Title : Dunia yaoi; 6 Sense

Cast : Kim Taehyung/ V (BTS)

Min Yoongi/ Suga (BTS)

Park Jimin (BTS)

Jung Hoseok/ J-hope (BTS)

Jeon Jungkook (BTS)

No Minwoo (Boyfriend)

Rating : T

Genre : Mystery, horror

Length : Chaptered

Disclaimer : BTS and Boyfriend milik Bighit dan Starship. But V he's mine ^o^, Fanfic ini hanya imajinasi author, 100 % milik pemikiran author. I Hope you like this ^^


6 Sense

"Minwoo-ya, kau mau apa lagi sekarang ? kau bosan ? mau bermain yang lain ?" aku membujuknya namun ia tetap tak merespon. Apa ia marah ?

Aku tidak mengerti dengannya sekarang, tunggu mungkinkah Minwoo melihat sesuatu dibelakangku. Namun ketika aku berbalik semuanya seketika gelap...

Dan aku merasa sangat sakit dibagian belakang kepalaku.

"Taehyung !"


"Taehyung-ah !"

Aku membuka mataku dan pandanganku langsung menangkap teman temanku dengan raut khawatir mereka. Eh kenapa mereka ada disini ?

"V, kau sudah sadarkan ? Ada yang sakit ?" Aku menggeleng pelan, semuanya terasa aneh, aku tidak mengerti.

"V gwenchana ?" Aku melihat J-hope yang bertanya dengan nada khawatir.

"Kenapa kalian ada disini ?" Semuanya melihatku heran. Apa aku menanyakan hal yang salah ?

"Kau tidak ingat ?" Jimin melihatku heran. Aku menggelengkan kepalaku lagi, sungguh aku tidak ingat apapun.

"kau terjatuh dari tangga, Kim ahjumma bilang kau berlarian dan tersandung hingga membuatmu jatuh dari lantai 2" Jelas Yoongi. Apa ? Jatuh dari tangga ?

"kau langsung tak sadarkan diri, Kim ahjumma membawamu ke rumah sakit lalu menelpon kami dan kau hampir 1 minggu di rumah sakit Taehyung-ah" 1 minggu ?

"Selama itukah" gumamku. Aku termenung, mencoba mengingat kembali kejadian yang mereka katakan tapi kenapa aku tidak bisa ingat sama sekali ? Apa benar aku terjatuh ?

"Setidaknya hyung sudah sadar. Kim ahjumma pasti senang, kau bisa kembali sekolah dan bersama kami lagi hyung" Aku tak menghiraukan perkataan Jungkook. Entah kenapa perasaanku terasa tidak nyaman.


Keesokan harinya aku berjalan keluar kamar dengan seragam sekolahku, kemarin setelah sadar aku langsung dibolehkan pulang. Sebenarnya aku memang tidak suka berada di rumah sakit dengan bau obat-obatan yang menusuk.

"Pagi eomma, appa, ahjusshi" Sapaku pada keluargaku yang tengah bersiap sarapan di meja makan.

"Pagi juga Taehyung-ah. Bagaimana keadaanmu ?"

"Baik ahjusshi" Aku mengambil duduk diantara appa dan Jung ahjusshi

"Jika kau merasa tidak enak badan pulanglah cepat. Eomma takut kalau kau sampai sakit lagi Tae-ya"

"Arraseo eomma. Aku akan menjaga diriku"

"Eh Minwoo edisseo ?" Aku merasa janggal daritadi, ternyata sepupu ku yang satu ini tidak ada ditempatnya.

"Mungkin belum bangun. Sudahlah, cepat habiskan sarapanmu nanti kau terlambat Tae-ya" Jung ahjumma memberikan 2 potong roti padaku

Selesai menghabiskan sarapanku, aku pamit ke sekolah. Namun aku menyadari sesuatu, terasa ada yang tengah memperhatikanku, aku tidak peduli dan melanjutkan perjalanan ku ke sekolah.


"Taehyung-ah !" Aku melirik Yoongi yang memanggilku dari kejauhan

"Bagaimana keadaanmu ? merasa baikan ?"

"Nee~. Kau terlalu khawatir padaku Yoongi-ya~" Ia memukul lenganku kesal, haha mengasikan sekali mengerjainya seperti ini.

"Aku serius Tae-ya. Hargailah sedikit" Mianhae yoongi-ya, mengerjaimu sesuatu hal yang kusuka keke.

"arraseo arraseo. Kau lihat aku sudah sembuhkan. Lagi pula itu hanya jatuh dari tangga, tidak akan dapat membunuhku" Aku terkekeh melihat Yoongi menundukkan kepalanya. Wae ? apa dia menyadari kebodohannya ? huh dia terlalu berlebihan sih.

"Hanya jatuh dari tangga tidak akan membunuhmu ?" Aku melihat Yoongi yang berbicara sambil menunduk

"Dokter bahkan mengatakan kesempatan hidupmu hanya 20 %. Bagaimana kau bisa mengatakan itu tidak dapat membunuhmu !?" Aku tercengang, 20 % ? t-tapikan hanya jatuh dari tangga. Kenapa begitu mengerikan.

"Ayolah Yoongi-ya, aku hanya terjatuh dari tangga dilantai 2 kan ? itu tidak terlalu mengerikan seperti perkataanmu" Aku berusaha membuat Yoongi tenang dan berhenti khawatir denganku.

"tidak mengerikan ? kau bahkan tidak ingat bagaimana kau jatuh dan berakhir seperti apa !" Aku terkejut, Yoongi barusan membentakku.

"Tae-ya berhentilah menganggap segala sesuatu hal sepele !. Kau terjatuh dengan kepala duluan dan membentur lemari hingga kepalamu mengeluarkan banyak darah. Kau masih berpikir itu tidak mengerikan !" Astaga bagaimana aku bisa terjatuh seperti itu. Perkataan Yoongi barusan tidak dapat ku bayangkan, bagaimana kejadian itu berlangsung. Tapi kenapa alasan aku terjatuhpun aku tidak tau.

"Yoongi-ya, lupakan kejadian itu. Kau seperti menceritakan cerita horror pada seorang anak"

"Bagaimana mungkin aku melupakan kejadian yang hampir membuat sahabatku meninggal ?. Dan kau menganggap ini cerita horror ? kaulah yang mengalaminya Tae-ya" Aku menghindari percakapan mengenai kejadian yang bahkan aku tidak ingat itu dan berjalan mendahului Yoongi ke kelas ku.

"Wooa, lihatlah siapa yang datang kali ini~" Aku melihat Jimin datar, astaga kenapa mereka semua bersikap berlebihan.

"V..V..V..V..V~" Aku tidak menghiraukannya.

"Ommo V. Apa setelah sembuh kau kehilangan sifat 4D mu ? hem" J-hope menghampiriku dan duduk di mejaku.

"Apa maksudmu ? aku memang seperti inikan"

"Ani. Kau anak yang hyper dan semangat. Kemana dia huh ?" Apa ini ? ia menggodaku.

"Entahlah, mungkin sedang pergi" Jawabku acuh. Aku melihat J-hope merasa kesal denganku.

"Kau kenapa V ? bahkan setelah sembuh kau masih memiliki masalah ?" Mungkinkah, masalah ? apa masalahnya ?

"Masalah ? seperti apa ?" J-hope terlihat berpikir sebentar

"Masalah kau melupakan kejadian jatuhmu minggu lalu ? mungkin sih" Ucapnya tidak pasti. Yang benar saja !

"Percaya diri sekali menebak. Keundae aku tidak mau membahasnya lagi" Aku mengambil ponselku dari dalam saku celanaku dan membuka aplikasi permainan, aku sedang bosan sekarang.

"Benarkan !. Lagi ? kau membahas ini dengan siapa sebelumnya eoh ?"

"Ya V. Ayo cerita !" Aku masih asik bermain dan malas meladeninya.

"Ayolah V~"

"V~" J-hope mengambil ponselku dari tanganku dan mematikannya.

"Ya aku belum selesai bermain. Kau ini..." Aku menyilangkan tanganku di depan dada, heuh menyebalkan sekali.

"Nanti saja mainnya, kau harus banyak belajar cara menghormati orang yang sedang bicara. Huh" Arraseo. J-hope sejak kapan kau begitu menyebalkan grrr.

"Apa mau mu ?" Aku tidak melihatnya, huh J-hope yang menyebalkan !.

"Jika bicara lihat lawan bicaramu" Benarkan dia menyebalkan !.

"Apa !?" Aku melihat nya kesal

"Lihatlah setelah kehilangan sifat 4D mu kau mulai kehilangan ingatanmu" What the hell, apa maksudmu !

"Ya ! jangan berbelit belit. Cepat katakan"

"V, kau ini benar benar" J-hope menggelengkan kepalanya, apa maksudnya heuh.

"Aku membahasnya dengan Yoongi. Puas ?" Sekarang aku benar benar kesal dengannya.

"Suga ya ? kau bertanya dengan orang yang tepat" Hah, maksudnya ?

"Sudah ku duga, kau pasti akan terkejut. Bagaimana kau bisa terjatuh, seperti apa kejadian saat itu, benarkan ?"

"Ya j-hope jika kau tau sesuatu cepat katakan !" Desak ku. Aku harus tau semuanya.

"Tenanglah, akan ku ceritakan, keundae..."

"Ada yang akan ku tanyakan padamu sebelumnya"

"Mwoya ?" Kenapa aku jadi penasaran begini.

"Apa kau..."

"Mencoba bunuh diri ?"


T.B.C

A/N : Chap 2 Update ^^. Mianhae publish nya malam malam begini karna pagi+siangnya author banyak kerjaan. Segini dulu kira kira pada ngertikan keke. Author suka banget kalo di cut pas bagian yang penuh tanda tanya, biar greget gituh hoho. Next chapter gak tau bakal publish kapan, tapi doa'in aja biar publish nya cepet nee, sebenernya author juga gak suka nunda nunda ff kalo chapter gini.

RNR juseyoo~ tinggalkan jejak setidaknya biar author ngerasa ada yang baca ToT.