"Bye Kyungsoo" Katanya lalu berlalu masuk kedalam cafe.
Karna aku penasaran dengan apa yang ditempelnya aku pun melepas nya dari dahiku, ternyata itu sebuah post it disana tertulis.
.
Hey jangan cemberut
Don't get sick, miss right
Saranghae
Jongin ^^
"Saranghae?" Aku tersenyum saat membaca tulisan itu, memang tulisannya jelek sekali tapi aku masih bisa membacanya lalu aku menempelkan post it itu di cup coffee yang ku pegang lalu aku melanjutkan perjalananku menuju rumah.
.
"Modus? Benar juga kata baekhyun .. itu memang sedikit aneh baru deket bentar aja masa udah bilang saranghae, dasar tukang modus." Ucap kyungsoo sambil menendang batu ke arah pagar rumah jongin dan diikuti dengan suara anjing yang menggonggong karna batu yang kyungsoo tendang menimbulkan suara yang mengganggu. Mendengar itu kyungsoo langsung berlari menuju rumahnya.
.
.
Flashback
.
.
Saat menunggu lampu merah berganti dengan lampu hijau, aku menatap post-it yang ku tempelkan tadi di cup coffee yang ku bawa, sambil menmiringkan sedikit kepalaku sambil berfikir. "Isanghae, pasti ada yang tak beres dengan ini." gumamku.
Aku langsung mengambil handphoneku untuk menelpon baekhyun tapi ternyata pulsaku habis, 'Aish sial.' Batinku. Aku menepuk bahu seseorang didepanku yang sedang menunggu untuk menyebrang juga.
Orang itu pun menoleh, dan aku pun memberi isyarat kepada orang didepanku itu untuk menjauh dari kerumunan orang yang sedang menunggu lampu hijau Ia pun menurut.
"Ada apa?" Tanya orang itu
"Eum, begini maaf sedikit lancang.. " kataku ragu-ragu
"kenapa memang? Aku buru-buru."
"Eng.. Anu aku.. Butuh uang untuk menelpon temanku, bisakah aku meminta beberapa uang koin darimu? Pulsaku habis." Kataku sambil menunjukkan handphoneku padanya.
Dia hanya menatap malas, "Hape sebagus itu, tak ada pulsanya haha sedih sekali hidupmu nona. " Remehnya.
Aku sedikit emosi tapi dia terlihat sedikit tersenyum sambil mengambil sesuatu di saku celananya.
"Ini, aku hanya punya sedikit tak apa?" Katanya sambil memperlihatkan telapak tangannya yang terdapat beberapa koin.
"Ah, gwaenchana, gwaenchana.. Ini cukup sepertinya.. Haha" Kataku sambil mengambil koin itu dan memasukkannya kedalam saku jaketku.
Orang di depanku hanya menaikkan sebelah alisnya
"kamsahamnida." Kataku sambil membungkuk
Tapi saat aku bangkit orang itu sudah tak ada dihadapanku lagi, aku sedikit terbengong tapi aku langsung mencari telepon umum untuk menelpon baekhyun.
.
.
"Yeobeseyo?"
"Baekhyun-aaahhhh~" Kataku
"Kyungsoo?" Tanyanya
"Iya iya ini kyungsoo, aku menemukan hal ganjal tadi.. Kau harus mendengarkanku.." Kataku sedikit memaksa.
Akupun menceritakan semuanya pada baekhyun dari kejadian awal sampai kejadian meminta koin pada orang yang tidak dikenal.
"Itu Modus kyung, modus kau jangan gampang terlena, kalau orang itu terlihat seperti itu bilang padaku akan aku datangi dia, kau harus berhati-hati kali ini.. ah seharusnya aku mengantarmu pulang tadi…" Sesal Baekhyun
"Modus? Gezzz dia memang benar harus diberi pelajaran, akan ku buat dia tak bisa berjalan.. ! Bodohnya aku malah tersenyum saat membaca tulisan itu dan aku baru menyadari lagi saat aku menunggu lampu hijau tadi,.."
"Jangan-jangan kau kena sihir kyung, aigoo kau harus menjaga dirimu bai-TUUT TUUT TUUT
"Yaaa.. Wae irae? Kenapa mati ?" Kataku sambil menggoyang-goyang dan mengetuk-ngetuk telepon itu
"Aish.. Yasudahlah aku pulang saja" Kataku lalu keluar dari box telepon itu.
Flashback off
.
.
.
Paginya kyungsoo dibuat deg-degan karna mendengar suara bel rumahnya, sungguh kyungsoo sedikit merasa trauma,tapi ia harus membukanya. Kyungsoo membuka pintunya dengan perlahan sambil memejamkan matanya,.
"selamat pagi" sapa orang itu sambil memiringkan kepalanya kearah kyungsoo, dan kyungsoo terlonjak kaget saat melihat wajah orang itu.
"Omooo!" Kata kyungsoo sambil mengelus-elus dadanya
"Jeosonghamnida, Agashi saya hanya mengirimkan paket untuk anda silahkan tanda tangan dibawah ini." kata orang itu sambil menyodorkan kertas tanda bukti beserta pulpen, tanpa melihat barangnya kyungsoo pun menanda tangani kertas itu. lalu sang pak pos pun meninggalkan kyungsoo bersama sebuah paket.
.
.
.
"Mari kita lihat apakah isinya, tumben sekali aku mendapat paket haha." Kataku sambil membawa paket itu kedalam rumah.
Aku hanya melongo saat melihat isi paketnya yang ternyata isinya adalah beberapa album, poster dan sebuah banner.
"Oh my god, ini dari siapa? Sistar? Hyuna? Aku kan bukan maniak mereka-mereka ini, kenapa barang-barang ini dikirim padaku." Kataku sambil menyimpan dengan kasar isi dari paket tersebut. Dan aku hanya mendecih saat melihat tulisan dari banner itu. sungguh siapa yang mengirim paket ini kepadaku, lalu aku membaca informasi penerima di pembungkus paket itu.
Kim Jongin
Xxxx No.331
010-xxx
"kenapa mesti salah alamat segala sih – untung ada nomor penerimanya.." Kataku lalu mengetikkan nomor tersebut dan menelponnya.
.
.
"Hey, apa kau yang bernama Kim Jongin?" Kataku ketus
"Ya, aku jongin, apa kau lupa? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk menyimpan kontakku?" Tanyanya.
Aku menjauhkan handphoneku dari telinga, dan membaca nama kontak yang sedang ku telpon
'Tetangga' "Kebetulan macam apa ini" kataku sambil tertawa miris.
"Jangan Bahas hal itu okay, aku hanya ingin memberi tahu kalau paketmu ada di rumahku, Tolong cepat ambil itu membuat rumahku sempit."
"Paket? Ah, ya ya bawa saja kerumahku kalau begitu." Katanya santai.
"Mwo? Itu paket mu plis, ambil sendiri… " Lalu aku pun sedikit menimang-nimang dan teringat perkataan baekhyun. "No, dia tak boleh masuk ke rumahku, '
"Eum.. Baiklah aku akan mengantarkannya" Kataku lemah
"Baiklah ku Tunggu" Lalu ia menutup teleponnya.
.
.
.
TOK TOK TOK
"Permisi" kataku sambil mengetuk-ngetuk pintu rumahnya dengan keras
"Wait" sahut seseorang dari dalam rumah
"Ya, ada apa?" tanya seorang wanita tua sambil tersenyum padaku.
"Ah, ini saya hanya ingin memberikan paket milik jongin.." kataku
"Ah, jongin.. dia sedang mandi kalau begitu masuk saja dulu" tawar wanita itu
"Aniya, aku harus pulang aku belum siap-siap untuk ke kampus" tolakku
"Begitu, yasudah masukkan saja paketnya ke ruang tamu, aku sudah tak kuat membawa barang berat, maklum lah aku sudah tua nak" katanya dan aku hanya mengangguk.
.
.
Aku pun masuk ke dalam rumah dan menyimpan paket itu dilantai dekat meja.
"Hei, hei kenapa paketku rupanya sudah berantakkan seperti ini? tanya seseorang dengan suara bass nya dan aku hanya berdiri kikuk lalu meremas ujung bajuku. Orang itu jongin ia berjongkok dan melihat rupa paketnya.
"Eum.. anu" kataku pelan
"Aku kan hanya merusak kertas pembungkusnya saja, aku tidak mencuri barang-barangmu kok.." jelasku. Ia tak menjawab dan hanya membawa paket itu.
"Mianhae, kalau begitu aku permisi" kataku lalu langsung keluar rumah tak lupa untuk mengucapkan salam perpisahan pada wanita tua tadi. Saat aku sudah keluar dari pekarangan rumahnya aku pun mulai menghitung mundur sambil terkikik.
"3…. 2…. 1" kataku, lalu tak berapa lama teriakan dari rumah jongin pun menggema.
"ANIYOOOOO!" aku yang mendengar itu hanya bisa tertawa dan menepuk tangan saking senangnya.
.
.
.
TBC
A/N : Maaf untuk update yang sangat lama, author sempet lupa password ffn jadi ga bisa update hehe , Gomen Gomen /bow
Maaf kalau chap ini kurang memuaskan para pemirsa/? Semua. J
Eum… oh iya terimakasih yang udah sempetin buat review ff ini, kalau yang belum review ayo review. Author terbuka untuk semua kritik saran hehe
Semoga ga bosen ya sama ff ini, hehe
Ppyong~
