Title : Dunia yaoi; 6 Sense
Cast : Kim Taehyung/ V (BTS)
Min Yoongi/ Suga (BTS)
Park Jimin (BTS)
Jung Hoseok/ J-hope (BTS)
Jeon Jungkook (BTS)
No Minwoo (Boyfriend)
Rating : T
Genre : Mystery, horror
Length : Chaptered
Disclaimer : BTS and Boyfriend milik Bighit dan Starship. But V he's mine ^o^, Fanfic ini hanya imajinasi author, 100 % milik pemikiran author. I Hope you like this ^^
6 Sense
"V !" Aku melihat Jimin yang kesal padaku
"Wae gurae ?"
"Kau ini dari tadi kami panggil tidak dengar ya. Cepatlah duduk, aku lapar" Aku duduk didepan Jimin dan J-hope.
Ani, aku yakin hanya salah lihat saja, mungkin itu murid yang berlari atau sejenisnya, aku terlalu kepikiran. Tapi apa sebenarnya itu ?
Sore harinya
Aku berjalan melewati koridor, aku menggenggam erat tali tas ranselku. Aku berjalan sambil menyanyi kecil menikmati lagu yang ku dengar lewat earphone.
Sret
Aku menengok ke kiri, apa itu ? mungkin hanya perasaanku saja, aku berjalan lagi.
Duk
Baiklah sepertinya ini aneh, aku mempercepat jalanku ketika aku mendengar suara sesuatu yang jatuh.
Greb
"Huaa !" Aku terkejut mendapati seseorang menahan tanganku, ketika memfokuskan pandanganku ternyata ini Yoongi
"Tae, wae gurae ?"
"Yoongi-ya ? huh aku pikir siapa"
"Kenapa eum ? kau terlihat gugup"
"Aniya" Aku berjalan lagi dengan Yoongi disebelahku.
Kami hanya berjalan tanpa berbincang sedikitpun, tiba-tiba aku mendengar Yoongi memanggilku.
"Tae-ah"
"Eum ?"
"Apa kau melihat'nya' ?" Aku menengok kearah Yoongi dengan tatapan bingung. Apa maksud dari 'nya' yang ia pikirkan.
"'Nya' ? siapa ?" Yoongi menunduk, seakan ia merasa takut.
Aku masih memandanginya heran, menunggu jawabannya tapi sepertinya Yoongi tidak berniat menjawab pertanyaanku. Kami terus berjalan dan sekarang kami hampir sampai gerbang sekolah.
Greb
Aku kaget karna Yoongi memelukku spontan, aku melihatnya, tubuhnya bergetar hebat dan suara isakan lolos dari bibir Yoongi.
"Tae, selamatkan aku"
Aku masuk ke rumah, aku berjalan ke kamarku tidak sengaja aku melihat Minwoo tengah duduk dilantai kamarnya sambil bermain dengan boneka-bonekanya. Aku mengintip dari pintu kamarnya yang terbuka sedikit.
"Apa yang kau lakukan ? hentikan penjahat !" Minwoo menggerakan boneka laki-laki polisi itu mengejar boneka penjahat lainnya.
"Aku tidak akan menyerah padamu, tangkap aku kalau kau bisa" Boneka penjahat milik Minwoo berlari dari kejaran polisi. Aku tersenyum melihatnya, aku rasa Minwoo baik-baik saja sekarang tidak seperti waktu itu.. eh memangnya kenapa dia ?. Aku melangkahkan kakiku tapi ucapan Minwoo seakan menahanku.
"Yoongi-ya ? dia baik padaku. Kenapa kau berkata seperti itu ? " Aku melihat Minwoo heran, barusan ia menirukan suaraku ?
"Apa maksud ucapanmu barusan ! Yoongi tidak mungkin melakukan itu." Ucap Minwoo seakan meledekku.
"Kau berlebihan Minwoo-ya. Kau berpikir buruk tentang Yoongi. Dia sahabatku, kenapa kau mencampuri urusanku"
"Pabo Taehyung. Dia akan lihat 'sahabat' seperti apa Yoongi itu"
Deg
Aku berlari menuju kamarku, menguncinya dan merebahkan diriku dikasur. Aku tidak mengerti dengan sikap Minwoo barusan, ia terlihat memiliki 'sosok lain' dalam dirinya, apa autis bisa terlihat begitu ? ah mungkinkah ?. Tapi Minwoo barusan…
"Haah haah haah" Aku berlari semampuku, tapi seakan tidak ada jauhnya dari dia yang terus mengejarku.
Bruk
Aku terjatuh ditanah, kaki ku tidak dapat ku gerakkan, apa aku terkilir ?. Ku lihat dia menghampiriku tapi aku tidak dapat melihat dengan jelas, wajahnya seakan gelap.
"Menjauh darinya bodoh !" Teriaknya, aku dapat merasakan amarah yang begitu besar darinya.
"Siapa yang kau maksud ?"
"Kau tidak perlu bertanya, kau hanya harus menjauhinya !"
"Bagaimana aku tau siapa yang harus ku jauhi ?" Ia menarik kerah bajuku dan menarikku hingga dapat ku rasakan kaki ku berada diatas tanah.
"Kau harus tau siapa yang dekat denganmu !" Ia melemparkan tubuhku jauh hingga menghantam tembok besi.
"Haah" Aku duduk diatas ranjang. Tadi itu mimpi ? huh syukurlah
Siapa namja itu ? dan aku harus menjauhi siapa ?
Aku turun dari kamarku dan berjalan menuruni tangga untuk sarapan di ruang makan, tidak sengaja aku melihat Minwoo keluar dari kamarnya. Dengan piyama rusuh dan wajah khas orang bangun tidur.
"Kau bangun pagi sekali Minwoo-ya" Sapa ku, jarang ku temui Minwoo bangun secepat ini biasanya dia bangun setelah kepergian ku sekolah tapi ia justru bangun lebih cepat.
"Bagaimana mimpi mu ?" Eh ?
"Mimpi ku ? kenapa memangnya. Bagaimana dengan mimpi mu ?" Aku melihatnya heran.
"Biasa saja. Kau ?"
"Biasa saja" Ucap ku singkat dan menjauh darinya.
"Jadi kau sudah terbiasa bertemu dengannya ya Taehyung-ah ?" Aku melihat Minwoo kaget, kenapa Minwoo tau dengan dia ? Apa dia juga memimpikan hal yang sama ?
"Darimana kau tau-eh" Minwoo berjalan masuk ke kamarnya lagi, aku hanya melihatnya tanpa berniat menghentikannya.
Huh, kenapa dia seperti ini, aku suka dia yang mengajakku bermain bukan yang seperti ini. Apa dia, Minwoo dan Yoongi ada hubungannya yaa. Kemarin Yoongi memintaku untuk melindunginya kan, melindunginya dari apa ?
Apa jangan-jangan yang Yoongi maksud adalah dia ?
Tapi apa yang sebenarnya dia inginkan ? Dan kenapa harus Yoongi ?
Aku berjalan ke meja makan, aku mendudukkan diriku disana. Aku mengambil sepasang roti yang sudah eomma panggang kan diatas piring.
"Taehyung-ah kau tidak apa ?" Aku melihat eomma yang melihatku khawatir
"Aniya, kenapa eomma terlihat khawatir ?" Tanyaku sambil memakan roti yang sebelumnya sudah ku oleskan selai kacang
"Aku mendengar suara keras dari kamarmu"
"Ah mungkin aku terlalu banyak bergerak saat tidur sampai terjatuh" Ucapku sambil tertawa, menyadari kelalaianku
"Benarkah ? kalau tidak salah suaranya sangat keras, kau yakin hanya terjatuh dari atas ranjang Taehyung-ah ?" Kali ini aku melihat appa yang memandangku heran.
"Eum, mungkin" Aku mengecilkan volume suaraku saat mengatakan kata terakhir, sebenarnya aku juga tidak tau apa aku terjatuh dari ranjang atau tidak.
"Taehyung-ah, ppali !" Ucap Sungjae, dia salah satu teman sekelasku. Aku berjalan keluar kelas setelah memakai pakaian olahraga, yap sekarang waktunya untuk pelajaran olahraga. Aku memakai baju berlengan pendek dan celana pendek selutut yang berwarna putih dengan garis hijau disisi sisinya.
"Kita mulai pemanasan dulu. Puss Up 30 kali, sekarang !" Aku memulai puss up nya, Jung songsaengnim memang memulai semua olahraga dengan pemanasan puss up terlebih dahulu, katanya sih untuk melatih otot otot tangan dan bahu. Dan aku sudah terbiasa dengan hal itu.
"Sit up, 25 kali !"
Baru saja aku memulai Sit up, punggungku yang membentur tanah pun terasa sakit. Aku terbaring dan langsung berpaling kesamping kanan, aku merasa bagian punggungku sangat sakit, ini seperti punggungmu retak jika kau sentuh. Aku menggenggam kedua tanganku sambil menutup mata, menahan teriakan kesakitan keluar dari mulutku. Kudengar Jung songsaengnim berteriak menanyakan keadaanku, ia berjalan kearahku dan langsung menggendongku dengan kedua tangannya, salah satu tangannya dibawah kepalaku dan satunya dibawah bagian lututku.
Aku masih memejamkan mataku, kurasakan Jung songsaengnim meletakkan tubuhku diatas ranjang yang kutau ini ranjang UKS, satu satunya ranjang yang ada di Sekolah ini. Saat punggungku bersentuhan dengan kasur, aku memekik pelan kemudian memalingkan tubuhku lagi untuk menghindari punggungku bersentuhan dengan apapun. Entah kenapa rasanya sakit sekali.
Kurasakan sebuah tangan mulai membuka kaos yang kupakai, ia menarik kaos ku sampai keatas. Setelah itu aku tidak merasakan pergerakan lagi.
"Taehyung-ah ada apa denganmu ?" Aku kenal suara ini, ini suara Sohee nunna yang biasanya menjaga UKS
"Apa sebelumnya kau dipukul sangat keras dipunggungmu Taehyung-ah ?" Tanya Jung songsaengnim. Dipukul ? siapa yang tega memukulku ? setahuku seluruh keluargaku sangat menyayangiku terlebih setelah aku menjaga Minwoo. Tidak mungkin ada yang memukulku.
"Aniyo Saem, aku tidak pernah mendapat pukulan dari siapapun" Ucapku jujur, memang benar aku tidak pernah dipukul oleh siapapun.
"Haah, lalu bagaimana kau menjelaskan ini Taehyung-ah ?" Jung songsaengnim menghela napasnya, menjelaskan sakit ini ? aku bahkan tidak tau kenapa tiba tiba punggung ku sakit
"Aku tidak tau Saem, punggungku tiba tiba terasa sangat sakit saat bersentuhan dengan apapun. Memangnya ada bekas pukulan di punggungku ?" Tanyaku tak yakin
"Sepertinya begitu, ada banyak lebam pukulan dipunggungmu dan beberapa luka goresan diatasnya" Aku tekejut, astaga ada apa lagi denganku.
"Kau harus istirahat Taehyung-ah, aku tidak akan mengurangi nilaimu karna ku tau kau anak yang rajin dipelajaranku. Setelah kau merasa baikan pulanglah, aku memberikanmu ijin" Aku hanya mengangguk tanpa melihat nya karna posisiku daritadi membelakanginya, kudengar suara langkah Jung songsaeng menjauh.
"Aku akan mengoleskan salep, mungkin rasanya akan sakit jadi tolong tahan sedikit ya Taehyung-ah" Ucap Sohee nunna. Setelahnya dapat kurasakan rasa dingin yang menerobos permukaan kulitku, akh rasanya sangat dingin dan perih. Namun ku tahan suara yang ingin keluar dari mulutku dengan menggigit bibir bawahku.
Aku tidak mengerti, kenapa punggungku tiba tiba begitu banyak mendapat luka ? Seingatku aku tidak pernah berkelahi atau terbentur sangat keras, iyakan ?
T.B.C
A/N : Cha HARUS HIATUS SEKARANG ! Baru ada kuota jadi baru bisa ngasih tau sekarang T,T. Cha gak bisa mudeng dengan semua ff kalo kek gini, mianhae.
sekarangkan Cha kelas 11 jadi banyak tugas + pelajaran, belum lagi Cha masuk 3 besar buat perwakilan sekolah, praktek ? tugas ? oh kepala Cha bisa meledak kalo kayak gini. Jadi maafin Cha buat hiatus sekarang, Cha merasa bersalah banget karna kalian suka baca ff Cha.
Btw "2 Personality" itu doc nya kehapus #nangiskejer, gak sengaja kehapus temen Cha jadi bakal Cha rewrite lagi #mikirkeras.
RNR Juseyoo~ :'(
