'"Sialan sekali orang itu, ah aku malu sekali.. kenapa pula aku malah mendengarkannya padahal suaranya itu tak enak didengar sama sekali." Gerutuku saat aku ketahuan sedang mendengarkan nyanyian yang lebih mirip teriakan itu, ditambah sepertinya aku dikerjain oleh tetangga menyebalkan itu.
Lalu aku pun memutuskan untuk menyimpan kotak pemberian dari sehun di meja belajarku dan membukanya besok pagi saat akan pergi ke kampus. Karna aku jadi tak mood membukanya karna insiden ketahuan oleh tetangga sebelah yang berhasil membuatku tengsin sendiri. Lalu aku pun langsung merebahkan diriku di kasur empukku dan berusaha untuk tidur dan melupakan hal yang membuatku malu tadi dan menggantinya dengan mimpi indah.
.
.
"Gimana sih, udah jam segini belum nongol juga." Gerutuku sambil memutar-mutar handphoneku. hampir 10 menit aku berada disini ditaman kota yang lumayan ramai ini padahal sekarang hari kerja dan jam makan siang pun sudah lewat tapi tetap saja taman ini ramai pengunjung, aku menengokkan kepalaku ke kanan kiri sesering mungkin siapa tau aku bisa menangkap siluet orang yang aku tunggu. Orang yang menyuruhnya ke sini tapi sampai saat ini batang hidungnya pun tak nampak, dan itu membuatku kesal.
.
.
Flashback
Aku membuka kotak pemberian sehun dengan seksama, saat kotak itu ku buka aku melihat sebuah surat berwarna pink yang tersimpan didalam kotak itu lalu akupun mengambinya dan membaca isi surat itu.
Hallo kyungsoo noona, ini aku sehun :D
Bagaimana kabarmu? Apa kau trauma dengan polisi? Kuharap tidak ya kkk~
Noona, kau tahu aku sangat merindukanmu? Walaupun aku tahu kita hanya terpisah dalam hitungan jam tapi aku memang merindukanmu.. jangan menganggap aku menggombal oke? Kkk~
Apa kau bisa meluangkan waktumu besok?
Kalau kau tak keberatan besok aku tunggu di taman kota, arra?
Dan pakai lah pakaian yang sudah aku berikan untukmu, oke? Lihatlah ke dalam kotak disana aku menyimpannya.
Ku harap kau datang noona, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan :D
"Pakaian? Apakah ini date?" kataku tak percaya
"tapi masa iya ngedate siang-siang?" lanjutku sambil menggeleng-geleng.
Aku pun melihat isi kotak lagi dan mengambil sebuah kaus berwarna biru dan pink yang bergambar minions yang terlipat rapiDikotak itu. akupun melanjutkan membaca surat dari sehun
Kau sudah melihatnya? Baguslah
Kau pasti bertanya-tanya kan?
Aku akan menceritakannya nanti oke
Makanya kau harus datang, ku tunggu
Jangan lupa kau harus memakainya :D
See you.
"Apakah dia membelikanku baju couple?." Tanyaku sambil membentangkan baju minions itu seraya tertawa
Flashback off
.
.
"Noona!"
Aku langsung mendongkakkan kepalaku saat telingaku menangkap suara panggilan seseorang. Walaupun aku tak tahu untuk siapa panggilan itu dituju 'Apa suara itu memanggilku?' Tanyaku pada diri sendiri lalu melihat sekeliling tapi aku tak melihat ada yang mendekatiku ataupun melambaikan tangan kearahku, "Hah.. itu hanya ilusiku ternyata haha kapan datangnya sih. " Karena aku sedikit kesal akupun menendang kaleng yang ada di dekatku dengan penuh emosi sampai mengenai petugas keamanan yang berada disana dan aku hanya bisa menunduk minta maaf dan mengambil kaleng itu dan memasukkannya kedalam tong sampah lalu tersenyum kikuk pada petugas itu.
.
Sehun POV
"KKKK~ Lihat kelakuan dia, memalukan sekali iya kan hyung?." Tanyaku pada chanyeol hyung yang ada disebelahku.
"Itu karna kau memanggilnya, bodoh." Jawabnya sambil mencubil pipiku gemas.
"Aishh.. hyung kau memanggilku bodoh?" tanyaku kesal lalu menendangnya.
"Wadaawww~ hahaha " dia terdorong karna tendangan yang ku berikan dan pura-pura mengaduh kesakitan.
Aku hanya memeletkan lidahku dan meninggalkannya sendiri, tapi tak berapa lama ia sudah berada disebelahku dan menundukkan badannya untuk menggigit ice cream yang aku pegang, aku langsung menghentikan langkahku dan memberinya death glare.
"Ice cream ku jatuh karna tendanganmu tadi" jelasnya sambil tersenyum sok asik dan membersihkan hidungnya dari noda ice cream.
"Suruh siapa kau mencubitku.." kataku mencoba membela diri karena ia secara tidak langsung sudah menyalahkanku. Tapi bukannya menjawab ia malah merangkulku dan mengajakku untuk berjalan
"Kyungsoo!" panggil chanyeol hyung pada kyungsoo noona sambil merangkulku.
.
Kyungsoo POV
Aku menoleh saat namaku dipanggil dan BINGO! Itu dia orang yang aku tunggu-tunggu kurang lebih lima belas menit lalu. Aku ingin melayangkan makian ku padanya tapi karena aku melihat chanyeol ada disebelah sehun membuatku terdiam bertanya-tanya dalam hati. 'kenapa ia membawa chanyeol?' 'bukankah ini date? Memang bukan sepertinya, aku terlalu kepedean buktinya chanyeol juga memakai pakaian yang sama seperti yang aku pakai dan sehun pakai juga, hhh~.' aku pun hanya tersenyum saat sehun menyapaku.
"Annyeong Noona~" Sapa sehun sambil memberikan ice cream yang ia bawa pada chanyeol lalu memberiku salam penyambutan yang khas dilakukan para lelaki bila bertemu dengan sahabat-sahabatnya.
"Maaf Kami Terlambat, tadi sehun ingin ice cream" kata chanyeol sambil memakan ice cream yang sehun berikan tadi.
"Sebenarnya aku marah, kalian tahu aku sudah 15 menit berada disini, tapi kalian sudah meminta maaf jadi tak masalah" kataku sambil tersenyum miris.
.
Flashback
"Baekhyun-ah apa tanda-tanda yang terjadi kalau seseorang sedang suka pada seseorang?" tanyaku padanya.
"Kalau menurut pengalaman pribadiku sih ia akan mendekati dan mengajak bertemu, memang kenapa? Apa ada yang mengajakmu bertemu? Siapa?" tanyanya
"Sebetulnya… iya tapi aku tidak yakin" kataku sambil mengangguk lemah.
"Jinjja? Siapa orang itu? dia menelponmu?" tanyanya penasaran.
"Salah satu polisi yang menangkapku tempo lalu, dia datang kerumahku dan memberiku sebuah kotak dan isinya ada surat dan errr… kaus couple.." jelasku
"Masa? Serius? Wah kyung jodoh memang tak kemana ya.. apa kaus itu yang kau pakai sekarang ini?"
"kenapa kau tahu?"
"Kalau boleh jujur, kaus yang kau pakai masih terlihat baru jadi aku menyimpulkan bahwa kaus yang kau pakai itu kaus couple, apa tebakanku benar?" aku hanya mengangguk menyetujui perkataannya,lalu menyenggol lengannya karna malu.
"Kau harus berdandan kyung, sini aku pakaikan eyeliner"titahnya
"Aishh.. andwae~"
"Di hari pertamamu, kau harus membuatnya terpesona jadi dia tak akan bosan mengajakmu jalan, turuti saja kataku" katanya sambil membubuhkan eyeliner pada mataku.
"Ne eomma~" kataku pasrah sambil memejamkan mataku sambil tertawa.
"Yaakk.. kau jangan bergerak,aku jadi tak konsen" katanya sambil sedikit berteriak
"Tuhkan~ acak-acakan jadinya" lanjutnya
"Biarin :p cepat lanjutkan setelah makan siang aku akan berangkat"
"Dan kau sekarang menyuruhku, dassaaarr!" kata baekhyun sambil menyentil dahiku.
Flashback off
.
"Kau suka pakaiannya?" tanya chanyeol memecah keheningan.
"Ah.. ne aku suka, tapi aku hanya tdak suka warnanya saja kalau kau mau tahu kk" ucapku.
"Maklum lah.. chanyeol hyung mendapatkannya dari online shop" sambung sehun.
"Online shop?" tanyaku
"ne.. tadinya chanyeol hyung hanya membeli 2 baju berwarna pink biru,Tapi pemilik online shop itu memberikan bonus 1 baju berwarna orange hijau yang chanyeol hyung pakai sekarang." Jelas sehun
"Kenapa kalian memberikannya padaku?"
"Karena aku ingat kau kyungsoo, kita kan sahabat. Anggap saja ini sebagai baju persahabatan haha" kata chanyeol sambil tertawa garing.
.
Waktu bergulir begitu cepat, tak terasa aku menghabiskan waktu sampai menjelang malam dengan mereka berdua walaupun sempat merasa kesal ternyata ekspetasiku melenceng parah. tapi hari ini mereka menghiburku dengan lawakan-lawakan yang membuatku tak bisa berhenti tertawa, sungguh mereka sahabat baru yang mengasyikkan.
Mereka juga memberiku gelang, kata sehun sih ini gelang persahabatan. sungguh pemikiran sehun masihlah seperti anak-anak, chanyeol pun sudah memberi tahu kalau aku harus maklum dengan sifat kekanakan sehun.
.
Keesokan harinya
aku sedang memakai sepatu olahragaku pagi ini aku memutuskan untuk melakukan lari pagi karena kebetulan hari ini aku mendapat jadwal kuliah di siang hari. Saat aku sudah memasang headset di telinga ku aku pun mulai melakukan acara jogging ku mengelilingi komplek perumahanku.
Saat di pertengahan acara jogging ku aku melihat ada seekor anjing yang terlihat kebingungan dan terus menggonggong tapi di detik kemudian anjing itu langsung mengistirahatkan kaki-kakinya sambil menggoyang-goyangkan ekornya, sungguh terlihat seperti anjing itu sedang bersedih mungkin karena ia lupa jalan pulang dan kehilangan pemiliknya. Akupun mendekatinya dan berjongkok dihadapannya dan mengulurkan tangan ku untuk mengelus kepalanya
"Aigoo kasihaann~" kataku sambil melihat anjing itu dan mataku membulat saat aku melihat ada tangan yang juga ikut mengelus badan si anjing. "Ckckck.. sepertinya anjing ini tersesat" kata orang itu, aku merasa familiar dengan suara itu, ya itu suara si tetangga menyebalkan.
"Hai nona manis, kita bertemu lagi hehe" katanya sambil tersenyum.
Aku hanya mengangguk, terlalu malas untuk menjawab pernyataannya
"Hmm.. sepertinya kita harus membawanya ke tempat penitipan hewan supaya anjing ini mendapat perlindungan setidaknya sampai si pemilik anjing ini menemukannya" katanya sambil mengelus anjing itu.
"Tapi.. apa pemiliknya bisa menemukannya nanti?" tanyaku sedikit khawatir dengan keadaan anjing ini.
"Biasanya sih orang yang merasa kehilangan anjing akan datang ke tempat itu, untuk memastikan sebelum memasang pengumuman kehilangan."
"Kalau begitu, kita kesana saja. Kajja" ajak ku sambil berdiri.
"Kau mengajakku? Tidak salah nona?" tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri
"Tentu saja, kau jangan kepedean dulu dan jangan berf-fikir macam-macam, ini d-demi keselamatan anjing ini." jelasku.
"Baiklah, eum.. mana nomormu?" tanyanya sambil memberiku handphonenya.
"Nomor?"
"Ya. Nomor untuk menghubungimu."
"Kenapa menghubungiku? Kita kan akan pergi sekarang" kataku sambil menggendong anjing itu.
"Kau akan kesana dengan badan yang penuh dengan keringat seperti ini?." tanya nya sambil mengelap keringatku yang mengucur di dahiku.
Aku pun hanya menggeleng dia langsung mengambil alih anjing itu dan menyimpan handphonenya di tanganku. Aku pun langsung mengetikkan nomorku disana, lalu aku memberikan kembali handphone nya.
"Kyungsoo? Itu kah namamu?" tanyanya
Aku pun mengangguk lagi, lalu aku dikagetkan dengan getaran di celanaku dan aku mengambil handphoneku yang bergetar yang menunjukkan bahwa nomor tak dikenal tengah melakukan panggilan.
Orang di depanku hanya tersenyum lalu menunjuk handphone ku dengan dagunya.
"Itu nomorku, aku hanya mengecek apa nomor yang kau berikan ini palsu atau tidak, kyungsoo-ssi" katanya.
"Oh ya, jangan lupa save namaku jongin dan see you aku akan menghubungimu nanti" lanjutnya lalu meninggalkanku sambil membawa pergi anjing itu bersamanya.
.
Tetangga is calling…
"Ah, ne yoboseyo?" kataku
"Aku sudah ada didepan rumahmu hehe"
"Tu-tunggu sebentar aku sedang memakai sepatu"
"Arras-"
Aku langsung memutuskan sambungan telepon darinya dan langsung membuka pintu dan menemuinya.
"Hi.." sapanya basa-basi
"Ne.."
"Kita kesana menaiki mobil?" tanyaku sambil memiringkan kepala
"Iya, kau tak keberatan kan ? cepat masuk" aku pun mengangguk dan memasuki mobilnya
Dia membantuku memakaikan sabuk pengaman karna aku sedang memeluk anjing aku kaget dengan perlakuan tetangga anehku ini.
Saat mobil sudah dijalankan aku membuka mulutku hendak menanyakan kenapa menggunakan mobil, padahal dengan menggunakan motor pun jadi dan malah lebih praktis tapi dia langsung berkata. " Kau pasti bertanya kenapa kita menggunakan mobil kesana, ya kan? Katanya sambil melirikku.
"Setidaknya biarkan aku bertanya dulu, jangan sok tahu."
"Baiklah baiklah, replay~"
Aku mendengus dengan kelakuan sok asiknya " Ne, kenapa kau menggunakan mobil, kenapa tidak menggunakan kendaraan yang praktis seperti motor, kau tahu ini sedikit berleihan kita hanya mengantarkan seekor anjing"
"Whoa panjang sekali haha baiklah aku akan menjawab satu per satu, aku menggunakan mobil karna aku tak punya 2 helm asal kau tau , tapi sebenarnya aku bisa saja meminjam helm kepada orang lain tapi aku berfikir aku tak hanya membawa satu tapi 2 orang yaitu kau dan anjing manis yang sedang kau gendong itu . kau tahu aku suka ngebut kalau membawa motor? Kalau kau dalam posisi memegang anjing dan disaat bersamaan aku sedang ngebut, kau bisa saja terjatuh. Jadi intinya aku hanya tak ingin engkau terluka nona kyungsoo, dan satu lagi mobil juga praktis dan kita bisa berbicara banyak kan ? dan itu membuatku senang " jelasnya panjang kata-kata yang masih terngiang dikepalaku 'aku tak ingin kau terluka' membuatku menarik senyumku aku merasa tersanjung mendengarnya.
"Kau makin manis saat tersenyum" celetuknya. Akupun langsung terdiam dan mempoutkan bibirku.
.
Setelah mengantarkan anjing itu ketempat penitipan aku langsung mengajak kyungsoo untuk membeli sarapan karna aku tahu dia belum makan, sebenarnya dia menolak tapi karna aku sedikit memaksa jadi dia menerima juga. Saat menunggu pesanan datang aku pun mengajaknya bicara karna aku ingin tahu lebih banyak tentangnya.
"Kau menggunakan tombol pintas nomor berapa untuk nomorku? " tanyaku
"Tidak aku tak menggunakan nomor pintas apapun untuk nomormu." Jawabnya sedikit ketus.
"Kau tahu aku menggunakan tombol pintas no 1 karena kau adalah satu-satunya orang yang ketus padaku, apa kau masih marah karna kejadian tempo lalu? Mianhae" kataku sedikit kecewa karna raut wajahnya tak berubah ceria.
"Itu tak ada hubungannya, please… dan aku tidak ketus"
"Lalu kau apa?"
"Kau garing aku tak suka, kau sok asik tau"
"Aigoo jadi selama ini kau memperhatikanku juga hmm?" godaku
"Ani~" katanya sambil menunjukkan ekspresi yang lucu. Dan aku hanya tertawa melihatnya.
.
"Apa kau ada acara lagi siang ini?" tanyanya saat aku menuruni mobil
"Aku ada kuliah jam 2 nanti,wae?"
"Eum.. yasudah masuklah istirahat sebentar mumpung masih jam 10 haha, aku harus ke café, sampai ketemu " katanya sambil berlalu meninggalkanku, aku hanya mengendikkan bahu lalu memasuki rumah sepertinya beristirahat sebentar tidaklah buruk,.
Aku terlambat bangun, sekarang jam sudah menunjukkan pukul 13.45 dan aku yakin aku akan terlambat, aku berfikir untuk mandi lagi tapi diwaktu yang super singkat itu membuatku memutuskan untuk tidak mandi dan hanya cuci muka saja lagipula hari ini hanya ada 1 mata kuliah jadi aku bisa mandi saat pulang. Aku pun keluar rumah dengan buru-buru dan sedikit berlari menuju halte supaya tak ketinggalan bis.
Sepertinya aku terlambat seperkian detik saja untuk sampai haltekarna saat baru saja aku sampai bis tujuan ke kampusku sudah berangkat dan aku langsung terduduk ditrotoar sambil ngos-ngosan karna berlari dari rumah menuju halte. Aku pun tak membawa handphone karna saking buru-burunya kesempatan untuk minta tumpangan baekhyun pun punah karena baekhyun pasti sudah berada dikampus saat ini.
'TIIIN TIIINNN'
Suara klakson mobil memekakkan telingaku aku berdiri dan membersihkan celanaku dari debu-debu yang menempel lalu tersenyum ceria saat melihat ada mobil polisi yang ada di sampingnya.
"Noona.. kau sedang apa disitu?" tanya sehun
"Sehuna.. kau datang disaat yang tepat sungguh" ucapku girang lalu memasuki mobil patrol yang dibawa sehun.
"Antar aku ke kampus .. Jebal~" kataku sambil menyalakan mesin mobil patroli sehun dan mengisyaratkan sehun untuk mengemudikannya.
Sehun menjalankan mobilnya tak lupa dengan suara sirine khas mobil patrol yang menemani perjalanan mereka. Sehun hanya bisa menggelengkan kepalanya saat tau alasan kenapa ia terlihat frustasi tadi,untung saja ia sedang berpatroli sendiri kalau bersama yang lain bisa bisa ia kena hukuman karna membawa orang lain untuk memasuki mobil patroli. Sesampainya dikampus orang-orang langsung menghentikan aktivitas mereka karena melihat ada mobil polisi yang memasuki area kampus, mungkin mereka menyangka akan ada sidak perkara narkoba atau semacamnya. Aku yang menyadari situasi ini langsung keluar dan menyuruh sehun untuk langsung pergi. Lalu aku memasuki lorong kampusnya dengan langkah innocent dengan mata anak-anak yang tertuju padaku
"Kenapa dia keluar dari mobil polisi?" "Apa dia sedang menjalani status nya sebagai tahanan ?" "Tapi kenapa dia bisa ke kampus?"
Begitulah kata-kata yang bisa ku dengar aku hanya tersenyum mendengarnya dan memasuki kelasku.
Saat duduk dibangkuku baekhyun langsung menunjukkan smirknya padaku dan aku pun membalasnya dengan mengangkat sebelah alisku.
Akupun menjelaskan semua yang terjadi padaku dan baekhyun hanya menganga tak percaya dengan apa yang aku alami, seperti sehun yang ternyata bukan mengajakku ngedate, semobil bersama tetangga menyebalkan, dan kekampus dengan menggunakan mobil aku hanya memeluknya saat melihat ekspresi tidak percaya yang baekhyun keluarkan, sungguh aku juga tak menyangka hal ini terjadi padaku.
Aku berjalan dari kampus saat pulang karna aku ternyata lupa membawa dompet untung tadi aku tak jadi naik bus kalau ia pasti aku langsung diturunkan ditengah jalan. "Kyungsoo" aku menoleh saat ada yang memanggilku ternyata itu si tetangga yang menyebalkan. 'Ada apa lagi sih'. "Wae?" tanyaku. "Kenapa kau tak mengangkat panggilanku?" tanyanya.
"Aku tak membawa handphone tadi, mianhae" jawabku samba memijat kakiku karna kelelahan.
"Waeyo? Kau sakit?" tanyanya khawatir
"Aniya.. Gwaenchana" ucapku lalu tersenyum
"Masuklah dulu,kajja" ia lalu menarikku
"Aniya, aku mau pulang saja" kataku
"Eum begitu.. Baiklah, nih untukmu" dia memberiku sebuah coffee yang masih hangat padaku
"Minumlah, habiskan" tambahnya
"Tapi ini milikmu" kataku
"Habiskan saja aku sudah kenyang hihi"
"Gomawo, eumm aku pulang dulu ya, sudah hampir malam" aku langsung meninggalkan dia dan melanjutkan perjalanan.
Dia pun mengangguk sambil memasukkan tangannya ke saku celemeknya dan mengeluarkan sesuatu
"Kyungsoo.. Tunggu" katanya sambil mengejarku, aku membalikkan badanku dan menatapnya dia langsung menempelkan sesuatu di dahiku dan memutarku kembali laulu mendorongku.
"Bye kyungsoo" katanya lalu berlalu masuk kedalam café
Karna aku penasaran dengan apa yang ditempelnya aku pun melepas nya dari dahiku, ternyata itu sebuah post it disana tertulis
.
Hey jangan cemberut
Don't get sick, miss right
Saranghae
Jongin ^^
"Saranghae?" Aku tersenyum saat membaca tulisan itu, memang tulisannya jelek sekali tapi aku masih bisa membacanya lalu aku menempelkan post it itu di cup coffee yang ku pegang lalu aku melanjutkan perjalananku menuju rumah.
.
Epilog
Aku terus saja mencabut post it yang sudah ku bubuhi tulisan lalu membuangnya, aku menggaruk kepalaku sungguh aku bingung kata-kata apa yang harus ku tulis yang bisa membuatnya tersenyum
Yongguk yang sedang ada di hadapan ku malah mengambil lembaran post it yang telah ku buat dan membacakannya.
"Hai cantik, apa kabar?"
"Hello ini jongin"
"Hey I love you"
"Love me right yeah baby"
"Cantik, makan yang banyak"
"Lei jelek lagi apa?"
"Kenapa kau malah membacanya bodoh, lihat semua tamu memandangku aneh" desis ku. Dan yongguk hanya memeletkan lidahnya
Yongguk pun membisikan sesuatu padaku "Mereka juga menetrawakanmu hyung kkk" setelah membisikan itu aku melemparkan pulpen yang ku bawa pada nya tapi tak kena karna dia keburu kabur.
.
.
.
TBC
