Naruto x DxD: Live, Fight, and Love
Summary:
"Perang 3 fraksi akhirat membawa banyak kerusakan. Beratus-ratus tahun kemudian setelah perang berakhir muncul organisasi misterius yang akan memicu perang kembali namun seorang Hanyo muncul dan mencoba menghentikannya. Pertikaian, persahabatan, percintaan, serta penghianatan akan mewarnai cerita ini. /Manusia diburu oleh keabadian, aku bertanya pada diriku sendiri. Akankah namaku akan dikenang hingga berabad-abad kemudian? Akankah orang-orang masih bisa mendengar namaku setelah kematianku? Akankah mereka ingin tahu siapa aku? Akankah mereka mempelajari sejarah hidupku? Seberapa gagah berani aku bertarung, dan seperti apa kisah cintaku/"
Warning:
Mungkin akan ooc, oc, typo dan kesalahan umum lainnya
Disclaimer: Naruto and High School DxD, Kau pasti tahu siapa itu.
Rated: M
Genre: Fantasy, adventure, romance, humor, hurt/comfort, family.
NT: Jangan biasakan setelah baca langsung pergi! Setidaknya tinggalkan jejak berupa review
Chapter 5: Serangan di pesta Shibusen, Part 2
~Tap~
Sekarang nampaklah wujud sebenarnya dari laki-laki itu, sosok yang berbadan besar dan kekar. "Kalian ingin bermain?" tanya pria berbadan Kekar, namun hanya memiliki mata kanan. Sedangkan Kiba mulai mengambil ancang-ancang untuk bertarung begitupun dengan Xenovia.
"Sangat tidak sopan jika kita bertarung tanpa mengenal siapa lawan kita, perkenalkan namaku Tobi" kata sosok berbadan kekar sambil memperkenalkan dirinya namun sepertinya Kiba maupun Xenovia tidak peduli dengan hal tersebut dan langsung menyerangnya secara bersamaan.
"Heh...anak muda jaman sekarang memang tidak tahu tata krama" kata orang berbadan kekar yang bernama Tobi tersebut. "Baiklah akan kuajari kalian tata krama dalam pertarungan" tambahnya kemudian melompat untuk menghindari serangan Kiba dan Xenovia. Kemudian ia membuka mulutnya untuk melepas serangannya berupa bola cahaya kearah Kiba dan Xenovia namun Kiba dan Xenovia segera menghindari serangan tersebut.
'Dia membatalkan serangannya' batin Kiba saat melihat Tobi menarik kembali serangannya. Dan lagi lagi Xenovia mengarahkan serangannya namun Tobi hanya menghindarinya. Kiba terus memperhatikan pertarungan tersebut, dan sedari tadi Tobi hanya menghindarinya tanpa berkeinginan melawan
'Ia sengaja tidak melawan untuk menhemat tenaganya dan mengulur waktu kami' batin Kiba sambil menganalisis kejadian ini. 'Ia sengaja mengulur waktu itu artinya didepan sana masih ada orang yang berniat membangkitkan Kishin'. Kibapun hendak pergi meninggalkan Xenovia
'Issei-kun pasti sebentar lagi akan datang bersama yang lainnya, aku hanya perlu melanjutkan perjalanan ini dan membiarkan Xenovia menanganinya' namun saat Kiba tengah memikirkan rencananya untuk melanjutkan perjalanannya serangan dari Tobi hendak mengenainya.
"Kiba awas!" teriak Xenovia membuyarkan lamunan Kiba, 'Sial!' umpatnya dalam hati dan segera menghindar. Terlihat cahaya hijau melesat menyusuri lorong yang gelap tersebut hingga meneranginya untuk beberapa saat. Kiba terus memperhatikan serangan Tobi hingga akhirnya ia kembali melihat Tobi kembali.
"Kenapa bocah? Kau takut?" tanya Tobi sambil melihat Kiba kemudian melirikkan matanya kearah Xenovia yang sedang kelelahan. 'Bocah pirang itu terkesan pintar, ia sengaja menganalisis pertarunganku dengan gadis berambut biru tersebuat' Tobi terus memperhatikan Kiba sambil menganalisisnya yang kemudian melirik ke arah Xenovia. 'Gadis itu kuat, namun ia ceroboh dan tidak terlalu banyak berfikir. Ia hanya memikirkan serangan terhadap lawannya tanpa memikirkan lingkungan sekitarnya. Ia akan mudah dijatuhkan daripada si pirang itu' dan sekali lagi Tobi melihat kearah Kiba. 'Namun ini bukanlah tugasku, lagipula aku tidak bisa membunuh mereka berdua'
"Dargon Shoot" teriak Issei dari kejauhan dan melesatkan tembakannya kearah Tobi, namun serangan tersebut hanyalah menembuasnya. "Heh...mencoba menyerangku dari belakang. Anak muda jaman sekarang tidak tahu sopan santun" kata Tobi mencoba mengejek Issei dari belakang kemudian melompet menjauh dari budak budak Rias.
"Kiba, apa kau baik baik saja?" tanya Issei sambil melirikkan matanya kearah Kiba yang dijawab angggukan ringan darinya. Tak beberapa lama kemudian Koneko serta Akeno datang.
"Bagaimana seranganku tidak mempan padannya" kata Issei bingung melihat serangannya hanya menembus pria berbadan kekar tanpa meninggalkan luka gores sedikitpun.
"Sepertinya ia memiliki kekuatan untuk menghilang dengan cepat hingga seolah olah ia tetep pada tempatnya meski kenyataanya itu tidak, atau membuat tubuhnya menjadi sebuah hologram" kata Xenovia sambil menatap Tobi tanpa melepaskan ancang ancangnya.
"Akan kuoba untuk menghajarnya" kata gadis berambut putih dengan nada datarnya, Koneko. Namun pri tersebut berhasil menghindarinya kemudian pria tersebuat menciptakan bola hijau dimulutnya yang siap ditembakkan kearah Koneko namun Akeno terlebih dahulu mengarahkan sihir petirnya kearah Tobi, dan lagi lagi serangan tersebut hanya menembusnya.
"Kau kalah jumlah dalam pertarungan ini" ata Akeno sambil melihat berbadan kekar tersebut. Sedangkan pria tersebut hanya melirikkan matanya kearah musuh musuhnya kemudian tersenyum.
"Begitu ya? Aku kalah jumlah, jadi kalian ingin mengroyokku heh?. Anak jaman sekarang memang tidak punya tata krama"
"Sepertinya ia memiliki kekuatan untuk menghilang dengan cepat hingga seolah olah ia tetep pada tempatnya meski kenyataanya itu tidak, atau membuat tubuhnya menjadi sebuah hologram" Kiba mengingat kembali perkataan Xenovia beberapa saat yang lalu dan menyimpulkan satu hal. "Kita tidak perlu melawannya" sedangkan Issei, Koneko, Akeno dan Xenovia hanya melihat Kiba bingung apa maksudnya tidak perlu melawannya.
"Dia hanya tampilan hologram saja, dengan kata lain ini itu hanya tubuh virtual saja. Ia tidak nyata, itulah sebabnya serangan kita tidak bisa mengenainya dan hanya menembusnya" Issei, Koneko, Akeno dan Xenovia yang mendengar hal tersebut hanya menganggukkan kepala dan segera pergi. Namun Tobi segera membuat bola padat warna hijau dan mengarahkannya kepada mereka. Namun sepertinya Kiba dan yang lainnya nampak tak peduli dan tetap melanjutkan perjalanannya. Dan seperti halnya tubuh Tobi tadi dimana serangan Issei menembusnya, serangan Tobi kali ini hanya menembus tubuh Kiba dan yang lainnya.
'Heh jadi aku sudah ketahuan ya' batin Tobi kemudian tubuhnya, atau lebih tepatnya tubuh virtualnya menghilang jadi partikel warna hijau.
"Kiba! Bagaimana kau tahu bahwa orang itu tadi hanya virtual?" tanya Issei sambil berlari disamping Kiba, yang direspon anggukan yang lainnya.
"Awalnya aku tidak tahu, tapi melihat sedari tadi ia hanya menghindar dan serangan kita yang hanya menembusnya aku menyimpulkan bahwa ia hanya sebuah hologram"
"Lalu menurutmu dimana tubuh aslinya?" tanya Xenovia
"Mungkin tubuh aslinya berada didepan sana menunggu kita" mendengar jawaban Kiba mereka mulai menyiapkan semua kemungkinan yang akan terjadi.
[Ditempat Naruto]
"Aku tahu kau kuat, tapi aku juga bisa melihat bahwa kau sudah mulai melemah" kata gadis berkulit putih cantik sambil memegang pedang berwarna hitam legamnya, Haku. Sedangkan Naruto hanya ngos ngosan, mencoba menghirup oksigen sebanyak mungkin. Sungguh sulit dipercaya, seumur hidup Naruto belum pernah menghadapi lawan yang sesulit Haku. Ia memiliki kulit yang sangat keras, dan satu tetes darahpun dapat menjadi senjata baginya. Bahkan setiap luka yang diberikan Naruto bukanlah hal yang berarti bagi Haku. Seperah apapun luka tersebut, Haku mampu membekukan pendarahan pada tubuhnya.
'Dia bukanlah wanita biasa' batin Naruto sambil memandang Haku, 'Ia memiliki jiwa gelap yang besar. Jika aku membiarkannya begitu saja dia akan menjadi kishin' Naruto bisa melihat Haku memiliki jiwa yang besar. 'Selain dia aku juga harus memikirkan yang didepan sana' batin Naruto sambil memikirkan Kiba dan yang lainnya.
"Rias apa kau sudah mampu berjalan?" tanya Naruto pada Rias tanpa mengalihkan pandanmgannya dari Haku.
"Yah aku sudah bisa bertarung, aku akan..." "Tidak!" kata Naruto memotong perkataan Rias
"Tapi..."
"Dengar Rias, kau harus memikirkan nasib teman temanmu. Meski mereka budakmu mereka sudah siap mengobankan nyawa mereka untukmu, pergilah kesana" kata Naruto pada Rias "Mereka lebih membutuhkan bantuanmu daripada aku Rias" tambah Naruto dengan nadanya yang lirih sedangkan Rias mulai berdiri dan menanggukakan kepalanya.
"Aku mengerti! Aku akan kesana dan menolong mereka, berjanjilah kau akan segera menyusul Naruto-kun" kata Rias meminta Naruto berjanji sedangkan Naruto hanya membalasnya dengan senyuman.
"Tsubaki!" panggil Naruto
"Ha'i"
"Pergilah bersama Rias, ia akan membutuhkanmu" kata Naruto
"Ha'i!" balas Tsubaki kemudian pergi bersama Rias. Namun sepertinya Haku tak membiarkan hal tersebut dan mencoba menghadang mereka.
"Takkan kubiarkan kalian lari!" teriak Haku sambil mengarakan pedangnya pada Rias dan Tsubaki. Begitupun dengan Naruto yang tak membiarkan Haku menyerang Tsubaki dan Rias.
"Akulah lawanmu. Kon'i" teriak Naruto sambil mengarahkan telapak tangan kananya kearah Haku
~Trinnggg~
Namun Haku mampu menangkisnya dengan pedang hitamnya tersebut.
"Aku sudah tahu gaya bertarungmu, percuma kau mencoba serangan seperti itu padaku" kata Haku dengan nada datarnya. Namun Naruto hanya menyeringai.
"Begitu rupanya, kalau begitu aku akan menunjukkan seranganku yang lain. Bersiaplah" teriak Naruto pada Haku kemudian memutar sabitnya. "Tamashi no Kyoume" teriak Naruto kemudian sabit Naruto berubah berlapiskan cahaya merah.
"Tamashi no kyoume? (Resonansi jiwa), jangan katakan kau akan menyerangku dengan Majongari (Teknik Pembunuh penyihir)" kata Haku dengan datarnya pada Naruto sedangkan yang ditanya hanya menyeringai.
"Majongari? Tidak, ini adalah hal yang lebih kuat dari itu" kemudian sebit Naruto yang berwarna merah berubah menjadi cahaya putih bercampur merah. "Inilah Majigari (Teknik pembunuh iblis)" teriak Naruto kemudian melesat kearah Haku. Sedangkan Asia yang sedari tadi hanya melihat pertarungan tersebut takjub dengan kekuatan Naruto. Sedangkan Haku mengangkat pedangnya kedepan wajahnya.
"Ragnarok, resonansi jeritan" kata Haku kemudian pedangny yang semula berwana hitam berubah dengan cahaya keunguan membalutnya. Kedua kekuatan kelas atas tersebut dipertarungkan oleh Naruto dan Haku.
"Hhhyyyaaaaaaaahhhhhh" teriak Naruto dan Haku disaat yang bersamaan.
~Blaaaaarrrrrrr~
Ledakan besarpun terjadi bahkan sampai membuat Asia yang melihatnya terpental. Namun ia masih selamat dari efek ledakan tersebut.
[Ditempat lain, alam bawah sadar]
Sekarang Haku tengah berdiri disebuah planet kecil yang mungkin hanya berdiameter 100 meter, ia berdiri desebuah pantai tanpa lautan dengan terik matahari yan menerpanya.
"Aku sendiri lagi" kata gadis tersebut sembil menatap sekeliling yang kosong tanpa ada seorangpun disana. Kemudian ia menatap tangannya yang mungil, karena didunia ini entah bagaimana Haku berada dalam bentuk anak kecil yang pasti kebanyakan orang akan mengatakan 'Anak yang manis' atau semacamnya. Namun seumur hidup tidak ada yang memanggil Haku seperti itu, hanya satu orang yang pernah mengatakan Haku adalah wanita yang cantik. Itu adalah pemuda berambut pirang yang bernama Naruto. Ia berharap Naruto dapat menjadi temannya namun sepertinya itu adalah hal yang mustahil. Naruto akan selalu memerangi siapapun yang berani merusak Shibusen, namun ia diperinthkan untuk merusak Shibusen. Dan didunia ini tidak ada yang mau menerima Haku selain 'Dia' yang memerintah Haku untuk merusak Shibusen.
Kemudian Haku menggerakkan kakinya untuk membuat sebuah garis melengkung yang pada akhirnya melingkarinya. "Ini adalah batasku, batas wilayahku. Tidak ada yang boleh melewati ini, tak terkecuali aku" kata gadis tersebut kemudian ia hanya duduk di dalam lingkaran tersebut sambil menggambar sesuatu di pasir. Seorang gadis yang malang sendirian tanpa ada yang menemani selain bayangannya sendiri. Namun beberapa saat kemudian Haku melihat sebuah batyanagn yang bergerak. Ia melihat siapakah pemilik bayangan tersebut, dan ternyata anak itu adalah Naruto. Namun berbeda dengan sebelumnya dimana Naruto memliki warana mata biru saphire yang indah, kali ini ia memiliki mata berwarna merah darah.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Naruto pada Haku, namun sebelum Haku menjawab Naruto, tiba tiba anak itu masuk dalam lingkaran Haku.
"Tunggu kau tidak boleh melewatinya" kata Haku pada sosok Naruto kecil.
"Melewati apa?" tanya Naruto kemudian mendekati Haku sedangkan Haku berwajah sedih karena Naruto melewati wilayah kekuasaan Haku. Itu artinya Naruto telah menaklukkan Haku.
"Seharusnya kau tidak boleh melewati lingkaran ini, ini adalah batasku dan dunia luar" kata Haku dengan sedih. Namun Naruto tak peduli itu dan menghapus garis tersebut hingga tak bersisa hingga membuat Haku membelalakkan matanya lebar lebar.
"Kenapa kau malah menghapusnya?" tanya Haku tidak percaya dengan apa yang dilakukan Naruto.
"Garis ini adalah garis yang menghalangimu dengan dunia luar. Jika kau memiliki garis ini kau tidak akan memiliki teman" jawab Naruto dengan nada riangnya dan tidak lupa sebuah senyum yang menghiasi wajahnya. Sedangkan Haku terkaget dengan hal tersebut, selama ini Haku memang tak memiliki teman karena Haku selalu menutub diri dan hanya menuruti perintah-nya saja.
"Katika kau sibuk berfikir untuk membuat batas dengan orang lain. Orang lain akan berfikir membuat ikatan denganmu, jadi janganlah membuat batas dan bertemanlah" kata Naruto kemudian mendakati Haku.
"Aku tidak mungkin memiliki teman" balas Haku dengan nada sedihnya
"Itu mungkin saja, bagaimana kalau kau berteman denganku?" tanya Naruto sambil memamerkan senyum lima jarinya. Sedangkan Haku bingung harus menjawab apa.
"Tapi aku tidak tahu cara berteman" jawab Haku lagi, sedangkan Naruto mengambul tangan kanan Haku tanpa melepas senyum diwajahnya.
"Itu mudah saja, pertama kau haru menjavbat tangankan temanmu dan memperkenalkan dirimu. Perkenalkan namaku Naruto, maukah kau jadi temanku?" tanya Naruto sambil mepraktikkan cara berteman sekaligus megajak Haku untuk berteman dengannya. Sedangkan Haku yang ditanya hanya menangis sesenggukan karena terharu, ini adalha pertama kalinya ada orang yang mengajak Haku berteman.
"Namaku..hiks...Ha-ku" jawab Haku sambil mencoba menhan tangisannya
"Baiklah Haku sekarang kita berteman" sedangkan Haku yang mendengar hal tersebut bingung harus bagaimana namun pada akhirnya ia tersenyum kearah Naruto membalas senyuman bocah tersebut.
[Didunia nyata]
Sekarang tidak ada lagi planet kecil berpasir tanpa lautan, tidak ada lagi terik yang menyegat kulit Haku yang ada hanyalah tempat dimana ia bertarung. Setelah ia ingat bahwa ia sedang bertarung dengan Naruto ia tersadar dari lamunannya dan mencoba mencari Naruto. Namun yang ia dapati adalah Naruto hanya membungkuk dengan tubuh tertusuj pedang Haku. Namun jika diingat ingat terakhir kali Naruto juga akan menyerangnya namun sepertinya Naruto membatalkan serangan tersebut. Hakupun langsung terkaget dengan situasi ini. Namun Naruto hanya tersenyum dan melihat Haku.
"Sekarang kita berteman" kata Naruto lirih dengan mulut mengeluarkan darah, Haku yang melihat hal tersebut hanya mapu berteriak histeris. Sedangkan Asia yang tidak bisa melihat karena debu yang menutupi pertarungan Naruto dan Haku hanya mampu menajamkan pendengarannya. Dan ia terlonjak kaget, namun setelah itu ia tersenyum karena itu artinya naruot berhasil mengalahkan aHaku dan membuat Haku terluka parah hinga Haku berteriak histeris. Namun saat debu yang menutupi pertarungan Naruto dan Haku menghilang alangkah kagetnya Asia dengan pemandangan didepannya. Dimana posisi Haku yang menusuk pedangnya dan Naruto yang mengeluarkan banyak darah.
"Naruuuuutooooo-saaaan!" teriak Asia
~TBC~
Ha~h akhirnya selesai juga. Cukup pegal juga harus menulis fict sebanya ini, ohya maaf jika seandainya fict kali ini kependekan karena saya juga menulis fict yang lain (Masa depan : Naruto x DxD) bagi yang bersedia silakan mampir sejenak. Ohya saat saya melihat salah satu review ada yang tak saya mengerti namun jika tebakan saya benar itu pasti karena terpotong. Baiklah saya akan memberika kalian tips agar review kalian tak terpotong.
Sebenarnya saya belum tahu apa yang menyebabkan review maupun cerita dll bisa terpotong. Meski saat kita mengeceknya sebelum di publish semuanya normal. Dan jika tebakan saya benar itu karena FFn me-non-aktifkan penulisan link, maksudnya begini. Kalian pasti tahukan alamat facebook? Nah jika kalian tulis alamat tersebut di FFn pasti akan terhapus dan hanya meyisakan .com maka untuk mengatasinya hilangkan tanda . (Titik) dan ganti simbol yang lain atau memberi spasi sebelum atau sesudah titik, contoh "www. Facebook. Com"
Nah yang jadi pertanyaan, mengapa review kita bisa terhapus meski tidak menuliskan sebuah link ataupun alamat wepsite? Jawabannya karena server FFn Membaca Review Kita Sebagai Link. Kalian perhatikan alamat url fb kalian, jika diperhatikan disana pasti tidak ada spasi bukan? Sama saya yakin review kalian terpotong ketika kalian menulis tidak memberi sepasi dan tak peduli tanda titik komanya. Contoh: "Kapan di up? Aku milih anggota harem naru Akeno{ }.{ } cepet di up ya!"
Nah perhatikan tanda { } pada contoh review diatas jika seandainya tulisan { } saya hapus maka akan terlihat "Kapan di up? Aku milih anggota harem naru .cepet di up ya!" nah terpotongkan? Ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saya selama 3 tahun lebih di FFn dan juga bantuan guru produktif Tkj saya yang saat itu menjelaskan tentang alamat link. Semoga penjelasan saya ini bermanfaat untuk kalian ~Amin~
Ok silakan tinggalkan jejak review kalian dikolom bawah, namun sebelum itu saya akan menjelaskan beberapa hal yang menyangkut pertanyaan dikolom review. "Alurnya kecepetan, yah itu karena saya ingin segera menampilkan konflik yang sesungguhnya di cerita ini. Oleh karena itu saya gk tahu sampai chap berapa fict ini berakhir, namun jika prediksi saya benar mungkin di chap 30-40an (Mungkin). Di summray ada tulisan penghianatan, apa maksudnya? Seperti yang kalian ketahui disini nanti akan ada penghianta dan konspirasi atau semacamnay. Jika kalian bertanya di bagain apa penghianatan itu? Cintakah? Aliansikah? Persahabatankah? Itu akan saya rahAsiakan. Dan mungkin ditengah cerita (Maksud saya di puncak klimaksnya) mereka yang awalnya bersahabat bisa bermusuhan, mereka yang salaing mencintai bisa saling benci. Kenapa bisa begitu? Hahaha biarlah ini menjadi misteri untuk kalian. Bukankah saya update cerita setiap seminggu sekali? Yah niatan saya begitu namun berhubung saya sibuk karena harus magang dan keperluan lainnya, hal waktu untuk pergi ke warnet dan publish ceritanya harus saya tunda dulu"
"Dan tentang para shinigami ada berapa, dan bagaimana cara membedakannya? Seperti yang saya tulis di chap 2 "Para shinigami" itu berarti ada banyak sekali shinigami. Namun beberapa dari mereka mati dan meninggalkan kekuatan berupa senjata untuk para Meister lainnya. Dan cara membedakannya? Itu bisa dilihat dari pola topeng tengkorak mereka, dan mereka tidak memiliki nama melainkan julukan. Dan hanya beberapa Shinigami saja yang memiliki julukan. Dan utnuk tingkatan Shinigami? Bisa dibilang tidak ada tingkatan untuk kalangan Shinigami seperti iblis yang memiliki raja dan segala pemerintahannya, itu semua tergantung tugas shinigami itu sendiri. Apakah mereka diperintahkan menyiksa manusia, mencabut nyawa, membantu manusia dll. Dan untuk tak membingungkan kalian. Sebenarnya Gream Reaper dan Shinigami berbeda. Apa bedanya? Gream reper berasal dari wilayah eropa (jika gk salah) dan menurut kepercayaan masyarakat hanya ada 1 gream reaper saja, dan tugasnya adalah mencabut nyawa manusia. Kalau Shinigami berasal dari jepang dan menurut masyarakat mereka memiliki jumlah layaknya malaikat (Tak bisa dihitung) dan tugas merekapun bermacam macam, seperti mencabut nyawa, menggiring nyawa orang yang sudah mati ke alam kematian, menolong arwah penasaran dll."
Ok sekarang tentang poling haremnya
Akeno (From DxD):22
Koneko (From DxD): 14
Rossweise (From DxD):4
Kuroka From (DxD):18
Ophis (From DxD):3
Momo hanakai (From DxD):1
Tsunade (From Naruto):3
Mei (From Naruto):1
Hinata (From Naruto):1
Samui (From Naruto):1
Koyuki (From Naruto): 1
Mikoto (From Naruto):1
Esdeath (From Akame ga Kill):2
Ohya kalau tak keberatan tolong review dengan akun kalian sehingga saya bisa balas review kalian lewat pm. Jika pakai guest alias non-akun sih saya gk keberatan cuman saya gk mau dikira saya review milik saya sendiri namun pakai guest alias non-akun (Author yg lain jgn perfikiran seperti itu ya apa lagi sampai melakukan hal tersebut) bahkan temen sayapun berfikiran begiru. Padahal saya hampir setiap hari selalu bersamanya, kalo internetan ia juga tahu apa yang saya buka masak masih nuduh saya yang seperti ini sih. Ok silakan tinggalkan jejak jejak kalian. Jika jarum patah, simpanlah kedalam peti. Jika lisan lukai hati, saya mohon maaf setulus hati. Saya mohon maaf jika disini ada salah kata ataupun salah ketik, sampai jumpa dichap depan. Dan terima kasih untuk kalian para reviewer (Maaf gk bisa saya tulis)
~Salam Anti-mainstream~
