alybee92 here ~
i bring the next chappie and hope you like it
buat yang udah riview or fav or follow, thank you so much much much
you give me a spirit !
dan aku akan berusaha semaksimal mungkin (cielah)
so !
here !
we ! go !
enjoy it !
"YA OH SEHUN! / YA KIM JONGIN!"
Para pendaftar yang mendengar itu langsung diam mematung dengan kondisi yang sudah tidak layak untuk dilihat dan para panitia menghembuskan napas lega. Sedangkan dua orang yang namanya dipanggil berusaha menutup telinga mereka yang hampir pecah. Tao yang menyadari situasi ini langsung menertibkan para pendaftar dan menyuruh mereka berbaris rapi. Lay berlari menghampiri Baekhyun si pemilik suara melengking untuk berterimakasih. Ketika sampai disana, ternyata ada Chanyeol juga, si pemilik suara menggelegar. Oh, dan jangan lupakan 4 orang yang sedang menundukkan kepala. Kalian tahu siapa? Tentu saja Kai, Sehun, Kyungsoo, dan Luhan.
"Jadi Oh Sehun, inikah urusan yang kau bicarakan ketika meninggalkanku di halte? Aku tidak masalah jika harus ikut denganmu menjemput Luhan Eonni. Kau tahu? Aku terlambat datang ke kelas Taeyeon seonse dan aku dilarang mengikuti kelasnya karena harus menunggu bus selanjutnya datang.", Baekhyun berkata dengan datar tapi tatapan matanya menajam.
"Maafkan aku Noona, sungguh, kukira kau keberatan jika aku menjemput Luhan Noona dulu.", Sehun tidak berani menatap Baekhyun.
"Maafkan aku Baekhyunnie~ tapi jika kau ikut dengan kami, pasti kau lebih terlambat lagi. Karena kami mampir ke cafe dulu.", Luhan ikut meminta maaf kepada Baekhyun.
"Sudahlah Baek, aku juga tidak mengikuti kelas Taeyeon seonse. Lagian Taeyeon seonse kan tidak menghukummu.", Kyungsoo berusaha meredam amarah Baekhyun, tapi yang terjadi justru Baekhyun terlihat semakin marah. Chanyeol mengepalkan tangannya erat, dan wajah Lay mulai memerah.
"Maaf Luhan eonni. Ini bukan masalah terlambat atau tidak. Jika aku boleh memilih, aku akan memilih ikut kalian. Jika aku ikut kalian, aku tidak akan mencoba masuk ke kelas karena aku pasti akan sangat terlambat. Tapi sayangnya Sehun tidak memberiku pilihan, jadi aku turun dari mobil karena ku kira urusan itu sangat penting lalu aku berangkat dengan bus. Memang aku hanya terlambat 5 menit, tapi apa yang aku dapat? Aku diusir dari kelas– "
"Sudahlah Baek jangan memperbesar masa– ", perkataan Baekhyun dipotong oleh Kyungsoo tapi dengan cepat Baekhyun menyambungnya kembali,
"Maaf Kyung, aku belum selesai bicara. Kau tadi bilang aku tidak dihukum kan? Memang, tapi apa kau tahu? Aku dipermalukan di depan mahasiswa di kelas itu. Taeyeon seonse bilang bahwa aku tidak punya malu. Mentang-mentang aku adalah siswa berprestasi dan mendapat peringkat pertama bukan berarti aku boleh melanggar peraturan. Selain itu, beliau juga bilang bahwa aku sudah mulai berani melawan, kecentilan, dan sok pintar ketika aku berusaha menjelaskan alasan mengapa aku terlambat. Dan setelah itu aku diusir dari kelasnya dan ditertawakan mahasiswa yang lain. Kau pikir aku tidak sakit hati ?", Baekhyun langsung pergi setelah mengatakan itu semua, ia memang mengatakannya tanpa emosi, tapi matanya berkata bahwa ia sangat kecewa dan berusaha menahan tangis. Mereka yang melihat itu berusaha mengejarnya, Sehun dan Kyungsoo berhasil pergi dari sana namun Kai dan Luhan ditahan oleh Chanyeol dan Lay.
"Luhan, aku tidak tahu masalah kalian. Sebenarnya aku datang kesini untuk berterimakasih pada Baekhyun dan Chanyeol karena berkat teriakan mereka, para pendaftar dapat ditertibkan. Tapi aku juga perlu mengatakan sesuatu padamu. Tidakkah kau ingat bahwa kau adalah koordinator pendaftaran? Dan apakah kau tahu kekacauan yang terjadi disini? Aku tidak berwenang apapun atasmu. Jadi lebih baik kau langsung menemui Suho dan menjelaskan apa yang terjadi. Aku yakin sekarang Suho sedang dimintai pertanggung jawaban oleh Changmin Seonse karena kekacauan ini. Dan kau Kai, kau tidak lupa kan bahwa sebenarnya kau harus latihan bersama Sehun?" Lay tersenyum sebelum meninggakan Chanyeol, Kai yang melamun, dan Luhan yang sedang merutuki kesalahan bodohnya karena lebih memilih pergi ke cafe bersama Sehun dan melupakan tanggung jawabnya. Lalu Luhan langsung pergi mencari Suho untuk meminta maaf.
"Kai ?", Chanyeol menyadarkan lamunan Kai
"Ya Hyung?"
"Huh, bagaimana aku mengatakannya ya? Awalnya ku kira ini hanya tentang kau yang meninggalkanku begitu saja tadi pagi. Aku maklum jika kau ternyata berangkat bersama Kyungsoo, tapi kau bisa memberi tahu aku terlebih dahulu kan? Dan jujur saja aku kaget, kau dan Sehun melupakan latihan untuk pembukaan pekan seni yang tinggal 5 hari lagi karena Kyungsoo dan Luhan noona. Sebenarnya tidak masalah sih kalau kalian tidak latihan, mengingat kalian adalah raja dance. Tapi kau lihat kan ? ternyata Luhan noona juga melupakan tanggung jawabnya mengurus pendaftaran. Dan yang paling parah, Baekhyun sampai di hina di depan teman temannya sendiri plus dia tersinggung dengan perkataan Kyungsoo yang terdengar lebih membela Luhan dan Sehun, bukan justru membela dirinya yang sedang tertekan. Oh ya, untuk informasi, sebenarnya aku tadi dihukum oleh Taeyang seonse karena aku tidak mengikut ujian nge-rap. Baiklah, kurasa aku akan pergi mencari Baekhyun, bye.", Chanyeol langsung ngancir meninggalkan Kai yang hanya diam tanpa berkedip. Bingung. Kenapa jadi seperti ini? Dia dan Sehun tidak latihan, Luhan lupa tugasnya hingga pendaftaran kacau, Chanyeol tidak bisa ikut ujian, Baekhyun di cemooh hingga marahan dengan Kyungsoo. Dan yang paling ia heran adalah, baru kali ini Chanyeol berbicara seperti orang berpidato.
"Baekhyun noona, maafkan aku."
"Baek, aku sungguh minta maaf, aku tidak tahu jika kau sampai di cela seperti itu."
"..."
"Baek sungguh jangan diam saja. Kau membuat kami ingin menangis."
"Baekhyun noona, jeongmal Mianhae.."
"..."
"Baek kumohon, setidaknya bentaklah kami , jika kau hanya diam, kami semakin khawatir. Maafkan aku Baek."
"..."
"Noona~"
"Sudahlah, sudah terjadi.", Baekhyun akhirnya bersuara, dia menatap lembut kedua orang yang ada di depannya. Baekhyun tau ini semua diluar kehendak mereka dan ia senang melihat Kyungsoo dan Sehun mau meminta maaf. Lalu ia berdiri hendak pergi namun Sehun menahannya dan Kyungsoo melihatnya dengan tatapan cemas.
"Aku tidak apa apa. Aku tidak marah ada siapapun, hanya kecewa entah pada siapa. Lagipula aku sudah memaafkan kalian, bahkan jika kalian tidak meminta maaf sekalipun. Yang kubutuhkan sekarang adalah sendiri, jadi beri aku waktu untuk sendiri. Jika aku sudah cukup tenang aku akan datang pada kalian, kalian tidak perlu mencemaskanku. Percayalah.", Sehun mengangguk sebagai jawaban dan Baekhyun langsung melangkahkan kakinya. Saat Baekhyun sudah tak terlihat Kyungsoo langsung menatap tajam Sehun.
"Kenapa kau membiarkannya sendiri ?"
"Noona, aku bersama Baekhyun Noona sejak kecil. Aku tahu betul, seorang Byun Baekhyun bukan wanita yang lemah. Aku yakin kau juga mengetahuinya."
BAEKHYUN POV
Aku mendudukkan diriku di tepian danau yang terletak di belakang kampusku. Ini bukan tempat asing, karena aku sering mengunjungi tempat ini jika aku sedang tertekan. Hawa yang sejuk dan pemandangan yang indah dapat menghilangkan penat di kepalaku. Aku berpikir sejenak, mengulang kejadian tadi pagi. Dimana aku turun di halte dan menunggu bus. Lalu aku masuk ke kelas dan dicemooh. Melihat Sehun turun dari mobil bersama Luhan eonni, dengan itu aku berpikir bahwa urusan yang Sehun maksud adalah berkencan dengan Luhan, dan aku sama sekali tidak keberatan, tapi aku kecewa. Aku menunggu mereka di sebelah stand pendaftaran yang kacau, hampir saja pergi untuk membantu panitia ketika aku melihat 4 orang berjalan tanpa beban dan aku langsung berteriak sekencang kencangnya. Semua yang ada disana langsung diam, aku sadar yang berteriak bukan hanya aku, melainkan seorang pemuda tinggi yang baru kemarin lusa aku berkenalan dengannya. Dan dengan duet teriakan kami, para pendaftar langsung tertib. Aku terkikik sebentar, namun tawa itu sirna ketika aku mulai menceritakan apa masalahku. Aku memang mendapat kejelasan tentang tadi pagi. Kalian tahu kan? Bisa saja Sehun bertemu dengan Luhan eonni di jalan dan akhirnya berangkat bersama. Tapi selain kejelasan, aku juga mendapat ejekan dari Kyungsoo yang mengatakan bahwa aku membesarkan masalah. Sungguh, aku tidak bermaksud seperti itu. Dengan memendam kekecewaan, aku melanjutkan perkataanku agar mereka tahu apa yang terjadi. Lalu aku pergi dan duduk ditaman ketika dua orang muncul dan meminta maaf. Demi apapun aku tidak marah, semarah apapun aku tidak bisa meluapkannya. Aku hanya akan menangis dan mencari ketenangan, memutar apa yang terjadi dan berusaha menemukan jalan keluar. Seperti sekarang.
NORMAL POV
"Hai Baek..", Chanyeol datang membawa dua cup cappucino dan menyerahkan salah satunya kepada Baekhyun yang segera menerimanya dan tidak lupa menyunggingkan senyum walau sangat tipis.
"Boleh aku duduk di sini ?", Chanyeol bertanya ragu, lalu Baekhyun menepuk nepuk tempat disebelah ia duduk, menyuruh pemuda itu untuk duduk disampingnya.
"Baek, aku ingin mengatakan sesuatu."
"Tentang?"
"Aku mendaftarkan namaku dan namamu dalam satu grup untuk pekan seni."
"Jadi kau sungguh sungguh mengajakku berduet?"
"Kau kira aku bercanda?"
"Bagaimana aku mengira kau serius jika saat itu kau selalu menggodaku."
"Uh oke aku minta maaf."
Hening. Baekhyun memainkan jari lentiknya dan Chanyeol memandangi danau sambil sesekali menyesap cappucinonya. Hanya suara angin berhembus menyapu rumput yang dapat terdengar. Baekhyun meletakkan kepalanya di bahu kanan Chanyeol, tentu saja itu membuat Chanyeol menegang sejenak.
"Boleh kan aku pinjam bahu mu ?", Baekhyun sedikit mendongak membuat Chanyeol tidak berani menatapnya.
"Tentu saja Baek. Ehm, bagaimana perasaanmu?", tanya Chanyeol merasa tertanggu dengan rasa canggung yang menyelimuti mereka.
"Lebih baik, yah.. begitulah.", jawab Baekhyun sambil menyamankan posisinya
"Kau masih marah?"
"Kau pikir aku marah? Aku bahkan tidak tahu bagaimana caranya untuk meluapkan amarah, aku hanya akan menangis.", Baekhyun mengangkat kepalanya, mengusap air mata yang tiba tiba kembali terjatuh. Chanyeol menatapnya nanar, entah mengapa, melihat Baekhyun seperti ini hatinya sangat sesak.
"Baek jangan menangis lagi kumohon, aku paling tidak bisa melihatmu menangis.", kata Chanyeol akhirnya, tak lupa jarinya mengusap lelehan air mata di pipi Baekhyun. Baekhyun tersenyum.
"Kau bahkan baru melihatku menangis."
"Justru itu, baru pertama saja rasanya sudah sangat menyesakkan."
"Ya, aku memang gampang menangis. Tapi itu bukan berarti aku lemah. Ya, aku kecewa, tapi itu tidak berarti aku marah. Oh Sehun, dia adalah sepupu yang paling mengerti aku, dia selalu bermain denganku sejak kecil, aku tidak bisa marah padanya. Do Kyungsoo, dia adalah sahabat yang selalu ada disisiku, meskipun ia sempat menuduhku membesarkan masalah tapi aku tidak marah, karena aku ingat bagaimana dia selalu setia menemaniku. Jadi jika dia melakukan kesalahan, itu manusiawi, semua pernah melakukannya. Xi Luhan eonni, dia wanita cantik dan pengertian yang selalu memberiku nasihat ketika aku mulai kekanak-kanakan, tidak mungkin aku melupakan itu semua hanya untuk memuaskan amarahku. Yang terjadi hari ini diluar kendali kita semua. Aku tidak marah, hanya sedikit kecewa. Uh, sudah berapa kali aku mengatakannya?", Baekhyun mengacak rambutnya asal sambil mengerucutkan bibirnya. Lalu Chanyeol mencubit pipinya sekilas karena gemas. Mereka tertawa ketika Baekhyun mengejar Chanyeol karena tidak terima pipinya dicubit. Sampai akhirnya mereka menyandarkan tubuh mereka di pohon, lelah. Dalam hati, Chanyeol sangat lega, Baekhyun bisa tertawa kembali.
Dress selutut berwarna peach, rambut dikucir kuda dan poninya menjuntai menutupi dahi, flat shoes merah muda yang pas untuk kulit nya yang putih bersih, make up natural membuatnya terlihat segar, sebenarnya tidak bisa disebut make up karena ia hanya menggunakan pelembab plus eyeliner, kalian tahu kan ? bibirnya sudah merah alami tanpa dipoles. Jadi siapa dia ? yup benar ! seorang Byun Baekhyun. Dia janji menemani Kyungsoo untuk membeli novel terbaru sekalian ia berbelanja untuk mengisi lemari pendinginnya yang mulai kosong. Baekhyun membuka ponselnya dan mencari nama Kyungsoo lalu menekan tombol call..
"Yeobseyeo?"
"Do, kau dimana? Aku sedang menunggu bus."
"Kau langsung ke cafe nya Minseok eonni ya?"
"Arraseo, bye Do."
"Hmm"
At Cafe
"Aku sudah menyuruh ByunBaek kesini. Kita tunggu dan kita akan meminta maaf padanya. Uh aku sungguh tidak tahan jika harus jauh darinya padahal dia sangat cerewet.", Kyungsoo menjelaskan pada semua orang yang ada di sana. Tentu saja ada si pemilik cafe, Kim Minseok alias Xiumin yang telah bersedia menutup cafenya hanya untuk perkumpulan orang-orang aneh ini. Lalu, Kim Jongdae atau Chen yang tidak bisa jauh dari kekasihnya, ckckck. Wu Yifan si tuan Kris galaxy, yang sedang memainkan rambut panjang Huang Zi Tao ikut hadir karena ingin kencan dengan makanan gratis, dasar, padahal dia orang kaya, sudah berapa banyak tas gucci yang ia belikan untuk pacar kesayangannya itu? Jangan lupakan Kim Junmyeon yang juga sedang ber-lovey dovey dengan Zhang Yixing a.k.a Lay sang yeojachingu, gadis manis berdimple. Lalu ada Kim Jongin, Do Kyungsoo, Oh Sehun, Xi Luhan, dan Park Chanyeol yang mengadakan acara dengan tema 'maafkan kami Baekhyun'.
"Saat si cerewet Byun datang, aku dan Tao serta pasangan XiuChen akan menunggu di ruangan Xiumin. Selesaikan masalah kalian.", Kris angkat bicara dengan gaya so(k) dingginnya.
"Ayolah Hyung, kau kan wakil ketua panitia pekan seni yang pendaftarannya sempat kacau.", Chanyeol menimpali, Luhan menunduk mengingat kejadian itu.
"Yes you're right. But you must know, Suho is here."
"Aish ! never mind."
Lima belas menit mereka menunggu tuan putri cerewet yang akhirnya menunjukkan batang hidungnya. Tepat disaat mereka membuka pintu, KrisTao dan XiuChen beranjak ke ruangan Xiumin. Nona Do tiba tiba menegang, mengingat lusa ia sudah menuduh Baekhyun membesarkan masalah. Dan Chanyeol? ia sedang berusaha menelan ludahnya karena Baekhyun sangat cantik hari ini.
"Anyeong~", sapa Baekhyun merekahkan senyumya, ia mengambil tempat di dekat Lay, Suho langsung bergeser, lagi-lagi Baekhyun duduk diantara mereka berdua. Huft.
"Hai Nona Byun~", Lay balas menyapa Baekhyun
"Bogoshipo eonni~~~", Oke, Baekhyun mulai bermanja-manja lagi karena Lay ada di sini, yang lain tersenyum melihat tingkah si puppy jadi jadian itu.
"Ck, kau selalu berkata seperti itu saat dengan Lay, padahal kan kalian bertemu setiap hari.", Suho berkata sewot dan dibalas cengiran oleh Baekhyun.
"Haha, bilang saja Suho oppa iri. Baiklah, aku juga merindukanmu oppa~~~", Suho memutar bola matanya mendengar perkataan Baekhyun dan disambut gelak tawa oleh orang orang di sana.
"Do, kau jadi mengajakku membeli buku?", Baekhyun bertanya pada Kyungsoo
"O-oh? N-ne. Setelah dari sini. ", Kyungsoo menjawab gugup.
Lalau hening. Baekhyun menganggukkan kepalanya. Tidak ada percakapan lagi, sampai akhirnya Suho memberi sinyal kepada Lay untuk berbicara.
"Baek–", perkataan Lay langsung terpotong ketika Baekhyun menempelkan telujuknya di depan bibir.
"Okey, aku tahu ini pasti rencana kalian. Kalian pasti ingin minta maaf padaku. Nona Do dan kau Tuan Oh, aku sudah bilang kan? Aku memaafkan kalian. Toh kalian semua tidak bersalah. Kejadian memalukan untukku itu berada diluar kendali kalian. Aku mohon jangan mengucapkan kata maaf lagi, aku tidak marah sama sekali. Sungguh.", Baekhyun tersenyum tulus.
"Tapi aku tahu kau kecewa Baek.", Luhan akhirnya mengeluarkan suara
"Yeah itu kemarin lusa, tapi beberapa menit setelahnya, rasa kecewa itu sirna. Karen aku ingat kalian yang selalu ada untukku. Ayolah.. mana Luhan eonni si rusa yang centil?"
"Baek !", Luhan mengerucutkan bibirnya, Baekhyun tertawa.
"Mana nona Do si mata bulat?", Kyungsoo melotot mendengarnya dan Baekhyun berkata lagi
"Nah, itu dia, uh aku rindu mata bulatmu Do~~"
"YAAKK!"
"Hahaha oke.. oh my god ! aku merindukan Sehun sepupuku yang berwajah datar. Kenapa kau tidak pulang ke apartemen? Jangan bilang kau sudah menikah secara sembunyi-sembunyi dengan Luhan centil Eonni ?!" , Baekhyun merentangkan lengannya dan berpelukan dengan Sehun yang setelahnya langsung menjitak kepala sang Noona.
"Mungkin sebentar lagi menikah, bersabarlah Noona, aku akan memberimu keponakan yang lucu. Hahahaa..", Sehun membalas perkataan Baekhyun sekalian menggoda Luhan.
"Uh Cheesy.", Baekhyun bergaya seolah ingin muntah
"Ehm Byun Noona , kau tak merindukanku?", tiba-tiba Kai memasang wajah memelas
"Cup cup, tentu saja aku sangat sangat sangat sangat merindukanmu gosong !", Baekhyun tertawa lagi
"Lalu bagaimana denganku?", kata Chanyeol tak mau kalah
"Kau siapa?", Baekhyun ber acting seolah ia tak mengenal Chanyeol dan Chanyeol langsung menarik hidung mungil Baekhyun, membuat hidung mungil itu memerah.
"Yaaaaaaaaakkkkkk !"
Semua orang tertawa gembira, begitu juga dengan pasangan KrisTao dan XiuChen yang datang membawa cemilan. Tentu saja cemilan itu didominasi dengan rasa strawberry. Ingat kan? ini acara untuk tuan putri Byun. Mata Baekhyun langsung berbinar melihatnya dan yang lain hanya geleng geleng kepala. Waktu berjalan begitu cepat, HunHan, KrisTao, dan SuLay telah pergi untuk berkencan. Kai dan Chanyeol pamit pulang untuk membantu orang tua Kai yang kembali ke korea untuk mengurus kepindahan mereka ke Jepang. Baekhyun dan Kyungsoo pergi ke mall, Kyungsoo membeli novel dan Baekhyun membeli keperluannya. Dan di cafe, pasangan XiuChen sedang membersihkan ruangan yang sudah seperti kapal pecah.
D-DAY
Panitia berlalu lalang mempersiapkan acara yang beberapa menit kedepan akan segera dimulai. Para pengisi acara dari segala jurusan tengah diberi arahan oleh masing masing koordinator mereka. Peserta yang ikut memeriahkan pekan seni dengan cara mengikuti lomba 'couple of art' juga sedang melakukan latihan kecil. Sedangkan para tamu undangan dan para mahasiswa yang memilih menikmati pekan seni tahun ini sudah duduk dengan manis di bangku yang sudah disiapkan.
"YUHUUUUUU~~~~", tiba tiba suara MC terdengar dan mengagetkan penoton. MC pertama, keluar bak model yang berjalan angkuh di tengah tengah panggung. Kalian tahu siapa dia? Ya, Eunhyuk sunbae. Lalu MC kedua, muncul dengan mengejutkan karena ternyata dia berada di tengah lautan penonton. Para perempuan yang berada di dekat MC tersebut memekik kegirangan. Karena apa? Karena itu adalah Donghae sunbae yang tampan. Dan dan dan, MC terakhir muncul dari atap panggung, ia sedang berada di sebuah sangkar raksasa berwarna hitam. Untung sangkarnya kuat jadi bisa menahan tubuh gemuknya. Oops. Mianhae Shindong sunbae. Kkkkk. Setelah ketiga MC berkumpul mereka memberikan salam pembukaan dengan sopan. Namun setelah acara formal selesai, seperti sambutan dan kawan kawan, mereka kembali menjadi MC idiot yang dapat mengundang gelak tawa.
"Ck, para sunbae itu berulah lagi.", ucap seorang yeoja dengan senyum sumringah
"nugu?", tanya yeoja lain di sebelahnya
"Dasar nona Do, siapa lagi kalau bukan eunhyuk, donghae, dan sindong sunbae?"
"Aaaa.. kau seperti tidak tahu mereka saja Baek."
Tiba tiba panggung dan area sekitarnya menjadi gelap. Beberapa penonton sampai menjerit karena terkejut. Baekhyun yang ada di samping panggung juga memekik tertahan, oke dia benci gelap, sangat membenci gelap. Tanpa peduli, ia segera menggenggam tangan seseorang yang ada didekatnya. Beberapa saat kemudian lampu sorot berwarna merah menyala dan menyorot seorang namja berbaju putih di atas panggung. Yap, dia adalah Kim Jongin. Disusul dengan seorang namja berbaju hitam, Oh Sehun. Mereka melakukan dance yang kemudian berdatangan dancer dancer lain menari disekeliling mereka. Yang jelas ini pembukaan acara yang sangat meriah dengan panggung yang dipenuhi cahaya gemerlapan. Baekhyun terkejut saat dia ditarik ke belakang panggung oleh pemilik tangan yang dia genggam sebelumnya.
"Hai Baek, kau takut gelap? tenang saja aku disini. Lagipula sekarang lampunya sudah menyala.", Chanyeol, atau namja yang tanggannya digenggam Baekhyun segera bersuara ketika menyadari Baekhyun sedang menatapnya dengan tatapan horror.
"Chanyeol? Pantas saja tangannya besar, kupikir tadi Kyungsoo. Sejak kapan kau juga berada di samping panggung ? dan sejak kapan Kyungsoo pergi?",tanya Baekhyun
"Aku di sini tepat sebelum lampu padam. Kyungsoo,.. aku tidak tau kapan dia pergi, tapi sekarang dia berada di tepi panggung untuk melihat Kai. Dan Baek, kau belum menjawab pertanyaanku."
"Pertanyaan apa?"
"Kau takut gelap?", Chanyeol mengulangi pertanyaannya dan air muka Baekhyun langsung menegang. Gelap mengingatkan Baekhyun pada masa lalu yang sama gelapnya. Chanyeol menggenggam tangan Baekhyun mencoba menyalurkan kekuatan. Baekhyun mendongak.
"Arraseo, kau tidak takut pada gelap.", ucap Chanyeol, Baekhyun menatapnya bingung
"Kau benci gelap."
DEG !
Chanyeol merengkuhnya dalam sebuah pelukan. Mengusap punggung Baekhyun. Chanyeol tidak tahu apa lagi yang harus ia lakukan setelah melihat Baekhyun bergetar dan keringat bercucuran dipelipisnya. Baekhyun hanya diam, otaknya kembali memutar kejadian di masa lalunya. Baekhyun mulai berontak di pelukan Chanyeol. Baekhyun mulai menangis. Baekhyun mulai sesak nafas dan hampir kehilangan kesadarannya sampai Chanyeol mengeratkan pelukannya dan Baekhyun berhenti berontak.
"Byun Baekhyun dengarkan aku. Ini aku, Park Chanyeol. Aku tidak akan menyakitimu Baek, tenanglah. Baik, Maafkan aku. Maaf untuk menanyakan tentang sesuatu yang kau benci. Maaf jika aku mengingatkanmu pada sesuatu yang buruk. Maaf telah memelukmu. Sungguh Baek, aku tidak tahu harus berbuat apa saat melihatmu bergetar tiba-tiba. Jadi aku memilih untuk memelukmu. Berusaha menyalurkan kekuatan dan kehangatan yang aku punya. Jadi aku mohon tenanglah. Aku ada disini Baek."
Baekhyun mulai bernafas tenang dengan tangan Chanyeol yang masih setia mengusap punggungnya. Chanyeol tersentak ketika Baekhyun dengan tiba tiba melingkarkan tangannya di pinggang Chanyeol dengan sangat erat.
"Maafkan aku Yeol.. aku hanya.. A-ak-akku..."
"Ssssttt, jangan menceritakan sesuatu jika kau belum siap untuk menceritakannya. Chaa~~ sekarang mari kita hapus air mata tuan putri yang cantik ini~ kita harus tampil dear~ kau tidak lupa kan?", Chanyeol mengusap air mata Baekhyun dengan ibu jarinya. Baekhyun merona lalu memukul pelan lengan Chanyeol. Chanyeol hanya meringgis dan dibalas senyuman oleh Baekhyun.
Tanpa mereka sadari ada beberapa pasang mata yang sedang memperhatikan mereka.
Baek, semoga kau segera menemukan kebahagiaanmu yang sesungguhnya. Aku juga berdo'a untukmu agar kau senantiasa diberi kekuatan ketika rintangan menghadangmu. Tidak ada kebahagiaan yang instan kan? – Kyungsoo
Noona. Aku harap Chanyeol Hyung menjadi orang yang tepat untuk menemukan kunci dan membuka pintu hatimu. Aku harap kalian akan berbahagia. – Sehun
Kuharap kau bersedia menutup kenangan lamamu Baek. Selama ini selalu pintu hatimu yang kau tutup. – Lay
Chanyeol hyung. Semoga Baekhyun noona adalah yeoja yang tepat untukmu. Jodohmu. – Kai
hello guys !
hello para reader yang kusayangi !
harapanku sama seperti sebelumnya
semoga kalian suka dan aku sangat sangat berharap kalian mau riview cerita aku ~
riview , fav , follow please ~
dan lagi , maafkan jika ada typo beterbangan dimana mana
thanks a lot ~
dan spesial untuk : ChanHunBaek , IYou , Dewi Lestari657 , banana , chocomuffiin thank you ~~
