"oke tetangga baru aku baru ingat kalau aku belum memperkenalkan diri, namaku kim jongin dan ini moongie,moong-moongie anjing kesayanganku" jongin mengulurkan tangannya pada kyungsoo

Kyungsoo menyambut tangan jongin lalu dia mengengam erat tangan jongin sampai menimbulkan suara membuat jongin meringis kesakitan dan mengibas-ngibaskan tangannya

"awww" kyungsoo hanya tersenyum samar lalu memasuki rumahnya tanpa menghiraukan jongin yang kesakitan.

"aigoo.. moongie-yaa appo~" adu jongin sambil mengibas-ngibaskan tangannya

'kau mengajak perang rupanya, baiklah aku terima nona cantik' batinnya lalu menendang pagar rumah kyungsoo hingga terbuka dan jongin langsung kabur kerumahnya bersama moong-moongie.

"HUAAAHH~ I'm home." ucap kyungsoo histeris sambil merentangkan tangannya lalu berlari menuju kamarnya dengan penuh suka cita, kyungsoo langsung menidurkan tubuhnya ke kasur empuk yang menjadi tempat favoritenya selama ini. "Aigoo.. Bogoshipeo Bogoshipeo~"racau kyungsoo sambil memeluk boneka pororo kesayangannya hadiah ulangtahun dari suho teman sepermainannya.

'Drrt~ Drrt~'

Kyungsoo menghentikan aksi memeluk boneka pororonya saat ia merasakan getaran dikasurnya yang berasal dari smartphonenya.

'Baekban is calling'

"Yeob-"

"Yaakk.. kyungsoo kau kemana saja ? kenapa kau tak masuk kuliah hari ini? kenapa panggilan telpon dariku tak kau jawab, pesan pun tak dibaca, kau marah padaku,hah? daedaphae~"

Kyungsoo menjauhkan smartphonenya dari telinganya karna 'polusi suara' yang ditimbulkan lawan bicaranya itu.

"Huft… Baek pelankan suaramu dan jangan langsung semprot begitu dong aku kaget tahu"

"habis kau membuatku darah tinggi, kau tahu pak shindong mendadak meminta tugas kelompok untuk dikumpulkan hari ini dan kau tahu kan tugas kelompok kita itu disimpan ditempatmu dan kau dengan seenaknya tidak datang, heung~" racau baekhyun tanpa jeda

Mata kyungsoo langsung melotot saat mendengar ucapan baekhyun ditelpon, matanya langsung melihat kearah meja belajar dimana disana terdapat gulungan karton berwarna hitam dan beberapa kumpulan kertas yang sedikit berserakan, "OMO!" kyungsoo langsung menghampiri meja belajarnya Dan menjatuhkan dirinya ke lantai sambil menutup wajahnya dengan satu tangan

"Mianhae Baek aku sungguh tak bermaksud membuatmu darah tinggi~" nada suara kyungsoo melemah

"…"

"Gezz.. ini semua karna ulah manusia menyebalkan dan anjingnya.." gumam kyungsoo tapi bisa terdengar samar-samar oleh baekhyun

"Kyung? Maksudmu apa, suara mu samar-samar"

"Baek Kita bertemu ditempat biasa, arraseo?" lalu kyungsoo menutup telponnya secara sepihak membuat baekhyun kebingungan sendiri.

"Moongie-ya Tetangga manis itu galak sekali ya? apa kau kemarin disiksa oleh orang itu heum?" tanya jongin pada anjing kesayangannya itu .

"bahkan tanganku serasa patah, apakah aku harus melaporkannya kepada polisi lagi "gumamnya sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang sedikit ngilu.

" baek, sebentar lagi aku sampai tunggu aku, jangan kabur" ucap kyungsoo pada lawan bicaranya ditelepon

Kyungsoo berjalan cepat saat ini karna ia harus berjalan dari rumahnya ke cafe dekat kampusnya, yang jaraknya lumayan jauh. sebenarnya ia bisa menggunakan bis untuk sampai disana tapi ia harus berhemat karna uang bulanannya sudah menipis saat ini.

Setelah 15 menit melakukan jalan cepatnya itu akhirnya kyungsoo sampai dicafe tempatnya janjian dengan baekhyun. Kyungsoo langsung memasuki café itu dan mendekati baekhyun yang melambaikan tangannya pada kyungsoo.

"kau yang membuat janji tapi kau sendiri yang terlambat, Yeokshi do kyungsoo" cibir baekhyun

Sebenarnya baekhyun tahu kalau kyungsoo berjalan dari rumahnya untuk sampai sini, ia sudah bersahabat dengan kyungsoo dari kecil jadi ia sudah tahu karakter kyungsoo sampai ke tulang-tulangnya."Minumlah" tawar baekhyun sambil menyodorkan segelas Honey Citrun Tea pada kyungsoo yang terlihat ngos-ngosan.

"Gomawo Baekkie-yaaa" ucap kyungsoo lalu menyicipi minuman yang ditawarkan baekhyun

"Huaaaa! Segar sekalii"

"heum.. kyung jadi kenapa kau tak masuk kuliah hari ini ? teman-teman sekelompok kita sangat kesal padamu tapi kau tak perlu cemas mereka sudah aku bereskan dan aku sekarang hanya membutuhkan penjelasan darimu" kata baekhyun sambil meminum jus strawberrynya.

"okee.. aku akan memaparkannya padamu, tapi kau jangan kaget"

"iya iya.. cepatlah!" baekhyun tak sabaran

"aku.. masuk penjara" ucap kyungsoo santai sambil mengaduk-ngaduk Minumannya.

"masuk penjara.." tangkap baekhyun sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Tapi sedetik kemudian kyungsoo dikagetkan dengan suara cempreng baekhyun yang memecahkan keheningan café."MWOO! KAU MASUK PENJARA" baekhyun berdiri dari kursinya dengan wajah kaget.

Kyungsoo yang melihat itu langsung menutup mulut baekhyun dan menyuruhnya duduk tak lupa ia membungkukkan badannya guna meminta maaf karna merusak ketenangan café yang sedikit ramai itu.

"Baek seharusnya kau pelankan sedikit suaramu.. kau membuatku malu~" kyungsoo merengek sambil memukul-mukul lengan kurus baekhyun saking malunya.

"Yaa.. Appo~ aku hanya tidak percaya saja kyung"baekhyun mengelus-elus lengannya yg menjadi korban tangan nakal kyungsoo

"aku serius.. aku benar-benar dimasukkan ke dalam penjara baek, aku baru dibebaskan tadi siang saat kau menelpon aku baru saja sampai rumah" papar kyungsoo

"tapi kenapa kau bisa masuk penjara?"tanya baekhyun

"aku dituduh mencuri anjing dan melakukan perbuatan tidak menyenangkan pada anjing milik manusia menyebalkan" jawab kyungsoo sambil menggigit sendok untuk cakenya saking gregetnya mungkin

"mwo? Mustahil sekali itu kyung, masa polisi bisa melakukan hal yang sangat creppy seperti itu. hal seperti itu kan tidak ada dihukum pidana. Apa polisinya masih magang ?" kesal baekhyun.

Kyungsoo hanya bisa menggeleng.

Kyungsoo sudah menceritakan semuanya pada baekhyun dan sampai sekarang baekhyun terbawa kesal saat mendengar kyungsoo dipenjara karna melakukan hal yang sangat sepele, tidak menyelimuti seekor anjing yang tertidur di teras rumahnya. Heol, kan peristiwa seperti itu bisa saja dibicarakan baik-baik tak perlu membawa-bawa hukum segala. Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepala mengetahui malangnya kyungsoo hari kemarin.

Setelah jam menunjukkan pukul 8 malam baekhyun dan kyungsoo akhirnya memutuskan untuk pulang, dan baekhyun mengantarkan kyungsoo sampai rumah dengan motornya karna baekhyun tak tega membiarkan kyungsoonya berjalan lagi untuk sampai ke rumah apalagi ini sudah malam.

"Gomawo Baek~" ucap kyungsoo sambil memberikan helm hello kitty yang digunakannya pada baekhyun

"Ne.. mian aku mengantar mu hanya sampai depan komplek saja, kalau eomma ku tak menelpon pasti aku akan mengantarmu sampai depan rumah"

"aigoo.. gwenchana lagian tempatku hanya beberapa blok dari sini, hati-hati baek salam untuk eomma mu "

"papaaiii~ sampai besok" baekhyun melambaikan tangannya sambil melajukan motornya.

Kyungsoo pun berniat untuk duduk di ayunan yang ada ditaman yang berada di kompleknya entahlah ia merasa malas untuk pulang kerumah.

'KREKK' 'KREKK'

Suara besi penyangga ayunan yang diduduki kyungsoo memecahkan keheningan ditaman ini. karna hanya kyungsoo yang berada disana terduduk sambil memandangi bintang-bintang. Kyungsoo dibuat kaget karna tiba-tiba pipinya yang sedang menempel di besi penyangga ayunan tiba-tiba terasa hangat

"eung?" kyungsoo langsung merapihkan duduknya lalu memandang ke sampingnya disana ada seorang pria yang memakai jaket hitam sedang duduk di ayunan sebelahnya sambil memandang kyungsoo dengan senyum yang terpatri diwajahnya.

"Aku membeli 2 kopi aku hanya ingin membaginya denganmu" ucap pria itu seakan sudah bisa membaca ekspresi kyungsoo yang mengatakan 'mengapa kau disini?' 'apa yang kau lakukan?' lalu pria itu menyodorkan salah satu kopinya pada kyungsoo

"…"

"Minumlah kau tahu sekarang cuaca sangat dingin" suruh pria itu sambil meminum kopinya

Kyungsoo hanya menatap pria itu, walaupun tangannya sudah menerima kopi yang pria itu berikan.

"Tenanglah aku tak memberinya racun,Jangan menghadiahiku dengan ekspresi seperti itu" ucap pria itu sambil tertawa kikuk lalu mengangkat 2 jari keudara menunjukkan tanda peace.

Karna merasa wanita manis disampingnya tak merubah responnya, tetap dengan tatapannya yang seakan mengisyaratkan 'pergi kau!' jadi pria memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu, mungkin wanita disampingnya itu masih shock saat melihatnya, secara dia baru saja keluar dari penjara.

"Arraseo.. aku akan pergi dari sini, jaga dirimu nona manis" ucap pria itu sambil mengacak-acak rambut kyungsoo

"YAAAAKKK…" Kyungsoo menendang tulang kering pria yang mengacak-acak rambutnya itu

Pria itu mengaduh kesakitan pada kakinya "Aish.." lalu memutuskan untuk berlari meninggalkan wanita manis itu,walaupun pria itu sedikit terpincang-pincang saat berlari.

"Aigoo berani-beraninya.. dia memang butuh diberi pelajaran" dengus kyungsoo.

Kyungsoo pun memutuskan untuk pulang saat emosinya sudah stabil, ia berjalan santai sambil meminum kopi pemberian pria tadi, walau bagaimanapun kyungsoo tak akan menyia-nyiakan kopi gratis begitu saja.

.

.

.

TBC

Epilog

Jongin Pov

Malam itu aku baru saja pulang dari coffeshop milikku dan aku juga membawa oleh-oleh dua kopi untuk menemani perjalananku sampai rumah

Tapi aku menghentikan langkahku saat melihat nona manis tetangga sebelahku sedang memberikan helm kepada gadis cantik yang sepertinya tingginya sepantaran nona manis itu

Jadi aku memutuskan untuk menunggunya "tak ada salahnya kan untuk memberikan kesan baik pada tetangga baru" ucapku dalam hati

Aku bagaikan penguntit sekarang karna aku mengikuti langkah pendeknya, tadinya aku ingin langsung sksd tapi aku grogi jadi aku hanya mengikutinya saja. Tapi langkahnya terhenti di taman dan dia memutuskan untuk duduk di ayunan. Aku mengintipnya dibalik pepohonan dan aku berniat untuk mendekatinya sekarang sepertinya sikonnya juga mendukung.

Aku menempelkan kopi hangat itu ke pipinya, lalu dia menatapku dengan ekspresi yang sangat lucu sungguh aku ingin mencubitnya.

"eung?" responnya sambil menatap ke arahku dan aku hanya bisa memberikan senyum terbaikku karna sungguh aku tak tahu harus berbuat apa

"Aku membeli 2 kopi aku hanya ingin membaginya denganmu" ucapku sambil melihat kearah matanya dan aku bisa melihat kode yang tersirat dari matanya itu seakan mengatakan 'mengapa kau disini?' 'apa yang kau lakukan?' lalu akupun hanya bisa memberikan salah satu kopi yang ku persiapkan untuknya

"Minumlah kau tahu sekarang cuaca sangat dingin" titahku karna aku tak tahan dengan aura mencekam yang berada disekitarku 'sepertinya ia tak menginginkan keberadaanku disini' batinku.

"Tenanglah aku tak memberinya racun,Jangan menghadiahiku dengan ekspresi seperti itu" kataku sambil tertawa kikuk lalu mengangkat 2 jari keudara menunjukkan tanda peace.

Tapi nihil wanita manis disebelahku ini sepertinya memang tak menginginkan ku berada disini dan matanya tetap menyiratkan bahwa aku harus pergi dari sini jadi aku memutuskan untuk pergi saja dari tempat ini, mungkin wanita disampingku itu masih shock saat melihatku, secara dia baru saja keluar dari penjara.

"Arraseo.. aku akan pergi dari sini, jaga dirimu nona manis" ucapku seraya mengacak-acak rambut wanita manis itu.

"YAAAAKKK…" tanpa disangka nona manis disebelahku menendang tulang keringku, aku mengaduh kesakitan lalu memutuskan untuk berlari meninggalkan wanita manis itu,walaupun aku terpincang-pincang saat berlari.

"aigoo tak kusangka aku malah membuatnya marah lagi" ucapku sambil terpincang-pincang

Untuk jarak taman denga rumah ku tak terlalu jauh jadi aku bisa dengan cepat mengistirahatkan kakiku yang sakit karna ditendang dengan kerasnya

"tadi tanganku, sekarang tulang keringku.. parah nona manis itu, tak bisa kubiarkan!" ucap jongin sambil geleng-geleng.