Title: Love me right? I need you! Really

Author: YoiteDumb

Genre: Romance, Friendship, Mystery and Family

Leght: Chaptered

Rate: K - T (I don't know, gomen~)

Cast: BTS & EXO

Taehyung/ V as Adik laki-laki Baekhyun(20)

Jungkook as Adik Sehun(18)

Sehun as Kakak Laki-laki Jungkook (21)

Tao as Kakak Laki-Laki Namjoon/ Rap monster, Adik Laki-laki Chen dan Sepupu J-Hope (22)

Baekhyun as Kakak laki-laki Taehyung/V (23)

Chanyeol as Sepupu Jin dan Kris (23)

Jimin as Adik laki-laki Kai (20)

Suga as Adik Laki-laki Xiumin (22)

Xiumin as Kakak Laki-laki Suga (24)

Chen as Kakak Laki-laki Tao dan Namjoon/Rap monster, sepupu J-Hope (23)

Jin as Sepupu Chanyeol dan Adik tiri Kris(23)

Namjoon/Rap monster as Adik laki-laki Chen dan Tao, sepupu J-Hope (21)

J-Hope as Sepupu Chen, Tao dan Namjoon/Rap monster (21)

Lay as Adik Laki-Laki Luhan(23)

Suho as Kakak Laki-laki D.O/Kyungsoo(24)

D.O/Kyungsoo as Adik Laki-laki Suho(22)

Kai as Kakak Laki-Laki Jimin (21)

Luhan as Kakak Laki-laki Lay(24)

Kris as Kakak Laki-laki tiri Jin dan Sepupu Chanyeol(24)

Don't Plagiarize

WARNING : YAOI, Boy X Boy, AU, Typo, Aneh dan Gaje. It's my imagination.

Cast aku pinjam dari SM Entertainment dan BigHit Entertainment. Ampuni aku menistakan mereka *Sujud Syukur*

Cast milik orang tua mereka dan fans yang menyayanginya.

Dimulai dari sebuah perasaan yang tulus namun seiring waktu perasaan itu menjadi jengah, rapuh, renggang atau apalah namanya. Apakah di dunia ini ada yang disebut dengan perasaan yang tulus? Mencintai dengan tulus? Shiiit! -Sehun

Aku mencintaimu dengan tulus hyungiie~ -Jungkook

Kau selalu begitu. Selalu begitu, membuat aku berubah dan memasuki lingkaranku sambil tersenyum dan entah kenapa aku tak pernah tergangung. Walaupun. . . Ini aneh -Taehyung/V

Semaunya menyakiti, dan saat itu datang aku selalu ditinggalkan oleh mu hyung. Menyebalkan tapi aku tak boleh begini. Aku benci menunggu. Walau harus menangis, aku akan move on. Iya kan dongsae? -Tao

Apa keluarga Oh sedang terpesona dengan AB Boys -Baekhyun

Don't bash me~

Suki?

Are you ready?

Chapter 4 : Your Face Change My World

Tao mengemudikan mobilnya sampai ke rumah Sehun. Sebelum itu ia singgah ke restoran cepat saji. Tao tidak bisa menahan laparnya, karena sejak di rumah sakit ia belum makan malam. Tao menggigit burger sambil tetap mengemudi. Kalau Eommanya tau apa yang diperbuat Tao, pasti Tao sudah dijewer oleh Eomma sekarang. Hanya dalam lima gigitan burger tadi ludes. Tao meraba-raba minumannya yang berada di pintu kemudi saat lampu merah. Ia meminum cepat macha bubble tea dan melanjutkan perjalanannya. Ia sedikit tertegun melewati sebuah kantor majalah dan melihat sepasang kekasih disana sedang bercanda akan menyebrang jalan. Tao sedikit menurunkan kecepatannya. Sepasang sejoli itu menyebrang masih tetap tertawa tanpa menyadari mobil Tao. Tao hanya bisa tersenyum perih dan menaikkan kecepatan mobilnya.

Akhirnya Tao sampai di rumah Sehun. Ia mengeluarkan smart phone-nya untuk menelpon Sehun tapi tidak jadi karena Sehun sudah membuka pagar rumah dan gerbang garasi. Tao memasukan mobilnya ke garasi Sehun dan keluar sambil membawa burger dan bubble tea untuk Sehun. Tao tersenyum pada Sehun sambil memperlihatkan belanjaannya.

"Hei, apakah kamu sudah makan Sehun?" Tanya Tao tersenyum.

"Sudah Tao Hyung, kenapa lama sekali, eoh?" Tanya Sehun mempout bibirnya.

"Mianhee, Sehunniiie" Jawab Tao sambil memegang lengan Sehun dan memeluknya tiba-tiba. "Jangan marah ya, soalnya aku lapar sekali. Eomma belum kasih aku makan"

"Memangnya Eomma tak memasak, Hyung?"

"Aku tadi mengantarkan Eomma ke tempat temannya. Jadi waktu ku hanya mengantarkan Eomma saja bolak-balik hehehehe"

"Tao Hyung tak cukup pintar membohongiku! Kau bohongkan? Kenapa wajahmu murung, huh?"

". . ." Tao hanya bisa diam saat Sehun bertanya. Ia berpikir, Ia takut kalau V akan dipukuli Sehun sebisa mungkin Tao harus bisa mengalihkan perhatian Sehun. Soalnya dia benar-benar tidak bisa bohong dari Sehun.

"Itu tadi aku bertemu dengan mantanku" Ucap Tao tersenyum miris. Entah kenapa Sehun merasa risih dan sedikit jealous.

"Mantan?"Tanya Sehun heran.

"Yah, tidak bertemu juga sih aku hanya melihatnya sedang menyebrang jalan bersama pacar barunya" Jawab Tao risih. Entah kenapa Sehun merasa simpatik pada Tao. "Sudahlah, Hun jangan tanyakan masalah itu lagi"

"Neeee"

Sehun dan Tao masuk ke rumah. Belanjaan Tao tadi sudah pindah tangan ke tangan Sehun. Sehun meletakkan di meja ruang tv. Ia duduk di sofa sambil mengambil bubble tea yang dibeli Tao untuknya.

"Hyung punya mu yang tinggal setengah ini kan?" Tanya Sehun.

"Iya" Jawab Tao masih memandangi figura-figura yang ada di lemari kaca ruang tamu.

Tao melihat foto Sehun dan Luhan tersenyum bersama. 'Benar kiranya mantan Sehun adalah kekasih baru mantan Tao'. Tao masih memandangi figura HunHan sambil melamun. Ia teringat dengan obrolannya tadi di Rumah sakit. 'Apakah traumamu akan hilang Sehunniie? Apa aku bisa mengantikannya? Mana mungkin' Pikir Tao sambil merunduk sedih. Entah sejak kapan Sehun sudah memperhatiakan gerak gerik Tao dari tadi. Sehun sudah berada di belakang Tao, biasanya Tao akan cepat sadar tapi Tao masih saja merunduk dan belum juga sadar. Sehun memeluk Tao dari belakang, Tao kaget setengah mati entah kenapa tetesan air mata Tao keluar tiba-tiba. Tubuhnya bergetar, Sehun jadi panik dan memegang dahi Tao agar kepala Tao dapat bersandar di bahunya dan Sehun dapat melihat wajah Tao. Walau sebentar Sehun dapat melihat Tao sedang menangis. Tiba-tiba Tao langsung membalikan badanya dan menyembunyikan wajahnya di leher Sehun. Sehun mulai sangat bingung. 'Apa Tao masih memikirkan Mantannya? Memangnya dengan keberadaannya saja tak cukup?' Tanya Sehun dalam hati sambil mengelus kepala Tao lembut.

"Jangan per. . .gi Sehun" Ucap Tao. Sehun kaget begitu juga Tao. Tao mengutuk dirinya yang mengatakan sesuatu yang aneh.

Entah kenapa Sehun mulai menarik dagu Tao agar melihat ke arahnya. Namun Tao sangat kuat dan tetap bertahan di leher Sehun. "Hyung, apa yang kau bicarakan? Aku disini kok"

"Hahahaha, iya maafkan aku Sehun. Sepertinya aku banyak pikiran" Ucap Tao menghapus air matanya dan melepaskan pelukannya pada Sehun. * Bukan author yang banyak pikiran nih #abaikan *

"Sehun minum bubble tea-nya yuk? Nanti bubble teanya gak dingin lagi loh" Ucap Tao mengalihkan pembicaraan.

"Aaaah, ya Hyung"Jawab Sehun menjauh dari Tao. Tao mengikutinya.

Mereka berdua duduk di sofa diam sambil berpikir masing-masing. Tao masih saja berpikir kenapa ia dengan mudah menyukai Sehun sampai mengatakan hal tadi. Apa yang terjadi pada diriku Pikir Tao. Tao awalnya hanya melirik Sehun namun semakin lama Tao menetapnya tajam. Sehun yang merasakan dilihat intens oleh Tao menjadi risih dan melihat ke arah Tao. Kedua mata mereka berpapasan dan melihat satu sama lain. Your Face Change My World.

"Aku ngantuk Hyung" Kata Sehun mengintrupsi.

"Ok, tidur lah. Aku akan tidur di sofa ini. Tapi jangan matikan lampu?" Tanya Tao merenggangkan tubuhnya.

"Hyung di sini dingin. Lagian kita kan sama laki-laki? Tidur sama-sama saja ya? Kasurku king size kok Tao Hyung" Jawab Sehun memelas entah kenpa ia sangat ingin tidur dengan Tao.

"Jangan, Sehun. Kau tak boleh mengajak orang sembarangan tidur dengan mu?"Bantah Tao mulai berbaring di sofa.

"Hyung, kan sudah berteman dengan ku setahun. Lagian Tao Hyung baik kok"

"Hun jangan menganggap semua orang yang berteman denganmu baik"

"Hyung, ayolah aku sangat mengantuk sekali. Kau datang ke sini untuk menemaniku kan? Ayo cepat tidur bersamaku"

"Baiklah"

Mereka berdua masuk kamar Sehun. Sehun memberikan Tao selimut bermotif larva kuning dan ia menggunakan selimut bermotif larva merah. Sehun masuk ke kamar mandi. Ia mengosok gigi dan mencuci muka. Setelah Sehun selesai, Tao yang masuk. Sehun sudah membaringkan dirinya di kasur. Tao keluar dari kamar mandi dan langsung tidur di samping Sehun. Tao merasa ada angin masuk ke kamar. Jendela kamar Sehun tidak ditutup. Tao bangun dan menutupnya. Sehun yang tidur membelakangi Tao tak menyadari Tao sedang menutup jendela. Sehun mematikan lampu kamarnya. Tao berteriak dan kaget.

"Kyaaaaaaaaa, apa yang kau lakukan Sehun?" Tanya Tao berteriak histeris sambil menindih tubuh Sehun. Sehun tertawa melihat tingkah laku Tao yang berubah terus.

"Kau kenapa Hyung?" Tanya Sehun mengelus pipi Tao gemas.

"Aku takut gelap Hun. Hidupkan lampunya" Kata Tao memelas sambil memegang bahu Sehun erat."Sehun hidupkan lampunya atau lehermu ku cium?" Tanya Tao menantang.

"Coba saja kalau Tao Hyung berani" Jawab Sehun mencibir.

Kamar memang gelap tapi entah kenapa Tao bisa melihat leher jenjang Sehun. Tao mulai menjilati leher Sehun. Sehun tersentak dan terdiam. Tao mulai mencium leher Sehun intens dan melumatnya kemudian menggigitnya. Sehun benar-benar kaget dan tubuhnya bergetar. Tao mengigitnya lebih dalam sehingga meninggalkan bekas. Tidak hanya satu ciuman, Tao menciumnya berkali-kali seperti kerasukan. Sehun tak bisa menahan dirinya untuk mendesah. Tao masih mencium lehernya sampai menjalar ke telinga Sehun dan menggigit telinga Sehun. Sehun mendesah hebat dan memanggil nama Tao.

"Euugh, Tao Hyung~" Ucap Sehun mendesah. Tao tersadar dan tiba-tiba mulai mengelitik perut dan pinggang Sehun. Sehun tertawa sejadi-jadinya. "Baik, baik Hyung akan ku hidupkan lampunya" Kata Sehun dan menghidupkan lampu.

Sekarang Sehun bisa melihat Tao di atasnya. Entah kenapa Tao sangat tampan dan sexy. Sehun langsung mebuyarkan pikirannya sambil menggelengkan kepalanya imut. Tao semakin gemas melihat Sehun dan mengelus pucuk kepala Sehun. Sehun tersentak, Tao sudah kembali tidur disebelah bantal guling Sehun. Mereka tidur dipisahkan oleh bantal guling Sehun. Tao mulai menggosok matanya dan mengambil selimut yang diberikan Sehun tadi. Tao tersenyum pada Sehun sambil mengelus pipi Sehun. Entah kenapa Sehun selalu terbuai padahal bagi sebagian masyarakat perlakuan ini adalah sesuatu yang biasa. Tapi, cara Tao memanjakannya dan memperlakukannya. Sehun mulai melamun lagi.

"Hun, kau kenapa? Maaf ya aku menciumi mu tadi. Kau tau kan aku takut tempat gelap, hantu dan serangga" Kata Tao berpose minta maaf.

'Benar aku tak bisa menggantikannya ya Hyung?' Pikir Sehun dalam hati dan tersenyum miris. Ia ingin sekali Tao menyukainya tapi Sehun takut Tao akan melukainya. Karena di dunia ini tak ada cinta yang tulus. Saat kau mendapatkannya kau akan senang dan seiring waktu berlalu kau akan meninggalkannya karena jenuh. Selalu saja pemikiran itu yang dipegang Sehun. Ia secara tak langsung telah menyakiti dirinya sendiri.

"Hun, Hun, Sehun! Sehun" Teriak Tao sambil menepuk pipi Sehun. Sehun kaget dan menatap mata Tao. "Apa kamu tak mau memaafkan ku Hun? Ini tak akan terjadi lagi sungguh"

'Huuuuuh, dia benar-benar menganggapku adiknya seperti Rapmon.'Ucap Sehun dalam hati. Entah kenapa Sehun kecewa. Apa kenapa aku harus kecewa? Tanya Sehun dalam hati. Aaaaaah, dia benar-benar bingung. Aku kenapa? Sehun frustasi dalam hati. Tao mulai panik.

"Aku janji Hun?"Tanya Tao serius.

"Iiiih, Tao Hyung kenapa sih? Aku tak apa-apa kok. Kenapa harus minta maaf dan pakai janji segala? Itu kan bercanda, lagian cuma Tao Hyung yang Sehun perbolehkan melakukannya. Tenang saja Tao Hyung, aku baik-baik saja. Jangan khawatirkan aku" Jawab Sehun sok jutek masih memerah. "Ayo tidur Hyung"

"Neee" Jawab Tao masih heran. "Jadi, kalau aku boleh ya?"

"Mmm, iya" Jawab Sehun mengiyakan polos.

"Ok, Hun" Ucap Tao lagi dan mencium kening Sehun singkat. "Met, tidur" Tao sudah menutup matanya dan tertidur. Sehun melihat Tao kaget dan entah kenapa ikutan mengantuk dan juga tertidur.

Keesokan Harinya

Sehun kaget sambil melihat jam bekernya. Ia sudah sangat telat untuk kuliah pagi. Astagaaaaaa, Sehun langsung menceburkan diri ke kamar mandi. Sehun mandi dan bersiap-siap ke kampus dengan cepat kilat. Sehun baru sadar kalau Tao Hyung belum bangun. Sehun mulai membangunkan Tao.

"Tao Hyung bangun lah kita telat!" Kata Sehun berteriak.

"Aaaah, ia aku akan bangun Hun" Jawab Tao masih setengah tidur dan masuk ke kamar mandi.

Sehun meletakkan pakaiannya yang akan dipakai untuk Tao ke kampus diatas tempat tidur yang sudah dirapikannya. Ia ke dapur dan membuatkan roti bakar dengan selai strawberry juga susu untuk mereka berdua. Sehun tergesah-gesah menyiapkan sarapan dan peralatan makanan. Berbeda dengan Tao, Tao masih saja malas sambil mengganti pakaiannya dengan pakaian Sehun yang telah dipersiapkan untuknya. Entah kenapa selera Sehun bagus juga. Pikir Tao. Sehun memberikan jeans kulit hitam, jaket kulit hitam dan dalaman T-shirt putih tak lupa dengan syal krem dan topi hitam. Karena diluar masih hujan dan dingin. Bukan kah ini terlalu berlebihan, tanya Tao dalam hati. Sehun memperlakukannya seperti suami. Tao tersenyum melihat dirinya. Tao mengambil smart phone-nya dan mulai berselfie. Ia merename picture tersebut dengan kalimat "I hope I can as your husband in the future -ST-". Tao tersenyum riang. Sehun mulai berteriak.

"Hyungiiiie, sampai kapan diatas eoh? Lama sekali dandannya~ Ayo makan sarapanmu nanti telat!" Teriak Sehun dari ruang makan. Tao sedikit berlari dan masuk ke ruang makan. Sehun sudah duduk manis di sana. Tao tersenyum lagi walau agak kikuk. "Maaf, Hyung hanya ini saja yang bisa aku buatkan. Kita sudah telat, ayo makan"

"Thanks Hun" Jawab Tao mulai memakan sarapannya dengan hikmat. 'Sehun benar-benar calon istri, eh suami yang baik' Batin Tao tersenyum simpul.

"Hyung, sepertinya baju itu cocok dengan mu. Pilihanku bagus tidak?" Tanya Sehun tersenyum senang.

"Cocok, aku suka. Tapi ini sedikit berlebihan Sehun"

"Masa iya, Hyung? Celananya pas tidak Hyung"

"Pas kok. Pasti sedikit ke pendekan untukmu ya?"

"Iya, Hyung kakiku terlalu panjang hehehehe"

"Karena itu makanya kamu sexy Hun" Ucap Tao seenak jidatnya. Sehun blushing seketika tanpa diketahui Tao yang asik makan. "Selesai, ayo ngampus Hun"

"Iya, Hyung" Ucap Sehun buru-buru menghabiskan susunya.

"Kau ini manis sekali Hun" Kata Tao menghapuskan sisa susu dibibir Sehun dengan tangannya. "Masih saja seperti anak-anak. Ayo pergi " Ajak Tao meletakkan piring dan gelas mereka berdua di cucian piring.

Mereka berdua pergi ke kampus dengan menggunakan mobil Tao. Sesampai di kampus. Banyak sekali para perempuan melirik mereka sambil terkikik centil. Tao dan Sehun masih memasang wajah datarnya sampai masuk gedung kampus. Mereka bertemu dengan Kai, D.O, Rapmon, J-Hope dan Suga. Rapmon melihat Tao dari ujung kaki sampai kepala dengan tatapan heran. Kai hanya cekikan bersama D.O.

"Baju sapa ni Hyung? Bukan kau lupa bawa baju?" Tanya Rapmon curiga.

"Pakaian Sehun" Jawab Tao.

"Seleramu bagus Sehun. Benar-benar mirip style Tao. Swag~" Puji Suga.

"Hahahaha, kalian sudah seperti couple yahut saja sekarang~" Goda Kai. Sehun melotot.

"Iya, pakai syal couple lagi. Topinya juga" Tawa D.O.

"Hehehehe, iya-ya " Kata Tao baru sadar. Sehun kesal dan melepaskan syalnya sehingga menampakkan kiss mark kecelakaan tadi malam.

"Sehun, lehermu kenapa? " Tanya J-Hope heran. "Ayooo~ Yo~Yo~ apa yang kalian lakukan semalam? Hyung, kau menyerang Sehun, eoh?"

Sehun kaget dan mengambil smart phone mode kamera depan. Ia melihat lehernya ada kiss mark. Mungkin karena tadi buru-buru dan kedingan Sehun tak menyadarinya. Ia baru ingat Tao kan tidak hanya mencium tapi juga menggigit Sehun. Sehun blushing seketika.

"Hyung, aku tau kau sangat menyukai Sehun. Tapi, jangan melakukan itu. Kalau kau belum memilikinya, Hyung" Kata Rapmon senyum menyelidik dan merangkul Hyungnya itu.

"Hahahaha, liat mukamu Sehun wkwkwkwkwk semerah tomat" Teriak Kai tertawa terpingkal-pingkal dan J-Hope yang mentowel-towel pipi Sehun ria. Suga hanya bisa melongo dan keheranan. Dari tadi Jimin sudah melihat mereka dari jauh. Tiba-tiba Suga melihat ke arah Jimin. Mata mereka bertemu dan terhanyut. Jimin malu dan pergi tiba-tiba.

"Apa yang ku lakukan?"Tanya Jimin dalam hati. "Aku kan cuma mau kasih bekal yang dititip Eomma. Dasar, Hyung pelupa sampai bekalnya lupa hanya karena menjemput D.O Hyung.

Di Rumah Sakit

Jungkook baru saja keluar dari kamar mandi. Ia merapikan seragam yang dipakainya. Lalu merapikan rambut sebisa mungkin. Tiba-tiba V memanggilnya dan mengisyarakatkan ada sisir dan parfum dalam tas selempangnya. Jungkook mengambilnya dan menggunakannya. Entah kenapa Jungkook sangat senang karena aroma tubuhnya sekarang sama dengan kekasihnya. Jungkook tersenyum simpul. V memperhatikan Jungkook dari tadi. Dia juga senang Jungkook ada disini. Seandainya dia boleh beraktivitas seperti biasa. V akan membantu Jungkook. Tapi, dia hanya bisa melihat Jungkook sambil berbaring. Bukan karena V sakitnya parah, tapi Jungkook tak mau V banyak bergerak. Jungkook menyuruh V beristirahat.

"Hyung, besok pulang kan?" Tanya Jungkook masih memberaskan isi tasnya.

"Iya, Jungkookie" Jawab V masih memperhatikan Jungkook.

"Terus, nanti sore aku boleh kesini?"

"Nggak usah. Nanti Sehun Sunbae curiga loh"

"Yaaaaah, Hyung. Lagian Sehun Hyung pulang malam kok?"

"Boleh ya? Lagian hari ini Kookie gak ada tambahan pelajaran. Boleh ya? Aku mau minta diajarin, hyungiiie"

"Baik, lah Kookie"

"Hati-hati ya Tae Hyungiie. Jangan sedih~ Kookie pergi sekolah dulu" Ucap Jungkook tersenyum sambil mencubit hidung V.

"Iya, hati-hati juga Kookie" Jawab V masih melihatnya intens. V mencium Jungkook dalam. Kookie kaget tapi menikmatinya. V melepas ciumannya, takutnya Jungkook telat. "Sampai nanti Kookie" Kookie hanya mengangguk tersenyum sambil melambaikan tangannya pergi.

Kookie menutup pintu kamar V. Astaga Jungkook bisa jantungan sekarang, kenapa Tae Hyungiie selalu saja bikinnya kaget, dedekan dan senang. "Aaaaah, Kookie biasa gila!" Batin Jungkook

Siang Hari di Ruang Musik

Jimin yang sudah memakan bekal siangnya. Mulai mencari Hyungnya sapa lagi kalau bukan Kai. Jimin tau benar kalau Kai tak suka makan bekal Eomma karena itu akan membuat Kai sedih dan ingat Appanya. Appa selalu saja memuji masakan Eomma, walaupun Appa bekerja. Ia tetap membawa bekal Umma. Sejak Appanya meninggal Kai jadi tak suka membawa bekal. Karena ia akan ingat senyum senang Appanya saat membuka bekal. Itu sangat menyebalkan bagi Kai. Dulu Kai adalah anak yang tak suka makan sehingga Appanya akan mengantar bekal yang ia tinggalkan. Appa pasti akan menasehatinya dan juga makan bekal bersama mereka. Jimin juga ingat senyum Appa. Tapi, ia juga tak ingin buat Eommanya sedih. Umma sangat protective sampai-sampai kami yang sudah kuliah ini harus bawa bekal.

Jimin berjalan ke ruangan musik. Klub yang akan dimasukinya. Semoga Jimin dan V lulus dan jadi anggota klub ini, doa Jimin. Sejak Jungkook tiba-tiba pindah sekolah V jadi sedikit pendiam dan seenaknya sendiri. Kai sudah menceritakan masalah V, Jungkook, Sehun dan Baekhyun. Tapi, tetap saja ia pusing karena Kai Hyung tak mau menceritakan kenapa Sehun berpikir V akan seperti itu. Walau Kai Hyung bilang Sehun Hyung hanya trauma tapi tetap saja. Sehun Hyung trauma dengan sapa? Aaaaah, Jimin pusing. Dia juga tidak boleh masuk klub kalau belum jadi anggota. Tapi boleh mengetuk pintu kok, hanya saja Jimin jenuh. Ia menyandarkan diri pada batang pohon yang ada di samping gedung klub.

Jimin menyamankan dirinya dan menutup matanya. Di tempat lain Suga sudah memperhatikan Jimin dari jendela sejak tadi. Suga berpikir dalam lamunannya. Jimin tiba-tiba berdiri sehingga membuat Suga kaget. Jimin berlari meninggalkan pohon itu.

"Hyung apa yang kau lihat?" Tanya Rapmon tiba-tiba mengkagetkan Suga.

"Tidak aku hanya lelah. Kenapa kau disini? Tidak latihan?"

"Males" Jawab Rapmon pergi dan mengganggu TaoHun.

"Yaaaaaaaakh! Kai apa yang kau lakukan pada D.O?" Sembur Suga.

"Tidak melakukan apa-apa Hyung. Aku hanya mencium bibirnya sekilas" Jawab Kai polos.

"Dasar! Byuntae~ Balik ke ruang dancer" Perintah Suga.

"Gak mauuuuuu" Bantah Kai menarik tangan D.O dan mengunci ruang vocal.

"OIIIIIIIII! Buka pintunya, butek! Aiiiiiish " Kata Suga mengetuk pintu keras. "Semoga saja D.O bisa jalan pulang nanti. Yaaaaaaaakh, Sehun kenapa kau tidak latihan haaaa?"

"Males, Hyung. Aku sendirian~" Jawab Sehun mengalungkan tangannya ke legan Tao.

"Heeeeeei, masuk sana. Kalian berdua juga, masuk sana" Perintah Suga menyuruh Sehun masuk ke ruang dancer dan rapmon beserta Tao ke ruang rap.

Awalnya Sehun mengikuti tapi karena melihat Suga pergi ke arah pintu keluar. Ia kembali masuk ke ruang Rapper karena Sehun juga suka ngerap.

'Aku pusing' Batin Suga. Suga membuka pintu dengan bersamaan Jimin yang di luar ruangan juga ingin mengetuk pintu. Mata mereka berdua saling menatap. Your face change my world.

"Hai, Hyung" Sapa Jimin kikuk.

"Jimin~ Hai~ Mau ngapain kesini? Pengumuman lolos seleksinya kan belum aku umumkan? Tanya Suga menyelidik.

"Bukan, Hyung. Aku ingin mengantarkan bekal untuk Kai Hyung"

'Mati lah, pasti fans Kai ini akan mati beku saat melihat adegan KaiSoo apalagi mereka pake acara mengunci pintu lagi' Kata Suga dalam hati.

"Bisakah aku bertemu dengannya Hyung?"

"Sudah lah, Jimin. Kau tak punya kesempatan untuk bertemu Kai. Dia saja tak mau mendengarkanku"

"Apakah Kai Hyung membuat masalah, Hyung?"

"Tidak membuat masalah Jimin. Tepatnya ia sudah membuat kekacauan" *apa bedanya eoh?*

"Kalau begitu Hyung ini, hubungi saja Eommanya. Aku ada nomornya" Ucap Jimin sambil melihatkan nomor di ponselnya.

"Oh" Kata Suga sambil mensave nomor tersebut di ponselnya. 'Ganas juga fans satu ini'

"Ancam saja dia hyung dengan nomor ini. Katakan bahwa nanti Hyung akan memberitahu Umma. Kai Hyung pasti keringat dingin. Hehehehehe"

"Baik lah. Kau tau segala tentangnya. Tapi aku jelaskan ya Jimin. Kalau Kai sudah punya PACAR tak ada ruang di hatinya untuk mu lagi. Sekarang pergi lah dan makan bekal itu" Ucap Suga judes. Entah Kenapa Suga marah karena cemburu.

"Hyung apa maksudmu?"

"Kau fans Kai kan? Ayolah Kai sudah punya D.O"

"Hyung~ Dengarkan aku dulu"

"Sudah sudah" Elak Suga.

"Suga Hyung" Panggil Jimin sambil memegang kedua bahu Suga dan jarak mereka sangat dekat. "Aku bukan fansnya, aku adik kandungnya Kai Hyung"

Krieeeeeek

Suga melongo dan berteriak "APAAAAAA?!"

Tao, Rap mon dan Sehun berlari ke pintu karena mendengar Suga berteriak.

"Ada apa Hyung?" Tanya Rapmon dan Sehun.

"Tidak ada" Jawab Suga.

"Eh, Jimin?" Tanya Tao.

"Nee, Tao Hyung" Jawab Jimin membow sambil melepaskan tangannya pada bahu Suga.

"Apakah Jimin menyatakan perasaannya pada mu Hyung?" Tanya J-Hope lol yang entah datang dari mana.

"Yaaaakh, akhirnya kau datang Hobiie. Aku sendirian tadi, disuruh latihan lagi" Kata Sehun sambil memukul lengan J-Hope.

"Aniiiii, aku hanya ingin mengantar bekal pada Kai Hyung. Boleh kah aku bertemu?" Alih Jimin merona.

"Mana mungkin dia menyatakan cinta pada ku. Kalau iya pasti aku sudah menyatakan duluan" Jawab Suga sewot dan membuat Jimin semakin merah.

"Hohohoho Berani sekali kau Hyung?" Tanya Rapmon ikut mengoda dan merangkul J-Hope.

"Benar entah kenapa aku merasa Suga Hyung sangat bergairah, eoh?" Timpal Tao ikut merangkul Sehun.

"Hehehehehe, Hyung parah" Tambah Sehun senyum.

"Aiiiiiish, pergi sana!" Usir Suga. "Aku mau mengantar Jimin ke tempat Kai dan D.O"

"Yeheeeeeet" Ucap Sehun asal.

"Cih" Jawab Suga judes sambil menarik tangan Jimin. Sehingga membuat Jimin deg degkan. Jimin berdoa semoga Suga tak mendengarnya.

Di Depan Ruang Latihan Para Vocalist

Suga mulai membuang nafasnya. Jimin sedih melihatnya. Tangan mereka entah kenapa masih berpegangan tangan. Jimin mulai berpikir kenapa rasanya seperti Suga Hyung ingin melamarnya dan mau menemui Eommanya. Jimin langsung menggelengkan kepalanya. Tiba-tiba tangan Suga datang untuk merapikan rambut Jimin yang berantakan. Jimin hanya bisa melihat Suga dengan tersenyum. Entah kenapa ia sangat suka memandangi Suga. Suga masih saja merapikan rambut Jimin. Sebenarnya Suga ingin melakukan lebih tapi karena ini bulan puasa Suga takut batalin puasa reader #plak *abaikan*

Suga menatap setiap detail wajah Jimin. Jimin mulai risih dan merona. Suga melihat perubahaan muka Jimin membuat Suga semakin gemas. Tiba-tiba Suga mengelus pipi Jimin, Jimin mulai panik

"Kau imut dan halus Jimin" Bisik Suga pada telinga Jimin.

"Hyung~ Bukan. . . Bukan kah. . . Kita mau mengantarkan bekal?" Tanya Jimin. Suga sweat drop.

"Oh, ya" Suga mulai mengedor pintu Kai. "Oiiiii, Buteeeeek! Buka pintu, ada Jimin mau mengantarkan bekal" Kai masih tak membuka pintu. Jimin menghela nafas. Ia beraut sedih, Suga memperhatikannya. "Oiiiiiii, kasihani lah adikmu. Dia selalu membuang waktu untuk mengantarkan bekal setan ini" Hardik Suga. Jimin kaget sambil tersenyum simpul.

KLEK

D.O membuka pintu sambil tersenyum pada Jimin dan Suga. Ia mempersilahkan Jimin masuk, sedangkan Suga sudah menyerobot masuk. Kai bertampang cemberut karena ulah kekasihnya. D.O langsung duduk disebelah Kai, selanjutnya Jimin kemudian Suga. Jimin tersenyum lagi dan memberikan bekal kepada Kyungsoo.

"Eh, kenapa aku?" Tanya Kyungsoo

"Tolong suapin saja Kai Hyung, Hyung" Saran Jimin masih memberikan bekal.

"Suapi saja si butek itu" Timpal Suga. Kyungsoo membuka bekal dan menyuapi Kai.

"Aaaaaaa, ayo buka mulutnya" Kata Kyungsoo seperti menyuapkan anak kecil. YooMin tertawa cekikikan.

"Ani~" Seru Kai. "Aku bukan anak kecil, Hyung"

"Ayo Jimin kita keluar biarkan KaiSoo couple suap-suapan" Ajak Suga sambil menarik tangan Jimin. "Jangan lupa makan Kai Hyung". Jimin tersenyum dan melambaikan tangan ke Kai dan Kyungsoo. Mereka berdua keluar ruangan.

"Kai, Jongin?" Panggil Kyungsoo lembut.

"Mm, ada apa Hyung?"Tanya Kai.

"Sepertinya Jimin itu perhatian ya?"

"Sangat, dan dia itu orang yang akan sangat senang kalau juga diberi perhatian"

"Mereka cocok ya?" Tanya Kyungsoo dan menyuapi Kai. Kai membuka mulutnya tanpa sadar dan mengunyah makananya.

"Siaha, Huuung?" Tanya Kai mulutnya penuh makanan.

"Suga dan Jimin" Ucap Kyungsoo polos. Kai langsung terdesak.

"Apa iya? Kalau iya? Aku pasti tak bisa menjahili Jimin kalau gitu, Hyung?"

"Tentu, Suga pasti akan memberikan red card padamu"

"Aiiiiish"

"Ayo makan lagi Jongin"

Sore Hari di Rumah Sakit

Sebelum datang ke rumah sakit. Jungkook singgah ke pasar buah. Ia memebeli jeruk dan jangan lupa strawberry. V sangat menyukai strawberry. Jungkook memilih strawberry dan membayar belanjaannya. Setelah keluar dari pasar buah. Jungkook menunggu bus di halte. Sepuluh menit kemudian bus yang di tunggu Jungkook datang. Jungkook masuk dan duduk di bangku paling depan. Jungkook sangat ingin bertemu V. Dua puluh menit perjalanan yang ditempuh Jungkook. Jungkook memberhentikan bus didepan rumah sakit. Jungkook keluar dari bus sambil sedikit berlari menuju kamar V. Jungkook membuka kenop pintu kamar V.

"Hai, Hyungiiiiie" Sapa Jungkook cerah ceria. Ia menutup pintu dan langsung memeluk V.

"Kookie" Jawab V meletakkan smart phone-nya. Lalu, mengelus puncak kepala Jungkook.

"Bagaimana keadaanmu Hyung? Sudah baikan?" Tanya Jungkook.

"Lumayan, aku sudah bisa pulang sih" Jawab V. "Aku bosan di sini"

"Sabar, Hyungiie. Ni aku bawakan jeruk dan strawberry"

"Yeeeeeey. Gomawoo, Kookie"

"Hyungiie sudah makan kan?"

"Sudah. Kookie, aku mau langsung pulang abis ni ya?"

"Heeee?" Tanya Jungkook. Jungkook memeriksa suhu tubuh V dengan menyatukan jidat mereka berdua. "Udah gak panas lagi sih. Tapi, Hyungiiie"

"Nggak pa-pa Kookie. Lagian sakitku gak parah kok" Bela V sambil membelai pipi Jungkook.

"Ok, Hyung nanti Kookie antar ya?" Tanya Jungkook sambil menyuapi potongan jeruk yang sudah dikupasnya. V membuka mulutnya antusias dan mengunyah jeruk manis didalam mulutnya.

"Tapi, nanti kalau ketemu ma Sehun Sunbae gimana?" Tanya V masih mengunyah jeruk manis.

"Tenang saja Hyung" Jawab Jungkook.

V masih asik memakan buahnya. Sedangkan Jungkook merapikan semua pakaian dan barang V yang akan dibawa pulang. Dari pakaian ganti mereka berdua, peralatan mandi, dan kotak bekal yang dibawa Chen Hyung tadi malam. Semuanya sudah dimasukan Jungkook ke tas jinjingnya. Jungkook memperhatikan semua barang V detail sepertinya sudah tak ada yang tertinggal.

"Tae Hyungiiie parfum dan sisir ini milik Hyung? Kenapa Hyung membawanya, eoh? Dasar narsis" Tanya Jungkook tiba-tiba.

"Aku kan kerja sambilan. Jadi biasa aja aku membawanya"

"Ooooh, Kookie pikir Hyung suka narik perhatian cewe?"

"Nggak lah, ada-ada aja. Aku dah siap makannya. Aku mau ke kamar mandi"

"Mau ku temani Hyung?" Tanya Jungkook polos.

"Mau" Jawab V smirk dan menarik Jungkook ke dalam kamar mandi.

TBC

Maaaf ya aku sedikit molor~ Apa ff chapter yang sekarang panjang? Memuaskan? Atau membosankan? Terima kasih atas semua reviewnya, maaf gak bisa bales satu-persatu. Semoga para reader masih mau membaca dan menunggu ff-ku XD. Aku sangat menunggu review kalian, chingu~

Review Please?