Pairing : MEANIE/MinWon

Cast :

-Jeon Wonwoo

-Kim Mingyu

-Others

Warn! This is BOYS Love Story, So? Don't Like Don't Read!

.

Enjoy!

.

.

"Bawa wanita jalang itu keluar dari sini!"

'Aku tidak akan jatuh cinta, atau mencintai'

Wonwoo terbangun dengan nafas terengah-engah, ia terduduk dan melipat kakinya hingga bersentuhan dengan dadanya, dan menenggelamkan wajahnya disana. Wonwoo menjambak rambutnya kencang, setitik air mata keluar dari matanya, ia menggigit bibirnya keras.

Ia benci mengingat kejadian itu, Ia benci masa kecilnya, Ayahnya yang berkata kasar pada Ibunya benar-benar membuatnya tidak bisa memaafkan Ayahnya. Ia sudah terlanjur benci pada sosok yang jarang bersamanya tersebut. Wonwoo merasa kesepian, Ia benci hidupnya.

.

.

Mingyu memakan jajanan nya bersama Jisoo, Ia celingak-celinguk kebingungan. Kantin sedikit sepi hari ini, Ia mencari-cari sosok yang menarik perhatiannya belakangan ini

"Makanlah, nanti dingin" ucap Jisoo sambil minum jus dan membaca bukunya

"Hm" jawab Mingyu singkat. Entahlah, Ia jadi sedikit badmood

Jisoo menatap Mingyu, ia merasa aneh dengan namja tinggi itu yang tiba-tiba lemas seperti ini

"Kau tidak apa-apa?" tanya Jisoo

"Ya Hyung" jawab Mingyu

Jisoo menghela nafas, Mingyu berbohong padanya. Ia tersenyum sedikit dan kembali fokus ke bukunya, sedangkan Mingyu memakan makanannya dan melihat-lihat orang yang lewat disekitarnya

"Hyung lihat itu, balik badanmu" ucap Mingyu

Jisoo menoleh ke belakang, ada Seungcheol yang menggandeng tangan Jeonghan dan ada Hansol yang merangkul seorang perempuan. Jisoo tersenyum melihatnya, Ia menatap Mingyu

"Jeonghan dan Seungcheol-Ssi memang cocok Mingyu-ah, kau cemburu ya?" ucap Jisoo

"Aissh Hyung. Bukan itu yang kumaksuuud" jawab Mingyu sambil merengek

"Lalu apa?" tanya Jisoo sambil tersenyum, akhirnya Mingyu tidak badmood lagi

"Pertama seorang Choi Hansol yang merangkul Yeoja, kedua Wonwoo Hyung tidak ada" jelas Mingyu

Jisoo termenung sebentar, dan menatap Hansol yang sedang memesan makanan dengan tangan yang masih merangkul perempuan itu. Kemudian ia tersenyum

"Mungkin itu pacarnya, aku juga tidak tahu. Dan Wonwoo aku tidak tahu, mungkin kau bisa bertanya pada Seuncheol-Ssi" jawab Jisoo

Mingyu terdiam, entah Hyung nya terlalu polos atau blo'on ia tidak tahu. Padahal tujuannya ia bicara seperti itu agar tahu apakah Hyung nya itu cemburu atau tidak, tapi jawabannya tidak seperti yang ia harapkan.

"Ya terserah" jawab Mingyu

Mingyu menggigit buah Apel nya dengan kasar, Choi Hansol memang menyebalkan. Ia sedang memikirkan cara balas dendam, dan beberapa saat kemudian ia tersenyum setan

"Kau menyeramkan, Hentikan itu" ucap Jisoo

Mingyu tak menjawab Jisoo. Tiba-tiba ia terpikir Wonwoo, dan itu membuat wajahnya datar. Kenapa namja kurus itu tidak ikut makan? Ada apa dengannya?

"Hyung kau sudah selesai?" tanya Mingyu

"Hm, Ayo" jawab Jisoo sambil membawa bukunya

Mingyu berjalan sambil merangkul Jisoo, sedangkan Jisoo hanya menyapa orang-orang yang ia kenal tanpa peduli apa yang dilakukan Mingyu. Mereka berhenti di meja tempat Seungcheol, Jeonghan, dan Hansol makan. Jisoo menoleh kearah Mingyu bingung

"Yo Hyung" sapa Mingyu

"Yob, Wae?" tanya Seungcheol

"Annyeong" sapa Jisoo dengan senyuman manisnya

"Oh Hyung, ada sisa makanan di bibirmu" ucap Mingyu

"Serius? Dimana?" tanya Jisoo dengan segera ia meraba-raba daerah mulutnya

Mingyu menarik tangan Jisoo di mulutnya dan membersihkan bibir Jisoo, Hansol yang melihat itu mengepalkan tangan dibalik meja, ia merasa kesal

"Hahahahahahaha geli Hahah" tawa Jisoo saat Mingyu mengelus bibir bawahnya

"Tunggu dulu Hyung, jangan banyak gerak" ucap Mingyu dengan senyum di bibirnya

"Sudah selesai" lanjut Mingyu

"Gomawo" ucap Jisoo sambil tersenyum

"Sama-sama Hyung Chagi" jawab Mingyu dengan senyum bodohnya

Hansol menatap Mingyu dan Jisoo dengan tajam, ia merasa benar-benar marah saat melihat kejadian tadi. Sedangkan Seungcheol dan Jeonghan hanya menatap mereka bosan

"Sebenarnya apa tujuanmu sih" tanya Jeonghan bete

"Oh iya, aku baru ingat" jawab Mingyu

"Apa" tanya Seungcheol bete juga

"Dimana Wonwoo Hyung?" tanya Mingyu

"Dia di kelas" jawab Seungcheol

"Kenapa? Ia tidak makan?" tanya Mingyu lagi

"Entahlah, ia diam sejak pagi" jawab Seungcheol sambil mengupas Jeruk

"Thanks, aku akan ke kelasnya saja" ucap Mingyu

"Ya sana, Hati-hati" jawab Seungcheol

"Aku ke kelas ya" ucap Jisoo

"Iya, nanti pulang jam berapa?" tanya Mingyu

"Jam 3 mungkin" jawab Jisoo

"Ok, Bye Chagi" ucap Mingyu sambil mencium pipi Jisoo dan Ia langsung pergi dengan seringainya. Namja tinggi itu bisa menjamin kalau Choi Hansol pasti marah sekarang

Jisoo sedikit merona dan tersenyum Awkward, Mingyu memang sangat memalukan dengan segala tingkah nya. Jeonghan dan Seungcheol cekikikan, sedangkan Hansol menatap Jisoo dengan tajam, dingin, dan marah

"Aku duluan" ucap Jisoo sambil tersenyum, Ia tidak menatap Hansol daritadi. Entahlah, Jisoo merasa sedikit malas bertemu namja blasteran itu hari ini

Kemudian Jisoo berjalan menjauh keluar dari kantin dan melangkah menuju kelasnya. Tapi tiba-tiba lengannya digenggam sangat erat oleh seseorang, dan itu cukup menyakitkan. Dan orang yang menggenggam lengannya adalah Choi Hansol

"Sa-sakit" rintih Jisoo saat tubuhnya mulai ditarik kasar oleh namja blasteran itu

Namun Hansol tidak memperdulikan rintihan kesakitan Jisoo, ia benar-benar emosi dengan tingkah Mingyu pada namja manis yang sedang ditariknya. Sedangkan Jisoo mencoba menarik tangannya, tapi ia tidak bisa. Ia terus mencoba melepaskan tangannya

"Le-lepaskan Hansol-Ssi" pinta Jisoo

Hansol diam

"Hansol-Ssi Le-lepas" pinta Jisoo lagi

Hansol masih diam dan tetap berjalan sambil menarik Jisoo paksa

Hansol dan Jisoo cukup menarik perhatian siswa-siswa disekitar situ, ini cukup memalukan menurut Jisoo. Sedangkan Hansol tidak peduli, ia benar-benar emosi

"Le-lepaskan Hansol-Ssi saki-"

"Diam!" bentak Hansol

Jisoo yang kaget langsung diam dari pergerakan nya dan tidak bicara apa-apa. Kini mereka berdua benar-benar jadi perhatian semua orang di lorong itu. Hansol mengeratkan genggaman nya pada lengan Jisoo dan terus menarik namja manis itu

.

.

Mingyu berjalan ke kelas Wonwoo, sebelumnya ia membeli Sandwich dan susu untuk namja minim ekspresi itu. Mingyu tersenyum, ia tidak sabar untuk bertemu Senior kesukaannya itu

Mingyu akhirnya sampai di kelas Wonwoo dan langsung masuk saja, Ia meletakkan makanan yang dibelinya di meja Wonwoo, lalu duduk didepannya. Wonwoo yang sedang membaca bukunya, tidak bereaksi apa-apa. Ia hanya menatap datar Mingyu dan fokus lagi ke bacaannya

"Hai Hyung" sapa Mingyu dengan wajah sumringah nya

"Apa" jawab Wonwoo

"Hyung kurasa aku menyukaimu" ucap Mingyu frontal

Wonwoo mengangkat kepalanya, ia tersenyum meremehkan. Sedangkan Mingyu menatap Wonwoo dengan wajah yang cukup serius

"Benarkah, tapi aku tidak menyukaimu" jawab Wonwoo

Mingyu berfikir sebentar kemudian wajahnya sumringah lagi

"Kalau begitu, aku akan membuatmu menyukaiku" ucap Mingyu dengan senyum lebarnya
Wonwoo menatap Mingyu dengan wajah datarnya, kemudian ia membaca bukunya lagi

"Terserah, pergilah" jawab Wonwoo

"Hyung jangan lupa dimakan" ucap Mingyu lagi

"Ya" jawab Wonwoo singkat

"Aku ke kelas dulu ya Hyung manis~"

"Diam" ucap Wonwoo dingin

"Hahaha, Bye" ucap Mingyu sambil bangun dan berjalan

Wonwoo mengangkat kepalanya setelah yakin Mingyu sudah pergi, ia melihat makanan yang diberikan Mingyu dan mengambilnya. Ia sedikit tersenyum dan mulai memakannya

Tanpa Wonwoo sadari, Mingyu sedang tersenyum lebar dan bodoh diluar kelas. Mingyu mengintip dari jendela kelas, namja tinggi itu sangat senang saat mengetahui Wonwoo tidak membuang makanan pemberian nya

'Kau imut sekali Hahaha' batin Mingyu gemas

Wonwoo mengerjakan pr nya, ia mengetik sesekali menulis. Pagi ini ia ditegur wali kelasnya soal nilainya yang jeblok, hal itu tentu saja membuatnya semakin stress

'Aku bisa gila' batin Wonwoo

Ia bangkit dan berjalan ke jendela kamarnya, ia membuka tirai nya dan menatap pemandangan jalan biasa. Tapi tiba-tiba ada suatu hal yang menarik perhatiannya

'Hyung nya Kim Mingyu dan si Amerika bodoh?' ucap Wonwoo dalam hati

Ia cukup terkejut melihat Hansol yang mengejar Jisoo dan membalikkan tubuh Jisoo paksa. Dan dapat dilihatnya wajah Jisoo yang kaget, Hansol menggenggam kedua lengan Jisoo erat

Terlihat dari gerakan bibirnya, Jisoo mengatakan

"Kau tidak tahu apa-apa"

"Lepaskan aku"

"Jangan seperti ini"

Wonwoo menaikkan alis nya sebelah saat Jisoo meninggalkan Hansol sendiri dan Hansol mengejarnya lagi. Wonwoo menutup tirai kamarnya dan duduk lagi di meja belajarnya

'Aneh, Amerika bodoh itu berani juga' batin Wonwoo

Wonwoo menulis soal yang difoto olehnya tadi. Tiba-tiba ia teringat sesuatu

'Si bodoh itu tidak tinggal di Komplek ini. Pasti Hyung nya Kim Mingyu tinggal di Komplek ini. Berarti..' batin Wonwoo sambil menggigit pulpen nya, Ia berpikir keras

'Mungkin tidak' Wonwoo mengedikkan bahunya dan lanjut menulis lagi

.

Wonwoo membuka tirai lagi, ia menatap lagi pemandangan diluar jendela. Dan lagi, ada pemandangan yang membuatnya merasa aneh. Ada kim mingyu yang memakaikan jaket seorang wanita

'Kim Mingyu tinggal di komplek ini?"

'sudah kuduga' batin wonwoo lelah

Lalu namja tinggi itu mencium pipi wanita itu dan mereka tertawa bersama

Wonwoo menutup tirai kamarnya, ia kesal sekarang. Kim Mingyu hanya mempermainkan nya, atau ia yang merasa berlebihan. Entahlah

'Dia hanya menyukaiku. Tidak mencintaiku'

.

Wonwoo bermain tenis sore ini, ia melawan anak blonde bermata sipit yang memakai headbands, Hoshi/Soonyoung namanya. Bocah sipit itu bersorak dan menari-nari senang saat ia menang melawan Wonwoo

"Hahahahahaha, kau payah" tawa Soonyoung

Wonwoo menatap tajam namja sipit itu, ia berjalan ke pinggir lapangan dan meminum minuman yang dibawanya

"Hyung!" sapa seseorang dipinggir lapangan

"Oy!" jawab Soonyoung

"Wonwoo-ya! Kau lawan dia saja" ucap Soonyoung

Wonwoo menoleh dan mendapati Soonyoung bicara dengan dua orang dan namja sipit itu memanggilnya dengan tangannya. Wonwoo berjalan kearah sana dengan sedikit ogah-ogahan

"Sini!" panggil Soonyoung

"Ini pacarku, Lee Jihoon" ucap Soonyoung sambil merangkul namja pendek itu, namja pendek bernama Jihoon itu tersenyum

"Jeon Wonwoo" ucap Wonwoo

"Dan ini temannya, yang akan lawan tenis denganmu" ucap Soonyoung lagi

Wonwoo menoleh kearah temannya Jihoon dan didapatinya seorang 'Kim Mingyu' sekali lagi seorang 'KIM MINGYU' berdiri dengan seringainya

'Kenapa selalu ada si brengsek ini sih' Wonwoo menatap Mingyu kesal

"Ey Chagi~" ucap Mingyu pada Wonwoo

"Kalian pacaran..?" tanya Jihoon bingung

"Tidak. Aku duluan ya" jawab Wonwoo sekalian pamit pergi

"Yah! Kenapa buru-buru sih?" tanya Soonyoung

"Aku ada Pr. Bye" jawab Wonwoo lagi

Wonwoo mengambil tas raket dan tempat minumnya, lalu berjalan cepat keluar lapangan. Mingyu menyusul Wonwoo dan meraih pergelangan tangan namja kurus itu

"Hyung tunggu" Wonwoo berhenti berjalan, ia menarik tangannya dan berbalik

"Apa" jawab Wonwoo

"Mengapa kau menghindar dariku?" tanya Mingyu

Wonwoo menatap namja tinggi itu dengan tajam dan dingin, sedangkan Mingyu hanya menatap Wonwoo bingung. Wonwoo berjalan meninggalkan Mingyu begitu saja, Mingyu mematung dan menatap kepergian wonwoo. Mingyu berfikir dalam diam

'Apa salahku? Baru kali ini dia marah seperti ini' batin Mingyu

Namja tinggi itu berjalan masuk lagi ke lapangan

'Aku benar-benar tak mengerti dia'

.

-Dua minggu kemudian

"Pagi manis~" ucap Mingyu pagi-pagi di sekolah

Ia sedang melakukan berbagai cara agar Wonwoo mau bicara dengannya

Wonwoo hanya menatap mingyu sinis, Mingyu berjalan mundur untuk melihat wajah Wonwoo, tanpa peduli ia menabrak orang atau tidak. Tapi tiba-tiba Wonwoo menarik tangan Mingyu, dan membungkuk

Mingyu menatap Wonwoo bingung dan membalikkan badannya, kemudian ia ikut membungkuk. Ternyata ada Wakil Kepala Sekolah yang hampir ditabrak Mingyu, Wakil Kepala Sekolah itu tersenyum dan menepuk punggung keduanya. Dan langsung pergi

Mingyu tersenyum lebar, Wonwoo menyelamatinya. Dan ia sama sekali tidak menyangka, walaupun Wonwoo melakukannya terpaksa juga, sudah cukup membuatnya senang

"Gomawo Hyung" ucap Mingyu

Wonwoo menatap Mingyu sekilas dan mengangguk

.

.

Wonwoo duduk diatas motornya, ia memainkan ponselnya sekalian menunggu Seungcheol, hari ini mereka akan kerja kelompok dirumahnya. Wonwoo menatap ke sekitarnya. Ada Mingyu yang memeluk pinggang Yeoja dan Yeoja itu memeluk leher Mingyu, Wonwoo dan Mingyu bertatapan sekilas.

Wonwoo segera mengalihkan pandangannya dan mendapati seorang Ayah mengelus kepala anaknya, kemudian menepuk punggungnya. Sedangkan Ibunya memeluk anak itu dan mencium pipinya, lalu keluarga bahagia itu pergi

Wonwoo menundukkan kepalanya, ia menggenggam helm nya erat. Ia iri melihat kejadian tadi, ia ingin seperti itu, Sejak kecil ia mengharapkan semua itu terjadi padanya. Wonwoo menggigit bibirnya keras, ia hanya butuh sedikit perhatian, ia merasa lemah sekarang

'Aku tidak lemah' batinnya mencoba kuat

Mingyu berdiri dibelakang Wonwoo sejak mereka selesai bertatapan, ia menatap Wonwoo dalam. Kini ia sedikit mengerti Wonwoo sekarang, perlahan tangannya memeluk Wonwoo dari samping. Namja kurus itu sedikit kaget dan melihat siapa yang memeluknya

"Kau tidak apa-apa?" tanya Mingyu sedikit mengusap-usap lengan Wonwoo

Wonwoo terdiam ia menunduk, Kemudian menggelengkan kepalanya pelan

"Sini" ucap Mingyu

Mingyu menarik kepala Wonwoo untuk menyender di pundaknya, kemudian kembali mengusap lengan namja kurus itu, tangan satunya ia gunakan untuk menggenggam tangan Wonwoo. Sedangkan Wonwoo hanya diam dan tidak memberontak, ia butuh senderan sekarang. Ia tidak peduli siapa yang menjadi senderannya sekarang, ia lelah menangis sendirian

Setitik air mata keluar dari matanya, Mingyu menatap Wonwoo saat mendengar suara isakan yang sangat kecil. Ia mengeratkan pelukannya pada tubuh Wonwoo, ini pertama kalinya ia melihat Wonwoo serapuh ini, dan hal ini membuatnya semakin ingin melindungi namja kurus yang ada dipelukannya sekarang

"Sssh jangan menangis" ucap Mingyu sambil menepuk-nepuk punggung Wonwoo, sekali-kali mengusapnya

Mingyu mengangkat kepala Wonwoo dengan tangan kirinya, dan mengusap air mata yang keluar dari mata namja kurus itu. Mereka bertatapan, Wonwoo hanyut dengan mata mingyu, begitupun Mingyu. Perlahan Mingyu memajukan wajahnya, matanya menutup. Wonwoo juga menutup matanya

Bibir mereka saling bersentuhan

Perlahan Mingyu menggerakkan bibirnya dan mulai mengisap bibir Wonwoo, Wonwoo diam dan mengalungkan tangannya di leher Mingyu. Hal itu membuat Mingyu memperdalam ciumannya

Wonwoo tersadar segera membuka matanya dan mendorong Mingyu, ia langsung memakai masker nya. Mingyu menggenggam pergelangan tangan Wonwoo

"Hyung.."

Wonwoo langsung melepaskan tangan mingyu, dan memakai helm nya. Ia langsung melesat pergi meninggalkan Mingyu yang berdiri mematung

.

Tbc

.

.

Haiii, lia update niii hahaha

Maaf kalo ada kekurangan^^

Makasih banyak banget buat yang udah review

Ditunggu review nya yaa

Lia butuh kritik dan saran^^

Mending lanjut atau nggak?

Sekian dan terima kasih

.

Love you all

-Lio (Lia Jio)