SNIPPER CODE

Desclaimer:
Exo itu milik tuhan yang dijaga sama ortu mereka dan didebutkan sama SM :v. Author hanya minjam nama saja beib :3. Cerita milik saya murni sekali.

CAST: Byun Baekhyun, Park Chanyeol and other

Genre: Mysteri, romance, action, and little bit of comedy

Rating: T++

Pairing: ChanBaek, and other official exo couple

N/B: jalan cerita terinspirasi sama all anime yang pernah daku tonton :v

AVIANCE PRESENT

Chapter 1 (Guard or Killer)

"Yeol, jangan lupakan misimu yang sebenarnya ketika sampai disekolah sana". Pesan seorang pria pendek sembari memberikan sebuah dokumen kearah Chanyeol.

"Iya, hyeong...". Jawab Chanyeol malas. Ia lantas mengerinyat bingung saat tangannya menerima dokumen berwarna biru. Dilihat dari depan, dokumen ini berisikan tugas untuk melindungi orang dari ancaman. Tapi, tugas melindungi itu bukan bagian yang Chanyeol tangani.

Raut wajah Chanyeol membuat partnernya menghela nafas.

"Tugas baru untukmu...".

Chanyeol menatap laki-laki yang lebih pendek dengan wajah penasaran. Menuntut sebuah jawaban dari pernyataan yang ia dengar tadi.

"Membunuh dan melindungi".

========Snipper Code======

Park Chanyeol duduk tidak terlalu jauh dari Byun Baekhyun. Bahkan, dari tempat duduknya, dia bisa memperhatikan pemuda yang masuk kedalam daftar target dalam pekerjaanya kali bagi Chanyeol. Pemuda tinggi itu tersenyum tipis. Pikirnya rencana dia telah dimulai dengan sebuah keberuntungan, maka akan diakhiri dengan keberuntungan yang sempurna juga.

Baekhyun mendadak gusar. Ia yakin anak baru dikelasnya bukan merupakan orang baik. Menuruti firasat, Baekhyun menolehkan kepalanya kebelakang hanya untuk melihat si anak baru. Namun, itu malah membuat pemuda bersurai abu-abu langsung merutuki dirinya. Hell. Chanyeol ternyata sedari tadi tengah memperhatikan Baekhyun dengan senyuman aneh.

Bulu kuduk Baekhyun seketika meremang. Ia mengelus tengkuknya yang dingin dan menelan ludah dengan susah payah. Baekhyun seratus persen tak fokus selama pelajaran berlangsung.

Luhan menangkap gelagat aneh dari sahabatnya semenjak anak baru memasuki kelas. Lama-lama dibiarkan, gelagat Baekhyun membuat Luhan penasaran setengah mati. well, diawal menangkap gelagat dari Baekhyun, Luhan mengabaikannya. Dia malah fokus memandangi anak baru itu. Lagipula, Baekhyun itu memang dasarnya suka bertingkah aneh.

Luhan memantapkan diri untuk bertanya setelah bel istirahat pertama berbunyi. Menunggu beberapa menit lagi apa salahnya.

"Kerjakan tugas kalian". Guru Kim merapihkan buku cetaknya sembari mengingatkan akan tugas yang ia berikan."Tidak boleh ada yang tidak mengerjakan. Oke. Sampai disini dahulu perjumpaan kita". Guru Kim berjalan keluar dengan anggun. Kepergian sang guru membuat seisi kelas bernafas lega. Jam istirahat adalah surga bagi para pelajar, bukan?.

Luhan merapihkan peralatan belajarnya. Ia melirik Baekhyun yang tengah menjedukan kepala diatas meja dengan wajah jengah. Oke. Hipotesis yang pertama adalah, Baekhyun sedang stress karena kedatangan murid baru. Tapi, apa yang menyebabkan Baekhyun stress?. Seingat Luhan, Baekhyun adalah pribadi yang hangat kepada semua orang termasuk orang asing. Luhan pernah merasakannya sendiri kok. Dia dulu adalah siswa pindahan disini, dan tebak siapa yang membuat sosoknya kini terkenal?. Tentu saja pangeran sekolah yang baik hati-Byun Baekhyun-. Luhan menggelengkan kepalanya. Mengusir segala pemikiran yang tak penting.

'Oke saatnya bertanya'. Luhan kembali memantapkan diri.

"Baek-".

Luhan memandang sahabatnya sakarstik. Belum sempat dia melanjutkan apa yang ingin ia katakan, Baekhyun sudah terlebih dahulu bangkit dari tempatnya dan berjalan kearah anak baru yang kini sedang dikelilingi oleh banyak orang. Mengabaikan sosok Luhan yang hendak bertanya.

Baekhyun berdehem untuk mengusir kerumunan di daerah sekitar sih agar ia tak usah repot-repot menerobos. Itu melelahkan dan menguras banyak energi oke.

Kerumunan itu membuka jalan untuk Baekhyun. Jangan lupakan status Baekhyun yang teramat spesial disekolah.

Baekhyun berjalan menuju Chanyeol dengan sedikit angkuh. Pandangan mata dibuat semenyeramkan mungkin. Tapi malah terkesan manis bagi yang melihat. Baekhyun terlihat terlalu memaksakan untuk dilihat menyeramkan.

Hening ketika Baekhyun sampai dihadapan Park Chanyeol. Mereka menebak kejadian semacam apa yang akan terjadi selanjutnya.

"Park Chanyeol!". Panggil Baekhyun lantang. Tangannya bersedekap dengan dagu yang terangkat.

'Anjing cihuahua ini menarik'. Chanyeol bertopang dagu dengan tangan kanan. Ia tersneyum tampan kearah Baekhyun. Senyuman itu sukses membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya.

"Ada apa, Baekhyun-ssi?". Tanya Chanyeol dengan suara bass. Baekhyun sedikit geli mendengar suara seorang pemuda yang mirip ahjussi mesum. Namun, ia masih waras untuk tiba-tiba tertawa disaat serius ini.

"Park Chanyeol! Aku ingin bicara denganmu diatap sekarang!". Ucap Baekhyun tegas.

Mereka yang menyaksikan terhenyak. Apalagi Luhan yang tak pernah menyangka akan tingkah Baekhyun.

"HEEEE?!". Teriak murid-murid yang melihat. Mereka berpikir bahwa Baekhyun hendak menyatakan perasaannya kepada Chanyeol. Tentu saja ini permasalahan yang besar. Baekhyun si populer ingin menembak siswa baru. Bayangkan bagaimana patah hatinya para fans Byun ini. Oh jangan salahkan Baekhyun jika fansnya patah hati. Mereka saja yang berspekulasi buruk dengan situasi seperti tadi.

=========snipper code=====
Diatap sekolah yang luas, Chanyeol dan Baekhyun berdiri saling berhadapan dengan jarak yang cukup jauh. Baik bagi mereka masing-masing ataupun bagi para fans Baekhyun yang terlihat mengerumun dibalik kaca yang menyunguhkan sosok keduanya.

"Ada apa ?". Chanyeol menatap Baekhyun datar.

"Kau pencuri di bank kemarin, kan?. Aku melihatmu turun dari lantai atas". Baekhyun menatap sengit kearah Chanyeol.

"Bagaimana bisa kau berkata demikian?. Memang punya buktinya?". Tanya Chanyeol dengan segaris senyum dibibir. Pemuda tinggi bersandar kepada pembatas dinding sembari memperhatikan lawan bicara dihadapannya. Nafas Baekhyun mulai memburu. Chanyeol merasakan aura permusuhan dari Baekhyun .

"Apa yang kau lakukan semalam?". Tanya Baekhyun penuh selidik.

Sementara itu, Luhan yang kini tenah memantau daribalik kaca telihat penasaran dengan topik yang dibicarakan kedua orang itu. Luhan bahkan nekat membuka pintu yang merupakan jalan menuju kesana. Ia berusaha menajamkan telingannya untuk bisa mendengar apa yang mereka katakan. Tapi nihil. Jarak mereka terlalu jauh dari jangkauan pendengaran Luhan.

"Ughhh...Aku penasaran apa yang dibicarakan...". Keluh Luhan pada akhirnya. Dia hanya bisa melihat saja untuk saat ini.

Kembali kepada pusat perhatian sekolah.

Chanyeol menegakan tubuh jangkungnya. Berjalan mendekat kearah Baekhyun perlahan dengan tangan yang masih bersedekap. Baekhyun perlahan memundurkan tubuhnya. tak menduga Chanyeol akan memojokannya seperti ini. Jantungnya mulai berdegup kencang saat parfume Chanyeol mulai memasuki hidung Baekhyun. Entah mengapa, Baekhyun seperti tak asing dengan wangi ini. Wangi yang selalu membuatnya tenang dan ...gugup.

Baekhyun terkejut sesaat setelah pundaknya menabrak tembok pembatas. Oke. Baekhyun mengaku bodoh karena salah melangkah. Jujur saja, dipandang sebegitu intens oleh Chanyeol mampu membuat dirinya gugup hingga tak bisa berpikir jernih. Bukan. Bukannya Baekhyun jatuh cinta kepada si Park, hanya saja dia...dia...dia merasa kurang nyaman. Apalagi, ia tak bodoh untuk tidak menyadari seberapa banyak orang yang kini tengah memperhatikan mereka dari dalam gedung yang dibatasi , Baekhyun kini dapat melihat dengan jelas wajah terkejut mereka. Tapi, disamping itu semua, situasi ini...ia merindukan situasi ini dari hati kecilnya.

Baekhyun baru sadar dari lamunanya ketika melihat posisinya dengan Chanyeol yang sedikit ambigu jika dilihat dari sudut pandang orang yang berdiri agak jauh dibelakang Chanyeol. Lihatlah Chanyeol yang kini tengah mengurung Baekhyun dengan sebelah tangannya.

Baekhyun menahan tubuh Chanyeol yang semakin mempersempit jarak yang ada.

"Y-YA!...".Teriak Baekhyun.

Chanyeol memiringkan kepalanya dengan wajah bingung. Atau lebih tepatnya berpura-pura bingung untuk sekedar menggoda Baekhyun.

"Kenapa wajahmu memerah Baekhyun-ssi?". Chanyeol menyingkirkan tubuhnya. Dia bahagia sekali melihat Baekhyun yang kini tengah mengatur nafasnya. Ternyata asik juga mengerjai target yang satu . Chanyeol belum pernah sekalipun merasa sesenang ini melakukan pekerjaannya.

"DIAMLAH". Baekhyun menggentak."JAWAB PERTANYAANKU SEKARANG BODOH". Baekhyun melotot. Chanyeol angkat tangan dengan kekehannya.

"Aku semalam bekerja bersama hyeongku untuk membersihkan sampah-sampah dimasyarakat".

"Bohong. Mana mungkin orang kaya sepertimu bekerja memunguti sampah".

"Terserah kau saja...Yang penting aku jujur...Ah, sudah dulu ya, urusanku banyak. Semoga kita bisa berteman dengan baik". Chanyeol menupuk pundak Baekhyun dengan akrab. Kemudia melenggang pergi dari sana.

Luhan mendekati Baekhyun yang masih menatap kepergian Chanyeol dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.

"Kau tidak apa-apa, Baek?. Apa yang Chanyeol perbuat hingga membuatmu berteriak?Gelagatmu aneh sekali semenjak Chanyeol masuk kelas. Apa kalian saling kenal sebelumnya?". Luhan memegang pundak Baekhyun. Mengeluarkan pertanyaan yang sangat ingin ia katakan sedari tadi.

"Dia...membuat hatiku panas...sialan! awas saja kau Park Chanyeol!". Baekhyun menggeram. Tangannya terkepal kuat. Luhan kembali terhenyak.

=====snipper code====

Baekhyun diam-diam mengikuti semua pergerakan Chanyeol dari belakang. Keinginan untuk mengetahui kebenaran mendorong Baekhyun hingga sejauh ini. Biarlah orang beranggapan bahwa Baekhyun seorang maniak. Salahkan sifat cinta kebenaran yang selalu diajarkan oleh paman Sooman. Berbicara tentang Sooman, sebetulnya Baekhyun sangat membenci pamannya. Kenapa?, karena paman Sooman tidak berprikesiswaan sama sekali. Baekhyun masih tidak terima dengan sistem sekolah rupanya.

Baekhyun mengikuti Chanyeol yang kini tengah mengunjungi toko buku. Baekhyun berada dua rak dibelakang Chanyeol, berpura-pura membaca buku padahal matanya terus mengawasi pergerakan dari Chanyeol sekecil apapun. Daripada ingin mengungkapkan kebenaran, Baekhyun lebih seperti penguntit yang memiliki pengalaman minim dalam penyamaran. Dan, entah Chanyeol bodoh atau apa hingga tidakmenyadari keberadaan si surai abu-abu disekitarnya.

Chanyeol memilih sebuah buku yang lalu pergi ke kasir untuk membayar. Sedangkan Baekhyun, pria mungil itu menuju rak yang sempat Chanyeol datangi dan mengambil salah satu buku dari sana.

"Guard or Killer?". Baekhyun melihat sampul novel yang ia yakini menarik perhatian Chanyeol. Baekhyun penasaran. Ia ingin membaca sinopsinya barang sebentar saja. Tapi-matanya mencari sosok Chanyeol di kasir. Oh pemuda tinggi itu nampaknya tengah mengantri. Menggunkana kesempatan itu, Byun Baekhyun membaca sinopsis novel yang dipegangya.

Baekhyun menaruh novel itu kembali. Kemudian meringis seketika. Chanyeol menyukai tipe bacaan yang mengerikan menurut Baekhyun. Guard or Killer adalah cerita romance yang dibumbui oleh aksi thrill dengan pembunuhan yang sangat sadis. Baekhyun mulai mual membayangkannya.

Pemuda itu lalu menoleh kearah Chanyeol yang baru saja membayar novel yang ia beli . Baekhyunpun melanjutkan pekerjaannya menguntit Park Chanyeol.

Chanyeol memasuki kedai kopi ternama didaerah Gangnam. Baekhyun ragu untuk masuk atau tidak. Karena setahu dirinya, kedai kopi ini tak boleh dimasuki oleh sembarang orang. Bagaimana kalau sampai dia tertangkap karena perdebatan kecil dengan sang penjaga. Baekhyun hanya mengintip Chanyeol dari balik tembok yang lumayan jauh dari pintu masuk.

Chanyeol tengah terlibat dalam percekcokan bersama penjaga. Obrolan itu semakin lama semakin panas. Chanyeol mengepal kuat. Sementara si penjaga pintu berusaha menghalangi Chanyeol yang berusaha memaksa masuk.

Kemudian, munculah sosok pria tampan berpakaian jas dari dalam kedai kopi. Dia terlihat menjelaskan sesuatu kepada penjaga. Sepertinya masalah sudah selesai. Penjaga itu tak lagi menghalangi jalan Chanyeol. Walaupun begitu, Chanyol masih terlihat kesal. Baekhyun terkikik geli melihatnya.

Chanyeol kemudian ditenangkan oleh pria berjas. Mereka terlihat sangat akrab karena sesekali Chanyeol tertawa lebar ataupun sebaliknya. Apakah mungkin itu saudara kandung Chanyeol?. Baekhyun menyandarkan tubuhnya dibalik tembok tempat ia menguntit tadi. Memejamkan mata untuk menenangkan kepalanya yang tiba-tiba merasa sangat pusing. Ia merasa ada sebuah memori yang dipaksa hilang dari ingatnnya. Memori tentang seseorang yang berharga.

"Kenapa denganku?...Aku merasa...aku...akh...". Baekhyun mengigit bibir bawahnya.

Tiba-tiba sebuh tangan menepuk pundaknya.

"Byun Baekhyun?".

T B C

Oke bersambung dulu... :v mianhae kalau ceritanya gaje dan alurnya kecepetan..oh iya disini itu banyak misteri dari masa lalu Baekhyun. Ada hikmahnya juga ya nguntit si ceye XD . well Baekhyun itu sebenarnya...

hahah liat aja nanti di next chap...kalian penasaran gak sama siapa hyeongnya si ceye? :3 tebak hayoooo...kkekeek oh ya...makasih buat yang udah review, fav, and follow...

sanyakie

Huaaa maksih :3 seneng dengernya... semoga kamu suka chap ini :3 ..:v

Yousee

Baekhyun inget kejadian itu...makanya dia gak woles pas liat ceye :v nde...ini udah lanjutt...semoga sukaaaa :D

Summary saya ubah lagi kawan :3 jalan ceritanya saya buat ulang :3

mind to review? :')