Title: Love me right? I need you! Really

Author: YoiteDumb

Genre: Romance, Friendship, Mystery and Family

Leght: Chaptered

Rate: K - T (I don't know, gomen~)

Cast: BTS & EXO

WARNING : YAOI, Boy X Boy, AU, Typo, Aneh dan Gaje. It's my imagination.

Cast aku pinjam dari SM Entertainment dan BigHit Entertainment. Ampuni aku menistakan mereka *Sujud Syukur*

Cast milik orang tua mereka dan fans yang menyayanginya.

Dimulai dari sebuah perasaan yang tulus namun seiring waktu perasaan itu menjadi jengah, rapuh, renggang atau apalah namanya. Apakah di dunia ini ada yang disebut dengan perasaan yang tulus? Mencintai dengan tulus? Shiiit! -Sehun

Aku mencintaimu dengan tulus hyungiie~ -Jungkook

Kau selalu begitu. Selalu begitu, membuat aku berubah dan memasuki lingkaranku sambil tersenyum dan entah kenapa aku tak pernah tergangung. Walaupun. . . Ini aneh -Taehyung/V

Semaunya menyakiti, dan saat itu datang aku selalu ditinggalkan oleh mu hyung. Menyebalkan tapi aku tak boleh begini. Aku benci menunggu. Walau harus menangis, aku akan move on. Iya kan dongsae? -Tao

Apa keluarga Oh sedang terpesona dengan AB Boys -Baekhyun

Don't bash me~

Suki?

Are you ready?

Chapter 5 : Selalu Saja Ada Pertemuan

Jungkook sudah lama tidak berkunjung ke rumah V. Ini pertama kalinya setelah kejadian itu. Jungkook sedikit ragu untuk memasuki rumah V. V yang mengetahui gerak-gerik Jungkook, langsung saja merangkulnya. Jungkook kaget sambil melihat kearah V yang tersenyum. Selalu saja kekasihnya ini bisa menetralkan perasaan downnya, batin Jungkook. V mempersilahkan Jungkook duduk di sofa, namun Jungkook tidak mau. Ia hanya ingin mengikuti kemana V pergi. Akhirnya mereka berdua berada di kamar V. Kamar V masih saja sama seperti saat dulu Jungkook mengunjunginya. V memberikan sebuah kotak hadiah kepada Jungkook. Jungkook heran, sekarang kan bukan ulang tahunnya. Kiranya itu hadiah yang dijanjikan V kepada Jungkook dulu. V belum sempat memberikannya karena Jungkook sudah keburu pindah sekolah. Hadiahnya adalah kalung sepasang lumba-lumba. Lumba-lumba yang berada disebelah kanan matanya berwarna maroon dan yang disebelah kiri berwarna violet.

Jungkook sangat senang menerimanya. V membantu Jungkook untuk memasang liontin itu. Jungkook bertanya kenapa V menghadiahkan itu. Tapi, V hanya mengeluarkan box smile-nya lagi.

"Gomawooo, Hyung. Dasar Hyung yang aneh"

"Hehehehe"

"Apa Baekhyun Hyung belum pulang, Hyung?"

"Belum kayanya Jungkookie"

"Apa mau ku masakkan makan malam?"

"Gak usah lah. Katanya Baekki Hyung akan pulang sebentar lagi"

"Tumben, Hyung menolak masakanku? Bukannya masakan Baekhyun Hyung kurang enak? Apa Chanyeol Hyung akan datang?"

"Nee, Kookie. Jam berapa Sehun Sunbae pulang?"

"Agak malam, katanya Hun Hyung mau singgah ke cafe Xiumin Hyung"

"Oooh" Balas V.

TOK TOK TOK

V keluar dari kamarnya bersama Jungkook. Mereka menuruni anak tangga dan membuka kenop pintu rumah. Betapa kagetnya Baekhyun saat yang dilihatnya adalah V dan Jungkook. Apa V ini cari mati, huh? Kenapa seenaknya ia mengajak Jungkook ke rumah. Tapi, bagaimana pun salah Baekhyun juga. Baekhyun yang menyuruh Jungkook merawat V. Ya, pastilah Jungkook akan merawatnya. Chanyeol yang berada di sebelah Baekhyun hanya bisa tersenyum kikuk. Dulu saat Baekhyun merencanakan agar V berpisah dengan Jungkook. Chanyeol sudah memperingati, karena entah kenapa Chanyeol yakin mereka berdua jodoh. Ya, hanya insting seorang Park Chanyeol.

"Bagaimana keadaanmu Taetae?" Tanya Baekhyun memeriksa kening V dengan telapak tangannya.

"Aku sudah baikan Hyung" Jawab V. Jungkook yang sudah mulai risih karena belum siap bertemu Baekhyun Hyung.

"Tae Hyung, Baekhyun Hyung kan sudah pulang. Boleh kah aku pulang?" Tanya Jungkook.

"Kenapa cepat pulang Jungkookie? Kau belum makan kan? Makan dulu yuk?" Tanya Chanyeol tiba-tiba, membuat duo Byun itu terheran-heran.

"Gak pa-pa Chanyeol Hyung. Biar Jungkook makan di rumah saja. Aku pulang dulu Tae Hyung, Baekhyun Hyung dan Chanyeol Hyung. Bye bye" Bantah Jungkook sambil memberikan bow dan pulang. V hanya menatap punggung Jungkook yang sudah berlalu.

"Taetae! Tae! TAEHYUNG!" Teriak Baekhyun membuat V kaget. "Kau ngeblank lagi, eoh? Apa kau masih merindukannya?" Tanya Baekhyun sambil membuka mantelnya.

"Pasti lah Hyung. Aku merindukannya Hyung. Kami kan tak akan pernah bersatu" Jawab V meninggalkan Baekhyun yang shock mendengar ucapan adiknya. Chanyeol hanya bisa memberikan pelukan pada Baekhyun.

Setelah semuanya terjadi Baekhyun merasa menyesal. Ya, sangat menyesal. Dia bodoh karena terlalu egois. Hampir setiap hari Baekhyun dan Chanyeol menguntip V. Saat pulang sekolah, di tempat les, di dancer klub sekolahnya, juga di cafe Xiumin. Tidak hanya V saja yang mereka stalker tapi juga Jungkook supaya mereka tidak bertemu. Pernah suatu kali di jalan yang sepi V meneteskan air matanya. Ia seperti orang yang ingin mengakhiri hidupnya. Tampang V sangat kacau waktu itu. Besoknya Jungkook juga menangis sejadi-jadinya di samping toko. Baekhyun sangat sakit melihat mereka seperti itu. Tapi, bagaimana lagi kalau dia menyatukan mereka. V pasti dihabisi Sehun dan ia akan dihabisi oleh orang tuannya. Baekhyun hanya bisa melamun dan menghela nafas lagi. Chanyeol mengelus pipi Baekhyun dan menciumnya. Baekhyun tersentak.

"Sudah lah Baekii. Semuanya pasti akan baik-baik saja. Setelah kau luruskan semuanya. Kau harus bisa berbicara baik-baik kepada orang tuamu. Kau juga harus bisa bicara empat mata dengan Sehun. Katakan semua rahasia dan alasan Luhan meninggalkannya" Bujuk Chanyeol masih memeluk Baekhyun erat.

"Tapi, Yeolli. Semua ini salah! Kita semua salah! Cinta kita juga salah! Aku juga belum tau pasti kenapa Luhan meninggalkannya" Elak Baekhyun bimbang.

"Cinta tak pernah salah Baekki. Hanya saja orang yang menanggapinya salah. Aku akan bertanya pada Kris Hyung nanti " Kata Chanyeol.

"Itu hanya alasan Channie. Alasan supaya kita terlihat benar! Supaya semua orang memahami kita. Jangan Channie. Apa itu tak apa-apa?"

"Tak apa-apa Baek. Lagian dia sudah lama jadi sepupuku kan?"

"Iya, lagian kita sekantor juga. Biar aku juga bertanya pada mereka berdua. Semoga saja ini sebuah kesalah pahaman yang mengakibatkan mimpi buruk"

"Benar, soalnya mereka berdua baik kan ya?"

"Ya, kenapa hariku semakin berat ya Yeolli?"

"Tak akan berat, kan ada aku" Kata Chanyeol menatap Baekhyun intens. Chanyeol mencium Baekhyun dalam. Ia membuat kupu-kupu yang ada di perut Baekhyun bertebangan. Ia melumat dan memenuhi rongga mulut Baekhyun dengan cinta. Baekhyun hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan Chanyeol. Cukup lama mereka melakukan itu, sampai akhirnya Baekhyun kehabisan oksigen. Baekhyun meremas rambut Chanyeol, Chanyeol melepaskan ciumannya. "Padahal kita sering melakukannya, kenapa kau masih tak bisa bertahan lebih lama Baekki?"

"Aiiiiiiish, kau tak pernah ada di posisiku sih" Seru Baekhyun sambil mencubit pipi Chanyeol pergi.

"Baekhyun~ jangan merajut oiiiiiii" Ucap Chanyeol mengikuti Baekhyun yang sudah di dapur. "Apa kau tak mengganti baju mu, Baekki?"

"Ah, iya. Aku ganti baju dulu ya Yeolli"

Tidak berapa lama Baekhyun sudah berganti pakaian santai.

"Oh, ya gimana kabar Seokjin?" Tanya Baekhyun tiba-tiba, mengintrupsi aktivitas Chanyeol yang sedang mengiris bawang bombai.

"Dia kabur dari rumah" Jawab Chanyeol menghela nafas kasar.

"Tapi, kemarin aku lihat dia di cafe Xiumin loh" Kata Baekhyun mengingat kejadian kemarin. "Sepertinya dia jadi pelayan cafe sama seperti Lay"

"Apa iya Baekhyun? Oh, untuk dunia ini sempit"

"Kenapa kau senang Yeolli?"

"Aku tidak ingin Jin kenapa-kenapa. Dia sangat polos loh. Walaupun seumuran dengan kita. Kalau dia bertemu dengan cowo yang sexy dan agak agresif. Dia pasti akan kebingungan dan ketakutan. Mau lebih tua kek atau lebih muda darinya "

"Kalau cowo seperti itu sih ada" Kata V tiba-tiba.

"Tae?! "Seru Baekhyun kaget.

"Apa iya? Astaga aku harus ketemu dengannya" Seru Chanyeol mengkhawatirkan sepupunya.

"Tak usah Hyung. Sebaiknya Hyung khawatirkan saja yang disamping Hyung itu" Bantah V mengambil air mineral di kulkas dan meminumnya.

"Kau cemburu Baekki?"

"Aniyooo, jangan dengarkan si alien itu"

"Tapi Chanyeol Hyung, dia laki-laki yang baik kok" Kata V membuka pembicaraan lagi. " Hyung juga sangat mengenalnya"

"Siapa?" Tanya pasangan ChanBaek bersamaan.

"Namjoon Hyung" Jawab V polos dan membuang botol air mineral yang telah dihabiskannya..

"Rap monsteeeeeeer?!" Tanya ChanBaek melonggo sambil berpandangan.

"Apa mereka punya hubungan seperti itu?" Tanya Baekhyun

"Entah, soalnya pas Tae sakit kemarin. Jin Hyung dan Namjoon Hyung masuk sambil berpegangan tangan. Tapi, aku rasa hubungannya belum terlalu dekat. Hanya saja tadi kan Hyung menyebut ciri-ciri cowo yang akan membuat Jin Hyung bingung. Yah Rapmon Hyung yang paling memenuhi kriteria itu" Jawab V panjang lebar dengan penjelasan absurdnya.

"Sudah lah Chanyeol. Kau seperti bapak-bapak yang mengetahui anak gadisnya dekat dengan seorang sexy brain" Kata Baekhyun menggoda Chanyeol.

"Bukan itu, Baekki. Aku rasa mereka cocok" Kata Chanyeol girang.

"Oh betapa garingnya anak ini" Batin Duo Byun.

"Jin semoga kau bahagia nak~ Aku jadi semangat memasak~ " Kata Chanyeol bergaje ria. Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya. V kembali ke ruang tv ingin menonton anime favoritnya.

Malam Hari di Magazine Freak Sweat

Suho meregakkan tangannya. Ia benar-benar lelah berkutip setiap hari dengan uang, entah siapa yang punya uang ini. Yang pastinya ini bukan uang miliknya. Suho hanya bisa tersenyum miris melihat kedua pasangan yang sangat dimabuk asmara. Siapa lagi kalau bukan Kris dan Luhan. Mereka berdua adalah editor yang sangat berbakat. Tidak hanya menjadi editor, mereka berdua juga sangat rela mencari bahan berita untuk majalah. Mereka berdua tipikal pekerja keras dan mau melakukan apa pun untuk perusahaan. Karena tabiat mereka berdua sama. Pemimpin redaksi juga sering mempasangkan mereka dalam proyek besar atau pun kecil. Padahal sudah hampir dua tahun mereka pacaran. Tapi, di mata Suho mereka berdua itu tetap saja lovey dovey couple.

Suho memalingkan kepalanya, ia sudah muak sekarang. Tentu saja Suho sangat muak, sudah sejak lama Suho menyukai Kris. Suho pula yang mengajak Kris melamar pekerjaan di perusahaan ini. Mungkin benar Kris hanya menganggapnya teman. Ya, hanya sekedar teman. Suho membereskan meja kantornya dan pulang ke rumah. Suho sudah berada di parkiran. Kalau pulang pasti ia akan galau. Suho baru sadar kalau ia berjanji pada Kyungsoo untuk membelikan Cake dan kopi. Suho buru-buru masuk ke mobilnya. Sebelum ia mengemudi, Suho mengLine adiknya untuk menanyakan cafe mana yang enak. Kyungsoo membalas yaitu dark latte cafe. Suho langsung mengemudi dan berangkat ke cafe itu.

Sesampai di cafe Suho masuk dan disambut dengan pria cina yang memiliki senyum tampan. Suho jadi ingat Kris lagi. Tapi, ia langsung membuyarkan ingatannya. Suho tersenyum ramah.

"Mau makan disini atau bawa pulang?" Tanya pemuda cina itu ramah.

"Mau dibawa pulang saja" Jawab Suho sambil memperhatikan pemuda didepannya.

"Tidak mau minum dulu? Kami ada menu spesial khusus malam ini" Tanya pemuda cina itu mempromosikan.

"Suho kan?" Tanya Chen tiba-tiba muncul dari belakang pemuda cina.

"Hyungnya Namjoon kan? Chen?" Tanya Suho memastikan.

"Iya, kau lupa ya Hyung?" Tanya Chen tersenyum.

"Hehehehehe, sedikit. Soalnya kita jarang ketemu kan?" Elak Suho.

"Iya, karena adikmu pacaran bukan dengan adikku kan? Makanya kita jarang ketemu. Hahahahaha " Ucap Chen sambil tertawa terbahak-bahak.

"Iya, ya hahahahaha Kyungsoo kan pacaran dengan Kai bukan Rapmon. Makanya aku lebih sering ketemu sama Jimin" Timpal Suho ikut tertawa. Pemuda cina tadi hanya bisa ikut tersenyum juga. Jin yang berada di kasir mendengar ucapan mereka berdua. Jin berpikir apa hubungan Rapmon dengan adik pelanggan cafe ini.

"Hei, kau melamun Jin" Kata Xiumin memukul bahu Jin. Jin kaget dan tersenyum kikuk kepada Xiumin. "Ayo kerja lagi, jangan sampai salah hitung"

"Baik, Hyung" Jawab Jin.

"Perkenalkan ini Lay" Kata Chen memperkenalkan pada Suho.

"Xi Lay. Senang berkenalan dengan anda" Sapa Lay memberi salam bow.

"Suho" Balas Suho ikut bow. Suho sedikit kaget karena ia jadi ingat Luhan. Tapi kalau dipikir senyum manis mereka memang agak mirip. Tapi, bukannya orang china itu mirip-mirip.

"Suho Hyung masih kerja di freak sweat magazine?" Tanya Chen lagi.

"Ah, iya" Jawab Suho. Sekarang Lay yang kaget.

"Kapan-kapan liput cafe kami dong Hyung" Bujuk Chen kepada Suho. "Majalahmu sangat digemari oleh kaulan muda, jadi bantu lah kami sedikit"

"Ahahahaha, aku coba dulu ya" Balas Suho.

"Gegenya Lay juga kerja di perusahaan yang sama dengan Suho Hyung kan?" Tanya Chen kepada Lay.

"Iya" Kata Lay singkat.

"Siapa nama gegemu itu? Tanya Suho. Sebenarnya Chen juga tidak tau sapa nama Hyungnya Lay. Lay itu termasuk staff yang pendiam.

"Xi Luhan. Gegeku jadi editor disana" Jawab Lay tersenyum bangga.

"Astaga, dunia ini benar-benar sempit" Batin Chen dan Suho serentak.

"Oh,ya Suho Hyung mau pesan apa?" Tanya Chen.

"Biar aku saja Hyung. Hyung urus saja yang lain" Kata Lay tidak enak pada manajernya.

"Baiklah" Jawab Chen.

"Cheeeeeeen, bantu aku dong~" Panggil Xiumin dari arah dapur sedikit berteriak.

"Ya, aku akan ke sana Hyung" Balas Chen berpamitan dengan Suho.

"Jadi anda mau pesan apa tuan?"

" Coklat jar cake dan coffe dua"

"Baik, itu saja tuan?"

"Ya"

Lay mempersilahkan Suho duduk untuk menunggu pesanannya. Setelah beberapa menit Lay mengantarkan pesanan Suho. Ia tersenyum ramah lagi. Suho juga tersenyum, entah kenapa Suho merasa kenapa harus membenci Lay. Karena dia adik Luhan. Suho bukan laki-laki yang kekanak-kanakan. Suho membayar pesanannya pada kasir. Kemudian Suho pulang setelah berpamitan pada Chen.

"Siapa itu Chen?" Tanya Xiumin yang berada didekat Jin. Jin juga ikut menghadap ke Chen.

"Oh, itu Hyungnya Kyungsoo" Jawab Chen santai.

"Kyungsoo pacarnya Kai?" Tanya Xiumin sambil berpikir.

"Iya Kai temannya Rapmon" Balas Chen. Jin masih saja memperhatikan pembicaraan Chen dan Xiumin.

"Hyung ingat tidak? Dulu kan Rapmon sering menggoda Kyungsoo, supaya Kai cemburu" Ucap Chen lagi.

"Oh, iya mereka berdua hampir adu jontos di cafe kita" Seru Xiumin mengingat semuanya.

"Apa Rapmon menyukai Kyungsoo?" Tanya Jin tiba-tiba. Lay yang mau meletakkan piring kotor pun ikutan kaget mendengar pertanyaan Jin.

"Ahahahahahaha" ChenMin tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya bersamaan. Lay yang tak tahan melihat Jin, temannya dibully hanya tersenyum sambil mengacak rambut Jin.

"Kau polos sekali, Jin" Kata Lay tersenyum. "Pantas saja Chanyeol Hyung mengkhawatirkanmu"

"Chanyeol? Chanyeol pacarnya Baekki?" Tanya Chen kaget. Lay hanya mengiyakan. "Apa hubunganmu dengannya Jin?"

"Aku. . . Aku . . ."

"Sepupunya Hyung" Jawab Lay. "Tadi Chanyeol menelponku. Dia menanyakan kabarmu, telpon lah dia nanti"

"Haaaah, Jin kau selalu saja bikin kaget. Rapmon tidak menyukainya kok" Jawab Xiumin. Xiumin itu orang yang sangat fokus.

"Tapi, tadi hyung bilang Rapmon mengodanya" Bantah Jin.

"Memang, itu untuk membuat Kai marah, agar Kai cepat menyatakan perasaannya pada Kyungsoo. Lagian Rapmon itu laki-laki yang sulit jatuh cinta. Tapi, kalau sudah jatuh cinta biasanya dia loyal loh Jin" Kata Chen menjelaskan adiknya dengan bangga. Walaupun Chen dan Namjoon sering bertengkar tapi mereka berdua itu saling memebanggakan saudaranya masing-masing.

"Kenapa kau terkesan mempromosikan adikmu kepada Jin, eoh?" Tanya Xiumin heran. Xiumin merasa ada yang aneh, walaupun Chen tipe Hyung yang sangat suka membanggakan adiknya.

"Eeeeh? Mungkin saja Jin berminatkan?" Tanya Chen mengerjai Jin yang blushing.

"Kenapa muka mu merah Jin?" Tanya Xiumin peka.

"Aaaah, tidak aku hanya kepanasan" Elak Jin lagi dan berpaling. Chen tertawa geli.

"Chen~" Kata Xiumin memcubit pipi Chen gemas. "Kau selalu saja mengerjai staffku"

"Abis sepertinya Jin menyukai adikku, Hyung. Aku hanya memperingatinya saja" Balas Chen sedikit kesakitan akibat cubitan sayang Xiumin.

"Aiiiiiish, adikmu yang menyukai staffku. Kau tak lihat matanya seperti menelanjangi Jin saja" Sembur Xiumin makin gemes. Wajah Jin benar-benar semerah tomat sekarang.

Chuup~

Chen mencium Xiumin kilat dan berlalu ke dapur.

"Yaaaaakh, Cheeeeeeen~" Teriak Xiumin merona. Jin dan Lay hanya bisa bergeleng-geleng ria.

Di Apartemen Luhan

Sudah hampir dari dua tahun ini, Kris sering menginap di rumah Luhan. Kadang-kadang Kris pulang ke rumah keluarga. Sebab Kris tidak terlalu menyukai keluarga barunya. Luhan tidak mengerti kenapa Kris tidak menyukai keluarga baru. Luhan pernah ke rumah Kris, menurut Luhan tidak ada yang salah dengan keluarga baru Kris. Adik tiri Kris juga sangat baik. Tapi, sebingung apa pun Luhan pada Kris. Entah kenapa Luhan sangat mencintai Kris. Padahal, dulu Sehun sering mengisi waktunya. Sejak mengenal Kris, Luhan jadi berpaling. Luhan merasa suatu saat nanti Kris pasti meninggalkannya. Karena Luhan meninggalkan Sehun seenaknya. Luhan tau perbuatannya salah, dalam mencintai Sehun. Ia juga mencintai Kris.

Tidak ini bukan salah Luhan saja. Kris juga sama, dalam mencintai Tao. Kris juga mencintai Luhan. Mereka berdua tak sanggup lagi dalam hubungan itu. Sampai akhirnya mereka berdua meninggal pasangan masing-masing dengan kejam. Ya, semuanya karena cinta. Ya, benar semuanya karena cinta. Luhan mengutuk dirinya sendiri. Kris juga punya masa kelam. Dia mencintai seseorang yang tak mungkin didapatnya. Luhan selalu berpikir siapa orang yang disukai Kris? Apakah seorang perumpuan? Apa karmaku sudah dekat? Batin Luhan.

Kris sudah memperhatikan Luhan dari tadi. Luhan sekarang sedang menyiapkan bahan masakan. Ia sedang mengiris bawa merah, bawang putih beserta paprika. Tapi, dari tadi Luhan selalu ngelamun. Biasanya kalau ditatap begini oleh Kris, pasti Luhan akan salting. Luhan berekspresi sedih, Kris heran. Tiba-tiba tangan Luhan teriris. Kris kaget, kemudian menghampiri Luhan.

"Apa yang kau lakukan, Lu?" Tanya Kris sedikit meninggi.

Luhan kaget sambil memandang wajah Kris. Kris paling tidak suka kalau Luhan yang disayanginya terluka. Walau hanya teriris. Kris menghisap darah yang ada pada luka Luhan. Luhan sedikit mengernyit.

"Yifan, jangan! Tanganku bau bawang" Seru Luhan baru sadar. Kris meludah ke cucian piring dan mencium pipi Luhan kilat.

"Nggak pa-pa Lu" Jawab Kris santai. Kris pergi mencari plester.

"Ada-ada saja" Kata Luhan tersipu malu.

Kris datang membawakan plester dan obat antiseptik. Kris mengobati luka Luhan dengan tenang. Luhan saja yang tidak tenang.

"Fanfan lukaku gak parah kok" Ucap Luhan lagi mengintrupsi.

"Tenanglah Lu" Jawab Kris stay cool. "Dah siap, masak lah lagi. Aku lapar"

'Astaga~' Teriak Luhan dalam hati. "Kenapa aku bisa menyukaimu, eoh?" Celetuk Luhan.

"Hahahahahahaha, karna aku tampan mungkin. Ayolah Han~ Kau tak bisa mendustai pesonaku" Ucap Kris angkuh.

"Huuuuh" Gerutu Luhan. Kris mengacak rambut Luhan sambil tersenyum tulus.

'Kau tau Lu, aku juga tak tau kenapa menyukaimu? Sampai kita melakukan ini. Ya menyakiti semua orang. Apakah aku yang jatuh pada pesonamu? Apa kau akan tetap bersamaku?' Tanya Kris dalam hati sambil memandangi Luhan lembut. Luhan hanya bisa tersenyum malu.

TING TONG

Bel pintu rumah Luhan berbunyi.

"Ya, tunguuuuuu sebentar" Teriak Luhan dari dapur.

"Biar aku saja, Lu" Kata Kris menawarkan diri. Kemudian Luhan mengangguk. Kris berjalan keluar dapur menuju pintu masuk. Ia membuka kenop pintu. Kiranya yang membunyikan bel adalah adik Luhan yaitu Lay. Lay tersenyum sambil memperlihatkan barang bawaannya.

"Malam Kris Hyung. Aku bawa cemilan loh~ Hyung lapar tidak? Apa Luhan Hyung sudah siap memasaknya?" Tanya Lay bertubi-tubi.

"Belum siap. Lu melamun dari tadi, sampai jarinya tersayat pisau. Aku lapar. Apa yang kau bawa Lay?" Jawab Kris sekaligus bertanya.

"Aku bawa roti dan coklat panas" Jawab Lay meninggalkan Kris. Lay menuju dapur dan bertemu Luhan. "Luhan Hyung nggak pa-pa kan?"

"Yixiiiiing, kau akhirnya pulang. Bantu aku membuat makanan dong" Seru Luhan. "Aku baik-baik saja, Yixing"

"Baiklah Hyung" Jawab Yixing.

Luhan dan Yixing memasak makan malam dengan tenang. Walaupun Luhan sering mengoda Lay. Lay tetap saja tersenyum. Mereka pun bersenda gurau saat memasak. Akhirnya masakan mereka selesai. Lay menyiapkan peralatan makan diatas meja. Sedangkan Luhan menuangkan masakannya ke piring. Kris dengan tenang duduk di ruang makan. Mereka makan bertiga dengan hikmat.

"Roti tadi kau bawa dari cafe ya?" Tanya Luhan.

"Mmm, iya soalnya itu roti yang sangat laris dikalangan pembeli Hyung. Aku jadi penasaran, makanya ku beli" Jawab Lay sambil mengigit dumpling.

"Oh, ya? Bagaimana rasanya Yifan? Apakah enak?" Tanya Luhan antusias.

"Enak kok. Rasanya aku pernah mencobanya di suatu tempat" Jawab Kris santai sambil memakan salad buatan Lay.

"Siapa yang membuat roti itu Lay?" Tanya Luhan lagi penasaran.

"Oh, itu staff baru yang membuatnya" Jawab Lay. "Namanya Jin"

"Jin?" Tanya Kris dan Luhan kaget.

"Ya, Kim Seokjin" Jawab Lay polos. Lay tidak terlalu tau tentang keluarga Kris.

"Seokjin?" Tanya Kris selidik.

"Aaaaah, kemarin aku sempat selfie bareng dengannya Hyung. Ini fotonya" Jawab Lay sambil mengambil smart phone di saku celananya. Lay lalu mencari foto selfie di galery smart phone. "Ini dia fotonya Hyung" Kata Lay menunjukkan foto selfienya bareng Jin. Seketika Kris dan Luhan kaget.

'Wu Seokjin' Batin mereka berdua.

Nama asli Jin adalah Kim Seok jin namun setelah Appa Kris dan Eomma Jin menikah. Nama Jin berubah menjadi Wu Seok jin. Tapi, sejak Jin meninggalkan rumah. Kris tak pernah bertemu Jin, Kris juga tak tau kenapa Jin memperkenalkan namanya yang lama pada temannya sekarang.

"Apa Kris Hyung dan Luhan Hyung mengenalnya?" Tanya Lay heran.

"Aaaah, itu" Kata Luhan terbata-bata.

"Dia adik tiriku, Lay" Jawab Kris santai sambil mengembalikan smart phone Lay. Luhan speechless.

"Heeeeeeeeee? Adik tiri?" Teriak Lay tak percaya.

"Iya, dia sedang kabur sekarang. Appa dan Eomma sampai panik karenanya" Jawab Kris seenaknya. Luhan menyikut lengan Kris.

"Biar Lay bujuk Jin pulang, Hyung" Kata Lay memberi saran. Bagaimana pun Lay sudah menganggap Jin sebagai adiknya sendiri.

"Gak usah Lay" Jawab Kris setelah meminum air mineral. "Biarkan saja, dia itu kan namja. Dia bisa menjaga dirinya kok"

"Tapi, Hyung. . . " Bantah Lay.

"Lay, dengarkan saja kata Yifan ya? Kau jangan ikut campur masalah Yifan, dan satu lagi jangan pernah bilang pada Jin kalau kau tau tentang Yifan. Pura-pura saja kau tak tau apa-apa" Kata Luhan mengintrupsi.

"Baik, Hyung" Jawab Lay menghela nafas. "Lalu, kenapa Jin kabur Hyung?"

"Oh, sebenarnya kami berdua tidak setuju Appa dan Eomma kami menikah. Soalnya kami berdua sudah bertemu lama sebelumnya" Jawab Yifan masih memakan makannaya. Luhan dan Lay mendengarkan Kris dengan serius. "Tepatnya Jin menyukaiku. Tapi, aku tidak menyukainya. Aku hanya menganggapnya sebagai teman. Waktu LDR dengan Tao banyak sekali yang aku pikirkan. Jin datang seperti penyejuk bagiku. Tapi, sungguh Luhan aku hanya menganggap Jin sebagai teman. Tapi, Jin salah sangka dan menganggap aku menyukainya. Pada akhirnya Appaku dan Eomma Jin mengundang kami makan malam, dan mengumumkan kalau mereka akan menikah. Jin semakin salah sangka, saat dia menyatakan perasaannya padaku. Aku menjawab tidak. Dia berpikir gara-gara pernikahan orang tua kami. Aku tak menerimanya. Walau kami pernah tinggal serumah. Jin jadi merasa semakin galau dan tak enakan melihatku. Makanya dia kabur dari rumah. Mungkin aku Hyung yang jahat. Aku tak mau mencarinya, atau memohon agar dia pulang. Soalnya itu akan membuat semuanya menjadi rumit" Ucap Kris sambil memegang tangan Luhan dan menatapnya serius. "Lu, aku jatuh cinta padamu saat itu. Aku tak mau Jin semakin salah sangka. Aku sudah banyak melukai orang lain untuk mendapatkanmu, Lu. Aku. . . Tak akan bisa untuk tidak mendapatkanmu"

Luhan menatap mata Kris lekat. Ia sungguh tak percaya, tapi mata Kris sangat jujur padanya.

"Makanya Hyung tak mencari Jin karena Hyung mencintai Luhan Gege?" Tanya Lay tiba-tiba. Kris hanya mengiyakan. "Sungguh Hyung, ini benar-benar rumit. Tapi memang seperti itu sih"

"Maksud mu Yixing?" Tanya Luhan heran.

"Kita semua sudah memiliki jodoh masing-masing, Hyung. Tergantung bagaimana caranya kita mendapatkan jodoh itu. Aku rasa kalian berdua berjodoh. Hanya saja kalian melakukan dengan cara paksa. Ya, kalian melukai hampir setiap orang untuk mendapatkan jodoh kalian, Hyung" Jawab Lay menghapus sisa makanan di bibirnya dengan tisu. Kris dan Luhan hanya terpana mendengar kata-kata Lay. Mereka berdua sama-sam melamun dan merunduk. Lay pergi membawa piring sisa makananya untuk dicuci.

"Fan, Yifan. Kenapa kau menceritakan semuanya pada kami? Apakah Jin adalah orang yang tak bisa kau dapatkan?" Tanya Luhan memandangi Kris sambil memegang lengan Kris.

"Kau juga salah sangka, Lu" Jawab Kris sekenanya. "Aku hanya mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu, Kris" Kata Luhan tersenyum lembut dan mencium pipi Kris.

Di Rumah Sehun

TOK TOK TOK

Bunyi pintu rumah Jungkook berbunyi.

"Aku pulang Kookie~" Teriak Sehun dari luar Rumah.

"Iya tunggu sebentar Hyung~" Jawab Jungkook berlari dari kamar ke pintu depan. Jungkook membuka pintu. "Ayo makan hyung? Kenapa pulangnya telat Hyung?"

"Aaaah, iya Kookie. Itu habis nemanin Tao Hyung ke toko buku. Trus, ikutan jemput Chen Hyung di Cafe" Jawab Sehun menjelaskan. Jungkook tersenyum jahil. "Kenapa senyummu seperti itu huh?"

"Aniiii" Jawab Jungkook pergi begitu saja. Sehun cemberut.

"Aku capek sekali Kookie" Kata Sehun curcol duduk di kursi ruang makan. Sehun melepas syal cremnya. Jungkook memperhatikan leher Sehun.

"Hyung, lehermu kenapa? Apa Hyung habis bertemu dengan vampir?" Tanya Jungkook setengah pucat. Sehun hanya memutar matanya malas blushing.

"Aku kena gigit Vampir" Jawab Sehun sekenanya.

"Beneran Hyung? Sakitkah Hyung? Vampirnya masuk dari mana Hyung? Apakah dia menghisap darahmu Hyung?" Tanya Jungkook polos. Jungkook yang duduk didepan Sehun langsung berpindah ke samping Sehun. Jungkook memperhatikan leher Sehun dengan detail.

"Kau sendirikan yang mengundang Vampir itu, supaya menemaniku di rumah" Jelas Sehun sewot dengan kepolosan adiknya.

"Eeeeh, aku cuma ngundang Tao Hyung kok. Tao Hyung kan bukan vampir" Seru Jungkook masih melihat leher Sehun. "Heeeeeeee? Hyung, ini kan kiss mark bukannya?"

Sehun langsung menyembunyikan kiss mark itu. "Ck, sudah duduk sana"

"Tunggu dulu~ Jadi, Tao yang membuatnya? Hyung, hubunganmu sudah sampai situ ya?" Tanya Jungkook kaget lalu berubah senyum sumbringan.

"Aiiiiiiish! Apaan sih? Lagian ini kecelakaan Kookie" Kata Sehun kesal.

"Masa iya, Hyung?" Goda Kookie.

"Makan saja sana" Sembur Sehun merona.

"Neee, hyung" Ucap Jungkook masih tersenyum aneh.

Setelah makan bersama Sehun. Jungkook masuk ke kamarnya untuk menyelesaikan tugas biologinya. Baru saja Jungkook membuka buku tulisnya. Tiba-tiba datang sebuah chat line dari V. Jungkook tersenyum langsung membuka chat tersebut.

From: Tae Hyungie

To : Jungkook

Besok pergi les, Kookie? Jam berapa?

From: Jungkookie

To: V

Iya, hyungiiie. Besok aku les sore. Apa hyung ngajar?

From: Tae Hyungie

To : Jungkook

Iya, aku mengajar siang dan sore hari piket konsul. Konsul dengan ku saja ya, Kookie? *Buinnng Buinnng*

From: Jungkookie

To: V

Nee, Hyung. Nanti aku main ke tempatmu, Hyung. Mau ku bawakan apa Tae Hyungiee?

From: Tae Hyungie

To : Jungkook

Bawa saja dirimu Kookie. Sampai Jumpa besok ya? Saranghae~ Chup~

From: Jungkookie

To: V

Ok, Hyungiiie. Sampai jumpa besok. Nado Saranghae~ Chup Back~

TBC

Yeheeeeeeeet! Akhirnya selesai juga chapter yang ini. Oh, ya terima kasih atas reviewnya. Aku rasa chapter ini sedikit pendek. Otakku sedang buntu nih *Butuh asupan vkook*Maaf jika telat balas reviewnya. Selanjutnya akan ada extra, mungkin bagi para reader yang bingung bisa mengerti. Maaf juga telat update ya. Soalnya akhir-akhir ini Yoi ada dateline juga m(_ _)m. Aku sangat menunggu review kalian semua. Tolong direview ya?

Review Please~