Tittle : Falling In Love In The sky
Language : Indonesian
Genre : Romance
Ranted : T
Cast : Huang Zitao, Wu Yifan, and (Other)
Disclamer : Semua cast disini milik Keluarga mereka, juga Tuhan YME. Cerita sedikit terinspirasi dari novel yang berjudul sama.
.
.
HAPPY READING! '-')/
.
.
Ini hari Senin, hari dimulainya kesibukan dalam 6 hari kedepan. Hari diawal satu minggu yang mungkin akan terasa sangat melelahkan. Hal itu lah yang membuat banyak orang memhenci hari Senin. Setelah puas bersantai pada hari minggu, keesokan harinya, semua telah kembali seperti semula. Melakukan rutinitas melelahkan guna menjalankan kehidupan kedepannya.
Tapi, tidak dengan Tao. Baginya, hari senin kali ini tidak semengerikan pemikiran orang lain, setidaknya hanya untuk di minggu ini.
Minggu ini adalah awal dari masa kebahagiaannya dalam menekuni pekerjaan yang telah ia gapai. Menjalani hari pertama sebagai pramugara, pekerjaan yang telah diimpikannya sejak kecil.
Seperti sekarang ini, tao sudah berdiri rapih didepan kaca kamarnya. Merapikan setelan kemeja putih serta dasi berwarna merah tua dengan pola dua garis putih di bagian tengah, juga setelan jas hitam yang tergeletak rapi diatas kasur. Seragam kebanggaan maskapai tempatnya bekerja.
Tao tak tau sebahagia apa dirinya sekarang. Mungkin dalam radius 5 meter pun, aura berwarna cerah telah terasa menguar dari dalam tubuhnya. Dia hanya (Sangat) bahagia.
Setelah puas berdiri menatap cermin sembari mengagumi penampilannya sendiri, pemuda dengan bibir curvy itu berjalan kearah kasurnya. Mengambil jas hitam dengan lambang maskapai penerbangannya dibagaian kantung jas tersebut, lalu menaruh jas itu dilengan kanannya, juga menarik sebuah koper hitam berukuran sedang yang telah ia persiapkan sebelumnya. Dengan langkah mantap, ia menuju pintu kamarnya. Membukanya sebelum keluar kamar. Sekali lagi menarik nafas, dan berakhir dengan tertutupnya pintu kamar tersebut.
Menandakan hidup baru seorang namja muda akan segera dimulai. Tentang pekerjaan, masa depan, juga sebuah-
Kisah Cinta.
[:: KrisTao ::]
Carvadsan adalah nama maskapai tempat Tao diterima. Maskapai dengan kualitas penerbangan kelas tinggi. Penerbangan yang hanya di lakukan oleh tangan-tangan Pilot serta Co-pilot(1) handal. Pelayanan yang sangat memadai serta para awak pesawat yang memang terkenal dengan meramahannya.
Jam 8:00 pagi, bandara Inchone sudah penuh oleh para penumpang yang sedang mengantri untuk Check In di masing-masing maskapai yang telah di tetapkan.
Beberapa Cabin Crew(2), Pilot, juga Co-pilot yang bertugas pada pagi itu sudah mulai menaiki pesawat guna menjalankan tugas, berbenah keadaan pesawat terlebih dahulu sebelum para penumpang diperbolehkan untuk Boarding(3).
Ini adalah penerbangan pertamanya sebagai seorang Cabin Crew, bukan lagi seorang Passengger. Entah kemana hilangnya perasaan bahagianya lagi tadi. Semua terasa hilang saat ia mulai memasuki pesawat ini. Gugup, takut, senang, bingung, semua menjadi satu dalam diri Tao. Seperti teraduk lalu menghasilkan perasaan aneh yang membuatnya ingin kembali lagi ke apartementnya lalu menggulung diri dalam selimut.
Tao menggelengkan kepalanya. 'Tidak! Ini harus berjalan seesuai rencana! Ini impianku!' Begitulah gemuruh hati namja bershappire hitam ini berkata. Menyemangati diri sendiri dengan cara menyakinkan semua akan baik-baik saja. Ya, semua memang harus baik-baik saja.
"Hei, baru ya?"
Tao menoleh kekiri. Memandang seorang yeoja, yang kelihatannya adalah seorang senior, berdiri sembari tersenyum manis padanya.
Tao mengangguk pelan. "N-ne. Perkenalkan, Huang Zitao imnida, panggil saja aku tao.. emm.. Jie-jie, boleh aku panggil seperti itu? sepertinya Jie-jie orang China."
Wanita yang Tao panggil Jie-jie itu sedikit terkekeh, 'namja yang lucu' fikirnya. "Ne, kau boleh memanggil ku seperti itu. Tapi tidak saat didepan passengger ya, aku masih muda tahu." Dan wanita berparas cantik itu kembali tertawa. Menampilkan sederet giginya yang putih bersih. Juga kedua matanya yang menyipit.
Entah mengapa, Tao merasakan kehangatan dari wanita ini. Seperti sedang bernostalgia dengan ibunya yang telah tiada.
Wanita itu sedikit mengendurkan tawanya, lalu memandang Tao tanpa menghilangkan senyumannya. "Emm, namaku Victoria jika kau ingin tahu. Ahh~ senang rasanya aku bertemu dengan orang China lain sebagai Cabin Crew disini. Setidaknya aku tidak melulu bertemu orang China hanya dengan adikku. Kau tahu? Aku terasa seperti dikepung oleh sekelompok orang Korea dimaskapai ini." Dan lagi, wanita yang mengaku bernama Victoria itu terkekeh, namun tak hanya ia, Tao juga ikut andil kali ini. 'Vict Jie-jie memang orang yang menyenangkan' Itulah serangkaian batin Tao berkata.
"Oh ya Tao, apa kau sedang sibuk? Boleh aku meminta bantuan mu? Aku harus membuka penutup jendela setelah ini." Victoria memandang Tao sembari menaruh tasnya diatas meja pada bagian Front Cabin Crew Room(4). Lalu kembali menatap Tao menunggu jawaban.
Tao tersenyum ramah sembari mengenakan jas hitamnya. Merapikan seragamnya sebelum para penumpang melakukan Boarding. "Tentu bisa Jie-jie, setidaknya aku bisa lebih berguna dibanding duduk sembari memperhatikan Pramugari berlalu-lalang disini."
Victoria berjalan untuk membuka horden merah pembatas antara Kabin depan dengan ruang untuk para penumpang, mengikatnya dengan kain berpita yang sudah disediakan. "Jadi, bisa kau membangunkan sang Pilot pemalas diruangannya? Aku yakin dia sedang tidur untuk saat ini. Bilang padanya jika 15 menit lagi penumpang akan Boarding."
Tao menganguk yakin, lalu berdiri sembari menepuk jas serta celananya. Kembali merapikan penampilannya agar terlihat sempurna. "Tentu Jie,"
Victoria menghela nafas perlahan, "Huff~ syukurlah kalau begitu, setidaknya pekerjaanku bisa sedikit berkurang. Baiklah, aku harus lanjut berkerja. Sebelumnya, terimakasih atas bantuanmu Tao." Dan hal yang Tao lihat adalah Victoria mulai menjauhi tempatnya. Menuju beberapa jendela untuk membuka penutupnya, membiarkan cahaya pagi masuk kedalam pesawat.
Tao menghela nafas, sejak melihat Victoria, dia jadi mulai merindukan mamanya. "Semoga mama tenang disana,"
[:: KrisTao ::]
"Do not enter except Cabin Crew, Pilot, and Co-pilot." Gumam tao sembari membaca tulisan hitam dipermukaan sebuah pintu besi bagian awak paling depan dari pesawat. Entah mengapa tangannya menjadi sedikit gemetar serta dingin sekarang.
Menghela nafas sekali lagi, tangan putih namja penyuka brand Gucci itu memutar knop pintu lalu membukanya. Menampilkan isi dalam ruang kemudi yang dilengkapi banyak tombol membingungkan, beberapa tuas yang memiliki fungsi berbeda, kaca besar yang memiliki skat besi dibagian tengah, tombol merah lumayan besar dibagian atas bertuliskan 'Danger!', dan dua kursi warna hitam yang satunya terisi oleh seorang namja yang sedang menaruh punggungnya pada senderan kursi.
Tao tidak tahu bagaimana pastinya wajah sang namja. Yang bisa ia lihat hanya rambut cokelat emas miliknya yang menyembul dari balik sandaran kursi, juga baju putih yang terlihat karena tanganya menjuntai kebawah.
Dan lagi, Tao menghelakan nafasnya. "Excuse me sir. Can you wake up please? All the passanggers will do boarding around ten minutes from now."
Tak ada pergerakan, yang Tao dengar hanya deruh nafas yang teratur, menandakan namja yang menjabat sebagai Pilot ini masih berpetualang dalam mimpinya. 'Dasar pemalas!' Umpat Tao dalam hati.
Tao melangkahkan kakinya kedalam, lebih mendekati sang Pilot untuk kembali membangunkannya. "Sir, wake up please. Sir, all the pass-"
"Bisakah kau diam?! Apa kau tidak melihat aku sedang istirahat?!"
Tao kaget, sungguh ia sangat kaget. Hey! Niatnya baik untuk ini! Membangunkan seorang Pilot pemalas yang malah asik tidur disaat semua penumpang akan segera naik. Dan malah mendapat bentakan atas niat baiknya, 'Shit!'
"Tapi sir, semua penumpang akan naik dalam wak-"
Omongan Yao terhenti saat namja yang tadinya bersender itu mulai berdiri. Menampakkan tubuh tinggi tegap miliknya, serta punggung lebar yang terlihat sangat dewasa.
Sang Pilot berbalik, menatap Tao dengan mata tajam, "Sepuluh menit lagi kan? Jadi untuk apa kau membangunkanku saat masih ada waktu sepuluh menit lagi buatku untuk tidur?"
Tao akui wajah Pilot ini memang tampan, pipi tirus yang terkesan tegas, mata tajam berpupil emas sewarna rambutnya, juga pundak yang lebar.
Entah mengapa setelah melihat mata namja blonde itu, tubuh Tao menjadi sedikit bergetar. Seperti ada rasa takut yang terselip dalam dirinya. Tak hanya rasa takut, ada juga sebuah rasa yang mungkin hanya 6% ia rasakan. Entah rasa apa itu Tao sendiri tak tahu.
Tao menunduk, menyembunyikan mimik takut di wajahnya. "Maaf Sir, aku hanya menjalankan perintah untuk membangunkan anda,"
Bisa Tao rasakan namja didepannya ini sedikit menghela nafas, lalu berjalan berlalu melewati dirinya yang berdiri di samping pintu. Meninggalkan Tao yang masih saja menundukkan kepalanya. 'Matanya mengerikan,' Tao membatin.
Buruk. Dihari pertamanya bekerja, ia telah mendapat bentakan dari sang Pilot -pemalas-. Tapi ini tidaklah sepenuhnya salah dia kan? Salahkan saja Pilot tukang tidur itu. Mana ada seorang Pilot yang masih saja enak-enakkan bergeletak di kursi kemudi disaat para penumpang akan segera naik?
"Apa yang kau lakukan pada ?!" Sebuah bentakan (lagi) yang berasal dari belakang Tao sontak membuat pemuda tinggi ini membalikkan badannya. Membuat sang shappire hitam menangkap tubuh seorang gadis cantik berpakaian seragam pramugari. Rambut panjang berwarna cokelat yang digelung, menyisahkan beberapa helai yang menjuntai pada bagian kanan. Makeup yang lumayan tebal. Juga namtag bertuliskan Jung.
'Oh, jadi nama pilot tadi .' Tao membatin. "Ah, maaf Noona Jung. Aku hanya menjalankan perintah untuk membangunkan ."
Gadis bermarga Jung itu berndecih. "Tak mungkin memberi tugas seperti itu pada anak ingusan yang bahkan baru pertama memakai jas seperti mu!" Membentak. Kesan itulah yabg kentara dari nada bicara sang Pramugari.
Tao mengangkat sebelah alisnya tanda tak mengerti, "Maaf, Nona. Jika Noona tak percaya, kita bisa menanyakan ini pada Victoria Jie-jie."
PLAK!
Panas, tao merasakan pipinya kanannya sedikit perih. Pramugari bersanggul ini menamparnya. Apa salahnya? Toh ia tidak mengatakan hal-hal kasar sedari tadi. Justru gadis ini yang melakukannya. Jadi, kenapa dia yang ditampar disini?
"Lancang! Kau bahkan berani memanggil dengan sebutan sok akrab seperti itu?! Bisakah kau sadar jika kau hanya pramugara baru yang kebetulan diloloskan dalam maskapai ini?!"
Tao diam saja sembari mengusap pipinya yang mungkin memerah sekarang.
"Jessica Jung!"
PLAK!
Sebuah suara baringtone masuk dalam telinga Tao, diikuti sebuah suara tamparan yang keras.
..TobeContinue..
PENJELASAN:
1) Co-Pilot : Orang yang bertugas membantu pilot dalam penerbangan pesawat.
2) Cabin crew : Pramugari dan Pramugara.
3) Boarding : naiknya para penumpang kedalam Pesawat.
4) Cabin Crew Room : Tempat istirahat para Cabin Crew saat tidak bertugas.
Cuap-Cuap:
Hallo semua, sebenernya aku nggak nyangka bakal ada respond positif dari para readers. Apalagi ada salah satu readers yang bilang bakal review sampe tamat, jujur itu bener-bener buat aku senyam-senyum sendiri. Makasi banget yaa...
Oya, buat yang bilang bakal bantu menanam kembali jiwa KTS, atau bahasa lainnya disebut Taorisasi (Reboisasi udah mainstream), ayo kita lakukan! Taoris harus tetap berjaya! '-')9 #IdupinKembangApi
Dan baru tadi ini aku baca, ada sebuah riview yang bilang "kok udah epilog? Kan baru mulai" Itu maaf banget sayang. Yang kemarin itu salah ketik, itu sebenernya Prolog, bukan Epilog. Maaf banget ya :"( #NangisMojok
Tadi juga ada yang tanya, "ini angst nya gak akan terlalu angst kan?" Zifan juga nggak tau ini angst nya bakal parah atau cuma biasa aja. Yang jelas nanti ada angst nya. '-'
Ohya riders semua, Zifan mau tanya, ada yang tau nggak jawaban teka-teki ini? "Sebelum dia masuk, dia buta, tuli, dan merangkak. Setelah keluar, dia bisa melihat, mendengar, juga berjalan. Siapakah dia?" itu bahan buat mos Zifan senin besok.. :'( yang tau jawab di review ya.. Zifan minta tolong.. ;-;)
Dan lagi yang panggil Zifan dengan sebutan "kakak", diganti pake bahasa yang lebih akrab aja, Zifan ini masih kecil kok, baru umur 14 taun, baru masuk SMA.. '-')
Udah deh itu aja, perasaan cuap-cuap Zifan sama cerita lebih panjang cuap-cuapnya.. -,-
::Super Big Thanks To::
Aylmarine, Princess ZiFan Kts, Ammi Gummy, munakyumin137, buttao, , .7399, aldif.63, Kirei Thelittlethieves, LVenge, Nanda829, Aiko Michishige.
