya Inuyasha dengan muka takut.
Souta langsung mengangguk. Tiba-tiba pintu kamar di buka oleh Kagome.
Kagome segera masuk ke dalam kamar.
"Souta..? sedang apa kau disini?" tanya Kagome heran.
"Ng.. Anu.. aku.. Buyou ! Ya Buyou.. aku sedang mengajak Buyou bermain.. Hahaha"
"Hmmm aku mau mengunci kamarku dan tidur.. kau tidak mau keluar?"
"Baiklah.." Souta segera keluar kamar membawa Buyou.
Syuuuu
gorden tertiup angin dari luar.
"Ng?"
Kagome mendekati jendela dan melihat ke arah luar jendela.
"Hmm.. cuma perasaanku saja.." gumam nya sembari menutup pelan jendela.
"Hooaamm.. aku ngantuk"
Kyut Kyut
Telinga Inuyasha berkedut.
"Sial.. seperti nya dia mau tidur.. sebaiknya aku pulang" gumam Inuyasha.
Akhirnya Inuyasha pulang ke dunia nya.
"Lho? Kagome mana?" Tanya sango.
Inuyasha menunduk.
"Apa Kagome semarah itu.."
Inuyasha Menggeleng pelan.
"Jadi?"
"Aku takut dia tidak mau memaafkanku.."
"Jadi... kau tidak datang menemui nya?" Tanya Miroku.
Inuyasha tak mengubris teman-teman nya, ia tetap berjalan ke arah depan.
"Haaa.. kalau terus begini kapan Kagome akan kembali.." desah Miroku tertunduk lemas.
3 Hari kemudian..
"Inuyasha.. Apa kau akan terus begitu?"
Inuyasha diam tak membalas pertanyaan Sango.
"Inuyasha.. Sudah 2 Hari kau tidak makan.. dan kulihat malam-malam kau juga tidak tidur" seru nenek Kaede yang sedang sibuk memilah daun obat.
"Diam ! aku tidak mau di nasihati !" ketus Inuyasha kesal.
Inuyasha berdiri dari duduk nya dan keluar dari gubuk nenek Kaede.
"Haaa.. dia begitu keras kepala" desah Sango membuang nafas nya.
Inuyasha berjalan ke dalam hutan tanpa menghiraukan perut nya yang mulai keroncongan.
Hari mulai sore.. awan gelap berarak menutupi langit biru.
Dari jauh tampak Shippo sedang menangis di pinggir sumur tua penghubung era feodal dan dunia nyata.
Shippo menangis memanggil-manggil Kagome dari atas sumur tersebut.
"Kagomee.. kenapa kau tidak kesini?"
"Hiks hiks aku sangat merindukan mu.. Kagome kembali lah.." sesekali shippo menghapus air mata nya.
"Kagomeeee... kembali lahh.." teriak Shippo menangis keras.
Air mata Shippo jatuh ke dalam sumur. Tiba-tiba ke ajaiban terjadi. Di dalam sumur yang tadi nya gelap muncul cahaya ungu yang keluar dari dalam nya.
"A-Apa yang terjadi? Apa itu?" batin Shippo.
To Be Continued..
Uhmm.. Makin penasaran..
Cahaya ungu ? Apa ya? Mungkinkah itu Kagome?
Kalau itu benar Kagome.. Berarti Kegalauan Hati Seorang Inuyasha Akan Berakhir.
Kyaaaa.. Selanjutnya Apa Yaaa Yang Bakal Terjadi?
Keep Reading Next Chapter Yaa Readers.. .O
