This Is Wrong
.
.
Cast : Sungmin & Kyuhyun
Rating : T+
Warning : pemain bisa bertambah setiap chapternya. Typo ada dimana-mana.
Cerita tidak sesuai dengan judul.
.
.
Ready!
.
Ryeowook terbangun dari tidurnya saat merasakan getaran ponsel nya di saku jas yang ia kenakan. Ia menatap layar ponselnya sejenak, lalu menggeserkan tombol hijau.
"yeoboseo hyung."
"yeoboseo wookie, kau masih dikantor?"
"ya, aku masih di kantor. Ada apa hyung?"
"Bisakah kau pulang sebelum makan malam? ada yang inginku bicarakan padamu."
"oh baiklah hyung."
"baiklah aku tunggu."
Ryeowook memutuskan panggilan dari eunhyuk. Ia melirik sejenak arloji berwarna hitam yang melingkar manis di pergelangan tangannya yang kecil.
'sudah hampir malam. sepertinya aku ketiduran.' iner ryeowook. ia sedikit bingung, 'kapan aku tidur dalam posisi berbaring? Dan, kapan aku tidur disofa?' seperti itulah pertanyaan yang ada di dalam kepalanya.
Daripada ia terus memikirkan hal yang tidak penting, sebaiknya ia segera pulang dan menemui eunhyuk, yang katanya ada yang ingin di bicarakan.
Ia sedikit merapikan pakaiannya, lalu ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangannya. Saat ia membuka pintu, ia dikejutkan dengan kehadiran sesorang namja tampan yang berdiri di depannya.
"Astaga! Yesung, kau membuatku terkejut." Ryeowook mengelus pelan dadanya karena terkejut gara-gara namja yang dipanggilnya yesung.
"Ah maaf sajangnim." Ucap yesung membungkukkan badannya meminta maaf.
"kenapa kau belum pulang?" tanya ryeowook kepada yesung. Pasalnya, ini sudah jam waktunya pulang.
"saya menunggu anda sajangnim." Ucap yesung yang membuahkan tatapan bingung dari ryeowook.
"ne?" ryeowook menatap yesung dengan bingung. Dan sikap yesung pun berubah menjadi gugup.
"Ah, ma-maksud saya, saya menunggu anda pulang terlebih dulu sajangnim." Ucap yesung dengan sedikit gugup. Ryeowook hanya membalasnya dengan anggukan.
"ya sudah. Kau pulang lah, aku akan segera pulang." Ucap ryeowook memberikan senyum manisnya kepada yesung.
"Ah ya sajangnim. Anda pulang saja dulu, ada beberapa hal yang harus saya kerjakan."ucap yesung membalas perkataan ryeowook dengan sopan.
"Baiklah, aku pulang dulu yesung-ssi." Yesung membungkukkan badannya saat ryeowook melangkahkan kakinya meninggalkan yesung yang masih berdiri di depan pintu ruangannya.
"Hah~ kau membuatku gila sajangnim." Yesung langsung mendudukan dirinya di kursi kerjanya dan langsung berkutat dengan beberapa berkas yang belum selesai.
137
Seperti biasa, maid yang bekerja di rumah itu sibuk dengan pekerjaan masing-masing, tak terkecuali sungmin. Ia juga sibuk bolak-balik dari dapur menuju meja makan sambil membawa berbagai piring yang berikan menu makan malam untuk penghuni rumah mewah ini.
"Apakah semuanya sudah selesai?" semua maid langsung membungkukkan badan mereka saat melihat eunhyuk.
"tinggal beberapa menu lagi tuan." Ucap shin ahjumma. Eunhyuk hanya menganggukkan kepalanya menandakan ia mengerti. "Hay hyung." Eunhyuk memutar kepalanya ke arah suara. Ia langsung memeluk ryeowook saat namja manis itu sudah tiba.
"lama tidak bertemu wookie~" ryeowook tidak menjawab, malainkan semakin mengeratkan pelukannya pada eunhyuk.
"Ekhem.. tuan ryeowook dan tuan eunhyuk, bisakah kalian memberikan saya jalan?" keduanya melepaskan acara pelukan mereka, saat suara sungmin terdengar oleh mereka.
"Aish.. hyung, kau mengganggu moment kebersamaan kami." Ucap ryeowook sambil mendelik ke arah sungmin. "ne hyung. Dan berhentilah memanggil kami dengan sebutan 'Tuan'." Lanjut eunhyuk.
Sungmin hanya tertawa sebagai jawaban. "Kalian memang 'tuan'ku ryeowook-ah, eunhyuk-ah." Ucap sungmin, yang membuat kedua namja manis itu memutar matanya bosan.
"waahh~ sudah waktunya makan malam?" suara seseorang mengalihkan pandangan ketiga namja manis yang sedang mengobrol –sambil berdiri- itu.
"Heii.. hyung, dia siapa?" tanya ryeowook pada eunhyuk saat melihat seorang namja yang tidak pernah ia lihat sebelumnya atau bahkan ia tidak mengenalnya sama sekali.
"oh, kenalkan, Aku Lee Donghae. Kekasih Lee HyukJae." Ryeowook membulatkan matanya saat mendengar perkataan donghae.
"Mwo? Apa itu benar hyung?" tanya ryeowook setelah melepaskan jabatan tangannya pada donghae. "Aku sudah menduganya eunhyuk-ah." Ucap sungmin sambil tersenyum.
"Aish.. jangan dengarkan namja ikan ini sungmin hyung, ryeowook-ah. Ia selalu membual." Ucap eunhyuk sambi menatap tajam donghae.
"Aku tidak membual." Ucap donghae samtai. "dari mana kau kenal eunhyuk hyung, donghae-ssi?" tanya ryeowook pada donghae.
"Ah jangan seformal itu.. panggil aku donghae saja atau hyung jika kau lebih muda dari ku ryeowook-ah. Oh, aku bertemu dengannya di club saat ia ma-" ucapan donghae terputus kerana perkataan eunhyuk.
"Sudah lah! Sebaiknya kita makan malam saja." ucap eunhyuk sambil duduk di kursi yang berada didekatnya. Donghae yang melihat itu, langsung duduk di samping eunhyuk.
"Kenapa kau duduk di sampingku?" tanya eunhyuk ketus. "memang kenapa? Aku hanya ingin duduk disamping kekasiku saja." ucap donghae dengan santainya. "AKU BUKAN KEKASIHMU LEE DONGHAE!" semua menutup telinga saat medengar suara teriakan eunhyuk.
"suaramu sangat 'bagus' eunhyuk hyung." Ucap ryeowook yang sudah duduk dikursinya berhapan dengan eunhyuk.
"sungmin hyung, sebaiknya kau makan malam bersama kami saja." ucap ryeowook kepada sungmin. Sungmin hanya membalasnya dengan menggelengkan kepalanya dan tak lupa senyum manisnya.
"aku makan bersama yang lain saja di belakang." Ucap sungmin agu membungkukkan sedikit badannya dan melangkahkan kakinya ke belakang.
Aiittss.. jangan salah sangka. Walaupun mereka seorang Maid, tapi mereka juga di lakukan secara baik. Mereka juga makan di Meja makan sama seperti ryeowook, eunhyuk, donghae dan kyuhyun. Tidak seperti apa yang pernah kalian lihat-lihat di sinetron-sinetron. Hanya saja temapt yang membedakan.
137
"Mana kyuhyun, hyung?" tanya ryeowook saat tidak melihat dongsaengnya di meja makan.
"dia di kamar ryeowook-ah. Dia ada masalah, jadi.. ya kau tau sendiri jika ia punya masalah." Jelas eunhyuk. Ryeowook yang tidak mengerti, langsung menatap eunhyuk dengan pandangan bingung.
"Maksud hyung?" tanya ryeowook. ia dapat melihat eunhyuk menatapnya dengan pandangan sulit diartikan.
"Nanti kujelaskan." Ucap eunhyuk pada ryeowook. ryeowook hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
:::::::::: SKIP ::::::::::
Sungmin telah berganti seragamnya menjadi pakaian santai. Dengan baju kemeja berwarna putih dan di padukan dengan celana jeans yang membungkus kakinya.
"hyung, kau sudah ingin pulang?" sungmin membungkukkan badannya saat melihat ryeowook. "memang ada apa ryeowook-ah?" tanya sungmin dan menghampiri ryeowook.
"hyung, bolehkah aku minta tolong? Tolong antarkan ini ke kamar kyuhyun karena aku ada sedikit urusan dengan eunhyuk hyung. Dan Aku tau dia tadi melewatkan makan malam." sungmin menerima nampan yang di berikan oleh ryeowook.
"Baiklah." Ucap sungmin. Ryeowook bergumamkan 'Terima Kasih' dan berlalu dari hadapan sungmin.
Sungmin menyuruh temannya untuk pulang lebih dulu. Dan Sungmin pun segera menuju kamar kyuhyun yang berada di lantai dua.
Tok
Tok
Tok
Sungmin mengetok pintu kamar kyuhyun terlebih dulu, namun tidak ada jawaban. Kembali ia mengetuk pintu kamar kyuhyun. Namun masih sama, tidak ada jawaban.
"tuan muda kyuhyun, aku membawakan makan malam untukmu." Ucap sungmin. Namun ia tidak mendengar suara apapun dari dalam.
"Masuk saja hyung... kyuhyun tidak mengunci pintunya." Suara ryeowook membuat sungmin berani membuka pintu kamar kyuhyun.
Yang pertama ia lihat adalah, terdapat beberapa foto yang terpajang di dinding kamar namja tampan ini. dan sungmin yakin, itu adalah foto ayah dan ibu kyuhyun, dan juga foto kyuhyun bersama kedua orang tuanya dan hyungnya –Kim Ryeowook.
Ia langsung meletakkan nampan yang berisikan makan malam kyuhyun di atas meja nakas disamping tempat tidur namja itu. sungmin bisa melihat bahwa kyuhyun tengah tertidur dengan posisi membelakanginya.
"Tu-tuan, sebaiknya kau bangun." Ucap sungmin cemas. Ia sangat cemas jika kyuhyun memarahinya karena sudah berani masuk ke kamar pribadi tuan muda tampan itu.
"aku mengantuk hyung." Sungmin hampir saja tertawa saat mendengar suara kyuhyun seperti anak kecil jika ia tidak ingat siapa yang tengah ia bangunkan ini. mungkin, kyuhyun mengira, yang membangunkannya adalah hyungnya, ryeowook.
"Tuan kyuhyun, sebaiknya anda makan dulu." sungmin masih mencoba membangunkan kyuhyun.
Perlahan kyuhyun membuka matanya dan betapa terkejutnya kyuhyun saat melihat seseorang masuk ke kamarnya. Dengan gerakan refleks, kyuhyun segera duduk di atas kasur.
"apa yang kau lakukan?" tanya kyuhyun pada sungmin. Sungmin yang ditanya, terlihat gugup saat melihat tatapan tajam kyuhyun dilayangkan ke arahnya.
"A-aku ha-hanya membawakan ma-makan malam untuk anda tuan." Ucap sungmin gugup. Kyuhyun pun menatap nampan yang berada di nakas mejanya.
"kau boleh keluar." Ucap kyuhyun dingin. Dengan segera sungmin membungkukkan badannya dan keluar dari kamar kyuhyun.
Diluar, sungmin memegang dadanya saat merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.
"mungkin karena tatapan tajamnya." Ucap sungmin pada dirinya sendiri. setelah itu, ia langsung turun menuju lantai satu dan kemudian ia berlalu meninggalkan rumah mewah itu menuju apartement kecilnya yang nyaman.
137
Sungmin berjalan kaki menuju apartementnya. Berjalan kaki menuju apartementnya tidak menjadi hal yang sulit untuk sungmin. Ia juga sering berjalan kaki dari tempatnya bekerja –rumah kyuhyun- sampai ke apartementnya yang kecil, hanya sekedar melihat-lihat kota seoul saat malam hari.
Walaupun jarum jam sudah menunjukkan ke angka 11, namun kota seoul tetap ramai oleh orang-orang yang lalu lalang. Di tengah jalan, ia melihat penjualan pinggiran jalan, menjajahkan barang dagangannya berupa boneka dan beberapa aksesoris.
Ia berjalan ke salah satu stand untuk melihat-lihat, apakah ada yang ingin ia beli.
"Annyeong ahjumma." Sapa sungmin ramah. Ahjumma yang disapa sungmin pun membalasnya dengan tak kalah ramah.
"Annyeong anak muda. Ada yang ingin kau beli?" tanya ahjumma itu kepada sungmin. Sungmin yang ditanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Aku ingin membeli gelang ini ahjumma. Kira-kira berapa harganya?" tanya sungmin saat ia melihat gelang yang sangat bagus. Gelang berwarna coklat, dengan mainan gembok dan kunci kecil.
"Ah pilihan yang bagus anak muda. Itu gelang sangat banyak diminati oleh kaum remaja. Harganya 2000 won. " ucap ahjumma itu dengan senyum ramahnya.
Sungmin membuka tas sandangnya untuk mengambil dompetnya. Namun, ia tidak menemukan barang itu. ia sudah memeriksa semuanya, namun hasilnya nihil.
'apa tertinggal di rumah kyuhyun?' ucap sungmin dalam hati. Ia kembai menutup tasnya dan menyandangnya.
"Ahjumma, tolong ahjumma simpan gelang ini ne.. dompetku ketinggalan di tempat kerjaku. Ne ahjumma.." mohon sungmin. Sungmin tidak ingin gelang yang ingin dibelinya di jual oleh ahjumma itu.
"Ah baiklah sayang~. Ahjumma akan menyimpannya." Sungmni mengucapkan terimakasih dan segera berlari menuju rumah kyuhyun.
137
Jarum jam sudah menunjukkan ke angka 12 malam. ya ini telah masuk dini hari, dimana semua orang telah menjelahi alam mimpi mereka masing-masing. Namun, tidak bagi namja tampan ini. ia tengah duduk di meja makan dengan beberapa botol minuman yang di ketahui sebagai 'Wine'.
Namja itu adalah kyuhyun. Ia sudah terlihat setengah sadar atau mungkin sudah hampir tidak sadar. Ia masih meminum minuman berwarna merah pekat itu.
"Apa aku mulai menyukaimu?" tanya entah pada siapa. Sepertinya ia memang telah TIDAK sadar.
"Tu-tuan?" kyuhyun mencoba menganggkat kepalanya yang terasa berat. Ia mengenal suara itu, suara yang selalu tergiang di pikirannya.
"apa yang tuan lakukan di tengah malam ini?" tanya sungmin-namja yang memanggilnya dan berjalan mendekatinya. Kyuhyun terus menatap wajah manis itu.
'dia memang sempurna. Mata foxynya, hidung yang mancung, pipi yang chubby dan bibir itu, bibir shape M, sungguh sempurna' ucap kyuhyun dalam hati saat melihat sempurnanya wajah sungmin walau dalam keadaan yang tidak terang, namun kyuhyun dapat melihatnya.
"Tuan, kau mendengar- Akh!" ucapan sungmin terputus saat kyuhyun mendorongnya ke dinding dapur itu.
"Tu-tuan, A-apa ya-yang kau lakukan?" tanay sungmin gugup. Pasalnya kyuhyun menatapnya dalam.
"Apa aku benar-benar menyukaimu?" sungmin menatap kyuhyun bingung atas ucapannya.
"Pasti aku gila, karena menyukai seorang Maid." Ucap kyuhyun lagi tanpa melepaskan tatapan tajam ke arah sungmin. Sungmin yang mendengarnya pun terkejut.
"Apa yang kau ka-uummppppttt" ucapan sungmin terputus dikarena bibirnya di bungkam oleh bibir kyuhyun.
Sungmin terkejut, sangat terkejut. Ia mencoba melepaskan ciuman itu, namun kekuatannya tidak cukup. Ia merasa lemas dan mungkin akan terjatuh jika kyuhyun tidak memegang pinggangnya. Lidah kyuhyun menyapu belahan bibir merah sungmin agar sungmin membukanya. Namun, sungmin tetap menutup rapat bibirnya.
Ia ingin menangis atas perlakuan kyuhyun padanya. Ia ingin berteriak namun bibirnya di kunci oleh bibir kyuhyun. Ingin memberontak, tenaganya sudah habis karena ciuman ini.
Ia tetap menutup rapat-rapat kedua bibirnya saat kyuhyun memaksa masuk. Kyuhyun tidak kehabisan akal. Ia menggigit bibir bawah sungmin dan menghasikan pekikkan dari namja yang berada kukungannya.
"Akh!"
Dengan cepat pula, kyuhyun menyusupkan lidahnya ke rongga mulut sungmin.
'euunnghh..' sungmin mengeluarkan leguhannya saat kyuhyun menggelitikan lidahnyan pada lidah sungmin.
"Kyuuhh hen-hentihhkanh" sungmin mencoba mendorong tubuh kyuhyun namun hasilnya tetap nihil. Dan ia hanya bisa pasrah saat kyuhyun kyuhyun kembali menyerangnya.
.
.
.
To Be Continued.
Ini awal Kyumin Momentnya :D. Maaf mengecewakan~.
Review Please~~~
