Pairing : MEANIE/MinWon

Cast :

-Jeon Wonwoo

-Kim Mingyu

-Others

Warn! This is BOYS Love Story, So? Don't Like Don't Read

.

Enjoy!

.

.

Wonwoo meninju samsak itu dengan kasar. Ia berpikir keras, semakin lama tinjuannya juga semakin keras. Ia bingung dengan perasaannya, ia kesal dan emosi tanpa alasan yang jelas sekarang. Tapi ia juga bingung karena apa.

'Kim Mingyu'

BUK

'Aku bingung'

BUK

'Kenapa jadi seperti ini sih'

BUK BUK BUK

"AAAKH" teriak Wonwoo

BUK BUK BUK

Tanpa Wonwoo sadari, ada seseorang yang berdiri di ambang pintu. Orang itu sedikit tersenyum, dan sosok tersenyum itu adalah Hong Jisoo. Jisoo membawa air putih kemasan di tangannya.

Wonwoo berjalan ke pojok ruangan dan duduk, ia melepas sarung tinju nya dan mengacak-acak rambutnya. Wonwoo menundukkan kepalanya, tanpa menyadari ada sosok yang duduk disebelahnya. Jisoo mendudukkan dirinya disebelah Wonwoo, dan menatap namja kurus itu dengan senyuman nya

"Hey" sapa Jisoo

Wonwoo menoleh kearah kanannya dan mendapati jisoo tersenyum padanya. Wonwoo membalas senyuman namja yang hampir setiap saat tersenyum itu. Wonwoo meletakkan sarung tinju nya dan menatap ke depan

'Bagaimana bisa dia disini?' batin Wonwoo

"Kau tidak apa-apa?" tanya Jisoo

Wonwoo menatap Jisoo, dia benar-benar ingin memarahi orang yang bertanya seperti itu padanya, tapi entahlah, ia tidak tega apabila harus memarahi Jisoo. Namja itu tak pernah memiliki salah padanya. Akhirnya Wonwoo menjawab pertanyaan Jisoo dengan senyuman

"Ya" jawab Wonwoo

Jisoo menatap Wonwoo dalam, kemudian Jisoo menyodorkan minuman yang dibawanya kepada Wonwoo

"Ini" ucap Jisoo

Wonwoo menatap botol itu sebentar, kemudian menerimanya

"Thanks" balas Wonwoo

Wonwoo membuka dan langsung meminum minuman itu, Jisoo tersenyum. Jisoo menatap ke sepatunya

"Apa kau benar-benar tidak apa-apa?" tanya Jisoo meyakinkan lagi

Wonwoo menatap Jisoo, lalu ikutan menatap ke sepatunya

Keduanya terdiam sebentar

"Tidak" jawab Wonwoo setelah terdiam sekian lama

Jisoo mengangkat kepalanya, dan menatap Wonwoo

"Apakah semua ini karena Mingyu?" tanya Jisoo lagi

Wonwoo mengangkat kepalanya, dan menatap Jisoo kaget. Jisoo tersenyum sambil menatap Wonwoo

"Dia menyebalkan yah?" Jisoo sedikit tertawa dengan pertanyaan nya

"Tapi.."

"Dengan cara itulah ia menunjukkan rasa sayangnya" lanjut Jisoo

"kau tahu... Awalnya pun aku juga membencinya. Aku tidak ingin memiliki saudara tiri, aku tidak ingin memiliki ayah tiri. Aku mendiamkan nya, tapi bocah menyebalkan itu terus mendekatiku, dan satu hal yang aku sadari saat itu adalah.. dia kesepian. Selama ini ayahnya bekerja dan jarang bertemu dengannya, ia tumbuh tanpa dampingan orang tua. Ibunya meninggal saat ia berumur 4 tahun, Aku menyesal telah seperti itu padanya. Semenjak saat itu aku mencoba menyanyanginya, dan ia melindungiku." ucap Jisoo

"Dia menyayangimu Wonwoo-ah" lanjutnya

Wonwoo terdiam sesaat, ia tidak tahu harus menjawab apa. Kisah hidup Kim Mingyu mirip dengannya, dan itu membuatnya sedikit terkejut

"Hey?" panggil Jisoo

"Ah y-ya?" jawab Wonwoo kaget

"Kau tidak apa-apa?" tanya Jisoo

"Dia sama denganku" balas Wonwoo tanpa menjawab pertanyaanya Jisoo

"Maksudnya?" tanya Jisoo

"Aku sama dengannya" jawab Wonwoo sambil menundukkan kepalanya

"Ka-kau?"

"Orang tuaku cerai. Dan aku sama dengannya" lanjut Wonwoo

Tubuh namja kurus itu bergetar

"Menyedihkan bukan"

Jisoo mengusap punggung Wonwoo

"Keluargaku hancur"

Air mata sedikit mengalir dari matanya

"Aku sendirian"

"Kau tidak akan sendirian lagi" ucap Jisoo

Wonwoo terdiam dan Jisoo tetap mengusap punggung namja kurus itu, hingga 5 menit kemudian

"Hey! Kau kemana saja sih? Aku sampai membawakan tasmu!" sesosok namja tinggi masuk ke ruangan dimana Jisoo dan Wonwoo berada

"terima kasih hehe. Wonwoo-ah aku duluan ya" pamit Jisoo

Jisoo berdiri dan berjalan kearah namja tinggi itu, namja tinggi itu merangkul pinggang Jisoo dan mereka berdua pergi

Wonwoo yang melihat itu sedikit menyeringai.

.

.

Wonwoo merebahkan badannya, ia sangat lelah hari ini. Namja kurus itu mengambil ponselnya, Seungcheol mengomelinya di chat soal kerja kelompok, dan itu pun sukses membuatnya semakin lelah. Wonwoo mengambil headset nya

Just gonna stand there and watch me burn

But that's alright

Because I like the way it hurts

Wonwoo memejamkan matanya, lagu ini tedengar pas di telinganya sekarang

I'll never stoop so low again

I guess I don't know my own strength

Namja kurus itu membuka matanya dan terhenyak

'I don't know my own strength?'

.

.

Wonwoo berjalan dengan menuju kelasnya, sebenarnya ia kesal pagi ini karena motor nya rusak dan itu membuatnya harus naik bus. Tiba-tiba ada yang merangkulnya

"Wassup bro" sapa Hansol disampingnya

Wonwoo menyeringai

"Kau tahu kemarin sore Jisoo kemana?" pancing Wonwoo

"Tidak, kau tahu?" tanya Hansol

"Kemarin sore ya hmm aku melihat dia ke tempat Boxing yang sering aku kunjungi, tapi nampaknya dia tidak tinju, ia bersama dengan laki-laki yang tingginya jauh darimu" jawab Wonwoo

"Apa?! Bukankah itu adiknya?" tanya Hansol terkejut dan kesal

"Ya, bukan, sama sekali bukan adiknya. Dan kau tahu, Laki-laki itu merangkul pinggang Jisoo mu dengan erat sekali. Nampaknya dia pacar nya, mereka cocok sekali" jawab Wonwoo lagi

"Shit, kurang ajar" gerutu Hansol

Namja blasteran itu balik badan dan meninggalkan Wonwoo di lorong, Wonwoo tersenyum senang dan seram. Mingyu yang baru datang, tersenyum melihat Wonwoo

"Hai manis" sapa Mingyu

Senyuman Wonwoo langsung luntur dan namja kurus itu menatap Mingyu dingin, Wonwoo berjalan meninggalkan Mingyu

.

.

Wonwoo berjalan kearah ruang music, ia membawa banyak seruling ditangannya, pelajaran music sudah selesai, dan ia disuruh mengembalikan seluruh seruling ini ke ruang music. Namja kurus itu heran, kenapa guru-guru suka sekali menyuruh murid, toh kalau bisa sendiri kenapa menyuruh orang?

'Menyusahkan' batinnya kesal

Wonwoo membuka pintu ruang music, ia mendapati Kim Mingyu yang lagi-lagi memeluk pinggang Yeoja yang sama, kening mereka menyentuh satu sama lain. Mereka langsung memisahkan diri saat pintu terbuka

Wonwoo meletakkan seruling itu di pojok ruangan dan langsung pergi dari ruangan itu dan tidak lupa menutup pintu, mungkin saja mereka mau melanjutkan acara mereka. Wonwoo berjalan dengan wajah dinginnya, ia ingin pulang sekarang

'Aku menyukaimu Hyung, aku benar-benar menyukaimu Hyung, aku mencintaimu Hyung, dia menyangimu Wonwoo-ah' Wonwoo teringat kata-kata waktu Mingyu membujuk nya 2 minggu dan kata-kata Jisoo juga

'Full of fucking shit'

Dan ada tangan yang menggenggam lengannya, Wonwoo berhenti berjalan dan mecoba menarik tangannya. Tapi nampaknya namja tinggi itu tidak ada niatan menyingkirkan tangannya yang besar dari lengan kurus miliknya. Akhirnya Wonwoo menyerah, tapi ia tidak membalikkan badannya

"Ada apa" tanya Wonwoo dingin

"Kau marah?" tanya Mingyu balik

"Marah karena apa" tanya Wonwoo balik lagi

"Masalah tadi" jawab Mingyu

"Aku tidak tahu masalah tadi" jawab Wonwoo sekenanya

"Masalah di ruangan music" jelas Mingyu

Wonwoo menarik tangannya dan membalikkan badannya, ia tersenyum meremehkan dan mentap namja tinggi di depannya

"Pertama, aku tidak peduli tentang masalah tadi. Kedua, itu sama sekali bukan urusanku. Dan Ketiga, untuk apa aku marah?" jelas Wonwoo

Wonwoo berjalan meninggalkan Mingyu sendiri, ia berjalan ke kelasnya dan membereskan barang-barang nya. Setelah selesai ia menggendong tas dan mengangkat kursi nya, Wonwoo berjalan keluar kelas menuju loker yang ada di lorong dan mencari-cari kuncinya

'Shit dimana kunci loker' rutuknya

Namja kurus itu ingin mengambil jaket dan Blazer sekolahnya yang ada di dalam loker. Sekarang ia sedang sibuk membongkar tasnya, tapi tidak ditemukannya benda penting itu

Wonwoo mencoba mengingat dimana ia taruh kunci loker nya, dan akhirnya ia ingat kunci loker nya ada di Seungcheol. Namja Choi itu ingin meminjam buku Biologi miliknya di loker, dan kunci loker nya tidak langsung dikembalikan padanya

'Damn you Choi Seungcheol.' rutuknya lagi

Wonwoo mengangkat tasnya dan membalikkan badannya, ia menabrak tubuh yang sedikit lebih tinggi. Tangan sosok didepannya malah menahan punggungnya, jadi seakan mereka berdua berpelukan.

"Hai manis~" ucap namja tinggi yang ternyata adalah Kim Mingyu

"Diam dan minggir" balas Wonwoo dingin

Wonwoo mendorong Mingyu, tapi namja tinggi itu malah mengeratkan pelukannya

"Kau ada jadwal kosong sore ini?" tanya Mingyu

"Tidak" jawab Wonwoo

"Ada jadwal apa?" tanya Mingyu lagi

Wonwoo diam, ia berfikir acara apa yang bagus, ia ingin pulang dan tidur

"Kau payah juga dalam hal berbohong hahaha imut sekali~" tawa Mingyu

Wonwoo menginjak kaki namja tinggi itu keras, Mingyu langsung melepaskan pelukannya dan memegangi kakinya yang sakit. Dan kesempatan itu digunakan Wonwoo untuk kabur, Wonwoo berjalan cepat meninggalkan Mingyu

"Ayo jalan-jalan Chagii" ucap Mingyu yang langsung menyusul Wonwoo dan merangkul namja kurus itu

"Tidak" Wonwoo menghentikan jalannya

Tapi karena tubuh Mingyu lebih besar, namja tinggi itu menarik Wonwoo menuju mobilnya. Mingyu membukakan pintu untuk Wonwoo

"Masuklah Nyonya Kim" ucap Mingyu menjijikkan (menurut Wonwoo)

Wonwoo mencubit perut Mingyu keras, langsung masuk dan menutup pintu mobil mingyu. Sedangkan mingyu mengusap-usap perutnya yang dicubit tadi sambil tertawa-tawa. Akhirnya namja tinggi itu masuk ke mobil miliknya setelah beberapa menit tertawa.

Dijalan Wonwoo hanya menatap ke luar jendela, lagu Stay milik Rihanna membuatnya cukup menikmati perjalanan. Tapi tiba-tiba ia teringat sesuatu

"Hyung mu bagaimana pulangnya?" tanya Wonwoo

"Apa kau menyukainya?" tanya Mingyu balik, ada nada tidak suka di suaranya

"Jawab saja." Ucap Wonwoo sedikit dingin

"Dia bersama temanmu" jawab Mingyu

"Yang mana?" tanya Wonwoo lagi

"Coups Hyung" jawab Mingyu lagi

Wonwoo tidak yakin dengan jawaban Mingyu, ia membuka ponselnya dan bertanya pada Hansol. Dan dugaannya benar

"Dia bersamaku, Wae?"

Apakah Hong Jisoo berbohong pada adiknya? Entahlah

"Kenapa?" tanya Mingyu yang merasa aneh dengan Wonwoo yang Nampak terkejut

"Tidak" jawab Wonwoo singkat

.

.

"Kau serius?" tanya Wonwoo terkejut

Bagaimana ia tidak terkejut, Mingyu memesan 1 box Pizza, 3 Hamburger, 6 potong Fried chicken, 2 box besar French fries, 2 botol air putih, dan 2 gelas soda

"Wae? Ini enak, dan kau harus makan yang banyak agar tidak cungkring seperti itu" ucap Mingyu

Wonwoo terdiam, Mingyu mulai memakan Hamburger dengan tangan kirinya

'Dia kidal ya' batin Wonwoo yang baru sadar

Wonwoo memajukan badannya dan memindahkan Hamburger dari tangan kiri Mingyu ke tangan kanannya, Mingyu yang sedang mengunyah terhenyak menatap Wonwoo

"Tidak baik makan menggunakan tangan kiri" ucap Wonwoo sambil mengambil 1 slice Pizza

Mingyu tersenyum, ia melirik Wonwoo yang sedang focus dengan makanannya, sesekali tangannya mengambil French fries. Menurutnya Wonwoo makin imut saat makan

"Aku kenyang" ucap Wonwoo

Namja kurus itu sudah makan 2 ayam, 1 slice Pizza, setengah box French fries, dan setengah Hamburger. Mingyu menatap Wonwoo aneh, ia sedang memakan slice ke 4 pizza nya. Mingyu buru-buru menelan Pizza nya sampai habis

"Kau baru makan sedikit Hyung" ucap Mingyu

"Tidaaak. Ini sudah sangat banyak" rengek Wonwoo tanpa sadar

Mingyu yang sangat gemas mendengarnya, mencoba untuk menahannya dalam hati. Namja tinggi itu tersenyum

'Ternyata dia bisa merengek juga' batin Mingyu

"Pelan-pelan hyung makannya, dan nikmati" balas Mingyu

Wonwoo menghela nafas dan melanjutkan makan Hamburger nya, sedangkan Mingyu mengambil ayam dan memakannya.

.

Mereka berdua berjalan-jalan dan melihat-lihat, Wonwoo membeli Beanie dan Mingyu membeli bola basket. Mingyu menatap sesuatu yang menarik perhatiannya, ada Hyung nya dan Choi Hansol berjalan beriringan dan mereka masuk ke toko buku. Mingyu menatap mereka berdua dengan marah

'Bagus.' Batin Mingyu

"Kau lihat apa" tanya Wonwoo yang baru datang setelah membeli beberapa kaos dan celana jeans

Mingyu menoleh dan tersenyum lebar

"Bukan apa-apa, sudah?" jawab dan tanya Mingyu

"Hm" balas Wonwoo singkat

"Mau Ice Cream?" tanya Mingyu sambil tersenyum bodoh

Wonwoo tidak menjawab dan hanya sedikit tersenyum, lalu mereka berdua berjalan ke kios Ice Cream. Setelah mendapat Ice Cream nya, Wonwoo langsung memakan Ice Cream nya, Mingyu yang melihat Wonwoo hanya tersenyum

"Hyung lebih baik kita duduk dulu" ucap Mingyu

Mereka duduk, Mingyu memakan Ice Cream nya sesekali menatap Wonwoo, sedangkan Wonwoo terlalu focus dengan Ice Cream nya. Mingyu menatap wonwoo dalam sekarang, Wonwoo terlihat sangat sangat imut dan menggemaskan saat makan Ice Cream.

Mingyu mendekatkan wajahnya ke wajah Wonwoo, Wonwoo yang merasa aneh menoleh ke kirinya dan

CUP

Mingyu mencium bibir Wonwoo sekilas

Wonwoo menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan rona merah di wajahnya, sedangkan Mingyu malah tersenyum tidak jelas sambil menatap Wonwoo. Wonwoo mengangkat kepalanya dan mendapati Mingyu yang tersenyum bodoh padanya

"Kau ini benar-benar" ucap Wonwoo

Wonwoo mencubiti perut Mingyu dan itu membuat si namja tinggi tertawa dan merintih.

.

"Yah Hujan" ucap Mingyu

Sekarang mereka ada di depan mall tadi, dan diluar hujan. Wonwoo melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 8 malam, ia kedinginan sekarang. Wonwoo mengusap-usap lengannya, Mingyu yang sadar Wonwoo kedinginan segera melepas jaketnya dan memasang jaket itu di pundak Wonwoo

Wonwoo terkejut dan menatap Mingyu

"Kau bagaimana?" tanya Wonwoo

"Aku kan kuat, makan banyak, dan tahan dingin. Tidak seperti kau" jawab Mingyu enteng

Wonwoo yang mendengarnya langsung menyikut perut namja tinggi itu berkali-kali

"Seriuuus" rengekan Wonwoo yang kedua kalinya tanpa sadar juga tentunya

"Kan aku ada Blazer Hyung manis~" ucap Mingyu sambil tersenyum bodoh

Wonwoo hanya mengangguk-anggukan kepalanya, mereka berdua menatap hujan deras itu tanpa harapan selama beberapa menit

"Mau kopi?" tanya Mingyu

Wonwoo menatap Mingyu mengiyakan dan mereka langsung berjalan ke Coffee Shop

.

Wonwoo duduk setelah memakai jaket mingyu dengan benar, jaket itu sedikit kelonggaran di tubuhnya. Ia meniup-niup tangannya selagi menunggu Mingyu, sesekali ia mengusap-usap lengannya. Akhirnya Mingyu datang membawa 2 Coffee Cup berukuran tall

"Ini" ucap Mingyu sambil menyodorkan salah satu kopi yang dipegangnya

"Thanks" balas Wonwoo

Mingyu duduk dan menarik kedua tangan Wonwoo, lalu namja tinggi itu meniup kedua tangan Wonwoo dan dibawanya kedua tangan itu ke pipinya. Wonwoo dengan kedua tangan yang masih di pipi Mingyu menundukkan kepalanya untuk menutupi rona merah wajahnya kedua kalinya

Mingyu tersenyum, ia menggerakan lidahnya di kedua dinding mulutnya

"Geli bodoh hahaha" Wonwoo tertawa saat Mingyu melakukan itu

Wonwoo mencubit kedua pipi Mingyu, dan menarik tangannya. Mingyu kembali meniup tangan Wonwoo, namja tinggi itu melepaskan gulungan bagian lengan di jaketnya hingga menutupi telapak tangan Wonwoo, lalu namja tinggi itu membawa kedua tangan Wonwoo ke Cup kopi dan menempelkannya disana

"Lebih hangat?" tanya Mingyu

"Heum, Terima kasih" jawab Wonwoo

Mingyu membalasnya dengan senyuman, Wonwoo mulai meminum kopinya sedikit demi sedikit.

"Eumm apakah kau pernah menyetujui hubungan Hyung mu dengan Hansol?" tanya Wonwoo Awkward

"Tidak" jawab Mingyu singkat

"Kenapa?" Wonwoo menyeruput kopinya sedikit

"Aku tidak ingin Hyung ku berhubungan dengan Player, Aku tidak ingin melihatnya menangis karna patah hati." Jawab Mingyu

"A-ah" ucap Wonwoo

"Kau kenal Seungcheol darimana?" tanya Wonwoo sedikit mengalihkan pembicaraan yang cukup Awkward tadi

"Club Basket. Dulu kita bla..bla..bla"

.

"Sudah sedikit reda, ayo pulang" ajak Mingyu

Setengah jam sudah mereka mengobrol. Wonwoo membawa kopi nya, karena kopi nya masih banyak. Mereka berlari menuju mobil dan buru-buru masuk mobil mingyu. Mingyu menyalakan mobilnya dan segera meninggalkan tempat parkir itu

Di jalan Wonwoo yang kelelahan perlahan memjamkan matanya dan tertidur lelap, sedangkan Mingyu focus menyetir sambil mendengarkan lagu the script yang di setel dari ponselnya

Lampu merah menyala, Mingyu mengehentikan mobilnya. Ia meregangkan tubuhnya yang pegal dan menghela nafas, namja tinggi itu mengganti lagu sebelumnya karena ia bosan. Mingyu menatap ke sebelahnya dan mendapati Wonwoo yang tertidur pulas

Mingyu tersenyum, ia mengambil Coffee Cup di tangan Wonwoo, dan meletakkannya di Cup Holder yang ada di mobilnya, namja tinggi itu merapihkan rambut Wonwoo dan membenarkan jaketnya. Mingyu mencium pipi dan bibir Wonwoo dengan sayang, hingga di klakson orang dari belakang.

.

Mingyu menghentikan mobil nya di depan rumah Wonwoo

CUP

Namja tinggi itu mencium dan melumat sekilas bibir Wonwoo, ia meletakkan Coffee Cup tadi di tangan Wonwoo dan perlahan menggoyangkan tubuh namja kurus itu

"Hyuung maniis~ Ayo banguun~ Sudah sampaii~ ucap Mingyu

Wonwoo mengangkat kepalanya dan menatap ke kiri dan ke kanan, perlahan ia meregangkan tubuhnya yang kaku. Wonwoo membuka pintu mobil Mingyu

"Bye Hyuung, mandi lalu langsung tidur ya" ucap Mingyu

Wonwoo membalikkan badannya, ia menatap Mingyu sebentar.

CUP

Wonwoo mencium pipi Mingyu sekilas dan langsung berlari masuk ke rumahnya

Mingyu tersenyum sambil menatap kepergian wonwoo, namja tinggi itu merasa senang hari ini, Jeon Wonwoo yang dingin bisa bersikap manis padanya hari ini.

'Aku mencintaimu'

.

Mingyu melangkah masuk ke rumahnya, didapatinya Jisoo yang sedang berdiri sambil membawa ponselnya, menatap Mingyu cemas

"Akhirnya kau datang juga, kau tidak apa-apa? Kau habis darimana? Kenapa tidak mengangkat telfonku?" tanya Jisoo berkali-kali

Mingyu menatap Jisoo datar, ia langsung berjalan ke kamarnya. Tapi tangannya ditahan Jisoo

"Kau tidak apa-apa?" tanya Jisoo

"Ya" jawab Mingyu singkat

"Kau bohong" ucap Jisoo

"Kau juga" balas Mingyu

"Mwo?" tanya Jisoo lagi memastikan

"Kau juga bohong" balas Mingyu lagi

"Aku? Bohong apa?" tanya Jisoo terkejut

Mingyu tertawa meremehkan, tangannya menyilang di dada

"Bagaimana pergi dengan Choi Hansol hari ini? Menyenangkan?" tanya Mingyu balik

"Mingyu aku bisa jelaska-"

"Aku sudah bilang berkali-kali hyung. Jangan terlalu dekat dengan Choi Hansol. Mengapa sih kau tidak mengerti dan menurut kali ini saja, kau bebas dekat dengan siapapun asal bukan Choi Hansol." Potong Mingyu dengan nada dingin

"Aku-"

"Kukira aku bisa percaya 100% padamu Hyung, kukira kita bisa tidak berbohong satu sama lain. Aku selalu jujur padamu, dan kau berbohong demi Choi Hansol, apakah dia sepenting itu?" potong Mingyu lagi

"Min-"

"Aku kecewa padamu Hyung" ucap Mingyu

Mingyu berjalan ke kamarnya, meninggalkan Jisoo sendiri.

"Mingyu tunggu"

Jisoo berjalan menyusul Mingyu, tapi Mingyu berjalan lebih cepat dan langsung membanting dan mengunci pintu kamarnya. Jisoo menatap pintu kamar Mingyu dengan kosong

"Mingyu-ya.."

.

Wonwoo keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menggantung di lehernya, ia masuk ke kamarnya dan meminum sisa kopi tadi

'Apa ini?'

Ia melihat gambar Beanie dan tulisan di Coffee Sleeve nya

I love u Hyung XX

Hbu? =)

Wonwoo tersenyum membaca tulisan itu, ia menatap jaket Mingyu di kursi meja belajarnya. Wonwoo melepas Coffee Sleeve itu dan membuang Cup nya, ia menyimpan Coffee Sleeve itu di laci meja belajarnya, Wonwoo baru menyadari tulisan itu sekarang, ia tersenyum manis

Namja kurus itu mematikan lampu, rebahan dan menyelimuti tubuhnya

Ia senyam-senyum mengingat hari ini.

Perlahan matanya menutup dan ia tertidur pulas

.

Tbc

.

.

HAI HAI Lia update niii maaf kalo telat update nya hahahahhahaaha

Btw Lia mau nanya, karna review kemaren.

Siapa ya yang bagus buat jadi cewek yang sering sama Mingyu?

Sama cowok sama Jisoo tadi bagusnya siapa?

Lia bingung hahaha, jawab di review ok?

Makasih banyak buat kritik dan sarannya

Ditunggu review nyaa

Maaf belom bisa dijawab, chapter depan semoga kejawab semua

Maaf kalo kurang memuaskan^^

Peace out x

Sekian dan terima kasih

.

Love U All

-Lio (Lia&Jio)