Chapter.2

Disclaimer : Kuroko no Basuke milik Fujimaki Tadatoshi!

Warning : Typo. Alur kecepetan. Gajelas. Abal. Dan Sebagainya.

.

.

.

"Chikarashi!"

Seseorang dengan surai berwarna cokelat berjalan menujuku sambil membawa buku yang biasanya ia bawa. Ialah Ama Oukai, teman yang selalu berada disisiku. Ia orang yang plin plan, tetapi setia dengan temannya. Ia orang baik, tetapi nilai nya tak cukup bagus.

"Chikarashi, ayo istirahat!" ajak Ama sambil menarik lenganku, aku mengangguk sambil tersenyum kepadanya. Ia memang temanku yang baik. Sebenarnya, ia tak mempunyai teman dan selalu kesepian, karena ia tak terlalu bisa berbicara dekat dengan seseorang. Tapi ketika ia sudah berteman dengan seseorang, dia bisa menjadi sangat cerewet. Mengasyikkan bersamanya.

.

.

"Ne~ Chikarashi makan apa buat istirahat?" Tanya Ama sambil mengeluarkan bekalnya, ia mengintip sedikit kearah tasku yang kubawa, berharap untuk melihat bekal apa yang kubawa. Aku hanya tersenyum tipis kearahnya, lalu mengeluarkan bekalku. "Onigiri.. tidak lebih." Kataku sambil membuka tutup bekalku. Mendadak mata Ama berbinar-binar melihat makananku. "Bisakah aku menyobanya? Kelihatannya lezat, Chikarashi!" katanya sambil bersiap-siap menerjang onigiri yang berada di bekalku. Oke, bisa dibilang temanku yang satu ini sedikit rakus, tetapi badannya ideal. Aku iri dengannya.

"Tentu." Jawabku sambil mengambil onigiri yang berada di bekalku. Ama tersenyum. "Hee~ Sankyuu, Chikarashi!" ucap Ama sambil tersenyum manis.

"Pelajaran sebentar lagi, P.E kan? Ayo kita jalan-jalan dahulu~" ajak Ama setelah memakan onigiri yang kuberikan. Aku mengangguk. "Hum.. bagaimana kalau ke gym? Aku ingin sekali bertemu dengan mereka!" pekik Ama sambil menutup bekal yang dibawanya, bermaksud untuk memakannya nanti.

Mereka?

"Apa maksudmu dari 'mereka'?" tanyaku penasaran. Ama membulatkan matanya sesaat, lalu menatapku. "Sungguh, kau tak mengetahuinya Chikarashi?" katanya yang seperti nya tampak terkejut dengan perkataanku. Aku menggelengkan kepala.

"Pfftt—Chikarashi tak mengetahui 'mereka' ya? Padahal mereka cukup terkenal lho~" katanya sambil berusaha menahan tawa. "Mereka adalah Kiseki no Sedai, a.k.a Kisedai. Yang dianggota kan oleh kaptennya, Akashi Seijuurou. Center dari tim basket Kisedai, Murasakibara Atsushi. tsundere-Three-point-shooter, Midorima Shintarou. Pervert, Aomine Daiki. Phantom sixth man, Kuroko Tetsuya. Sang Model, Kise Ryouta. Dan manajer mereka, Momoi Satsuki-chan." Terang Ama sambil menggerak-gerakkan telunjuknya, seolah-olah seperti guru yang sedang menjelaskan muridnya tentang sesuatu. "Ah, ayo, ke gym!" Ama menarik lenganku agar berdiri, lalu aku mengikutinya menuju lapangan basket.

Momoi Satsuki.. rasanya aku pernah mendengar namanya..

.

.

.

Ama perlahan-lahan membuka pintu lapangan basket, lalu menutupnya kembali. Ia melihat sekitar sesaat, lalu berlari menuju sosok bersurai merah muda yang sedang duduk, mengamati anggota anggota Kisedai yang tampaknya sedang berlatih. "Yo~Satsu-chan!"

Sosok bersurai merah muda itu—alias Momoi Satsuki menoleh. Matanya mendadak tampak berbinar-binar, lalu datang memeluk Ama. "Ouka-chan!" pekiknya sambil melepaskan pelukannya. "Ne~ Ouka-chan jarang datang ya ke gym.. Aku kesepian~" kata sosok bersurai merah muda itu.

Suara itu..

"Ehehehe~ Gomen ne, Satsu-chan!" kata Ama sambil nyengir. Sosok bersurai merah muda itu tiba-tiba mengambil pandangan kearahku, sesaat. Lalu membulatkan matanya.

Mungkinkah dia..

" HE?! MUNGKINKAH ITU KAMU, CHIRASHI-CHAN?!"

Chirashi-chan.. hanyalah satu orang yang memanggilku begitu.. jangan-jangan dia ..

"…SATSU-TAN?!"

.

.

.

"Eh? Chikarashi, kau mengenali Satsu-chan?" Ama menatap kearahku dengan tatapan bingung. Aku mengangguk, "Satsu-tan adalah teman masa kecilku." Aku tersenyum kearah Ama dan Momoi. "Ah~ Souka."

"Momoi-chin.. berikan aku minuman.."

Pemuda dengan surai berwarna ungu yang tiba-tiba datang itu menatap kearah orang yang lebih pendek dihadapannya. Momoi mengangguk, lalu memberikan pemuda bersurai ungu itu minuman air mineral dingin yang ia simpan ditasnya. Pemuda bersurai ungu, atau bisa dibilang Murasakibara Atsushi itu meminum minuman yang diberikan Momoi.

"Hn..? Ada Rii-chin disini?"

Murasakibara melihat kearahku dengan tatapan malas. Ditatapnya diriku selama beberapa detik, lalu meninggalkan aku, Momoi dan Ama. Momoi tertawa kecil. "Maafkan dia, Chirashi-chan. Dia memang kebiasaan begitu."

"Ah, tak apa kok." Aku tersenyum kearah Momoi. Kutatap punggung Murasakibara yang sedang berjalan keluar gym cukup lama. "Murasakibara-kun mau kemana?"

"Membolos latihan sepertinya." Momoi mengerutkan dahi ketika melihat kearah Murasakibara yang sedang berjalan keluar gym. "Ah, apakah itu tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa. Lagipula, akhir-akhir ini dia memang ketularan virus Ahomine itu. Bolos latihan." Kata Momoi sambil menatapku kembali. "Aho—mine?"

"Ah, maksudku Aomine Daiki. Entahlah kenapa—ia selalu membolos latihan. Ia tampaknya sudah mulai bosan dengan bermain basket." Momoi menghela napas. Aku mengangguk-ngangguk. "Ah, Ama! Sebentar lagi pelajaran P.E, ayo!" aku menarik tangan Ama yang sedari tadi diam memperhatikan, sementara Momoi hanya melambaikan tangannya. "Jaa ne!"

.

.

.

KRING KRING ((…kok kayaknya belnya mirip kayak yang ada di Indonesia ya.. www.. abis author gak tau bunyi yang disana kayak gimana hahaha ))

"Ah, akhirnya, pulang sekolah! Ne,Ama-chan, ayo ke Satsu-tan!" aku beranjak dari tempat dudukku, lalu berjalan menuju tempat Ama duduk. Kutarik pergelangan tangan Ama menuju arah gym berada tanpa memedulikan Ama yang mengoceh karena pergelangan tangannya dia yang mulai sakit.

BRUK.

"Ah.. Maaf Murasakibara-kun!"

Kutatapi pemuda bersurai ungu yang kutabrak tadi—ah, tubuhnya besar sekali. Ia tampak seperti titan yang sedang menghalangi arahku. Dia menatapku dengan tatapan malas-untuk-berbicara sambil memakan makanannya. Ama mencibir ketika melihat pemuda bersurai ungu itu—Murasakibara Atsushi.

"Apa yang kau lakukan Murasakibara-kun? Bukankah kau akan latihan basket?" Tanyaku kepada Murasakibara tanpa perasaan bersalah, kuhiraukan Ama yang sedari tadi meminta maaf kepada Murasakibara.

"Tidak. Aku twak ingyin bwermain byaskyet.." katanya sambil mengunyah makanan yang berada dimulutnya.

"Eh, mengapa?" ku tatap mata Murasakibara yang tampaknya sudah mulai terganggu dengan ucapanku.

"Aku sudah bosan... Musuh yang kulawan selalu kalah, dan aku selalu menang.. Apa salahnya aku membolos seperti Mine-chin..?" ia membalas menatapku dengan tatapan tajam dan cukup mengerikan.

"Ti-tidak—"

"Kalau begitu, jangan mempersalahkan itu lagi, Rii-chin.." kata Murasakibara sambil meninggalkanku membeku ditempat.

Musuh yang selalu kalah?

Selalu menang?

Membolos?

...Teikou ternyata sekuat ini.. ya.

"Geez.. ada apa dengan dia.." gumam Ama, lalu menatap kearahku. "Ayo ke Satsu-chan!"

.

.

.

Sungguh.. ada apa dengan Murasakibara-kun? Mengapa dia sangat suram..?

Ia.. seperti sudah bosan hidup.

Matanya.. matanya.. mereka mengatakan begitu.

…Aku harus bisa merubah dirinya!

Apapun itu, aku harus merubah Murasakibara-kun menjadi .. ceria seperti.. Ki..se-kun? Mungkin? Ya! Aku harus mengubahnya!

Tetapi—bagaimana cara aku mengubahnya?

…Aku tak peduli! Aku akan menemukan jawabannya nanti, pasti!

Aku akan mengubah hidupnya yang suram itu, kembali menjadi warna warni!

Ganbatte, Chikarashi!

- Rii Chikarashi.

.

.

.

Aku melangkahkan kakiku dengan berat menuju tempat dudukku. Ku letakkan tasku begitu saja dimeja, lalu kemudian duduk sambil menaruh mukaku dimeja. Gara-gara terlalu memikirkan cara untuk mengubah Murasakibara, aku bergadang hingga jam satu malam. Meskipun begitu, usaha itu sia-sia. Aku tak kunjung menemukan ide satu pun.. hingga saat ini.

Mungkin memang aku harus menyerah tentang Murasakibara..

"Yo—Chikarashi-chan! Kamu tampak.. lebih suram hari ini."

Cewek bersurai cokelat itu menepuk pundakku, lalu melipat kedua tangannya diatas kepalaku. Kedua tangannya itu digunakan untuk bantal kepalanya, sementara mata nya menatapku dari atas dengan intens.

"Ahaha.. benarkah, Ama-chan? Hahaha." Aku ketawa garing. Aku dapat merasakan Ama yang sudah mulai kesal dengan perlakuanku yang mengesalkan ini. "Tidak lucu, Chikarashi."

"Ahaha, begitu kah?" aku melipat tanganku dimeja sambil membuat kedua tanganku sebagai bantalan dari kepalaku. Kutatap jendela yang berada disebelahku dengan tatapan kosong.

"Ne.. apakah..menurutmu aku bisa merubah sifat seseorang?"

"Sifat..?"

"Ha'i." jawabku, lalu menatap kearah Ama yang sedari tadi masih dibelakangku. "Aku.. berteman dengan seseorang. Tetapi sifatnya.. bisa dibilang.. bosan dengan kehidupan—mungkin? Dan aku ingin aku merubahnya.."

"…Huft. Tentu kau bisa, Chikarashi! Asal kau memiliki tekad yang kuat, dan niat yang kuat, kau bisa mengubah sifat seseorang. Sampai yang tersulit, dan sampai yang tergampang." Kutatap kearah Ama yang sedang tersenyum padaku. Ia berusaha untuk menghiburku, dan aku tahu itu. Dan entah kenapa, itu membuatku semangat kembali. Kutatap Ama yang kini berada disebelahku, lalu tersenyum kepadanya. "Terima kasih, Ouka-chan! Kau.. memang sahabatku yang terbaik!"

Berkat dukungan itu.. aku menjadi semangat.

Aku mempunyai ide.

Ide.. yang aku yakin bisa berhasil!

Aku akan melakukannya!

Aku akan merubah sifat suram dari seorang center tim basket Teikou, Murasakibara Atsushi!

.

.

.

Akhirnya chapter dua.. Ara kira fanfic ini gak akan lanjut *nangis*

oke.. alurnya masih kecepetan.. EYD nya masih belom benar, dan masih banyak yang lainnya sih *mojok*

Em.. ettou.. Ara mau bales review dulu yak~

samanthadevy00

Makasih atas dukungannya~!

pyschoarea

Makasih! Ini memang ceritanya kecepatan.. author perlu menyesuaikan diri dulu dengan menulis fanfic setelah dari hiatus, jadi nanti author usahakan agar chapter-chapter selanjutnya gak kecepatan..

UseMyImagintion

ahahaha. gomen, gomen! author gak pintar bikin summary.. tapi inti nya menjurus kesitu lah.. author bingung _(:3_

Ehm, memang terlihat ada yang miss.. tetapi chapter selanjutnya author usahakan untuk lebih baik!

ehm.. pair Akashi x OC? Ada, sih ada nantinya, tetapi tetap saja nanti fanfic ini tetap GoM x OC.

Kumada Chiyu

Makasih! Author usahakan untuk melanjutkan fanfic ini.

Makasih atas review nya! Maafkan bahasa Ara yang kurang berkenan. dan lain-lain.

wO)b