Naruto x DxD: Live, Fight, and Love
Summary:
"Perang 3 fraksi akhirat membawa banyak kerusakan. Beratus-ratus tahun kemudian setelah perang berakhir muncul organisasi misterius yang akan memicu perang kembali namun seorang Hanyo muncul dan mencoba menghentikannya. Pertikaian, persahabatan, percintaan, serta penghianatan akan mewarnai cerita ini. /Manusia diburu oleh keabadian, aku bertanya pada diriku sendiri. Akankah namaku akan dikenang hingga berabad-abad kemudian? Akankah orang-orang masih bisa mendengar namaku setelah kematianku? Akankah mereka ingin tahu siapa aku? Akankah mereka mempelajari sejarah hidupku? Seberapa gagah berani aku bertarung, dan seperti apa kisah cintaku/"
Warning:
Mungkin akan ooc, oc, typo dan kesalahan umum lainnya
Disclaimer: Naruto and High School DxD, Kau pasti tahu siapa itu.
Rated: M
Genre: Fantasy, adventure, romance, humor, hurt/comfort, family.
NT: Jangan biasakan setelah baca langsung pergi! Setidaknya tinggalkan jejak berupa review!
AN: Alasan saya telat akan dijelaskan dibawah!
Chapter 4: Serangan dipesta Shibusen!
Jujur Rias dan kelompoknya memang belum pernah bertemu dengan seorang Shinigami, namun benarkah Shinigami seperti apa yang mereka lihat ini? Setelah Naruto pergi bersama dengan 2 temannya yang jika tidak salah ingat bernama Sasuke dan Lee, Tsubaki menemani kelompok Rias untuk pergi jalan-jalan di Shibusen. Dan sungguh tidak disangka jika disini mereka berhadapan dengan Shinigami-sama, daripada dibilang takut dan menyeramkan sepertinya lebih terkesan lucu.
"Apa kalian tidak ingin duduk dan bersantai?" tanya Shinigami-sama pada Rias dan anggotanya karena sejak tadi hanya menatap Shinigami tanpa berkedip sedikitpun. Dan entah bagaimana caranya Shinigami yang pada dasarnya menggunakan topeng bisa meminum tehnya dengan lancar tanpa harus melepas topengnya. Terlebih lagi Shinigami tidak menggunakan topeng seperti yang ada dalam legenda maupun mitos sekitar yang menggambarkan seorang Shinigami dengan topeng tengkorak yang mengerikan, memang Shinigami ini menggunakan topeng berbentuk tengkorak namun daripada dibilang mengerikan lebih pantas dibilang lucu.
"Ma...kalian tidak perlu gugup dan takut disini, aku janji tidak akan menggigit kalian" janji Shinigami-sama karena sepertinya kelompok Rias masih tegang dengan nadanya yang terkesan lucu. Sedangkan Tsubaki yang mengetahui situasi ini segera mengambil tindakan. "Summimasen Shinigami-sama, mereka baru datang jadi kupikir mereka masih lelah. Jadi alangkah baiknya jika mereka beristirahat terlebih dahulu" kata Tsubaki, "Ah hontou ni?, iyah gomengomengo...kalau begitu kalian bisa beristirahat. Dan kuharap kalian sudah menyiapkan pakaian pesta kalian" kata Shinigami dengan nadanya yang riang. Sedangkan Rias dan kelompoknya bingung, pesta? Pesta apa? Naruto tidak bilang jika akan ada pesta di Shibusen. Jika Rias tahu akan ada pesta di Shibusen mereka pasti sudah menyiapkannya, tapi Rias pikir mereka ke Shibusen hanya untuk liburan dan berlatih saja.
"Jaa...ayo kita pergi Rias-chan!" ajak Tsubaki, sedangkan Rias hanya mengangguk dan memikirkan tentang pesta itu. "Sebenarnya Tsubaki-chan apa yang dimaksud pesta oleh Shinigami-sama?" tanya Rias pada Tsubaki, "Ara! apa Naruto-kun tidak memberi tahu kalian?"
"Tidak" jawab Rias singkat. "Nanti malam akan ada pesta ulang tahun berdirinya Shibusen, itu sebabnya kalian diundang kemari" jawab Tsubaki dengan nada riangnya.
"Tunggu! Jadi kami kesini bukannya untuk berlatih atau semacamnya?" tanya Issei bingung.
"Aku bahkan tidak tahu jika kalian kesini karena ingin berlatih. Tapi yang jelas Naruto-kun membawa kalian kemari untuk menghadiri pesta ini"
"Lalu mengapa Naruto-san bilang kalau dia akan mengajak kami berlatih disini?" tanya Kiba, pemuda yang terkesan berwajah cantik. "Itu artinya kalian telah ditipu Naruto-kun, saranku jangan terlalu percaya perkataannya. Karena ia sangat pandai menipu seseorang, bagaimanapun juga itu adalah salah satu sifat jahil Naruto-kun yang sulit dihilangkan" sedangkan kelompok Rias hanya sweatdrop mendengar penjelasan Tsubaki tentang Naruto. 'Awas kau Naruto-kun! Aku janji akan menghukummu setelah bertemu nanti' batin Rias marah karena Naruto tidak memberi tahu apapun tentang pesta ini. Sedangkan ditempat lain, seorang pemuda berambut pirang merasa merinding. "Ah ngomong-ngomong Tsubaki-chan dimana kami akan tinggal?" tanya Akeno bingung "Ah benar juga aku akan membawa kalian kerumah Naruto-kun, karena kalian akan tinggal dirumahnya", sedangkan kelompok Rias mengangguk mengerti.
~Dirumah Naruto~
"Tadaima". "Okaerinasai!" teriak suara dari dalam rumah yang mampu memecahkan gendang telinga Naruto. "Naru-chan akhirnya kamu pulang nyaa, aku merindukanmu sudah 1 bulan kau meninggalkanku disini" kata gadis kucing tersebut sambil mengeratkan pelukannya pada Naruto. Sedangkan Naruto kesulitan bernafas karena wajahnya terbenam pada oppai besar milik gadis tersebut.
"Tadaima...Naruto-kun apa kau...APA YANG KAU LAKUKAN?" teriak Tsubaki ketika melihat Naruto sedang berpelukan dengan gadis kucing tersebut atau lebih tepatnya Narutolah yang dipeluk gadis itu. Sedangkan Koneko yang ada diluar tengah menampilkan raut wajah tidak suka pada gadis yang tengah memeluk Naruto. Bukan karena takut jika Naruto akan direbut gadis itu, tapi karena gadis itu adalah Kuroka.
"Kuroka-chan tolong lepaskanlah Naruto-kun, kau bisa membunuhnya jika begini terus" kata Tsubaki sambil berusaha memisahkan Naruto dengan Kuroka namun sedetik kemudian Kuroka melepaskan pelukannya dan menatap sosok gadis neko yang ada didepannya
"Shiro-chan bagaimana kabarmu?" tanya Kuroka dengan nada riangnya sedangkan Naruto 'Sial ini benar-benar situasi buruk' batin Naruto melihat akan ada pertengkaran adik kakak ini. "Kuroka jangan hanya berdiri saja, ambilkanlah minuman untuk mereka!" perintah Naruto
"Ha'i Goushojin-sama" teriak Kuroka dengan nada penuh semangatnya yang kemudian pergi menyiapkan jamuan untuk kelompok Rias. Sedangkan kelompok Rias sweatdrop dengan tingkah gadis neko tersebut kecuali Koneko yang memendam kebencian padanya.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan Koneko-chan, namun alangkah baiknya jika kita mengesampingkan hal itu terlebih dahulu" kata Naruto pada Koneko, "Naruto memang siapa gadis itu?" tanya Issei, "Namanya Kuroka, ia adalah kakak Koneko-chan"
"Tidak lagi" sahut Koneko menanggapi perkataan Naruto sedangkan Naruto hanya diam, ia mengerti situasi ini. Dulu Kuroka juga menceritakan mengapa ia meniggalkan adiknya.
"Baiklah minuman telah datang, minna silakan dinikmati nyaa" teriak Kuroka dengan semua orang yang ada disana. Merekapun duduk bersama namun serentak Rias langsung teringat akan sesuatu
"Naruto-kun mengapa kau tidak bilang jika akan ada pesta, aku tidak ingat jika kau pernah mengatakan akan ada pesta disini". "Aku juga tidak ingat jika kau menanyakan akan ada pesta disini" jawab Naruto santai hingga membuat perempatan didahi Rias. "Aku tidak peduli, pokoknya kau harus menemaniku belanja nantinya untuk gaun pesta" teriak Rias pada Naruto. Sedangkan Naruto hanya diam sambil menutupi telinganya bersiap menerima omelan Rias.
"Oh... mengapa kau tidak mengajak Tsubaki-chan saja. Tsubaki-chan juga bilang akan membeli beberapa pakaian untuk pesta" kata Naruto
"Ya itu benar, aku akan membantu kalian mencarikan pakaian yang cocok" kata Tsubaki antusias dengan hal ini, 'Bagus dengan ini aku bisa bersantai tanpa harus menunggu Ri-chan mencari-cari pakaian' batin Naruto sedangkan Rias sepertinya menyetujui hal ini.
"Naruto-kun bagaimana kau bisa mengenal Kuroka?" tanya Akeno penasaran. "Ceritanya panjang" jawab Naruto singkat, "Kalau begitu ringkaslah ceritanya" kata gadis pemegang durandal yang bernama Xenovia dengan nada yang memaksa. Sedangkan Naruto hanya menghela nafas
"Saat itu aku telah berhasil mengumpulkan 99 jiwa jahat dan hanya memerlukan 1 jiwa penyihir. Menurut penduduk setempat disebuah hutan terdapat seekor penyihir karena penasaran aku pergi kesana. Dan sesampainya disana aku tidak menemukan seorang penyihir melainkan Kuroka" jawab Naruto. "Lalu?" tanya Rias.
"Kami bercinta nyaa~" teriak Kuroka memotong cerita sedangkan mereka yang ada disana membelalakkan mata tidak percaya. "Hoi Kuroka jangan mengarang cerita seenaknya saja" teriak Naruto untuk menghentikan kesalah fahaman ini. "Benarkah kalian sudah bercinta?" tanya Akeno tak percaya, "Hoi tunggu itu tidak benar, yang benar saat itu kami bertarung..." "Diranjang" sahut Kuroka lagi sehingga membuat perempatan bermunculan dipilipis Naruto. Hal itu kembali mengundang rasa kaget mereka yang ada disana kecuali Tsubaki yang sudah mengerti alur cerita sebenarnya. Sedangkan Kuroka hanya tersenyum kemenangan karena berhasil menjahili Naruto,
"Berhentilah memotong pembicaraan orang, Hentai-Neko" teriak Naruto pada Kuroka namun sepertinya ia tidak terlalu peduli. "Arigatou" kata Kuroka sambil tersenyum,
"Itu bukan pujian Baka" teriak Naruto lagi melihat tingkah Kuroka, sedangkan Kuroka hanya bisa cengengesan. "Saat itu aku tidak tahu siapa Kuroka, tapi karena melihat Kuroka menunjukkan perlawanan jadi aku melawannya dan mengira ia seorang penyihir. Namun pada akhirnya aku mengalahkannya dan berhasil mengambil jiwanya", "Tunggu dulu" potong Issei mendengar cerita Naruto. "Naruto jika kau mengambil jiwa Kuroka bukankah berarti Kuroka akan mati..."
"Tentu tidak nyaa~" potong Kuroka lagi. Serentak semua orang memandang Kuroka, "Kenapa bisa begitu?" tanya gadis mantan biara, Asia argento. "Karena jiwaku dan Naru-chan telah bersatu. Dengan kata lain kami sejiwa dan sehati sampai mati. Nyahaa~ ini artinya Naru-chan dan aku telah ditakdirkan bersatu" teriak Kuroka dengan gajenya sehingga mengundang sweatdrop semua orang. Sedangkan Rias yang melihat hal ini menjadi cemburu karena Kuroka telah menyatu dengan Naruto miliknya.
"Sebenarnya jika aku mengambil jiwa yang salah senjataku akan menolak untuk mengambilnya dan akan mengembalikan jiwa tersebut kepemiliknya. Itulah sebabnya Kuroka masih hidup" jelas Naruto singkat, sehingga mereka yang ada disana ber'oh ria dan Rias yang menghela nafas lega karena ini artinya ia memiliki peluang lebih besar untuk bersama Naruto. Hari itu mereka bisa tertawa dengan lepas dan berbahagia namun tanpa mereka sadari serangan besar akan menghampiri mereka.
~Malam hari, saat pesta berlangsung~
Sekarang sekolahan Shibusen telah ramai dengan banyaknya orang disana, baik itu murid maupun guru. Mereka berdansa ditengah alunan musik malam yang sangat indah dan merdu, sangat serasi jika dipadukan dengan suasana malam ini. Sedangkan Naruto hanya berdiri de dekat jendela dan melihat keadaan langit malam, mungkin suasana terlihat tenang tapi perasaan Naruto mengatakan hal lain. "Apa kau sedang sibuk Naruto-kun?" tanya pendiri Shibusen yang tak lain adalah Shinigami sendiri, "Aku baik-baik saja Shinigami-sama hanya saja perasaanku mengatakan hal lain. Bagaimana kabar Gay-sensei? Hanya dia yang belum kutemui hari ini" kata Naruto bingung karena tidak melihat adanya Gay-sensei hari ini. "Gay-kun masih sibuk dengan misi pengintaiannya"
"Jadi Gay-sensei belum kembali?" tanya Naruto dan dijawab anggukan oleh Shinigami. "Naruto-kun kuharap kau tidak keberatan menggantikanku untuk mengatakan kata sambutan hari berdirinya Shibusen sekaligus kedatangan siswa baru" sedangkan Naruto hanya tersenyum mendegar permintaan Shinigami "Tentu Shinigami-sama". Kemudian Naruto berdiri dipanggung untuk menyampaikan pidatonya.
"Minna-san! Selamat datang di Shibusen. Kuucapkan selamat datang di Shibusen dan selamat karena kenaikan kelas kalian" sedangkan Lee yang mendengar pidato dari Naruto segera menghentikan acara makannya dan nampak memperhatikan Naruto dan semua orang.
"Baiklah selamat menikmati acara pestanya dan mari berdansa" kata Naruto kemudian pergi sedangkan yang lain sweatdrop ria mendengar pidato singkat dari Naruto. Naruto nampak memperhatikan pesta ini dengan hikmat namun sesaat kemudian seorang gadis manis menghampirinya. "Mau berdansa Naruto-kun?" tanya gadis tersebut, "Tentu Tsubaki-chan" kemudian mereka berdua berdansa ditengah alunan musik yang indah ini. Sedangkan Rias yang melihat Naruto berdansa dengan gadis lain merasa geram dan marah.
"Kau sedang marah Buchou?" "Tidak" jawab Rias singkat, sedangkan Akeno gadis yang hanya menunjukkan senyum manisnya kemudian menghampiri Naruto. "Tsubaki-chan! Buchou bilang ada urusan denganmu" kata Akeno pada Tsubaki yang sedang berdansa dengan Naruto. Sedangkan Tsubaki hanya bingung sendiri "Baiklah" kemudian Tsubaki pergi dan meninggalkan Naruto dan Akeno berdua. "Mau berdansa denganku Naruto-kun?", "Tentu Akeno-chan" kemudian Naruto kembali berdansa namun tidak dengan Tsubaki melainkan dengan Akeno. Sedangkan Rias yang melihat hal tersebut malah makin marah, Akeno kesana tidak hanya memisahkan Naruto dan Tsubaki melainkan juga merebut Narutonya. 'Awas kau Akeno!' "Kau mencariku Rias-chan?" tanya Tsubaki begitu menghampiri Naruto, sedangkan Rias yang ditanya mulai bingung. 'Siapa yang mencarainya?' tanya Rias dalam hati, namun sebuah pertanyaan muncul dalam pikirannya. "Kau tidak keberatan jika ikut denganku?" tanya Rias meminta kepastian, "Tentu!".
Setelah itu Rias dan Tsubaki pergi keluar untuk membicarakan suatu hal, setelah mereka pergi ketempat yang tepat kemudian Rias berhenti dan bertanya "Tsubaki-chan apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?", "Dengan senang hati aku akan menjawabnya"
"Apa kau menyukai Naruto-kun?" seketika senyum manis pada wajah cantiknya menghilang, "Aku memang menyukai Naruto-kun, namun bukan perasaan suka seperti yang kau maksud"
"Maksudmu?" tanya Rias tak mengerti
"Aku menyukai Naruto-kun bukan seperti seorang wanita pada pria, melainkan seorang adik kepada kakaknya" sedangkan Rias mulai mengangguk mengerti dan bernafas lega.
"Jika boleh berpendapat kurasa kalian sangat serasi. Pertama kali Naruto-kun datang kesini ia sering menceritakan tentang dirimu" sedangkan Rias yang mulai mendengar hal itu mulai merona. Namun tba-tiba Tsubaki merasakan hawa yang tidak mengenakkan mulai menyelimuti Shibusen
"Ada yang datang!" seru Tsubaki mencoba menyudahi pembicaraan ini.
~Ditempat lain~
Disebuah ruangan yang seperti laboratorium yang gelap terdapat banyak sekali anatomi dan peralatan bedah. Tidak lupa buku buku tebal yang masih berada dalam raknya yang tertata rapi. "Kupikir ini markas penyihir, namun ternyata hanya sebuah laboratorium biasa" kata seorang pria dewasa dengan badan kekar. Namun sebelum keluar ia menyadari sesuatu "Jebakan!" teriaknya
~Shibusen, saat pesta~
"Kau ingat Naruto-kun? Saat masih kecil kita sering berdansa" kata Akeno sambil mengingat masa kecil mereka, "Yah kau benar"
"Daripada saat itu, kemampuan dansamu sekarang jauh lebih baik"
"Terkejut?" tanya Naruto
"Tidak, mengingat kau sangat cepat dalam belajar. Katakan Naruto-kun, apa kau juga belajar cara bercinta?" tanya Akeno dengan vulagarnya sambil mendekatkan bibirnya kewajah Naruto sedangkan Naruto mulai gugup. Namun sebelum Naruto bisa menikmati lembutnya bibir Akeno seseorang datang dengan sangat mengganggu sambil mendobrak pintu.
"Semuanya segera keluar dari sini! Ini jebakan" teriak orang tersebut sedangkan Naruto yang mengenal orang tersebut segera menghampirinya. Begitupun dengan Akeno, Issei, Asia, Kiba, Koneko, dan juga Xenovia. "Apa yang terjadi Gay-sensei?" tanya Naruto panik melihat Gay yang sepertinya mendapat luka bakar.
"Ceritanya nanti saja, sekarang kau harus keluar" namun sebelum Naruto membalas, Gay mengambil pisaunya dan menacapkannya ke tanah. Kemudian muncul retakan yang menjatuhkan Naruto dan kelompok Rias. Sedangkan Gay terjatuh, seketika Lee dan Sasuke langsung menghampiri Gay
"Gay-sensei apa yang terjadi" tanya Lee
"Serangan! Cepatlah keluar" perintahnya namun sebelum mereka keluar mereka sudah terkunci didalam sana. "Kekkai" ucap Sasuke lirih sambil mendecih tak suka
"Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Ada apa ini?"
"Kenapa ini?" sontak semua yang ada disana panik. "Dimana Naruto sekarang?" tanya Sasuke pada semua orang "A-ku sudah mengeluarkhan mereka...kau tenang saja" jawab Gay sambil terengah engah. "Apa yang sebenarnya terjadi disini?" tanya Sasuke pada Gay
"Mereka menyerang Shibusen" jawab Gay
"Akatsukikah?" tanya Lee
"Bukan ini musuh yang lain, mereka ingin membangkitkan Kishin yang ada di Shibusen"
Sedangkan Lee dan Sasuke membelalakkan matanya mendengar hal ini.
~Di tempat Naruto dkk terjatuh~
~Bruuk~ ~Bruuk~ ~Bruuk~ ~Bruuk~
Bunyi dari Naruto dkk yang terjatuh, "Dimana kita?" tanya Xenovia bingung dengan tempat ini. "Semuanya berkumpul!" perintah Naruto pada mereka yang ada disana, dan setelah berkumpul.
"Dengar! Di bawah Shibusen telah tertidur Kishin pertama didunia" jelas Naruto hingga membuat semua orang terkaget,
"Para penyihir mengurung Shinigami-sama dan yang lain agar tidak ada yang mengganggu rencana mereka untuk membangkitkan Kishin" kemudian Naruto menghela nafas dan bersiap pergi.
"Ini akan menjadi misi yang berbahaya. Aku tidak dapat menjamin nasib kalian, jadi masih belum terlambat untuk mundur" namun saat melirikkan kepalanya kebelakang bukanlah raut wajah ketakutan yang Naruto lihat melainkan keberanian dari mereka. "Aku sudah siap bertarung!" kata Issei dengan mantap sambil menampakkan Boosted gear miliknya, begitupun dengan Kiba yang mengeluarkan pedang dan Xenovia dengan Durandal miliknya. Sedangkan Naruto hanya tersenyum melihat keberanian mereka,
"Ini mungkin akan menjadi misi hidup mati. Pastikan kalian tidak melepas senjata kalian meski hanya sesaat" kata Naruto namun sebelum mereka pergi Naruto menegok kebelakang yang diikuti yang lainnya. "Baguslah kalian datang, aku sempat khawatir bertarung tanpa rekan" kata Naruto yang diarahkan pada Tsubaki. "Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Rias bingung karena Tsubaki mengajaknya kemari dan mendapati budak-budaknya bersama Naruto disini. "Kishin akan dibangkitkan!" jawab Naruto singkat kemudian mereka yang dipimpin Naruto berlari kesebuah lorong yang gelap dan dari sini mereka bisa merasakan hawa yang tidak mengenakkan dan merinding.
"Naruto-san mengapa mereka ingin membangkitkan Kishin? Dan mengapa ada Kishin disini?" tanya Kiba, "Shinigami-sama memburu penyihir dan para penyihir ingin membalas dendam dengan membangkitkan Kishin, Kishin pertama hampir saja menguasai dunia jika tidak dihentikan Shinigami-sama. Setelah mengalahkan Kishin Shinigami-sama menyegelnya di Death City tempat Shibusen, dan untuk menekan segel itu Shinigami-sama menggunakan jiwanya dengan kata lain Shinigami-sama telah menyatu dengan kota ini" "Menyatu apa maksudnya?" tanya Xenovia bingung. "Itu artinya segala aktivitas di Death city dapat di ketahui Shinigami-sama, namun karena telah menyatu dengan Death city Shinigami-sama tidak bisa pergi kemana-mana. Itulah mengapa aku yang datang di pertemuan 3 fraksi dan bukan Shinigamu-sama sendiri" namun tiba-tiba langkah mereka terhenti saat mendapat sebuah serangan
"Tidak kusangka ada beberapa tikus yang berhasil kabur. Namun tidak apa aku akan menghabisinya disini" kata seorang penyihir dengan tudung kepala, sedangkan Naruto hanya diam memikirkan rencananya. "Garis depan pasti dijaga orang kuat yang tidak mudah dikalahkan meski dikroyok untuk menghentikan pengejar serta dapat menyerang disaat yang bersamaan, jadi serahkan bagian ini padaku. Kalian larilah!" perintah Naruto, dengan diberi anggukan yang lain. "Tunggu Asia!" intrupsi Naruto sambil mencegah Asia "Ada apa Naruto-san?" tanya Asia dengan bingung "Disana terlalu berbahaya untukmu, tetaplah disini" sedangkan Asia mengangguk karena ia yakin Naruto akan melindunginya disini, terlebih lagi ia tidak bisa bertarung jadi lebih baik ia tetap disini dan tidak mengganggu. "Tsubaki! Yotto mode" perintah Naruto pada Tsubaki dan seketika tubuh Tsubaki bercahaya dan berubah menjadi pedang berwara hitam legam. "Lawan kalian akan berbeda dengan yang biasanya berhati-hatilah" setelah mendengar Nasihat dari Naruto kelompok Rias kecuali Asia segera pergi dari sana.
"Dasar bodoh! Mengatur strategi didepan musuh, semuanya jadi terdengar"
"Siapa peduli? Lagipula kau juga akan berakhir disini" balas Naruto
"Kau pikir aku akan membiarkanmu pergi dari sini? Nake snake cobra cobra Nake snake cobra cobra" penyihir tersebut mulai melafalkan mantra sihirnya dan secara perlahan sebuah benda aneh seperti ular dengan kepala anak panah (Vektor) mulai bergerak meliuk-liuk mengelilinginya.
"Dengar kalian tidak perlu gegabah kerena pasti akan ada kesempatan untuk kalian jadi tetaplah tenang. Kiba, Xenovia kalian adalah yang tercepat disini segera pergi kedepan dan cegah orang yang mencoba membangkitkan Kishin. Issei, Koneko kalian akan bekerjasama unutk membuka jalan bagi Kiba dan Xenovia. Rias, Akeno tetaplah bekerjasama dan lindungi budak kalian" kata Naruto menasihati kelompok Rias yang terlihat sangat tegang sekaligus mengatur strateginya.
"Vektor Arrow!" seketika puluhan anak vektor tersebut mulai menyerang Naruto dan teman temannya. "Tidak ada gunanya menghemat tenaga disaat seperti ini, Draig" [Bost] [Bost] [Bost] [Bost] [Bost] "Dragon Shot" teriak Issei sambil menembakkan serangannya kemudian lari hingga berhasil menembus serangan dari penyihir tersebut. "Kutunggu kalian didepan" teriak Issei, "Tunggulah aku Issei-kun" teriak Kiba dan Xenovia disaat yang bersamaan dan berlari sekuat tenaga. Sebagai seorang Knight kecepatan adalah keunggulan dari Kiba dan Xenovia sehingga mereka bisa melewati serangan ini dengan mudah. "Aku tidak akan kalah dengan serangan seperti ini" gadis berubuh loli tersebut kemudian melompat keatas dan memukul kepala penyihir tersebut "Itu hadiah perpisahan dariku". Akhirnya Koneko berhasil lolos bersama Akeno namun sebelum Rias lolos.
"Takkan kubiarkan kau pergi" sosok wanita dengan pedang hitam menyerang Rias sambil mengyunkan pedangnya
~Triingg~
Bunyi benturan pedang merah milik Rias dengan pedang hitam wanita itu, sedangkan Naruto terkejut melihat siapa yang menyerang Rias. Bunyi gigi yang bergemelutuk tanda kemarahan terdengar dari rahang-rahang Naruto. "Tidak kusangka kau juga ada disini" kata gadis itu.
"Siapa dia Naruto-kun" tanya Tsubaki yang ada dalam bentuk pedang.
"Dia orang yang kuceritakan, orang yang mendekati terbentuknya Kishin" sedangkan Rias mulai mundur dan berdiri disamping kanan Naruto, "Jadi apa rencanamu?" tanya Rias sedangkan Naruto mulai berfikir. Penyihir bukanlah lawan yang mudah bagi Rias yang belum pernah melawannya, sedangkan gadis Kishin itu terlalu kuat untuk Rias, akhirnya Naruto menyimpulkan satu hal. "Kita serang mereka bersama" kemudian Naruto mulai menyerang penyihir itu
"Kon'i" seketika penyihir tersebut terpental beberapa meter, "Urusan kita belum selesai" Naruto melirkkan matanya kearah gadis Kishin yang akan menebasnya dari belakang
~Tringg~
Namun lagi-lagi serangannya dapat ditahan oleh Rias, "Akulah lawanmu!". "Rias berhati-hatilah dengannya, dia sangat keras jadi kurasa Power of Destruction milikmu akan berpengaruh padanya" sedangkan Rias hanya mengangguk, "Jadi bocah tampan kau ingin menari bersamaku?" tanya penyihir tersebut pada Naruto, sedangkan Naruto hanya tersenyum menanggapinya
"Sayang sekali, kurasa kau tidak bisa menari dengan kaki seperti itu" kata Naruto sambil menunjuk kearah kaki penyihir tersebut yang terjahit dan menyatu dengan lantai.
"Kurang ajar sejak kapan kau..." penyihir itu baru menyadari kalau serangan Naruto sebelumnya telah memberinya dampak seperti ini, "Tidak kusangka pengguna bisa melakukan serangan seperti ini"
"Senjata tidak hanya berguna sebagai alat, namun mereka juga berguna membantu pengguna dalam mengatur keakuratan serangan mereka. Terlebih lagi senjata dari manusia seperti Tsubaki" jelas Naruto dan dengan segera Naruto melesat kearah penyihir tersebut. " Aku akan segera mengakhiri ini. Kon'i" teriak Naruto melancarkan serangannya hingga lawannya terpental dan menghantam tembok. "Hogo" sambung Naruto
"Aaarrrgghh! Kurang ajar akan kubunuh kau!" teriak penyihir tersebut ketika tubuhnya terjahit dengan tembok, "Vektor Plate" seketika didepan penyihir tersebut muncul sebuah tanda anak panah yang mengarah pada Naruto hingga membuat Naruto terpental. 'Apa yang terjadi?' tanya Naruto dalam hati. "Vektor Plate memiliki kemampuan mengarahkan segala hal yang berada diatasnya kearah lain sesuai tandanya" jelas penyihir tersebut yang kemudian membebaskan diri dari jahitannya. "Bahkan jurus ini juga berlaku padaku" dan saat penyihir tesebut berada diatas tanda anak panah ia mengarah pada Naruto "Vektor Plate" 3 vektor mengelilingi Naruto hingga bingung tak dapat menghindari serangan penyihir itu 'Sial!' batin Naruto kemudian terpental ketika mendapat sepak terjang dari belakang oleh penyihir tesebut.
"Sejujurnya aku takut jika dalam pertarungan jarak dekat denganmu"
"Bukankah kau lebih ahli dalam hal itu?" tanya Naruto yang hanya dibalas seringaian dari penyihir ular itu, "Vektor Plate", 'Sial serangan ini lagi!' umpat Naruto dalam hati ketika mendapatkan serangan seperti ini, "Kemarilah sayang!" kata sang penyihir memberikan sambutan pada Naruto dengan ular yang meliuk-liuk "Hogo" kemudian Naruto menjahit dirinya agar tidak mengarah pada penyihir.
"Oh begitu rupanya, kau menjahit dirimu agar tidak kemari. Kalau begitu biar aku yang kesana" ular yang mulanya mengelilingi penyihir berubah dan berarah menyerang Naruto. "Boshi" kata Naruto kemudian jahitannya lepas, "Timing yang bagus, menggunakan Hogo untuk menghindari serangan dan Boshi untuk balik menyerang dengan Vektor plate" kata Tsubaki dalam bentuk pedang hitam pada tangan kanan Naruto, "Matilah kau!" teriak Naruto dan mengarahkan pedangnya bersiap menebas penyihir, "Vektor Strom" sekitar 10 ular bergerak layaknya angin topan dan melindungi penyihir dari serangan Naruto hingga membuatnya terpental.
"Kau lawan yang tangguh, siapa namamu?" tanya Naruto. "Medusa, penyihir ular", "Kau berkata bahwa kau takut dalam pertarungan jarak dekat namun nampaknya kau sangat ahli Medusa" Sedangkan dilain pihak Rias sdang bertarung dengan gadis pemegang pedang Ragnarok 'Seperti yang dikatakan Naruto-kun, dia sangat keras dan tidak bisa dihancurkan' batin Rias, 'Tapi bagaimanapun juga...aku harus mengalahkannya!' kata Naruto dan Rias dalam hati dalam waktu yang bersamaan.
"Tsubaki mari kita akhiri ini dengan cepat" "Ha'i" balas Tsubaki. Kemudian Naruto meletakkan pedangnya didepan wajahnya "Tamashi no Kyoume" dalam waktu sekejab kekuatan dalam ukuran besar meledak ledak dari dalam tubuh Naruto, "Tsubaki Bom Mode" "Ha'i" kemudian pedang yang dipegang Naruto berubah menjkadi bom dan dilemparkannya kebawah sehingga menimbukan asap yang cukup tebal. "Mau main petak umpet ya?" tanya Medusa karena asap tebal yang mengganggu pandangannya. Dilain pihak Asia yang tidak tahu cara bertarung bingung harus berbuat apa, ia ingin membantu namun tidak bisa bertarung 'Apa yang harus kulakukan?' tanya Asia dalam hati karena bingung.
"Gotcha! Aku menemukanmu!" kata Medusa yang merasakan keberadaan Naruto
~Jleep~
"Tepat sasaran!" sambung Medusa ketika melihat Naruto tertusuk didadanya saat akan menyerang dari belakangnya, "Sangat disayangkan anak setampan dirimu harus mati di tempat seperti ini" kata Medusa sambil menghampiri Naruto namun setelah dalam jarak cukup dekat tubuh Naruto menghilang 'Jebakan!' batin Medusa yang kemudian waspada dan melihat sekelilingnya 'Dimana kau? Belakang? Kanan? Kiri?' namun tanpa disadarinya Naruto telah datang dari atas dan menendang Medusa dengan tumitnya hingga membuat Medusa binggung. "Ninsho Kon'i Soso" teriak Naruto kemudian menempelkan kedua telapak tangannya kearah perut Medusa. "Tamatlah riwayatmu" teriak Naruto kemudian melesat kearah Medusa dan siap mengarahkan pedangnya untuk membunuh Medusa namun semuanya berhenti ketika beberapa Vektor Medusa siap memenggal kepalanya.
"Kenapa tak kau lanjutkan?" tanya Medusa lalu menggerakkan vektornya namun tidak mampu, ketika ia melihat kearah tubuhnya, tubuhnya sudah penuh dengan jahitan. "Bajingan kau!" teriaknya kearah Naruto karena baru menyadari tubuhnya tejahit karena serangan Naruto sebelumnya namun kemudian tersenyum kemenangan. "Meski kelihatannys aku yang terkunci tapi kenyataannya kaulah yang siap mati, dengan menjahit tubuhku kau tidak akan mampu bergerak karena berusaha mempertahankan konsentrasimu. Dan saat konsentrasimu buyar Vektorku akan memenggal kepalamu" "Tidak juga! Kaulah yang akan berakhir disini Medusa" intrupsi suara dari belakang Medusa dan suara ini adalah suara Naruto, namun jika Naruto ada dibelakangnya lalu siapa yang didepannya. Namun belum sempat hal itu ditanyakan, Naruto yang ada didepan Medusa telah berubah menjadi Tsubaki. Sedangkan dibelakangnya Naruto telah mengeluarkan sabit andalannya, "Tamashi no Kyoume" dan untuk sekali lagi kekuatan dalam sekala besar meledak ledak dari dalam tubuh Naruto membuat Asia yang melihatnya takjub. "Majogari" tubuh Medusa mulai merinding, ini adalah jurus yang melegenda dikalangan penyihir. Majongari jurus yang digunakan untuk membunuh para penyihir, tanpa pikir panjang Naruto langsung melesat dan menebas tubuh Medusa menjadi 2 bagian. "Selesai!" kata Naruto datar yang kemudian tubuhnya serasa melemah, "Daijobu ka Naruto-kun?" tanya Tsubaki khawatir dengan keadaan Naruto yang tiba-tiba lemas. Namun belum sempat Naruto menjawab ia teringat sesuatu "Rias!
Dan saat ini Rias telah kehabisan tenaga menghadapi gadis pemegang Ragnarok, segala serangan tidak mempan terhadapnya. Bahkan Power of Destruction juga tidak mempan 'Bagaimana Naruto-kun menghadapi gadis ini?'. "Sudah berakhir, kau akan mati" pedang Hitamnya sudah siap menebas Rias dan Rias hanya menatap pasrah dengan keadaan ini.
~Tringg~
Belum sempat pedang tersebut mengenai Rias sebuah sabit menghalangi serangannya. "Kau lagi!" kata Haku dengan nada tidak suka karena dihalangi Naruto. "Maaf saja tapi kelihatannya hanya akulah yang bisa melawanmu" "Heh jangan sombong kau!" teriak gadis itu sambil melesat mengayunkan pedangnya kearah Naruto.
"Rias perhatikan ini baik-baik" kata Naruto pada sambil mengambil sabitnya dan tanpa menambahkan suffik chan pada nama Rias. "Ha'i"
~sriing~ ~triing~ ~tringg~
Bunyi adu senjata antara pedang dan sabit, segala serangan gadis itu berhasil dihalau Naruto. Gadis itu kembali menyerang Naruto dengan menyerangnya dari samping
~Tring~
Dan sekali lagi serangan itu dapat dihalau oleh Naruto, Narutopun segera membalik sabitnya dan menjatuhkan gadis itu "Kon'i" teriak Naruto sambil mengarahkan telapak tangannya. "Arrggh!" teriak gadis itu sambil memuntahkan darah warna hitam. 'Sekali lagi!' batin Naruto sambil bersiap melancarkan serangannya lagi namun instingnya yang terlatih mengatakan untuk menghindar. Naruto melihat sekitar dan menyadari serangan gadis itu, tetesan darah Haku gadis pemegang Ragnarok mampu menjadi senjata. Sedangkan Haku tersenyum kemenangan "Bloody needle!" teriaknya
~Jraassh~ ~Jraassh~
Beberapa serangan Haku berhasil mengenai tubuh Naruto, "Naruto-kun!" teriak Rias saat melihat Naruto terluka. "Bahkan satu tetes darahpun dapat menjadi senjata baginya" koment Tsubaki yang sekarang ada disamping Rias. "Aku harus membantunya!" sahut Rias yang akan berdiri menolong Naruto. "Tunggu!" sela Tsubaki "Akan sulit bagi Naruto-kun untuk melindungi sekaligus bertarung, jika kau kesana kau hanya akan membebaninya" kata Tsubaki mencoba menasihati. "Itu benar Buchou, terlebih lagi lukamu juga belum pulih" kata Asia sambil menyembuhkan luka Rias sedangkan Rias hanya menatap Naruto pasrah. Ia memang tidak berguna ia hanyalah seorang tuan putri yang manja, kali ini yang bisa ia lakukan adalah berharap Naruto bisa selamat.
~Ditempat Issei dan yang lainnya~
Seperti yang direncanakan Naruto, Kiba dan Xenovia akan berada dibarisan dipaling depan dan menghalangi lawan yang akan mencoba membangkitkan Kishin, sedangkan Koneko dan Issei akan membukakan jalan bagi mereka. Namun pada kenyataannya, Issei dan Koneko malah tertinggal jauh dibelakang bersama Akeno. "Tunggu!" teriak Kiba mencoba mempringati Xenovia namun belum sempat Xenovia bertanya tiba tiba muncul cahaya yang menyilaukan dari arah depan. "Serangan!" dan kali ini bukan Kiba yang berteriak melainkan Xenovia. Sebuah gelombang berwarna hijau melesat menerjang Kiba dan Xenovia mencoba untuk menggilas mereka sampai habis.
~Blaaarrrr~
Bunyi ledakan dari efek serangan tersebut, namun beruntung Kiba dan Xenovia selamat. "Jadi masih ada tikus-tikus bandel yang masih memaksa untuk masuk rupanya. Tidak apa aku akan memakan mereka semua disini" sebuah suara dari arah depan menggema pada lorong dimalam itu, yang jika didengarkan dengan baik itu merupakan suara laki-laki
~Tap~
Sekarang nampaklah wujud sebenarnya dari laki-laki itu, sosok yang berbadan besar dan kekar. "Kalian ingin bermain?" tanya pria berbadan Kekar
~TBC~
Hallo minna-san! Adakah yang merindukan Author ini?, maaf kemarin gk saya update karena saya pikir minna akan sibuk dengan UN. Jadi saya tingal dulu deh main main diwarenet, sebenarnya sih saat itu saya berniat untuk mengupdatenya hari jum'at kemarin namun sayangnya datanya masih tertinggal dirumah jadi gk bisa update dulu. Terlebih lagi saya harus mengurus rapat osis untuk acara Isra Mi'raj di sekolahan saya, maklumlah karena saya Ketua Pengurus Osis. Dan lebih parahnya lagi hari Isra Mi'raj bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Sekolahan saya, harus dobel-dobel deh kerjanya. Sedangkan anggota yang lain juga pada males ngurusin kegiatan tersebut.
Ok lupakan dengan curhat saya tadi, Bagaimana dengan UNnya, mudahkah? Sulitkah? Enjoy aja dulu saya juga pernah UN. Ok begini karena sebentar lagi tes dan kemungkinan besar saya akan hiatus dari FFn untuk sementara waktu (Mungkin 3-4 bulan karena kegiatan magang) jadi saya ingin bekerja sama dengan Readers sekalian. Karena itulah chapter ini saya buat cukup panjang (meski tak sepanjang fict lainnya) dari pada biasanya chapter kali ini mencapai 5k+. Ohya tentang gambar karakter dalam cerita inii sudah saya pubkis di FB saya, bagi yang berkenan silakan mampir, tapi maaf gambarnya gk terlalu bagus karena saya sendiri yang mengeditnya. jadi mungkin gk terlalu sempurna karena saya gk terlalu profesional dalam editing gambar.
Siapa yang mau membantu saya mengembangkan cerita ini? Akan saya tunggu Inbox kalian di FB saya (Namikaze Budi Dattebayo, foto profilnya 'Chibi Madara') atau PM. Dan saya juga bingung karena muncul banyak sekali karakter dari DxD, sebenarnya saya dah mulai membuat fict ini saat kelas 3 SMP dan saat itu tidak terlalu banyak sekali tokoh di DxD. Jadi mungkin saya akan merombak banyak sekali alur dari cerita ini. Dan jika ada yang ingin menanyakan mengapa tidak saya up saat kelas 3 aja karena, 1 saat itu saya belum punya komputer atau laptop, 2 karena keblokir Nawala. Dan saya gk tahu cara ngatasinnya saat saya baca di internet ada banyak cara, seperti ganti DNS, ganti Provider dll. Tapi itukan komputer warnet bukan komputer saya, jadi saya tunda dulu deh sampai sekarang gk diblokir Nawala. Dan untuk urusan pair sepertinya banyak yang mendukung jika harem. Ok ini perolehan angka sementara karena voting harem akan saya tutub di chap 5/6.
Akeno (From DxD):3
Rossweise (From DxD):2
Kuroka From (DxD):2
Ophis (From DxD):1
Momo hanakai (From DxD):1
koneko (From DxD): 1
Tsunade (From Naruto):2
Mei (From Naruto):1
Hinata (From Naruto):1
Samui (From Naruto):1
Koyuki (From Naruto): 1
Mikoto (From Naruto):1
Esdeath (From Akame ga Kill):1
Untuk Rias sengaja gk saya hitung karena itu sudah permanen, dan teman saya nyaraninya jika harem setidaknya ada salah satu yang mati. T_T sedih sekali jika Naruto harus kehilangan salah satu haremnya, apa kalian setuju? Saya tunggu inboxnya ya, minna-san! Ok sekarang balasan reviw
Q: Next dulu baru hiatus, dan adegan fightnya diperpanjang!
A: Gimana kalau kamu bantu saya ngetik?
Q: Siapa Tsubaki yang bersama Naruto?
A: Ia salah satu oc disini. Ia juga partner Naruto saat di Shibusen
Ok terima kasih banyak untuk para reviewer:
rini. susanti. 5473894, riki. Ryugasaki. 94, Arashi no Magatama, deidara Namikaze, uzumaki'squarepants, El Namikaze Yagami Fazza, radenmasbhockaenkz. randy, The KidSNo OppAi, Ae Hatake, samsul. hutamara, Sarutobi RianMaru, alviecz. alviecz, reyfanrifqi, Seikari Ara Nafiel, dianrusdianto39, Deva Gremory, Ryoko, The Black Water, chairul. anas. 52, rial237, Azriel-sama, xxXX095XXxx, Gin kazami, Lompoberang, DarknesstKing, La vrchiasignora, diery. snap, fery. icigokurosaki, Guest, namikaze. reno, Lucifer, LuciferYamaiMizore17, kiroi kitsune. 197, anbunaru, Not-Guest, Neko-chan.
Maaf jika ada yang belum ketulis atau salah ketik atau semacamnya, silakan masukkan kritik dan saran kalian dikolom review. Sampai jumpa dichap depan
~Salam Anti-Mainstream~
