Naruto x DxD: Live, Fight, and Love

Summary:

"Perang 3 fraksi akhirat membawa banyak kerusakan. Beratus-ratus tahun kemudian setelah perang berakhir muncul organisasi misterius yang akan memicu perang kembali namun seorang Hanyo muncul dan mencoba menghentikannya. Pertikaian, persahabatan, percintaan, serta penghianatan akan mewarnai cerita ini. /Manusia diburu oleh keabadian, aku bertanya pada diriku sendiri. Akankah namaku akan dikenang hingga berabad-abad kemudian? Akankah orang-orang masih bias mendengar namaku setelah kematianku? Akankah mereka ingin tahu siapa aku? Akankah mereka mempelajari sejarah hidupku? Seberapa gagah berani aku bertarung, dan seperti apa kisah cintaku/"

Warning:

Mungkin akan ooc, oc, typo dan kesalahan umum lainnya

Disclaimer: Naruto and High School DxD, Kau pasti tahu siapa itu.

Rated: M

Genre: Fantasy, adventure, romance, humor.

NT: Jangan biasakan setelah baca langsung pergi!

Chapter 2: Serangan!

~Shibusen, tempat Shinigami~

"Apa yang terjadi Shinigami-sama?" tanya seseorang yang berdiri di belakang Shinigami, "Sepertinya mereka mendapatkan serangan, tapi disana ada pemimpin 3 fraksi serta Naruto-kun, Sasuke-kun, dan Lee-kun, jadi kurasa kau tidak perlu khawatir Gai-kun" jawab Shinigami pada orang yang bernama Gai. "Tapi Shinigami-sama, untuk saat ini kita bisa tenang namun apa yang terjadi selanjutnya tidak bisa diprediksi. Terlebih lagi lawan kita Akatsuki, kumpulan orang-orang kuat yang masih belum jelas identitas dan kekuatannya" balas Gai. "Beberapa mata-mata yang kita kirim telah pulang dengan kantung mayat. Mereka tidak bisa diremehkan" lanjut Gai. Sedangkan Shinigami masih diam memikirkan tindakan selanjutnya, mungkin saat ini Naruto bisa selamat karena ada banyak orang kuat disana namun tidak ada yang tahu selanjutnya. Pergerakan dari Akatsuki begitu sulit untuk di prediksi, mereka datang bagai badai dan pergi seperti asap. Hanya untuk melacak mereka saja sulit apalagi untuk menangkap bahkan sampai membunuhnya.

~Di pertemuan 3 fraksi~

Saat ini Azazel tengah berhadapan dengan Katerea dengan menampakkan mode Bleance Breakernya (Untuk adegan ini saya skip karena sama kayak Canon). Sedangkan di luar para penyihir mulai menginvansi Kuoh, Naruto dengan 2 rekannya mencoba menghentikan para penyihir. "Mengapa mereka tidak ada habisnya?" teriak Lee frustasi melihat para penyihir pada sebuah hologram dilangit. "Sepertinya lingkaran sihir itu menjadi pintu portal bagi para penyihir, kurasa kita harus menghancurkannya agar mereka tidak terus berdatangan seperti ini" jawab Sasuke dengan santainya dengan 2 pedang ditangannya, serangan yang begitu lihai layaknya orang menari dia arahkannya pada para penyihir. Sedangkan di lain sisi Vali yang dibantu oleh Issei menghadapi para penyihir dari udara.

"Sasuke gunakan seranganmu 'itu' pada pintu portal mereka!" teriak Naruto dari kejauhan yang kelihatannya cukup kewalahan menghadapi serangan penyihir. "Hn" balas Sasuke dengan tenang, yang kemudian duduk berlutut. "Thompson mode" ucap Sasuke dengan tenang dan terjadinya perubahan pada kedua pedang Sasuke menjadi pistol dengan simbol tengkorak, "Tamashi no Kyoume " kemudian pistol tersebut berubah menjadi semacam meriam yang membalut kedua tangan Sasuke dengan muncul 3 carum yang sangat lancip dari lengannya. "Mode eksekusi diaktifkan" ucap Sasuke dengan lirih yang sepertinya telah siap dengan serangannya "[Presentasi resonansi stabil, noise 0,3 persen, pengisian daya pada jarum selesai, siap menyerang]" bunyi mekanik dari kedua lengan Sasuke menggema, sedangkan Sasuke mulai mengarahkan serangannya pada lingkaran sihir yang menjadi portal para penyihir. "Kalian akan berakhir disini, Death canon" teriak Sasuke dengan serangan laser hitam yang melesat menyapu habis para penyihir dan merusak portalnya. "Sekarang hanya perlu menghabisi sisanya" ucapa Sasuke sambil melihat beberapa penyihir yang tersisa.

"Baiklah sekarang giliranku!" teriak Lee dengan semangat apinya yang berkobar-kobar, perlahan-lahan rantai yang melilit di lengan Lee bergerak secara perlahan ."Peraturan pertama pembunuh, sembunyikan diri dalam kegelapan dan temukan kelemahan target" secara perlahan rantai pada tubuh Lee bergerak hingga membentuk sebuah pola bintang "Trap star, kau berada dalam panggungku dan menghalangi sinarku. Terimalah hukuman dariku ini!" teriak Lee dan melesat menebas habis penyihir yang berada dalam jangkauan Trap star miliknya menggunakan senjatanya. Sedangkan Naruto hanya tersenyum simpul melihat tindakan mereka berdua, bagaimanapun juga Naruto sudah lama mengenal Sasuke maupun Lee. Sedangkan di dalam ruang rapat pertempuran juga sudah berakhir Azazel telah berhasil mengalahkan Katerea dan kini rapat bisa dimulai lagi (Adegan pertarungannya sengaja saya skip, Maaf ya!). pertarungan telah berakhir dan sekarang mereka berkumpul untuk melanjutkan yang telah tertunda.

"Jadi kesimpulannya kita setujukan?" tanya Azazel perwakilan dari kaum Da-Tenshi, "Hn" balas yang lain dengan mengangguk dengan arti mereka setuju. "Lee, Sasuke kembalilah ke Shibusen dan laporkan pada Shinigami-sama tentang kejadian ini, aku akan tetap disini sebagai perwakilan dari Shibusen" perintah Naruto pada kedua temannya, sedangkan Lee dan Sasuke hanya mengangguk. Rapat telah usai kini Azazel, Sirzech, Leviathan serta Michael telah kembali, hanya tersisa kelompok Rias dan Souna serta Naruto saja disana. Mengingat Naruto masih baru membuat Souna memiliki sebuah pertanyaan

"Naruto-kun apa kau sudah merencanakan untuk tinggal dimana, mengingat kau baru sampai di Kuoh" tanya Souna, "Hm...sebenarnya aku juga berencana untuk mencari tempat penginapan terdekat disini, terlebih lagi aku juga akan bersekolah disini" balas Naruto dengan helaan nafasnya. "Ja... kalau begitu mengapa kau tidak tinggal bersamaku?" tawar Rias dengan senyum menawannya 'hingga aku dapat melepas rasa rindu ini' tambahnya dalam hati. "Bolehkah?" tanya Naruto agak kurang yakin, "Tentu saja, iyakan Isse?" sedangkan Isse hanya mengangguk mengiyakan permintaan majikannya. "Baiklah kalau begitu, tapi sebenarnya aku tidak membawa baju ganti, kalian tidak keberatankan jika aku pergi keluar untuk membeli beberapa pakaian?" tanya Naruto, karena memang Naruto tidak mempersiapkan baju ganti, Naruto tidak menduga jika ia juga harus bersekolah disini untuk menjaga aliansi yang baru saja terbentuk. "Baiklah, tapi izinkan aku menemanimu" tawar Rias dengan senyum manisnya yang sangat menawan hingga mengalahkan para bidadari (menurut Naruto). "A...baiklah tidak apa" jawab Naruto karena ia tidak punya pilihan lain. Sedangkan Souna hanya menghela nafas melihat adegan ini, Souna tahu sudah lama Rias memendam perasaan pada Naruto namun nampaknya ia masih belum bisa mengatakannya. Sudah lama Souna tidak melihat senyum Rias ini, senyum yang begitu indah dan menawan, senyum langka yang jarang diperlihatkan.

Baiklah mari kita lewati sesi belanja Naruto yang bisa dibilang kurang menarik karena dia hanya diajak muter-muter oleh Rias sehingga membuat Naruto bosan, namun mengingat bahwa Rias adalah orang yang mengajaknya jalan-jalan membuatnya bersemu merah menahan malu karena merasa bahwa ini sebuah kencan. Dan setelah Naruto sampai dirumah Issei Naruto segera mengganti bajunya dan makan malam bersama. Satu hal yang membuatnya bingung mengapa rumah Issei begitu megah layaknya hotel bintang lima, jika dilihat dari anaknya cukup sederhana? Dan mengapa Rias juga tinggal diruah Issei terlebih lagi mengapa Rias memanggil orang tua Issei dengan panggilan Okaa-sama dan Otou-sama?. Hanya dengan membayangkannya saja membuat Naruto bingung dan takut jika harus kehilangan Rias.

"Kau memikirkan sesuatu Naruto-kun?" tanya Rias seusai makan malam. "T-tidak ada, aku hanya memikirkan keadaan Shibusen sekarang. Apakah semuanya baik-baik saja?. Pergerakan anggota Akatsuki dan para penyihir sangat sulit ditebak" jawab Naruto. "Seberapa berbahaya mereka Naruto-kun dan seberapa kuat mereka?" tanya Rias, karena nampaknya Naruto begitu mengkhawatirkan serangan dari Akatsuki. "Mereka sangat berbahaya, mungkin mereka setara dengan Azazel. Terlebih lagi yang menjadi tanda tanya mengapa mereka berburu Madogu? Apa mungkin mereka beraliansi dengan para penyihir untuk menjatuhkan Shibusen?" kata Naruto sambil memikirkan tentang semua kemungkinan. Sedangkan Rias hanya menghela nafas dari dulu Naruto sangat sulit untuk diajak bersantai ia selalu serius dalam menghadapi segala hal. Namun satu hal yang menjadi tanda tanya bagi Rias, apa itu Madogu? ini pertama kalinya Rias mendengar hal semacam itu. Sungguh Rias juga baru tahu jika ada organisasi bernama Shibusen. Karena rasa penasaran yang begitu besar membuat Rias tidak dapat menahan pertanyaan.

"Maukah kau menceritakan sesuatu Naruto-kun?". "Tentang apa?" tanya Naruto "Semua yang telah kau alami, Shibusen, Madogu, Kishin, Akatsuki, dan para penyihir" jelas Rias pada Naruto. "Zaman dahulu kala saat dunia dalam keadan damai para Shinigami bertugas membawa nyawa seseorang ke alam ruh. Pada suatu hari seorang penyihir terkemuka kehilangan kekasihnya, ia menginginkan kekasihnya kembali hidup. Ia mulai bereksperimen menciptakan berbagai macam alat, dan saat itulah Madogu diciptakan. Karena Madogu dianggap sangat berbahaya ia mencoba menghancurkan alat itu namun gagal. Oleh karena itu Shinigami-sama membantunya dengan memecah Madogu"

"Mengingat kedahsyatan Madogu para penyihir mulai memburunya dan para Shinigami melindunginya. Namun para penyihir terlalu kuat, dan bertarung bukanlah keahlian Shinigami. Oleh karena itu Shinigami melakukan kontrak dengan manusia. Mereka akan memberikan manusia kekuatan yang berada dalam sebuah cincin dan bertugas membunuh para penyihir. Singkat cerita para penyihir berhasil ditaklukkan. Apa kau masih ingat sabit yang ku gunakan saat bertarung tadi siang?" tanya Naruto pada Rias, sedangkan Rias hanya mengangguk. "Sabit itu adalah satu dari sekian banyaknya senjata yang ada. Dan karena para penyihir masih berkeliaran membuat Shinigami membentuk suatu organisasi. Ia memberikan senjata-senjata pada manusia yang siap mati, para pejuang hanya punya satu tugas yaitu menciptakan Death scythe untuk Shinigami-sama. Mereka harus mengumpulkan 99 nyawa monster atau sering kalian sebut sebagai iblis liar dan 1 jiwa penyihir, mereka juga bertugas menuntun roh penasaran menuju alam kematian" sejenak Naruto mengambil nafas untuk melanjutkan ceritanya.

"Namun ada satu peraturan yang tidak boleh mereka langgar apapun yang terjadi...".

"Peraturan apa itu Naruto-kun" tanya Rias yang semakin penasaran. "Mereka tidak boleh mengambil jiwa manusia yang tidak berdosa, karena dengan mengambil jiwa dari manusia yang tidak berdosa akan meningkatkan kekuatan senjata maupun pengguna, dengan resiko mereka akan tenggelam oleh kegelapan. Salah satu pengguna yang selalu merasa takut mencoba memberikan senjatanya jiwa dari manusia yang tidak berdosa. Ia terus bersembunyi dari Shinigami-sama dan terus memberikan senjatanya jiwa dari manusia yang tidak berdosa dan saat itulah untuk pertama kalinya Kishin terlahir. Ia bertarung dengan Shinigami-sama dan pada akhirnya Kishin berhasil ditaklukkan. Dan untuk menghindari terciptanya kembali Kishin Shinigami-sama membentuk sebuah sekolah yang bernama Shibusen untuk memantau para pengguna agar tidak berbuat kesalahan lagi. Sekolahan itu juga berguna untuk melatih oarang-orang sepertiku" Sejenak Naruto melirikkan pandangannya ke arah Rias namun sepertinya Rias telah tertidur.

"Heh dasar...menyuruhku bercerita namun kau tertidur" kata Naruto karena saat ini Rias menyandarkan kepalanya ke pundak Naruto.

~Ditempat lain, di kota Kuoh~

"Hei bocah! Apa yang kau lakukan disini saat tengah malam huh?" tanya preman di sebuah jalanan yang sudah sepi pada seorang wanita remaja. "Ragnarok bolehkah aku membunuh mereka?" tanya gadis itu entah pada siapa. "Yah...bunuh mereka semua tanpa sisa, aku benar-benar lapar" sedangkan para preman mulai jengkel. "Hei kami masih berbaik hati, jadi menyingkirlah dari jalan kami, atau akan kami bunuh kau!" teriak salah satu preman dengan nada memerintah sambil menodongkan pistolnya ke wajah sang gadis. Sedangkan sang gadis hanya tertawa layaknya piskobat, "Apa kalian tahu? Aku berdarah hitam." Kata gadis itu yang membuat para preman marah, namun sebelum mereka menyerang mereka langsung ditebas sang gadis dalam sekejap.

"Apa itu?" tanya Naruto bingung, dalam sekejap 100 nyawa orang menghilang begitu saja. Mungkinkah itu Akatsuki? Jika iya untuk apa mereka membunuh manusia biasa. Karena penasaran secara perlahan Naruto menidurkan Rias di kasur yang seharusnya di tiduri Naruto. "Maaf jika harus meninggalkanmu Rias" kata Naruto yang kemudian pergi. Namun sebelum Naruto pergi Naruto mencium kening Rias "Oyasuminnasai, Ri-chan" kata Naruto lirih dan pergi. Sedangkan Rias hanya menggeliat mencoba mencari kehangatan.

~TBC~

Hallo minna..! i'm back.

Bagaimana apa kalian merasa terlalu lama menunggu? Saya harap tidak. Yah mau bagaimana lagi, kesibukan mencari tempat magang serta tugas sekolah membuat saya lelah. Terlebih lagi akan ada ujian kenaikan kelas. Oh ya bukan berarti karena mau test saya akan hiatus untuk sementara waktu. Saya berbeda dengan author lainnya, saat-saat seperti ini saya sangat jenuh dan bosan, jadi saya putuskan untuk menulis cerita ini. Yang menjadi alesan saya lama update hanya tugas yang menumpuk, ngomong-ngomong saya lagi cari anime dengan tema school life dan humor, ada yang punya saran?. Sungguh saya akan berterima kasih untuk saran kalian terlebih lagi jika kalian memberitahu alamat websitenya.

Ok saat saya baca review ada yang mempertanyakan tentang Kishin, saya harap di chapter ini anda sudah faham. Dan ada yang merasa mainstream jika pairnya NaruxRias dan lebih baik NaruxAyame, apa maksudnya Ayame dari anime Naruto yang itu? (Maaf saya lupa nama yang menanyakannya siapa). Oh dan jangan kaget jika disini nanti akan ada time skiping yang besar-besaran dan alur yang beda jauh dengan jalan cerita Naruto maupun High school DxD, karena itu salah satu rencana saya. Ok sampai ketemu chapter depan

~Salam anti-mainstream~