Naruto x DxD: Live, Fight, and Love

Summary:

"Perang 3 fraksi akhirat membawa banyak kerusakan. Beratus-ratus tahun kemudian setelah perang berakhir muncul organisasi misterius yang akan memicu perang kembali namun seorang Hanyo muncul dan mencoba menghentikannya. Pertikaian, persahabatan, percintaan, serta penghianatan akan mewarnai cerita ini. /Manusia diburu oleh keabadian, aku bertanya pada diriku sendiri. Akankah namaku akan dikenang hingga berabad-abad kemudian? Akankah orang-orang masih bisa mendengar namaku setelah kematianku? Akankah mereka ingin tahu siapa aku? Akankah mereka mempelajari sejarah hidupku? Seberapa gagah berani aku bertarung, dan seperti apa kisah cintaku/"

Warning:

Mungkin akan ooc, oc, typo dan kesalahan umum lainnya

Disclaimer: Naruto and High School DxD, Kau pasti tahu siapa itu.

Rated: M

Genre:

Fantasy, adventure, romance, humor, hurt/comfort, family.

Chapter 7 :Excalibur!

Disebuah ruangan hanya dengan cahaya remang remang seorang anak kecil sedang bermain piano sendirian. Anak itu terlihat sangat menikmati permainannya, lagu horor memenuhi ruangan remang remang ini membuat orang lain tidak betah berlama lama disini namun tidak dengan anak itu. Tak lama kemudian terdengar suara pintu berderit menandakan ada orang yang membuka pintu. Anak berambut pirang itu langsung mengalihkan perhatiannya kearah pintu dan menghentikan permainan pianonya.

"Kenapa berhenti?" tanya gadis kecil berambut merah yang baru masuk. Gadis itu hanya menatap si pirang dengan terheran heran.

"Aku suka musik yang kau mainkan. Mengapa berhenti?"

"Aku bermain sendiri dan memainkanya hanya untuk diriku sendiri" jawab bocah pirang sambil menatap piano.

"Namaku Rias. Rias Gremory dan aku penerus klan Gremory, maukah kau jadi temanku?"

"Aku bukan orang baik yang bisa dijadikan teman. Ada kegelapan didalam diriku"

"Benarkah" Rias terlihat tidak takut bahkan ia terlihat semakin penasaran dengan bocah pirang ini.

"Okaa-sama dan Otou-sama juga sering mengatakan hal itu padaku tapi mereka yakin aku bisa jadi orang baik selama aku memilih jadi orang baik"

"Jadi maukah kau jadi temanku?" Rias kembali bertanya sambil mendekatkan diri pada anak itu. Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum tipis.

"Kau orang pertama yang dekat denganku"

"Benarkah?"

"Jika kau jadi temanku mungkin suatu saat nanti aku akan menghianatimu, membunuhmu, menyiksamu hingga kau menyesal jadi temanku"

"Asalkan kau jadi temanku aku tidak akan menyesal"

Mendengar jawaban Rias membuatnya semakin menyeriangai

"Fantastis!" "Entah itu karena kau bodoh atau kau berani tapi... Kurasa kau orang pemberani, jadi tidak ada salahnya aku berteman denganmu"

"Benarkah?"

"Kau orang pertama yang melihatku bermain piano dan kau juga teman pertamaku. Kurasa tidak ada salahnya aku memberitahu nama asliku padamu"

"Apa ini artinya kau mempercayaiku?"

"Namaku adalah Naruto!" "Tepatnya Naruto..."

Disaat Rias tengah tertidur memimpikan saat ia pertama kali bertemu Naruto Akeno sedang sibuk menyiapkan semua kebutuhan Naruto sambil memakai pakaian maidnya.

"Naruto kau harus segera makan!"

"Sudahlah Akeno aku bisa makan sendiri"

"Akan lebih baik jika aku menyuapimu"

"Sudah kubilang aku bisa makan sendiri"

Mendengar keributan itu membuat Rias bangun dari tidurnya. Ia mengucek ucek kedua matanya untuk memperjelas penglihatannya yang kabur. Namun seketika semua penglihatan Rias menjadi jelas ketika melihat kejadian didepannya ini. Naruto yang menggunakan pekaian perawat yang terlihat panik dan Akeno dengan pakaian seorang maid yang berusaha menyuapi Naruto.

"Naruto katakan Aaaa..."

"Sudah kubilang aku bisa makan sendiri!"

"Akeno!" panggil Rias yang terlihat kesal.

"Jangan memaksanya jika ia tidak mau" namun Akeno terlihat tidak peduli dan terus memaksa Naruto untuk makan sedangkan Naruto terus terusan menolak dan Rias terlihat mencegah Akeno yang menyuapi Naruto. Namun perkelahian kecil ini harus berhenti ketika mereka melihat seseorang didepan pintu.

"Kenapa kalian selalu ribut di Rumah sakit?"

"Sasuke dari mana saja kau?"

"Bagaimana keadaanmu?"

"Aku baik baik saja"

"Sungguh?"

"Menurutmu bagaimana?"

Sasukepun diam memikirkan apa yang harus dikatakan selanjutnya. Sebenarnya ada hal yang harus disampaikan pada Naruto tapi jika melihat kondosi Naruto sekarang sepertinya tidak mungkin. Tapi mengingat situasi sekarang membuatnya harus bertindak cepat.

"Shinigami-sama memberikan misi istimewa untukmu"

"Apa?"

"Ada seorang anak. Mungkin berusia 7 sampai 8 tahun, ia juga sama sepertimu"

Seketika tubuh Naruto langsung membeku saat mendengar kata 'Ia juga sama sepertimu'

"Aku akan mengambil misi ini"

"Tidak perlu terburu buru. Shinigami-sama ingin kau memulihkan dirimu dulu setelah itu kau bisa pergi kesana dengan gadis Iblis itu"

"Aku?" tanya Rias sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Bukan"

"Kalau begitu aku?" kali ini Akeno yang menunjuk dirinya sendiri sambil tersenyum.

"Bukan"

"Lalu siapa?" tanya Rias dan Akeno bersamaan melihat jawaban Sasuke

"Haku"

"Haku? Benar juga! Bagaimana keadaannya sekarang?"

"Ia masih dalam proses tahanan" "Aku pergi dulu!"

Setelah pamit Sasuke hendak pergi namun Naruto mencegahnya.

"Tunggu Sasuke"

"Hn?"

"Kau melihat Issei dan Kiba? Aku tidak bisa merasakan jiwa mereka disekitar sini"

Yah itu benar, Naruto memiliki kemampuan sensor yang mengagumkan di Shibusen bahkan mungkin yang terbaik di Shibusen. Naruto tidak hanya mampu merasakan keberadaan seseorang bahkan sampai mengetahui kepribadian itu sendiri. Ada banyak hal yang diwarisi Naruto dari Ibunya namun entah dengan Ayahnya. Naruto tidak pernah mengatakan satu halpun tentang ayahnya. Dan entah kenapa secara tiba tiba Sasuke menunjukkan tampang masamnya ketika ditanyai tentang Issei dan Kiba.

"Ex-ex-ex-ex..."

"Ex-ex-ex-ex apa maksudmu? Aku tidak mengerti"

"Excalibur" Sasuke mengatakannya dengan kesusahan. Ia langsung menghirup oksigen sebanyak mungkin untuk mengisi kekosongan paru parunya. Sedangkan Naruto yang sedang meminum airnya langsung menyemburkan air tersebut seketika.

"Maksudmu Excalibur yang..."

"Benar!"

Sedangkan Rias dan Akeno yang tidak mengerti arah pembicaraan Naruto dan Akeno malah bingung sendiri. Excalibur apa yang mereka bicarakan, apakah Excalibur sang pedang suci yang legendaris.

"Huh" "Huh" Naruto dan Sasuke menghela nafas bersamaan.

"Lupakan saja mereka"

"Hn"

Setelah mengatakan hal tersebut Sasuke beranjak dari tempatnya dan meniggalkan ruang rawat Naruto.

"Disinikah tempat Excalibur terkubur?" tanya Kiba pada Issei sambil melihat sebuah gunung yang tinggi.

"Begitulah yang tertulis dibuku ini" jawab Issei sambil melihat buku setebal 5 centi dikedua tangannya. Setelah memeriksan kebenaran itu mereka berdua langsung masuk kegunung itu. Tak perlu waktu lama bagi mereka untuk sampai kepuncaknya hanya dalam beberapa menit mereka sudah sampai. Menelusuri lorong gua yang gelap dan bunyi tetesan air yang terus terusan menggema yang menjadi suara khas. Dan dibalik semua itu seekor peri kecil yang mungil muncul dihadapan Kiba dan Issei.

"Ada yang bisa kubantu?" tanya peri itu dengan ramahnya

"Ada peri disini? Tidak salah lagi ini pasti pedang Excalibur yang legendaris itu"

"Benar!"

"Ano... Peri-san bisa kau tunjukkan dimana Excalibur berada?" tanya Issei. Namun Peri itu hanya menampilkan wajah masamnya dan berbalik.

"Apa kalian ingin memegang kendali Excalibur?"

"Benar!" "Benar!"

"Percuma saja. Sudah ribuan orang kesini dan mereka gagal memegang kendali atas Excalibur ini"

"Sesulit itukah memegang Excalibur" tanya Issei tidak percaya

"Wajar sajakan. Excalibur adalah pedang suci terkuat jadi akan sulit mengendalikannya"

"Pokoknya!" Peri itu kembali menghadap Kiba dan Issei "Sebaiknya kalian kembali sebelum kalian menyesal. Sudah ribuan orang datang kesini dan berusaha memegang Excalibur tapi mereka gagal"

Sedangkan dirumah sakit Rias dan Akeno yang penasaran dengan pedang Excalibur langsung menanyakan hal ini pada Naruto.

"Naruto apa Excalibur yang kau maksud adalah Excalibur pedang suci yang legendaris itu?"

"Mungkin" jawab Naruto sekenanya sambil mengambil suapan terakhirnya. Sekarang Akeno tidak lagi memaksa untuk menyuapi Naruto.

"Bagaimana dengan pedang itu?"

Naruto meletakkan mangkuk buburnya dimeja sebelahnya. Pandangannya melihat keluar jendela melihat langit yang cerah.

"Pedang itu adalah pedang suci yang tertancap dibumi, konon pedang itulah yang menopang kehidupan dibumi sekaligus pelindung bumi. Siapapun yang mampu mengambilnya akan menjadi kesatria yang tak terkalahkan. Ia akan memiliki sayap malaikat dan mampu terbang kelangit ketujuh, menyebrangi sungai kematian, melewati surga dan neraka tanpa sebuah halangan"

"Kesatria jaman dahulu sering memujanya sebelum berperang agar mendapatkan kemenangan. Namun mereka berperang hanya untuk membunuh, seorang anak suci yang tak berdosa melihat orang tuanya dibunuh dalam perang itu. Ia menemui Excalibur untuk meminta pertolongannya"

"Lalu apa yang terjadi?" tanya Rias dan Akeno penasaran

"Excalibur bersedia membantu anak itu dan anak itu menjadi pemilik pertama Excalibur. Dengan pedang Excalibur ditangannya ia mampu mengalahkan ribuan pasukan seorang diri dan menegakkan keadilan didunia ini. Melihat hal itu para kesatria didunia menginginkan pedang Excalibur dan berencana membunuh sang pemilik namun mereka gagal"

"Banyak orang berperang hanya demi memperebutkan pedang itu. Orang yang memegangnya tidak ingin lagi adanya perebutan pedang Excalibur, oleh karena itu ia melepaskan Excalibur. Siapapun bisa menjadi pemilik pedang Excalibur asalkan mereka mampu mencabutnya dari dalam tanah namun meski berhasil mencabutnya mengendalikannyalah yang menjadi hal tersulit"

"Apakah Excalibur sulit dikendalikan?"

"Entahlah. Yang jelas setelah sang pemilik sebelumnya menancapkan pedang itu ketanah. Tidak ada lagi orang yang mampu memegang Excalibur"

Setelah berjalan cukup lama akhirnya Kiba dan Issei menemukan tempat dimana Excalibur tertidur. Pedang itu sungguh sangat indah. Pedang rambing dengan corak ornamen yang begitu rumit dan kesimetrisan yang sempurna menjadikannya layak disebut pedang suci Excalibur. Ditambah dengan cahaya keemasan yang menyelimuti pedang tersebut. Seperti aura suci namun entah mengapa Kiba maupun Issei yang notbennya Iblis tidak merasa terbakar saat mendekati Excalibur.

"Seperti inikah wujud Excalibur?" tanya Issei takjub dan tidak percaya.

"Kiba kau ahlinya tentang pedang. Apakah ini pedang Excalibur yang asli atau hanya pecahannya?"

"Entahlah. Aku belum pernah melihat Excalibur yang asli"

"Tapi melihat corak keindahannya membuatku yakin jika ini adalah Excalibur yang asli"

Karena penasaran Issei memegang gagang pedang itu untuk mencabutnya.

"Siapapun yang bisa mencabutnya akan menjadi kesatria yang tak terkalahkan bukan?"

"Begitulah yang ada dibuku"

"Aku akan mencabutnya" secara perlahan Issei menarik pedang tersebut dari dalam tanah. "Dan dengan begitu aku akan menjadi Raja Harem" kata Issei dengan tawa mesumnya sambil membayangkan jika ia menjadi raja harem.

~Sriingg~

Issei berhasil mencabut Excalibur dari dalam tanah. Sedangkan Kiba menatap Issei dengan tidak percaya. Issei, Issei temannya yang terkenal karena kemesumannya dan cita cita anehnya mampu memegang dan mencabut Excalibur. Kiba sudah melihat banyak keanehan didunia ini namun baginya ini adalah hal yang paling aneh dalam hidupnya.

"A-aku berhasil..." Issei melihat Excalibur di genggammannya. "A-aku... aku akan menjadi Raja Harem. Yah aku akan menjadi Raja Harem!" Issei berteriak sambil mengangkat Excalibur tinggi tinggi.

"Mustahil!" sedangkan Kiba hanya bisa melihat Issei dengan lemas dan tidak percaya.

"Mungkin pedang itu menancap dengan longgar sehingga kau bisa mencabutnya. Cobalah kembalikan"

"Ini adalah pertanda jika aku akan menjadi Raja Harem. Ingatlah itu baik baik" namun meski begitu Issei mengembalikan pedang itu kedalam tanah. Dan membiarkan Kiba mencoba mencabutnya.

"Pedang ini telah memilihku. Seberapa kalipun harus kucabut dari tanah pasti akan berhasil karena aku sudah ditakdirkan memegang peedang ini"

Hal itu membuat Kiba ragu ragu untuk mencabut Excalubur dari dalam tanah. Ia takut jika ini tidak berhasil dan membuatnya merasa malu atas janjinya untuk menjadi Knight terhebat sepanjang masa. Namun tidak ada alasan bagi Kiba merasa ragu.

"Aku..." "Youto Kiba" dengan yakin Kiba memegang Excalibur "Aku Knight dari Rias Gremory. Dan aku akan menjadi Knight terhebat sepanjang masa..."

"Karena itulah... karena itulah Excalibur. Bantu aku untuk mencapai tujuanku agar aku bisa melindungi majikanku, melindungi teman temanku"

"Percuma saja. Excalibur tidak bisa mendengarmu..."

"Omong kosong!" potong Kiba "Pedang bukanlah benda mati yang hanya bisa diayunkan dan memotong lawan. Mereka hidup dan berjuang bersama pemiliknya itulah alasannya mengapa Excalibur bisa memilih siapa yang layak menjadi pemiliknya"

Dan dengan sekuat tenaga Kiba mencabut pedang itu dari tanah.

~Sriinggg~

Dan sama halnya Issei. Kiba juga berhasil mencabut Excalibur dari dalam tanah

"Be-berhasil..."

"Mustahil" Issei nampak tidak percaya.

"Selamat kalian orang yang berhasil" sebuah suara asing hinggap di indra pendengaran mereka. Suara yang mereka yakini suara Excalibur.

"Setelah sekian lama kalianlah orang pertama yang berhasil. Aku tidak bisa mencegah kalian saat melihat semangat terpancar pada diri kalian" secara peralahan pedang itu melayang dan menampakkan cahaya yang cukup menyilaukan dan berubah bentuk, bentuk sesungguhnya dari Excalibur.

"Aku adalah Excalibur sang pedang suci. Perkenalkan diri kalian!"

~TBC~

Saya harap kalian tidak menunggu begitu lama. Tidak banyak yang bisa saya sampaikan, lagipula gak ada pertanyaan yang musti saya jawabkan? Yah karena memang gak ada pertanyaan.

Ok tentang harem haremnya kemarim saya sudah menemukan titik akhir dan gak bisa diganggu gugat lagi. Jadi tolong jangan minta untuk nambahin anggota harem Naruto. Yang akan jadi anggota Harem Naruto adalah. Rias, Akeno, Roseweisse, dan Kuroka. Dah cukup empat itu aja. Gak bisa nambah namun bisa kurang. Loh kenapa kurang? Seperti yang saya janjikan, satu, dua atau bahkan tiga dari anggota harem Naruto akan mati. Biar ada unsur Hurt/Comfortnya gitu, kan gak seru jika gak ada yang matikan? Masak hanya orang jahat yang mati, nanti malah gak ada rasa perjuangan dan pengorbanannya. Masak dalam perang hanya prajurit aja yang mati, sesekali tokoh tokoh penting juga ikut mati.

Oh satu hal lagi siapa yang mati akan saya rahasiakan. Untuk bocoran, Rias sudah cinta Naruto sejak kecil begitupun dengan Akeno. Sedangkan Kuroka saat mereka bertarung hingga akhirnya Naruto melindunginya. Sempat kepikiran sih mau buat Flashbacknya tapi sepertinya gak penting, gimana menurut kalian?

Dan meski dah berulang kali Author nulis jangan review Next/Lanjut dll masih aja reviewer gitu. Begini jika seandainya saya nulis FF pendek kalian pasti kecewa seperti FF 17 word saya (Meski gk saya sangka ada banyak yang review). Begitupun dengan saya jika melihat review pendek kalian saya akan kecewa. Tapi yang terpenting...

Hope you enjoy it! Review boleh gk review juga boleh! Saya gak akan marah atau protes

~Salam Anti-Mainstream~