LOVE SICK
"The Chaotic Lives of Blue Shorts Guys"
.
Disclaimer : Plot by INDRYTIMES, english-translated by KudaLakorn and characters by God.
.
Rating : T+
.
Cast : WINNER. B.I of IKON.
Other Cast : BIGBANG's Taeyang. SEVENTEEN.
.Seungyoon X Taehyun.
Other cast will be revealed soon.
.
Warning : Boys Love and a lil bit straight content too. Kata-kata kasar yang lumayan bertebaran(?). Typo everywhere. Sedikit perubahan dan penambahan disana-sini untuk keperluan cerita itu sendiri.
.
Zi hanya men-translate ulang, bukan mem-plagiat~ ^-^
Chapter 3 : Deal!
Hanya butuh beberapa saat untuk Seungyoon menarikku ke dalam rumahnya. Aku bersumpah kalau aku sudah benar-benar melawan, tapi jujur saja itu semua jadi percuma karena dia lebih kuat dariku. Akhirnya, bokong kecilku ini sekarang duduk di sofa ruang tamunya.
Ia menatapku, seperti ada 1.800.000 hal yang ingin disampaikannya tapi tak tahu harus memulai darimana.
Secara pribadi, aku tidak begitu yakin akan dengan senang hati mendengarnya.
"Taehyun-ah!" Akhirnya dia memanggil namaku, dan itu membuatku sedikit terlonjak dari sofa. So, apa yang harus kulakukan sekarang? Haruskah aku lari? Menggali sebuah lubang? Menelpon polisi? Atau mengirim Bat-signal?
"Taehyun-ah, dengarkan aku baik-baik." Aku benar-benar tidak mau.
Pria itu masih menatapku, bahkan kali ini lebih intens. Dan ini membuatku risih.
"Aku bukan gay. Aku sudah memilih kekasih. Kekasih-wanita. Kau mengenalnya, namanya Sandara." Ada apa dengan si bodoh ini? Mengapa dia terus membolak-balikkan kata-katanya? Tapi, apa yang dikatakannya masuk akal juga. Ya.. aku merasa sedikit lebih baik sekarang.
Dengan cepat kuanggukkan kepala sebagai respon. Karena faktanya, aku memang tahu kalau Sandara adalah kekasih Seungyoon. Kami seumuran, tapi gadis itu tidak satu sekolah dengan kami. Tentu saja tidak, sekolah kami ini khusus anak laki-laki. Dara - nama panggilannya - adalah gadis yang cantik, benar-benar sangat cantik. Ia tetap terlihat cantik walau tanpa make-up yang menghiasi wajahnya. Ia juga sangat fashionable seperti layaknya gadis zaman sekarang. Pada dasarnya, jika Dara itu kekasihmu maka tidak mungkin kau dipermalukan olehnya. Terutama saat ia datang ke sekolah kami, semua murid akan menatapnya dengan air liur yang menetes dari mulut mereka.
Semua orang berkata bahwa Dara dan Seungyoon adalah pasangan paling sempurna. Dan aku adalah salah satu dari orang-orang itu. Mereka berdua terlihat sangat cocok bersama. So, aku tidak tahu bagaimana menanggapi ucapannya tadi dan memilih menunggu kalimat selanjutnya yang akan ia lontarkan.
"Tapi, aku ingin berkencan denganmu, Taehyun-ah."
Goddamn you! Sudah cukup aku mendengar ini!
"Baiklah, Seungyoon-ssi. Aku tetap bersikeras dengan apa yang sudah kukatakan. Kupikir aku harus pergi, aku tidak ingin mendengar hal ini lagi." Aku cepat-cepat berdiri, berniat untuk pergi. Aku tidak sedang bercanda.
Benar-benar tidak dapat kumengerti, sebelumnya ia berkata kalau ia bukanlah gay. Ia bahkan membawa nama kekasihnya untuk mendukung pernyataannya. Tapi sekarang, ia berkata kalau ia ingin berkencan denganku?!
"Kau harus dengar alasan mengapa aku meminta itu padamu."
"Maafkan aku Seungyoon-ssi tapi aku tidak ingin-"
"Orangtuaku memaksaku untuk berkencan dengan seseorang yang sudah mereka tentukan." Aku yang sudah berada didepan pintu keluar tiba-tiba berhenti. Ayo pergi! Mengapa tubuhku sendiri mengkhianatiku?! Seungyoon mengambil napas panjang dan kembali melanjutkan ucapannya.
"Aku tidak bisa menentang mereka. Kau tahu kan seberapa tegas mereka?" Aku berbalik dan bersandar di pintu besar berwarna putih itu.
Ia benar, aku masih ingat saat acara ulang tahunnya dua tahun lalu. Mereka benar-benar tegas dan tidak toleran, tidak seperti orangtuaku. Aku harus menahan diri untuk tidak mengumpat saat itu, dan kau tahu? Itu lebih sulit daripada mencoba menahan buang angin. Menurutku, jika kau buang angin orang lain mungkin tidak tahu siapa yang melakukannya tapi jika kau mengumpat, sudah bisa dipastikan kau akan ditendang keluar dari rumah mewah itu. Jadi sepulang dari pesta itu, aku menemui Minho dan membuat telinganya mati rasa karena mendengarku komplain selama tiga jam.
"Tapi entah mengapa mereka selalu membebaskan Minzy melakukan apa yang ia inginkan," lanjutnya.
Siapa yang tadi ia katakan? Ah Minzy, adik Seungyoon. Gadis kecil ini bisa sangat mengintimidasi sejauh yang kuingat. Jadi jika Seungyoon berkata kalau orangtua mereka takut pada gadis itu, aku tidak begitu terkejut.
"Jika Minzy membantuku berbicara pada mereka, aku tidak perlu berkencan dengan siapapun yang mereka pilihkan. Tapi.." Ia menggantungkan kalimatnya.
Tapi? Tapi apa?! Saat kelas Bahasa, Jeon seonsaengnim pernah berkata jika kalimat yang ditempatkan setelah kata 'tapi' biasanya adalah bagian utamanya. Karena itu, kami harus sangat memperhatikan selama kelas berlangsung. Tapi maaf.. untuk saat ini, sepertinya aku tidak ingin memperhatikannya.
"Bolehkah aku tidak mendengar ini?" tanyaku, dengan nada paling memohon yang bisa kubuat.
"No, Taehyun-ah! Kau harus mendengarnya sampai selesai." Ia sungguh pemaksa!
Aku melangkah mendekati sofa dan kembali duduk disana. Tetap dengan antisipasi dan kewaspadaan penuh. Aku tidak ingin keperawananku hilang ditangannya. What the hell am i thinking about?!
"Well, Minzy seperti anak gadis jaman sekarang yang kebanyakan dari mereka sangat suka membaca manga Yaoi. Aku tidak mengerti apa yang terjadi padanya, Taehyun-ah. Setiap hari ia membeli manga-manga itu dan mengoleksinya. Bahkan terkadang aku melihatnya tersenyum sendiri saat membacanya."
Percakapan ini mulai sedikit menakutkan..
"Karena itulah ia menyuruhku untuk mencari kekasih pria jika aku ingin ia menolongku berbicara pada abeoji dan eomma. Dan jika kekasihku itu manis, ia akan lebih berusaha lagi."
Adakah seseorang yang mau memberitahuku kapan terakhir kali aku berkedip?!
"Dan kau cukup manis, Taehyun-ah.." Begitulah kalimat yang kudengar selanjutnya.
Well, you moron! Bukan salahku jika aku terlahir lebih pendek darimu. (Sebenarnya, aku tidak pendek dan Seungyoon juga tidak begitu tinggi. Tapi aku tetap lebih pendek darinya). Bukan salahku jika warna kulitku lebih putih dari teman-temanmu. Bukan salahku juga jika pigmen warna dibibirku lebih cerah sehingga terlihat lebih merah. Teman-temanku sering bercanda dan berkata kalau wajahku sangat manis. Tapi aku tidak pernah benar-benar memikirkannya. Tidak hingga malam ini. Ia berhasil membuatku merasa..
I'm in hell!
Dan aku mengutuk ke-ekspresif-anku yang membuatnya lebih mudah membaca apa yang sedang kupikirkan.
"Taehyun-ah, maafkan aku. Aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi tidak mungkin aku membawa seseorang seperti Yongguk dan mengenalkannya pada Minzy sebagai kekasihku, bukan?"
Dia benar-benar tahu caranya membuat kasus untuk dirinya sendiri dan membawa Yongguk dalam hal ini. Yongguk adalah atlit terbaik di sekolah kami. Kau mungkin dapat membayangkan seperti apa rupanya.
"Ada Dino, Jihoon dan Seungkwan. Mereka sangat manis, bahkan lebih pendek dariku. Mengapa tidak meminta tolong pada mereka?!" Aku masih mencoba merubah pikirannya. Sepertinya ia mulai lelah menanggapiku.
"Mereka straight seperti kita. Mereka pasti akan menolaknya."
"Lalu kenapa aku?!"
"Karena kau dan aku bisa saling membantu satu sama lain."
Aku hampir lupa kalau aku masih membutuhkan Seungyoon. Sejujurnya, saat ini, ia tampak seperti tumpukan uang bagiku.
"Baiklah, kita tidak harus berpura-pura sepanjang waktu, hanya di depan Minzy saja. Dan kupastikan kau akan mendapat uang untuk klubmu."
Goddamn you! Apa aku akan benar-benar bersedia kehilangan harga diri dan menjadi 'kekasih' Seungyoon hanya karena 500.000 won?!
Aku menatap wajahnya yang tengah tersenyum itu sembari berpikir. Kesempatanku menolak menghilang begitu saja saat suara gadis-yang-tidak-akan -pernah-ku-lupakan itu terdengar.
"Oppa, siapa dia?!"
.
.
.
To Be Continued
.
.
Xiyizi is back!
Hola all~
OMG, sudah berapa lama fic ini terlantar? 2 months? 3 months? Atau lebih?!
I'm going to say..
Mianhamnida~ /bow 90°/
Semua dokumen di hp zi hilang karena keformat kemaren.. jadi must buat lagi dari awal T3T
Oya, BIG THANKS buat yang review dan follow fic ini~
Di PDGMLA jugaaa~~
Semoga lanjutannya kali ini mudah dimengerti ya
Happy reading!~ (~^-^)~ ~(^-^~)
