Chapter 3: Duel dan Shibusen

Naruto x DxD: Live, Fight, and Love

Summary:

"Perang 3 fraksi akhirat membawa banyak kerusakan. Beratus-ratus tahun kemudian setelah perang berakhir muncul organisasi misterius yang akan memicu perang kembali namun seorang Hanyo muncul dan mencoba menghentikannya. Pertikaian, persahabatan, percintaan, serta penghianatan akan mewarnai cerita ini. /Manusia diburu oleh keabadian, aku bertanya pada diriku sendiri. Akankah namaku akan dikenang hingga berabad-abad kemudian? Akankah orang-orang masih bias mendengar namaku setelah kematianku? Akankah mereka ingin tahu siapa aku? Akankah mereka mempelajari sejarah hidupku? Seberapa gagah berani aku bertarung, dan seperti apa kisah cintaku/"

Warning:

Mungkin akan ooc, oc, typo dan kesalahan umum lainnya

Disclaimer: Naruto and High School DxD, Kau pasti tahu siapa itu.

Rated: M

Genre: Fantasy, adventure, romance, humor, hurt/comfort, family.

NT: Jangan biasakan setelah baca langsung pergi!

Chapter 3: Duel dan Shibusen

Setelah sampai tepat dimana 100 nyawa manusia menghilang Naruto terkejut karena tidak menemukan satupun mayat mereka yang ada hanyalah seorang gadis remaja yang seusia dirinya. "Siapa kau nona? Mengapa kau disini? Dimana orang orang?" tanya Naruto karena penasaran dengan menghilangnya 100 nyawa orang dan tidak ada satupun mayat yang ditemukan. Dan sekarang ia berada di dalam ruangan seperti gereja tua dengan gadis ini. "Apa kau tahu, pintunya di buka dari luar dan bukan dari dalam" kata sang gadis dengan pertanyaan aneh, "Aku tidak mengerti apa maksudmu" jawab Naruto. "Aku memiliki darah hitam loh...mau melihatnya?" tanya gadis itu lagi namun sebelum Naruto menjawabnya dari ketiadaan gadis itu mengeluarkan sebuah pedang hitam dengan pegangan cukup panjang dan pemisah (antara pedang dan gagangnya) seperti mulut yang tertutup dan mulai mengayunkan pedang tersebut dari bawah. Narutopun terkaget dengan hal ini dan melompat mundur untuk menghindari serangan tersebut. Apakah dia murid Shibusen? Kalau iya mengapa ia mengambil nyawa orang yang tidak berdosa, mungkinkah ia ingin menjadi Kishin?. 'Ia memulai serangannya dari bawah dan berusaha langsung mengenaiku' pikir Naruto, namun Naruto berhasil mundur untuk menghindari serangannya. "Sebenarnya siapa kau? Apa kau murid Shibusen, jika iya mengapa kau mengambil nyawa orang yang tidak berdosa?" tanya Naruto, namun gadis itu terus-terusan menyerangnya tanpa henti. "Aku tidak punya pilihan" dan dari ketiadaan Naruto memunculkan sabit pemberian Shinigami.

"Sebagi murid Shibusen aku akan membasmimu karena telah mengambil nyawa orang yang tidak bersalah" tariak Naruto sambil memainkan sabitnya, namun gadis itu terlihat sama sekali tidak takut. Dan gadis tersebut kembali mengayunkan pedangnya kearah Naruto secara vertikal.

~Triing~

Bunyi benturan kedua logam yang sama kuatnya layaknya sebuah musik dimalam yang sunyi ini. Dan Narutopun melancarkan serangan balasan dengan menebas gadis tersebut, namun alangkah terkejutnya Naruto pada serangannya kali ini.

"Tidak mempan?" tanya Naruto keheranan, "Serangan seperti ini, tidak akan bisa melukaiku" kata gadis tersebut dan kembali menebas Naruto, namun Naruto barhasil menghindarinya lagi. 'Apa yang terjadi? Mengapa seranganku tidak mempan, ia sangat keras' batin Naruto. Namun karena terlalu keras berpikir membuat Naruto tidak menyadari serangan lawannya, 'Sial!' umpat Naruto saat baru menyadari serangan dari lawan.

~Traanngg~

Bunyi dentingan besi kembali menggema di ruangan tersebut saat Naruto menangkis serangan lawan dari atas, 'Kesempatan!' batin Naruto ketika menyadari adanya celah. "Kon'i" ucap Naruto melantunkan nama jutsunya, dengan menempelkan telapak tangan kanannya ke arah perut wanita tersebut. "Aaakkhhh!" pekik wanita itu saat mendapatkan serangan dari Naruto hingga terpental keluar ruangan namun sepertinya ia masih mampu bertahan dari serangan tersebut. 'serangan luar tidak akan mempan padanya karena kulitnya begitu keras, namun sepertinya serangan dalam sangat berpengaruh padanya' pikir Naruto sambil menganalisis kejadian ini. 'Hey Haku, jika sampai kau kena serangan itu akan kuhajar kau sesampainya dirumah' kata sebuah suara yang hanya dapat di dengar oleh Haku saja, wanita yang memegang pedang hitam. "Ini pertama kalinya aku menghadapi lawan kuat sepertinya, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan" kata Haku sambil merengek entah pada siapa, 'Kau hanya perlu membunuhnya' jawab sosok yang tak terlihat. 'Dia bicara dengan siapa? Apa dia sedang bertelapati dengan seseorang? Atau dia sedang bicara dengan sesuatu yang ada dalam dirinya?' pikir Naruto dengan keanehan gadis ini. "Ya...aku hanya perlu membunuhnya dan membuat ibu senang, tidak ada rasa takut, tidak ada rasa sakit, hanya tawa bahagia yang membahana, hahahahahaha!" teriak gadis itu yang dilanjutkan dengan tawa jahatnya yang menurut Naruto pribadi sangat berisik dan menjengkelkan. "Harus ku akui kau memiliki wajah yang cantik nona, dan aku sangat anti memukul wanita. Namun melihat perbuatanmu ini membuatku tidak bisa berdiam diri" kata Naruto sambil menunjuk wanita tersebut, sedangkan wanita tersebut hanya tersenyum sinis "Kau orang pertama yang berkata aku cantik", "Dan aku orang yang terakhir kalinya yang akan mengataimu cantik, karena aku akan membasmimu disini sekarang juga" balas Naruto sambil berlari menerjang gadis itu.

~Blaaaarrrrr~

Bunyi sebuah ledakan dari dalam ruangan hingga membuat Naruto terpental keluar ruangan, 'serangan apa itu?' sebuah tanda tanya muncul dalam pikiran Naruto, namun sekarang baru menyadari kehadiran seorang penyihir dan saat Naruto mendongakkan kepala ia dapat melihat penyihir tersebut sedang menaiki sapu terbang. "Apa yang ingin kau lakukan disini?" tanya Naruto kearah sang penyihir, sedangkan sang penyihir melafalkan mantra dan melakukan gerakan aneh dengan tangannya. Naruto menyadari apa yang akan terjadi, Naruto sudah cukup berpengalaman menghadapi mahluk seperti ini. Dan dalam waktu sekejap ratusan anak panah bergerak meliuk-liuk seperti ular ke arah Naruto. "Kekkai" ucap Naruto datar, dan dalam waktu sekejap sebuah kekkai berwarna biru transparan telah membungkus tubuh Naruto dan melindunginya dari serangan anak panah itu. Sedangkan gadis pembawa pedang hitam mulai melarikan diri bersamaan dengan penyihir itu. "Sial aku kehilangan mangsa" kata Naruto datar, "Aku harus melaporkan ini kepada Shinigami-sama".

~Ke esokan harinya, di kediaman Hyoudo~

Matahari mulai menampakkan dirinya dari ufuk timur pertanda akan dimulainya aktivitas manusia. Begitupun dengan Rias yang bangun dari tidurnya namun yang terasa janggal adalah kenapa Naruto tidak ada disampingnya, ia khawatir jika terjadi sesuatu pada Naruto mengingat Naruto masih baru disini. Oleh karena itu ia segera keluar dari kamar dan segera turun kebawah yang secara tidak sengaja berpapasan dengan Issei. "Isse apa kau melihat Naruto-kun pagi ini" tanya Rias pada Issei karena tidak melihat adanya Naruto pagi ini, "Maaf buchou tapi aku tidak melihatnya" jawab si Sekiryutei mesum. Belum sempat Rias berkata muncul sebuah burung sambil mengetuk sebuah kaca, tanda ingin mendapat perhatian mereka. Karena penasaran Rias dan Issei segera menghampiri burung tersebut

"Aku membawa sebuah pesan dari majikanku, mau mendengarnya" tanya burung tersebut pada Rias, sedangkan Rias hanya mengangguk. "Naruto-sama tidak bisa bersama kalian saat ini karena ada urusan penting dengan Shinigami-sama. Mungkin dia akan kembali sore nanti" kata sang burung yang kemudian berubah menjadi secarik kertas kosong. "Apa yang terjadi Buchou?" tanya gadis berdada besar berambut hitam alias Akeno pada Rias yang sedang memegang secarik kertas "Naruto-kun bilang sedang ada keperluan dan tidak bisa sekolah hari ini", "Lalu kemana dia?" "Dia bilang ingin menyampaikan suatu hal pada Shinigami-sama, andai aku tahu apa itu" kata Rias mengharapkan sesuatu. Setelah kejadian ini mereka segera pergi untuk sarapan bersama dan segera berangkat sekolah.

~Ditampat yang tidak diketahui~

Berdirlah seorang yang jika dilihat dari postur tubuhnya adalah seorang wanita dengan pakaian seperti jubah penyihir tanpa lengan dan tudung kepala yang menyembunyikan wajahnya. "Haku kau harus lebih kuat, dengan kekutanmu sekarang kau tidak akan bisa melakukan apa-apa, kau harus makan lebih banyak jiwa manusia lagi! Agar kau bisa menjadi Kishin" kata wanita itu dengan tudung yang menutupi kepalanya. Sedangkan wanita yang dipanggil Haku hanya menganggukkan kepalanya menuruti perintah majikannya.

~Kuoh Academy, Saat jam istirahat~

"Rias apa kau tahu kemana Naruto, kudengar dia tidak bisa masuk hari ini, kenapa?" tanya sang ketua osis Kuoh dan siapa lagi kalau Souna saat jam istirahat. "Dia sedang ada urusan penting sekarang, dan aku tidak tahu kapan dia akan kembali. Kenapa?" tanya Rias, "Tidak ada. Aku hanya penasaran saja, ngomong-ngomong apa saja yang sudah kau lakukan dengannya?", "Melakukan apa maksudmu?" tanya balik Rias, sedangkan Souna hanya menggerakkan kacamatanya hingga tampak mengkilap memantulkan sinar mentari. "Tidak apa, jangan terlalu dipikirkan" jawab Souna kemudian pergi. Yah bagaimanapun juga berita tentang akan datangnya siswa baru telah menyebar dengan pesatnya dikalangan siwi Kuoh Academy. Dan yang menjadi pertanyaan sekarang kemanakah perginya siswa tersebut sekarang ini? Mengapa ia tidak masuk dihari pertamanya ini?. Bagaimanapun juga hanya Author dan Tuhanlah yang tahu.

"Tunggu debentsr Souna" panggil Rias kepada sahabatnya tersebut, "Ada apa?" tanya Souna, "Bisakah malam ini kau datang ke rumah Issei dan panggilkan Irina juga karena kami akan mengadakan makan malam", "Makan malam? Dalam rangka apa?" tanya balik Souna. "Hanya untuk perayaan terbentuknya aliansi 3 fraksi dan karena Naruto sudah kembali. Dan tentang Azazel-sensei sudah diurus Isse" "Baiklah akan aku lakukan" jawab Souna kemudian pergi.

~Shibusen~

"Begitu rupanya, wanita itu sudah mendekati Kishin. Itu kabar yang buruk, sebenarnya aku juga ingin mengirimkan Sasuke-kun dan juga Lee-kun denganmu tapi sepertinya mereka sangat dibutuhkan disini. Jadi maafkan aku harus membiarkanmu disana sendirian, kuharap kau tidak kesepian Naruto-kun" kata sang Shinigami setelah mendengar berita yang Naruto bawakan. "Ku kakui terasa sangat sepi tanpa adanya kekonyolan Sasuke dan kebodohan Lee, tapi Shinigami-sama tak perlu mengkhawatirkanku". "Oh ya aku ingat sesuatu, temuilah Shizune-chan!" perintah Shinigami sedangkan Naruto hanya mengangguk dan berlalu. 'Kuharap kau menyukai hadiahmu Naruto-kun'.

Saat ini Naruto sedang berjalan menuju ruangan Shizune, salah satu medis di Shibusen yang dikenal Naruto cukup akrap. Wanita yang lemah lembut padanya yang kadang membuat Naruto terpana melihatnya. Dan sekarang saat Naruto akan membuka pintu, "Ara...Naruto-kun lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu?" tanya wanita tersebut. "Sebenarnya kita hanya 2 hari tidak bertemu karena aku harus ke Kuoh sebagai perwakilan Shibusen, dan aku baik-baik saja" balas Naruto. "B-benarkah? Ahahaha dokument merepotkan itu sepertinya telah meracuni pikiranku. Oh ya Shinigami-sama menitipkan ini untuk diberikan padamu" kata wanita itu, sedangkan Naruto hanya diam menatap benda yang kini ada di tangannya. Ia tahu benda apa ini, sebuah cincin yang berisikan senjata berupa Gunbai. Gunbai milik seseorang yang dikenalnya, "Maaf tapi kurasa benda ini..." "Ah tidak apa-apa, itu menjadi milikmu sekarang. Ia percaya hanya kau yang bisa melakukannya" belum sempat Naruto menyelesaikan kata-katanya telah dipotong wanita berambut hitam pendek tersebut. "Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" pamit Naruto dan pergi begitu saja.

Sambil bersantai Naruto menikmati pemandangan di Death City tempat Shibusen berada, mungkin hanya 2 hari Naruto meninggalkan Death City namun itu terasa sangat lama bagi Naruto. Ia merasa sangat merindukan kota yang telah mengisi hari-harinya dengan sangat menyenangkan dan tanpa melihat kearah depan Naruto menabrak seseorang "Itai!" pekik orang itu jika dilihat dari suaranya seorang perempuan. "Oh Tsubaki-chan, maaf aku tidak melihatmu tadi" kata Naruto meminta maaf pada wanita di depannya ini. "Ah tidak apa-apa, aku sendiri tadi juga tidak melihatmu. Ngomong-ngomong apa yang kamu lakukan disini? Bukankah seharusnya kau di Kuoh sebagai perwakilan Shibusen?" tanya gadis seumuran Naruto yang ternyata bernama Tsubaki. "Ada hal yang harus kusampaikan pada Shinigami-sama dan sekarang aku harus segera kembali agar tidak ada yang khawatir". "Benarkah? Mengapa kau tidak tinggal dulu disini? Sudah lama kau tidak berkunjung ke rumahku, aku janji akan memasakkan makanan favoritmu" kata Tsubaki pada Naruto dengan sebuah senyum yang sangat menawan. "Benarkah? Sungguh aku sangat menginginkannya. Tapi maaf, aku harus segera kembali. Mungkin lain kali saja" kata Naruto. "Baiklah tidak apa, mungkin lain kali aku akan kesana dan menginap dirumahmu. Oh ya apa kau tidak ingin mampir sebentar dan menemuinya?" tanya Tsubaki karena kelihatannya Naruto sangat buru-buru sedangkan yang ditanya hanya menggeleng pertanda tidak bisa. Tsubaki mengerti situasi ini bagaimanapun juga Shibusen dalam situasi genting, dan Naruto adalah orang yang bisa dipercayai Shinigami-sama dalam hal seperti ini.

~Sore hari, Di kediaman Hyodou~

Sore ini sepertinya rumah Issei cukup ramai, terlihat dengan jelas banyak orang yang berkumpul yang sepertinya ingin membicarakan sesuatu. "Ah Naruto-kun selamat datang, ini sungguh bagus melihat kedatanganmu" kata Sirzech Luchifer yang turut hadir dalam acara ini. "Begitu ya...kupikir aku sudah terlambat. Apa yang akan kita diskusikan kali ini?" tanya Naruto,

"Diskusi? Diskusi apa maksudmu? Kami datang kesini hanya undangan makan malam saja tidak lebih" kata Serafal ikut menanggapi perkataan Naruto. "Oh begitu kupikir ada hal penting yang harus dibicarakan" sahut Naruto "Ngomong-ngomong Naruto-kun kemana saja seharian ini, kudengar kau tidak masuk di hari pertamamu?" kali ini Irina bertanya dan mencoba untuk bertanya sekaligus mengakrapkan diri dengan Naruto. "Sebenarnya pada malam itu aku merasa ada sesuatu ditengah kota, ada orang yang menyerang dan membantai 100 nyawa manusia tak berdosa dalam waktu sekejap"

"Iblis liarkah?" kali ini Serafall yang bertanya "Awalnya akupun juga berpikir begitu namun setelah kesana itu bukanlah iblis liar melainkan Kishin" kata Naruto sambil menundukkan kepalanya sambil memikirkan sesuatu. "Jadi Kishin sudah bangkit?" tanya Sirzech tak percaya dengan berita ini, ia tidak menyangka Kishin sudah bangkit. "Kurasa belum, ini adalah Kishin yang lainnya. Wanita itu juga masih calon Kishin namun sepertinya ia melakukan semua ini bukan karena kehendaknya sendiri melainkan kehendak orang lain" jawab Naruto

"Apa maksudnya dengan kehendak orang lain?" tanya Azazel yang juga hadir dalam acara makan malam ini "Sebelum aku mengalahkan wanita itu seorang penyihir yang menutupi kepalanya mencoba mengalihkan perhatianku sehingga wanita Kishin itu bisa pergi, sepertinya mereka memang berkonspirasi" jelas Naruto "Hm... ini hal yang rumit" kata Sirzech menanggapi semua ini. "Tidak apa Shinigami-sama bilang Ia juga akan mengirimkan seseorang disini" kata Naruto.

"Sudahlah ini saatnya makan. Nah Naruto-kun makanlah ini, aku sendiri yang membuatnya" kata Rias yang baru datang dan membawa hidangan makan yang masih hangat dan berusaha menyudahi pembicaraan ini. "Kau yang memasak ini Ri-chan?" tanya Naruto tak percaya melihat ramen yang diberikan Rias kepadanya. "Tentu saja kau pikir siapa? Dan memangnya kenapa?" tanya Rias karena melihat ekspresi horor diwajah Naruto "Terakhir kali aku makan masakanmu aku harus dirawat medis selama 2 hari karena sakit perut. Dan aku tidak tahu apa saja yang sudah kau masukkan kedalam makananmu" kata Naruto horor sambil mengingat masa kecilnya bersama Rias. "Aku harap ada Akeno-chan disaat seperti ini seperti ketika aku kecil" harap Naruto dan sesuai yang diharapkannya Akeno benar benar datang. "Kau mencariku Naruto-kun? Ufufufu" dan kali ini Naruto harus menelan ludah dengan susah payah ketika merasakan Akeno memeluknya dari belakang dan dapat dengan merasa tekanan dari 2 gundukan lemak yang pasti para readers tahu apa itu. Sedangkan Rias mulai memerah karena agak kesal namun sebagai seorang putri dan mengingat ada kakaknya disini membuatnya harus meredam amarahnya.

"Itu dulu sekali Naruto-kun, sekarang aku sudah belajar memasak dengan baik dan bahkan akan kupastikan kau akan ketagihan" kata Rias dengan penuh penekanan dalam setiap kalimatnya dan jangan lupakan perempatan-perempatan dikepalanya. "K-kau yakin?" tanya Naruto agak ragu sambil melihat hidangan Rias, memang hidangan itu terlihat lezat namun siapa sangka rasanya. Bagaimanapun juga jangan menilai buku dari sampulnya, jangan melihat hal baik dari luarnya siapa tahu dalamnya buruk begitupun dengan hal yang sebaliknya.

"Aku harap medis siap jika aku pingsan" kemudian Naruto mulai memasukkan ramen kedalam mulutnya. Kunyah-kunyah itulah hal yang dilakukan Naruto, hingga kemudian Naruto tersenyum. "Yah kau benar, masakanmu sekarang lebih baik dari pada yang dulu." Kata Naruto sambil tersenyum dan melanjutkan acara makannya. Dan pada malam itu semuanya di isi dengan canda tawa mereka, keluarga yang telah lama berpisah yang kini telah kembali bersatu.

"Naruto-kun bolehkah aku menyita waktumu sebentar" panggil Sirzech seusai makan malam berlangsung, "Oh tentu" balas Naruto. "Kurasa akan sangat baik jika kita membicarakan ini ditempat lain" kemudian mereka berdua pergi dari sana meninggalkan Rias dan yang lainnya bingung. Sekarang Naruto dan Sirzech sedang berdiri di atap rumah Issei. "Kau masih ingat saat keci?, kau sangat senang berdiri di atap rumah sambil memandang langit malam" tanya Sirzech mencoba untuk memutar kenangan lama saat masih bersama Naruto kecil. "Ah itu, ya aku masih mengingatnya. Biasanya Ri-chan dan Akeno-chan yang menemaniku" "Bagaimana menurutmu dengan Rias Naruto-kun? Ia sudah tumbuh dewasa, apa kau mulai menyukainya?" tanya lagi Sirzech.

"Sejujurnya dibandingkan pertemuan terakhirku dengannya, saat ini dia mulai terasa sangat berbeda. Dan sepertinya kau sudah mengerti perasaanku padanya Sirzech-Nii". "Hmhmhmhm..hahaha. sudah lama aku tidak mendengar kau memanggilku kakak Naruto, dan harus kuakui aku memang sangat merindukan panggilan itu" "Benarkah?" tanya Naruto. "Saat kau pergi seseorang dari klan Phenex meminang Rias, kami pihak keluarga menerimanya namun tidak dengan Rias. Saat dewasa anak tersebut mulai datang menemui Rias dan ingin segera malangsungkan pernikahan tersebut" Naruto hanya diam mendengarkan cerita Sirzech, "Jika di ingat-ingat lagi kau sangat protektif pada adikmu, kau tidak akan membiarkan penikahan itu berlangsungkan? Mengingat Ri-chan tidak menginginkannya" tanya Naruto. "Kau benar. Oleh karena itu aku memberikan kesempatan untuk Rias dengan mengadakan Raiting game. Jika Rias menang ia mendapat kebebasannya dari pernikahan, dan jika kalah ia harus menikahi anak Phenex tesebut. Saat acara pernikahan akan berlangsung Issei mencoba menghentikannya, jika kau tidak segera bertindak mungkin Issei-kun akan memenangkan hati Rias" kata Sirzech diselingi senyumannya sedangkan Naruto menundukkan kepanya dan merenungi kejadian tersebut. "Jika itu pilihan Ri-chan apa boleh buat, setidaknya dia bahagiakan?" kata Naruto sambil tersenyum kemudian hendak pergi

"Tunggu Naruto-kun, aku mengajakmu kesini bukanlah untuk mengatakan bahwa kau akan kalah dari Issei" "Lalu?" tanya Naruto. "Aku yakin saat ini ku pasti sudah menjadi anak yang sangatlah tangguh Naruto-kun, kau tidak keberatankan jika harus mengajari si Sekiryutei itu?" tanya Sirzech, "Bukankah temanmu yang bernama Azazel itu sudah mengurusnya?" tanya Naruto. "Memang, tapi aku tidak ingin jika ia mengajari si Sekiryutei cara mencabuli wanita, dan aku tidak ingin jika adikku jadi korbannya" jawab Serzech, sedangkan Naruto hanya mengangguk dan kemudian pergi dari tempatnya. "Sebenarnya bukankah sebulan lagi liburan semester akan berlangsung?, kau tidak keberatankan jika aku mengajak Ri-chan dan yang lainnya ke Shibusen untuk berlatih. Aku juga membutuhkan bantuan mereka disana" tanya Naruto sebelum pergi. "Kau sudah tahu apa jawabankukan?" tanya Sirzech dengan senyumnya "Kupercayakan mereka padamu Naruto-kun" lanjutnya, sedangkan Naruto membalas senyum Sirzech dengan cengiran lebarnya. Ekspresi Naruto yang sangat langka, jujur Sirzech ingin melihat Naruto yang dulu, Naruto yang ceria, bukan sebagai Naruto anggota Shibusen melainkan Naruto anggota Gremory.

~Satu bulan kemudian, Minggu~

Sekarang tim Rias bersama Naruto akan pergi keluar untuk melakukan latihan terlebih lagi rating game untuk Rias akan segera dimulai. "Ano Naruto-san ngomong-ngomong kita akan pergi berlatih dimana?" tanya Issei dengan agak kaku. Meskipun Naruto telah tinggal dirumahnya selama sebulan namun ia jarang sekali berbicara dengan Naruto jadi wajar sajakan jika ia masih merasa agak canggung. "Tidak perlu begitu kaku denganku Issei, panggil saja aku Naruto. Dan kurasa akan lebih baik jika kita pergi ke Shibusen, disana memiliki tempat berlatih yang cukup baik dan aku merindukan teman-temanku disana" balas Naruto sedangkan Issei hanya ber'oh' ria. Mari lupakan sesi berkemas-kemas barang karena itu akan sangat merepotkan jika harus kita bahas, dan langsung membicarakan sesi perjalanan mereka yang sangat melelahkan. Bahkan Riaspun juga sampai ngos-ngosan hingga sempat mendapatkan ejekan dari Naruto 'Makanya jangan terlalu memperbesar gunungmu, itu akan menghambatmukan?' hingga pada akhirnya harus mendapatkan jitakan gratis darinya. Seketika Naruto merasakan adanya reaksi jiwa dan menghentikan langkahnya. "Ada apa Naruto-senpai?" tanya gadis loli yang baru pertama kalinya berbicara dengan Naruto, dan siapa lagi jika bukan Koneko. "Tidak, tidak ada apa-apa" balas Naruto karena sudah tidak merasakan hawa keberadaan tersebut lagi. Namun menghilangnya mendadak reaksi tersebut tidaklah membuat Naruto melupakannya begitu saja, melainkan malah membuatnya merasa curiga. Namun mengingat bahwa tujuan awal mereka adalah Shibusen membuat Naruto mengurunagkan niatnya untuk menyelidiki hal ini.

"Baiklah kalian lihat? Didepan kita sudah berdiri Shibusen" kata Naruto pada kelompok Gremory, "Benarkah?" tanya Akeno karena tidak melihat apa-apa selain padang pasir yang sangat luas. "Kalian akan terkejut" kata Naruto yang kemudian melanjutkan jalannya yang kemudian hilang secara mendadak hingga mendapat respon kaget dari kelompok Gremory. "Kalian akan berdiri disana seharian atau ikut aku masuk?" tanya Naruto yang kemudian mulai mengikuti Naruto. Dan saat mereka masuk mereka kaget dengan pemandangan berupa kota besar, terdapat banyak orang berlalu lalang disana dengan kesibukan masing-masing. "Ikut aku" perintah Naruto yang mengajak kelompok Gremory. Mereka akhirnya melanjutkan perjalanannya. "Baiklah disana adalah sekolah Shibusen" kata Naruto

Yang menunjuk keatas, sedangkan kelompok Gremory harus melebarkan mata melihat deretan anak tangga menuju Shibusen. "Ada berapa anak tangga disini?" tanya Issei tidak percaya "1000" jawab Naruto singkat. Namun meskipun begitu mereka masih tetap melanjutkan perjalanan menuju Shibusen, sesampainya disana Lee sudah datang menunggu Naruto datang dengan berdiri dipuncak gedung sekolahan.

"Oh Naruto akhirnya kau datang juga, kau telah membuat waktuku yang berharga ini untuk menunggumu" kata Lee dengan nadanya yang penuh semangat. "Lee sudahlah, setidaknya sekarang kita sudah berkumpul, sudah satu bulan kita tidak berjumpa" kata pri emo yang bernama Sasuke dengan nada datarnya. "Jadi mana pecundang yang kau bawa?" tanya Lee, sedangkan yang ditanya hanya melemparkan senyumnya pada kelompok Gremory. "Oh jadi mereka adalah pecundang yang harus aku hajar rupanya" kata Lee dengan mata yang menunjukkan kobaran api. "Ah Naruto-kun kau sudah datang rupanya" kata gadis cantik berambut hitam yang diikat kuda. "Oh tidak apa-apa Tsubaki-chan" balas Naruto, "Tsubaki kau tidak keberatan jika mengajak temanku berkeliling, ada hal penting yang harus kubicarakan bersama Lee dan Sasuke" lanjut Naruto. "Tentu" setelah mengatakan itu Tsubaki mengajak kelompok Gremory bersamanya untuk berkeliling.

"Ada hal penting apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?" tanya Sasuke mewakili Lee setelah kelompok Rias telah menjauh. "Kalian masih ingat dengan gadis yang menjadi calon Kishin yang kubicarakan saat itu?" tanya Naruto pada Lee dan Sasuke yang dibalas dengan anggukan kepala. "Meskipun hanya sesaat aku sempat merasakan hawa keberadaannya sebelum aku sampai Shibusen, mungkin ia akan menyerang Shibusen". "Tapi kurasa mustahil dia melakukan serangan dengan cara terbuka" kata Lee yang disetujui Sasuke. "Dengar, mungkin dia belum akan menyerang kita namun setidaknya kita harus mempersiapkan diri jika ada serangan mendadak. Bagaimana dengan Gay-sensei?" tanya Naruto. "Gay-sensei sedang memata-matai penyihir yang kemungkinan berkonspirasi dengan Akatsuki, namun agak susah menemukannya karena setiap akan menemukan sumber informasi penyihir tersebut sudah hilang atau dibinasakan", ini akan menjadi masalah yang rumit, calon Kishin, penyihir, aktsuki dan lawan yang lainnya seakan akan hari-hari merepotkan tidak ada habisnya untuk Naruto. Tapi mengingat nanti malam akan ada pesta untuk mempringati berdirinya Shibusen membuat Naruto mengesampingkan pikiran negatif ini terlebih dahulu.

~TBC~

Ok akhirnya saya bisa update, mungkin mulai sekarang saya akn mulai jarang update alesannya karena saya akan magang dan akan test. Namun jika sempat saya janji akan segera update mengingat chapter 4 sudah saya kerjakan dan mencapai 1k+. Ok sekarang mari kita mulai sesi tanya jawab.

Q: Apa kekuatan Naruto? (from DarknestKing)

A: Di chapter ini sudah mulai ditampilkan kekuatan Naruto namun untuk memperjelas akan saya beri sedikit pencerahan. Serangan Naruto adalah serangan dari dalam jiwa, semacam senjutsu. Hanya saja untuk mendapatkan senjutsu Naruto harus berkonsentrasi untuk mengumpulkan energi alam. Namun kekuatan ini tidak memerlukan hal itu karena kekuatan ini sudah ada dalam jiwa manusia kurang lebih seperti cakra. Salah satu jutsu Naruto yang saya tampilkan adalah Kon'i (Tekanan jiwa), jika dalam senin modo semacam teknik tamparan katak (Kawazu tataki), namun sebenarnya masih banyak lagi serangan Naruto yang belum saya tampilkan. Disini Kon'i memiliki efek serangan seperti merusak bagian dalam tubuh (Jiwa).

Q: Apa nanti pairnya NaruRias? (from Lampoberang dll)

A: Yup, benar sekali.

Q: Hubungan Isse sama Rias? (from SaikariAra Nafiel)

A: Kurang lebih sama seperti di canon, hanya saja tidak mencapai tingkat asmara.

Q: Tambahin pairnya dengan memasukkan Tokine dari Kekkaishi (From Ryoko)

A: Hm...sebenarnya tujuan awal saya hanya NaruxRias namun lambat laun saya mulai berpikir mungkin akan lebih baik jika ini menjadi Harem, tapi nanti jadinya Mainstream. Jadi saya putuskan untuk menjadikan NaruxHarem dengan catatan maksimal 4. Yah maklumlah karena ayah Naruto juga memiliki pasangan lebih dari 1 (Untuk dicerita ini begitu dan siapa aja yang menjadi istri Minato akan terbongkar seiring berjalannya cerita).Sebenarnya saya telah buat groub di FB kalian isa cari dari akun saya (Namikaze Budi Dattebayo)

Saya rasa cuman itu yang harus saya bahas. Dan untuk pair Naruto apakah ada saran?. Carakter siapa yang paling banyak muncul akan menjadi anggota harem Naruto. Ayo segera daftarkan carakter cewek favorite kalian. Baik dari anime Naruto, Dxd, ataupun dari Anime sebelah. Ok sampai jumpa chapter depan.

~Salam Anti-Mainstream~