AN :

Saya pinjam nama 'dragon slayer'nya Fairy Tail ya.

Ini umur untuk cerita saya :

GOM dan yang kelas 1 : 18

kelas 2 : 20

kelas 3 : 21

.

the Lord of Darkness

Generation of Miracles | Kuroko Tetsuya | Nijimura Shūzō

Friendship | Fantasy

Kuroko no Basuke © Fujimaki Tadatoshi

Chapter 1 : Naga dan Iblis

.

Rakuzan

Rakuzan malam itu terasa suram dan mencekam. Jam baru menunjukkan pukul 19.45, tapi sudah tidak ada orang yang berkeliaran di seluruh penjuru negeri. Mereka –para warga Rakuzan- memilih untuk berdiam diri di rumah masing-masing, mencari keamanan katanya. Jalan-jalan terlihat kosong, bahkan tidak ada kucing-kucing berkeliaran. Para warga kini mengganti penerangan di rumah mereka dengan lampu yang lebih redup. Mereka takut menarik 'perhatian'. Negara itu bagaikan kota mati saja kala malam hari tiba.

Sementara itu di menara tertinggi istana Rakuzan, seorang pemuda terdiam. Namanya Akashi Seijūrō, pemuda jenius berusia 18 tahun yang –ajaibnya- merupakan salah seorang petinggi militer di Rakuzan. Surainya merah, matanya tajam dengan pupil vertikal, dia tidak terlalu tinggi jika dibandingkan dengan rekan-rekannya, namun janganlah 'menilai buku dari covernya'. Karena Akashi Seijūrō –meski terhitung pendek- mendapat predikat terkuat di Rakuzan.

Akashi memicingkan matanya, menunggu kemunculan sekebat cahaya misterius di puncak pegunungan Andrastea. Cahaya itu biasanya hanya muncul sekitar 5 detik. Tapi, tidak ada satupun yang luput dari pengawasan Akashi, jadi jangan heran jika pemuda itu bisa menyadarinya. Jika dihitung, ini sudah 1 bulan sejak Akashi pertama kali melihat cahaya itu. Cahaya itu tak tentu kapan munculnya, yang jelas dia hanya muncul saat jam 8 malam.

Awalnya Akashi pikir cahaya misterius dari puncak Andrastea itu hanyalah aurora biasa. Tapi, kemudian Akashi merasakan ada hawa mengerikan yang datang bersamaan dengan cahaya itu. Dan firasat buruknya terbukti beberapa jam setelahnya. Tepatnya ketika jam 10 malam. Segerombolan mahluk mengerikan menyerang daerah perbatasan Rakuzan. Memporak-porandakan daerah pinggiran itu. Entah mahluk apa itu sebenarnya, yang jelas bukanlah raksasa dari hutan Ganymede –hutan yang terdapat di kaki gunung Andrastea-.

Setelah penyerangan pertama, serangan selanjutnya datang 3 hari kemudian. Diawali dengan sekelebat cahaya misterius jam 8 malam dari puncak Andrastea. Kemudian jam 10 malam ketika mahluk-mahluk itu mulai berdatangan. Dan penyerangan-penyerangan lain datang secara random. Tidak ada yang dapat memprediksi kapan mahluk-mahluk itu akan menyerang. Yang jelas semua orang harus siaga. Dan yang paling merepotkan adalah tugas Akashi bertambah. Harus menyusun jadwal patroli malam –yang diisi dengan lebih banyak orang dibandingkan patroli normal-, kemudian memperketat jadwal latihan, dsb.

Kalau boleh jujur, sebenarnya sekitar seminggu sebelum kemunculan cahaya misterius itu Akashi bisa merasakan bahwa sihir yang ada di dunia ini menjadi tidak stabil. Jangan tanya bagaimana caranya, yang jelas dia memang bisa merasakannya. Lalu, teka-teki ini mulai mencapai titik terang setelah Akashi bertemu langsung dengan mahluk-mahluk itu. Sepertinya, dia mulai yakin mahluk apa itu. Dan jika tebakannya benar, maka kasus ini sudah tidak abu-abu lagi.

Alarm kecil di meja mulai berdering. Pertanda jam sudah menunjukkan pukul 20.00. Akashi memicingkan matanya sekali lagi. Dan benar saja, cahaya itu muncul malam ini. Pemuda bermanik ruby itu kemudian bergegas ke ruang para petinggi, hendak memberitahukan serangan yang akan muncul.

.

.

Rakuzan

2 hari kemudian

19.00

"Sei-chan."

Akashi menoleh. Mendapati semua orang yang dipanggilnya sudah datang -dan kini tengah mendudukkan diri-. Kemudian pemuda bersurai merah itu kembali mengalihkan pandangannya pada langit malam. Membuat Fukui Kensuke menggerutu merasa diabaikan.

"Bagaiman kerusakan yang kita terima setelah penyerangan 2 hari lalu?" tanya Akashi.

"Seperti yang kau tahu, kita sedikit kecolongan. Muncul mahluk aneh jenis baru, yang ini bersayap, dan mereka berhasil membuat tim 5 kewalahan. Ada 3 korban jiwa, 2 masih koma, yang lain terluka parah." Ucap Tatsuya Himuro sambil menyilangkan kakinya.

"Yaa, dan kerusakan yang kita terima cukup parah. Empat rumah warga hancur. Setidaknya tidak ada korban jiwa dari warga biasa." Kali ini Eikichi Nebuya yang melapor. Akashi mengangguk paham sembari mengucapkan terima kasih, kemudian hening. Semua orang sibuk dengan pikirannya masing-masing.

"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa aku memanggil kalian ke sini." Suara rendah Akashi memecah keheningan, membawa semua orang kembali dari lamunan masing-masing.

"Hmm~ memangnya ada apa Aka-chin?" tanya pemuda berjulukan titan, Murasakibara Atsushi.

"Pernah mendengar sejarah yang melibatkan naga dan iblis?" bukannya menjawab, Akashi justru bertanya balik. Membuat orang-orang di sana kebingungan.

"Aku tidak tahu kau suka dongeng macam itu." ucap Fukui sekenanya.

"Itu bukan dongeng. Itu sejarah."

"Hmm. Terserah, pada dasarnya aku juga membenci sejarah." Ucapan Fukui kali ini diangguki oleh Hayama.

"Aku tahu Sei-chan."

"Kalau begitu Mibuchi-san tidak keberatan bukan memberitahu mereka?" tanya Akashi sambil melirik Fukui dan Hayama.

"Tentu saja tidak, apa lagi jika Sei-chan yang meminta."

.

.

Shūtoku

"Naga ya? Menurut sejarah ada dua jenis naga. Naga dari barat dan dari timur. Pada umumnya naga dari timur berwujud seekor ular besar, sedangkan yang dari barat digambarkan sebagai kadal bersayap." Ucap Moriyama sambil memasang pose berpikir.

"Hah? Kalau Cuma itu aku juga tahu senpai. Aku hanya bingung tentang cerita mengenai naga dan iblis yang disebut-sebut Kise." Ucap Takao Kazunari menggebu-gebu.

"Heh, kau bodoh atau apa? Tidak pernah belajar sejarah huh?" kali ini Miyaji yang menyahut. Sementara Takao hanya menggerutu pelan. "Yah baiklah, biar aku saja yang jelaskan." Sambung Miyaji.

"Seperti yang kalian ketahui, saat naga masih ada di dunia ini mereka digambarkan sebagai sosok monster yang cenderung merusak, tokoh antagonis yang seharusnya dihancurkan. Singkatnya, mereka adalah ancaman bagi manusia.

Tapi, manusia tidak dapat memburu naga seenaknya sendiri. Karena naga mempunyai kekuatan untuk menghancurkan para iblis. Sekitar 7.000 tahun yang lalu, saat Teikō masih berdiri di bumi ini, terdapat jembatan yang menghubungkan tanah kita dengan dunia para iblis.

Jembatan itu biasanya muncul kala petang di bulan ke-lima malam ke-empat belas. Para iblis ingin mengambil alih dunia kita, dimana akhirnya mereka harus berkonfrontasi dengan naga. Pendek kata, kita butuh naga untuk melawan iblis, tapi naga sendiri adalah musuh kita yang dapat menyerang sewaktu-waktu." Miyaji berhenti sebentar untuk minum, kemudian dia melanjutkan lagi.

"Sihir mulai berkembang. Hingga akhirnya ditemukan sihir yang mampu memusnahkan iblis. Namun, jembatan itu masih tetap ada, sehingga iblis masih tetap berdatangan. Kemudian dilakukan penelitian mengenai jembatan itu. Hingga akhirnya misteri terpecahkan. Jembatan penghubung itu merupakan ulah dari seekor naga hitam, orang-orang zaman dahulu menyebutnya 'The Lord of Darkness', naga penguasa kegelapan.

Orang-orang kemudian mulai mengembangkan sihir yang dapat memusnahkan naga, tentu saja karena mereka jengah dengan si penguasa kegelapan dan kaumnya. Hingga akhirnya sihir itu berhasil ditemukan oleh Teikō. Tidak lama kemudian, Teikō mengirim ksatria terkuatnya untuk memburu sang naga hitam. Tidak ada yang mencatat nama si ksatria di buku sejarah manapun, yang jelas dia menang. Sang naga hitam mati, jembatan penghubung hancur."

.

.

Tōō

"Sayangnya kisah ini belum berakhir." Ucap Momoi Satsuki, ahli taktik dari kemiliteran Tōō.

"Hah? Ayo cepatlah lanjutkan." Kali ini pemuda berambut merah gelap yang menyahut. Namanya Kagami Taiga.

"Hahaha, Kagamin penasaran? seperti anak kecil yang sedang meminta didongengkan saja~"

"Aku tidak penasaran! Ini semata-mata biar aku tidak kalah dengan si AHOmine. Aku tidak terima hanya karena dia tahu sedikit mengenai sejarah kemudian dia memanggilku BAKA."

"Hah~ BAKAgami dan AHOmine. Selalu saja memperdebatkan hal kecil. Bukannya mereka sama saja." Gumam Junpei malas sambil menggelengkan kepalanya.

"Biarkan saja. Toh mereka membuat base ini lebih hidup. Meski aku sendiri juga heran, ternyata Aomine bisa mempelajari sejarah. Aku pikir hanya Photobook Mai-chan saja yang dibacanya." Ucap Imayoshi sambil tersenyum.

"Aku lanjutkan ya Kagamin." Ucap Momoi yang diangguki Kagami.

"Kekuatan dari naga hitam secara tidak sengaja terserap ke tubuh sang ksatria. Membuat ksatria tersebut bisa mengendalikan kegelapan. Awalnya semua orang bingung. Sampai akhirnya dicapai konklusi. 'Saat kau berhasil membunuh naga, maka kekuatan naga tersebut akan berpindah padamu.' Itulah awal mula perburuan naga 5.000 tahun yang lalu.

Saat itu manusia benar-benar tamak. Mereka menginginkan kekuatan yang sebesar-besarnya. Hingga akhirnya naga punah karena diburu. Banyak orang yang iri pada para 'dragon slayer' –mereka yang berhasil memburu naga-.

Suatu hari, tercetus pertanyaan gila. 'Apabila saat kau membunuh naga, kekuatannya akan beralih padamu. Lalu apa yang akan terjadi saat kau membunuh seorang Dragon Slayer?'

Seseorang dengan nama Albert memutuskan untuk mencari jawaban dari pertanyaan tersebut. Dia membunuh temannya sendiri yang merupakan Dragon Slayer. Namun kekuatan naga tidak berpindah pada Albert. Albert depresi dan kemudian menyebarkan berita bahwa dia berhasil mendapatkan kekuatan naga. Hingga akhirnya pembunuhan para Dragon Slayer berlanjut.

Menurut catatan, kekuatan naga para Dragon Slayer menurun pada keturunannya. Itulah mengapa orang-orang membunuh keturunan para Dragon Slayer. Mereka takut ketika anak tersebut sudah dewasa, dia akan membalas dendam atas kematian orang tuanya. Pada akhirnya, semua Dragon Slayer dan keturunannya tewas, dan kekuatan para naga menghilang dari dunia ini." Momoi Satsuki menghela nafas berat. Dia merasa miris menceritakan mengenai pembunuhan anak-anak kecil tak berdosa.

"Cerita yang mengerikan, bukan?"

.

.

Rakuzan

"Ya, mengerikan. Tapi Akashi, aku lebih fokus pada awal ceritanya." Ucap Himuro Tatsuya, yang membuat seisi ruangan menoleh padanya.

"Apa mungkin mahluk yang menyerang kita adalah... Kau tahu."

"Aku tidak yakin Himuro-san. Tapi jika iya, maka sejarah mulai terulang." Ucap Akashi diikuti bunyi nafas tercekat rekan-rekannya.

.

.

TBC

.

.

Terima kasih untuk yang sudah baca, review, fav, follow. Semoga cerita ini menghibur dan tidak membosankan.

Mengenai naga, itu saya cari di wikipedia dengan perubahan sesuai imajinasi saya.

Dan terakhir, selamat menunaikkan ibadah Puasa.