3. FAIT ACCOMPLI (KENYATAAN YANG TERCAPAI)

16 JANUARI 2015 (93 HARI SEBELUM KEMATIAN)

Luhan dapat merasakan panas dari kopi membakar tangannya lewat cup ketika ia duduk di cafe. Baekhyun mengajaknya pergi keluar setelah menyadari sikapnya yang berbeda dan memar ungu segar yang menghiasi bibir dan dagunya. Meskipun Luhan bilang ia tidak merasakan atau mengetahui apa-apa, Baekhyun yakin ia telah dipukul oleh seseorang.

17 JANUARI 2015 (92 HARI SEBELUM KEMATIAN)

Luhan menolak untuk meninggalkan kamarnya. Setelah inspeksi yang mendalam di depan cermin, ia menyadari bahwa ia memiliki beberapa memar yang menghiasi wajah bagian bawahnya. Normalnya, ia tak akan peduli pada memar-memar, tapi yang satu ini mengingatkannya akan Sehun. Semua yang ingin ia lakukan adalah melupakan Sehun…atau membawanya kembali lagi.

18 JANUARI 2015 (91 HARI SEBELUM KEMATIAN)

Memar-memar di tubuhnya mulai menguning dan Luhan telah mengambil langkah meditasi untuk membawa Sehun kembali. Bagaimana sulit itu bisa terjadi untuk mengambil kembali apa yang telah kau ciptakan sendiri?

19 JANUARI 2015 (90 HARI SEBELUM KEMATIAN)

Orang-orang memperhatikan Luhan ketika ia melewati koridor. Dua hari telah berlalu sejak ia mengarantina dirinya di asrama dan penampilannya saat kembali sangat mengerikan. Lingkaran hitam di bawah matanya dengan memar-memar di bibirnya yang memudar. Bagi orang lain, itu terlihat seperti Luhan telah terlibat perkelahian dan mungkin sangat malu untuk datang ke sekolah karena ia kalah. Bagaimanapun, mereka tahu Luhan dianggap penting oleh para murid. Tidak ada yang menyentuhnya, hanya membicarakan dan mengetahui tentang dirinya.

20 JANUARI 2015 (89 HARI SEBELUM KEMATIAN)

"Luhan, aku tahu aku terlihat seperti seorang bajingan. Juga, aku bukan teman yang baik. Tapi…kau tahu kau bisa bercerita padaku bila sesuatu terjadi, kan? Aku tidak ingin memperburuk keadaan temanku –tidak ada niatan seperti itu –tapi kau terlihat kacau. Sangat kacau." Baekhyun memutuskan untuk memecah kesunyian di antara mereka setelah hari ke lima Luhan tidak mau mengakui dunianya. Dia berada di sisi Luhan setiap hari dan bahkan –dengan agresif –menghapus rumor tentang Luhan yang memiliki kekasih kasar dan ia putus dengannya.

"Aku baik. Hanya…lelah." Itu bukan suatu kebohongan. Luhan lelah luar biasa. Antara bangun bagi dan melakukan rutinitasnya, Luhan hampir tidak punya tenaga yang cukup untuk sesuatu yang lain.

"Sebanyak aku membenci untuk membiarkanmu bersembunyi lagi, kurasa kau harus beristirahat. Mungkin tidur siang? Itu tidak buruk lagipula. Kau seorang pemimpi, Luhan, tapi saat ini kau terlihat kacau."

"Ya. Aku akan melakukannya."

.

.

.

Luhan diperkirakan akan lebih senang melihat Sehun duduk di tempat tidurnya ketika ia pulang sekolah, tapi yang terjadi adalah ia merasakan kekalahan.

Tidak ada percakapan satu sama lain. Itu lebih mudah bagi Luhan untuk duduk di lantai di antara kaki Sehun yang memijat bahu lelahnya. Ini berlangsung selama beberapa saat. Luhan yakin ia memiliki banyak hal untuk dikatakan dan ditanyakan, tapi ia tidak berani memberikan Sehun satu pertanyaan pun. Ia merasa seperti seolah helaan napas pendek saja dapat menghilangkan Sehun, dan meski ia tengah bingung dan marah luar biasa, ia tak pernah ingin Sehun pergi lagi.

Ketika udara membaur dengan hela napas pendek dan Luhan menangis dalam diam, Sehun berdeham.

"Baumu seperti rokok." Itu sebuah kalimat sederhana, tapi begitu bermakna untuk keduanya.

"Ya. Baekhyun. Aku menyukai baunya. Itu memberitahuku bahwa ia masih di sana dan…nyata."

"Luha-"

"Kau pergi, Sehun. Bagaimana kau bisa melakukannya? Kau..,kau itu aku, kan? Kau ada hanya dalam pikiranku. Aku telah berpikir dan berpikir, tapi aku tidak pernah menginginkanmu pergi. Aku tidak pernah membayangkan itu terjadi. Jadi, mengapa? Mengapa kau meninggalkanku, Sehun?"

"Terkadang, kau tidak mengerti apa yang kau mau. Terkadang kau memikirkan sesuatu yang baik untukmu, tapi sebenarnya tidak. Jauh di dalam, kau tahu itu tidak baik untukmu, tapi kau terus memaksa dirimu mengelak hal itu. Well, pikiranmu tahu yang terbaik, dan kau tidak bisa mengelabuinya selamanya. Akan ada cara untuk memisahkan hal itu dari hidupmu."

"Apa artinya itu, Sehun?"

"Itu artinya, mungkin kau tidak ingin aku pergi, tapi kau tahu ini saatnya aku pergi. Kau hampir 18 tahun, Luhan. Kau akan lulus dari tempat ini dalam tiga bulan. Kau tidak bisa terus berbicara pada dirimu sendiri selama sisa hidupmu." Meskipun Luhan tahu bahwa Sehun benar, ia tidak ingin mendengarnya. Menurutnya, tidak ada masalah dengan masa depan.

"Aku tidak ingin menginjak 18 tahun."

"Kau tidak bisa menghentikan perjalanan waktu, Luhan."

.

.

Malam itu, Sehun menolak untuk menyentuh Luhan. Jika jemari Luhan meraba kulit Sehun, ia akan berpindah. Itu menyakitkan, tapi ia lebih menerimanya begini daripada tidak ada Sehun di sini sama sekali. Canggung dan gelisah di antara mereka, tapi tidak ada yang meredakannya juga.

.

.

.

"Bu, aku tidak ingin beranjak 18 tahun."

"Kau tidak bisa menghentikan waktu, Sehun. Semua orang harus bertambah tua. Itu bagian dari hidup."

"Kalau begitu aku tidak ingin menjadi bagian dari hidup."

"Jangan berkata seperti itu. Kau pikir mereka akan membiarkanmu keluar dari kliknik ini jika kau terus berucap seperti itu?"

"Kuharap tidak."

"Oh, hentikan itu, Sehun. Sekarang pakai seragam kuning itu. Ini hari pertamamu kembali ke sekolah."

"Atau terakhirku."

"Itu tidak lucu, Sehun."

"Aku tidak bercanda."

"Well, katakan pada dirimu sendiri. Aku tidak ingin mengambil cuti 72 jam dari kerja lagi."

"Astaga, aku mencintaimu juga."

"Seragam. Sekarang."

-TBC-

A/N : Your comments make me want to update everyday. i think I'll do that. Thank you guys so much! If you have any theories, I'd like to know them!

T/N : Yeah yeah, chap ke 3! Memang judul tiap chapter beda-beda dan semuanya berbahasa Perancis. Jadi aku translate itu juga tapi gak tau juga tepat atau engga translate an nya because my French is pretty ugly :-(( La Petite Mort itu sendiri artinya 'kematian kecil' setiap judul di sini berkaitan dengan jalan ceritanya. Indeed, you need to read it more than once to understand. So do i.

Last, saran, kritik, review masih ditunggu juga ya. Hehe :p See you!