Pairing : MEANIE/MinWon

Cast :

-Jeon Wonwoo

-Kim Mingyu

-Others

Warn! This is BOYS Love Story, So? Don't Like Don't Read

.

Enjoy!

.

Pagi ini Wonwoo kembali naik bus, ia lupa menservice motornya di bengkel. Ia jalan dengan wajah datar dan tangan di kantung celananya seperti biasanya, sesekali ia membungkuk ketika ada guru atau staff tata usaha yang ia temui

"Jeon Wonwoo" panggil seseorang

Wonwoo langsung membalikkan badannya dan membungkuk

"Selamat pagi Songsae-nim" sapa Wonwoo

"Pagi, kau bisa memberitahu ke semua murid di kelasmu untuk menyelesaikan bab 1-6 buku paket Bahasa Inggris? Karena semua guru akan rapat pagi ini" jelas Han Songsae-nim

"Ya Songsae-nim" jawab Wonwoo

"Terima kasih" ucap Han Songsae-nim

Wonwoo membungkuk dan berjalan lagi menuju kelasnya, ia sedikit lega karena sudah mengerjakan 4 bab dan tidak diprotes lagi soal nilai jeblok. Han Songsae-nim adalah wali kelas nya

.

Wonwoo membenamkan wajahnya di tumpukan tangannya. Ia kelaparan, tapi kepalanya terasa pusing, namja kurus itu tidak sarapan karena lupa. Tapi ia mendengar suara sesuatu dilempar ke mejanya, Wonwoo mengangkat kepalanya dan mendapati roti isi selai kacang dan satu buah susu kotak. Ia menatap ke depan dan mendapati Mingyu yang tersenyum lebar kepadanya

"Hai Hyung" sapa Mingyu

"Kau sehat?" pertanyaan bodoh milik Kim Mingyu mulai dikeluarkan

"Oh ya, aku sangat sehat hari ini, terima kasih sudah bertanya" jawab Wonwoo sambil kembali membenamkan wajahnya

"Hahaha, aku bisa menjamin kau tidak sarapan pagi ini" tawa Mingyu saat mendengar jawaban Wonwoo

"Sok tahu" balas Wonwoo yang diam-diam merona

"Benar bukan? Makanlah, jangan sakit ya manis~ kalau sakit manis dan imutnya hilang~" ucap Mingyu

"Berisik" jawab Wonwoo mengangkat kepalanya lalu mengambil roti yang diberikan Mingyu

Namja kurus itu membuka mulutnya dan memakan roti itu, Wonwoo makan dengan Mingyu menatapnya sambil tersenyum lebar dan bodoh.

"Hentikan senyumanmu" ucap Wonwoo

"Aku tidak bisa menghentikan senyumanku saat melihatmu Hyung" jawab Mingyu

"Berisik" ucap Wonwoo lagi yang membuat senyuman Mingyu semakin melebar

Pada suapan ke sepuluh, ada suara yang menginterupsi acara makan Wonwoo

"Jeon Wonwoo" panggil Han Songsae-nim

"Ya Songsae-nim?" jawab Wonwoo dan menghentikan makan nya

"Ikut saya ke ruang guru" ucap Han Songsae-nim mulai melangkah ke luar kelas

Wonwoo langsung bangun, Mingyu menatap Wonwoo khawatir

"Hyung.." ucap Mingyu cemas

Wonwoo menatap Mingyu. Namja kurus itu tersenyum, untuk meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja. Wonwoo berjalan ke luar kelas, sedangkan Mingyu menatap kosong kursi Wonwoo selama beberapa menit hingga ada suara yang mengganggunya

"Ey apa yang adik kelas cute ini lakukan disini dan di mejaku?" ucap Seungcheol yang tiba-tiba datang

Mingyu mendongak dan menatap Seungcheol sebal

"Cute kau bilang? Terima kasih" ucap Mingyu sinis

"Hahaha, but seriously, apa yang kau lakukan disini?" tanya Seungcheol

"Aku ingin bertemu Wonwoo Hyung, dan tiba-tiba ia dipanggil Han Songsae-nim entah kenapa" jelas Mingyu

"Hmm, Menurutmu dia kenapa?" tanya Seungcheol lagi sambil berfikir

"Entahlah" jawab Mingyu pasrah

"Mungkin karena nila-"

Ucapan Seungcheol terpotong oleh namja yang sedang dibicarakan tiba-tiba datang, Wonwoo langsung membereskan barang-barang yang dibawanya, dan menggendong tas nya. Lalu namja kurus itu melangkah cepat keluar kelas

Mingyu dan Seungcheol bertatapan sebentar

"Kejar dia sekarang. Bodoh." ucap Seungcheol menekankan kata 'bodoh' sambil memelototi namja tinggi itu

KRIIING

Bel masuk sudah berbunyi

'Shit' rutuk Mingyu dalam hati

'Masa bodoh' batinnya

Mingyu berlari ke luar kelas, setelah sedikit perjuangan berdorongan dengan senior yang mau masuk ke kelas. Ia menatap ke kanan dan kirinya, ia melihat Wonwoo sedang berada di loker lorong, namja tinggi itu segera berlari menghampiri Wonwoo yang sedang merapihkan seragam dan memakai jaket nya

"Wonwoo Hyung" panggil Mingyu yang berdiri di belakang Wonwoo

Wonwoo tidak menjawab, namja kurus itu sedang memasang resleting jaket nya sampai setengah dan berbalik badan. Lalu berjalan, tapi namja tinggi di depannya terus menghalangi jalannya

"Minggir" ucap Wonwoo dingin

"Hyung ada apa denganmu?" tanya Mingyu sambil menahan lengan Wonwoo, mencegah namja kurus itu pergi kemanapun

"Lihat aku" ucap namja tinggi itu

Wonwoo menundukkan kepalanya, setitik air mata keluar dari matanya. Namja kurus itu menggelengkan kepalanya

Mingyu menatap Wonwoo dalam. Namja tinggi itu memeluk tubuh kurus milik Wonwoo, meneggelamkan wajah namja kurus itu di dadanya sambil mengusap-usap punggungnya. Wonwoo menangis tanpa suara

"Sssh jangan menangis, ada aku disini" ucap Mingyu tetap mengusap-usap punggung Wonwoo

Mingyu mengeratkan pelukannya, ia tahu namja kurus dipelukannya sedang menangis. Terbukti dengan bajunya yang sedikit basah

Sekitar tiga menit Wonwoo belum berhenti menangis. Mingyu mengangkat dagu Wonwoo, tapi Wonwoo menolak, dan menundukkan kepalanya

"Lihatlah aku Hyung" pinta Mingyu dan mengangkat lagi dagu Wonwoo

Wonwoo perlahan mengangkat wajahnya, wajah namja kurus itu terlihat menyedihkan. Matanya sembab, hidungnya merah, dan bibirnya pucat. Mingyu menatap mata Wonwoo yang berair

"Jangan sakit, Ceritalah padaku" ucap Mingyu sambil menghapus air mata Wonwoo

Wonwoo menatap mata Mingyu, tiba-tiba ia teringat semua kejadian Mingyu dengan Yeoja yang tidak dikenalnya itu. Wonwoo langsung melepaskan tangan Mingyu kasar, namja kurus itu mengambil tas nya dan pergi dari tempat itu

Mingyu menatap Wonwoo, ia tidak mengerti.

Dan yang harus ia lakukan adalah acting.

.

Mingyu masuk ke kelasnya dengan rambut yang acak-acakan dan seragam berantakan. Namja tinggi itu memegangi perutnya dan wajah yang lemas dibuat-buat

"Kim Mingyu, kau tidak apa-apa?" tanya Gong Songsae-nim

"Kurang sehat Songsae, saya boleh izin pulang?" jawab dan tanya Mingyu dengan nada lirih yang dibuat-buat juga

"Kau yakin? Bisa pulang sendiri? Atau perlu Hyung mu mengantar pulang?" tanya Gong Songsae-nim

"Saya bisa pulang sendiri Songsae-nim, tidak perlu diantar siapapun" jawab Mingyu lagi masih dengan nada lirih buatannya

"Yasudah, hati-hati. Jangan lupa mengisi surat izin pulang di piket" ucap Gong Songsae-nim

"Iya Songsae-nim, terima kasih" ucap Mingyu

Mingyu berjalan ke mejanya, dan mendapati Kim Yugyeom tersenyum sinis padanya

"Acting yang luar biasa. Idiot" bisik Yugyeom

"Ingat, aku adalah Kim-Min-gyu, Bodoh" bisiknya balik dengan nada penuh kesombongan

Mingyu menggendong tas nya setelah membereskan barang-barang nya, namja tinggi itu masih memegangi perutnya

"Saya permisi Songsae-nim" pamit Mingyu

Namja tinggi itu menutup pintu kelas, ke piket, lalu langsung berlari ke tempat parkir dan mengendarai mobilnya meninggalkan sekolah elit itu.

.

Wonwoo mentutup koper nya, lalu memakai jaket. Namja kurus itu akan menyusul ayahnya di London, Ayahnya sakit dan masuk rumah sakit pagi ini

KNOCK KNOCK

Wonwoo membuka pintu, dan mendapati dua orang Maid berdiri di depan pintu kamarnya

"Tuan muda, anda kedatangan tamu" ucap salah seorang Maid

"Suruh ke kamarku" jawab Wonwoo

"Baik, Tuan muda" ucap Maid yang satunya

Kedua Maid itu membungkuk dan pergi, Wonwoo menutup pintu kamarnya dan membereskan kembali barang-barang nya

CKLEK

Suara pintu terbuka

'Tidak biasanya Maid langsung buka pintu' batinnya

Wonwoo langsung menoleh ke pintu kamarnya, dan mendapati Kim Mingyu yang sedang menutup kembali pintu kamarnya. Ia kembali menoleh ke barang-barang nya

Mingyu memperhatikan Wonwoo yang sedang membereskan barangnya

"Makan dulu" ucap Mingyu

Wonwoo tidak menjawab Mingyu dan masih sibuk membereskan barang-barang nya

"Kau mau pergi kemana?" tanya Mingyu

Wonwoo tidak menjawab juga, ia masih men check semua barangnya

"Jeon Wonwoo" panggil Mingyu datar

Wonwoo diam

"Aku bicara padamu" ucap Mingyu masih dengan datar nya

"Apakah penting untukmu kemana aku pergi?" tanya Wonwoo dingin

"Ya, sangat" jawab Mingyu

Wonwoo tersenyum meremehkan dan membalikkan badannya menatap Mingyu

"Kenapa?" tanya Wonwoo lagi

"Karena aku mencintaimu" jawab Mingyu

Wonwoo terdiam beberapa detik, kemudian tertawa sedikit kencang.

"Hahahahahahahaha, lucu sekali hahahahahaha" tawa Wonwoo

Mingyu menatap Wonwoo datar

"Apa yang lucu" tanya Mingyu datar

"Tidak, Hahaha. Kau bilang kau mencintaiku?" tanya Wonwoo masih dengan tawanya, namja kurus itu memegangi perutnya

"Ya, dan aku serius" ucap Mingyu datar dan menggenggam kedua lengan kurus Wonwoo dengan erat

Wonwoo menghentikan tawanya dan menatap Mingyu datar. Ia mencoba melepaskan tangan Mingyu di lengannya, tapi ia kalah kuat dari kedua tangan Mingyu

"Kau serius?" tanya Wonwoo

"Ya" jawab Mingyu

Wonwoo terdiam sebentar

"Pertama, Aku tidak akan jatuh cinta atau mencintai. Kedua, Aku tidak percaya dengan adanya cinta. Dan Ketiga, Kau membuatku semakin yakin cinta itu tidak ada" jelas Wonwoo dingin

"Aku?" tanya namja tinggi itu bingung

Wonwoo sedikit tertawa meremehkan lagi, dan melepas kasar genggaman Mingyu yang mengendur. Namja kurus itu membalikkan badannya, memunggungi Mingyu

"Y-ya" jawab Wonwoo terbata

"Kenapa aku?" tanya Mingyu masih kebingungan

Wonwoo terdiam

"Awalnya aku selalu yakin dan berjanji pada diriku sendiri cinta itu tidak ada dan aku tidak akan mencintai siapapun. Tapi semenjak kau ada di kehidupanku, semua berubah. Aku mengira, kau hanya mencintaiku saja, kau hanya perhatian padaku saja, dan kukira kau benar-benar mencintaiku, kau membuatku berubah fikiran tentang cinta. Tapi ternyata tingkahmu, membuatku yakin kau hanya membuatku jatuh cinta dan kau pasti akan pergi suatu saat nanti. Kau seperti anak kecil, Kau hanya mempermainkanku, dan aku dengan bodohnya mengikuti permainanmu, lucu sekali. Kau bermesraan dengan orang lain setelah mengucapkan 'Aku mencintaimu Hyung' didepan mataku, dan anehnya aku dengan mudahnya memaafkanmu, aku lelah melihat itu semua. Ka-kau membuatku se-semakin percaya ci-cinta itu pasti berakhir menyedihkan a-atau dipermainkan, Aku se-semestinya sadar sejak a-awal, kau ti-tidak pernah benar-benar mencintaiku. Da-dan kau su-sukses mempermainkanku, ka-kau sukses membuatku ja-jatuh cinta pa-padamu" jelas Wonwoo dengan terbata diakhirnya

Namja kurus itu menangis, tubuhnya sedikit bergetar. Wonwoo menggigit kuku-kuku jarinya untuk menghindari isakan

Mingyu terdiam dan membeku, ia menatap Wonwoo kosong

"Aku kecewa pada diriku sendiri, kenapa aku bisa jatuh cinta. Aku tidak pernah mengira kalau cinta menyakitkan seperti ini, harusnya aku sadar atas kasus orang tuaku dulu. Tapi aku penasaran, aku belum pernah merasakan cinta sebelumnya" lanjut Wonwoo

"Terima kasih Kim Mingyu, kau sudah mengajarkanku tentang cinta. Semua ini murni kesalahanku, kau tidak perlu merasa bersa-"

Ucapan Wonwoo terpotong oleh pelukan Mingyu dari belakang, namja tingggi itu memeluknya cukup erat. Mingyu meletakkan dagunya di pundak kiri Wonwoo

"Maafkan aku" ucap Mingyu sedikit lirih

Keduanya terdiam. Sekitar 10 menit posisi mereka seperti itu, Wonwoo diam sedangkan Mingyu menatap kosong dinding yang dilapisi wallpaper di kamar Wonwoo

Wonwoo melihat jam tangannya. Namja kurus itu melepaskan pelukan Mingyu dan membalikkan badannya.

"Bolehkah aku memelukmu sebentar?" tanya Wonwoo

Mingyu menatap Wonwoo dan mengangguk kaku

Wonwoo berjinjit dan memeluk erat leher Mingyu, sedangkan Minyu hanya diam dan masih menatap kosong dinding kamar Wonwoo

'Apakah dia keberatan dan terganggu dengan pelukanku?' batin Wonwoo

Wonwoo terdiam, perlahan ia melepaskan pelukannya

"Maafkan ak-"

Ucapan Wonwoo terpotong oleh pelukan Mingyu yang tiba-tiba, namja tinggi itu membenamkan wajahnya diantara leher dan pundak Wonwoo, sedangkan tangannya memeluk erat pinggang milik namja kurus itu

"Maaf" ucap Mingyu serak

Wonwoo perlahan membalas pelukan Mingyu dan memeluk namja tinggi yang membuatnya jatuh cinta pertama kalinya dengan erat

Wonwoo melepaskan pelukannya dan menatap Mingyu

"Pulanglah, atau kembalilah ke sekolah. Aku butuh waktu sendiri, Maafkan aku" ucap Wonwoo lirih

Mingyu berjalan keluar dari kamar Wonwoo dengan lesu, namja tinggi itu berjalan turun tangga dengan lemas tanpa tenaga

Sedangkan Wonwoo membuka tirai kamarnya sambil menunggu Mingyu, dilihatnya namja tinggi itu masuk mobil dan langsung mengendarainya pergi menjauh dari rumahnya

'Maaf' batin Wonwoo

Namja kurus itu menutup tirai kamarnya menarik koper dan menggendong tas kecilnya, lalu berjalan keluar dari kamarnya

.

Mingyu melempar bola basketnya berkali-kali, ia terngiang-ngiang wajah dingin Wonwoo, namja tinggi itu melempar asal bola nya ke ring. Lalu mengambil bola nya lagi dan melemparnya lagi begitulah seterunya

'Semua salahku'

DUG

'Tapi bukan itu maksudku'

DUG DUG

'Maaf'

DUG

Jisoo melangkah menuju lapangan basket yang ada di rumah mereka, namja berkantung mata itu berdiri di belakang Mingyu yang sedang memantulkan bola nya

"Hey" sapa Jisoo

Mingyu menoleh, dan mendapati Jisoo yang berdiri di belakangnya. Namja tinggi itu langsung mengalihkan pandangannya ke bola yang sedang dipantulkannya

"Kau baik-baik saja?" tanya Jisoo

Mingyu tidak menjawab, namja itu melemparkan bola nya ke ring. Tanpa ada niatan menjawab kakak tirinya itu

"Mingyu-ah…" Jisoo menatap Mingyu sedih

"Apa" jawab Mingyu dingin

Jisoo terdiam sebentar, ia masih menatap Mingyu yang melemparkan bola nya

"Kenapa pulang duluan tadi?" tanya Jisoo

"Tidak apa-apa" jawab Mingyu datar

"Wonwoo, bagaimana kabarnya?" tanya Jisoo lagi

Mingyu diam, dan berhenti memantulkan bola nya. Namja tinggi itu menatap tiang ring basket dengan kosong

Jisoo menatap namja tinggi itu sebentar, namja berkantung mata itu mendekati adik tirinya

"Sini" Jisoo menarik tangan Mingyu ke sisi lapangan dan duduk di kursi kayu yang ada disana

"Ini" Jisoo menyodorkan air putih botol kemasan yang ada ditangannya ke Mingyu

Mingyu menerima botol itu, dan langsung meminum isinya

"Kau mau tahu sesuatu?" tanya Jisoo

Mingyu diam, menunggu lanjutan ucapan Jisoo

"Jika kita mencintai seseorang, sadar atau tidak sadar pasti kita ingin melindunginya, menjaganya, dan selalu ingin bersamanya" ucap Jisoo

Jisoo diam, keduanya terdiam sepersekian detik

"Aku terlanjur menyakitinya Hyung" ucap Mingyu serak

"Aku mencintainya"

"Tapi aku menyakitinya" ucap Mingyu bergetar

Jisoo menatap Mingyu sebentar, tangannya langsung memeluk leher namja tinggi itu

"A-aku menyakitinya Hyung"

"Aku orang terjahat di dunia ini"

Jisoo mengelus rambut Mingyu, sesekali menepuk-nepuk kepalanya

"Tidak Mingyu-ah, kau orang baik" ucap Jisoo

"Aku membuatnya sakit hati H-hyung" ucap Mingyu masih dengan suara yang serak dan bergetar

Jisoo melepaskan pelukannya dan menatap mata merah Mingyu

"Berarti kau harus mengobatinya" jawab Jisoo

"Kau harus membuatnya bahagia dan melupakan semua masalahnya" lanjut Jisoo

"Aku tidak tahu Hyung, dia selalu menjauh dariku, dia selalu menutup dariku" ucap Mingyu

Jisoo terdiam

"Dia memiliki masalah, dia kesepian" ucap Jisoo

"Kau harus mengerti dan peka padanya mulai sekarang, Okay?" lanjut Jisoo sambil tersenyum

Mingyu mengangguk

"Terima kasih Hyung"

.

"Kau lebih suka yang ini? Atau yang mana?" ucap Jisoo

"Ini terlalu tua Hyung" jawab Mingyu

Hari ini hari sabtu, dan sekolah libur. Mingyu memutuskan mengajak Jisoo menemaninya ke Department Store, keduanya sedang memilih jam tangan

"Lalu kau mau yang mana?" tanya Jisoo

"Yang ini tapi yang ini.. bla..bla..bla"

.

"Kau mau makan Hyung?" tanya Mingyu

"Hmm, mau makan apa?" tanya Jisoo balik

"Makanan China?" tanya Jisoo lagi

Mingyu menggelengkan kepalanya

"Itali?"

Mingyu tersenyum dan mengangguk

Keduanya berjalan menuju restoran bernama "Ben Arrivato"

.

Wonwoo berjalan dengan cup kopi di tangan kanannya dan koper di tangan kirinya, ia berjalan lalu memasuki mobil yang menjemput nya

"We're going to St Mary's Hospital, Sir" ucap sopir yang ada di kursi kendara

"Yes, Please" jawab Wonwoo

Mobil berwarna hitam itu melesat menjauh dari bandara menuju rumah sakit yang dituju

.

.

Haloo Lia update Hahaha

Maaf kalo kurang memuaskan sebelumnya

Lia bingung milih cowoknya antar Sehun Exo/Dokyeom/Jun ni haha

Kalo ceweknya Nana After School/Joy Yeri Red Velvet/Im Nayoung/Kim So Hyun/Nayeon Twice Lia juga bingung bantuin dong

Review jangan lupaa Okay?

Kalau ada yang mau nanya taanya aja di review, semoga kejawab di Chapter depan

Lia udah update secepet mungkin kok hahaha

Makasih yang udah support Lia sama Jio

Makasih banyak yang udah review, nge favorit, nge follow

Sekian dan terima kasih

.

Thanks to :

All Reviwers, All Favouriters, All Followers, All Saran, All kritik

.

Love you all

-Lio (Lia&Jio)