" !"
PLAK!
Sebuah suara baringtone masuk kedalam telinga Tao, diikuti sebuah suara tamparan yang keras.
::Tittle::
Falling In Love In The sky
::Language::
Indonesian
::Genre::
Romance
::Ranted::
T
::Cast:::
Huang ZiTao, Wu Yifan, Oh Sehun, and (Other)
::Pairing::
KrisTao/Taoris, Other Official/Crack couple
::Diclamer::
Semua cast disini milik Keluarga mereka, juga Tuhan YME. Cerita sedikit terinspirasi dari novel yang berjudul sama. INGAT! HANYA TERINSPIRASI! BUKAN MENJIPLAK!
Maaf atas banyaknya Typo yang mungkin akan kalian temui dicerita ini
.
.
HAPPY READING! '-')/
.
.
Sebuah suara tamparan telak menghantam indra pendengar Tao. Dan ia seratus persen yakin bahwa telapak tangan Pramugari itu tak lagi menampik pipinya. Justru sebaliknya, Tao melihat sang Pramugari muda terjatuh tepat didepannya, sembari memegangi pipinya yang terlihat sedikit memerah. Bukan merah karna polesan blush on ataupun rasa marah, tapi merah menyala hampir seperti memar.
Tao mengarahkan hazzle hitamnya lurus kedepan. Mempertemukan matanya dengan tubuh tinggi tegap seorang pria berbalut baju seragam putih hampir sama seperti pemuda yang tadi membentaknya. Bedanya, pemuda ini memiliki surai sewarna kayu oak. Seorang Co-Pilot.
"Apa-apaan tanganmu itu Jung!" Bentakan itu keluar. Mengalun kasar dari bibir sang Co-Pilot sembari menatap sangar sang Pramugari yang masih jatuh duduk diposisi yang sama.
"Tidakkah kau diajarkan mengatur tingkah lakumu di dalam sekolah penerbangan?!" Lagi, sebuah bentakan pertanyaan yang masih tak terjawab. Berkat bentakan itu pula semua Cabin Crew mulai berkumpul didepan pintu pengemudi. Menatap sang Co-Pilot yang masih meluapkan amarahnya.
Co-Pilot itu menatap kebelakangnya. Tepat kearah semua Cabin Crew yang menjadi penonton. " ! Apa kau tidak mengajarkan tata krama pada setiap bawahanmu?!"
Victoria yang ditanya malah menunduk. Membungkuh meminta maaf. "Mian , aku berjanji tak akan ada kejadian ini lagi."
Pria tegap itu kembali menatap ke arah Jessica yang masih duduk didepannya. "Pergi dari sini sebelum aku berubah fikiran untuk mengajukan gugatan DropOut milikmu pada kepala maskapai."
Tanpa disuruh dua kali, atau menunggu tangan panas sang Co-Pilot kembali menampik pipinya, Pramugari bermarga Jung itu segera berdiri lalu meninggalkan pintu ruang kemudi. Diikuti dua Pramugari yang sebelumnya menjadi penonton antara kerumunan.
Wajah sang Co-Pilot mengendur, menoleh pada segerombolan Cabin Crew yang masih betah mematung. "Untuk apa kalian masih diam disini? Empat menit lagi Passangger akan segera Boarding. Kembali ketempat kalian." Suara itu tak lagi terdengar keras ala orang membentak. Tapi kesan tegas itu tak hilang, tetap ada pada setiap kata yang dia ucapkan. Seperti sudah menjadi ciri khas suaranya.
Semua Cabin Crew terlonjak kaget, seperti kucing yang tertangkap basah mencuri ikan. Jalan tergesah untuk membereskan badan pesawat adalah hal selanjutnya yang mereka lakukan. Menjauh dari sang Co-Pilot sebelum surat DropOut diterima kepala maskapai atas nama mereka. "Miss. Vict, Bisa kau panggil adikmu untuk segera kembali ke pesawat? Aku melihatnya pergi ke ruang CheckIn tadi." Dari kejauhan, Victoria mengangguk.
Co-Pilot bermarga Oh itu berbalik, menatap Tao yang masih memegang pipinya. "Kenapa kau masih disini? Ingin ku-"
Tao menyela, "Tidak bisakah tanganmu sedikit lebih lembut pada wanita?"
Pria tegap itu mendengus. "Tidak bisakah mulutmu sedikit diatur? Setidaknya kau bisa membedakan mana yang sepantaran denganmu dan mana yang menjabat diatasmu."
Tao diam, membiarkan sang Co-Pilot berjalan kesalah satu kursi yang ada. Menjatuhkan tubuhnya sembari bersandar pada sandaran kursi hitam kulit tersebut.
Tao terdiam, perlahan ia berdiri dari posisi jatuhnya. Memegang knop pintu metalik ruang kemudi pesawat, "Kau juga harusnya bisa membedakan mana yang lemah, dan mana yang tak perlu kau tolong." Dan pintu tertutup.
Menyisahkan seorang pemuda berambut cokelat tua yang masih bersender. Memejamkan matanya sembari menghela nafas perlahan, 'Tidak kah kau mengingatku, Zi?'
[:: KrisTao ::]
Tao terduduk diatas salah satu kursi dalam ruang istirahat bagian tengah. Sungguh, dari tadi kepalanya tak berhenti memutar memori telapak tangan seorang pemuda menyentuh pipi lembut seorang wanita dengan kasar. Ditambah lagi itu salahnya. Astaga!
Pemuda penggemar brand Gucci itu mengusap wajahnya kasar sembari menghela nafas. Berharap setidaknya sedikit dari beban dipundaknya akan terangkat. Meluap bersamaan dengan helaan yang ia lakukan.
"Jangan difikirkan."
Tao menoleh, melihat sang kepala Pramugari duduk disebelahnya sembari membenarkan gulangan rambutnya yang sedikit mengendur. "Itulah kerasnya dunia penerbangan, kau harus terbiasa untuk setidaknya meng'iya'kan perkataan seorang atasan. Walaupun dia lebih muda dari dirimu sendiri."
Tao kembali menolehkan kepalanya kearah depan. Melihat seorang Pramugara berjas yang sama seperti miliknya sedang melakukan peragaan memakai pelampung dengan benar dari celah antara dua tirai pemisah. "Bagaimana keadaan , Jie? Apa dia baik-baik saja?"
Victoria masih sibuk berkutat dengan rambutnya, sembari menatap kaca berukuran sedang yang memang dipasang tepat disampingnya. "Tak apa, hanya sedikit memar."
Lagi, Tao menghela nafas. "Astaga, itu tadi pasti sangat sakit. Sungguh! Aku bahkan bisa mendengar suara tamparan itu, Jie."
Wanita cantik itu menoleh, menatap Tao yang sedang menutup wajahnya. Persis terlihat seperti orang frustasi. "Tak apa, dia tidak akan mati jika hanya ditampar ." Dan jari lentik itu kembali bergulat dengan gelungan dirambutnya. "Huh! Sejak kapan menggulung rambut sesusah ini?!"
Tao menoleh kearah Victoria, sedikit terkekeh mendengar keluhan aneh dari wanita disebelahnya. "Menurutku, itu sudah cukup rapih Jie."
Tangan Victoria terhenti, berbalik menatap Tao dengan mata berbinar. "Eh? Benarkah?" Lalu tangan itu turun, meninggalkan tataan rambutnya yang bergelung sempurna tanpa terlihat bagian uJungnya. "Harusnya kau bilang dari tadi Tao. Ini melelahkan,"
Tao terkekeh geli. Wanita ini benar-benar hangat. Sama seperti ibunya. Persis. Dari matanya yang hitam, hidung yang mancung, kulit putih bersih, rambutnya yang seperti langit malam, caranya bicara, tersenyum, tertawa. Semua.
Sedikit rasa sesak menghampiri Tao kala ia melihat Victoria. Bukan benci. Hanya rasa rindu pada ibunya. Total 12 tahun Tao hidup tanpa kasih sayang seorang ibu, dan 11 tahun tanpa kasih sayang seorang ayah. Karena, tepat 1 tahun ibu Tao meninggal, ayahnya mulai berubah. Dari sosok pemimpin rumah tangga yang ramah, baik, serta hangat. Menjadi sosok yang dingin, mabuk-mabukkan, serta suka berjudi. Sejak saat itu pula, Tao menghidupi dirinya sendiri. Membayar biaya sekolahnya hingga lulus dari uang hasil ia menjadi pelayan sebuah cafè, berkerja part time di sebuah restoran cepat saji, menjadi guru pengajar Wushu, dan masih banyak lagi. Lelah memang, tapi Tao tau, ada saatnya kita harus susah, ada saatnya juga kebahagiaan mengikuti dibelakangnya.
Lamunan Tao buyar saat Victoria menepuk pundaknya, membuatnya menoleh sembari mengangkat alisnya.
"Itu, kau dipanggil Baekhyun." Jawab Victoria sembari menunjuk ke arah tempat peristirahatan petugas depan, tepat dibelakang ruang pengemudi pesawat.
Tao menoleh kearah jari Victoria menunjuk. Menatap seorang Pramugara berambut cokelat cerah yang sedang melambai padanya. Memberikan gestur tangan agar Tao segera mendekat.
Tao mengangguk. Lalu berdiri dari tempat duduknya, sedikit menepuk pakaian formal yang ia gunakan, lalu berjalan menuju restroom bagian depan, menghampiri namja yang -seingat Tao- bernama Baekhyun.
"Hei, bisakah kau bantu aku Tao? Aku harus menghantarkan makanan pada para penumpang. Chanyeol sedang menjaga UM Passengger(1) saat ini, jadi dia tidak bisa membantu." Kata Baekhyun sembari menata beberapa kotak makan keatas sebuah troli makanan.
Tao mengangguk, "Tentu, hyung."
Tangan Baekhyun berhenti setelah semua kotak berukuran sedang berisi makanan serta beberapa botol air mineral berpindah ke troli besi didepannya. Lalu ia mendongak, menatap Tao dengan mata menyipit. "Apa wajahku terlihat setua itu? Kau bahkan lebih tinggi dariku, sudah pasti kau yang lebih tua."
Tao mengernyit. "Itu berarti umur Hyung 18 tahun?"
"Tentu bukan, memang kau berapa?" Tanya Baekhyun sembari berjalan sedikit mundur. Mempersilahkan Tao untuk bertukar tempat dengannya.
Tao mengerti, lalu ia berjalan kebelakan troli. Tepat berhadapan dengan tuas pendorong troli. "19 tahun tepat mei bulan lalu."
Baekhyun melotot. "Kau serius?!"
Tao mengangguk mantap. "Tentu, jadi? Boleh ku panggil Baek Hyung?"
Baekhyun mendengus sembari berjalan kearah yang berlawanan dengan Tao. "Okelah. Ingatkan aku untuk membeli peninggi badan setelah penerbangan ini, Oke?"
Tao terkekeh, "Tentu hyung!"
Baekhyun berjalan keluar dari Restroom, dengan Tao tepat dibelakangnya sembari mendorong troli besi. Sesekali berhenti pada setiap baris kursi penumpang untuk memberi kotak makan juga masing-masing satu botol minum.
Cuaca pagi ini memang tak secerah pagi biasanya. Tepat jam setengah delapan, namun matahari tak kunJung muncul. Tertutup awan abu-abu tebal. Membuat badan pesawat sedikit terguncang saat bertabrakan dengan awan tersebut.
Kepala Tao sedikit pusing. Membuatnya mendorong troli hanya dengan satu tangan karna tangan lain digunakannya untuk memijat pelipis kirinya.
Ini penerbangan pertamanya, dipagi hari pula. Wajar memang jika ia merasa sedikit mual juga pusing. Dia hanya tak terbiasa dengan guncangan yang sekarang ia rasakan.
Total sudah 7 baris kursi dilewati Tao dan Baekhyun. Dan kepala Tao menjadi semakin pusing. Guncangan semakin keras saat suara Pramugari terdengar dari speaker, memberi tau pada penumpang untuk memasang sabuk pengaman. Bahkan, lampu tanda melepas sabuk pengaman telah dimatikan oleh Pilot, pertanda para penumpang tak diizinkan untuk melepas sabuk pengaman.
Guncangan semakin terasa disaat pesawat kembali bertabrakan dengan awan tebal. Dan lagi, kepala Tao semakin pusing. Dia bahkan berhenti mendorong troli makanan. Padahal Baekhyun telah berjalan menuju baris berikutnya. Meninggalkan Tao dengan troli yang mulai berguncang karena tak adanya pengendali.
Dan tepat saat guncangan puncak, Tao jatuh pingsan dengan semua mata penumpang mengarah padanya, juga suara Baekhyun yang memekik kaget. "Astaga! Tao!"
[::KrisTao::]
Mata Tao mengerjap pelan saat kesadaran menghampirinya. Membuka matanya perlahan saat pandangan pertamanya menuju pada sebuah lampu terang ditengah langit-langit ruangan tepat ia dibaringkan.
"Sudah sadar?"
Suara serak yang pernah Tao dengar menabrak indra pendengarannya. Membuatnya kembali mengerjap untuk melihat dengan jelas siapa yang baru saja bertanya padanya.
TO BE CONTINUE
PENJELASAN
UM Passengger : Penumpang khusus yang biasanya berumur lanjut atau anak kecil yang naik pesawat tanpa pengawasan keluarga. biasanya diberi seorang pramugari/pramugara untuk membantu apa saja yang dibutuhkannya.
Restroom dalam pesawat dibagi menjadi 3 tempat. Restroom depan, Tengah, dan Belakang. Restroom biasanya diisi oleh pramugari/pramugara yang sedang tidak bertugas.
Cuap-Cuap
Hai semua, masih inget sama Zifan?
Maaf banget ya baru bisa update sekarang, ini pun ceritanya pendek banget.
Tadi zifan sempet baca-baca cerita ini di part 1 nya, dan disitu zifan ngeliat banyak banget typo. -_-
Bahkan di summary nya ada typo -_-
Maaf banget yaa, zifan usahain typo sedikit berkurang.. ^-^
Kalian pasti udah denger berita tentang LuTaoRis yang katanya bakal main Running Man, itu beneran atau cuma rumor? -_-
Okelah, itu aja.
MAKASI UDAH MAU BACA CERITA GAJE INI ^-^
Balasan Review
celindazifan
iya kakak, ini udah update ^-^ Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
wuami
kakak mau jadi pramugari? wahhh kerenn ^^, semoga tercapai ya kak cita2nya..
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
munakyumin137
Udah pernah? '-' ini cerita buatan zifan asli kok, serius ga jiplak.. tapi kalo novel nya mungkin ada, soalnya zifan terinspirasi dari novel yang berjudul sama '-'..
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
LucciaPutri
Makasih ^^, ini udah update say ^^..
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
wuziper
Berdoa aja semoga nggak ada krissica moment ya sayang ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
elsaseptiana20
Ini udah dilanjut sayang.. ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
Nanda829
nih sayang, yang nampar sica udah ketahuan kan? ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
KTOdult
kalo orang ketiga pasti ada say, masalah KT bakal bersatu Zifan juga ga seberapa yakin '-'
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
Kirei Thelittlethieves
Iya ini udah lanjut sayang ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
Aiko Michishige
iya kasian tao kena tampar :'( iya ini udah lanjut sayang.. ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
.7399
Munurut kakak pilotnya siapa? biasanya sih kalo udah blonde begitu ya pasti si naga burik mesum :3 ya semoga ga ada moment krissica ya, ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
deveach
Zifan juga nggak tau kenapa harus sica yang jahat, zifan suka aja gtu sama siza kalo jadi antagonis '-'
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
LVenge
Iya tuh, biarin si jung tersiksa untuk sesaat, wahahaha *ketawaSetan
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
aldif.63
iya ini udah lanjut sayang ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
Shui Jing
ini udah lanjut sayang ^^
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
Ammi Gummy
Makasi udah jadi first reviews! ^^ muah muahh :*
Zifan juga suka crackpair loh, kita satu hatiiii ^^ tenang, ini ada crackpair nya kok, :3
Makasih udah mau rievew :* (Kecup Basah)
