Holla~ saya comeback lagi dengan membawa kelanjutan nih fanfict, jangan bosen-bosen ya... hehe dan maaf untuk super duper late update nih :-) saya tahu ini telattttttt banget. :3 mohon maaf.
_Happy Reading_
Mansion Cho.
Seorang namja tampan tengah duduk di pinggir kasur sambil memperhatikan seorang namja manis yang tertidur di tengah kasur.
Kyuhyun-namja yang tengah duduk-mengernyitkan keningnya saat Ia melihat raut muka yang di tampilkan Yesung-namja manis yang tengah tertidur-. Kyuhyun merasa, Yesung memimpikan memori masa lalunya.
Tak tega dengan kegelisahan raut wajah yang di tampilkan Yesung membuat Kyuhyun beranjak ikut membaringkan diri di samping Yesung dan memeluk Yesung. mengusap lengan kanannya dengan lembut mencoba membuatnya tenang meski hanya sedikit.
"aku tahu, saat ini akan tiba... tapi aku tak menyangka akan secepat ini, apapun keputusanmu nanti aku akan mendukungmu dan takkan membiarkanmu terjatuh. Aku akan menghancurkan mereka jika mereka membuatmu sakit lagi..." ujar Kyuhyun dengan dingin ke arah Yesung meski Yesung hanya diam saja karena Ia sedang tertidur.
Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada jendela kamar Yesung yang masih terbuka separuh, memperlihatkan keadaan langit malam yang tak bercahaya seterang biasanya. "lihat, bahkan bintang dan bulan pun seperti ikut bersedih, enggan memberikan keindahan cahaya mereka secara penuh." Monolog Kyuhyun kembali dengan masih mengusap lengan atas Yesung, setelah puas melihat langit malam yang begitu gelap Kyuhyun mengalihkan pandangannya pada jam dinding yang menunjukkan waktu saat itu adalah 12.30 malam. Dengan pelan Kyuhyun memperhatikan wajah damai seorang Kim Yesung yang terlelap.
Dan perlahan Kyuhyun ikut terlelap masih dengan posisi yang sama.
.
.
.
.
.
Apartemen Siwon at same time.
"Yesungieee..." racau Siwon seperti orang yang mabuk, nama itu terus keluar dari bibir Siwon dengan berbagai nada yang menyerukan kesedihannya tentang keadaan Yesung yang tak di ketahuinya.
"apa yang kalian sembunyikan dariku...?" jeritnya seraya menjambak kasar rambutnya.
Dia benar-benar frustasi dengan apa yang terjadi, kenapa Yesung-nya berubah? Kenapa Yesung-nya tak mengingatnya? Terlalu lamakah Ia meninggalkan Yesung-nya?
Perlahan dengan airmata yang mengalir di kedua pipinya, Siwon memasuki alam mimpi. Memimpikan masa-masa indahnya dengan Yesung.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sinar mentari pagi yang menyinari sebuah kamar akibat seseorang yang menyingkapkan tirai yang menutupi jendelanya, mengusik paksa tidur indah seorang namja manis yang kini tengah mengerucutkan bibirnya meski matanya masih tertutup rapat.
"Kyu hyung~ biarkan aku tidur, 5 menit lagi..." rengek sang namja yang kini menutup kepalanya dengan selimut.
"ini sudah 5 menit yang ke sepuluh kalinya Kim Yesung..." balas namja yang-ternyata Kyuhyun-kini tengah berdiri di depan ranjang sang namja manis yang-ternyata Yesung-masih bergulung dengan selimut tidurnya. "cepat bangun, atau kau ingin ku siram dengan air?" tanya Kyuhyun lagi dengan nada mengancam meski sebenarnya Kyuhyun tak akan pernah bisa merealisasikan ancamannya.
"kau tak akan berani melakukannya..." jawab Yesung masih dengan nada malas-malasan.
"kenapa aku harus tak berani melakukannya...?" tanya Kyuhyun lagi mulai menggertakkan giginya karena gemas sekaligus kesal pada makhluk manis yang masih bergulung selimut tersebut. 'ah aku harus ekstra sabar menghadapinya, jika aku terus emosi aku akan bertamabah tua dengan cepat' batin Kyuhyun dengan miris.
"buu..." Yesung akhirnya keluar dari selimut dengan mengerucutkan bibirnya. "aku mau mandi..." lanjut Yesung dengan raut muka kesal. Mengabaikan pakaian yang Ia kenakan saat ini, Yesung berjalan dengan santai menuju pintu kamar mandi yang terletak di pojok kamarnya.
"baiklah, hyung tunggu di bawah untuk sarapan... Oke...?" tanya Kyuhyun yang di jawab dengan deheman sejuta makna dari Yesung.
.
.
.
.
.
.
Pagi juga menghampiri kediaman atau lebih tepatnya apartemen seorang Choi Siwon. Dengan kepala pusing berat, Siwon memaksakan diri untuk bangun dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Siwon masih ingat jika Ia masih memiliki tanggung jawab di perusahaan keluarganya.
Selesai dengan rutinitas monotonnya, Siwon segera pergi ke dapur lalu membuat waffle kesukaannya beserta secangkir americanno. Memakannya dengan keadaan yang sangat tak berselera, biasanya Siwon sangat suka dengan perpaduan Waffle beserta Americanno. Tapi sekarang, entahlah Siwon pun tak tahu mengapa.
"ah... aku ingat!" teriak Siwon pada dirinya sendiri. "kurang lebih 3 tahun yang lalu saat aku masih berada di Amerika ada sebuah surat yang memintaku untuk segera pulang? Tapi tak ada nama pengirimnya? Yang mengatakan dengan kasar jika Yesung di siksa disini? Tapi siapa yang melakukannya? Lalu siapa yang mengirim surat itu?" kening Siwon semakin berkerut mencoba mencari jawaban.
"lalu aku berpikir itu hanya surat iseng, karena saat aku menelpon keluargaku di rumah, mereka bilang Yesung baik-baik saja... hanya... saat aku pulang mereka bilang Yesung pergi entah kemana, tak membawa apapun kecuali pakaian yang Ia pakai saat hari itu Ia pergi... lalu, ia juga meninggalkan sebuah surat yang begitu berantakan. Memintaku untuk tak mencarinya lagi..." kerutan di dahi Siwon semakin dalam, Siwon mencoba menarik benang merah dari semua hal yang terjadi padanya dan semua hal yang Ia ingat.
"aku rasa, aku harus bertanya pada Kyuhyun, Ia mungkin tahu dengan kejadian ini... mungkin Ia tahu." Gumam Siwon.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
And, T.B.C
Hehehe... maaf cuman sedikit, ini sekadar penanda jika saya akan fokus pada fict ini terlebih dahulu. Maaf untuk reader yang pasti menunggu kelanjutan fict ini.
Mulai saat ini, akan saya pastikan fict ini akan update paling cepat 2 minggu sekali
Terima kasih atas perhatiannya dan untuk para reader yang telah menunggu dan memberikan reviewnya.
Balasan Review :
Mylovelyyeye : sudah kejawabkah di chapter ini? ^^ itu emang bang Evil :D maaf lama updatenya.
Anggitaclouds24 : iya tak apa. ^^ yesung hilang ingatan? Sepertinya iya. :D bos itu emang bang Evil. :3 knapa Siwon ninggalin Yesung? Akan di jawab di chapter berikutnya, chingu. ^^ so stay tune. :D
adilla reska : apa yg terjadi sama Yesung? Kita tunggu saja. ^^
Mitha3424 : sperti yang chingu tebak dari nama clubnya, itu memang si abang Evil. :D
alinzajazky : udah masuk tuh komennya unn. :D wo-wo-wo easy unn, easy... Yesung mungkin saja hilang ingatannya. Hehe. Maaf yang ini juga pendek, untuk sekedar tanda saja jika saya akan fokus ke fict ini dulu.
CloudYesungie : huaaaaa Mommy #LariKepelukanYesung aku di tampol... :3 pertanyaannya udah terjawabkan di chapter pendek ini? hehe.
hys : ini chapter 2A nya. ^^ di chapter depan (2B) akan di jelaskan knapa Yesung ngga inget sama Siwon. So stay tune. Hehe
: itu akan di jelaskan di chapter berikutnya ^^
yesung ukeku : akan di jelaskan next chapter. ^^ yang ini juga maaf ya masih pendek. ^^
cloudsiwonest : saya juga tak tahu apa yang terjadi dengan Yewon? #plakk :D
kyutiesung : chapter ini juga sangat pendek. Maaf ^^ itu akan sedikit di jelaskan di chapter depan.
Epil Tetangga : ngga papa ye jdi nakal juga, biar greget :D saya juga merasa kurang puas dengan wordnya #ApalahIni?
ollla : benar sekali... Siwon ngga tahu Yesung hilang ingatan. Saya juga berharap sama (Olla : #LahLuPanYangNulisNiFf. Saya : #cengengesan)
CLOUDSiwonest : ini juga pendek, Maaf ^^ . yah begitulah saya masih ragu-ragu untuk nulis Yewon :D NC? Elah, ntar aja. :D
jeremy kim84 : ada alasannya knapa siwon ninggalin Yesung! Yang ini juga maaf pendek ^^ yang negur siwon itu bang evil :D chapter depan akan panjang. Saya usahakan ^^
Cloud246 : trimakasih ^^ Siwon pergi ke amerika. Apa yg terjadi saat Siwon pergi? ^^ itu akan di bahas chapter depan. Yang bawa sungie chapt kmarin adl bang evil :D
kim rose : lanjutannya meluncur. ^^ maaf lama dan juga pendek.
olla : so stay tune, chingu ^^
Yosh, maaf minna-san... atas keterlambatan yang sangat ini. sekali lagi chapter ini di publish sekedar untuk penanda jika saya kan fokus dulu pada ff ini di banding ff saya yang lain. :D
Gommawo buat yang sudah bersedia meluangkan waktunya, bagi yang review, follow sama fav. :3
See You, two weeks later. ^^
Sign,
Afifa Han.
