Naruto x DxD: Live, Fight, and Love

Summary:

"Perang 3 fraksi akhirat membawa banyak kerusakan. Beratus-ratus tahun kemudian setelah perang berakhir muncul organisasi misterius yang akan memicu perang kembali namun seorang Hanyo muncul dan mencoba menghentikannya. Pertikaian, persahabatan, percintaan, serta penghianatan akan mewarnai cerita ini. /Manusia diburu oleh keabadian, aku bertanya pada diriku sendiri. Akankah namaku akan dikenang hingga berabad-abad kemudian? Akankah orang-orang masih bisa mendengar namaku setelah kematianku? Akankah mereka ingin tahu siapa aku? Akankah mereka mempelajari sejarah hidupku? Seberapa gagah berani aku bertarung, dan seperti apa kisah cintaku/"

Warning:

Mungkin akan ooc, oc, typo dan kesalahan umum lainnya

Disclaimer: Naruto and High School DxD, Kau pasti tahu siapa itu.

Rated: M

Genre: Fantasy, adventure, romance, humor, hurt/comfort, family.


Chapter 6: Kebangkitan Kishin

Entah mengapa secara tiba tiba jantung Kiba, Issei, Koneko, Xenovia dan Akeno berdetak begitu kencang saat ini, taat kala melihat gerbang yang penuh dengan kertas mantra penyegel.

"Apakah ini tempat Kishin disegel?" tanya Xenovia yang terlihat kesulitan meneguk air ludahnya sendiri

"Aku tidak tahu, tapi sepertinya begitu" jawab Kiba sekenanya yang kemudian melangkahkan kakinya untuk membuka gerbang tersebut

"Tunggu Kiba!" teriak Issei, "Itu bisa jadi jebakan, mengapa kita tidak tunggu Naruto dan yang lainnya?"

"Issei-kun jika kita tidak tahu apa yang telah terjadi didalam tapi jika kita terus menunggu bisa jadi Kishin telah dibangkitkan" sedangkan yang lain yang mendegar hal tersebut merasa setuju, jika terus meunggu tidak akan membuahkan hasil.

"Baiklah kalau begitu kita dobrak gerbang ini!" teriak Issei sambil menyiapkan serangannya bersama yang lain.

~Bllaaaarrrr~

Namun belum sempat mereka melakukan serangan gerbang tersebut sudah terbuka dari dalam dengan kerasnya. Menyadari akan datangnya sebuah serangan mereka mulai bersiap siap untuk semua kemungkinan dan bersiap menyerang

~Wuusshhhh~ ~Blaaaaarrrrrrr~

Namun belum sempat menyerang mereka telah diserang, sebuah gelombang udara dengan tekanan dahsyat menerpa mereka semua hingga terpental. Secara perlahan terdengar langkah kaki yang terseok seok namun tidak terlihat siapa itu karena kegelapan yang menutupi tubuhnya. Dalam hati Issei dan yang lainnya hanya berharap bahwa ini bukanlah hal yang buruk.

Sedangkan ditempat lain Rias dan Tsubaki merasa sangat khawatir dengan Naruto, Tsubaki adalah partner Naruto saat Naruto bargabung dengan Shibusen dan Tsubaki tahu tentang kekuatan Naruto. Dan baru saja Tsubaki merasakan kekuatan besar dalam diri Naruto, Majigari. Itu adalah kekuatan yang hanya bisa dikendalikan oleh Naruto dan ibunya, selama ini belum pernah ada yang bisa mengeluarkan Majigari kecuali mereka berdua.

Kekuatan yang digunakan untuk membunuh iblis, mensucikan sesuatu yang tidak suci itulah Majigari. Naruto pernah menggunakannya sekali saat melawan penyihir dan ketika Naruto menggunakan itu ia hampir saja pingsan. Dan baru saja Tsubaki merasakan aura dari teknik Majigari ia hanya bisa berdoa bahwa Naruto akan baik baik saja. Sedangkan Rias merasakan hal serupa dimana ia merasa khawatir dengan Naruto. Ia merasakan kekuatan kegelapan yang sangat besar dari wanita yang bernama Haku tersebut, kegelapan manusia yang menyerupai iblis.

[Ditempat Naruto]

Seumur hidup Haku sering mendapat masalah tapi Haku merasa bahwa ini adalah masalah terbesar dalam hidupnya. Naruto adalah teman pertama Haku dan Haku telah melukainya atau bahkan membunuhnya. Namun tiba tiba Asia langsung berlari kearah Naruto dan segera mengobatinya.

"Bertahanlah Naruto-san" teriak Asia dengan mata yang berkaca kaca, Asia memang tidak begitu tahu siapa Naruto tapi tinggal bersama Naruto selama 1 bulan telah membuatnya yakin jika Naruto adalah orang yang baik. Naruto selalu menolongnya jika ia kesusahan, baginya Naruto adalah sosok seorang kakak yang sempurna.

"Apakah dia akan..."

"Berhenti!" terriak Asia memotong Haku. Hakulah yang menyebabkan Naruto seperti ini dan Asia tidak ingin Haku melukai Naruto lagi, sedangkan Haku merasa bersalah dan tak tahu apa yang harus dilakukan.

"A-sia... " panggil Naruto dengan lirihnya membuat Asia menatap Naruto lekat lekat dengan wajah yang berlinangan air mata.

"Tenanglah... bantuan akan segera datang" dan belum lama Naruto mengatakan dengan lirih bantuan datang begitu saja. Sasuke, Lee, dan Shikamaru langsung menghampiri Naruto.

"Bagaimana keadaan Naruto-kun?" tanya Lee dengan khawatir ketika melihat luka tusukan pedang pada perut Naruto.

"Kishin!..." kata Naruto datar "...akan bangkit" Sasuke dan Lee tahu apa maksud Naruto dan mereka berdua segera pergi kearah Kishin tersegel. Namun tidak dengan Shikamaru, ia hanya menatap Haku lekat lekat

"Kau pasti gadis iblis itukan? Jangan harap kalau kau bisa..."

"Aku tidak akan melarikan diri" potong Haku sambil menatap Naruto 'Tidak untuk orang yang telah mencuri hatiku'

Sedangkan didepan atau tepatnya tempat dimana Kiba berada, terlihat gerakan dari balik kegelapan bayangan. Dan secara perlahan nampak siluet seseorang yang berjalan perlahan keluar dari gerbang tersebut.

"Apa yang terjadi?" tanya Rias dan Tsubaki secara bersamaan, sedangkan yang ditanya hanya diam tak menjawab. Mereka hanya mampu menatap siluet seseorang dari balik kegelapan, merasa tidak mendapatkan jawaban Rias dan Tsubaki mengarahkan pendangan mereka kearah pandangan yang lainnya.

"Entah berapa lama aku disegel, tapi ini serasa kemarin saja buatku" kata seseorang dibalik bayangan. Dan secara perlahan orang tersebut telah menampakkan dirinya, seorang pria dengan perawakan tubuh seukuran dengan mereka tidak tinggi tidak pendek, tubuh yang hanya dililit oleh Scraf (Perban) dengan beberapa lilitan dan berkibar akibat terpaan angin hingga membuatnya terlihat keren, bagian kepala yang juga tertutupi dan hanya menyisakan bagian hidung dan mulut untuk bernafas dan berbicara. Dan simbol 3 mata berdiri dengan pupil tamoe terlihat dengan jelas pada tubug bagian depannya.

"Siapa kalian?" tanya sosok tersebut pada Tsubaki dan Rias serta budak budaknya.

"Dia... Kishin" kaa Tsubaki dengan lirih namun masih bisa didegar oleh yang lainnya

"Tidak perlu banyak bicara! Kita serang saja dia!" teriak Issei sambil berlari kearah Kishin tersebut namun belum sempat Issei mengenai Kishin ia telah terpental terlebih dahulu.

"Tidakkah kalian diajari tata krama dalam pertarungan?" tanya Kishin kearah semua orang yang ada disana.

"Aku benci ceramah ini lagi" teriak Kiba yang melesat dan hendak menebasnya dari belakang

"Kau memang cepat..." kata Kishin yang kemudian menggerakkan jari telunjuknya kebelakang hingga membuat Kiba terpental "... tapi kurang kuat" secara tiba tiba instingnya mengatakan untuk menghindar dan sesaat Kishin melihat keatas dimana Xenovia menyerangnya dari atas. Dan secara reflek Kishin mampu menghidari dengan menggeser tubuhnya kearah kiri kemudian kembali mementalkan Xenovia seperti yang lainnya.

~Blaaarrrr~

Secara tiba tiba muncul serangan yang mengenai Kishin dengan telak hingga menimbulkan ledakan yang kemudian diselubungi oleh asap tebal.

"Berhasil" teriak Rias dan Akeno secara bersamaan namun tidak dengan Tsubaki, baginya ini terlalu cepat bagi Kishin untuk kalah.

"Apa kalian tidak apa apa?" tanya Sasuke dengan mengarahkan meriamnya kearah Kishin.

"Matilah kau!" teriak Lee dan melesat kearah Kishin sambil megarahkan Anki kesayangannya.

~Blaaaaarrr~

Kembali terdengar suara ledakan yang mementalkan semua orang yang ada disana tak terkecuali Lee dan mengilangkan kebulan asap yang menutupi Kishin.

"Ini adalah kesempatanku untuk bebas dari belenggu Shinigami" teriak Kishin yang melompat keatas menembus atap dan dinding dinding diatasnya tanpa rasa sakit, didalam hatinya yang ada hanyalah kegilaan untuk bebas.

"Dimana aku?" tanya Naruto pada dirinya sendiri dalam kegelapan ini. "Aku tidak bisa melihat apapun" namun seketika tubuh Naruto merasa merinding ketika merasakan sesuatu yang mengalir menggenang dibawah kakinya serta tercium bau anyir, dan itu terasa kental seperti darah. Seketika Naruto mengalihkan direksi pandangannya kearah belakang, dan entah apa yang harus Naruto katakan dengan apa yang dilihatnya sekarang dan entah mengapa sekarang Naruto bisa dengan jelas melihat apa yang terjadi didepannya.

Sesosok orang yang tidak dikenal sedang memakan sesuatu yang dapat Naruto identifikasi adalah manusia, terlihat dengan jelas dengan beberapa bagian tubuh yang sudah tidak utuh lagi.

"Naruto-kun" mendegar panggilan Rias seketika Naruto langsung menatapnya namun apa yang ia temukan adalah dimana Rias berjalan dengan luka disekujur tubuhnya dan menembus Naruto. Naruto hanya diam dan melihat apa yang ada didepannya, mencoba memahami apa yang terjadi.

"Naruto kau uhk!..." pakik Rias ketika perutnya ditembus oleh sosok yang dari tadi selalu memunggungi Naruto, seketika Naruto langsung berlari kearah Rias dan berusaha menolongnya namun hasilnya nihil. Namun hal yang membuat Naruto kaget adalah orang yang telah menembus perut Rias dengan tangan kosong tersebut, sosok itu adalah Naruto sendiri.

"Haaaaaaahhhhhhhh!" teriak Naruto dengan histeris membuat orang orang disekitarnya langsung panik dan berlari kearah Naruto

"Kau tidak apa apa, Naru-chan?" tanya gadis dengan rambut hitam legamnya.

"Katakanlah apa yang terjadi Naruto-kun" kata Rias dengan panik sambil meraup wajah tampan Naruto dengan kedua tangannya dengan rasa panik melanda hatinya.

"Tidak apa... aku hanya mimpi buruk" jawab Naruto sambil berusaha menormalkan detak jantung dan nafasnya yang tersenggal senggal.

"Kalian tidak boleh terlalu berisik disini" kata sosok wanita berambut merah dengan jas seorang dokter yang melekat pada tubuhnya.

"Sumimasen Karin-sensei" kata Tsubaki yang merasa bersalah sambil membungkukkan tubuhnya 90 derajat kearah bawah.

"Oh Tsubaki-chan, ternyata kau juga ada disini. Bisakah kau ajak teman temanmu keluar, aku harus memeriksa Naruto sekarang"

"Ha'i Karin-sensei" kata Tsubaki sambil memandang orang yang ada disana sebagai isyarat untuk keluar dari ruangan tersebut.

"Apa yang kau mimpikan tadi Naruto-kun?" tanya Karin setelah semua orang keluar dari ruangan rawat Naruto. Naruto harus dirawat dirumah sakit karena luka yang ia dapatkan dalam pertarungannya melawan Haku.

"Hanya mimpi buruk Karin-sensei" kata Naruto datar

"Benarkah? Mimpi seperti apa itu?" tanya Karin dengan nada mengintimidasi kearah Naruto


~TBC~

Yap, yang pertama maaf jika lama gk update, dan yang kedua maaf jika kependekan. Saya baru saja UKK dan yah saya memang masih bisa ngetik dan ide masih mengalir dan ada dalam fikiran, namun masalah utamanya yaitu saya merasa malas untuk ngetik. Dan karena masa berlibur akan berlangsung, akan saya katakan saya akan hiatus dan akan saya pastikan saat saya kembali saya akan update fict saya lebih panjang dari ukuran normal. Dan mungkin ini kecepetan tapi selamat merayakan Ibadah puasa bagi kalian yang menjalankan

NT: Maaf kali ini saya gk bisa balas review!