Hai hai haiii~~~

uri saranghaneun saram !

i'm back !

so ! just go !

check it out !


PROK PROK PROK !

Suara tepukan meriah terdengar setelah pasangan Kai-Soo menyelesaikan penampilan mereka. Penonton bukan hanya terpukau tapi mereka juga bertepuk tangan untuk seorang Kim Jongin. Ingin tahu? Baiklah, Kyungsoo menyanyikan lagu 'Kiss The Rain – Yiruma' dan Kai menari untuknya, dia juga menyanyikan bagian rap lagu tersebut. Setelahnya, Kai memegang bungan mawar merah yang entah dia dapatkan dari mana dan berjongkok di depan Kyungsoo sembari berkata, "Do Kyungsoo, maukah kau menjadi milikku?"

Hening. Gadis yang diberi bunga hanya melebarkan matanya yang sebenarnya sudah lebar. Ia tidak bisa bergerak bahkan hanya sekedar untuk menggerakkan bibirnya.

"TERIMA TERIMA TERIMA TERIMA !", para penonton mulai menyoraki mereka sedangkan para dosen hanya geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat tingkah muridnya. Kyungsoo melihat Kai mencoba mencari kebohongan di matanya. Namun nihil, ia hanya menemukan ketulusan dan harapan besar di sana. Kyungsoo tersenyum dan setetes air mata mengalir di pipi putihnya. Senyumnya semakin lebar, ia menganggukkan kepalanya dan mengambil bunga mawar dari tangan seorang namja yang sekarang sudah menyandang status sebagai kekasihnya. Kai langsung berdiri dan memeluk yeoja-nya. Lalu mereka membungkuk memberikan salam dan undur diri dari panggung. Penonton kembali menyoraki mereka.

"JINJA DAEBAK ! CHUKKAEEE !", seru Baekhyun sambil melompat girang saat mendapati Kai-Soo di belakang panggung. Kyungsoo langsung memerah sedangkan Kai hanya senyum senyum tidak jelas sambil menggaruk tengkuknya.

"Chukae Jongin-ah, Kyungsoo-ah.", kata Chanyeol tersenyum tampan dan menepuk nepuk pundak jongin. Jongin menjawabnya dengan anggukan dan Kyungsoo tersenyum sangat manis. Lalu Kai ganti menepuk pundak sepupunya, "Kalian harus segera menyusul."

"Ne?", Baekhyun menatap Kai dengan tatapan bingung

"Kau dan Chanyeol, Baek.", jawab Kyungsoo

"Palli Chanyeol-ah, waktunya kita tampil.", Baekhyun mengganti topik pembicaraan

"Geure kajja.", Chanyeol meraih tangan Baekhyun dan mereka berjalan menuju panggung. Kai menatap Kyungsoo dan mereka tersenyum penuh arti.


Chanyeol dan Baekhyun menaiki panggung dan memberi salam. Mereka duduk di kursi dan Chanyeol mulai memetik gitar diikuti Baekhyun yang menyanyikan liriknya. Lagu ciptaan mereka. Lebih tepatnya ciptaan Chanyeol yang ditujukan untuk Baekhyun meski Baekhyun belum menyadarinya. Lagu indah dengan makna yang indah pula. Beautiful.

Annyeong naege dagawa

Sujubeun hyanggireul anggyeo judeon neo

Huimihan kkumsogeseo

Nuni busidorok banjjagyeosseo

Chanyeol menatap Baekhyun yang sedang memejamkan matanya. Mengagumi betapa cantiknya seorang Byun Baekhyun. Bersyukur karena telah dipertemukan dengan seorang Byun Baekhyun. Berharap agar ia bisa selalu bersama dengan seorang Byun Baekhyun.

Seolleime nado moreuge

Hanbaldubal nege dagaga

Neoui gyeote nama

Baekhyun mengalihkan pandangannya. Ia menatap Chanyeol. Berterimakasih pada tuhan yang mendatangkan seseorang bernama Park Chanyeol. Berterimakasih pada Kyungsoo yang telah menyuruhnya memberikan kado kepada Kai. Dan berterimakasih pada Kai yang telah menyuruh seorang Park Chanyeol untuk datang menemuinya. Baekhyun tersenyum.

Neoui misoe nae maeumi noganaeryeo

Nuni majuchyeosseulttaen

Dugungeoryeo

Pandangan mereka bertemu. Jantung mereka berpacu. Darah mereka berdesir. Senyum mereka tersungging. Dugungeoryeo.

gaseume nae miseoreul gieokhaejwo

Haruedo myeocbeonssik

Saenggakhaejwo

Oh. Neoege hago sipeun geu mal

You're baeutiful


Hubungan antara Chanyeol dan Baekhyun semakin baik semenjak mereka bertemu dua bulan yang lalu. Mereka sering menghabiskan waktu luang bersama sama dan tidak lupa diselingi dengan perdebatan tidak penting. Seperti rasa ice cream yang akan mereka pesan, pergi ke sungai han dengan sepeda atau berjalan kaki, memilih hadiah yang akan mereka bagikan di panti asuhan yang sering mereka kunjungi dan masih banyak lagi. Pasti bagi orang yang tidak tahu, mereka mengira bahwa Chanyeol dan Baekhyun adalah sepasang kekasih, namun sampai sekarang mereka masih menyandang status sebagai teman dekat. Banyak mahasiswa yang berharap mereka jadian setelah mereka memenangkan penghargaan 'couple terfavorit' di pekan seni. Bahkan Taeyeon seonse meminta maaf pada Baekhyun karena menghinanya di depan mahasiswa lain. Oh ya , ada yang penasaran dengan pemenang pekan seni?

Oke ini diaaa

Flashback

"Daaaannn, pemenang pasangan teromantis tahun ini adalaaaaaahhhhh... "

"KAISOO COUPLE CHUKKAE !", seru eunhyuk lalu Kai dan Kyungsoo menaiki panggung sambil bergandengan tangan. Sampai di panggung, Kai mengecup punggung tangan Kyungsoo yang pipinya langsung memerah.

"Aw aw aw, romantis sekali ~~", para MC menggoda mereka

"Baiklah, SE LAN JUT NYA ! pasangan terfavorit ! siapa merekaaa?"

"CHUKKAEYOOOO CHANBAEK COUPLE !", kali ini ganti Donghae sunbae yang bersuara. Chanyeol refleks memeluk Baekhyun dan menariknya menuju pangung.

"Aw, Chanyeol agresif sekali ~~", kata Donghae, dibalas dengan cengiran Chanyeol dan senyum malu malu Baekhyun.

"Ada yang ingin kau sampaikan Baek?", Tanya Shindong sunbae dan Baekhyun menggeleng lalu berkata, "Tapi aku ingin melakukan sesuatu."

"Apa itu?", tanya ke tiga MC bersamaan. Pipi Baekhyun bersemu merah dan ia menjinjitkan kakinya, memegang pundak Chanyeol, lalu CHU ~ . Baekhyun mencium pipi kiri Chanyeol. Chanyeol hanya menjatuhkan rahang bawahnya speecless. Sedangkan para MC dan penonton menjerit kegirangan, bahkan pasangan Kai-Soo sampai melongo.

"AW ! oke stop acara lovey dovey nya !", Seru Eunhyuk

"Oke next ,yang paling di tunggu tunggu ! COUPLE OF THE YEAR !"

"Siapakah merekaaaa?!"

"Ya ! HYEJIN JONGHYUN COUPLE CHUKAHANDAAA !", koar Shindong sunbae. Lalu pasangan Hye-Hyun berjalan ke arah panggung. Jonghyun sangat cool dan Hyejin sangat anggun. Chanyeol dari atas panggung hanya menatap mereka jengah. Kai dan Kyungsoo menatap tak suka ke arah Hyejin. Sedangkan Hyejin? Ia sedang menatap Baekhyun dengan tatapan ingin membunuh.

Flashback end


"pp per pergi !"

"jangan mendekat !"

"cebal.. siapapun tolong aku hiks"

"hiks .."

BRAK !

"Kk-kr-kris oppa .."

Baekhyun bangun terengah dari tidurnya. Mimpi buruk itu datang lagi. Keringat dingin bercucuran di wajah cantiknya. Matanya memanas disusul dengan lelehan air mata yang mengalir di pipinya yang halus. Baekhyun terisak kecil, meremas ujung piyama yang ia kenakan. Ia mencoba memejamkan matanya dan tidur kembali. Namun ia tidak bisa, rasanya sangat sakit sampai menyesakkan dada. Eomma Appa bogoshipo.

Jarum pendek menunjuk angka 7 dan jarum panjang menunjuk angka 6 . ini adalah akhir pekan, untuk kedua kalinya, Baekhyun bangun dari tidurnya yang tidak nyenyak. Bersyukur ia dapat tidur kembali setelah mimpi buruk itu datang. Baekhyun menghempas selimutnya dan meraih benda persegi yang sedang berbunyi di nakas samping tempat tidurnya. Ada satu pesan di sana.

From : KyungKyung~

Subject : Need help

Hai B, berniat membantuku? Aku sedang bekerja paruh waktu di café Minseok eonni. Ini masih pagi tapi karena ini akhir pekan, banyak pengunjung yang datang. Bisakah kau kemari? Kita kekurangan waiters.

Baekhyun mengerang, ia masih mengantuk. Tapi mana tega ia membiarkan sahabat kesayangannya itu kerepotan ? Lagipula jika dia menyibukkan diri, mungkin ia akan lupa dengan mimpi buruk tadi malam. Hah, baiklah. Aku datang.

To : KyungKyung~

Subject : nope

Arraseo Do. Tunggu sebentar~

Sehun duduk di sofa dan menonton acara music kesayangannya. Ia menengok ke dapur dimana ia dapat melihat Baekhyun sedang membuat susu strawberry lalu meminumnya. Sehun mengambil remot dan mengurangi volume tv.

"Noona, Eodikka?", tanyanya pada Baekhyun yang sekarang sedang mencuci gelas yang tadi ia gunakan untuk minum susu

"Café Minseok eonni,wae?"

"Ani, hati hati di jalan."

"Arraseo. Aku pergi dulu Sehun-a ~"

Setelah memakan sandwich Sehun bergegas mandi. Hari ini ia harus ke rumah dosennya untuk menyerahkan tugas mengenai tari tradisional korea yang menurut Sehun tarian tersebut sangat membosankan. Ia melangkahkan kakainya keluar dari kamar mandi lalu menghampiri almari pakaian super besar. Selama memilih pakaian yang akan ia kenakan, tiba tiba Sehun mengingat sesuatu. Tadi malam ia bangun dari tidurnya dan mendengar isakan kecil dari kamar sebelah. Baekhyun noona menangis? Apa dia mimpi buruk lagi? Batin Sehun. Sudah terlampau sering dia mendengar noona kesayangannya itu terisak saat tengah malam. Tentu saja Sehun tau penyebabnya, pasti mimpi buruk tentang masa lalunya itu masih menghantuinya. Sehun mendesah pelan, "Andai saja waktu itu Kris hyung tidak datang menolong Baekhyun noona, akan seperti apa ia nanti?"


Klining ~

Suara bell menyapa pendengaran orang orang yang sedang bercengkrama di café, menengok sebentar ke arah pintu lalu kembali sibuk dengan dunianya masing masing. Sedangkan orang yang baru saja membuka pintu berjalan dengan langkah ringan dan senyum merekah menghiasi parasnya yang ayu. Ia menuju ke sebuah ruangan yang di pintunya terdapat tulisan 'staff only'.

"Akhirnya kau datang B, kami sangat kewalahan, bahkan taman belakang yang biasanya hanya disinggahi beberapa orang sekarang terlihat penuh. Padahal ini masih jam berapa B? jam berapa? Oh my god!", ucap Kyungsoo mengusap peluh

"Baiklah baiklah, tenangkan dirimu nona Do. Aku akan berganti pakaian dan segera menbantu kalian.", Baekhyun terseyum pada Kyungsoo dan langsung menuju toilet untuk merubah baju perginya menjadi baju waiters khas café. Setelah selesai, Baekhyun menyimpan tas yang ia bawa di ruangan tempat karyawan biasa berkumpul. Saat melewati dapur ia dapat melihat Lay dan Kyungsoo yang sedang sibuk membuat cake. Ia juga melihat Xiumin dan Chanyeol sedang meracik minuman. Baekhyun mampir ke meja kasir yang ditunggu oleh Chen untuk mengambil buku menu dan note kecil untuk mencatat pesanan. Lalu ia menuju ke meja nomor lima setelah melihat ada seorang pelanggan melambaikan tangannya. Sambil menunggu pelanggan memesan sesuatu, ia mengedarkan pandangannya dan menemukan Tao serta Luhan yang juga sedang sibuk mencatat dan mengantarkan pesanan.

SKIP

"Aaaa.. akhirnya selesai juga~", Tao

"Tulangku rasanya akan copot .. dan kukuku yang cantik tergores", Luhan

"Oh my god .,", Kyungsoo

"Syukurlah, kita dapat beristirahat..", Lay

"Waaah fantastis, thanks guys !", Xiumin

"Kita dapat uang banyak !", Chen

"Oh no bajuku penuh dengan serbuk kopi.", Channyeol

"…..", Baekhyun

"…", semua terdiam

"emm..Baek?"

"B?"

"…"

"B, kau tidur?"

"YA !"

"Eoh? Wae?", akhirnya Baekhyun membuka suara. Matanya yang satu masih terpejam dan tangannya masih setia menyangga kepalanya. Yang lain hanya geleng geleng kepala melihat tingkah puppy jejadian itu. Chanyeol mendekatkan dirinya lalu ia menyandarkan kepala Baekhyun di pundaknya. Pipi Baekhyun bersemu merah. Belum sempat para manusia yang berada di sana angkat bicara untuk menggoda mereka, tiba tiba suara bell terdengar. Xiumin langsung berlari untuk menemui seseorang yang dengan berani membuka pintu padahal sudah dipasang tulisan 'tutup' di depannya.

"Maaf kami sudah tutup.", kata Xiumin ramah

"Ini kan masih siang?", Tanya si pengunjung

"Ya, tapi tidak ada menu tersisa. Mungkin besok anda bisa datang kembali."

"Tidak, saya datang bukan untuk membeli, tapi untuk menemui Baekhyun."

"Kau siapa?", nada suara Xiumin berubah dingin

"Aku Daehyun."

"Tunggulah disini, aku akan memanggilkannya. Tapi jika Baekhyun tidak ingin menemuimu maka kau harus pergi.", jelas Xiumin, ia ingat bahwa Lay pernah bercerita tentang mantan kekasih Baekhyun. Lalu Xiumin masuk untuk memanggil Baekhyun. Ia juga menyuruh Lay dan Kyungsoo mengikutinya. Chanyeol membangunkan Baekhyun dan Baekhyun langsung pergi menemui Daehyun.

Baekhyun berdiri mematung dengan tubuh bergetar. Lay dan Kyungsoo saling bertatapan ragu. Selama ini merekalah yang tahu tentang masalah Baekhyun. Ditambah dengan Sehun dan Kris juga mengetahuinya. Sedangkah yang lain hanya sebatas tahu bahwa Daehyun adalah mantan kekasih Baekhyun yang dengan senang hati menyakiti hatinya. Sedangkan Chanyeol? Ia tidak tahu mengenai apapun. Ia selalu mencegah Baekhyun untuk bercerita jika Baekhyun merasa terpaksa. Namun Chanyeol juga mengatakan bahwa dia akan dengan senang hati mendengarkan jika Baekhyun sendiri sudah siap untuk membagi ceritanya.

"Baek –", belum sempat Daehyun menyelesaikan kalimatnya Baekhyun sudah memotong

"Untuk apa kau datang kemari?"

"Menca—"

"Kurasa urusan kita sudah selesai."

"Baek, aku masih mencin—"

"Pergi!"

"Bae—"

"KUBILANG PERGI!", Baekhyun langsung tak sadarkan diri setelah ia berteriak. Chanyeol datang untuk menggendong Baekhyun dan Xiumin langsung menghampiri Daehyun untuk menyuruhnya pergi. Namun Daehyun tidak mau bergerak dari tempatnya, melihat itu, Chen datang membantu Xiumin sampai akhirnya berhasil menyeret Daehyun keluar. Luhan dan Tao yang masih shock langsung membantu Chanyeol untuk mengurus Baekhyun. Kyungsoo sedang berusaha menghubungi Sehun tapi Lay mencegahnya, ia berkata

"Sehun akan marah besar jika kau menghubunginya. Ia pasti akan mencari Daehyun dan tidak segan untuk menghajarnya. Aku yakin ini bukan yang di inginkan Baekhyun."

"Tapi eonni—"

"Aku tahu kau khawatir, dan kau tau siapa yang paling Baekhyun butuhkan saat ini? Itu bukan Sehun ataupun kita."

"Chanyeol?"

"Ya, hanya Chanyeol yang bisa membuatnya tenang, setidaknya kita tunggu sampai Baekhyun sadar lalu kita biarkan mereka bicara berdua."


Semua berkumpul di ruangan Xiumin sambil menunggu Baekhyun sadar, termasuk Sehun, Kris, Suho dan Kai yang baru datang. Setelah Lay berhasil mencegah Kyungsoo untuk tidak menghubungi Sehun, ia melupakan Luhan yang langsung menelpon Sehun setelah Baekhyun berteriak. Sehun yang mendapat kabar tersebut langsung menarik Kai dan datang ke café. Kris dan Suho yang memang terbiasa datang untuk menjemput kekasih mereka pun ikut merasa khawatir tentang keadaan Baekhyun. Bagaimana pun juga Baekhyun masih belum sadar.

"Kenapa Baek noona belum sadar?", Sehun mengusap wajahnya kasar

"Tenanglah Sehun, kau tahu jika Baekhyun seperti ini jika dia mengalami shock.", Kyungsoo

"Ada yang ingin kusampaikan.", Lay berkata tegas

"Apa eonni?", Tanya Tao

"Jawablah jika aku bertanya dan menurutlah jika aku menyuruh kalian melakukan sesuatu.", Lay menegakkan duduknya, membuat semua orang langsung memusatkan perhatian mereka padanya

"Baiklah, pertama kau menyuruh kalian untuk mendengarkanku.", Lay mengambil nafas sejenak

"Ini mengenai Baekhyun. Kalian pasti sudah sangat mengenal Baekhyun. Namun kalian tidak mengerti masalah apa yang pernah dialami Baekhyun. Dan disini aku ingin menceritakan masalah itu kepada kalian.", Lay melirik pada Kyungsoo, Sehun, dan Kris yang terkejut

"Hanya aku, Kyungsoo, Sehun dan Kris yang mengetahui masalah ini secara utuh. Jadi aku meminta izin pada mereka, apakah aku boleh menceritakannya? Karena kurasa yang lain juga berhak tahu agar kita dapat membantu Baekhyun.", Kyungsoo, Sehun,dan Kris mengangguk menyetujui.

"Tapi untuk Chanyeol. Kau pernah bilang padaku bahwa kau ingin mendengarnya langsung dari Baekhyun. Jadi sekarang, pergilah ke ruang staff dan tunggulah Baekhyun sadar. Karena aku yakin kau adalah orang yang paling dibutuhkannya saat ini. Dan kau akan segera mendapatkan jawaban dari segala pertanyaanmu Chanyeol-ah.", Lay meyakinkan chanyeol yang sedari tadi hanya duduk terdiam. Chanyeol mengangguk dan langsung pergi.

"Baiklah, aku akan memulai ceritanya…"

At staff room

Chanyeol menghampiri Baekhyun, ia duduk lalu meraih tanggan Baekhyun dan menggenggamnya. Setelah beberapa menit, ia merasakan ada pergerakan dari tangan Baekhyun. Chanyeol langsung mengecup kening Baekhyun. Saat Chanyeol menjauhkan dirinya , tiba tiba Baekhyun duduk dan memeluknya dengan erat. Chanyeol tersentak, namun ia langsung membalas pelukan Baekhyun. Terdengar isakan kecil dan Chanyeol merasa baju nya mulai basah. Ia melepas pelukannya dan mengangkat dagu Baekhyun agar melihat ke arahnya. Chanyeol menangkup pipi Baekhyun dan menggerakkan jarinya untuk mengusap lelehan air mata.

"sssttt, uljima Baek .. aku ada disini.."

"Mm-mmi—mian-mianhae.. huks.", Baekhyun sesenggukan, dan Chanyeol kembali merengkuhnya

"Untuk apa kau meminta maaf?"

"Mm-maa-maafkan aku.. huks.. kau bilang.. huks.. kau tidak ingin .. huks.. melihatku.. huks.. menangis."

"Kali ini menangislah Baek .. aku yang akan menghapus air matamu.."

"Huks.. Chanyeol-ah.."

"Hmm?" , Chanyeol melepas pelukannya lalu menggenggam tangan Baekhyun

"Aku sudah tidak tahan .."

"Kalau begitu ceritalah."

"Berjanjilah jangan memotong ceritaku.. huks..tapi kau boleh mangusap air mataku atau memeluku jika tiba tiba aku menangis lagi.", Chanyeol mengangguk dan mempererat genggaman tangannya.

"Aku berada di kelas X SMA waktu itu. Hari itu adalah hari dimana kesedihan dan cobaan mulai datang menghampiriku .. huks."

"Hari itu adalah hari dimana ayahku meninggal karena kecelakaan. Aku sangat sedih, namun aku harus kuat .. huks.. untuk eomma dan huks, Baekbom oppa."

"Perusahaan yang didirikan appa diurus oleh samchoon, ayah dari Sehun sampai akhirnya diambil alih oleh Baekbom oppa setelah dia menyelesaikan studynya. Eomma sangat Bangga pada kami anak anaknya. Aku selalu mendapat nilai bagus dan Baekbom oppa berhasil mengembangkan perusahaan berkat kepandaiannya."

"Lalu saat aku kelas XII, eomma tiba tiba mengatakan hal yang mengejutkan. beliau mengatakan bahwa beliau akan menikah lagi. Eomma bertanya padaku dan Baekbom oppa apakah kami setuju? Dan saat itu kami menyutujuinya karena kami pikir itu adalah hal yang eomma lakukan untuk dirinya, selama ini eomma selalu melakukan apapun tuk kami anak anaknya.. hiks hiks..", Baekhyun tiba tiba menangis lagi dan Chanyeol yangsung memeluknya dan mengusap usap punggungnya.

"La-lalu .. huks .."

"Pelan pelan Baek.. aku akan menunggu. Atau jika kau ingin menceritakan kelanjutannya lain kali aku tidak apa apa.", Kata Chanyeol

"Tidak, aku akan melanjutkannya.. huks.. tibalah saatnya kedua keluarga bertemu. Eomma memperkenalkan aku dan Baekbom oppa kepada calon suaminya atau canlon ayahku yang baru. Aku sedikit takut melihatnya. Lalu Ajusshi itu memperkenalkan anaknya yang kedua, seorang lelaki, bisa kau tebak itu siapa?", Chanyeol menggeleng

"Itu adalah Kris oppa (Chanyeol terkejut). Lalu Ajusshi menjelaskah bahwa anak pertamanya, seorang perempuan, tidak bisa hadir. Saat aku melihat Kris oppa, dia seperti mengatakan 'tolaklah pernikahan ini' melalui matanya. Aku tidak mengerti." , Baekhyun tiba tiba bergetar dan Chanyeol langsung memeluknya untuk yang kesekian kalinya. Baekhyun mulai sesenggukan lagi. Ia mengetur nafasnya dan menyiapkan mentalnya untuk menceritakan bagian yang paling dibencinya.

"ss-se-selanjutnya huks .. kami melakukan persiapan pernikahan. Sejauh ini,anak perempuan ajusshi belum menampakkan wajahnya. Akhirnya aku pergi untuk mengambil gaun bersama Kris oppa."

Flashback

Baekhyun POV

Aku dan Kris oppa berjalan menuju butik. Sampai di sana, Kris oppa menyampaikan keperluan kami datang ke butik. Pegawai yang melayani kami mengerti dan menyuruh kami untuk menunggu selagi ia mempersiapkan gaunnya.

"Baek?", Kris oppa memanggilku, entah kenapa tiba tiba perasaanku tidak nyaman

"Ne?"

"Kenapa kau tidak menolak pernikahan ini ? aku yakin sebenarnya kau tidak menginginkan jika ibumu menikah lagi."

"Ya, awalnya begitu. Tapi aku ingin melihat eomma bahagia."

"Kau tahu Baek? Ayahku sangat tamak. Ia menceraikan ibuku setelah hartanya habis. Dan kakak perempuanku hanya bisa menghamburkan uang. Aku yakin dibalik ini semua ayah dan kakakku memiliki niat terselubung. Kakak tidak pernah memikirkan keluarga, namun ia selalu menurut pada ayah karena ayah akan memberinya uang."

"Maafkan aku oppa, aku tidak suka mendengar cara bicaramu. Jika kau tidak suka maka pergilah. Aku hanya ingin melihat eommaku bahagia, bukankah sudah ku katakan?"

"Baiklah jika itu maumu. Yang penting aku sudah memperingatkanmu. Dan satu lagi, kakakku tidak pernah muncul karena ayah yang menyuruhnya."

Kris oppa pergi dan aku duduk dengan pikiran berkecamuk. Aku masih belum mengerti apa yang dikatakannya. Akhirnya pegawai yang kutunggu datang. Aku mengucapkan terimakasih lalu keluar dari butik. Sampai di depan, tiba tiba Daehyun, kekasihku menelpon. Dia bilang bahwa dia disuruh eomma untuk menjemputku karena eomma takut jika aku mengganggu jam kuliah Kris. Aku hanya mengiyakan. Daehyun datang membawa mobil putih yang belum pernah kulihat sebelumnya. Lalu kami langsung pergi menuju rumah ajusshi.

"Kenapa ke rumah ajusshi? Kenapa tidak ke rumahku saja?", tanyaku

"Eomma mu yang menyuruhku Baek. Oya eomma mu juga membelikan sebuah gaun. Ia meletakkannya di kamar utama. Ayo baek cobalah, aku ingin melihatnya.", Kata Daehyun

"Shireo!"

"Ayolah~", aku lemah jika Daehyun merajuk. Akhirnya aku menurutinya dan berjalan ke kamar utama untuk berganti pakaian.

Aku berhenti sejenak. Tiba tiba perasaanku tidak enak. Namun aku tetap melangkahkan kakiu kedalam kamar. Betapa terkejutnya aku karena tiba tiba pintu dikunci dari luar au aku di banting di atas ranjang oleh ajusshi. Jadi Daehyun berbohong dengan membawa nama eomma? jadi ia menjebakku? Aku menoleh ke arah ajusshi yang tiba tiba membuka kemejanya. Aku mulai ketakutan ketika ia mendekat ke arakhu. Aku memundurkan tubuhku.

"Pp per pergi !", aku berteriak dan aku mendengar suara orang tertawa diluar sana. Aku yakin itu suara Daehyun. Ajusshi semakin mendekat dan mencoba meraih tanganku.

"Jangan mendekat !", lagi, aku berteriak dan mataku mulai berkaca-kaca. Ajusshi itu menindih dan mengunci tanggan dan tubuhku sehingga aku tidak bisa bergerak sama sekali. Tangannya yang bebas mulai membelai rambutku dan mengusap bibirku. Aku mengangis. Ia membuka satu per satu kancing kemejaku. Aku terus berteriak sampai akhirnya Ia mengehentikan aktivitas membuka kancing dan tangannya membekapku. Dengan nekat aku menggigit tangannya dan menendang perutnya. Aku berteriak lagi sambil berlari ke arah pintu, tapi tubuhku dibating di atas lantai. Sangat sakit.

"Cebal.. siapapun tolong aku hiks", aku merintih

"hiks ..", aku menangis

lalu

BRAK !

"Kk-kr-kris oppa ..", aku pingsan karena shock berat .

Flashback end

Baekhyun terisak di pelukan Chanyeol. Ia menangis sejadi jadinya. Chanyeol terus mengeratkan pelukannya. Menyalurkan kekuatan untuk orang yang sangat ia sayangi, ia cintai. Namun dengan beraninya orang orang laknat itu menyakiti Baekhyun-nya. Chanyeol merasa amarahnya telah mencapai ubun ubun. Rasanya ia ingin membunuh Daehyun dan ajusshi mesum itu. Dan ia sangat berterimakasih kepada Kris hyung karena telah menjadi orang yang melindungi Baekhyun. Satu yang menjadi pertanyaan Chanyeol. Bagaiman bisa Daehyun mengenal calon ayah Baekhyun? Dari eomma Baekhyun? Tidak mungkin. Bahkan eommanya tidak pernah menceritakan perihal pernikahan pada siapapun. Mungkinkah? Kakak perempuan Kris hyung? Apa mereka saling mengenal?

"Baek, dengarkan aku. Tatap aku Baek kumohon..", Chanyeol mendongakkan kepala Baekhyun namun Baekhyun kembali menunduk

"Kenapa kau tidak mau menatapku hmm?"

"Aku takut kau jijik padaku Chanyeol", jawab Baekhyun lirih.

"Sama sekali tidak Baek.. kumohon.. lihat aku Baek.", Akhirnya Baekhyun mendongak menatap mata kelam Chanyeol. Menatap wajah Chanyeol yang tampan dengan senyum teduhnya.

"Dengar Baek.. sekarang adalah giliranku bicara. Semua yang terjadi biarlah terjadi.. jika kau tidak ingin mengingatnya, maka buanglah jauh jauh. Jangan mencoba menutup hatimu lagi Baek.", Chanyeol mengusap air mata Baekhyun yang meleleh

"Aku akan selalu ada disisimu .. mereka, teman teman kita, juga akan selalu berada disisimu.", Chanyeol membelai rambut Baekhyun dan Baekhyun memejamkan matanya.

"Baek, maukah kau mengizinkanku untuk menjadi orang yang berarti dalam hidupmu?", Baekhyun tersentak, mereka saling memandang dan mencari kepastian

"Aku tidak akan pernah memaksamu menerimaku Baek. Aku akan menunggumu sampai kau siap membuka hatimu untukku ..", Baekhyun menjatuhkan air matanya dan memeluk Chanyeol

"Aku akan mencobanya Chanyeol, aku mau jika itu denganmu.. tapi aku tidak ingin berpacaran sekarang.. mengertilah.", Baekhyun mengeratkan pelukannya

"Aku mengerti, aku akan menunggu. Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu, mulai sekarang aku adalah rumahmu. Tempatmu kembali jika kau merasa lelah Baek. Tempatmu menaruh kebahagiaan.", Chanyeol mengecup kening Baekhyun

"Jadi kumohon.. tetaplah bersamaku.. disampingku.. aku akan mengobati semua lukamu Baek.."

Baekhyun mendongak , mereka bertatapan. Chanyeol menangkup pipi Baekhyun lalu mendekatkan wajahnya dan wajah cantik Baekhyun. Chanyeol tersenyum lembut.

"Saranghae .."

Baekhyun memejamkan matanya. Dan Chanyeol mengecup bibirnya.

TBC

alybee92

la la la

aku sangat senang

terimaksih yaa untuk riview dan support kalian

muach muach :*

i wish you like this chappie~

fighting !

seperti biasa, maaf jika aku ber typo typo ria

i'm so sorry

and

review please ~