SOMEONE

Cast :

Do Kyungsoo (20) - Kim Jongin (21)

Wu Yifan (22) - Oh Sehun (21),

And All Member Exo

Pairing : KaiSoo, HunSoo, KriSoo

Rate : T

Genre : Romance, Drama, Hurt/comfort.

Warning! : Genderswitch For Uke, DLDR, OOC, Typo(s).

Cerita murni berdasarkan pemikiran saya dan imajinasi saya. Apabila ada kesamaan tokoh, sifat, atau alur cerita, itu merupakan sebuah kebetulan! Bila tak suka, silahkan close tab! Dilarang kompas cerita tanpa izin. Dimohon untuk menghargai.

.

.

.

DLDR

.

.

Just Enjoy Reading ^^

.

.

Chapter 2

Jongin mendengar isak kecil yang berasal dari Kyungsoo. Sungguh tubuhnya lemas saat ini. Sebegitu sakit kah? Sungguh Jongin menyesal atas apa yang telah ia lakukan pada kekasih mungilnya itu. Jongin meremas kuat tangan Kyungsoo. Berusaha menghantarkan kekuatan.

"Aku.." Suara Jongin tenggelam oleh suara pintu ruangan yang terbuka paksa

"Jauhi dia bajingan!" suara baritone terdengar menggema di ruangan itu. Kyungsoo secara sontak mengalihkan pandangannya dari tangannya yang di remas kuat oleh Jongin.

"Oppa.." Kyungsoo bergumam pelan

"Kemarilah Soo.." Lelaki itu menarik paksa tangan Kyungsoo dan menjauhkannya dari jangkauan Jongin. Jongin hanya dapat mengeram tertahan.

"Sekali lagi kau mendekatinya, maka mati lah kau bajingan!"

Lelaki itu membawa Kyungsoo pergi tanpa ijin. Jongin menjadi kesal dan mengamuk sendiri. "Sial! Padahal tinggal sedikit saja. Arghhh! apa salahku begitu besar padamu Soo?" Jongin berkata pada dirinya sendiri.

Jongin menghela nafas panjang sebelum duduk di bangku yang sebelumnya di tempati oleh Kyungsoo. "Maafkan aku Soo.. maafkan aku sayang!" Jongin berujar lirih pada deru angin yang berhembus dari sela-sela ventilasi ruangan. Berharap lirihannya dapat tersampaikan oleh sang angin kepada sang kekasih mungilnya. Konyol! Jongin tau, bahwa dirinya kini berubah menjadi sebegitu konyolnya hanya karena kekasih mungilnya itu yang pergi dari sisinya. Jongin mengerang tertahan. Kekasih? Apa benar dirinya menganggap Kyungsoo sebagai kekasihnya? Bukannya dirinya hanya bermain-main dengan perasaan gadis itu? Bermain main dengan tujuan ingin membalas dendam?

"Aaarghhh!" Jongin berteriak pilu. Sebenarnya apa yang sedang ia rasakan saat ini? Mengapa ia begitu merasa bersalah pada Kyungsoo? Mengapa dirinya merasa tak rela bila sosok gadis mungilnya itu pergi dari sisinya?

~OooOooO~

Kyungsoo duduk di bangku penumpang, tepat di samping Oppanya. Gadis mungi itu hanya dapat menundukkan wajahnya yang pucat pasi. Pikirannya berkecamuk tentang hal-hal konyol yang akan ia lakukan bila saja Oppanya tak datang saat itu. Tanpa sadar, gadis itu menghela nafasnya panjang. Hal itu sontak mengalihkan focus sang Oppa yang sedari tadi menatap jalanan demi keselamatan mereka.

Kyungsoo merasakan sebuah tangan yang besar dan hangat menggenggam erat tangannya yang dingin dan basah. Sontak gadis mungil itu mengalihkan pandangannya pada sosok yang sedang menggenggam tangannya erat. Matanya menatap polos kepada sosok Oppa tercintanya.

"Kamu tak apa sayang?" Tanya Oppanya lembut, sembari mengelus punggung tangan Kyungsoo dengan ibu jarinya yang besar.

"Humm.. " Gumam Kyungsoo sembari menganggukkan kepalanya.

"Maafkan Oppa sayang. Oppa tadi terlalu lama meninggalkanmu. Seharusnya Oppa mengizinkan kau pulang bersama Sehun tadi. Atau, seharusnya Oppa membawamu ke perkumpulan Organisasi. Maafkan Oppa yang bodoh ini sayang.."

Kyungsoo merasa terenyuh mendengar semua penuturan Oppanya itu. Meski Oppanya selalu bersikap dingin, acuh tak acuh, dan arrogant, namun Kyungsoo paham betul bagaimana lembutnya perasaan Oppanya itu. Terlebih kelembutan dan kehangatan hati Oppanya hanya Kyungsoo lah yang dapat merasakannya. Kyungsoo bersyukur dalam hati. Bahwa dirinya masih di karuniai oleh tuhan atas orang-orang yang masih begitu sayang dan peduli padanya.

Jemari kecil Kyungsoo menggenggam balik dan mengelus lembut tangan Oppanya. Matanya menatap teduh kearah Oppa tercintanya. "Sudahlah Oppa. Jangan menyalahkan diri sendiri. Itu juga kesalahan Sooiee, yang tak mampu menjaga diri. Terimakasih Oppa telah menghawatirkan Sooiee. Maafkan Sooiee, yang hanya bisa merepotkan Oppa.."

"Jangan begitu sayang. Kau adalah satu-satunya hartaku yang masih aku miliki. Kau tak merepotkan Oppamu ini sayang.." Lelaki itu segera mengamit lengan Kyungsoo dan mencium punggung tangan Kyungsoo lembut. Perlakuan Oppanya yang seperti ini pasti mampu membuat para wanita kelimpungan karena bahagia. Pipi chuuby Kyungsoo merona samar. Meski sudah biasa di perlakukan seperti ini, namun Kyungsoo masih kerap kali merasa segan dan bahagia. Karena dirinya merasa sangat-sangat di hargai.

~OooOooO~

"KAU MENYAKITINYA BODOH!" suara bentakkan menggema kencang dari selullar yang sedang di pegang oleh Jongin. Jongin secara sontak menjauhkan selullar tersebut dari telinganya. Meski bodoh, namun dirinya masih sangat sayang akan telinganya ini. Dirinya tak ingin telinganya itu rusak hanya karena teriakkan dan makian tak bermoral dari seseorang di seberang sana.

"Aku tahu!" balas Jongin seadanya. Malas. Sungguh sebenarnya Jongin sedang malas untuk meladeni siapapun yang sedaang ingin mencari masalah dengannya. Dirinya hanya ingin diam merenung. Memikirkan sejauh mana perasaannya terhadap gadis mungilnya itu. Sekejam apakah perlakuannya pada kekasih mungilnya itu. Yang kini berada di otak dan pikirannya hanyalah satu nama. Kyungsoo.

"Aku katakan sekali lagi.. jauhi dia. Cukup Jongin! Cukup kau sakiti dia! Aku tak ingin kau menyakitinya lebih dari ini. Bila kau menolak untuk menjauhinya, siap-siap kau berhadapan dengan ku!" Suara seseorang di sebrang sana mengalun dingin. Menembus pori-pori membuat remang sekujur tubuh. Jarang-jarang sekali sahabatnya itu begitu marah dan serius dalam ucapannya. Jongin menjadi gugup sendiri. Bila sahabatnya saja sudah marah seperti ini, maka sepertinya dirinya sudah terlalu kelewat batas.

"Oh sial! Aku hanya ingin meminta maaf. Mengapa kalian semua malah bersikap aku adalah penjahat?!" Jongin mengeluh resah. Dirinya sungguh bingung akan keadaan yang ada. Memang apa salahnya bila dia hanya ingin meminta maaf?

"Karena kau telah menyakitinya. Takkan ada kata maaf untukmu bajingan!"

"Shit! Aku meminta maaf pada Kyungsoo. Bukan padamu bastard Oh Sehun!"

"Aku mewakilinya bodoh!"

"Mengapa kau yang mewakilinya? Apa hak mu?" Jongin mengeram kesal! Kenapa dirinya tak suka bila ada lelaki lain yang berdekatan dengan kekasih mungilnya itu?

"Bukankah kau hanya ingin membalaskkan dendam kesumatmu lewat Kyungsoo?"

"Ya.. benar, lalu?"

"Bukan kah sudah terpenuhi? Kyungsoo sudah terluka Jongin! jadi ku mohon. Pergilah"

"Dia memang terluka, namun sialnya Kris belum menderita!"

"Mengapa kau tak langsung membalskan dendammu padanya?"

"Aku ingin bermain-main sebentar dengannya. Aku inginia merasakan bagaimana rasanya bunga kesayangannya hancur"

"Sudahlah Kim! Aku menyayangi Kyungsoo. Kris pun begitu! Kami menyayanginya. Aku tak suka bunga kesayanganku hancur oleh orang lain. Meski kau sahabatku sendiri, aku mohon dengan sangat! Jauhilah Kyungsoo."

"Hei sehun.. ap.." Sebelum Jongin menyelesaikan ucapannya, telinganya mendengar nada sambung yang telah di putus dari sebelah pihak. "Sial!" Jongin terus saja mengerang dan berteriak kesal.

~OooOooO~

"Soo~.. keluarlah sayang. Makan malam sudah siap." Suara baritone khas beriringan dengan suara ketukan pintu terdengar mengalun di ruangan yang gelap dan sepi. Sungguh nampak begitu sunyi.

"Kyungsoo sayang..? kau tak akan membukakan pintu untuk Oppamu?" Suara baritone itu kembali terdengar di saat sang objek yang di tuju tak kunjung menjawab.

"Soo.."

"Nanti Oppa.. aku sebentar lagi turun" terdengar suara gadis yang lirih menjawab panggilan sang Oppa

"Baiklah.. Oppa tunggu di bawah sayang.." Kris, sang Oppa Kyungsoo pun hanya dapat menghela nafas pelan. Tangannya tergenggem dengan erat di samping tubuhnya. Sebelum Kris melangkahkan kakinya menuju lantai bawah, kris sempat mendengar isakan tertahan lolos dari bibir mungil adik tercintanya itu.

"Sialan kau! Kim Jongin bajingan! Lihat saja nanti.." Kris mengeram tertahan dan menggumam di sela-sela gemeletukan giginya.

~OooOooO~

Setelah beberapa lama, Kyungsoo pun akhirnya keluar dari dalam kamarnya, meski sebelumnya Kyungsoo sempat terlebih dahulu merapihkan penampilannya, dan mencuci muka, namun semua hal itu tak dapat menyembunyikan sembab di kedua bagian matanya. Dengan perlahan, Kyungsoo melangkahkan kakinya menuruni anak-anak tangga menuju kelantai dasar. Setelah berada di lantai dasar, Kyungsoo segera mencari keberadaan Oppanya yang menyuruhnya untuk keluar dan makan. Kyungsoo pun mencoba mencari Kris di dapur.

"Oppa..?" Kyungsoo memanggil sosok Oppanya yang hingga kini belum nampak di pandangannya. Mendadak, Kyungsoo merasakan ke khawatiran melanda hatinya. "Oppa.." Kyungsoo kembali memanggil Kris, kali ini butiran air mata mulai bergulir membasahi pipinya.

"Oppa..!" Kyungsoo kembali berteriak memanggil Kris sambil terisak pelan. Kris yang pada saat itu berada di kamar mandi kamarnya, segera keluar saat mendengar Kyungsoo yang berteriak memanggilya. Dengan terburu-buru, Kris segera memakai pakaiannya"Oh Soo.. Oppa dikamar.." Kris mencoba menjawab teriakan Kyungsoo sebelum beranjak keluar kamar.

"Oppa!" Kyungsoo langsung berlari mendekap erat tubuh Kris. Kris sontak saja merasa kaget dan khawatir, karena melihat buliran air mata membasahi wajah manis sang adik tercintanya itu.

"Ada apa sayang, Humm?"

"Oppa kejam! Aku khawatir! Aku kira Oppa pergi lagi."

"Ohh.. maafkan Oppa sayang.. oppa hanya baru saja mandi."

"Aku takut Oppa pergi.."

"Tidak akan sayang.. tidak akan lagi."

~OooOooO~

Jam dinding sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam. Kris menghela nafas perlahan, sebelum kembali memeluk erat tubuh Kyungsoo dan mengelus sayang surai hitam sang adik.

"Kau belum ngantuk sayang? ini sudah malam." Kris mencoba membujuk adiknya yang sedang terlena dalam keasikannya menonton drama. Setelah menghabiskan makan malam, Kyungsoo memang sengaja mengajak Kris untuk duduk di sofa ruang keluarga sembari menonton tv.

"Belum Oppa.." Kyungsoo mempererat pelukannya di tubuh sang Oppa yang begitu besar dan kokoh. Kyungsoo menenggelamkan wajahnya di dada bidang Kris saat dilihatnya tv sedang menyiarkan acara iklan.

"Tapi ini suudah tengah malam Sooiee.. nanti kau sakit!"

"Tidak akan Oppa…" Kyungsoo semakin menenggelamkan wajahnya di dada bidang kriss yang menurutnya sangatlah nyaman dan hangat.

"Disini dingin sayang.."

"Ada Opp yang memelukku, jadi sudah tak dingin lagi.." Kyungsoo berujar manja, sambil terkikik pelan

"Hufftt.. terserah kau sajalah.." Kris sudah mulai menyerah untuk membujuk adiknya itu.

Kyungsoo yang mendengar perkataan Oppanya, secara sontak langsung melepas pelukannya dan menatap Oppanya ragu. Bila Oppanya berkata seperti itu, maka itu akan menjadi alaram untuk Kyungsoo. Karena itu bertanda Kris sedang marah.

"Oppa.. ?"

" hmm" Kris hanya bergumam pelan. Kyungsoo semakin menelan ludahnya kaku.

'Ohh tidak! Oppa marah..' Kyungsoo membatin. "Oppa.. baiklah, ayo kita tidur."

"Tak usah! Kau lanjutkan saja acara menonton mu.." Kris menjawab dingin. Dan Kyungsoo semakin kikuk

"Oppaa~ Sooiee sudah mengantukk."

"…"

"Mari kita tidur.."

"…."

"Oppaa~"

"…" Masih belum ada jawaban dari Kris. Kyungsoo sudah mulai pasrah. Dirinya yakin dengan sangat, Kris pasti sangatlah marah. Kyungsoo hampir saja putus asa, sebelum kembali teringat suatu ide mujarab

"Oppa.. Sooiee ingin tidur dengan Oppa~ berdua! Hehe.. Sooiee rindu di peluk Oppa.." Kyungsoo memasang wajah memelasnya. Kriss mengeram tertahan. Dengan perlahan, Kris mulai mmematikan television sebelum membopong Kyungsoo secara tiba-tiba yang di hadiahi pekikkan keras dari sang adik. Kyungsoo tersenyum senang berada dalam gendongan Kris. Rencananya berhasil. Kyungsoo menarik leher kris dan mencium pipinya lembut

"Kyungsooiee sangat, sangat menyayangi Oppa,," kris terpana sebentar akibat perbuatan Kyungsoo Sebelum kembali berhasil mengendalikan dirinya.

"Kau tak mencintai Oppa?" Kris berujar jahil sambil mempererat gendongannya.

"Oh tentu! Sooiee sangat mencintai Oppa.." Kyungsoo menjawab riang tanpa tahu niat dasar Kris yang menanyai hal itu

"Ohh.. Oppa pun"

Cupp

Kris mengecup lembit bibir Kyungsoo secara mendadak. Kyungsoo melebarkan pandangannya karena kaget. Kris memandang lekat wajah manis kyungsoo. Pandangan matanya menatap dalam kedua bola mata bulat Kyungsoop yang indah. Kyungsoo terpana akan pandangan Kris yang seakan menghipnotisnya. Pandangan itu begitu dalam, penuh dengan rasa sayang dan ke kaguman. Pandangan mata yang mampu mengetarakan hati Kyungsoo dan menghantarkan kehangatan yang menjajikan. Pandangan yang mampu mengalihkan pikirannya dari semua masalah yang baru saja dialaminya.

"Oppa sangat mencintaimu Kyungsooku, sayang.." Kris berujar lembut sebelum kembali mencium lembut bibir kyungsoo yang begitu lembut dan manis. Dengan perlahan, Kris mulai membaringkan tubuh Kyungsoo secara perlahan di atas kasur sebelum kemudian membaringkan dirinya pula di atas kasur king sizenya. Kris menyelimuti tubuhnya dan tubuh Kyungsoo dengan selimut tebal sambil kembali mengecup bibir dan wajah Kyungsoo. Kyungsoo tertawa riang mendapatkan kecupan-kecupan ringan di bibirnya. Geli. Pikir kyungsoo

"Terimakasih Oppa.." Kyungsoo berujar senang seraya memeluk erat tubuh kris yang begitu besar dan hangat

"Lupakanlah dia Soo… lupakan semuanya. Masih ada Oppa disini.." Kris berujar lembut sambil membawa kyungsoo semakin erat dalam pelukannya

"Ya.. akan Sooiee lupakan.. Jalja Oppa,,"

"Jalja.." Kris kembali mengecup sayang dahi Kyungsoo sebelum mengikuti Kyungsoo untuk menutup matanya dan terbang ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

TBC

Yeahh.. akhirnya update juga..^^ maafkan saya yang malah kelamaan updatenya T^T itu karena aku berhalangan. Kemarin baru aja beres ospek kuliah, jadi yah.. aku belum sempet nulis ff lagi.. giliran ada waktu, ide aku yang tersendat. Hingga yah.. beginilah jadinya.. mohon di maafkan apabila ff ini aneh atau masih banyak kekurangannya..

Terimakasih untuk semua dukungan berupa riview, favo, dan folow nya itu sangat berarti untuk saya *deepbow

*balasan riview*

Sofia magdalena : di chapter ini masih belum di jelasin asal-usul masalahnya, mungkin di chapter berikutnya. Tappi kalian boleh tebak kok kenapanya.. terimakasih banyak udah riview

Baby Crong :ini udah di update kok.. makasih yah udah riview

Guest : yahh bisa di bilang Jongin selingkuh.. di tunggu kelanjutannya aja biar jelas yah.. terimakasih banyak udah riview

Kaisooship : Yup.. tebakan anda benar di sini Kris berperan sebagai Oppanya kyungsoo.. :D untuk kejelasan Jongin ngapain Kyungsoo, nanti di tunggu aja di chapter selanjutnya ..

Yixingcom : Ini udah di lanjut ko.. :D untuk kejelasan Jongin ngapain Kyungsoo, nanti di tunggu aja di chapter selanjutnya

NHAC : Jongin bisa di bilang selingkuh, bisa juga engak.. untuk kejelasan Jongin ngapain Kyungsoo, nanti di tunggu aja di chapter selanjutnya

ChangChang : untuk kejelasan Jongin ngapain Kyungsoo, nanti di tunggu aja di chapter selanjutnya.. haha.. saya juga penasaran

Kaironman : ini udah di lanjut, tapi masih belum di perjelas, semoga readers pada ngerti arah ceritanya bakalan kayak gimana

Kyung1225 : Ini udah di lanjut say.. Makasih udah riview.. ^^

Lolli Kyungsoo : Ini udah di lanjut say.. untuk kejelasan Jongin ngapain Kyungsoo, nanti di tunggu aja di chapter selanjutnya

Lovesoo : Kyungsoo kami-nya lagi galau ^^ untuk kejelasan Jongin ngapain Kyungsoo, nanti di tunggu aja di chapter selanjutnya

9493 : ini udah di lanjut.. semoga di chapter ini ada sedikit pencerahan, semoga gak bingung lagi yahh

Viraahee : Ini udah di lanjut kok say.. makasih udah sempetin riview

Guest : terimakasih pujiannya.. :D

*Mohon maaf apabila ada salah penulisan nama id

Di tunggu terponnnya lagi yahh~

Bye.. sampai jumppa di chapter selanjutnya :D

*deepbow