Title: Love me right? I need you! Really~
Author: YoiteDumb
Genre: Romance, Friendship, Mystery and Family
Leght: Chaptered
Rate: K - T (I don't know, gomen~)
Cast: BTS & EXO
Taehyung/ V as Adik laki-laki Baekhyun(20)
Jungkook as Adik Sehun(18)
Sehun as Kakak Laki-laki Jungkook (21)
Tao as Kakak Laki-Laki Namjoon/ Rap monster, Adik Laki-laki Chen dan Sepupu J-Hope (22)
Baekhyun as Kakak laki-laki Taehyung/V (23)
Chanyeol as Sepupu Jin dan Kris (23)
Jimin as Adik laki-laki Kai (20)
Suga as Adik Laki-laki Xiumin (22)
Xiumin as Kakak Laki-laki Suga (24)
Chen as Kakak Laki-laki Tao dan Namjoon/Rap monster, sepupu J-Hope (23)
Jin as Sepupu Chanyeol dan Adik tiri Kris(23)
Namjoon/Rap monster as Adik laki-laki Chen dan Tao, sepupu J-Hope (21)
J-Hope as Sepupu Chen, Tao dan Namjoon/Rap monster (21)
Lay as Adik Laki-Laki Luhan(23)
Suho as Kakak Laki-laki D.O/Kyungsoo(24)
D.O/Kyungsoo as Adik Laki-laki Suho(22)
Kai as Kakak Laki-Laki Jimin (21)
Luhan as Kakak Laki-laki Lay(24)
Kris as Kakak Laki-laki tiri Jin dan Sepupu Chanyeol(24)
Don't Plagiarize
WARNING : YAOI, Boy X Boy, AU, Aneh, TYPO dan Gaje. It's my imagination.
YEHEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEET. Aku sangat senang membaca review kalian semua. Aku masih baru dalam menggunakan website ini. Sekarang aku punya masalah disini. Kenapa aku tidak bisa membaca review pada fanfic yang aku publish yah? Maksudku setiap mengklik reviews pada fanfic ini. Katanya malah " No reviews found". Heeeeeeee? WHAT THE HELL. Padahal saat mengklik reviews fanfic orang lain. Review dari readernya ada. Kenapa fanficku nggak ada yah? Padahal sudah ada yang mereview, aku lihat inbox akun emailku. Aku sungguh bingung, apa ada yang salah dengan setting akun ku ya? Mohon pencerahannya reader~ Atau memangnya seperti itu? Kita hanya bisa baca review yang diberikan hanya pada inbox akun email? Pusing pala kai~ Pala kai Oh oooo Aku jadi curcol
Cast aku pinjam dari SM Entertainment dan BigHit Entertainment. Ampuni aku menistakan mereka *Sujud Syukur*
Cast milik orang tua mereka dan fans yang menyayanginya.
Dimulai dari sebuah perasaan yang tulus namun seiring waktu perasaan itu menjadi jengah, rapuh, renggang atau apalah namanya. Apakah di dunia ini ada yang disebut dengan perasaan yang tulus? Mencintai dengan tulus? Shiiit! -Sehun
Aku mencintaimu dengan tulus hyungiie~ -Jungkook
Kau selalu begitu. Selalu begitu, membuat aku berubah dan memasuki lingkaranku sambil tersenyum dan entah kenapa aku tak pernah tergangung. Walaupun. . . Ini aneh -Taehyung/V
Semaunya menyakiti, dan saat itu datang aku selalu ditinggalkan oleh mu hyung. Menyebalkan tapi aku tak boleh begini. Aku benci menunggu. Walau harus menangis, aku akan move on. Iya kan dongsae? -Tao
Apa keluarga Oh sedang terpesona dengan AB Boys -Baekhyun
Don't bash me~
Suki?
Are you ready?
Chapter 2 : Aku menemukanmu
Aku selalu lemah dan menjadi pecundang. Tapi sekarang tidak -V/Taehyung
Hyung aku merindukanmu~ Kenapa Sehun hyung mengungkitmu lagi? Aku benar-benar tidak bisa mencintai orang lain selain dirimu, Hyung -Jungkook
V memasuki ruangan kedua tempat Kai dan D.O/Kyungsoo berada. Ia bisa menyelesaikan interviewnya dan selanjutnya ke ruangan ketiga tempat Rapmon dan Suga berada. Dia sedikit bergetar entah karena pikiran buruknya atau apa. Rapmon melihatnya heran karena si alien ini pasti selalu melakukan hal aneh. V berhasil menjawab semua pertanyaannya. Walau entah betul atau tidak. Setelah selesai V langsung keluar dan mendudukkan dirinya. Aku harus ke tempat les lagi untuk mengajar ucap V dalam hati. Ia mengLine Jimin :"Aku duluan ya, Jimin? Nanti pulang bareng hyungmu saja ya? Aku melihatnya sedang menginterview yang lain. Aku buru-buru harus kerja part time" Sending.
Jimin membalasnya "Ok, hati-hati Tae. Jangan memaksakan diri. Fighting~" Jimin tersenyum simpul dan mendengar namanya di panggil J-Hope.
Tao keluar sebentar dari dalam ruanganya. Ia melihat V yang terkapar di kursinya. Tao ingin mendekatinya tapi tidak jadi. Karena V tiba-tiba lari sempoyongan sambil mengambil tas selempangnya. Tao akhirnya berhenti dan memandanginya. Tao bertanya dalam hati apa hubungan V dengan Sehun ya? Kenapa Sehun malas setiap membahas anak ini? Apa mungkin dia pacar Kookie? Tampan juga, tipe pelindung cocok dengan Kookie. Tao kemudian tersenyum dan mengambil air untuk mereka bertiga. Tao masuk kembali ke ruangannya. Ia menyodorkan air mineral dan cupcake kepada Sehun dan J-Hope. Mereka menerimanya senang apa lagi J-Hope yang paling kegirangan.
"Hyung, kau perhatian sekali eoooh?" Tanya J-Hope menggoda.
"Memangnya di rumah aku tidak perhatian huh?"
"Perhatian~"
"Hun, siapa V itu? Dia memanggilmu hyung loh? Eh, tapi awalnya dia memanggilmu sunbae sih. Nggak mungkin kan baru ketemu?" Tanya Tao menggigit cupcake-nya.
"Dia seniornya Kookie. Tepatnya dia punya hati dengan Kookie tapi aku melarangnya. Tidak, tepatnya aku mengancamnya agar menjauhi Kookie."
"Kenapa kau kejam begitu?"
"Aku hanya tidak ingin kookie. . ."
"Jadi ceritanya seperti itu kenapa kau tak pernah cerita padaku Sehuniiie. Jahat" Rajuk J-Hope.
"Yaaaaaaak, aku bilang apa? Aduuuuuuh hyung kenapa kalau bersamamu mulutku jadi tak terkontrol?" Tanya Sehun memukul lengan Tao.
"Yah, kok aku dipukul. Aku kan hanya tanya?" Kata Tao sambil mengusap lengannya.
"Hyung, tau tidak selama setahun ini. Sehun tak pernah cerita kenapa dia benci pada V sampai aku harus pulang sembunyi-sembunyi dengan V. Rapmon dan Kai selalu ku desak tapi mereka bilang nanti Sehun ngamuk. Tapi, saat hyung bertanya. Seenak jidatnya dia menjawab. Aku merasa dikucilkan disini" Kata J-Hope panjang lebar sambil melahap Cupcake-nya pura merajut.
". . . " Sehun hanya terdiam sambil berpikir entah kenapa kalau disamping Tao Hyung dia bisa bermanja-manja, merajuk dan entah kenapa Tao mau membujuk dan menenangkannya. Ia melihat wajah Tao Hyung sekali lagi. Ia kenapa ya? Setiap bersama Tao Hyung. Semua jadi ringan dan tenang. Nyaman.
"Hun, Sehun, Heiiii" Panggil Tao sambil mengelus pipi Sehun yang kontras dengan kulitnya.
"Eh, Hyung. Ada apa?" Tanya Sehun tersentak sambil menggelengkan kepala dengan cepat yang terkesan imut.
Entah kenapa Sehun jadi imut kalau bersama Tao, tawanya jadi lepas seperti biasa saat ia tak bertengkar dengan Kookie dan ortunya. Tao Hyung semoga kau bisa mengubahnya pikir J-Hope dalam hati sambil tersenyum lega.
"Jimin, mau masuk. Persiapkan dirimu. Jangan melamun ya?" Tanya Tao lagi sambil menjauhkan tangannya dari Sehun.
"Hyung, ada krim cupcake" Kata Sehun tiba-tiba sambil mengelus bibir Tao. Tao terkejut dan terpana melihat wajah Sehun yang dekat dengannya. "Aku disuruh mempersiapkan diri? Tapi, hyung saja belum"
PLOK PLAK PLOK
Bunyi tangan J-Hope yang menepuk nyamuk. "Nyamuk, nyamuk, ngiiiiiek, nyamuk, nyamuk, ngiiiiiiiek" Seru J-Hope padahal nggak ada nyamuk ==a
"Hobiiiie, diam" Kata Sehun sengit.
"Neeee~" Ucap J-Hope berdance gaje.
Di Tempat Les milik Umma Rapmon
V berlari dari halte bus sampai tempat kerja paruh waktunya yang baru. V terlihat pucat dan berkeringat. Ia terus saja berlari sampai ke ruangan para pengajar. Beberapa menit kemudian Jungkook datang sambil memegang buku dan smartphonenya. Jungkook pergi ke ruangan tunggu para murid. Ia hanya ingin berkonsul saja sekarang. Umma Rapmon tiba-tiba memanggil Jungkook.
"Jungkook? Ada apa kesini? Ini kan bukan jadwalmu les?"
"Ne, Umma Namjoon Hyung. Aku ingin berkonsul tentang jurusan dan kampus apa yang cocok untukku"
"Oooh, tapi Sungjae Saem akan mengajar sebentar lagi"
"Tidak usah dengan Sungjae Saem, Umma"
"Apa kau sedang marah dengannya, Jungkook? Biasanya kau sangat akrab dengannya"
"Aniyooo, Umma"
"Ok, deh. Kalau gitu dengan Saem yang baru saja bagaimana?"
"Saem yang baru?"
"Ya, dia temannya Namjoon saat sma. Walaupun, dia lucu tapi dia lumayan pintar. Umma merekomendasikan untukmu, kookie-ah" Ucap Umma Rapmon berpose jempol ria sekaligus tersenyum.
Umma Rapmon selalu saja ke keceplosan memanggil nama kecil Jungkook di tempat les. Awalnya Jungkook risih tapi lama kelamaan santai saja. Soalnya Jungkook sudah menggangap Umma Rapmon seperti Ibunya sendiri. Sejak orang tuanya bercerai Jungkook tinggal berdua saja dengan Sehun Hyung. Apalagi Sehun dan Rapmon sudah lama berteman. Mereka sering ke rumah Rapmon dulu, saat Umma dan Appanya bertengkar hebat. Ada Chen hyung dan J-Hope Hyung yang sangat ramah dan lol. Aaaah, iya sudah setahun ini juga ia baru mengenal Tao Hyung. Dia juga anak Umma Rapmon yang baru pulang kuliah di Beijing. Tao Hyung kuliah dua tahun di sana menemani Appanya. Karena Umma Rapmon sangat merindukannya. Tao Hyung pun pulang dan kuliah di kampus yang sama dengan Rapmon Hyung. Padahal, anak umma sudah banyak, ditambah kami berdua. Tapi, dia sering menelpon Tao Hyung "Apakah kamu sudah makan? Tidurnya nyenyak tidak? Ada yang membullymu kah? Wushu saja dia Tao-ah! Yah Tao biarkan saja Appamu tinggal sendirian disana~" Kadang-kadang Umma kejam juga dengan Appa. Apalagi setiap Sehun Hyung berjalan melewati Umma atau ada dihadapan Umma apalagi membelakangi Umma. Umma pasti akan bilang " Padahal kulit kalian beda tapi body kalian mirip. Umma jadi sangat merindukannya." Umma langsung memeluk erat Sehun Hyung. Sehun Hyung hanya bisa kikuk. Oh, ya Appa itu orang China, dia memiliki sebuah perusahaan di sana. Kadang-kadang Appa akan pulang sekali sebulan dan akan berada di rumah selama seminggu. Tapi, sejak setahun lalu perusahaannya membuka anak perusahan di Korea. Ia jadi pindah kerja di Korea bersama Tao Hyung. Perusahaan di China diurus oleh Paman. Tao Hyung itu lucu seperti V Hyung tapi V Hyung lebih alien sih. Jungkook melamun sambil senyum-senyum sendiri. Umma Rapmon heran melihat tingkah Jungkook senyum senyum sendiri.
"Naaaah, Jungkookie~"
"Umma jangan panggil Jungkookie, ini masih di tempat les~"Rajuk Jungkook entah kenapa rasa malu mendatanginya.
"Aaaaaah, kau takut dibully yah? Nanti Tao Hyung akan mewushu mereka" Elak Umma Rapmon.
"Yah, nanti Umma di gosipin sama yang lain menganak emaskanku"
"Sudah lah, yuk kita ketemu sama Saem tampan yang baru itu"
"Nee, umma"
Mereka berjalan ke ruangan V berada. Umma Rapmon membuka kenop pintu sambil mengetoknya.
"V, Umma masuk yah?"
Jungkook shock seketika, matanya yang bulat pun semakin membulat besar.
"Kajja, Kookie-ah" Tarik Umma Rapmon masuk. "Nah, ini yang namanya Jungkook, Taetae" Seketika V yang berubah pucat. "Apakah kau sudah kenal dengannya? Umma juga menganggapnya sebagai anak Umma sama seperti Taetae dan Baekii loh. Baik-baik ya? Oh, ya dia mau konsul, Taetae. Umma pergi dulu, ya~"
Suasana di ruangan menjadi panas seketika. Jungkook hanya bisa berdiri sambil memandangi lantai. Ia kikuk tak tau mau menjelaskan apa. Tepatnya, ia juga tidak mengerti. Kenapa V Hyung menjauhinya, Sehun Hyung marah-marah padanya dan memindahkannya sekolah. Ini sungguh membingungkan. Apa V Hyung membencinya? Aku mencintaimu dengan tulus Hyungiiie. Apa perasaan tulus itu tidak pernah ada, Hyungiie? Sama seperti yang Sehun Hyung bilang. Kookie berkata-kata dalam hati.
V terdiam seketika, ia merasa kurang ajar karena tidak menyuruh muridnya duduk. Apa ini? Dia belum siap, tapi aku bukan orang lemah dan pecundang seperti dulu. Walau aku akan mati ditangan Sehun Hyung. Ya, walau harus mati.
"Jungkook, silakan duduk" Ucap V menetralkan segala keadaan. Ia memijat keningnya yang sudah sakit dari tadi. Padahal ia sakit kepala tapi tetap saja berlari walau tak terlambat. Dasar, alien!
"Ne, V Hyung. Maksudku V Saem" Jawab Jungkook kelabakan dan duduk di kursi dengan gugup. Tiba-tiba saja V lemas dan menundukkan kepalanya. Kepala V sungguh sakit sekarang. "Tae hyung? Apa baik-baik saja? Kamu pucat dan berkeringat" Tiba-tiba saja Jungkook merasa khawatir dan mengambil tisu di dalam tasnya.
V semakin lemah dan menyandarkan kepalanya diatas meja. Kemudian memijit kepalanya. "Aku tak pa-pa Kookie"
Jungkook tersentak karena dia pikir Hyungnya yang satu ini tidak mau memanggilnya seperti itu. "Tidak Hyung, Hyung sakit. Aku panggil Umma ya? Tunggu di sini yah" Perintah Jungkook berlari keluar ruangan memanggil Umma Rapmon.
Beberapa menit kemudian Jungkook datang bersama Umma Rapmon. Umma Rapmon panik dan menelpon Tao untuk menjemputnya. Jungkook senangtiasa menghapus keringat yang ada di wajah V. Ia bergumam semoga Hyungnya baik-baik saja. V tak bisa mengeluarkan suaranya karena ia rasa ia akan pingsan. V mulai bersuara
"Umma, jangan telpon Hyung. Aku tak apa-apa hanya sakit kepala, Umma" Kata V sambil berdiri dari kursinya dan melewati Jungkook. Tiba-tiba tubuhnya oleng seketika dan untung saja Jungkook dapat menangkapnya dalam pelukan.
"Hyungiiiie, hyungiiie bangun, bangun hyung~" Kata Jungkook sedikit berteriak. Ia mengguncang tubuh V sambil menepuk pipinya. Air mata Jungkook keluar dengan deras. "Umma, hyungiiiie"
"Kookie, jangan nangis. Kau kenapa bersedih?"
"Dia adalah seseorang yang sangat Kookie sayang, Umma. Umma pasti merasa jijik sama Kookie. Hiks jebal Umma hiks"
"Umma tidak merasa jijik sungguh. Tenang Kookie, sabar nak" Kata Umma Rapmon sambil menenangkan Kookie. "Semoga Tao tak ngebut" Ucap Umma dalam hati.
Di Ruang Musik
Smartphone Tao berbunyi. Tao langsung mengangkatnya.
"Ya, hallo Umma ada apa?"
"Bisa jemput Umma sayang? Taetae Taetae"
"Taetae, nugu, umma? Sapa dia?"
"Astaga kau belum ketemu dengannya ya? Pokoknya jemput Umma di tempat les Umma bawa Namjoon dan Hoseok, ok? Biar mereka yang jelaskan. Palli~"
"Ok Umma" Tao langsung menutup telpon dan menarik Rapmon beserta J-Hope sambil membisikan sesuatu. Mereka berdua langsung panik dan meminta izin pamit pulang duluan ke Suga dan yang lain.
"Kemana Tao Hyung, D.O Hyung?" Tanya Sehun yang habis dari toilet.
"Oh, dia ditelpon Umma untuk menjemput ke tempat kerjanya" Jawab D.O kaget.
"Tumben" Kata Sehun berpikir. Kai hanya bisa bergulat dengan pikirannya masing-masing. "Kau sudah selesai menginterview Kai?"
"Sudah, Sehun" Jawab Kai masih berpikir.
Tiba-tiba Jimin datang dari arah belakang Sehun, D.O dan Kai.
"Hyung lupa bawa bekal lagiiiii~ Ini bekalmu, hyung" Ucap Jimin memberikan bekal pada Kai.
"Aku tidak mau makan bekal, Jimin. Kenapa kau tetap membawanya?" Tanya Kai malas.
"Tapi, Hyung"
"Aaaaah, sudah lah. Aku mau kecan dengan D.O, makan saja bekal itu untung mu" Kata Kai menarik tangan D.O masuk ke ruang interview mereka.
"Hyuuuuuuung! Yaaaaaaakh"
"Sudah lah, Jimin. Kai itu kan tak ingin dimanja. Coba jelaskan pada Ummamu" Kata Sehun menasehati.
"Gak akan bisa Hyung, Umma sangat takut kehilangan kami. Sejak Appa meninggal. Huuuft~ Kenapa hanya aku saja yang peduli. Mereka berdua hidup seenaknya" Oceh Jimin mengeluh dan pergi duduk di ruang tunggu.
"Kasihan, Jimin" Kata Sehun dalam hati kemudian masuk ke ruangan dance.
Suga yang sangat lelah setelah menginterview para calon dongsaenya duduk di ruang tunggu. Ia hanya melihat seorang namja berambut merah, kulitnya putih, hidungnya mancung, dan juga bibirnya tipis. Entah kenapa dimata Suga anak itu sangat imut dan sexy. Dia tidak berhenti mengoceh halus sambil mempout bibirnya. Suga memilih duduk disamping anak itu padahal banyak kursi lain yang kosong. Suga ingin melepaskan penatnya, mungkin saja dengan duduk di dekat anak ini. Ia jadi segar kembali. Apa yang aku pikirkan? Ucap Suga dalam hati gusar dan menggaruk kepalanya frustasi.
"Sunbae, kenapa?" Tanya si rambut merah itu pada Suga.
"Aku?" Tanya Suga menunjuk dirinya dengan jari telunjuknya.
"Nee"
"Tidak, aku hanya lelah dan pusing. Oh, ya nama mu Jimin kan?"
"Iya, tadi Sunbae menginterviewku bukan?"
"Ya bersama Rap monster. Sudah sore kan? Kenapa kau masih membawa bekal?"
"Ah, tadi aku masuk kuliah shift siang, Suga Sunbae. Jadi, bekal ini belum ku berikan"
"Aiiiish, jangan panggil Sunbae sunbae nanti ku sun kamu?"
"Eeeeh?"
"Panggil Suga Hyung saja"
"Nee, Suga Hyung" Jawab Jimin imut.
'Astaga kenapa anak ini imut sekali' Batin Suga.
"Sekarang kamu ngapain?"
"Duduk"
"Bukan, maksudku tak pulang haaaa?"
"Aku harus menunggu seseorang dan memberikan bekal ini padanya"
"Lalu orang kau tunggu itu mana?"
"Dia ada di ruang interview"
"Haaaaaaaa? Siapa dia?"
"Kai Hyung"
"Oh, jadi kau menunggu si butek itu?"
"Bukan si butek tapi Kai Hyung, Hyung"
"Ya, ya aku mengerti" Jawab Suga. 'Apa anak ini fansnya Kai?" Tanya Suga dalam hati. Entah kenapa mood Suga jadi buruk dan ia ingin pulang secepatnya. "Ya, sudah tunggu saja dia. Aku pergi dulu"
"Baik, Hyung~" Jawab Jimin tersenyum sambil melambaikan tangan dan tanpa sadar Suga membalasnya.
Di dalam Mobil Tao
"Siapa itu Taetae?" Tanya Tao sambil mengemudikan mobilnya.
"V, Hyung" Jawab J-Hope dibelakang kemudi.
"Kau tau dia eoh? Kenapa aku tak tau ya. Aku baru pertama kali bertemu dengannya di saat interview tadi dan Sehun menatapnya tajam dan horor" Kata Tao sambil berpikir. J-Hope hanya bisa mengiyakan. "Siapa anak itu, Rapmon? Kenapa Umma sepanik itu? Aku malah berpikir tadi sejak kapan umma memanggilku Taotao eh kiranya Taetae"
"Hyung itu sangat jauh sekali~" Ucap J-Hope menggoyangkan bangku kemudi karena gemas.
"Soalnya tampang kalian pucat sekali sih. Apa lagi si Rap Monster ini. Oiiiiiiii" Teriak Tao.
"Sudah lah, Hyung. Aku sedang berpikir, fokus lah mengemudi. Aaaaaaaaaaakh" Tiba-tiba Rapmon berteriak dengan muka lolnya.
"Wae, wae?" Tanya Tao dan J-Hope serentak. Untung saja Tao tak terlalu kaget.
"Aku seperti juru kunci saja" Balas Rapmon frustasi. "Apa yang dikatakan Umma tadi Hyung?"
"Umma bilang : Bisa jemput Umma sayang? Taetae Taetae. Ia panik sekali di telpon. Aku bertanya : Taetae, nugu, umma? Sapa dia? Umma jawab: Astaga kau belum ketemu dengannya ya? Pokoknya jemput Umma di tempat les Umma bawa Namjoon dan Hoseok, ok? Biar mereka yang jelaskan. Palli~. Jadi sekarang jelaskan pada ku siapa Taetae alias V. Aku liat di dokumennya namanya Byun Taehyung. Nah siapa dia, Dongsaeku sayang? Kenapa umma perhatian padanya sama seperti ke kita dan duo Oh" Tanya Tao penuh selidik.
"Hyung sih main ma Sehun aja~ Jadi nggak pernah lihat V. Aku kadang-kadang pulang bareng dia kok. Tapi, sebaiknya Hyung tanya saja Namjoon soalnya dia lebih tau. Aku juga tidak mengerti. Aku ada di tkp tapi tak tau apa-apa, hyungiie" Jawab J-Hope murung walaupun masih berusaha berwajah ceria.
"Apa hubungannya dengan sehun? Apa kejadian ini terjadi saat aku di China, huh?" Tanya Tao bertubi-tubi.
"Haaaaaah" Rapmon hanya mengeluh. " Ya, hyung. V adalah adik Baekhyun Hyung. Kau ingat Baekhyun Hyung kan? Dia kan salah satu sahabat Chen Hyung. Nama panggilan sayang V itu Taetae Hyung. Saat Hyung di Beijing, mereka berdua sering main ke rumah" Ucap Rapmon melipat kedua tangannya di dada.
"Lalu, kenapa setahun ini aku tak melihatnya?" Tanya Tao lagi.
"Kenapa ya? Mungkin Chen Hyung tak ingin kau bertemu dengan Kris Hyung" Jawab Rapmon asal sambil melihat jendela mobil.
"Jangan sebut namanya, Namjoon. Karena dia sama editor dengan Baekhyun berarti Chen melarangnya ke rumah. Itu alasan yang tak masuk akal! Chen Hyung bukan orang yang seperti itu" Kata Tao sengit. J-Hope ingin menenangkan kakak beradik ini tapi Rapmon membuka suara lagi.
"Kalian berdua sama, ya sama. Sama disakiti oleh mereka. Padahal mereka sekarang entah apa yang dilakukannya. Mereka bersenang-senang diatas penderitaan orang lain. Dia menghancurkan orang yang ku sayangi. Aku memang anak kecil yang kebetulan tau dan sok pintar" Kata Rapmon marah dan mengepal kedua telapak tangannya.
"Namjoon" Ucap J-Hope lirih. Tao hanya bisa memalingkan wajahnya sebentar dan menghela nafas.
Akhirnya mereka tiba di tempat les milik Ummanya. Tao memparkirkan mobil bmw merahnya. Rapmon, J-Hope dan Tao keluar dari mobil menuju gedung. Mereka mencari Ummanya dan menanyakan pada salah satu pengajar. Pengajar itu menunjukkan ruangan tempat mereka berada. Saat Tao membuka kenop pintu tersebut.
" Yaaaaaaakh, Tao kenapa kau baru sampai huh? Telat sekali, Umma hampir mati kejang disini dengan Kookie" Teriak Umma sambil mengguncang tubuh Tao. Rapmon dan J-Hope langsung menuju ke arah Kookie yang sedang memeluk V di sofa.
"Kookie, V kenapa? Cepat bawa dia ke rumah sakit. Kajja~" Tanya J-Hope mengintrupsi. Jungkook langsung mengendong V ala bridal style.
"Wow, Kookie kau kuat eoh" Ucap Tao merusak suasana.
"Yaaaaaakh, anak pabo. Bukan saatnya mengatakan itu~" Teriak Umma sambil memukul kepala Tao anaknya dengan gemas.
J-Hope mengiringi Kookie berjalan dan Rapmon merangkul Ummanya dan Tao. Mereka keluar bersama. Tao langsung menghidupkan mobilnya. Sekarang Tao yang mengemudi dan Umma disampingnya. Seharusnya ia membawa mini bus tadi, pikir Tao dalam hati. Sesampai di Rumah Sakit V diperiksa oleh dokter. Dokter hanya mengatakan dia demam tinggi dan flu karena kelelahan dan kebanyakan begadang. Umma Rapmon langsung lega dan duduk di ruang tunggu bersama Tao dan J-hope. Rapmon menemani Jungkook yang sedang duduk di samping kasur V. V masih belum sadar. Jungkook memegang tangannya erat dan selalu berdoa. Ia melihat setiap detil wajah V dari hidungnya yang mancung, kulitnya yang sedikit tan, matanya yang smirk dan rambutnya berwarna coklat.
Jungkook mengelus pipi V dengan lembut. Ia ingin sekali menangis tapi air matanya sudah mengering. Mungkin dia memang cengeng. Tapi, siapa yang tidak sedih melihat orang yang di rindukannya setelah sekian lama datang dan tiba-tiba pingsan seperti akan mati. Mati? Yah, jangan sampai dia hanya kelelahan. Kalau sampai dia mati, aku bisa gila saat ini juga. Aku tidak bisa kehilangannya sekarang. Tidak, sampai kapan pun itu. Aku tidak akan pernah siap pikir Jungkook sambil menggelengkan kepalanya tiba-tiba walau masih terkesan imut. Rapmon tersentak dari lamunannya akibat gerakan Jungkook. Ia berkata akan keluar sebentar melihat Ummanya pada Jungkook. Jungkook mempersilahkan sambil mencoba tersenyum. Rapmon keluar dari kamar V. Ia menuju Ummanya dan duduk sebelah Tao. Mereka berempat melihat Jungkook yang sangat senang tiasa menunggui V.
"Takdir itu mengerikan ya? Sekeras apa pun kau menjauhkan mereka akhirnya mereka bertemu" Ucap Rapmon ngaur. "Dunia ini sempit ya?"
"Yaaaaakh, sebenarnya apa yang terjadi huh? Umma bingung"
"Umma bingung? Hobieee juga bingung, umma! Kenapa V dan Baekhyun tidak boleh main ke rumah kita saat duo Oh sering bolak-balik ke rumah kita? Aku memang ada saat kejadian tapi tak tau alasannya. Tanya Rapmon saja umma"
"Tao tak tau apa-apa Umma. Aku orang baru di sini."
"Namjoon apa yang terjadi huh?"
"Masa Umma tak tau? Kejadian satu setengah tahun yang lalu?" Tanya Rapmon tiba-tiba.
"Satu setengah tahun yang lalu? Saat Kookie menangis di malam hari itu dan Sehun memarahinya tanpa henti? Umma kan tak boleh bertanya saat itu, Namjoon-ah"
"Kookie tak curhat dengan Umma?" Tanya Rapmon.
"Tidak dia hanya menangis sesegukan dia hanya bilang: aku akan kehilangan orang yang ku sayangi Umma. Padahal aku belum mengatakan apa-apa padanya. Pasti ia kebingungan. Kenapa semuanya kejam padaku? Jangan jauhi aku darinya, Sehun hyung" Ucap Umma mereview ingatannya. "Jadi yang dimaksudnya itu Taetae huh? Soalnya pas Taetae pingsan dia juga bilang gitu. Dia adalah seseorang yang sangat Kookie sayangi. Umma pasti jijik sam Koookie. Ia malah nangis sejadi-jadinya. Makanya, Umma panik. Jadi yang dimaksud Taetae, ya?" Rapmon hanya mengangguk.
"Kenapa Sehun memarahinya huh? Sepertinya V orang yang baik" Tanya Tao penasaran.
"Tepat, Hyungie. Kenapa Sehun sangat ingin menjauhi Kookie sama V?" Tanya J-Hope ikut karena ia sangat ingin tau alasannya. Ia seperti orang bodoh selama satu setengah tahun ini. Sehun hanya diam saat di tanya dan menghindar sehingga J-Hope menjadi tidak enakan. Soalnya dia sangat ingin jadi teman yang baik bagi Sehun. Setelah, ortunya meninggal J-Hope yang anak tunggal di rawat oleh Bibinya yaitu Umma Chen, Tao dan Rapmon. Ia tinggal bersama keluarga Huang.
"Karena mereka berwajah mirip sama sepertinya dulu" Rapmon mulai menerawang.
"Sehun dan Luhan ya?" Tiba-tiba Umma Rapmon membuka suara. Seketika Tao shock dan diam.
"Kami tak ingin menyinggungnya lagi. Sehun trauma karena ditinggalkan Luhan. Dia sedang kacau waktu itu. Ditambah lagi Kookie dan Taetae memiliki wajah yang agak mirip, sama dengan mereka berdua dulukan? Entah kenapa Sehun itu benci saja couple yang memiliki wajah mirip. Kalian ingat kan wajah Luhan Hyung dan sehun kan bak pinang dibelah dua. Kookie dan Taetae memang belum pacaran. Sehun masih maklum, tapi saat malam itu. Jungkook bilang kalau dia menyukai V dan ingin pacaran dengannya. Sehun naik pitam dan menampar Jungkook. Ia bilang tak ada cinta suci di dunia ini. Semua itu bullshit. Saat semua yang kau inginkan terjadi, semuanya akan berakhir dengan cepat. Setiap melihat Vkook couple hati Sehun tersayat, dulu dia juga seperti itu. Ia takut Kookie akan menangis dan sakit hati sama seperti apa yang dirasakannya dulu. Padahal belum tentu V akan meninggalkan Kookie. Ia sangat menyayanginya. Bodohnya, Sehun malah menyakiti Kookie. " Kata Rapmon panjang lebar.
J-Hope hanya bisa terdiam soalnya ia ingat bahwa Chen Hyung pernah bilang kalau Sehun sangat menyayangi Luhan Hyung. Apa pun akan diberikanya tapi Luhan Hyung seenaknya memutuskan Sehun dan jalan dengan laki-laki lain. Alasannya karena tak betah dengan orang manja bermuka datar seperti Sehun. Alasan bodoh dan laki-laki itu juga yang hampir membuat down Hyung yang disayanginya. J-Hope menatapi Tao Hyung lekat. Tao Hyung pulang alasannya bukan Umma dan Appa saja tapi ia ingin memastikan sesuatu. Kiranya benar firasat Tao Hyung, ia sempat terpuruk. Rapmon, aku dan Chen Hyung menyemangatinya. Rapmon bilang: Hyung, bukan kau benci menunggu? Lari lah, move on lah hyung. Lusanya Sehun dan Jungkook berkunjung ke rumah dan entah kenapa ia ceria lagi dan senang saat bersama Sehun. J-Hope melamun lagi.
Di kamar rawat V
Hyung bangun lah, aku kangen. Hanya itu yang bisa diucap Jungkook. Aku ngantuk Hyung. Jungkook pun tersentak, ia harus menelpon Bekhyun Hyung pasti ia panik karena V Hyung belum pulang. Jungkook mencari smartphone V di dalam tas salempangnya. Akhirnya ia menemukannya. Saat membuka Smartphone V Jungkook bingung tak tau apa password V. Ia ingat dulu password V adalah nama dan tanggal lahirnya. Apa masih itu ya? Jungkook memberanikan diri untuk menulisnya. Kiranya benar, V masih menggunakan password itu. Kookie terharu, dia masih mengingat ku ya? Pikir Jungkook. Ia mengline Baekhyun. Baekhyun panik sekaligus kaget karena yang mengirim itu Jungkook melalui smartphone V. Ia saja tak tau passwordnya, kenapa Jungkook dengan seenak jidatnya bisa membukanya? Dasar, Jungkook benar-benar mencintai dongsaenya. Ia mulai merasa bersalah lagi. Ya, semua karena keegoisannya. Ia hanya tersenyum kecut dan membalas line Jungkook : Aku sedang lembur Kookie-ah, maafkan aku. Bisa kah kau jaga V sampai aku pulang? Thanks~ Maaf ya. Tolong rawat dia ya Kookie. Baekhyun hanya menghela nafas kasar. Mereka bertemu lagi. Pikir Baekhyun.
Jungkook hanya membalas "Nee, Hyung". Apa Baekhyun Hyung tak ingat Sehun Hyung itu orang yang pemarah. Ia pasti akan mengobrak-abrik Rumah sakit ini, mencarinya dan menghabisi Tae Hyungnya. Tae Hyungnya? Jungkook blushing seketika. Ia memegang wajahnya sambil bergeleng ria yang terkesan kawaii. Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja. Ia akan menelpon Zelo agar ikutan berbohong kepada Sehun Hyung. Ia akan bilang bahwa dia menginap di rumah Zelo karena ada tugas kelompok. Toh hari hujan lebat sekarang. Pikir Jungkook sambil melihat jendela kamar V. Hyungiie, aku menemukan. Aku tak akan melepasmu hyung walaupun hyung akan hanya memberi luka pada ku. Saranghae, hyungiie. Jungkook mengecup jidat V dengan penuh kasih sayang sambil mengelus puncak rambutnya. Entah kenapa ada pergerakan dari tangan V yang bergerak. Jungkook langsung tersenyum kelinci. Selanjutnya V membuka matanya perlahan karena keserangan cahaya ruangan. Jungkook langsung mendekati wajah V agar V tak keserangan. V langsung melihat wajah Jungkook yang mendekatinya dan memegang tangannya erat. Hold me tight, Kookie? Aku menemukanmu. Tak akan pernah ku lepaskan. Walaupun aku harus mati. Kata V dalam hati tersenyum ke arah Jungkook orang yang sangat disayanginya. Jungkook hanya tertawa sambil memperlihatkan gigi kelincinya dan mengelus pipi V.
"Hyungieee, mau apa?" Tanya Jungkook senang.
"Aku mau kamu, Kookie-ah" Jawab V nakal walaupun masih lemah. Jungkook kaget dan seketika mukanya semerah tomat.
TBC
'Apa iniiiiiiii? Panjang bgt kah atau pendek? Sebenarnya ff ini ada adegan yang aku tambahkan. Soalnya pas di upload kiranya pendek. Apalagi ada review yang sangat ingin YooMin jadi aku tambahkan. Sebenarnya YooMin itu muncul di chapter 4 hehehehe. Yah, akau sangat ingin nulis Chanbaek tapi entah kenapa rasanya belum waktunya soalnya nanti kayak loncat2 gitu. Aduh maafkan ff ku yang absurd beserta aku yang absurd ini.
Jadi begitulah, aduh ampuni aku, aku bingung. Mau nulis terus soalnya couplenya banyak bgt. Satu-satu kita selesaikan yaw? Semoga ini sesuai dengan selera kalian chingu *Berdoa* Don't bash me. Maaf ya bagi penyuka Hunhan. Aku benar-benar gak bisa bikin ff couple ini, gak dapat feelnya. Akhirnya jadi gini deh~
Review Please?
Balasan Review:
minkook94: iya aku juga setuju~ Aku sudah update chapternya. Semoga chingu suka dan jangan bosan ya? #peluk
keymingi02: ahahahaha, iya Sehun ini kenapa eoh? #plak Ok, sekarang YooMin udah muncul kok~#peluk
Mr Yoon : ampuniiiii aku~ Jangan nangis, kk Sebenarnya aku sudah bikin sampai 4 chapter tapi kalau ada waktu akan ku perbaiki. Iya ini tbc sekarang aku sudah mengupdatenya #peluk
Park ChanJin : iya, nih dah hampir bersatu XD. ok, honey~ Gomawoooooo #peluk
Aiko Michishige : aku maunya TaoHun gimana dong? Aduh gimana ya, sebenarnya aku ingin bikin Tao itu seme yang manja hahahaha . Iya, ni udah kk lanjutin~
Sebenarnya aku tidak punya waktu nanti malam, makanya aku update sekarang. Semoga makin banyak yang review~
Bye Bye *Dance BTS-DOPE mode*
