"Tenanglah aku tak memberinya racun,Jangan menghadiahiku dengan ekspresi seperti itu" ucap pria itu sambil tertawa kikuk lalu mengangkat 2 jari keudara menunjukkan tanda peace.
Karna merasa wanita manis disampingnya tak merubah responnya, tetap dengan tatapannya yang seakan mengisyaratkan 'pergi kau!' jadi pria memutuskan untuk pergi saja dari tempat itu, mungkin wanita disampingnya itu masih shock saat melihatnya, secara dia baru saja keluar dari penjara.
"Arraseo.. aku akan pergi dari sini, jaga dirimu nona manis" ucap pria itu sambil mengacak-acak rambut kyungsoo
"YAAAAKKK…" Kyungsoo menendang tulang kering pria yang mengacak-acak rambutnya itu
Pria itu mengaduh kesakitan pada kakinya lalu memutuskan untuk berlari meninggalkan wanita manis itu,walaupun pria itu sedikit terpincang-pincang saat berlari.
"Aigoo berani-beraninya.. dia memang butuh diberi pelajaran" dengus kyungsoo. Kyungsoo pun memutuskan untuk pulang saat emosinya sudah stabil, ia berjalan santai sambil meminum kopi pemberian pria tadi, walau bagaimanapun kyungsoo tak akan menyia-nyiakan kopi gratis begitu saja.
.
Aku menghentikan langkahku saat melihat ada orang asing yang diam di depan rumahku , orang asing tersebut menunjukkan perilaku yang sangat aneh. bagaimana tidak? Orang tersebut terus-terus saja menjinjitkan kakinya dan menggerakkan badannya kekanan-kekiri ntah mengapa. Aku tak bisa berfikir jernih sekarang, fikiranku kacau yang ada difikiranku hanyalah 'Apa mungkin itu pria tetangga sebelah yang menyebalkan itu?' 'Apa jangan-jangan orang itu mau mencuri dirumahku? Gerak-geriknya sungguh mencurigakan'. aku melihat sekelilingku ternyata sangatlah sepi, aku menggigit jariku karna takut. seharusnya aku tak menendang tetangga sebelahku itu tadi, jadi mungkin ia bisa meminta bantuannya untuk mengusir pria asing di depan rumahku itu. sungguh aku takut untuk mendekati rumahku sendiri karna aku tak punya senjata apapun yang bisa kugunakan sebagai perlindungan. "Aigoo.. eottokhae~ eottokhae~" gumamku sambil berjalan kekanan dan kekiri sambil tetap menggigit jari karna saking bingung dan takutnya.
"NOONA!" Panggilan itu membuatku mematung seketika. Apa panggilan itu memang tertuju padaku?,karena disini secara kebetulan sepi dan hanya ada aku dan orang asing itu. aku langsung memutar badanku lalu berlari mencari tempat persembunyian. Aku tak peduli kalau saat pagi nanti aku mendapat kenyataan kalau rumahku digondol maling, yang ada kini aku hanya mencoba untuk menyelamatkan diriku sendiri.
Aku berhenti di tempat yang tadi kukunjungi, ya sebuah taman,tanpa babibu aku pun bersembunyi dibalik pohon besar dan aku mendudukkan diriku asal. aku menetralkan nafasku dan berharap tak akan terjadi apa-apa padaku dan rumahku sampai pagi hari nanti.
.
Aku menghentikan acara lari ku karna merasa jaraknya tak terlalu jauh tapi entah mengapa aku merasa kelelahan padahal hampir setiap hari aku berlari pagi. Aku menumpukan kedua tanganku pada lutut ku selagi menetralkan melihat kesekeliling siapa tahu aku bisa menemukan orang yang ku cari.
"Larinya cepat juga, sekarang dia ada di mana? Tadi kulihat dia kearah sini." monolog ku sambil mengelap keringatku.
Ku memundurkan langkah ku satu langkah karna aku tak sengaja melihat ada hal aneh yang tertangkap oleh mataku. Lalu ku dekati objek itu karna penasaran, bahkan aku melupakan sejenak untuk mengejar incaranku. Aku hanya tersenyum saat melihat lebih dekat objek tersebut ,ternyata itu adalah kyungsoo noona, orang yang membuatku harus mengejarnya,Sampai membuatku kelelahan seperti tadi. Aku pun berjongkok dan menatap wajah damainya . ya kyungsoo noona sedang tertidur. Mungkin ia terlalu lelah berlari sampai dia tertidur seperti ini. Karna cuaca malam sangatlah dingin aku tak tega melihatnya tertidur disini bisa-bisa ia sakit jadi ku putuskan untuk membangunkannya. Apalagi posisi tidurnya juga salah bisa-bisa lehernya sakit Walaupun aku tak tega membangunkannya,tapi apa boleh buat.
"Noona, Kyungsoo Noona… Ireona~" kataku sambil menepuk pipinya
"Eung~" lenguhnya.
"Ireona~" ulangku lagi
"Eumm.. WHOAAA~!" Teriaknya saat melihatku lalu ia berpindah posisi
"Noona.. Ini aku Sehun, kau lupa padaku?" jelasku padanya, sepertinya ia kaget karna aku tiba-tiba membangunkannya.
"Sehun?" tanyanya sambil menyernyitkan dahinya
"Ne, aku se-" ucapanku terpotong olehnya
"Aaah. Sehunnie Polisi yang menangkapku waktu itu kan? Whoaaa sehunnie" aku terkejut karna tiba-tiba ia memelukku, tapi didetik kemudian aku merasa senang.
.
"Kenapa kau berlari saat aku memanggilmu tadi noona? Kau membuatku kaget" tanya sehun
"Jadi kau yang memanggilku tadi?" aku bertanya balik
"Iya noona aku yang memanggilmu"jawabnya gemas sambil menyentil dahiku
"Aku kira kau bukan memanggilku,dan ku kira kau itu maling" kataku
"Karna aku berdiam diri didepan rumahmu? Haha kau lucu sekali" cibirnya
"Salahkan fashion serba hitammu yang membuatku curiga" kataku sambil menunjuk pakaiannya
"Salahkan juga kenapa kau masih berkeliaran padahal ini sudah malam" ia tak mau kalah
"Kalau kutahu kau yang berdiri didepan rumahku aku yak akan lari dan sampai ketiduran ditaman" kataku
"Suruh siapa berlari saat aku memanggilmu" ucapnya seakan menjatuhkan ku
"Ish kau menyebalkan hun" lalu aku memukul lengannya. Ia hanya bisa mendengus
"Oh iya Chanyeol kemana?" tanyaku
"Dia terlalu setia kepada almamater ia sering tak pulang dan menginap di kantor"
"jinjja? Haha " aku tak percaya
"Tentu saja tidak, ia sedang mendapatkan hukuman karna ia menggoda anak pak jongdae yang mengunjungi kantor untuk mengantarkan makanan. Jadi ia dihukum. Hyung ku yang satu itu sangat lah miris noona"
Aku hanya tertawa sepanjang perjalanan ku bersama sehun. Sampai Tak terasa ternyata rumahku sudah didepan mata.
"Kenapa sudah sampai rumah lagi, sungguh tak terasa ya, kajja masuk dulu ke rumahku" tawarku pada sehun
"Aniya noona, aku sepertinya harus pulang, lagipula aku kesini hanya ingin bertemu denganmu untuk memastikan keadaanmu dan juga memberimu ini" jelasnya sambil megeluarkan sebuah kotak berukuran sedang berbungkus kertas kado bergambar bendera amerika dari dalam tasnya kepadaku.
"Apa kau memberiku bom ? haha " aku sedikit mengeluarkan jokes yang sangat lah garing agar suasana nya tak kikuk.
"Buka saja di dalam, kau akan merasakan sensasinya haha , kalau begitu aku pulang dulu pastikan untuk mengunci pintu supaya tak ada pencuri. Bye~" suruhnya
"Byee~" saat sehun sudah pergi aku masuk ke rumahku dan masuk kekamarku.
Aku sedikit penasaran dengan hadiah yang diberikan oleh sehun padaku, jadi aku langsung duduk di lantai dan menyimpan kotak pemberian sehun dihadapanku. Tapi suara nyanyian dari rumah sebelahnya mengganggu konsentrasi ku pada kotak pemberian sehun. Jadi aku putuskan berdiri dan berjalan menuju jendela yang menghubungkan dengan sisi kiri dari rumah tetangga menyebalkan itu. Sebenarnya bisa saja aku menghiraukan suara yang tak enak didengar itu dengan menyumpal telingaku dengan headphone tapi sayangnya headphone ku sedang rusak jadi aku terpaksa harus melihat ke TKP.
Aku hanya bisa mendengus kesal saat aku dengan jelasnya melihat tetangga sebelahku itu sedang menggila karna jendela kamar tetanggaku itu dibiarkan terbuka seakan memang sengaja.
"Padahal ia tak menggunakan mic tapi suaranya sangat keras sekali, Daebak" kataku sambil menumpukkan kedua tangan ku di kusen jendelaku.
.
Shake it Love, Shake it
Shake it, Shake it love
Will you come into my heart
Sweetly mix it up, And sweetly drink it?
My love that I prepared for you
Make your love and mine into one
Yes, I wanna the sweet love
Once, twice, keep shaking, get addicted
Like this yo, hey listen girl
It's softly melting
I can't help it if you get a stomach-ache
Because you're gonna look for me everyday
My love is like a strawberry
Im prepared for you
.
Aku ngos-ngosan saat nyanyianku selesai. Sepertinya aku terlalu energik sampai aku mengeluarkan banyak keringat. Aku pun menelentangkan badanku dan menghirup udara banyak-banyak. Aku merasa lagu yang ku nyanyikan tadi seperti menggambarkan keadaanku sekarang ini. aku menengokkan kepalaku kearah kanan. Aku kaget saat tetangga sebelahku sedang terdiam menghadap kearah kamarku. 'apa selama aku bernyanyi ia ada disitu?' aku langsung berdiri dan mencoba menjalankan aksi kejahilanku. Aku menghadap kearahnya dan melambaikan tanganku sambil tersenyum cerah
"Annyeong cantik~" teriakku
Sepertinya aksi menjahiliku berhasil karna aku melihat wajahnya langsung memerah dan langsung menutup jendela serta menutup gordynnya kasar, aku hanya bisa tertawa. Ternyata noona manis sebelah rumahnya sangat lucu saat terkaget.
"Sialan sekali orang itu, ah aku malu sekali.. kenapa pula aku malah mendengarkannya padahal suaranya itu tak enak didengar sama sekali." Gerutuku saat aku ketahuan sedang mendengarkan nyanyian yang lebih mirip teriakan itu, ditambah sepertinya aku dikerjain oleh tetangga menyebalkan itu.
Lalu aku pun memutuskan untuk menyimpan kotak pemberian dari sehun di meja belajarku dan membukanya besok pagi saat akan pergi ke kampus. Karna aku jadi tak mood membukanya karna insiden ketahuan oleh tetangga sebelah yang berhasil menbuatku tengsin sendiri. Lalu aku pun langsung merebahkan diriku di kasur empukku dan berusaha untuk tidur dan melupakan hal yang membuatku malu tadi dan menggantinya dengan mimpi indah.
.
.
.
TBC
Buat yang udah review makasih banget ya, juga yang ngasih krisar itu ngebantu banget. Author jadi lebih semangat nulis
Buat yang belum review, ayo review,kasih saran juga ya
Ditunggu lhoo bye byeee :D
